The Magical Poster [Part 2]

request_the_magical_poster

Title             : The Magical Poster [Part 2]

Written by    : ChoiNi | @imSIWONGELF

Genre          : Romance, Fantasy, School Life, Little Comedy

Length         : Chapter

Rating          : PG17

Poster by      : Pradipa @mygalleryart.wordpress.com

Cast             :

ɷ   All Member EXO

ɷ   Son Eun Seo [OC]

ɷ   (akan bertambah/berkurang disetiap part)

Desclaimer : Storyline by ChoiNi!

 

Note : Holla!! ChoiNi bawa 2nd part-nya!! Semoga suka yaa! Dan maaf kalo kurang panjang dan sangat gaje -_-v Meski banyak narasi-nya, dibaca ya? Biar nggak bingung di next part^^

 

Warning : Casts kebanyakan! Alur GAJE! Bahasa aneh. NGEBOSENIN! Typo(s) everywhere. Don’t bash. Don’t be silent reader. Don’t be plagiator. RCL seikhlasnya 🙂

 

Inspirased : Poster Jumbo EXO yang nempel didinding kamar saya -_- *nggak elit banget

 

ChoiNi POV = Author POV

 

Prev Part : [INTRO] | Part 1

 

Happy Reading 🙂

 

» ChoiNi POV «

 

Eun Seo menilik jam dindingnya yang sudah menunjukkan pukul sebelas lebih. Bulan juga semakin terang meski bukan purnama. Ia menghela nafas panjang lalu beringsut ke ranjang yang penuh dengan gambar ultraman max.

 

Pikirannya sedang kalut. Berbagai pertanyaan mendominasi otak Eun Seo yang hanya memiliki IQ 113 itu. Oh, andai saja Ia memilki setengah dari kecerdasan Enstein, mungkin saja Ia tidak akan sepusing ini. Tapi sayangnya, Eun Seo malah memiliki setengah dari kebodohan dan kepolosan Oh Ha Ni.

Eun Seo memasukkan tubuhnya ke dalam selimut kesayangannya. Menggenggam erat ujung selimut yang berwarna merah itu. Bibirnya juga telah Ia gigit sedari tadi.

 

Eun Seo mengingat kembali penjelasan dari kedua belas namja yang super ganteng tadi. Sangat tidak bisa diterima akal sehat memang. Tapi hey, dua belas orang itu sangatlah tampan! Sangat! Ya, meski hampir keseluruhannya adalah makhluk makhluk aneh yang baru Ia dengar sendiri.

 

Mulai dari Jongin dan Xiumin yang mengaku seorang werewolf. Manusia srigala? Oh, Eun Seo kira itu hanya ada di dongeng dongeng orang barat saja. Tapi ternyata? Entahlah, Eun Seo masih belum mempercayai semua itu.

 

Ditambah alasan mereka pergi ke dunia manusia. Okey, jika Xiumin merindukan keluarganya yang merupakan manusia. Tapi namja kulit tan itu? Cinta? Jongin? Jatuh cinta dengan seorang manusia? Mendengar itu, Eun Seo hanya bisa melongo entah berapa lama. Bagaimana bisa namja dengan wajah playboy seperti Jongin bisa melakukan hal nekat seperti itu? Dan ya, Eun Seo mendapat pelajaran baru. Jangan menilai seseorang melalui penampilannya! Eh, ralat. Wajahnya!

 

Lalu namja chinese yang Eun Seo perhatikan tadi. Tampan! Eun Seo mengakui itu. Neomu Neomu Neomu Tampan! Xi Luhan? Seorang Luminos? Satu satunya luminos laki laki. Dan berarti, selain Luhan, semua luminos adalah perempuan. Lalu bagaimana mereka mendapatkan keturunan? Apa semuanya dilakukan oleh Luhan? Sudah berapa kali Luhan melakukan ‘itu’? Sudah berapa luminos yang telah menjadi ‘korban’ nya? Dan sudah berapa luminos yang lahir akibat perbuatannya? *ChoiNi kumat*

 

Ahh, Eun Seo ingat jika tadi Luhan bilang,

 

“Kami mendapatkan keturunan melalui telur telur lumi,”

 

Dan ya, penjelasan Luhan tadi menghilangkan image badboy dan devil inside angel dari pikiran Eun Seo. Dan juga, alasan Luhan bisa pergi ke dunia manusia dan mendarat (?) di poster itu adalah karena Luhan masuk ke sebuah lubang disalah satu pohon tua. Masuk ke lubang disalah satu pohon? Memangnya Luhan sedang apa? Petak umpet? Tidak mungkin kan? Pertama, usia Luhan tidak memungkinkan untuk itu. Kedua, memangnya ada petak umpet di negeri para luminos? -_-

 

“Aku dipaksa menikah dengan Lindsay, Ratu Kerajaan Luminos. Tentu saja aku tak mau, Ia terlalu tua untukku. Maka dari itu, aku memutuskan untuk kabur. Dan saat aku dikejar oleh prajurit luminos, aku masuk ke dalam lubang itu. Dan ya, disinilah aku,”

 

Eun Seo ingat jika Luhan tadi sempat mengatakan alasannya dengan sangat detail. Ia dan yang lain –namja namja tampan tadi- langsung tertawa mendengarnya. Luhan? Menikah dengan Ratu Luminos? Okey, tak masalah. Tapi yang jadi masalahnya adalah bagaimana jika rupa Ratu Lindsay itu sebelas dua belas dengan Mpok Nori? Jelas Luhan tidak mau.

 

Oh, namja tinggi yang punya gigi pepsodent (?). Park Chanyeol. Penyihir dari negeri dongeng. Eh, salah. Yang benar, Penyihir dari Magicland. Aneh memang. Bahkan sangat aneh. Zaman apa sekarang hingga masih ada penyihir? Okey, jika itu sebatas peramal, cenayang atau bahkan dukun. Tapi ini? Penyihir? Dan? Magicland? Oh yaampun, dunia sudah terbalik sekarang.

 

Ditambah tampang Chanyeol yang sangat tidak mempunyai image penyihir. Ia terlalu cute untuk seorang penyihir, right? Bahkan Chanyeol harus mempraktekkan ilmu sihirnya untuk membuktikan jika dia memang seorang penyihir. Mulai dari menerbangkan buku, bantal, meja, lemari, bahkan Baekhyun pun diterbangkan hingga menjerit entah berapa oktaf.

 

Oh ya, alasan Chanyeol bisa ada diposter itu. Tidak lain adalah karena hukuman. Hukuman? Nappeun Namja!

 

“Aku dihukum karena telah membakar buku para leluhur,”

 

Eun Seo ingat betul bagaimana Chanyeol mengatakan itu. Raut wajah cemberutnya sangat lucu. Pipi digembungkan, bibir dimajukan, dan tatapan sebal yang sangat dibuat buat. Bahkan Jongin sampai ijin ke toilet karena jijik melihat mimik wajah Chanyeol.

 

Lalu Do Kyung Soo si mata bulat dan Lay si lesung pipi yang mengaku sebagai Pixie. Semacam bangsa faires. Kecil mungil dan memiliki sayap yang nyaris transparan. Apakah seperti tinkerbell tapi versi namja? Oh, bahkan Eun Seo sampai bertanya apakah mereka mengenal Peter Pan, Tinkerbell, Wendy, dan lost boys. Konyol. Dan sangat konyol karena Baekhyun ikutan bertanya,

 

“Apakah kalian tinggal di neverland?”

 

Dan jawabannya?

 

“Eoh? Siapa mereka? Dan apa? Neverland? Tempat apa itu? Apakah kau pernah mendengarnya, Lay?” tanya Kyung Soo dengan tampang O.o

 

“Tidak, Pangeran. Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya,” jawab Lay tak kalah bingung

 

Sedangkan Eun Seo dan Baekhyun hanya melongo (?). Memperlihatkan tampang konyol mereka. Hey, apakah mereka tak ingat? Jika Kyung Soo dan Lay berasal dari Pixie Island. Peradaban yang sangat jauh dari bumi. Bahkan beda dimensi. Bagaimana mereka tahu tentang cerita rakyat semacam Peter Pan yang berubah menjadi seorang psikopat?

 

Di Pixie Island, Kyung Soo dan Lay saling mengenal. Terang saja, Kyung Soo adalah seorang Pangeran Pixie dan Lay adalah tabib kerajaan. Apalagi tugasnya adalah merawat Nyonya Sung, ibunda Kyung Soo.

 

Alasan mengapa Lay bisa berada dibumi adalah karena Ia didorong ke sebuah lubang ajaib oleh He Jiong, saingannya yang juga menjabat sebagai tabib kerajaan. Lay juga bilang alasan He Jiong melakukan itu,

 

“He Jiong bilang jika dia ingin kehormatan dan pengakuan,”

 

Sedangkan Kyung Soo yang dipanggil Pangeran oleh Lay bilang jika alasannya masuk ke dunia manusia karena ingin mencari sesuatu, semacam mutiara. Ya, White Pearl! Dan saat Kyung Soo mengatakan itu, alis Eun Seo nyaris bertemu. White Pearl? Apa itu? Eun Seo yakin jika benda itu sangatlah penting. Pertama, jika tidak penting, untuk apa Kyung Soo mau datang ke dunia fana ini? Kedua, keterkejutan Lay yang bisa dibilang berlebihan saat mendengar apa yang diutarakan Kyung Soo,

 

“Mwo?? Mworago??! White Pearl? Pangeran ingin mencari white pearl?!!”

 

“Ya, tentu saja”

 

Ahh, Eun Seo tak mau tambah pusing dengan yang namanya white pearl itu.

 

Eun Seo berkali kali memutar posisi tidurnya. Mencari posisi senyaman mungkin. Ia kembali menghela nafas setelah berkali kali mencari posisi yang nyaman.

 

“Kyung Soo dan Tao, sebenarnya mereka ada masalah apa?” erang Eun Seo frustasi

 

Eun Seo menghela nafasnya resah. Ia merasa hubungan Kyung Soo dan Tao kedepannya akan bermasalah. Ya, itu jelas terlihat dari sorot mata dan perkataan Kyung Soo yang sinis terhadap Tao saat pria bermata panda itu memperkenalkan dirinya sebagai warlock.

 

“Kau seorang warlock?” tanya Kyung Soo sinis

 

“Ya, waeyo? What’s wrong?” tanya Tao balik *warlock pinter, bisa bahasa inggris ._.

 

“Huh, warlock. Makhluk tak beradab!” ucap Kyung Soo datar namun menusuk

 

Tao melirik Kyung Soo tak kalah sinis. Kekehan kecil juga terdengar dari mulut Tao. Sedangkan yang lain hanya menatap dua orang itu penuh tanya dan harap harap cemas.

 

“Aku tak sendiri rupanya.” ucap Tao

 

Eun Seo tak mau tingkat kebingungan dan frustasinya bertambah. Setidaknya untuk malam ini.

 

Pikirannya beralih pada namja yang mengaku sebagai malaikat maut, Kim Jong Dae atau Chen. Eun Seo tersenyum tipis saat mengingat senyuman tulus Jong Dae. Mungkin, diantara kedua belas makhluk tampan tadi. Jong Dae tak begitu menyusahkan.

 

Jong Dae bilang alasan Ia menjadi manusia karena sedang dihukum. Ia ditugaskan untuk melindungi sebuah benda. Entah benda apa, Jong Dae tak bilang apa itu. Yang Eun Seo tahu, Jong Dae hanya melirik Kyung Soo dengan tatapan yang sulit dimengerti.

 

Tapi mengingat Jong Dae mengaku sebagai malaikat maut. Membuat Eun Seo sedikit bergidik. Bagaimana jika Jong Dae berbohong? Bagaimana jika Jong Dae ternyata adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawanya? Andwae! Eun Seo bahkan belum mendapatkan firts kiss-nya.

 

Eh? Tunggu! Jika membahas tentang first kiss, sepertinya Eun Seo telah mendapatkannya. Ya, namja jangkung yang secara tidak sopan membalas ‘ciuman’ Eun Seo. Namja jangkung yang sempat memasang wajah pervert dan smirk. Namja jangkung yang mengaku sebagai Kris!

 

Eun Seo sebenarnya sangat malas untuk mengingat Kris. Tapi jika tidak dibahas, bagaimana reader akan paham dengan penjelasan berikutnya? *abaikan*

 

Kris, orang itu hanya mengaku jika Ia adalah seorang demigod. Makhluk setengah dewa. Tak ada penjelasan tentang bagaimana Kris bisa sampai didunia manusia. Ia hanya tersenyum datar saat Baekhyun menanyakan hal itu. Eun Seo bisa menebak, jika selain pervert, Kris juga tipikal orang yang tertutup.

 

Tapi, ada hal yang mengganjal dibenak Eun Seo saat bagaimana terkejutnya Kris mendengar jika Suho adalah seorang god alias dewa.

 

Suho. Eun Seo tersenyum tipis saat membayangkan wajah namja tampan itu. Senyumannya yang lembut membuat Eun Seo kembali tenang. Ya, sepertinya Suho tidak akan menyusahkan Eun Seo kedepannya.

 

“Aku hanya ingin mencari seseorang,”

 

Itu adalah alasan Suho mengapa Ia bisa berada dibumi. Tidak se-detail Luhan memang, tapi setidaknya Suho lebih terbuka ketimbang Kris.

 

Eun Seo menarik selimut merah yang penuh dengan corak ultraman max itu. Matanya sudah mulai mengantuk. Tangannya sesekali menutup mulut kecilnya yang menguap. Tapi Eun Seo tak bisa tidur begitu saja. Pikirannya masih kalut. Apalagi tentang namja bernama Baekhyun dan Sehun itu. Sepertinya, hubungan mereka berdua juga sedikit mengkhawatirkan.

 

Sehun si gumiho boy. Namja bermaga Oh itu bermuka dingin. Kulitnya sangatlah pucat. Diantara kedua belas orang itu, Sehun-lah yang paling dingin. Bahkan saat Eun Seo menyuruhnya memperkenalkan diri. Namja itu tak bergeming untuk beberapa saat. Hingga Jongin menimpuk wajahnya dengan bantal –yang juga bercorak ultraman max- milik Eun Seo.

 

“Kau seorang apa?” tanya Eun Seo

 

“Gumiho” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya

 

“Kau bisa diposter itu karena apa?” tanya Eun Seo (lagi)

 

“Jatuh” jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya (lagi)

 

“Jatuh? Jatuh kemana?” tanya Eun Seo (lagi) dengan sedikit lebih antusias

 

“Jurang” jawab Sehun dengan lebih datar

 

“Jurang?? Kau tak mati kan?! Aku tak mau dirumahku ada hantu!” ucap Eun Seo sedikit menyeru

 

“Bahkan sebelum aku jatuh ke jurang, aku sudah menjadi hantu, Son Eun Seo.” kata Sehun dengan memasang wajah kesal bercambur dingin

 

Eun Seo bergidik ngeri saat mendengar perkataan Sehun. Terdengar mengerikan. Ia segera mengalihkan tatapannya dari Sehun menuju Baekhyun yang sedikit memucat.

 

Byun Baekhyun. Manusia yang tersesat di hutan terlarang. Eun Seo menghela nafas lega saat menghetahui jika Baekhyun adalah manusia. Setidaknya, ada satu orang yang berasal dari bangsanya –manusia- dan sama sama memasang wajah cengo ketika satu persatu dari mereka ‘memperkenalkan’ diri mereka. Kecuali saat Sehun memperkenalkan dirinya. Wajah Baekhyun sedikit memucat saat itu juga. Namun berbeda dengan Baekhyun, rahang Sehun mengeras saat mendengar perkenalan dari Baekhyun.

 

“Baekhyun-ssi? Bagaimana bisa kau ada didalam poster itu?” tanya Eun Seo

 

“Itu… Itu karena aku..” Baekhyun kelimpungan saat Eun Seo menanyakan hal itu.

 

Eun Seo melihatnya. Ia melihat jika Sehun mengeluarkan smirk yang mengerikan saat Baekhyun tidak menjawab pertanyaannya. Entah apa yang disembunyikan oleh kedua namja itu, Eun Seo tidak tahu. Yang Eun Seo tahu, sulit untuk Sehun dan Baekhyun akur ke depannya.

 

Eun Seo sudah menguap untuk kesekian kalinya. Ditariknya selimut itu sampai menyentuh dagu. Lalu menyampingkan tubuhnya. Dan sedetik kemudian, mata Eun Seo benar benar sudah tertutup, hingga Ia tak mendengar suara pintu yang digedor sedari tadi.

 

***

 

“Jongin-ah? Bagaimana?” tanya Jong Dae untuk kesekian kalinya

 

“Tidak ada jawaban. Sepertinya, gadis galak itu sudah tidur” jawab Jongin sambil berlalu dari hadapan pintu kamar Eun Seo

 

Mereka menghela nafas kompak. Rasa kantuk mulai menyergap mereka. Usaha untuk membangunkan Eun Seo juga tidak ada hasilnya.

 

“Sepertinya, kita memang harus tidur di ruang tamu”

 

Tidak ada yang melemparkan protes setelah mendengar pernyataan Chanyeol barusan. Ya, memang benar. Mereka harus merelakan tubuh mereka pegal karena tidur di sofa –jika mencukupi- menggigil karena kedinginan ataupun bentol bentol karena digigit nyamuk.

 

Satu per satu dari mereka mulai beranjak. Mencari tempat senyaman mungkin. Chanyeol, Xiumin, Jong Dae dan Jongin yang tidur di sofa. Tao dan Baekhyun yang tidur di lantai beralaskan permadani merah marun. Lay, Kyung Soo, Suho, dan Kris yang tidur di kursi makan. Dan HunHan yang tidur di meja makan –yang kebetulan kosong- dengan posisi saling berpelukan. *HunHan moment ._.

 

Sebelum tidur, kedua belas namja tampan itu berkali kali merutuki sang pemilik rumah yang tidak lain adalah Son Eun Seo. Bagaimana tidak? Mereka dibiarkan tidur terlantar di sembarang tempat sedangkan Eun Seo tidur dengan nyaman di kasur ultraman max-nya? Itu semua karena kebodohan ketiga belas makhluk itu. Eun Seo yang lupa tidak memberikan kunci kamar –yang masih kosong- dan kedua belas namja itu yang lupa tidak menanyakan dimana mereka tidur sebelum Eun Seo kembali ke kamarnya.

 

***

 

Eun Seo menyisir rambut pirangnya yang kecoklatan. Lalu memasang bandana pita yang juga berwarna cokelat meski cokelat susu. Sesekali membenarkan letak rambut bagian bawahnya yang menjuntai.

 

Ia mengambil botol parfume yang baru dibelinya minggu kemarin. Lalu dengan sigap menyemprotkan isinya pada beberapa sisi tubuhnya. Meletakkan botol itu kembali. Lalu bergumam,

 

“Perfect,”

 

Eun Seo beranjak dari posisi duduknya didepan meja rias. Bersiap membuka pintu kamar yang berwarna putih polos.

 

CEKLEK~

 

“Aww!”

 

Baru saja Eun Seo membuka pintunya sedikit. Seseorang telah menerobos masuk. Mendorong gadis itu hingga memekik kesakitan karena terhantam tembok. Dua tangan kekar telah berada di samping kedua telinga Eun Seo.

 

“Ya! Ahjussi mesum! Mau apakau?! Minggir!!”

 

Namun sayang, seruan Eun Seo tidak membuat Kris mengindahkan permintaan –atau lebih tepatnya, perintah- gadis itu. Kris malah menepis jarak diantara mereka berdua. Lalu menampilkan seringaian lembut nan mempesona. #ChoiNimelting >< #ditabokKyungSoo

 

Kaki jenjang milik Kris perlahan mencari daun pintu kamar Eun Seo. Lalu mulai mendorongnya agar pintu itu tertutup kembali. Meminimalisir kesempatan orang lain untuk mengintip apa yang dilakukannya pada gadis itu.

 

Sedangkan Eun Seo masih tak bergeming. Tatapannya terkunci pada manik kembar Kris. Kepalan tangannya pada  kedua pundak Kris juga semakin mengendur. Bukannya mendorong tubuh Kris, tapi malah mencengkram kaos yang dikenakan oleh pemuda tampan itu.

 

Jarak antara mereka semakin ditepis oleh Kris. Kepalanya mulai mendekat ke arah Eun Seo. Tatapannya juga tak lagi fokus ke mata almond milik Eun Seo, melainkan ke bibir chery gadis itu yang menggoda Kris sedari tadi.

 

Chu~

 

Bibir mereke bertemu. Kris mencium Eun Seo untuk kedua kalinya. Ia tak melumatnya seperti tadi malam. Ia hanya menautkan bibirnya ke bibir chery milik Eun Seo. Tak ada perlawanan. Eun Seo hanya terbelakak kaget. Ia tak mencoba mendorong tubuh Kris lalu menamparnya telak. Seperti rencananya jika Kris menciumnya kembali. Matanya malah terpejam. Seakan menikmati apa yang dilakukan Kris padanya.

 

Kris tersenyum senang. Meski tak lebar, tapi itu sudah bisa menggambarkan kebahagiaannya. Eun Seo tidak melawan. Bahkan yeoja itu memejamkan matanya.

 

Kris melepaskan tautan bibirnya pada bibir Eun Seo. Membiarkan dirinya dan yeoja itu menghirup oksigen sebanyak mungkin. Kris tersenyum.

 

Tampan. Ya, Eun Seo akui itu.

 

Deru nafas mereka saling memburu saking gugupnya. Hidung keduanya masih saling bersentuhan. Hingga wajah Kris mengarah ke telinga Eun Seo. Membisikkan sesuatu dengan seduktif.

 

“I got you, baby…”

 

Suara bass milik Kris yang kian terdengar seksi berhasil membuat rona merah dikedua pipi Eun Seo. Membuat gadis itu malu, senang, dan gugup disaat bersamaan.

 

Kris menegakkan tubuh tingginya. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Lalu tersenyum tipis sebelum meninggalkan kamar Eun Seo.

 

Eun Seo masih tetap dengan posisinya. Tangan mungilnya mulai meraba bibir chery-nya yang lembab secara perlahan. Lalu tersenyum.

 

***

 

Ia melihatnya. Bagaimana Kris dan Eun Seo berciuman. Suhu tubuhnya kian meningkat. Hatinya

sakit. Matanya perih. Tubuhnya kaku.

 

Perlahan, sebuah senyuman kecut tersungging dibibir pria itu. Kedua tangannya juga mengepal. Lalu sedetik kemudian, tubuhnya menembus dinding kamar Eun Seo.

 

***

 

“Eoh, Kris? Kau darimana saja?” tanya Tao disela kegiatannya menerawang uang monopoli (?)

 

“Hanya ke toilet sebentar. Yang lain kemana?” tanya Kris bailk lalu ikut duduk di lantai dan ikut menerawang uang monopoli *Crazy Couple -_-

 

“Jongin, Sehun dan Luhan masih tidur. Kyung Soo dan Lay sedang didapur. Yang lain aku tak tahu.” Jawab Tao tanpa menghentikan aktivitasnya

 

“Ooh… Ini apa? Kau sedang apa?” tanya Kris. Ia bahkan dengan polosnya mengikuti kegiatan Tao baru bertanya -_-

 

“Aku tak tahu. Ini ada angka angkanya, seperti uang yang pernah ibuku tunjukkan. Tapi kenapa sangat kecil? Dan warna warni?” Tao malah balik bertanya

 

“Eoh, yee. Uang? Tapi kenapa kertas? Bukan logam?” Kris juga ikutan bingung -_-

 

“Kau menemukannya dimana?” tanya Chanyeol yang tiba tiba sudah ada didepan mereka dan sukses membuat Taoris kaget -_-

 

“Aku menemukannya dikolong meja” jawab Tao sambil menunjuk kolong meja ruang keluarga itu

 

Mendengar itu, Chanyeol dan Kris lalu menundukkan wajahnya. Mereka mulai mencari benda lainnya dikolong meja. Dan yang ditemukan keduanya hanyalah beberapa ‘buku’ yang sedikit menarik perhatian Kris.

 

“Ini apa?” tanya Chanyeol dan Tao saat melihat Kris mengambil beberapa ‘buku’ yang dilihatnya itu

 

Kris mengangkat bahu. Pertanda Ia tak tau.

 

“Eoh, apakah ini buku leluhur milik Eun Seo?” tanya Chanyeol yang hanya dibalas angkatan bahu (?) oleh Tao dan Kris.

 

Kris mulai membuka ‘buku’ itu. Baru lembaran pertama, mata mereka langsung melotot.

 

“Woa… Woa…” kagum ketiga namja itu

 

“Cantik…” Tao berpendapat

 

“Mereka siapa? Cantik sekali? Bahkan pelayan Raja kalah,” kini Chanyeol yang bersuara

 

“Dan…”

 

“Sexy….” Jongin menyambung perkataan Kris. Ia baru saja bangun dari tidurnya di sofa setelah mendengar pendapat Tao -_-

 

Kris, Chanyeol, dan Tao hanya mengangguk mendengar perkataan Jongin. Meski mereka sedikit kaget karena Jongin tiba tiba terbangun dan mengucapkan kata ‘sexy’ dengan begitu mudahnya.

 

Mereka berempat kembali memperhatikan isi buku yang ternyata adalah Majalah Playboy milik mendiang kakak Eun Seo, Son Dongwoon. Ke empat bocah itu mulai memasang wajah yadong yang sangat kentara. Kilatan (?) nafsu terlihat jelas dari bola mata milik mereka. #Tao ternodai, readerspun iya -_-v

 

“Yakk! Apa yang kalian lihat eoh?!! Aigoo…” Eun Seo langsung merebut majalah itu dari tangan ke empat bocah yang sudah memasang wajah kecewa dan harap harap cemas

 

“Eoh… Itu…” Mereka tak mampu beralasan karena telah ketangkap basah -_-

 

“Itu? Itu apa hah?! Dasar Nappeun Namja! Pagi pagi sudah melihat hal begini!” sewot Eun Seo lalu membungkuk membereskan beberapa majalah yang berserakan di meja

 

Kris, Chanyeol, Tao dan Jongin meneguk ludahnya hampir bersamaan. Keringat dingin mulai meluncur (?) dari pelipis mereka.

 

“Jadi… jika siang atau malam hari boleh?” tanya Tao polos tanpa mengalihkan pandangannya.

 

Kenng Eun Seo berkerut, “Maksudmu apa eoh?!”

 

“Aku tak percaya…” Chanyeol bergumam tanpa mengalihkan pandangannya

 

“Ne, ‘melon’-nya lumayan…” sambung Jongin yang mendapat anggukkan polos dari Kris

 

Kini alis Eun Seo hampir bertemu. Ia belum paham arah pembicaran ke empat bocah itu. Perlahan, mata Eun Seo mengikuti arah pandangan mereka berempat. Dan sedetik kemudian, pekikkan entah berapa oktaf menggema.

 

“KYAAA!!!! APA YANG KALIAN LIHAT, HAH?!!”

 

***

 

Sehun menggeliat. Ia baru saja bangun dari tidurnya –karena mendengar teriakkan Eun Seo- yang sebenarnya kurang nyenyak. Badannya pegal. Terang saja, Ia semalam tidur di meja makan dengan Luhan.

 

Sehun mengucek matanya lucu. Ia celingukan. Mencari Luhan tentunya. -_-

 

“Eoh, Luhan-ah?” panggil Sehun setelah menangkap tubuh Luhan yang sedang duduk merenung di kursi makan

 

“Eoh, kau sudah bangun?” tanya Luhan yang seharusnya tidak perlu ditanyakan -_-

 

“Eoh, baru saja. Kau sejak kapan?” tanya Sehun balik

 

“Sejak-”

 

PLETARR!! (?)

 

-TBC-

 

Apakah masih bingung? Semoga enggak -,-

Gaje? Jangan ditanya, pasti sangat ._.

 

Untuk part 3, saya nggak bisa update soon -_-v Soalnya saya ada Ospek sampai hari senin u,u *curhat*

Saya minta maaf kalo udah buat reader dibawah umur jadi ternodai T.T *bow*

Saya juga minta maaf kalo scene romance-nya GATOT (/.\) *garuktembok*

Saya baru nyadar kalo image abang Kris yang emang terkenal pinter bahasa inggris di ff ini juga kaga ilang, meski dia seorang demigod ._.

Dan kalo ada yang nanya, kenapa saya nggak pake embel embel ‘hyung’

Itu karena saya bingung mau jelasin perbedaan umur mereka itu gimana. Jelas aja, kan OT12 disini dari dunia yang beda beda (‘3’)

Dan sekedar pemberitahuan, saya LINE ’98! *gaknyante ._.v

 

Kak mey, makasih udah mau publisd ff saya ;D Pradipa juga, posternya makasih 😉 Readerdeul? Makasih feedback-nya :* haha

 

See you next part^^

38 responses to “The Magical Poster [Part 2]

  1. Wkwkwk pasti itu suara kris, tao, chanyeol, sama kai yang kena jitak eun so

    next chap harus panjang (?) 😀

Leave a Reply to Lintang Berlyana Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s