Love Hate Relationship 1

aiko-1311

Love Hate Relationship

Author  : Kaito

Beta Reader  : Harumi Aiko

Main Cast  :

Oh Sehun

Kim Junmyeon

Xi Luhan

Park Chanyeol

Wu Yi Fan / Kris

Byun Baek Hyun

Huang Zi Tao

Other Cast :

Park Eun Kyo

Oh Sena

Kim Hajin

Byun Hyori

Kang Ji Byung

Han Hye Jae

Han Hye Kyung

Genre  : Comedy Romance

Rating  : PG-13

Lenght  : Chaptered

Poster by  : Fearimaway

DON’T BE PLAGIATOR AND SILENT READERS !!!

 

***

“Pagi yang cerah..” gumam seorang yeoja dengan piyama merah muda yang manis sembari berdiri di depan jendela kamarnya. Ia merentangkan tangannya lebar-lebar seakan menyambut sang surya dari peraduan. Senyum tiga jari terlukis di wajahnya yang tetap cantik meski sedikit berantakan.

Matanya sedikit menyipit melihat sesuatu yang tampak sedikit aneh di sebrang kamarnya. Disana memang ada sebuah rumah kosong yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan pemiliknya semenjak…mmm..anak semata wayang mereka meninggal dunia. Tapi jendela kamar kosong di seberang sana sekarang terbuka. Lampu didalamnya menyala namun belum bisa dipastikan ada siapa disana.

“apa akan ada keluarga baru?” bisik yeoja itu sedikit penasaran. Berpikir sejenak sambil mengetuk-ngetuk dagunya lalu kembali menatap kamar seberang. Matanya membelalak melihat siluet suatu sosok yang masih tampak samar. Entah kenapa bulu kuduknya serentak berdiri semua. Ia pun mundur selangkah dan bergegas meninggalkan kamarnya tanpa menutup kembali pintu jendelanya.

Duk duk duk duk

Suara langkah kaki menuruni tangga sontak mengejutkan sepasang suami istri yang tengah menikmati sarapan mereka bersama seorang namja yang hanya memasang wajah datarnya. Tidak seperti ayah ibunya yang memasang wajah horor pada sosok yeoja berpiyama sumber keributan tadi, si namja hanya asyik dengan iPad ditangannya.

“astaga…Oh Sena. Kau hampir membuat jantung Aboeji keluar dari tempatnya!” tuan Oh memelototi anak gadisnya yang hanya membalas dengan cengiran lebar. Gadis bernama Se Na itu menggaruk-garuk pipinya lalu menguap kecil. Ia mengambil tempat duduk disamping Oh Sehun, kakaknya, si namja berwajah datar tadi.

Baru saja Sena akan mengambil roti bagiannya, sang oppa menggeplak keras tangannya.

“auw! Sehun sakit pabo !!!” bentak Sena dengan mata bulatnya yang tampak semakin besar seolah mau keluar dari tempatnya. Nyonya Oh melerai dan menjauhkan tangan Sena dari piringnya.

Eomma!”

“kau belum menggosok gigimu, sayang. Cepat sana ke kamar mandi. Mana boleh gadis mukanya kusam begitu?” ujar nyonya Oh menasihati anak gadisnya yang masih seperti bocah itu. Sena cemberut dan mendelik pada kakaknya yang masih asyik dengan dunianya sendiri.

“menjijikkan!”

Hanya bisikan kecil namun tetap terdengar jelas di telinga Sena.

“what? none of your bussiness,brath!

Akhirnya Sena meninggalkan meja makan setelah melenguh panjang karena kesal. Setiap hari bertemu dengan kakaknya yang dingin seperti es itu bagaikan bicara dengan tembok ajaib yang bisanya hanya melempar ejekkan padanya. Benar-benar menyebalkan! Pantas saja tidak ada gadis yang mau padanya. Hufft, ralat. Di sekolah bahkan ada fansclub khusus bagi penggemar Oh Sehun yang tampan itu. Tapi tak ada satu pun gadis yang dilirik oleh Sehun. Sena sebagai adik kandungnya saja tak tahu apa alasan sang kakak menolak untuk berpacaran. Jangan bilang dia…gay? Shit. Ia sudah termakan fanfic yaoi!

Sena pun kembali ke kamarnya dan melihat jendela kamar masih terbuka lebar. Gadis itu berniat menutupnya kembali namun gerakan tangannya terhenti saat tanpa sengaja mata besarnya menangkap siluet seorang namja sedang berdiri di balkon kamar seberang. Namja itu tampak sedang menata beberapa pot tanaman di depan kamarnya.

Deg!

Demi Tao yang bisa menghentikan waktu, namja itu menatap Sena. Sepertinya ia tahu bahwa gadis manis itu sedari tadi memperhatikan pekerjaannya. Dan ia tersenyum. Sebuah senyum simetris yang membuat matahari sekalipun merasa silau. Kacamata, woy!

“Hai. Aku tetangga barumu. Salam kenal, ya!” sapa namja itu tanpa melenyapkan senyum satu juta watt-nya. Tak tahukah ia kalau Sena sama sekali sulit bergerak karena..oh, ternyata ujung piyamanya nyangkut di paku!

“ya! Siapa yang menaruh jarum disini?” *paku, woy!*

Setelah membebaskan diri dari paku asing (?) itu, Sena membalas sapaan dari namja yang berhasil mengalihkan dunianya dalam sepersekian detik.

“salam kenal. Aku Oh Sena.”

Namja berkaos oblong putih itu menaruh pot terakhirnya di ujung balkon dan mendekati pagar pembatas. Baru ia sadari ternyata jarak balkonnya dengan balkon yeoja bernama Sena itu hanya sekitar 5 meter. Dipisahkan sebuah pohon yang berdiri kokoh di antara rumah mereka. Dan gadis itu memang benar-benar manis dengan matanya yang bulat tidak seperti mata orang Korea pada umumnya.

“aku Kim Junmyeon. Panggil Suho saja, ya!”

***

Porsche mengkilat yang dikemudikan supir keluarga Oh berhenti tepat di depan gerbang SMU Yonsei. Kenapa tidak masuk saja kedalam sekolah? Karena keinginan Sehun dan Sena yang tidak mau memamerkan kekayaannya pada teman-temannya sekalipun mereka anak konglomerat terkaya di Seoul. Tapi meskipun begitu, kedatangan seorang Oh Sehun tetap selalu dielu-elukan semua siswi di Yonsei. Sena terkadang suka menggerutu sendiri jika ia bertemu fans-fans Oh Sehun yang mengerubuti dua anak muda nan kaya itu. Dan berujung pada Sena yang dicuekki Sehun karena sibuk dengan penggemarnya.

Seperti sekarang. Sena sudah malas saat melihat tatapan lapar Sunny cs ketika ia dan Sehun baru saja memasuki kawasan sekolah. Terdengar pelan oleh Sena bagaimana Sehun menghela nafas kesal.

“Sehunnnnnnnn Oppaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

Trio gila itu keluar dari semak-semak *dalam bayangan Sena* seperti tentara perang saja namun sebelum mereka mendekat, Sehun sudah membisikkan aba-aba pada Sena.

“hitungan ketiga kita lari. “

Sena menarik napas.

“satu..”

“dua..”

“ti…GAAAAAAAAAAAAAAAA”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Sena berteriak-teriak tidak jelas sambil berlari entah kemana tujuannya. Ia hanya berteriak dan terus berlari dengan mata tertutup.

“huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…”

Semua siswa-siswi menatapnya aneh dan kesal. Dasar gadis aneh, berteriak sangat keras memekakkan telinga di pagi seindah ini. Bahkan ada diantara mereka yang mengumpat karena tak sengaja tersenggol oleh Sena.

BRAKK

“akkhh..appo,” rintih Sena setelah bertabrakkan keras dengan seseorang dan terjatuh dengan posisi bokongnya mencium lantai (?). Namja yang ditabraknya pun sama. Ia terjatuh namun tidak meringis kesakitan, justru memekik karena tumpukkan kertas yang dia bawa jatuh berantakkan. Sebagian ada yang terbang kesana kemari.

“tugasku!”

Masih dengan ekspresi menahan sakit, Sena melihat orang yang ia tabrak sedang berusaha mengumpulkan kertas-kertas miliknya yang tercecer di lantai. Dengan perasaan bersalah, Sena membantu namja berkacamata itu.

Mianhae. Aku benar-benar nggak sengaja. Jeongmal Mianhaeyo.”

Namja itu tak merespon permintaan maaf Sena sampai mereka selesai dan kembali berdiri. Sena menepuk-nepuk roknya yang sedikit kotor.

Mianhaeyo, ne. Mianhae.” Tanpa henti, Sena membungkukkan badannya.

“eung.. kau Sena, kan?”

Sena mengangkat wajahnya dan mengangguk pelan. Masih merasa bersalah.

“ah, kau tak perlu minta maaf, Sena-ssi.. i-iya, aku yang salah, kok. Sekarang aku harus pergi sebelum kepala sekolah melihatku.” Kekeh namja itu lalu berpamitan dengan sedikit terbata. Sena menahan langkahnya dan menanyakan apa maksudnya bicara seperti itu.

“k-kau pasti tahu maksudku..ngg, “

Secepat kilat ia berlari meninggalkan Sena yang sedikit merasa lemas karena ia tahu apa maksud siswa tadi menghindarinya. Dengan langkah lesu, Sena berjalan menuju kelasnya yang bisa dibilang memiliki fasilitas terlengkap di Yonsei. Semua temannya disana adalah anak-anak dari orang-orang paling kaya dan berpengaruh di Seoul. Tapi menurut otak remaja mereka, Sena dan Sehun adalah murid paling berpengaruh di kelas karena selain mereka jenius, kakek mereka adalah pemilik yayasan Yonsei. Yah, begitulah.

Kelas begitu hening ketika Sena tiba. Kelas itu memang selalu hening karena kegiatan setiap murid hanya membaca atau browsing. Tidak sedikit juga yang tertidur sambil mendengarkan lagu, seperti yang dilakukan Ji Byung, teman sebangku Sena. Gadis berambut wavy itu lebih memilih tertidur nyenyak dua puluh menit sebelum pelajaran dimulai. Seperti yang Sena tahu, Ji Byung punya kebiasaan (atau entah hobi) begadang. Ckckck, sangat tidak sehat.

Sena mendudukkan dirinya di kursi di sebelah Ji Byung. Namun gadis yang sedang tidur terlelap itu tidak sadar ada seseorang menggeser meja, tempat gadis itu membaringkan kepalanya dengan tumpuan kedua tangannya.

Setelah lima menit Sena menduduki singgasananya, sepucuk surat dengan amplop merah jambu terulur kearahnya. Sena mengangkat wajahnya dan mengerutkan dahi.

“Sena..tolong sampaikan pada oppa-mu, ya. Please.” rengek gadis berkuncir kuda bernama Park Eun Kyo yang merupakan teman sekelas Sena. Lagi-lagi Sena hanya mampu menghela napas dan menerima amplop itu memunculkan segurat senyum manis di wajah Eun Kyo. Sena pun ikut tersenyum.

Setiap hari memang slalu ada yang mengirimi surat pada Sehun melalui Sena dengan alasan mereka akan mati konyol jika bertemu Sehun langsung. Dan biasanya semua akan berakhir di tempat sampah karena Sehun bukan sosok pria yang mau menghabiskan waktunya untuk membaca tumpukkan surat cinta.

“Oiya, Eunnie..” cegah Sena sebelum Eun Kyo kembali ke tempat duduknya.

“ada apa?”

“ini suratmu yang keberapa?”

Eun kyo tampak berpikir sejenak lalu membulatkan matanya.

“ke dua puluh! Hehe. Memang kenapa, Sena?”

“ah, tidak. Hanya bertanya saja. Kau giat sekali mendapatkan cintanya,”

Sinar mata Eun kyo meredup, meski bibirnya mengulas senyum. Ia seperti menyimpan sebuah rahasia dibalik sorot matanya yang tak mampu ditangkap oleh Sena. Bahkan gadis itu tidak mengira bahwa Eun Kyo ternyata tidak dalam keadaan baik-baik saja setelah pertanyaan tadi.

Gadis pemilik kuncir kuda itu kembali ke kursinya dan membuka buku catatannya. Matanya bergerak lincah membaca deretan huruf yang tertulis disana.

Sudah beberapa tahun terlewat. Tapi Eun kyo masih menyimpannya dengan baik.

TBC

Notes :

Annyeong Hasseo, urineun Harumi Aiko imnida ^_^

Aku sebagai Beta Reader author Kaito mewakilkannya untuk bercuap-cuap sedikit di notes ini..

Bagaimana Part 1 ini membuat kalian penasaran ?

Penasaran kenapa Eun Kyo tiba-tiba galau (?) di ending part ini ? Kalau gitu, readers tunggu aja yaa kelanjutan dari cerita ini^^

Jangan lupa tinggalkan jejak komen, saran, maupun like yaa..

Kamsahamnida 😀

Advertisements

36 responses to “Love Hate Relationship 1

  1. Pingback: Love Hate Relationship – Chapter 2 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s