The Obscurity of Love (PROLOG)

The Obsurity Of Love

 

DelZeal (@DZ4908) Storyline & ART

 

 

 

 

Main Cast :

 

– Zhang Yixing as Lay

 

– Yoon Sena (OC)

 

Minor Caat :

 

– Lim Hana (OC)

 

Lenght : Multichapter

 

Genre : Romance, Constraint and Life

 

Rating : PG – 15

 

 

 

N/B : Fanfic baru lagi. Maaf, Lay memenuhi otak saya. Dan semoga bisa waktu antara My Seducing Girl dan The Obscurity Of Love. Ada yang baca FF When Troublemaker Get Married? Aku lagi ada vote dan mohon partisipasinya. Klik link ini (http://wp.me/p24ZYu-x3) atau visit wordpress aku kingdomfanfiction.wordpress.com dan makasih buat Aris namanya tapi sorry marganya aku ganti hehehe

 

 

 

Diriku tetaplah diriku. Aku manusia yang sama namun terkutuk dalam dunia ini.

 

 

 

Seorang pria berjalan dengan tergesa, jam bermerek rolex melingkar dengan sempurna dilingkaran tangan kirinya. Sesekali ia melirik arah jarum jam itu dan semaki mempercepat jalannya saat menyadari ia hampir terlambat.

 

“Astaga. Dokter Yixing! Kau terlambat lagi? Pasien-mu hampir saja meninggal! Dia barusan koleps lagi, untungnya tadi Dokter Kim menanganinya. Jika tidak matilah riwayatmu!” pekik seorang wanita dengan paras anggun dan jas putih yang melekat ditubuhnya dengan sempurna, wanita itu ㅡDokter Lim.

 

“Astaga. Lim Hana! Bisakah kau tidak cerewet seperti ini? Aku tahu aku terlambat. Seperti biasa, kau tahu bukan?”

 

Wanita yang dipanggil Hana itu hanya bisa menggeleng, sahabatnya yang satu ini memang gila. Bagaimana bisa seorang dokter dengan citra yang begitu baik merupakan seorang player kelas atas dan penggila dunia malam? Hana hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, lalu kembali menatap pria bernama Zhang Yixing itu dengan tatapan marah.

 

“Hei. Sebagai adikmu yang amat menyanyangimu, aku beri saran Zhang Yixing! Berhentilah melakukan hal bodoh seperti itu!”

 

Yixing hanya mengendikkan bahunya, lalu berjalan meninggalkan Hana yang tengah termangu dengan kepulan asap hitam dikepalanya karena terlalu emosi dengan kelakuan teman yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.

 

Ya, pria itu adalah Zhang Yixing. Pria berkebangsaan China yang tinggal dan bekerja di salah satu rumah sakit ternama di Korea. Pria itu ㅡYixingㅡ adalah dokter yang cukup ternama di rumah sakit ini. Bagaimana ia tak bisa terkenal? Oh. Orang yang tak menengok sedikitpun kearahnya adalah gadis yang sedikit bermasalah mungkin. Tampan, mapan dan tentunya berasal dari keluarga kaya raya.

 

Siapa yang tidak mau menjadi kekasih atau bahkan istrinya? Kau akan menjadi ratu selamanya jika kau menjadi istrinya. Dilimpahi segala fasilitas dan semua yang pria itu miliki. Tapi sayang, hati pria itu telah beku, sebeku sebuah baja karena suatu hal. Ia, mengenal wanita, mempermainkannya sekaligus mencampakkannya. Benar-benar bukan mencerminkan sikap seorang dokter yang suci dan penolong.

 

“Yixing!!” panggil seseorang lagi yang tak lain adalah Hana, gadis itu mengejar Yixing dengan tangan terkepal bagaikan akan mematahkan leher pria itu.

 

“Apa?” jawab Yixing datar dan benar-benar tanpa ekspresi. “Kau sungguh menyebalkan! Aku sedang berbicara denganmu bodoh!”

 

Hana berteriak, lalu tangannya terangkat untuk mengetuk kepala busuk Yixing. Namun terlambat, Yixing telah menangkap tangannya dan tersenyum, membentuk dua cekungan di pipinya yang amat begitu manis. “Berhentilah untuk memukul kepalaku! Aku bukan papan penerima pukulanmu Hana sayang.”

 

Yixing berucap santai, lalu menghempaskan tangan Hana dan berjalan begitu saja meninggalkannya. Hana kembali mendengus, lalu menyumpahi Zhang Yixing didalam hatinya. Terkutuk kau Yixing! Aku yakin, kau akan gila nanti! Kau gila karena mempermainkan perempuan! Dan ada perempuan yang mempermainkanmu balik huh!

 

Yixing berjalan menuju ruangannya, masuk begitu saja lalu duduk di kursi kebesarannya. Sebuah papan bertuliskan Zhang Yixing menjadi lambang kebesarannya. Ia mengetuk-ngetuk meja kerjanya, lalu mengambil sebuah berkas yang berisikan sebuah data-data pasien. Hari ini jadwal Yixing tidak terlalu padat, namun ia mempunyai tugas, melakukan operasi dan menjadi dokter utama dalam tim itu.

 

Yixing kembali berdiam, matanya hanya fokus kedepan dengan pikiran yang melayang entah kemana. Ia bosan. Menjalani hidup terkutuk ini. Dokter? Oh sungguh ini bukan cita-citanya. Ia harus berlaga sok suci dan polos. Ia merasa bersyukur, karena rupa tampannya ini mampu menutupi kebusukannya. Ia tersenyum, oh tidak lebih tepatnya tertawa miris dengan dirinya. Ia tidak mau, dokter bukan impiannya. Namun, bagaimana lagi? Jika ia tak sungguh-sungguh nyawa akan melayang, melayang dan itu dari tangannya.

 

Sebuah ketukan pintu berhasil membuat Yixing sadar. Ia mepersilahkan pengetuk pintu itu masuk. Dan tak lama, seorang gadis dengan perawakan yang amat anggun berjalan mendekatinya. Ya, gadis seksi itu adalah kekasihnya sekarang maksudnya entah kekasih yang keberapa yang Yixing miliki. Gadis itu adalah Nana. Ya, gadis dengan perawakan yang amat begitu glamour sekaligus seksi. “Hai sayang.” panggil Nana sembari berjalan mendekati Yixing lalu mengecup bibir Yixing sekilas, membuat bibir Yixing terdapat warna merah dari lipstick Nana.

 

Yixing hanya tersenyum tipis, lalu menarik pinggang Nana untuk duduk dipangkuannya, membuat Nana hanya tersenyum centil menanggapinya. Yixing lupa, lupa bahwa ini adalah rumah sakit. Ia hanya bosan, ia butuh asupan, ia melupakan segalanya, ia melupakan bahwa ia memiliki jadwal operasi dan tanggungan nyawa.

 

***

Seorang gadis berumur awal 20 tahunan berlari tertatih-tatih dengan tali sepatu kat-nya yang terlepas. Gadis itu mengabaikan penampilannya yang benar-benar seperti monster buruk rupa. Ia berlari menuju lorong rumah sakit yang akan menghubungkan dengan ruangan ibunya, ruangan ibunya yang akan melaksanakan operasi besar hari ini. Langkah larian dirinya satu demi satu semakin memelan, saat sebuah teriakan cinta mendengung dipendengarannya.

 

“Sshhh. . . Sayang berhenti menggodaku. .”

 

Suara itu semakin menarik perhatiannya. Dengan perlahan ia mendekat, mendekat ke sebuah pintu ruangan yang sedikit terbuka. Matanya membelak, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Dasar manusia jaman sekarang. Untung saja ibuku tidak akan di tolong oleh dokter seperti itu.”

 

Gadis bernama Yoon Sena itu hanya menggeleng, lalu melupakan kejadian tadi dan kembali berlari menuju ruangan ibunya. Sesampainya didepan sana, ia menghembuskan nafasnya, mencoba menarik nafas dan mengeluarkannya ㅡolah nafas. Ia lalu mengetuk pintu itu dua kali dan masuk sembari membungkukkan badannya. Rupa cantik ibunya tampak semakin memucat, raut cantik itu mulai keriput dan rambutnya juga mulai merontok satu-persatu.

 

“Ibu. Cepatlah sembuh. Aku menunggumu disini.” Sena berucap dengan lembut, lalu mengusap rambut ibunya yang tertutup sebuah penutup kepala. Tiba-tiba air matanya tumpah, lalu dengan cepat ia menghapus air matanya dan mengecup kening ibunya itu.

 

“Dokter, bagaimana? Kenapa operasinya tak kunjung cepat berjalan?”

 

“Maaf. Dokter utama kita belum datang. Dia masih dalam perjalanan.” Dokter itu hanya bisa berbicara yang sebenarnya adalah kebohongan, dan Sena hanya mengangguk percaya. Padahal? Dokter sebenarnya sudah ada disini. Dokter itu ada dan sudah Sena lihat tadi.

 

Sena berjalan keluar dari ruangan ibunya, lalu ia duduk didepan ruangan ibunya. Ya, disana ada ruang tunggu dengan kursi berjejer. Yoon Sena, Sena adalah gadis tangguh dan penuh keberanian. Dulu, gadis itu adalah anak orang kaya dengan harta berlimpah. Namun sekarang? Dia hanyalah anak dari keluarga tak mampu. Ibunya sakit parah dan ayahnya meninggal karena stress hartanya habis karena ditipu.

 

Sena, gadis berotak super dan masih bisa bersekolah di universitas elit dengan beasiswa. Selain hal itu, ia memiliki pekerjaan sampingan. Pekerjaan sampingannya adalah menjadi salah satu pegawai di resto yang khusus menyediakan coffee. Sebut saja resto atau cafe itu Starbuck. Dari penghasilan kerja sampingan itulah, Sena bisa membiayai hidupnya sekaligus mencicil pengobatan ibunya.

 

Dan sekarang? Ia hanyalah gadis muda biasa. Semua ketangguhannya hancur seketika akibat melihat ibunya tak kunjung dioperasi. Setengah jam pun juga sudah berlalu, namun dokter tak kunjung datang dan mengambil tindakan. Sena masih diam, ia bekerja untuk ibunya, uang ini ia dapatoan agar ibunya sembuh. Ibunya harus sembuh. Ia tak mau penyakit yang menyarang di badan ibunya itu semakin mengganas. Uang jerih payahnya, ya meskipun memang masih kurang namun ia telah memberikan uang dimuka.

 

Sena masuk kembali kedalam ruangan ibunya. “Dokter. Mengapa tak dokter saja yang melakukannya? Lihatlah?! Keadaan ibuku begitu buruk dan semakin melemah!” Sena mencoba berucap dengan sedikit santai dan melupakan kemarahannya, namun dokter itu menjawab tak bisa, itu bukan tugasnya dan tak mematuhi prosedur rumah sakit.

 

Dan entah memang takdir atau apa, alat pemacu jantung ditubuh ibu Sena berbunyi semakin melambat, gambar garis itupun semakin melemah dan hampir menunjukan garis datar. Sena mulai emosi, ia mendekati dokter itu dan dengan beraninya Sena mencengkram kerah dokter itu yang notabenenya lebih tinggi. “DOKTER! AKU BERSUNGGUH-SUNGGUH. JIKA IBUKU ADA APA APA KAU AKAN MATI DITANGANKU. DAN DOKTER SIALAN ITU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!”

 

Dokter yang dibentak oleh Sena hanya bisa menelan ludahnya dengan cukup takut. Dan perawat lainnya mencoba melepaskan cengkraman Sena, melerai dua orang itu ah, tidak tepatnya hanya satu orang dan itu adalah Sena. Akhirnya Sena mengalah, ia mau melepaskan itu, berjalan mendekati ibunya dan menggenggam jemari ibunya yang bagaikan jika ia terlalu keras memegangnya dapat rapuh.

 

Dan lagi, pemacu jantung itu semakin melemah. Namun sebuah keajaiban datang. Ibunya membuka mata, menatap Sena anaknya dengan lembut. Ibunya mencoba berbicara, namun tak bisa. Dan entah takdir atau apa. Pintu terbuka, seorang dokter dengan style yang amat trendy masuk. Ya, dokter itu sama menggunakan jas putih, namun dari rupa dan tatanan rambutnya nampak seperti model yang akan berjalan di sebuah catwalk.

 

Sena menoleh, dan ia membelakkan matanya. Ia melepaskan genggamannya dari jemari ibunya. Lalu melangkah dengan angkuh menuju dokter bermarga Zhang itu. Ia menatap dokter itu yang sekarang didepannya. “Kau! Kau adalah dokter terbangsat sepanjang hidup yang pernah aku temui. Kau bukannya membantu menyelematkan nyawa ibuku malah bermesraan dan berciuman dengan menjijikan dengan gadis tak bermoral dan itu SAMA SEPERTI DIRIMU!”

 

Sena menampar Yixing setelah itu, mata Yixing membulat. Ia hendak menarik Sena dan mencekik gadis itu, namun sekali lagi profesi bodoh ini membuatnya tersiksa. Ia hanya membiarkan Sena, lalu menatap ibu Sena yang sudah semakin melemah. “Lihat ibumu, dia sekarat.” Yixing berucap pelan dan pendek. Lalu berjalan mendekati ibu Sena dan mulai mengecek keadaanya. Dan saat itu, saat tangan Yixing terdiam, ibu Sena menggenggamnya.

 

Sebuah keajaiaban kembali datang, suara dari tenggorokan ibu Sena keluar dengan lancar. “Aku sudah tak kuat. Jaga anakku. Bawa dia tinggal bersamamu. Jaga dia sebaik mungkin.”

 

Dan setelah itu, nafas ibu Sena mulai sesenggalan. Sena berlari, menangis dengan penuh air mata yang tumpah. Ia menggenggam tangan ibunya erat. “Ibu jangan tinggalkan aku. Aku mohon jangan seperti itu. . .”

 

“Tinggal bersama dia. Aku percaya dokter ini bisa menjagamu nak.”

 

Dan tepat setelah itu, pemacu jantung itu telah tak berbunyi, garis lurus tampak disana dan semuanya sudah tak bekerja. Ibu Sena meninggal. Dan Sena menangis dengan sejadi-jadinya. Ia sebatang kara, hidupnya sebatang kara dan sudah tak ada lagi motivasi dalam hidupnya. Ia mulai menjauh, duduk termenung dibawah sembari melipat tangannya dan menekuk lututnya, menggelamkan wajahnya diantara lipatan lututnya itu. Sena menangis sejadi-jadinya. Dan tangisan itu semakin pecah saat selimut yang dipakai ibunya dinaikkan hingga menutupi seluruh tubuh ibunya dan ibu Sena dibawa keluar.

 

Yixing tampak mematung, pria itu merasa sedikit bersalah dan dendam pada Sena. Ia mendekat pada Sena, mensejajarkan tingginya dan tentunya Yixing berjongkok.

 

“Berhentilah menangis gadis abstrak. Aku memang salah dan aku akan bertanggung jawab. Mulai sekarang hidupmu akan menjadi tanggunganku. Jadi mau tak mau kau harus tinggal bersamaku.”

 

Yixing lalu meninggalkan Sena begitu saja. Dan salah satu sudut bibirnya tertarik, membentuk sebuah seringaian manis yang amat menggoda. “Selamat bertemu di apartementku Nona abstrak yang berpenampilan datar tak menarik mata.”

 

 tumblr_mfto0bX5Iy1qb2c0yo1_500

To Be Continue or END ?

 

 

 

Hai~ oke aku tau aku labil. /ngaku/ kemarin marah sekarang malah nulis FF. Ini sebenernya udah jadi dari lama hahaha. Dan aku iseng mau liat responnya apakah ada yang setuju dengan imajinasi aku yang membuat sisi Lay berbeda dari sisi angel-nya lol.

 

Dan ya, habis ini aku bakal ketik WTMGM PART 10. Dan setelah itu semi-hiatus intinya gabisa updet cepet.  Udah ya ditunggu responnya. Mau selesai atau lanjut. Kalo memenuhi target aku bakal lanjut kalo engga yaudah. Selamat tinggal~~

 

Salam hangat anak galau yang lagi labil karena masalah sekolah. Chu~~

 

123 responses to “The Obscurity of Love (PROLOG)

  1. S̽øя̽я̽ÿ thor baru comment, sbnernya aku udh comment kmrn tapi gak masuk ._.
    Lay mukanya polos tapi tingkah nya playboy klas atas gitu ya ._.

  2. demia apa ini FF KEREN BANGET!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aku pembaca batu disiiiniiiii baru baca ff kamu yang ini. boleh ya aku baca next nyaaaa :’))))))))

  3. Pingback: The Obscurity of Love (PART 2) | FFindo·

  4. Penasaran nih. Penasaran sama kehidupan sena yixing. Author selalu memberikan FF yg Nu Mero UNO.

  5. bagus banget. aku sbgai fan dri lay gege mau request buat lanjuuttt.. keep writing ya eonni 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s