Something You Don’t Understand [Part 1]

Luhan-crop

[A Fanfict From A Friend]

Author : @syadzadhanti

 Genre : Romance, action | Rating : PG-13

 Length  : Multi chapter

 Main casts: Xi Lu Han, Park Yoora (OC)

 Other casts will be added as the time goes by~

 

I also have my own wordpress, you can check it^^ ohyeolliepop.wordpress.com. Kamsahamnida^^

***

Something You Don’t Understand

Luhan memacu langkahnya sedikit lebih cepat. Tertinggal beberapa langkah saja, ia akan kehilangan jejak gadis itu. Park Yoora. Gadis itu yang sudah memenuhi pikiran Luhan selama beberapa hari ini. Gadis itu yang sudah mencuri perhatian Luhan dan membuat namja itu tidak bisa berhenti memikirkannya. Yoora sebenarnya bukan gadis yang istimewa. Ia hanya kebetulan satu sekolah dengan Luhan. Bukan, bukan berarti gadis itu adalah gadis-gadis kaya seperti murid-murid di sekolah Luhan yang lain. Yoora bisa bersekolah di sekolah kelas atas seperti Luhan karena program beasiswa yang didapatkannya. Gadis itu memang cerdas, tapi tidak pernah menunjukkannya. Itulah daya tarik Yoora di mata Luhan.

Luhan mendengus kesal karena Yoora berjalan cepat sekali. Bahkan Luhan saja kesusahan untuk mengikutinya. Ya, sekarang Luhan sedang mengikuti Yoora seperti seorang penguntit. Luhan tidak bermaksud jahat sama sekali, ia hanya ingin mengetahui dimana Yoora tinggal. Gadis itu terlalu misterius –terlalu sulit bagi Luhan untuk mencari informasi tentang dirinya. Yoora bukan tipikal gadis yang terbuka dan punya banyak teman. Tidak ada lagi yang bisa Luhan lakukan untuk mengetahui dimana Yoora tinggal, selain mengikutinya.

Luhan sedang sibuk dengan pemikirannya sambil tetap memacu langkahnya, saat ia baru sadar kalau Yoora sudah menghilang. Sial! Umpat Luhan dalam hati. Kenapa gadis itu berjalan cepat sekali? Rutuk Luhan dalam hatinya lagi.

Greb!

Tiba-tiba seseorang menarik lengannya paksa, menyudutkan Luhan di dalam sebuah gang sempit. Semuanya terjadi begitu cepat dan mendadak sehingga otak Luhan tidak dapat mencerna kejadian itu dengan sempurna. Luhan tidak dapat melakukan apapun selain menundukkan kepalanya. Ia terlalu takut untuk menghadapi orang ini. Berbagai kemungkinan-kemungkinan buruk bermunculan dari dalam kepalanya.

Orang itu menarik dagu Luhan, membuat Luhan menatapnya. “Untuk apa kau mengikutiku?”

“Y-yoora?” tanya Luhan dengan gugup. Semua pikiran buruknya hangus sudah, ternyata orang yang membawanya ke tempat ini adalah Yoora. Gadis ini tidak akan melukainya.

“Aku tanya, untuk apa kau mengikutiku?” tanyanya sekali lagi. Yoora menatap Luhan dengan tajam, sangat tidak bersahabat. “Apa kau orang suruhan Wu Yi Fan? Ha? Kau diperintahkan olehnya untuk memata-mataiku?”

Luhan tergagap dengan seberondong pertanyaan yang diajukan oleh Yoora. Ia merasa aliran darahnya berhenti begitu saja, sehingga ia tidak sanggup menjawab satu pun pertanyaan Yoora. Yoora mengenal Wu Yi Fan? Luhan memang mengenal Yi Fan, tapi ia bukan anak buahnya. Ia mengikuti Yoora karena ingin mengetahui tempat tinggal Yoora, itu saja! Tapi melihat tatapan Yoora yang begitu mengintimidasi, lidah Luhan terasa sangat kelu.

“Aku menunggu jawabanmu,” kata Yoora sinis. Ia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Luhan.

“Bukan..,” akhirnya Luhan bersuara. Suaranya kecil sekali, seperti cicitan anak tikus. “Aku bukan orang suruhan siapapun, aku Xi Lu Han. Aku satu sekolah denganmu. Aku hanya ingin tahu dimana kau tinggal.”

Yoora melepaskan cengkeramannya pada lengan Luhan. “Lalu apa kepentinganmu untuk tahu tempat tinggalku?”

Skak mat. Luhan benar-benar mati kutu sekarang, apa ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Yoora? Kalau ia menyukai gadis itu?

“Aku tertarik padamu,” ucap Luhan pelan. “Sungguh, aku tidak berbohong.”

***

                Lagi-lagi, semuanya terasa begitu cepat bagi Luhan. Setelah ia mengaku pada Yoora, gadis itu kemudian mengajaknya ke sebuah tempat. Rumahnya. Rumah Yoora terhitung kecil dan sempit. Tidak ada banyak ruang di dalamnya. Suasana dalam rumah itu juga terkesan tidak bersahabat.

Yoora keluar dari balik tirai kusam dengan membawa sebuah cangkir. Ia meletakkannya di depan Luhan. “Sekarang kau sudah tahu dimana tempat tinggalku.”

Luhan mengangguk.

“Kecewa dengan apa yang kau lihat? Hanya sebuah rumah kecil..,” kata Yoora dengan nada sinis. “Jika kau berharap akan melihat rumah yang megah seperti rumahmu atau rumah teman-temanmu, jelas kau akan sangat kecewa.”

Kali ini Luhan menggeleng. “Tidak, sama sekali tidak. Dari pertama kali mengikutimu, aku tidak memiliki ekspektasi apapun. Bagaimana keadaan rumahmu, sama sekali tidak terpikir olehku.”

“Baguslah kalau begitu,” sahut Yoora. Ia menaikkan alisnya, memberi kode agar Luhan meminum minuman yang sudah disuguhkan olehnya. Detik kemudian, Luhan meminum minumannya.. Pahit. Tiba-tiba pandangannya mengabur dan semuanya menjadi gelap..

***

                Luhan tersadar dari kegelapan –atau bisa ia sebut mimpi buruknya. Kepalanya terasa sangat pusing. Luhan menggeliatkan badannya dan.. Tunggu. Ia tidak bisa bebas menggerakkan badannya! Susah payah Luhan melongok ke belakang, itu hanya membuat kepalanya semakin pusing. Kedua tangan dan kakinya diikat di belakang, di kursi tempat ia duduk sekarang.

Luhan berpikir keras, mencoba mengingat apa yang terakhir kali dilakukannya. Bukankah ia terakhir kali berada di ruang tamu Yoora, bercakap singkat dan akhirnya meminum suguhan yang diberikan oleh Yoora? Ya. Tidak ada kejadian yang lain. Tepat setelah Luhan minum, semuanya menjadi gelap dan begitu ia tersadar, ia sudah berada dalam kondisi seperti ini. Mana mungkin Yoora tega menyakitiku?! erang Luhan dalam hatinya.

“Kau sudah sadar rupanya..,” terdengar sebuah suara berat dari belakangnya. Itu jelas bukan suara Yoora. Luhan dengan susah payah menggerakkan kursinya, berusaha untuk berputar dan melihat siapa yang berbicara. Kelihatannya usahanya sia-sia. Luhan tetap terpaku pada posisinya saat ini.

“Teruslah berusaha, Xi Lu Han.”

“Kau mengenalku? Siapa kau?! Untuk apa kau mengikatku disini?!” teriak Luhan, berusaha untuk memberontak.

“Aku tidak mengenalmu, tapi aku tau siapa kau,” lanjut suara itu, diiringi dengan tawanya yang sinis.

“Siapa kau?!”

“Tenang saja, kau tidak perlu berteriak seperti itu.”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku, pengecut! Siapa kau?!”

Terdengar suara tawa itu lagi, kemudian terdengar suara pintu yang ditutup. Orang itu keluar dari ruangan tempat Luhan disekap tanpa menjawab pertanyaan Luhan. Luhan menyumpah-nyumpah dalam hatinya, mengeluarkan seluruh kata kotor yang diketahuinya. Ia tidak menyangka rasa penasarannya pada Park Yoora akan berujung seperti ini. Ia membayangkan betapa khawatir keluarganya sekarang karena anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga itu tidak kunjung pulang.

Luhan mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Ruangan tempat ia disekap ini cukup kotor –kelihatannya sebuah gudang yang masih dipakai. Terdapat beberapa kursi di sebuah sudut ruangan. Di sudut yang lain, terdapat banyak kardus yang disusun secara bertumpuk. Luhan berusaha menebak-nebak apa isi dari kardus itu. Apakah rakitan bom? Atau justru perhiasan yang tidak ternilai harganya?

Luhan menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan kasar. Tidak banyak yang bisa ia perbuat. Untuk menggerakkan badannya saja susah. Ikatan tali di tangan dan kakinya sangat erat, sukses membuat Luhan tidak bisa berkutik.

“Park Yoora!” Luhan coba memanggil gadis itu. Ia yakin gadis itu ada disini, ia yakin ruangan ini masih di dalam rumah Yoora.

“Park Yoora!” Luhan memanggil sekali lagi. Hening. Satu detik, dua detik, tiga detik. Tidak ada jawaban.

“Aku tahu kau disini, Yoora! Datanglah kemari!” jerit Luhan. Ia benar-benar dalam puncak emosinya sekarang.

“Aku ingin, Luhan. Tapi aku tidak bisa. Tunggulah di dalam, aku berjanji tidak akan ada yang menyakitimu,” samar-samar Luhan mendengar suara Yoora. Luhan tercekat. Rupanya tebakannya tidak meleset, ia benar. Yoora ada di tempat ini.

  Lalu kenapa Yoora tidak mendatangi Luhan?

To Be Continued

—-

Saya kembali dengan ff cetar titipan teman, hope you’ll like it!! goodbye.

Kembaran Sehun,

FruidSallad.

65 responses to “Something You Don’t Understand [Part 1]

  1. wow baru nemuin nih ff.. keren banget

    pasti yoora itu anak buah penjahat ya?? kekekeke

    izin baca chapt slanjutnya ya thor^^

    keep writing n fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s