[ Kyuhyun-Yoo Hyeon Story ] Promise You : Fourth-A :

promise-you-choi-soo-joon-storyline

PROMISE YOU

Super Junior Kyuhyun | Kim Yoo Hyeon (OC/You) | Super Junior Donghae | Lee Youra (OC)

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Length : Chaptered

Genre : Romance,Angst,Life.

Rate : PG 15

Summary :

This is all about happiness

Poster : http://cafeposterart.wordpress.com/

Previous Story :

( Prologue | First | Second | Third | Study Of Memory )

SILENT READERS AND PLAGIATOR GO AWAY !!! Enjoy the story 🙂

YOO HYEON

09.30 KST,Lee Coorporation,Yeouido…

“Silahkan masuk Yoo Hyeon-ssi,” Hyoyeon membukakan pintu utama kantor.

Aku melihat keadaan sekeliling dengan saksama,kantor ini memiliki 4 lantai dan cukup luas. Menurutku untuk ukuran percetakan,lokasinya benar-benar strategis. Keadaan masih kosong,maklumlah kantor baru akan dipakai sebulan lagi.

“Jadi ruangan mana yang harus kudesain pertama kali?” tanyaku.

“Hhmm…ruangan Lee Sajangnim,” tanggap Hyoyeon.

Aku menelan ludah. Ruangan Donghae? tidak ada pilihan lain untuk dijadikan yang pertama? batinku.

Tak sampai 5 menit kami berdua sudah sampai disana,ruangan ini cukup luas. Aku melihat jendela,terhampar jelas pemandangan kota Seoul dan aku yakin view ini akan semakin menakjubkan jika dilihat saat malam hari.

“Sudah memiliki ide,Yoo Hyeon-ssi?” suara seorang namja membuyarkanku.

Aku dan Hyoyeon menoleh,kulihat sosok Donghae yang bersandar di dekat pintu,ia melipat kedua tangannya di dada.  Pria itu memberi isyarat agar Hyoyeon meninggalkan kami berdua,aku tidak bisa melarangnya karena bagaimanapun Donghae atasan Hyoyeon dan ia berhak melakukan apa saja disini. Donghae beringsut mendekatiku,mata teduhnya menatapku dengan intens.

“Apa kau sudah memiliki ide,hhmm?” tanyanya lagi.

“Ruanganmu perlu lemari multifungsi yang bisa menyimpan berbagai buku,file-file penting dan barang-barangmu yang lain. Lalu aku akan menaruh satu set sofa dan meja agar kau bisa menerima tamu atau klien disini dengan lebih privat,sepertinya cat cokelat muda akan memberikan kesan teduh juga lantai marmer dan…,” belum selesai dengan kalimatku,telunjuk Donghae sudah mendarat manis di bibirku.

“Aku percaya dengan keprofesionalanmu itu,kau pasti akan mengerjakan semuanya dengan baik,”

Kini jarak kami berdua begitu dekat,sampai-sampai aku bisa merasakan deru nafasnya di wajahku. Aku melepaskan telunjuknya dari bibirku dan beringsut mundur.

“Apa kau memiliki keinginan lain untuk ruanganmu ini? atau untuk space lain?” aku berusaha mengendalikan perasaanku.

“Ada yang ingin kutanyakan,” ujarnya.

Alisku terangkat,memberi isyarat untuk dia melanjutkan perkataannya.

“Apa kabar putriku?” pertanyaan itu singkat tapi cukup menohokku.

“Apa katamu?” tanyaku ulang.

“Apa kabar putriku sekarang? Apakah dia baik-baik saja?” ulangnya.

“Kau tak salah menanyakannya?”

“Apa itu sebuah kesalahan besar?”

“Kau ini bodoh atau apa? Kau meninggalkanku saat aku hamil,sama sekali tidak datang saat aku melahirkan,tidak pernah menjenguk oh jangankan itu untuk menghubungi dia saja tidak. Dan sekarang kau menanyakan kabarnya???” cecarku.

“Itu karena aku…,” Donghae tampak berpikir,matanya gelisah.

“Karena apa? Sudahlah,disini kita membicarakan pekerjaan bukan hal lain. Kalau kau mau membahas pekerjaan akan kujawab tapi kalau bukan lebih baik aku keluar,masih banyak space yang harus kudesain,” aku beranjak pergi.

Namun baru saja sampai di pintu ruangan tersebut,Donghae sudah menghalangi jalanku.

“Apalagi???” tanyaku dingin.

“Aku ingin minta maaf,” ujarnya lirih.

Aku berdecak kesal dan lalu mendorongnya agar terbuka jalan untukku. Dengan langkah cepat aku meninggalkannya dan melanjutkan pekerjaanku.

DONGHAE

“Apalagi?” tanyanya dingin.

“Aku ingin minta maaf,” ujarku lirih.

Ia berdecak kesal dan lalu mendorongku,kaki mungilnya melangkah cepat meninggalkanku. Aku menatap sosoknya yang semakin menghilang dari pandanganku,aku tahu kesalahanku fatal tapi aku hanya ingin maaf darinya. Selama ini aku selalu dihantui rasa bersalah,aku kembali mengejarnya dan kini aku mendapati sosoknya di ruang meeting.

“Desain ruang ini sesuka hatimu,” ujarku.

Ia berbalik dan menatapku heran.

“Aku pemilik kantor ini jadi jika kubilang terserah padamu maka kau bisa melakukannya sesuka hati,kujamin tidak akan ada yang protes,” jelasku.

Ia menghembuskan nafas panjang dan mengeluarkan camera digital dari tasnya,yeoja itu mengambil beberapa gambar.

“Untuk hari ini dua ruangan ini cukup,aku akan memikirkan konsep interiornya lebih matang,” ucapnya datar.

“Baiklah,aku percaya padamu,” ujarku.

“Saya pamit,Donghae-ssi,” ia agak membungkukkan badannya dan lalu meninggalkanku.

Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu anakku jika sikapnya sudah sedingin & sekeras ini???

KYUHYUN

Aku mengemudikan Audi hitamku keluar dari basement kantor,ditengah perjalanan aku melihat sosok perempuan yang tengah menunggu di pinggir jalan. Aku memperjelas pandanganku,ternyata dia Yoo Hyeon. Aku menepikan mobilku dan menurunkan jendela kaca.

“Mau kemana,Yoo Hyeon-ssi?” tanyaku.

Yeoja itu tampak terkejut dan tersenyum tipis.

“Aku akan kembali ke kantor,” ujarnya.

“Ah,bagaimana jika aku antarkan?” tawarku.

“Apa itu tidak merepotkanmu?”

“Tentu saja tidak,aku juga kebetulan ada meeting dengan klien jadi sekaligus keluar,”

“Baiklah,terimakasih banyak,Kyuhyun-ssi,” ia membuka pintu penumpang dan masuk kedalam mobilku.

Aku menancap gas dalam-dalam dan tak lama mobilku melesat cepat menembus hiruk pikuk kota Seoul.

“Bertemu klien?” tanyaku.

“Ya,klien baru. Aku mendapat tugas untuk mendesain interior kantor barunya,”

“Jadi kau seorang desain interior?”

“Ya,begitulah,”

“Dan dia yang menjadi klienmu adalah masa lalumu?” tanyaku spontan.

Suasana mendadak kaku dan hening,Yoo Hyeon diam.

“Maaf,aku terlalu jauh,”

“Ya,memang dia orangnya. Dan dia mulai menanyakan keadaan Youra,”

“Lalu?”

“Tentu saja aku kesal dan sama sekali tidak menggubrisnya,”

Dia terdengar begitu membenci pria itu tapi kenapa aku masih melihat perasaan itu di matanya? Hei,kenapa aku menjadi sepeduli ini padanya? Ada apa denganku? Setengah jam kemudian aku sampai di kantornya.

“Terimakasih banyak,Kyuhyun-ssi,”ia tersenyum tipis.

“Sama-sama,Yoo Hyeon-ssi. Hhmm…kalau ada apa-apa kau bisa menghubungiku,”

Yoo Hyeon menganggukan kepalanya sekilas dan lalu keluar dari mobilku. Aku tidak tahu,perasanku sekarang terlalu abstrak untuk dijelaskan. Teringat kembali janjiku dengan klien,akhirnya aku pun pergi meninggalkan kantornya.

JIYOUNG

Lee Sajangnim tidak berada disini,dia sedang di kantor barunya,”ujar seorang resepsionis yang kuhubungi via telepon.

“Baiklah,terimakasih banyak atas informasinya,” Klik. Aku memutus hubungan telepon.

Akhirnya aku sampai disana,aku mendapati Hyoyeon yang berada di lobby dan saat bertanya padanya,ia bilang Donghae berada di ruangannya yang terletak di lantai 3. Saat aku sampai di ruangannya,aku melihat ia tengah memandang keluar jendela. Aku memeluknya dari belakang.

“Aku merindukanmu,” ujarku lembut.

Donghae berusaha mengenyahkan dekapanku tapi aku semakin mempereratnya. Pria itu menyerah dan akhirnya tidak bereaksi apa-apa. Mata teduhnya seperti tengah memikirkan banyak hal.

“Kau jangan terlalu stres,sayang. Aku tahu pekerjaanmu banyak tapi jangan sampai membuatmu kelelahan,”

Ia masih diam.  Aku memutar badannya perlahan,kini ia berbalik menghadapku.

“Aku tak minta banyak. Aku hanya ingin kau mulai melihatku dan bersikap lebih baik padaku. Itu saja,”

“Aku tidak bisa,”sahutnya dingin.

Aku menelan ludah dan berusaha menekan perasaanku sebisa mungkin.

“Kau belum mencoba,aku tahu kau pasti bisa,”

“3 tahun ini apa itu belum cukup bukti kalau aku tidak bisa mencintaimu,huh?”

3 Tahun. Ya,sudah selama itu aku menikah dengannya. Tapi selama rentang waktu itu pula hubunganku dengannya tidak harmonis. Aku mencium bibirnya dan melumatnya lembut,ia tidak bereaksi apa-apa dan membiarkanku untuk menyentuh bibirnya. Aku menutup mata dan kurasakan air mata mengalir di pipiku,memang aku egois tapi apa dia tidak berpikir kalau aku juga seorang perempuan yang menginginkan kasih sayang darinya??? Ia melepaskan ciumanku,ibu jarinya menghapus air mataku.

“Sebaiknya kau pulang,aku masih banyak pekerjaan,”tanggapnya datar.

Aish,Lee Donghae apa yang harus kulakukan agar kau mencintaiku???

____________________________________________________________________

Jeongmal mianhaaaaeeee…kalau chapter ini benar-benar PENDEK dan kriuk-kriuk. Semoga next chapter bisa lebih dapet lagi feelnya dan lebih panjang,comment readers sangat berharga. Gomawo 🙂

94 responses to “[ Kyuhyun-Yoo Hyeon Story ] Promise You : Fourth-A :

  1. Wihiiii ciri khas authornim itu kalau ceritanya berchapter pasti tiap chapternya ga terlalu panjang dan ga terlalu pendek atau sedeng lah xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s