Team XOXO – How to be the Client

Maaf untuk keterlambatan posting. Hari Minggu kemarin ternyata saya berhalangan dan hari-hari kemarin benar-benar disibukkan oleh kegiatan kampus jadi sama sekali gak bisa pegang notebook. Sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya /bow/. Oh ya, janga lupa baca author’s note yang ada di akhir cerita ya, terima kasih sebelumnya.

Previous : Locker 88Meet the Agents

Capos7-horz

  

Tap.. tap.. tap..

Nayeon melangkahkan kakinya dengan tergesa di sepanjang koridor. Padahal hari sudah beranjak petang, namun gadis itu masih enggan meninggalkan bangunan sekolahnya. Pengintaian yang dilakukannya semenjak sore barusan sama sekali belum membuahkan hasil—ia masih dilanda penasaran tentang siapa yang akan mengambil suratnya dari loker 88.

Karena hasrat ingin buang air kecilnya tadi, Nayeon terpaksa harus menunda pengintaiannya sebentar dan bergegas menuju toilet. Gadis itu hanya berharap jika surat yang ditaruhnya di dalam loker misterius tersebut belum diambil. Ia harus melihat siapa yang nanti akan membuka loker itu dan mengambil suratnya untuk membuktikan jika legenda mengenai Team XOXO itu memang benar nyata.

Ini memang bukan pertama kalinya Nayeon menaruh surat di dalam loker 88. Ia kerap menaruh suratnya di sana dan nyatanya, suratnya selalu menghilang. Hal itu cukup membuat Nayeon yakin jika praduganya mengenai keberadaan organisasi rahasia bernama Team XOXO itu selama ini memang benar adanya. Namun, sayangnya, tak ada satupun dari surat-surat yang pernah dikirimkannya itu mendapatkan respon yang berarti.

Yang jadi permasalahan, ke mana sebenarnya surat-surat itu menghilang?

Masih karena rasa penasaran dan gemas, Nayeon ingin membuktikan sendiri siapa sebenarnya yang akan mengambil surat dari dalam loker tersebut. Syukur-syukur jika petang ini Nayeon dapat memergoki pelakunya. Sungguh, legenda mengenai Team XOXO di Daewon benar-benar membuatnya dikuasai penasaran setengah mati bahkan semenjak Nayeon baru duduk di bangku kelas 1. Banyak kabar burung yang beredar mengenai organisasi rahasia itu mengatakan bahwa Team XOXO sesungguhnya berisikan murid-murid tampan Daewon yang bersedia membantu para gadis yang dilanda kesulitan dengan menyertakan sejumlah biaya.

Rasanya Nayeon rela membayar berapapun asalkan rasa penasarannya mengenai organisasi itu terpecahkan.

Nayeon hampir sampai di koridor loker ketika tanpa sengaja matanya menangkap sosok seorang lelaki yang tengah berdiri di depan loker. Gadis itu langsung terkesiap dan berhenti melangkah. Dilihatnya laki-laki yang mengenakan seragam Daewon itu tengah berdiri tepat di depan loker 88.

Tunggu sebentar. Mungkinkah dia..

Nayeon meneguk ludahnya. Gugup.

Tidak salah lagi..

Rasanya Nayeon ingin melompat saking girangnya. Akhirnya, ia dapat bertemu dengan salah satu anggota organisasi misterius itu!

Nayeon kemudian memelankan langkahnya dan berjalan mendekati laki-laki itu. Namun, rasa euphoria tak bisa menahannya untuk tidak berseru ke arah sosok pemuda tersebut.

“Hei!”

Pemuda yang disinyalir tengah berdiri di depan loker 88 itu refleks menoleh ke arah Nayeon. Kedua matanya menatap Nayeon heran.

Nayeon berusaha bersikap normal. Padahal dalam hatinya, gadis itu ingin sekali bersorak. Rasanya seperti memergoki seorang pencuri yang tengah menjalankan aksinya. Ia yakin sekali jika laki-laki yang berdiri di depannya sekarang adalah salah satu dari anggota Team XOXO.

Ya, tidak salah lagi! batin Nayeon meyakinkan.

“Apa yang sedang kau lakukan di sana? Di depan loker 88?” tanya Nayeon sambil menunjuk ke arah yang dimaksud. Bibirnya mengukir senyuman penuh kemenangan.

Belum sempat laki-laki itu menjawab pertanyannya, Nayeon sudah keburu mengoceh.

“Jadi mitos tentang adanya Team XOXO itu benar, ya? Jangan-jangan—“

“Maaf?” laki-laki itu buru-buru memotong tuduhan Nayeon dengan sahutan dingin.

“Lokerku bernomor 83, bukan 88.” Lanjutnya sambil menunjuk loker yang berada persis di samping kanan loker bernomor 88.

Nayeon melongo sebentar, memastikan ucapan pemuda itu.

Apa?

Benar saja, loker bernomor 88 itu memang masih tertutup rapat sedangkan loker bernomor 83 yang berada di sampingnya tengah terbuka lebar.

Tunggu. 83?

Rasanya seluruh syaraf di tubuh Nayeon seperti melemas.

Jadi..

“Masih mengira aku bagian dari Team XOXO, eh?” laki-laki itu bertanya dengan ekspresi datar.

Nayeon menundukkan kepalanya. Rasanya malu sekali karena dugaannya terhadap laki-laki itu keliru. Kelihatannya kali ini ia salah orang.

“Habisnya letak lokermu berdekatan dengan loker itu, sih. Jadi, kupikir kau ada hubungannya dengan Team XOXO dan loker misterius itu.. Err.., dan kupikir awalnya kau.., yah.., kau tahu sendiri kan tentang legenda Team XOXO di sekolah ini? Hehe..,” Nayeon memasang tampang kikuk. Ia tak berani bilang jika awalnya ia mengira bahwa pemuda ini akan mengambil surat yang ia taruh di dalam loker 88 dan menganggapnya sebagai bagian dari perkumpulan rahasia bernama Team XOXO.

Sementara pemuda yang hampir dikenai tuduhan oleh Nayeon itu terlihat acuh tak acuh kemudian segera mengunci loker miliknya dan bersiap untuk pergi.

“Kuberitahu ya, jangan terlalu percaya pada mitos atau hal-hal semacamnya. Tak ada gunanya.” laki-laki itu berujar dingin sebelum akhirnya berbalik pergi meninggalkan Nayeon.

Nayeon memandangi kepergiannya sambil menunduk lesu. Rasa malunya masih belum hilang. Untung saja dia belum sempat mengatakan yang bukan-bukan dengan menuduh laki-laki barusan sebagai anggota Team XOXO, kalau tidak.. mungkin dia akan malu setengah mati.

Tapi, tetap saja gadis itu masih dilanda penasaran. Ia kemudian melirik loker bernomor 88 tersebut. Laki-laki itu bilang bahwa tak ada gunanya percaya pada mitos, tapi kenapa surat-surat yang pernah ia taruh sebelumnya di dalam loker itu selalu menghilang? Lalu, siapa yang akan mengambilnya jika bukan..

..Team XOXO?

Nayeon pun memberanikan diri untuk membuka pintu loker itu perlahan.

Klek..

Kedua mata Nayeon langsung membola bersamaan.

“Tidak…mungkin.” Nayeon menghela napas frustasi begitu membuka pintu loker tersebut dan mendapati suratnya telah raib. Sesuai perkiraannya, tak ada apapun di sana selain beberapa sarang laba-laba yang menggantung.

Suratnya telah diambil.

“Aish.., aku kalah cepat!” Nayeon menggeram kesal.

Tak peduli berapa banyak orang yang menganggap Team XOXO sebagai mitos belaka, sepertinya sekarang Nayeon benar-benar sudah tidak akan terpengaruh. Biarkan saja mereka berkata apa, karena baginya, ia yakin jika Team XOXO memang benar-benar ada.

Dan ia bersumpah, bahwa suatu hari nanti, ia pasti akan dapat mengungkap keberadaan organisasi rahasia itu dengan usahanya sendiri.

Ck, tunggu saja!

* * *

Park Chanyeol berjalan di sepanjang koridor yang dilewatinya sambil sesekali bersiul. Petang itu, ia terpaksa pulang terlambat dari sekolah lantaran latihan yang dijalaninya bersama band sekolah tempat ia bergabung. Ia baru saja akan menuju pelataran parkir untuk mengambil motornya ketika dilihatnya sesosok lelaki yang sudah amat familiar di matanya melewat tak jauh di hadapannya.

“Oi, Kim Jongdae!” Chanyeol berseru. Laki-laki yang dipanggil namanya itu pun refleks menoleh.

“Oh, Chanyeol-ah!” laki-laki itu balas berseru. Ia menghentikan langkahnya dan menunggu Chanyeol yang kini terlihat berjalan menghampirinya.

“Baru mau pulang?” tanya laki-laki yang akrab disapa dengan panggilan Jongdae itu.

“Ya, kau sendiri? Aku sepertinya baru melihatmu berkeliaran di sekolah pada jam segini..,” komentar Chanyeol heran.

Jongdae menghela napasnya sambil memasang tampang kesal. “Aku hampir saja ketahuan..”

“Apa?”

“Aku berniat untuk mengambil surat di loker, tapi gadis itu terus saja memerhatikan loker semenjak sore tadi. Kalau dia tak ada, mungkin aku bisa pulang ke rumah lebih cepat. Kau tahu? Aku sampai ngantuk sekali menunggu gadis itu pergi. Untungnya, dia sempat ke toilet jadi aku bisa mengambil suratnya.” Keluh Jongdae.

“Gadis itu? Siapa?” tanya Chanyeol ingin tahu.

“Yoo Nayeon, anak kelas 2-4.”

“Ah, dia..,” Chanyeol terlihat manggut-manggut, mulai mengerti. Sebuah nama yang memang sudah tak asing lagi di telinganya—juga di telinga para anggota Team XOXO yang lain.

“Dia masih belum menyerah untuk menyelidiki kita?”

“Begitulah.” Jongdae menghela napas lagi. “Dia benar-benar keras kepala. Aku melihatnya diam di balik tembok sambil mengintip ke arah koridor loker semenjak bel pulang baru saja berbunyi. Kelihatannya dia memang benar-benar serius ingin mengungkap keberadaan kita.”

“Tapi, pada akhirnya dia tidak memergokimu ketika mengambil surat, kan?” tanya Chanyeol memastikan.

“Justru itu! Ketika aku sedang mengambil surat, dia muncul! Untung saja aku bisa bergerak cepat dengan buru-buru menutup loker itu dan berdalih jika aku sedang membuka lokerku. Yah.., untungnya lagi lokerku memang terletak persis di samping loker 88.” Jongdae menghembuskan napas lega.

“Wah, kalau aku ada di posisinya, aku pasti sudah mencurigaimu sebagai anggota Team XOXO,” Chanyeol terkekeh.

“Dia memang sudah curiga..”

“Eh?”

“Yah.., tapi kubilang saja kepadanya agar tak terlalu memercayai mitos. Lagipula, ketika aku menjelaskan kepadanya bahwa aku sedang membuka lokerku dan bukan loker 88, ia kelihatan percaya saja. Mungkin ia malu karena mengira telah salah orang,” jelas Jongdae.

“Hmm..,” Chanyeol kembali manggut-manggut. “Eh, ngomong-ngomong surat yang kau ambil itu miliknya?” lanjutnya.

“Sepertinya.. iya.”

“Hmm.., memang sudah berapa kali suratnya ia kirimkan kepada kita?”

“Berapa, ya? Entahlah. Tak terhitung. Lagipula kau juga tahu, semua isi suratnya kebanyakan hanya bohongan. Ia menulis berbagai kisah sedih untuk menarik perhatian kita agar membantunya, dan pada akhirnya ia bisa menyelidiki kita jika suratnya ditanggapi.”

“Well, benar-benar gadis yang pantang menyerah.”

“Menyusahkan, lebih tepat.”

“Tapi, jika ia benar-benar penasaran mengenai keberadaan Team XOXO, kukira tak ada salahnya jika kita menanggapi suratnya, kan?” Chanyeol tiba-tiba memasang senyum jahil.

“Wah, wah..,” Jongdae menggeleng-gelengkan kepalanya. Raut wajahnya terihat tak setuju. “Jangan mulai lagi, Chanyeol. Kris akan menghukummu kalau kau sampai ketahuan mempermainkan klien.”

“Santailah. Menurutku, tak ada salahnya juga dicoba. Toh, nantinya kita bisa mengancam gadis itu agar tetap tutup mulut, kan? Aku hanya penasaran, kelihatannya gadis bernama Yoo Nayeon itu cukup menarik juga. Memangnya apa sih yang dituliskannya di dalam surat-suratnya itu? Permintaan untuk berkencan?” tanya Chanyeol lagi.

Jongdae mengangkat bahu. “Semacam itulah. Aku tidak memberikan suratnya kepada Yixing untuk diseleksi, dia juga sudah tahu kalau surat yang datang dari gadis itu pasti bohongan. Kujadikan saja surat-suratnya sebagai koleksi pribadiku di rumah.”

“Kau jahat sekali, Jongdae..”

“Berniat mengencani gadis itu karena hobimu yang senang bergonta-ganti wanita, itu juga sama jahatnya, Park Chanyeol.”

Chanyeol hanya terkekeh pelan menanggapi sindiran Jongdae.

“Eh iya, tadi kau bilang apa? Kelas si Yoo Nayeon itu 2-4?” tanya Chanyeol lagi.

“Ya. Kenapa?”

“Kenapa? Tentu saja aku ingin membantunya!”

“Ckckck.., kubilang jangan bertindak yang aneh-aneh. Jangan mengencani gadis itu dengan dalih kau ingin membantunya segala. Kan sudah kubilang kalau isi dari surat-suratnya itu palsu. Gadis itu tak punya masalah apapun untuk dibantu.”

“We’ll see..,” Chanyeol hanya mengangkat bahunya, kemudian tersenyum penuh arti.

Jongdae yang melihat prilaku Chanyeol itu berdecak, lantas kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar tak habis pikir atas sikap rekannya yang satu ini.

“Hah.., atau kurasa, malah kau yang akan menjadi masalahnya kelak, Park Chanyeol.”

FIN

 

 

 

—–HOW TO BE THE CLIENT—–

 

Dor. Pada kesel gak sih ternyata ceritanya pendek banget hehe /ditampol/. Sengaja dibikin pendek gini soalnya maksud ditjao di chapter kali ini adalah mencari cast. Niat awalnya, cuma mau posting ‘pencarian cast’ aja, tapi berhubung ffindo melarang memposting sesuatu yang bukan berupa fanfic jadi saya putuskan untuk posting cerita di atas. Yah, bisa dibilang cerita di atas cuma semacam formalitas aja gitu /what/.

Kembali lagi ke topik, di sini saya berniat untuk mencari cast. Ada yang berminat untuk menjadi ‘klien’ dari team xoxo? Kalo gak ada, Baekhyun ngamuk nih ._.

Di sini, ditjao gak cuma butuh nama karakter kalian doang. Tapi juga… ide cerita! /jeng jeng jeng/

Jadi, siapapun yang berminat menjadi cast wajib memberitahukan ditjao nama karakter kalian dan ide cerita kalian untuk fanfic team xoxo ini.

Caranya?

Sedikit berbeda dari pencarian cast yang biasanya diadakan, di sini, kalian yang berminat menjadi cast wajib mengirimkan e-mail berupa surat yang kalian tujukan untuk team xoxo. Tulislah surat yang berisikan permasalahan kalian yang ingin dibantu diselesaikan oleh team xoxo. Isi suratnya terserah, yang jelas permasalahannya harus sekreatif mungkin. Tulis suratnya menggunakan bahasa sendiri saja, seolah-olah surat yang kalian tulis itu memang benar ditujukan untuk team xoxo. 

Format pengirimannya?

Masukkan surat kalian itu ke dalam body e-mail. Jangan lupa masukkan, Nama Kalian, Nama Karakter, dan Keterangan yang berisikan sifat/motif dari karakter yang kalian daftarkan itu di bagian bawah surat.

Contoh :

Halo, namaku Park Hyeri. Aneh rasanya menulis hal seperti ini, tapi… apa aku bisa meminta bantuan kalian untuk menemaniku… date? Hah, terlalu blak-blakan, ya? Aku bahkan tak tahu kata-kata yang bagus untuk mengawali surat, ish.. Aku belum pernah berpacaran sebelumnya, jadi aku ingin merasakan bagaimana rasanya berkencan dengan lawan jenis. Tolong jangan berpikiran macam-macam. Aku ini gadis baik-baik, kok.

Nama : Ditjao

Nama Karakter : Park Hyeri (OC)

Keterangan : Park Hyeri, seorang siswi baru di SMA Daewon yang termakan ocehan sahabatnya tentang mitos adanya Team XOXO di Daewon. Didorong rasa penasaran, akhirnya Hyeri nekat mengungkap keberadaan Team XOXO dengan menaruh surat di loker 88. Padahal mulanya hanya berlandaskan rasa iseng, namun siapa sangka keisengannya itu membuahkan hasil. Hyeri sebenarnya adalah gadis yang sedikit tertutup dan tidak terlalu menaruh peduli pada teman-teman di sekolahnya (kecuali teman dekat). Ini disebabkan karena dari dulu Hyeri selalu berpindah-pindah sekolah hingga dirinya terkesan cuek dengan lingkungan sekitar. Tak jarang Hyeri tak bisa membedakan yang mana adik kelas, teman seangkatan, ataupun kakak kelas. Karena sifatnya ini, terkadang banyak kakak kelas yang akhirnya malah jadi salah paham mengira Hyeri tidak menghormati mereka juga menganggapnya sebagai junior yang ‘tidak tahu diri’. Akibatnya, Hyeri seringkali menjadi korban bully oleh para seniornya di sekolah (terutama wanita).

 

Nah, lalu kirimkan e-mail kalian ini ke ditjaoxox@gmail.com dengan subject ‘Team XOXO’.

Satu e-mail boleh mengirimkan 2 surat. Ingat, boleh. Bukan wajib. 2 surat artinya 2 permasalahan (jadi isi surat pertama tidak boleh sama dengan surat kedua). TAPI. Ada tapinya nih hehe. Tapi dengan syarat: kalian hanya boleh mengirimkan satu nama OC dan satu nama idol (wanita) jika kalian ingin mengirimkan 2 surat di dalam 1 e-mail.

Jadi gini, kalau kalian mau kirim 2 surat, kalian tidak diperkenankan untuk mendaftarkan 2 nama karakter OC sekaligus. Misal, surat pertama beratasnamakan OC, nah surat kedua tidak boleh beratasnamakan nama OC yang sama atau pun OC lain, jadi kalian harus mendaftarkan nama idol. 

Begitu juga kalau kalian ingin mengirimkan surat beratasnamakan idol. Satu surat hanya boleh satu nama. Tidak boleh mengirimkan 2 surat dalam satu e-mail yang berisikan nama idol yang sama/berbeda. Jadi gini, misalkan kalian menuliskan surat beratasnamakan Park Chorong (Apink), jika kalian ingin menambahkan surat lagi di dalam e-mail yang sama, namanya tidak boleh atas nama Park Chorong lagi ataupun idol lain. Misal, setelah surat Park Chorong, kalian mengirim atas nama Yoo Ara (Hello Venus) di surat yang kedua, itu tidak diperbolehkan.

Singkatnya, kalau kalian mau kirim dua surat, surat pertama harus beratasnamakan OC, dan satunya lagi beratasnamakan idol.

Kalau ingin mendaftarkan nama idol, jangan lupa sertakan dari grup mana dia berasal biar saya gak bingung ya. 

Contoh 

Nama : Ditjao

Nama karakter : Son Naeun (Apink)

Keterangan : (isi dengan gambaran kalian mengenai sifat si idol itu)

Batas pengiriman e-mail adalah hari Minggu, tanggal 14 Juli 2013 (saya batasi sampai pukul 23:59 aja ya biar gaul/?). 

Mungkin beberapa di antara kalian ada yang punya alamat e-mail lebih dari satu. Nah, tapi saya mohon di sini agar satu orang hanya mengirimkan satu e-mail saja, ya. Saya mungkin tidak tahu, tapi Tuhan Maha Tahu(?) /eaaa.

Dan di sini ditjao ingin menegaskan, kalau jasa team xoxo ini tidak hanya berkutat dengan pelayanan sebagai pacar sewaan saja ya 😛 Masalah yang kalian tulis di dalam surat pun tidak harus melulu menyangkut soal cinta. Misal, kalian merasa payah dalam berolahraga dan kalian ingin meminta team xoxo mengajari kalian olahraga karena di saat yang bersamaan kalian akan menempuh ujian olahraga dalam waktu dekat. Pokoknya, masalah yang paling unik dan kreatif akan ditjao angkat sebagai cerita. Tak ketinggalan, nama kalian juga akan dipakai dong sebagai cast hehe.

Satu lagi, tidak diperkenankan untuk memilih agen. Jadi, surat yang masuk nantinya akan ditjao pilihkan agen yang tepat untuk membantu masalahnya. Dan juga, biar jatohnya jadi rada surprise gitu kalo suratnya kepilih(?).

Gimana? Bahasanya ribet ya? Masih ada yang bingung? ._. Kalau ada yang berminat untuk kirim surat dan masih bingung boleh tanya-tanya di kotak komentar, kok. Tapi mungkin gak akan fast reply. Kalau sekiranya kalian ingin dijawab cepat, boleh kontak ditjao di alamat e-mail yang sudah tertera di atas atau via line/kakaotalk -> ditjao.

Mau tanya di twitter pun boleh, mention aja ke -> @syeikhun. Tapi, untuk twitter pun sepertinya saya tidak bisa menjanjikan cepat ^^;

Oh ya, untuk komentar di chapter sebelumnya yang belum dibalas, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, ya. Akhir-akhir ini (dan sepertinya sampai satu bulan ke depan) ditjao masih akan disibukkan oleh kegiatan kampus jadi jarang bisa online wordpress. Ini pun bisa posting karena kebetulan seharian ada waktu di rumah, karena badan kurang fit jadi terpaksa bolos latihan wkwkwk.

Akhir kata, dinantikan partisipasinya yaw’-‘)/

Advertisements

387 responses to “Team XOXO – How to be the Client

  1. Pingback: Team XOXO – Cinderella Next Door (2) | FFindo·

  2. Huuuuaaaw penasaraaaan dan senyum2 sendiri! Duh nyaris nyaris! Hati2 jongdae, tugasmu berat sekali nak tak sebanding dengan tanggung jawabmu kkkkk

  3. yah…. sayang udah ketinggalan thor jadi gk bisa ngirim huhuhuhu 😦

    wah .. nayeong pabbo *jadi gemes sendiri

    keep writing n fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s