[ONESHOOT] Peter Pan

Peterpan FF Cover

[A Fanfict From A Friend]

Title            :           Peter Pan

Author       :           Nata / exopinkfinite (twitter)

Cast            :          

  • Kim Joon Myeon (Suho EXO-K)
  • Shin Hana / You (OC)
  • EXO’s members

Rating       :           G

Length     :           Oneshot

Genre     :           Romance

Disclaimer     :   Para member EXO itu milik Tuhan, keluarga, agensi dan fansnya. Shin Hana, cerita dan Suho milik penulis /di geplak/ Haha. Selamat membaca~! ^^

 

*

Oktober, 2004. Seoul Tower.

            Siang itu, Seoul Tower tidak begitu ramai. Mungin karena ini bukan musim liburan atau bulan Februari –dimana saat itu berpuluh-puluh pasang kekasih akan memadati kawasan ini–

“Oppa, maukah kau menikah denganku?” kata-kata itu meluncur dengan mulusnya dari bibir seorang gadis kecil yang masih berumur Sembilan tahun. Anak laki-laki yang di tanyai itu hanya mengeluarkan ekspresi terkejutnya.

            “Oppa, jawablah.” Pinta gadis kecil itu dengan imutnya. Ia mengerucutkan bibir mungil nan merahnya itu. Ia memainkan gembong yang tergantung di depannya –milik orang lain, bukan punyanya–.

            “Kau harus menunggu sepuluh tahun lagi, Hana. Umur kita berdua belum legal untuk menikah.” Jawab bocah laki-laki itu akhirnya. Ia memandangi gadis kecil di depannya ini. Umur mereka berbeda empat tahun –yang artinya umur anak laki-laki itu masih 13 tahun–

            “Jadi kalau sepuluh tahun lagi, oppa mau menikah denganku?” tanya gadis kecil itu lagi. Ia sudah menengok ke arah bocah laki-laki itu. Ekspresi harapan sangat terpancar dari wajahnya.

            “Kim Joon Myeon hanya ingin menikah dengan Shin Hana.”

*

Juni, 2013. EXO Dorm.

Segerombolan pria-pria muda memasuki dorm grup mereka. Lengkap dengan berbungkus-bungkus hadiah dari para penggemar mereka.

Ya, mereka EXO. Boygroup yang baru saja melakukan comeback mereka yang bahkan dapat di katakan sukses besar.

Member-member lainnya mulai masuk ke dalam kamar masing-masing. Kecuali pria bercat rambut ungu itu dan Chanyeol. Mereka duduk di ruang tamu dorm.

Pria bercat rambut ungu itu mulai membuka satu-persatu hadiah-hadiah penggemar mereka. Matanya terpaut pada satu bungkusan kecil yang rapi berwarna pink muda. Terdapat nama leader-nya tertulis di bungkusan pink muda itu.

“Hyung! Kau mendapat bungkusan berwarna pink muda. Haha.” Ujarnya sambil tertawa. Chanyeol yang melakukan kegiatan yang sama dengannya melihat apa yang di pegang pria bercat rambut ungu itu.

“Suho Hyung! Haha. Kau mendapat hadiah berbungkus pink muda. Apa isinya, Baek?” tanya Chanyeol dengan tawanya yang renyah. Suho yang –belum masuk ke kamarnya– mendengar percakapan duo BaekYeol itu hanya menggelengkan kepalanya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.

Baekhyun yang tidak mendapat respon apa-apa dari Suho pun membuka bungkusan pink muda itu. Chanyeol pun membantunya dari samping. Bungkusan itu terbuka dan terdapat kotak di dalamnya. Baekhyun pun membuka kotak itu yang berisi sebuah foto –dimana ada seorang anak laki-laki dan perempuan– dan amplop di dalamnya.

Chanyeol segera mengambil foto itu dan meneliti.

“Laki-laki ini pasti Suho hyung.” Ucap Chanyeol yakin.

“Lalu siapa gadis kecil itu?” tanya Baekhyun penasaran. Chanyeol hanya mengangkat bahunya, tanda tidak tahu.

Suho yang sudah kembali ke dapur pun datang ke ruang tamu dan duduk di depan BaekYeol.

“Jadi, apa isi bungkusan yang kalian bicarakan tadi?” tanya Suho sambil melihat-lihat bungkusan lainnya.

Baekhyun yang masih menggenggam amplop dan Chanyeol yang memegang selembar foto pun hanya bisa saling berpandangan. Refleks mereka memberi Suho barang yang mereka pegang secara bersamaan.

Suho yang di sodori amplop dan foto dari BaekYeol hanya memandangi keduanya dengan tatapan bingung. Ia mengambil amplop dan foto itu. Memandanginya sebentar lalu terdiam dalam lamunannya.

“Hyung, gadis kecil itu siapa?” tanya Baekhyun merusak lamunan Suho. Suho tidak menjawab. Ia berdiri dan masuk ke kamarnya.

“Kurasa gadis itu yeojachingu Suho hyung saat kecil.” Ujar Chanyeol sok pintar. Baekhyun menjitak kepalanya.

“Appo!”

“Kau jangan sok tahu, Chanyeol. Lebih baik kita membuka bungkusan lainnya.”

*

To : Kim Joon Myeon oppa.

            Oppa~! Akhirnya aku dapat bertemu denganmu hari ini. Aku tahu, kau pasti tidak sadar bahwa aku akan datang ke fansign-mu kan? Kkkk~ kau sudah tampan sekali oppa. Tidak sia-sia kau debut dengan EXO.

            Maafkan aku kalau aku tidak bisa pulang ke Korea saat debutmu setahun yang lalu. Kau tahu, aku sudah di tingkat akhir tahun lalu. Dan saat aku lulus Mei bulan lalu, kau akan comeback dengan EXO. Maka ku putuskan pulang.

            Tapi aku tahu, kau sudah menjadi Leader dari EXO – K. Pasti tidak mudah menemuimu. Jadi aku hanya dapat melihatmu dari layar televisiku saja. Saat aku tahu kau dan grupmu akan mengadakan fansign, dengan semangatnya aku bersiap menemuimu.

            Aish, aku lupa menanyakan kabarmu di awal surat ini. Karena ku pikir, melihatmu performance, tandanya kau sehat. Kkk~

            Ah, ya~ kau datang ke Negara-ku tahun lalu kan? Mianhae oppa, aku saat itu harus belajar untuk Ujian Nasionalku T.T

            Hey, mau bertemu denganku? Aku tidak tahu kapan kau akan membaca suratku ini. Bahkan mungkin tidak akan membacanya.

            Temui aku dimana kau berjanji sesuatu padaku sembilan tahun yang lalu. Hari Selasa minggu depan. Pukul 7 malam.

            Aku merindukanmu oppa.

            Shin Hana.

 

Suho membaca surat itu dengan senyuman di bibirnya. Ia hanya duduk di atas ranjangnya sambil memandangi foto masa kecilnya bersama seorang gadis. Gadis yang ia tinggalkan selama masa trainee-nya.

“Hana, ku pastikan kali ini aku tidak akan meninggalkanmu.” Batinnya.

*

2006.

            “Oppa, bagaimana audisinya?” tanya gadis kecil itu dengan wajah penuh tanyanya. Ia masih berpakaian lengkap sekolah saat datang ke rumah Suho untuk menanyakan audisi yang di jalani Suho.

            “Bagaimana kalau kita bicarakan di taman?” tanya Suho. Tanpa menunggu jawaban, Suho menggenggam tangan mungil gadis kecil itu. Mereka berjalan beriringan hingga keduanya pun sampai di taman.

            Suho duduk di sebuah ayunan. Gadis kecil itu mengikuti apa yang Suho lakukan. Ia duduk di ayunan tepat di sebelah Suho.

            “Bagaimana audisimu, oppa? Lolos, kan?” tanya gadis kecil itu lagi. Ia memandangi Suho.

            Suho menengok ke arahnya dan tersenyum.

            “Aku lolos, Hana.”

            “Jinjja? Ah~ chukkaeyo oppa! Aku tahu kau pasti bisa.” Ujar gadis itu dengan senangnya. Ia memperlihatkan barisan gigi-gigi tetapnya. Kegembiraan terpancar jelas dari wajah putihnya.

            “Tapi, Hana… aku tidak bisa sering bertemu denganmu.” Ujar Suho lesu. Ia menundukkan wajahnya. Hana yang melihat perubahan wajah Suho pun berdiri dan berjongkok di depan Suho. Suho pun menatap wajah gadis kecil itu.

            “Oppa, kenapa kau memikirkan hal itu? Kau harusnya bangga pada dirimu. Lolos audisi S.M itu tidak mudah. Aku kan bisa menemuimu kesana. Jangan sedih.” Hibur gadis kecil itu sambil tersenyum lembut. Suho yang mendengarnya pun ikut tersenyum.

            “Kau berjanji?”

            “Shin Hana berjanji akan menemui Kim Joon Myeon.”

*

“Hyung, kau tidak bisa diam?” tanya Sehun pada Suho saat melihat leader-nya itu hanya mondar mandir di depan televisi. Padahal ia ingin menonton tayangan kesukaannya.

“Sehun, aku sedang bingung.” Jawab Suho. Ia diam tepat di depan televisi sambil mengacak rambutnya gusar.

Kris, Xiumin, Luhan dan Kyungsoo yang baru saja pulang dari makan malam pun datang ke ruang tamu. Mereka melihat muka bosan dari Sehun dan wajah bingung dari Suho.

“Kalian kenapa?” tanya Luhan bingung. Ia duduk di samping Sehun yang di ikuti Kris, Xiumin dan Kyungsoo.

“Kurasa Suho hyung sudah tidak waras.” Jawab Sehun sekenanya. Jelas sekali dari wajahnya kalau ia kesal.

“Suho, kau kenapa?” tanya Kris menatap Suho. Suho yang menatap Kris pun tiba-tiba tersenyum. Ia mulai memandangi mereka satu persatu. Senyuman senang terhias di bibirnya.

“Kalian semua harus membantuku.”

*

Bandar Udara Incheon, 2006.

            “Oppa.. uljima.” Pinta gadis kecil itu dengan harap. Suho yang mendengar suara gadis itu semakin menangis.

            “Aku akan kembali, oppa.” Ujar gadis kecil itu lagi.

            Suho pun memeluk gadis di depannya itu. Tepat dua bulan setelah kelolosan audisi Suho, gadis kecil yang menjadi semangat Suho harus mengucapkan selamat tinggal padanya.

            “Kalau kau sudah debut nanti, kau harus mengadakan konser di Indonesia. Aku akan menontonnya, oppa!” hibur gadis itu sambil melepaskan pelukan Suho.

            Suho hanya bisa menghapus air matanya dan memandangi gadis kecil di hadapannya itu.

            “Hana, ayo sayang. Pesawat kita sudah mau berangkat.” Ucap seorang wanita. Wanita itu membawa koper dan berdiri tidak jauh dari Hana dan Suho.

            “Kau harus berjanji padaku. Kau harus kembali.” Ucap Suho akhirnya.

            “Shin Hana berjanji akan kembali pada Kim Joon Myeon.”

            Suho tersenyum mendengar janji yang keluar dari mulut Hana.

            “Kau juga harus berjanji padaku, oppa. Berjanjilah kalau kau akan menepati semua janjimu.” Ujar Hana tersenyum.

            “Kim Joon Myeon berjanji akan menikahi Shin Hana.”

*

Selasa. 07.00 p.m. Seoul Tower

Malam itu bukan malam yang begitu dingin. Tetapi gadis remaja yang baru saja sampai di tower itu mengenakan cardigan pink muda panjangnya. Ia memakai sackdress pink mudanya dan wedges berwarna senada dengan cardigan dan sackdressnya. Rambutnya yang panjang lurus dan berponi itu, ia biarkan tergerai.

Pink. Warna kesukaan gadis itu. Warna yang hanya Suho yang tahu bahwa itu adalah warna kesukaannya. Warna yang ia jadikan bungkusan untuk Suho minggu lalu.

Beberapa pasangan berlalu lalang di sekitarnya. Ia bergegas duduk di kursi dekatnya. Ia memandangi pasangan di depannya yang baru saja menaruh gembok mereka. Perasaan senang melihat pasangan itu tergambar di wajah Korea – Indonesia-nya.

Tepat setelah peninggalan pasangan itu, lampu di tower padam. Gadis itu hanya terlonjak kaget. Ia memandangi sekitarnya. Ia tak beranjak dari duduknya.

Kemudian, lampu-lampu kecil berwarna-warni pun menyala-nyala di sepanjang jalan gembok itu. Gadis itu berdiri dan memandangi sekitarnya. Indah.

Dari kejauhan tampak segerombolan pria datang ke arahnya. Gadis itu hanya memandangi gerombolan itu sambil menyipitkan matanya. Matanya minus dan ia tidak membawa kacamatanya.

Sekitar tiga meter dari tempat gadis itu berdiri, pria yang paling tinggi mengeluarkan tape-nya. Yang lainnya pun mulai membuka barisan. Seorang pria yang memakai t-shirt putih dan jaket kulit hitamnya muncul dari belakang barisan. Ia berdiri di depan barisan pria-pria itu.

Gadis itu masih berdiri di tempatnya. Ia memandangi pria yang berdiri di depan barisan itu dan senyumannya pun mengembang. Ia mengenali dengan jelas siapa pria itu.

Suara sebuah lagu pun mulai menyala dari tape yang di bawa pria paling tinggi itu. Enam pria yang dikenal EXO – K pun mulai berbaris berjejer menyesuaikan dengan pria berjaket hitam tadi.

[D.O] Nalgeun ilgijang meonjireul teoreonae mundeuk pyeolchin got geu sogen haemarkge
Niga isseo ajik neon geudaero yeogi namaisseo
[Baekhyun] Itgo jinaetdeon geurimi tteoolla jageun tteollimi nae mome saemsosa
Jom seogeulpeugin hae geuttaero doragal su eomneun ge

Mereka bernyanyi. Tidak memakai mic. Tape yang di keluarkan pria tinggi tadi ternyata mengeluarkan instrument dari sebuah lagu. EXO – Peter Pan.

[All] Neol chajaganda chueogi bonaen Thinkerbell ttaranaseotdeon neverland
Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo
Nan yeongwonhan neoui peterpan
Geu sigane meomchun ni namja
Seotuljiman neomu saranghaetdeon naui neoege danyeoga

Sementara itu, di belakang EXO – K, member-member lainnya hanya membelakangi Hana. Mereka semua memakai jaket hitam.


[Baekhyun] Neol manhi goerophyeotdeon jitgujeun akdang
Modu mullichyeojun gieogi saengsaenghae
Geu sunganbuteo neoui mameul eotgo nanun kiseukkaji
[D.O] Nae mameun hangsang gureum tago naratji
Neoneun Wendy Cinderella boda yeppeotji

[Suho] Gaseum ttwige mandeun dan han saram neol neukkinikka du nuni bitna

Suho. Pria itu tersenyum pada Hana saat menyanyikan bagiannya. Senyuman hangat yang Hana rindukan.


[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/exo-k-peter-pan-lyrics.html ]
[All] Neol chajaganda chueogi bonaen Thinkerbell ttaranaseotdeon neverland
Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo
Nan yeongwonhan neoui Peter Pan Geu sigane meomchun ni namja
Seotuljiman neomu saranghaetdeon naui neoege danyeoga

[Chanyeol] Bunhongbit gamdoneun eolgul gureum wireul geotneun gibun baby boo! Nae gaseumi dugeungeoryeotdeon geurim gatdeon you!
[Sehun] Geuttae neoui nuneun salmyeosi useojwotdeon geotcheoreom jigeumdo nae maeumui han kyeone yeollin changmune nega narawajundamyeon
[Kai] Nae donghwa sok dama non neol yeojeonhi maemdoneun sweety girl!
Ajikdo tteollyeo gaseum hankyeon neo eomneun igoseun oeroun seom
Nae gieok sok jeogeo non neol jiwojiji annneun pretty girl!
[Sehun] Ajikdo seolleyeo gaseum hankyeon neo eomneun igoseun

([D.O] Hamkkehaetjiman japgo sipjiman son naemiljiman oh! [Baekhyun] Neon meoreojyeo ga tteonaji ma geuttae naega [Suho] itjanha yeogi oh! Eodi isseulkka)

[All] Sigyeui taeyeop doneun sai eolmana dallajyeosseulkka
Neol sseonaeryeogan majimak han jangeul neomgyeotjiman deo
Ilgeonael yonggiga anna seulpeun geureun jiwonael geoya
Uri yaegin kkeuchi anil geoya
Dashi manna beolttenikka

Suho pun berjalan maju ke hadapan gadis itu. Di belakangnya, segerombolan pria itu membuka jaket hitam mereka masing-masing.

Mereka memakai t-shirt putih dengan sebuah huruf di masing-masing t-shirt mereka. Mereka mulai membentuk barisan.

‘S H I N H A N A I L U’ itulah kata-kata dari jejeran huruf t-shirt pria-pria itu. Mereka pun tersenyum pada gadis itu.

Pria yang tadi berjalan ke arah gadis itu sudah berdiri tepat di depannya. Ia tersenyum.

“Kau sudah memenuhi janjimu untuk menemuiku dan kembali ke Korea. Biarkan aku memenuhi janjiku sembilan tahun yang lalu.”

Suho. Pria berjaket hitam itu berjongkok di hadapan gadis masa kecilnya. Ia sudah meminta member-membernya membantunya dengan susah payah. Ia bahkan menemui langsung CEO SM untuk berunding masalah ini.

Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna pink muda dari saku celananya. Membukanya dan meraih tangan kanan gadis itu.

“Aku tidak bisa menikah denganmu sekarang. Kau baru saja lulus dari SMA dan belum juga memasuki umur legal Korea. Dan aku masih terikat kontrak dengan SM. Kau juga belum kuliah…” ujar Suho. Ia mulai menatap ke atas, tepat ke manik mata yang selama ini ia rindukan.

“Maukah kau menungguku tujuh tahun lagi? Maukah kau menikah denganku tujuh tahun lagi? Maukah kau bersabar untukku lagi?” tanya Suho penuh harap. Detak jantungnya tak beraturan menunggu jawaban gadis itu.

Air mata jatuh dari mata indah itu. Gadis itu, Shin Hana menangis. Ia tak kuasa menahan haru yang di rasakannya. Suho berdiri dan memeluk gadis yang ia rindukan itu.

“Uljima, Hana…”

“Oppa, aku mau. Aku mau menunggumu lagi. Aku mau menikah denganmu tujuh tahun lagi. Aku akan melakukannya untukmu.” Jawab Hana dalam pelukan Suho. Suho tersenyum mendengarnya. Ia melepaskan pelukannya.

“Jinjjayo?”

Hana hanya menganggukkan kepalanya. Member lainnya yang melihat anggukan dari Hana tersenyum puas. Tak sia-sia mereka membantu Suho.

Suho pun memeluk Hana lagi. Gadis itu membalas.

“Kim Joon Myeon mencintai Shin Hana di setiap harinya.”

“Shin Hana mencintai Kim Joon Myeon di setiap langkahnya.”

E N D

Advertisements

70 responses to “[ONESHOOT] Peter Pan

  1. kyaaa >< so sweet… bayangin jadi hana liat semua member pake bju yang kyak gitu 😀
    aku suka critanya.. 😀
    author daebak~ nice ff^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s