THE PORTAL [ Part 2 : Big Decision ]

The Portal new

Title :

The Portal

 

Main Cast :

– A Pink’s Jung Eunji / Jung Hyerim as The Princess of Junghwa Kingdom

– INFINITE’s Lee Howon / Hoya as The Bodyguard

– A Pink’s Son Naeun / Son Yeoshin as the Good Witch

– INFINITE’s Kim Myungsoo / L as the Bad Witch

 

Genre : Fantasy, Romance, a little bit Comedy

 

Other Casts :

– CNBlue’s Jung Yonghwa as The King / Eunji’s Father

– SNSD’s Seo Joohyun as The Queen / Eunji’s Mother

– BAP’s Jung Daehyun as The First Prince / Eunji’s brother

– F(x)’s Jung Soojung / Krystal as The Second Princess / Eunji’s sister

– BtoB’s Jung Ilhoon as The Second Prince / Eunji’s Brother

 

– EXO’s Kim Jongin / Kai as the handsome mysterious person

– EXO’s Do Kyungsoo / D.O as an ordinary boy

– EXO’s Byun Baekhyun as the Prince in another Kingdom

– A Pink’s Yoon Bomi as Eunji’s foster sister

– B2ST’s Yoon Doojoon & 4Minute’s Heo Gayoon as Eunji’s foster parents

– INFINITE’s Nam Woohyun as Naeun’s foster brother

– INFINITE’s Lee Sungyeol as L’s best friend

– B2ST’s Son Dongwoon as Naeun’s Brother

– B.E.G’s Son Gain as Naeun’s Sister

– SNSD’s Kim Hyoyeon as the most mysterious witch in Junghwa

 

Rating : PG15 – NC17

Type : Chaptered

 

Before Story :

Hyerim, putri kerajaan Junghwa dan sahabatnya, Yeoshin, yang merupakan seorang penyihir mengalami masalah terberat dalam hidup mereka. Hyerim, yang telah menjalin hubungan rahasia dengan Howon, pengawal di istananya terpaksa menerima kenyataan bahwa ia akan dijodohkan dengan pangeran di negeri seberang karena kerajaannya yang nyaris jatuh miskin akibat kehilangan sebelas peti emas.

Hilangnya sebelas peti emas itu membuat Daehyun, pangeran kerajaan Junghwa mencurigai L, penyihir muda nan jahat yang selama ini menjalin hubungan terlarang dengan Krystal, putri bungsu kerajaan mereka. Kecurigaan Daehyun didasari dengan kehebatan L yang melebihi kehebatan penyihir istana mereka, Madame Sunny, yang notabene telah membuat mantra pelindung untuk peti-peti emas dalam istana. Krystal yang telah diberi penjelasan oleh Daehyun masih tak bisa percaya karena ia sudah sangat mencintai L.

Namun disaat yang bersamaan, L justru meninggalkannya begitu saja. Kemenangan penyihir muda itu dalam pertandingan sihir membuatnya mendapatkan salah satu hadiah yang tak diduga-duga. Yaitu menikah. Meski usianya masih sangat muda. Yang membuat semua orang terkejut, L tidak meminang Krystal, ia justru melamar Naeun alias Yeoshin, yang notabene merupakan penyihir yang paling dikucilkan di lingkungan penyihir karena hanya dialah penyihir yang tidak berhati jahat.

Keputusan L tentu ditolak mentah-mentah oleh Yeoshin yang membencinya sejak dahulu karena kejahatannya, namun desakan dan siksaan dari kedua kakaknya membuat Yeoshin tak berdaya dan terpaksa menerima lamaran L hingga keduanya pun melangsungkan pernikahan dalam waktu singkat.

Ketakutan Yeoshin menjadi ketika L mengiriminya mimpi yang sangat buruk semalam sebelum pernikahan mereka. Yang menjadi misteri, jika memang L yang mengirimkan mimpi itu, apakah kejadian mengerikan yang terjadi dalam mimpinya tersebut benar-benar terjadi?

 

Merasa tak sanggup dengan kehidupan yang akan ia jalani setelah menikah dengan penyihir sejahat L, membuat Yeoshin ingin melarikan diri dari lingkungan kerajaan bersama Hyerim, sahabatnya yang memiliki masalah yang sama berat dengan dirinya.

Hingga saat kedua sahabat itu mengunjungi perpustakaan istana, mereka menemukan buku misterius yang Hyerim yakini dapat menjadi jalan keluar mereka.

 

Selengkapnya :

Part 1 : I Hate My Life

 

NB : Hai hai readers. Mohon maaf author memposting ff tidak sesuai jadwal. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang bentrokan dengan jadwal biasa author posting ff, jadi maaf kalau ff ini update terlalu cepat atau mungkin terlalu lambat bagi readers yang udah penasaran, hehe.

Ada beberapa hal yang ingin author sampaikan, pertama, soal gaya bahasa author di ff ini. Di part sebelumnya author sempat menjanjikan komedi untuk part ini, tapi mohon maaf author tunda karena masih ada beberapa scene yang kalo dipaksain komedi dan nyeleneh malah jadi aneh (?). jadi semoga kalian menikmati gaya bahasa author yang sok serius dan rada ancur ini ya, wkwk #jder. Disini author juga sekalian ngetes sampe mana kemampuan author nulis serius-seriusan (?). mungkin jika plotnya nanti sudah mulai fokus di kehidupan nyata, author bisa menyelipkan komedi ^^

Terakhir, author juga mau bilang bahwa author ada kemungkinan hiatus beberapa hari lagi karena bakalan pergi mudik ._. jadi part ini sengaja author bikin panjang. And.. buat para MyungEun shipper, kalian bisa sedikit berbahagia karena part L dan Yeoshin (Naeun) di part ini lumayan banyak ^^. Yang baca pas lagi puasa it’s okay, gak ada adegan NCnya, hanya menjurus saja kok. Hehe.

Oke itu saja, happy reading !! ^^

*

 

Part : 2 >> Big Decision

 

Author POV

 

“ Jalan keluar apa yang kau maksud, Hyerim?”Yeoshin masih tidak mengerti.

“ Lihat. Judul bukunya saja Rahasia Dunia Luar, siapa tahu disini ada cara bagaimana kita bisa pergi kesana.”ucap Hyerim dengan nada optimis seraya memeluk buku tebal yang sudah agak usang itu.

“ Tapi apa kau tahu kalau buku ini kontroversial? Ini buku yang membuat penyihir bernama Kim Hyoyeon itu diusir dari lingkungan kerajaan.”

“ Aku tahu. Semua orang tahu, tapi tak ada yang tahu kalau buku ini ternyata belum dimusnahkan. Kita harus memanfaatkannya!”

“ Kau benar. Tapi kita harus tahu dulu siapa Kim Hyoyeon sebenarnya, dan mengapa bukunya ini sampai dianggap kontroversial.’”

“ Iya ya. Loh, kau tidak tahu banyak soal dia? Kau kan penyihir.”

Yeoshin menggeleng, “ Tidak. Kurasa hanya ada sedikit penyihir yang tahu siapa dia sebenarnya. Hyoyeon itu penyihir yang misterius, dan penyihir-penyihir yang tahu siapa dia sebenarnya hanyalah penyihir-penyihir yang berani meminum ramuan Identitas.”

“ Ramuan Identitas? Maksudmu?”

“ Siapapun yang meminum ramuan itu, dia akan mengetahui identitas seseorang yang ia pikirkan dengan sebenar-benarnya dan se-detail-detailnya. Tapi hanya sedikit yang mau meminum ramuan itu. ramuan itu luar biasa pahit dan rasa pahitnya tidak hilang berhari-hari.”

“ Apa kau bisa membuat ramuan itu, Yeoshin?”

“ Kau mau meminumnya??” Yeoshin bertanya balik, Hyerim mengangguk yakin.

“…kau serius?? Aku yakin kau tidak akan kuat meminumnya, aku saja tidak pernah berani menyicipinya barang setetes.”

Hyerim mengangguk, “ Aku sudah terlanjur penasaran tentang siapa Kim Hyoyeon sebenarnya, dan mengapa buku ini dianggap kontroversi. Jadi.. aku yakin mau meminumnya. Kau bisa membuatnya, kan?”

“ Aku bisa. Tapi aku kasihan padamu..”

“ Dan aku lebih kasihan pada nasib kita, Yeoshin. Kalau kita berhasil memanfaatkan buku ini dan mengetahui siapa Hyoyeon sebenarnya, kita punya harapan untuk melarikan diri dari semua ini. Percaya padaku.” Hyerim menepuk bahu sahabatnya itu dan tersenyum optimis, “…jadi sekarang, buatkan aku ramuan itu, dan kita akan tahu siapa Kim Hyoyeon sebenarnya.”

Yeoshin mengangguk pelan, “ Baiklah, aku akan membuatkannya.”

***

 

“ Hei bodoh!! Sedang apa kau disini!”

Yeoshin tersentak, Dongwoon dan Gain berdiri dibelakangnya dengan bertolak pinggang. Sial, mengapa ia harus dipergoki disaat-saat seperti ini?

“ …L pasti sedang menunggumu di rumah. Mengapa kau malah pulang kesini!?”mereka bertanya lagi dengan nada yang lebih tinggi.

“ Aku mencari.. tongkatku. Tongkat sihirku hilang.”jawab Yeoshin pelan, matanya masih terus mendelik ke seluruh penjuru kamar sumpeknya. Semua barang telah ia hamburkan untuk mencari batang mungil itu, namun tak juga ia temukan.

“ Tongkatmu hilang!? Bagaimana bisa!? Dasar ceroboh!” Gain menoyor kepala Yeoshin, gadis itu hanya bisa menunduk.

“ Biar sajalah. L akan mengajarinya menyihir dengan tangan kosong.”ucap Dongwoon, “…Gain, kau lupa kalau adik kita yang bodoh ini sudah punya suami yang hebat, tampan, dan kaya?”

“ Oh ya! aku lupa.. tapi mengapa dia masih ada disini? Haruskah kita mengusirnya?” jawab Gain sembari tertawa licik.

“ Tentu saja.”

 

BRUKK!!!

Hanya dengan satu mantra yang diucapkan oleh Dongwoon dan Gain, Yeoshin terlempar keluar rumah dan terbaring di tanah depan pintu. Rasa sakit menjalari punggung dan lengan kanannya yang keseleo. Dengan setengah mati ia berusaha berdiri, selain kesakitan, ia juga kesulitan karena masih memakai gaun pengantin hitamnya. Ck, mimpi buruk macam apa ini. Jika ia ditakdirkan menikah dengan lelaki yang baik, ia tentu memakai gaun putih, bukan gaun hitam seperti ini.

Sepasang kaki tiba-tiba muncul di depan matanya, kaki panjang itu milik L.

“ Siapa yang menyuruhmu pulang kesini, hah? Tahu rasa kau. Sakit kan? hahaha.”ia tertawa sinis, namun setelah itu mengulurkan tangannya dan membantu Yeoshin berdiri.

“ Sedang apa kau disini?” tanya Yeoshin langsung, sedikit menjaga jarak juga karena meski sekarang ia sudah menjadi istri L, ia masih trauma dengan mimpinya semalam.

“ Seorang penyihir yang baik sepertimu seharusnya berterimakasih dulu setelah ditolong.”

“ Huh. Baiklah, terimakasih. Sedang apa kau disini?” Yeoshin mengulang pertanyaannya.

“ Aku disini bukan karena ingin mencari istriku. Tetapi ingin memastikan, apakah istriku ini sedang mencari tongkat sihirnya.”lelaki itu berucap sembari tersenyum sinis, membuat Yeoshin terkejut setengah mati. Bagaimana bisa L tahu tongkatnya hilang?

“ Ya. Tongkat sihirku hilang. Kau tahu.. dimana?”

“ Ikut aku.”

***

 

Hyerim masih duduk di pojok perpustakaan kerajaan seorang diri, menunggu Yeoshin yang harus membuat ramuan Identitas untuknya di rumah. Ia membuka selembar demi selembar buku tebal kontroversial itu, hingga gambar sebuah lubang hitam yang besar menarik perhatiannya.

“ Portal menuju dunia luar, dunia yang sesungguhnya?”

Rasa penasaran Hyerim semakin menjadi-jadi, namun ia tak jadi membuka lembaran selanjutnya ketika Madame Sunny terlihat memasuki perpustakaan, ia tak boleh tahu Hyerim memegang buku terlarang ini. Karena tak tahu harus berbuat apa, gadis itu melempar bukunya ke sembarang arah hingga buku tebal itu akhirnya terlempar keluar dari jendela perpustakaan.

 

BUK!!!

“ Aw!”

Bersamaan dengan itu terdengar rintihan seorang lelaki di bawah jendela. Jangan-jangan..

Hyerim mengangkat gaunnya dengan susah payah, melepas sepatu tingginya dan buru-buru berlari menuju lantai bawah.

Howon terlihat tengah memegangi kepalanya yang kesakitan, ternyata ia sedang berjaga di lorong lantai bawah.

“ Ck, buku apa ini?? Tebal sekali.”

Meski sedikit ragu, Hyerim berlari kearahnya dan buru-buru mengambil buku tersebut sebelum Howon membukanya.

“ Ya!! jangan diamb… eh. Maaf, Tuan Putri.” Howon langsung membungkukkan badannya sembilan puluh derajat, berusaha bersikap wajar selayaknya seorang pengawal.

Hyerim masih diam menatapnya, berharap ia akan berbicara tentang masa depan hubungan mereka yang terancam oleh perjodohan Hyerim. Namun Howon memilih bisu dan hanya mampu berkontak mata dengan sang putri, hingga suasana hening tercipta beberapa saat.

GREP~

Mungkin karena sudah tak tahan, Hyerim mendekat dan memeluk Howon dengan erat. Bahkan amat erat hingga Howon sedikit merasakan sesak sebab seragamnya sangat kaku dan panas. Namun Howon menikmatinya, ini lebih baik daripada harus melepas gadis itu untuk orang lain yang belum ia ketahui pasti siapa orangnya.

“ Katakan sesuatu, Howonie.. jangan diam begini! Kumohon..” Hyerim sedikit memukulnya dan mulai menangis, “…aku mencintaimu, apa kau tidak menyadarinya?!”

“ Aku tahu, Hyerim. Aku juga mencintaimu, tapi..”

“ Tapi apa!?”

“ Aku.. tidak tahu.”

“ Hiks..” Hyerim semakin menangis, membuat Howon semakin merasa bersalah, ia hanya bisa membalas pelukan gadis itu dan mengelus punggungnya dengan pelan. Ia sendiri tak tahu apa yang harus ia perbuat. Ia hanya seorang pengawal, jika ia berani berbuat macam-macam atas Hyerim, niscaya kedua orangtuanya yang juga menjadi pekerja di istana akan digantung oleh Raja Yonghwa.

“…jangan bilang tidak tahu. Kumohon, Howon. Aku yakin kau bisa mengatasi ini semua. Katakan padaku apa yang harus kita lakukan..” ucap Hyerim dengan masih diiringi tangisan pilunya, membuat Howon semakin kesulitan berpikir.

“ Mungkin ini yang terbaik untukmu, Jung Hyerim.”lelaki itu berucap pasrah, membuat Hyerim sedikit tersentak.

“ Apa maksudmu!?”

“ Seharusnya sejak dulu aku sadar. Kita tak mungkin bersama. Aku tidak pantas untukmu. Ini salahku, Hyerim. Aku minta maaf.. aku….”

“ Katakan sekali lagi!!” Hyerim menatapnya dengan penuh rasa marah, “…aku benci ucapanmu. Aku tahu ucapan itu tidak berasal dari hatimu, aku tahu!”

“ Aku serius, Hyerim. Kau sudah sepantasnya bersanding dengan seorang pangeran. Bukan dengan…..”

“ Dengan pengawal sepertimu? Aku tidak peduli. Aku hanya ingin bersamamu!”

“ Tanpa seizin takdir, itu tak akan terjadi, Hyerim.”

“ Selama pernikahanku belum terjadi, kita masih bisa merubahnya. Jika kau tidak mau, aku sendiri yang akan merubahnya.” Hyerim melepas pelukannya dan menghapus airmatanya.

“…aku tahu yang kau ucapkan barusan bukanlah jawaban dari hatimu. Aku masih bisa merasakan cinta di antara kita. jadi, jika kau masih mencintaiku, dan jika kau masih mau mendengar nyanyianku, temui aku di lorong penjara jam dua belas nanti dan berikan jawabanmu yang sesungguhnya.”

Tanpa menunggu jawaban Howon, Hyerim pun berbalik, memeluk bukunya dengan erat dan kembali ke perpustakaan seraya menahan airmatanya yang masih saja menitik tanpa terkendali.

*

 

Dengan terpaksa Yeoshin masih mengikuti langkah L yang membawanya ke sekolah yang teramat sepi malam itu. Memang, sekolah mereka tak memiliki penjaga karena kepala sekolah sudah melindunginya dengan mantra yang membuat siapapun tak bisa memasukinya di malam hari. Kecuali L tentunya, yang bisa mematahkan mantra semua penyihir yang ada di negeri ini.

 

“ Mengapa kau membawaku kesini?” Yeoshin bingung karena L membawanya ke laboratorium khusus untuk membuat ramuan.

“ Aku memberimu waktu untuk mengingat sesuatu. Sambil melihat ini.”jawab L sembari menunjuk beling-beling yang berserakan di lantai laboratorium dengan senyum liciknya.

Yeoshin tersentak, benar-benar tersentak. Jelas, ia mengingat semuanya. Mimpi itu.

“ Aku.. aku tahu.. aku..” Yeoshin mendadak gemetar, “…jangan bilang apa yang terjadi dalam mimpi itu benar-benar…..”

“ Jadi sekarang kau tahu kan dimana tongkatmu?” potong L, ia nampak senang melihat Yeoshin yang terlihat ketakutan sekarang, “…mengapa wajahmu menjadi pucat begitu, sayang? Kau takut padaku, hm?”

“ Kembalikan tongkatku..” ucap Yeoshin pelan, ia terpaksa memintanya meski ia sudah takut setengah mati. Tetapi ia tidak bisa hidup tanpa tongkat sihir, ia harus memilikinya meski ia tak tahu bagaimana, pasalnya ia masih ingat dalam mimpi buruknya tongkat itu dirampas dan dilempar oleh L ke perapian hingga terbakar habis.

“ Kau lupa kalau tongkatmu itu sudah terbakar?”

“ Aku tidak peduli. Pokoknya kembalikan! Sesulit apapun caranya, tongkat itu harus kembali padaku!” Yeoshin memaksa sekarang, tak peduli betapa bahayanya membentak penyihir sehebat L.

“ Bagiku tidak ada yang sulit.” Lelaki itu tersenyum sinis, ia berjalan menuju perapian dan tanpa rasa takut sama sekali ia memasukkan tangannya ke dalam sana dan mengambil salah satu bara apinya yang masih menyala lalu meremas bara tersebut hingga berubah menjadi sebuah tongkat.

Yeoshin menatapnya dengan begitu takjub dan tak percaya. Bagaimana L melakukannya? Lelaki itu bahkan tidak menggunakan tongkat sihirnya untuk melakukan hal sehebat itu. Yeoshin rasa L satu-satunya penyihir yang bisa mengembalikan benda terbakar tanpa tongkat dengan cara ekstrim seperti ini.

Baiklah, Yeoshin tak sudi lagi mengagumi lelaki itu. Tanpa basa-basi ia langsung berusaha meraih tongkat sihirnya yang sudah kembali, namun L menjauhkannya.

“ Apa lagi!? Kembalikan padaku!”

“ Baiklah, dengan satu syarat.”

“ Syarat.. apa?”

“ Let’s make that dream become true, baby..”

Yeoshin terkejut, ia menggeleng kuat-kuat dan mundur selangkah demi selangkah, namun L maju mengikutinya. Tatapan lelaki itu membuat Yeoshin merasa ingin mati saja, ia tak ingin merasakan apa yang terjadi dalam mimpi itu lagi, ia terus menunduk dan melindungi tubuhnya.

“ Jangan khawatir, sayang. Aku tidak akan melakukannya dengan kasar..”

Yeoshin masih menggeleng, meski ia tahu ini sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri, ia tak akan pernah sudi melakukannya.

“…bukankah kau bilang barusan, sesulit apapun caranya, tongkat ini harus kembali padamu? Ini tidak sulit, kan?” L berusaha bersikap lembut, namun Yeoshin tahu ini hanya tipuan belaka, Yeoshin tahu L akan memperlakukannya lebih kasar dari mimpi itu.

“…ya sudah kalau kau tidak menginginkan tongkat ini. Padahal aku sudah mengembalikannya. Lebih baik aku buang lagi saja.” L mengancam sekarang, ia bersiap melempar tongkat Yeoshin ke perapian lagi.

“ Andwae!” tahan Yeoshin, “…baik..aku mau melakukannya. Tapi aku tak ingin disini.”

Senyum puas mengembang di wajah tampan L, dengan tak sabaran ia meraih tangan Yeoshin dan mengajak gadis itu keluar.

“ Ayo kita lakukan di rumah.”

Yeoshin mengangguk saja, semoga lelaki itu tidak tahu bahwa saat ini ia sedang menipu. Gadis itu berpikir jika ia sudah mendapatkan kembali tongkat sihirnya ia bisa sedikit melawan dan kabur setelahnya.

“ Berikan tongkatku.”tagih Yeoshin kemudian.

L menyerahkannya, namun ketika Yeoshin baru saja hendak menyentuh benda itu, dengan tanpa beban L melemparnya lagi ke perapian hingga benda itu kembali terbakar.

“ L !!! apa yang kau lakukan???” Yeoshin terkejut setengah mati, ia hendak mengambil kembali tongkatnya namun tangannya sudah terlanjur berada dalam genggaman L dan ia tak bisa lagi lari dari lelaki itu.

“ Kau kira aku tidak tahu kalau kau sedang menipuku? Makanya, jangan macam-macam padaku, Son Naeun.” L tertawa sinis lalu menariknya dengan kasar, “…jangan pikirkan tongkatmu lagi, sekarang kita harus segera ke rumah untuk melakukannya.”

“ TIDAK!!!!!!!!”

*

Dengan rasa takut yang semakin menjadi-jadi, Yeoshin memasuki rumah mereka. Rumah yang dibuat oleh L hanya dalam waktu lima belas menit saat pertandingan sihir kemarin. Bangunan dengan arsitektur klasik itu sangat megah namun tetap saja seperti penjara yang mengerikan bagi Yeoshin, semegah apapun rumah yang akan ia huni, ia tak akan mau menghuninya jika harus bersama L.

Gadis itu memasuki dapur ramuan di rumah mereka ketika L memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Ini bisa menjadi kesempatan emas baginya untuk melarikan diri, namun ia ingat ia harus membuat ramuan Identitas dulu untuk Hyerim. Maka itu dengan terburu-buru Yeoshin mulai membuat ramuannya, malam ini juga ia harus melarikan diri dan menguak isi buku yang ditemukan oleh Hyerim, dengan harapan agar bisa melarikan diri dari L, bahkan dari negerinya.

“ Sial. Aku baru ingat ramuannya harus ditunggu sepuluh menit!” Yeoshin mengacak-acak rambutnya dengan gusar, seandainya saja ia memegang tongkatnya sekarang, ia bisa membuat ramuannya lebih cepat larut dan tercampur.

Yeoshin memutar otaknya, hingga ide yang cukup brilian muncul dibenaknya. Ia ingin mencuri tongkat sihir L. Dengan hati-hati, gadis itu keluar dari dapur dan berjalan menuju kamar mereka.

Dengan sedikit panik, Yeoshin mulai memeriksa setiap tempat penyimpanan barang di kamar mereka yang sangat luas, hingga tak sengaja matanya menangkap sebelas peti berjajar di sudut kamar.

Peti emas kerajaan. L benar-benar mencurinya dari istana. Yeoshin geram, tentu karena hilangnya peti-peti inilah Hyerim terpaksa dijodohkan agar keluarga kerajaan tidak jatuh miskin. Yeoshin semakin berapi-api untuk mencari tongkat sihir L, ia tentu bisa mengembalikan peti-peti ini ke istana jika sudah memegang tongkat sihir.

Namun sial, ketika Yeoshin hendak melanjutkan pencariannya, sosok tampan L sudah berdiri di belakangnya, menertawainya dengan sinis.

“ Kenapa, Yeoshin? Kau tidak menyangka kita punya kekayaan sebanyak itu?”

“ Mengapa kau mencurinya!?” tanya Yeoshin geram, “…gara-gara ini Hyerim terpaksa harus dijodohkan.”

“ Haha. Itu bukan urusanku. Aku mencurinya karena keluarga kami menginginkannya, dan tentu saja karena aku ingin menikmati kekayaan ini bersama orang yang aku nikahi..”

Pantas saja Dongwoon dan Gain begitu memaksa Yeoshin untuk menikah dengan lelaki brengsek ini, ternyata karena ini. Ternyata mereka sudah tahu L yang mencuri peti-peti emas ini. Tentu saja, siapa yang tidak tergiur dengan emas sebanyak ini? Mungkin Yeoshin, ia tak akan pernah mau menyentuh emas-emas milik keluarga Hyerim, ia lebih memilih hidup miskin daripada berbahagia diatas penderitaan sahabatnya.

“ Aku akan laporkan pada semua orang di istana kalau kau yang telah mencurinya!”ucap Yeoshin geram.

“ Wow. Kau rajin sekali. Silahkan laporkan, emas ini tak akan bisa kembali juga. Aku sudah melindunginya dengan mantra yang jauh lebih kuat dari mantra Madame Sunny. Siapapun yang berani mengambil peti-peti ini dariku, mereka akan langsung mati.”

“…kecuali kau, sayang. Kau boleh menggunakan emas ini sesuka hatimu.” L mengelus pipi Yeoshin, gadis itu segera menepisnya dengan kasar.

“ Jadi kau menikahiku agar aku bisa menikmati emas-emas ini? Asal kau tahu, aku lebih memilih hidup miskin daripada harus menikmati harta sahabatku sendiri!”ucap Yeoshin keras.

“ Kau salah. Aku mencurinya agar kedua kakakmu yang gila harta itu memaksamu untuk menikah denganku, dan ternyata berhasil.”

“ Jadi sebenarnya apa alasan utamamu menikahiku, L? mengapa harus aku yang kau pilih? Mengapa bukan Krystal?! Bukankah selama ini kau selalu menghinaku? Sekarang mengapa kau justru…….” tanya Yeoshin dengan emosi tertahan, L memegang kedua tangan Yeoshin di depan dadanya dan menatap gadis itu tajam.

“ Jangan sebut nama Krystal lagi didepanku. Tujuanku mencuri emas dari istananya sudah terlaksana, jadi aku tak akan mengenalnya lagi.”ucap L dingin, “…aku menikahimu dengan tiga alasan.”

“ Apa saja?!”

“ Pertama, karena aku ingin merubahmu menjadi penyihir yang jahat. Aku melakukannya agar tidak ada lagi penyihir baik hati yang tersisa di negeri ini. Aku muak melihat sikapmu yang terlalu baik dan tidak pernah mencelakai orang lain. Aku ingin merubahmu menjadi penyihir yang sesungguhnya.”

Yeoshin menggeleng cepat, “ Bagiku, penyihir yang sesungguhnya tak harus bersifat jahat. Jadi kau tak akan pernah bisa merubah diriku sehebat apapun dirimu!”

“ Aku akan melakukan apapun untuk itu.”

“ Silahkan lakukan, aku tidak takut dan aku akan tetap pada pendirianku. Lalu apa alasan keduanya!?”

“ Kau benar-benar mau tahu?”

Yeoshin mengangguk yakin, matanya membesar seketika saat melihat L yang tiba-tiba membuka semua kancing kemeja hitamnya dan menampakkan dada telanjangnya didepan Yeoshin. Lelaki itu menatapnya tajam, seakan memberinya kesempatan untuk menebak mengapa ia melakukan hal itu.

“ Kau.. kau punya dua tato?” ucap Yeoshin tak percaya sembari menatap kedua tato hitam berbentuk akar yang ada di leher dan dada L secara bergantian. Selama ini lelaki itu hanya menampakkan tato di lehernya saja sehingga semua orang menganggapnya penyihir terhebat di negeri ini.

Ya, Yeoshin tahu, dalam dunia sihir, penyihir mana yang sejak lahir memiliki tato berbentuk akar di tubuhnya, itu artinya ia adalah penyihir terhebat. Jika penyihir tersebut memiliki tiga tato seperti Madame Sunny, itu artinya ia adalah penyihir terhebat nomor tiga di negerinya. Jika L ternyata memiliki dua tato di tubuhnya, bukankah itu berarti ia hanyalah penyihir terhebat nomor dua di negeri ini? Siapa penyihir yang lebih hebat darinya? Yang hanya memiliki satu tato di tubuhnya? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Yeoshin, selama ini L menipu banyak orang dengan mengaku sebagai penyihir nomor satu di negeri ini hanya dengan satu tato yang ada di lehernya, kenyataannya ia menyembunyikan satu tato lagi di dadanya.

“ Sekarang kau tahu apa alasan keduanya?” tanya L pelan dan setengah berbisik. Yeoshin menggeleng karena masih tak tahu apa hubungan dirinya dengan dua tato di tubuh L.

“…aku menjadi penyihir nomor dua karena aku punya satu kekurangan. Dan kau adalah satu-satunya orang yang mampu melengkapi kekuranganku itu.”jelasnya seraya mengelus pipi Yeoshin pelan. Yeoshin semakin tidak mengerti, mengapa dia? Bukankah dia hanya penyihir biasa?

“ Kekurangan apa yang kau maksud?”

“ Kau adalah penyihir yang paling ahli dalam membuat semua jenis ramuan. Sedangkan aku, aku sama sekali tidak bisa membuat satu jenis ramuan pun, itulah kekuranganku.”

Yeoshin terkejut, ternyata penyihir hebat didepannya ini sama sekali tidak bisa membuat ramuan. Padahal pekerjaan itu adalah hal paling sederhana dan mudah bagi Yeoshin.

“…jadi aku akan mengambil pengetahuan tentang ramuan yang ada di otakmu. Dengan begitu, aku tak akan lagi memiliki kekurangan, dan aku akan menjadi penyihir terhebat di negeri ini. Hahahaha..”  L tertawa licik, membuat Yeoshin semakin geram.

“ TIDAK!! Aku tidak akan pernah sudi dimanfaatkan olehmu! Dasar jahat!” Yeoshin berontak, ia memaksakan dirinya untuk berlari, namun L menahannya kuat-kuat.

“ Aku belum selesai, bodoh! Aku tidak mungkin memanfaatkanmu begitu saja! Karena aku masih punya alasan terakhir mengapa aku menikahimu.”

Yeoshin terdiam sejenak, “ Apa alasan terakhirmu?”

“ Alasan terakhirku adalah…”

“ Apa!?”

“ Aku menikahimu karena..” L masih menggantung kata-katanya,mencoba melawan rasa gugup yang menyerangnya secara tiba-tiba. Ia lantas menatap gadis didepannya itu dengan begitu dalam.

“…aku mencintaimu, Son Yeoshin.”

***

 

Teruntuk Raja Jung Yonghwa, Ayahku yang adil dan bijaksana. Ratu Seo Joohyun, Ibuku yang baik dan lembut hatinya. Pangeran Jung Daehyun, kakakku yang tegas dan gagah berani. Pangeran Jung Ilhoon, adikku yang lucu dan menggemaskan, dan Putri Krystal Jung, adikku yang cantik dan anggun.

Bersama surat yang kugoreskan bersama tinta dan pena dari bulu angsa ini, aku, Jung Hyerim, ingin mengucapkan rasa terimakasih dan rasa maafku, juga salam perpisahan.

Terlahir menjadi seorang putri raja adalah hal yang amat terhormat bagiku, meski harus kuakui, aku seringkali mengeluh dengan segala jenis peraturan yang mengikat diriku. Aku minta maaf karena aku sering melanggarnya. Ini bukan berarti aku tidak puas dengan segala kemewahan fasilitas yang kalian berikan untukku, tapi hal itu semata-mata aku lakukan karena aku menginginkan satu hal sederhana, yakni kebebasan.

Hingga suatu ketika, aku menemukan sesuatu yang bisa merubah kejenuhanku menjadi suatu kebahagiaan yang berbeda. Keinginanku untuk bebas dan melalang buana di luar istana musnah sudah karena sesuatu itu, yang membuatku lebih betah berdiam diri di istana.

Sesuatu itu.. cinta. Cinta pertamaku. Kalian harus tahu Putri Jung Hyerim yang tomboy ini sudah beranjak dewasa dan sudah menemukan cinta pertamanya. Meski maaf, aku tidak bisa menuliskan siapa cinta pertamaku itu. Aku masih ingin melindunginya. Yang jelas, aku sangat mencintainya. Ia satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hatiku hanya dengan satu tatapan pertama.

Aku begitu bahagia semenjak aku menemukan cinta pertamaku itu. Tapi mengapa aku harus merasakan kebahagiaan itu dalam waktu yang benar-benar singkat? Disaat aku sedang berada di puncak kasmaran, aku dijodohkan dengan seorang pangeran yang bahkan sampai saat ini tak kuketahui seperti apa wajahnya. Aku merasa berada dalam masalah besar. Di satu sisi, aku ingin menyelamatkan kekayaan kerajaan kita, tetapi di satu sisi, aku benar-benar tak sanggup meninggalkan orang yang aku cintai.

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah, meninggalkan keduanya dan kembali pada obsesi lamaku, yakni kebebasan.

Aku akan pergi ke tempat yang jauh. Ke tempat yang sekiranya disana aku tidak akan menemui masalah semacam ini. Aku akan memulai hidup baru tanpa predikat putri raja, aku ingin menjadi orang biasa dan membiarkan hidupku mengalir apa adanya bersama Yeoshin, sahabat sehidup sematiku yang kini punya masalah yang tak kalah berat dariku.

Jeongmal mianhaeyo, aku melakukan semuanya dengan terpaksa karena aku tak sanggup jika harus menikah dengan orang lain dan melukai orang yang aku cintai, meski ia juga tentu akan sedih karena aku meninggalkannya. Tetapi aku yakin pada kekuatan cinta, jika kami berjodoh maka kami akan dipertemukan lagi di waktu dan tempat yang tidak diduga-duga.

Aku akan selalu merindukan Ayah, Ibu, Daehyun oppa, Ilhoonie, dan Krystallie. Berat rasanya meninggalkan kalian, tetapi tekadku ini sudah bulat. Tolong jangan cari aku, percayalah aku baik-baik saja..

Maafkan segala kesalahan yang pernah kuperbuat, aku mencintai kalian semua, aku mencintai seluruh rakyatku. Tolong doakan aku dan Yeoshin agar kami bisa hidup bahagia di luar sana.

 

Yang akan selalu merindukan kalian,

Jung Hyerim

 

Hyerim menyeka airmata yang sudah melumuri seluruh pipinya, ia meletakkan pena bulu angsanya dan menutup botol tintanya, setelah itu melipat surat yang ia tulis di kertas kaku itu.

Entah, ia benar-benar yakin bisa pergi bersama Yeoshin meski mereka belum tahu bagaimana caranya membuat lubang besar menuju dunia nyata itu. lagipula jika mereka belum tahu caranya, Hyerim tetap ingin pergi meninggalkan istana. Maka itu, mumpung masih ada waktu, ia menyempatkan diri menulis surat untuk keluarganya di menara istana seraya menunggu Yeoshin yang tak kunjung datang. Perasaannya mulai tidak enak, sepertinya Yeoshin sedang dalam bahaya. Tetapi apa yang bisa ia lakukan?

**

Yeoshin masih dalam diam, membiarkan dirinya terlarut dalam tatapan tajam L yang baru saja mengatakan cinta kepadanya. Ia mendadak kaku dan gugup, akal sehatnya masih berusaha mempercayai perkataan lelaki jahat didepannya itu. Bahkan dengan bodohnya ia mulai memejamkan matanya ketika L mendekati bibir cherrynya, apakah lelaki itu telah menghipnotisnya?

BRUK!

Sebelum L menyentuh bibir Yeoshin, dengan sekuat tenaga gadis itu mendorongnya.

“ Aku tidak akan pernah percaya perkataanmu!” pekik Yeoshin keras dan tegas, membuat emosi L mulai tersulut. Lelaki itu langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.

“ Apa yang harus kulakukan untuk membuktikannya?” tanya lelaki itu berbasa-basi dengan nada mengancam. Yeoshin mulai ketakutan, ia takut mimpi buruknya akan terjadi.

“ Lepaskan aku, L!” Yeoshin berusaha meloloskan dirinya dari L yang berada diatasnya dan memenjara dirinya, tubuhnya mulai terasa merinding dan seluruh permukaan kulitnya meremang ketika L mulai menyentuh pipinya dan tersenyum jahat kearahnya.

“ Tidak akan. Kau tidak akan bisa pergi dariku, sayang..”

“ Psycho!!” teriak Yeoshin keras, airmatanya mulai berjatuhan karena takut. Tatapan L nampak berbeda dari biasanya, tatapan penuh nafsu itu, mengingatkan Yeoshin pada mimpi buruknya.

“ Terserah. Aku memang sudah gila karenamu, Son Yeoshin. Sayangku, istriku.. kau milikku. Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhmu kecuali aku..”

Yeoshin semakin takut, L kini menindih tubuhnya dan mulai berusaha memperkosanya. Lelaki itu benar-benar sudah gila. Ternyata selama ini ia terobsesi pada Yeoshin. Secara fisik ia bahkan mendekati sempurna dengan tubuh tinggi dan wajah tampannya, namun tetap saja menyeramkan bagi Yeoshin. Ia tidak sanggup menghadapi L.

“ Andwae!!!!!!!” Yeoshin terus melakukan perlawanan, tekadnya untuk melepaskan diri sudah sangat kuat, dengan susah payah, Yeoshin berguling dan menggerakkan tangannya lalu meraih tongkat sihir yang ada di balik punggung L, setelah itu dengan sigap ia mundur dan segera turun dari tempat tidur mereka sembari menodongkan tongkat tersebut kearah L dengan gemetaran.

“ Kembalikan!!!” lelaki itu depresi mendadak ketika tahu tongkatnya dicuri, Yeoshin menggeleng cepat, tanpa menunggu waktu lagi ia mengucap mantra sembari menggerakkan tongkatnya ke arah L hingga dalam sekejap lelaki itu jatuh dan tertidur.

Yeoshin segera berlari menuju dapur dan memasukkan ramuannya yang sudah jadi ke dalam botol. Setelah itu dengan menggunakan tongkat L, ia menghilang dan muncul di menara istana kerajaan, menemui Hyerim.

***

GUBRAK!!

“ Yeoshin!!!” Hyerim terkejut dengan kedatangan Yeoshin yang tiba-tiba, ia segera menolong Yeoshin yang muncul dari atas dan terjatuh ke lantai.

“ Aishhh..” Yeoshin meringis. Sebelumnya ia tidak pernah menghilang untuk berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya, dan ketika baru kali ini ia mencoba, ia langsung terjatuh, tentu saja karena ia belum menguasai cara berpindah tempat yang benar.

“ Kenapa lama sekali? Eh.. kau kenapa!?” Hyerim semakin khawatir mellihat Yeoshin yang datang dalam keadaan berantakan dan pucat pasi.

“ Kita tidak punya waktu untuk membicarakannya. Ini, kau benar-benar mau meminumnya?” Yeoshin mengeluarkan botol ramuannya.

Hyerim mengangguk cepat, “ Aku tidak sabar ingin mengetahui siapa Kim Hyoyeon.”

“ Kajja, buka. Kau harus habiskan semuanya, kalau hanya minum sedikit sihirnya tidak akan bekerja. Tapi itu pahit sekali..” Yeoshin masih sedikit tidak yakin, ia tidak tega jika Hyerim harus meminum ramuan pahit luar biasa itu.

Hyerim segera membuka botolnya dan meminum cairan berwarna hijau pekat itu. Baru saja setetes cairan itu mengenai lidahnya, wajah putri raja itu langsung berkerut dan matanya berkaca-kaca saking tak tahan dengan rasa pahitnya.

“ Kalau tidak sanggup sebaiknya tidak us.. H.. Hyerim!” Yeoshin terkejut karena Hyerim begitu nekat, ia meneguk ramuan tersebut sampai habis. Hingga..

BRUK!!!!!

Hyerim jatuh pingsan seketika, Yeoshin panik, namun saat baru saja ia hendak menolong Hyerim, sahabatnya itu berbicara dalam keadaan tak sadarnya.

“ Kim Hyoyeon..” ucap Hyerim pelan dengan mata yang tetap tertutup. Sepertinya ia sudah mengetahui identitas asli penyihir bernama Hyoyeon itu, sihir dalam ramuannya bekerja!

Yeoshin menunggu ucapan Hyerim yang selanjutnya.

“…Kim Hyoyeon, penyihir berusia empat puluh tahun.. diusir dari negeri Junghwa sepuluh tahun yang lalu karena buku karangannya. Rahasia Dunia Luar, buku karangannya itu dianggap menyesatkan karena dapat membuat orang-orang yang membacanya melarikan diri ke dunia nyata, dunia manusia biasa..”

“ Lalu bagaimana dengan ciri-cirinya?”tanya Yeoshin pelan.

“ Nyaris seperti orang biasa. Ia.. punya satu tato berbentuk akar di perutnya.”

“ Apa!!??” Yeoshin terkejut. Jadi penyihir nomor satu di negeri ini ternyata adalah wanita bernama Hyoyeon itu? lantas mengapa ia tidak melakukan perlawanan saat diusir dari lingkungan kerajaan? Ini membingungkan.

“ Dan dia adalah.. adik dari Kim Taeyeon.”

“ Benarkah!!?” Yeoshin semakin terkejut. Kim Taeyeon adalah ibu L, jadi.. Hyoyeon adalah tante L? sungguh mengejutkan, penyihir nomor satu dan nomor dua adalah satu keluarga.

“ Tetapi keluarganya membencinya. Terutama Taeyeon, ia iri karena Hyoyeon yang ditakdirkan menjadi penyihir terhebat, meski anaknya, L, telah menjadi penyihir nomor dua. Taeyeonlah yang mengumumkan pada semua orang bahwa buku karangan Hyoyeon menyesatkan, Raja setuju dan mengusir Hyoyeon. Anehnya, meski ia penyihir yang sangat hebat, ia pasrah dengan pengusirannya dan pergi, memulai hidup barunya di dunia nyata melalui portal yang ia buat dengan ramuan dan mantranya sendiri..”

Yeoshin termangu mendengarnya. Ia tidak menyangka ini semua ada hubungannya dengan keluarga L.

“ Lantas.. dia tinggal dimana sekarang?”

“ Ia sudah kembali dan tinggal di dalam hutan.”jawab Hyerim, Yeoshin semakin terkejut, berbagai pikiran langsung menghinggapi otaknya.

Tak lama setelah itu Hyerim membuka matanya dan memijat kepalanya yang sakit karena terbentur lantai juga membuang salivanya berkali-kali karena masih kepahitan dengan ramuan yang ia minum.

“ Aku tahu apa yang harus kita lakukan sekarang!!”ucap Yeoshin berapi-api, ia mengayunkan tongkat sihirnya hingga sebuah tas muncul di tangannya, “…barang-barang ini saja yang aku bawa. Ayo kita pergi sekarang juga!”

“ A..apa?? pergi??? aku belum bersiap-siap.”ucap Hyerim polos, “…lagipula kita mau kemana? Kau sudah tahu bagaimana caranya membuat portal itu?”

“ Cepat bersiap-siap! Aku belum tahu bagaimana cara membuat portalnya, makanya malam ini kita ke hutan dan menemui Hyoyeon, meminta bantuannya.”

“ Hah?? Kau serius???”

“ Nde!! Kajja!!! Bersiap-siap sana! Aku tunggu kau di pintu belakang istana.”

Hyerim mengangguk, ia segera melepas sepatu tingginya dan berlari kencang menuju kamarnya.

 

“ Son Yeoshin! Aku tahu kau ada disana! Kau tidak bisa lari dariku!”

Baru saja Yeoshin hendak menghilang, suara seorang lelaki dari bawah menara mengejutkannya.

“ L !? bagaimana bisa dia sudah bangun??” Yeoshin terkejut bukan kepalang, padahal tadi ia menyihir L agar lelaki itu tidur selama dua belas jam. Tetapi sekarang lelaki itu sudah bangun dan menyusulnya. Baiklah, Yeoshin sadar sihir itu tidak berlaku bagi penyihir sehebat L.

Dengan buru-buru Yeoshin membaca mantranya untuk menghilang dari menara, namun anehnya ia tidak juga menghilang dari tempat itu, bahkan sekarang kakinya terasa kaku seperti patung hingga ia tak bisa berlari keluar. Ia melihat ke bawah sekali lagi, L menyentuh dinding menaranya, mencegah Yeoshin untuk menghilang.

Sial, Yeoshin juga baru sadar L bisa menyihir dengan tangan kosong seperti itu. Sekarang apa yang bisa ia lakukan?

*

Hyerim memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas dengan terburu-buru. Ia melirik jam, sudah pukul 12 malam. Ia ingat bahwa ia akan menemui Howon sebelum ia pergi.

Hyerim meletakkan surat yang sudah ia tulis di atas meja kamarnya, dan mengeluarkan sebuah kaca yang ada di saku roknya. Kaca yang menghubungkannya dengan sang pangeran yang dijodohkan dengannya.

“ Apa aku harus membawanya?” pikir Hyerim sembari menatap kaca itu. Hingga setelah berpikir beberapa saat, ia memilih untuk meletakkan kaca itu di samping suratnya.

“…Krystal lebih membutuhkannya.”

*

“ Tidak, kumohon jangan..” Yeoshin ketakutan ketika melihat L yang mulai memanjat menaranya. Berkali-kali ia mencoba banyak mantra untuk melepaskan diri, namun tak juga berhasil.

 

“ L !”

BRUK!

L terjatuh karena terkejut, Krystal menemukannya. Saat itu juga sihir L menghilang sebab lelaki itu tak lagi menyentuh menaranya. Yeoshin segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menghilang.

“ Sedang apa kau disini?” tanya Krystal cepat.

“ Yeoshin!!!!!” L nampak gusar dan tak peduli, ia terus memanggil Yeoshin hingga membuat Krystal lagi-lagi merasa cemburu.

“ YA!!!! L !!!! mengapa kau terus memanggilnya!?” Krystal geram dan mencengkeram lengan L kuat-kuat.

“ Karena dia istriku, bodoh!”

“ Mengapa harus dia!!?? Bukankah selama ini kau bersamaku!? Jelaskan padaku sekarang juga, L !”

“ Aku mencintainya. Puas?”

“ Tidak mungkin! Kau hanya mencintaiku! aku tahu itu!”

“ Kau salah, aku hanya mencintai hartamu, Krystallie..”

“ A..a..apa???” Krystal terkejut, “..apa maksudmu!?”

L semakin memasang wajah sadisnya, ia menatap Krystal tajam, menghipnotis gadis itu agar tidak membocorkan apa yang ia katakan.

“ Kau tahu dimana sebelas peti emas yang hilang dari istana ini sekarang? Peti-peti itu ada di rumahku. Aku yang mencurinya, aku yang mematahkan mantra pelindung Madame Sunny. Bagaimana? Aku hebat kan?”

“ Tidak.. tidak mungkin..” mata Krystal berkaca-kaca hingga setetes demi setetes airmata jatuh membasahi pipinya, “…kau tidak mungkin melakukan tindakan seperti ini, L !! aku tahu siapa dirimu.. kau.. kau tidak mungkin…”

“ Kau tahu siapa diriku? Ya, tapi itu hanya kepalsuan. Inilah aku yang sebenarnya, Krystallie. Aku L yang hanya mencintai Son Yeoshin dan memanfaatkanmu untuk mencuri kekayaan keluargamu. Ternyata selama ini kau percaya padaku? Hahaha, aku berterimakasih untuk itu.”

Krystal semakin terpukul, ia terus menggeleng dan menangis sejadi-jadinya sampai berlutut di depan L. Namun lelaki itu sama sekali tidak kasihan padanya dan justru menertawakannya.

“ Hei!!! Kau apakan adikku!?”

L terkejut ketika mendengar suara Daehyun, ia segera menghilang karena kakak Krystal itu berlari kearahnya.

“ Krystal! Apa yang terjadi?” Daehyun terkejut mendapati adiknya menangis histeris.

Krystal masih tak sanggup menjawab. Hingga dalam hitungan detik ia berhenti menangis dan jatuh pingsan.

***

 

Dengan begitu hati-hati Hyerim mengunjungi lorong penjara yang gelap gulita. Ia lupa membawa senter hingga akhirnya harus kebingungan mencari Howon. Yah, jika memang lelaki itu sudah datang dan mau menemuinya.

Hyerim melewati penjara-penjara istananya dengan sedikit bingung karena baru kali ini ia melihat seluruh pengawal yang berjaga di setiap pintu tertidur pulas. Apakah Raja mengizinkan mereka tidur selama berjaga? Entahlah.

 

“ Jung Hyerim.”

“ YA!” Hyerim terkejut karena Howon tiba-tiba muncul di belakangnya.

“ Ssstt..” lelaki itu segera menaruh telunjuknya di bibir Hyerim, namun tak lama setelah itu mengganti telunjuknya dengan bibirnya. Mencium Hyerim dengan dalam dan mesra. Hyerim hanya bisa terpaku, menikmati ciumannya meski rasa pahit dari bibirnya memuakkan ciuman mereka. Namun entah, Howon seakan tak peduli dan tetap menciumnya.

“ Kau datang..” ucap Hyerim setengah berbisik dan memeluk Howon dengan erat, “…apa kau yang membuat semua pengawal disini tertidur?”

“ Hahaha. Nde, aku membagikan rokok berisi obat tidur pada mereka.”

Hyerim tertawa kecil, “ Haha, kau cerdas. Jadi.. ini artinya kau sudah tahu kan apa keputusanmu untuk hubungan kita?”

Howon tersenyum tipis dan mengangguk, membuat Hyerim merasa sedikit punya harapan dan berpikir untuk tidak jadi pergi jika keputusan Howon bisa menyelamatkannya.

Namun ia salah, Howon mengambil sebuah tas ransel berukuran agak besar yang ada di punggungnya dan menyerahkannya pada Hyerim.

“ Apa ini?”tanya gadis itu bingung.

“ Segala sesuatu yang kau butuhkan.”jawab Howon singkat.

“ M..maksudmu.. kau..aku..”

“ Pergilah. “

“ A..apa!?? kau membiarkan aku pergi???”

Howon mengangguk, “ Bukankah selama ini kau ingin bebas?”

“ Tapi ini bukan seperti….” Hyerim menangis, Howon segera memeluknya dengan erat.

“ Jika kau bertahan disini, tak ada yang bisa aku lakukan. Jadi aku membiarkanmu pergi. karena jika kau pergi, tentu ada yang bisa aku lakukan. Kau mengerti maksudku?”

Hyerim menggeleng dengan polos, “ Memangnya apa yang akan kau lakukan setelah aku pergi?”

Howon tersenyum dan mengecup kening Hyerim lalu menatap gadis itu dengan bersungguh-sungguh.

 

“ Aku akan menemukanmu.”

 

“ Apa?? kau.. kau serius?!” Hyerim terkejut,  “…bagaimana jika aku terpaksa pergi ke tempat yang amat jauh?”

“ Sejauh apapun itu. jika kita ditakdirkan untuk bersama, aku pasti menemukanmu.”

Hyerim tersenyum, ia kembali memeluk Howon dengan lebih erat karena ia akan merindukan saat-saat seperti ini setelah ia meninggalkan istana.

“ Aku akan selalu merindukanmu, Howonie..”

“ Janji untuk tidak mencintai orang lain meski nanti kau menemukan seseorang yang lebih baik dariku?”

“ Jangan ragukan aku soal itu. Kau harus tahu, sejak hari dimana kita memutuskan untuk memulai semua ini, aku sudah bersumpah dalam hatiku, aku tak akan memberi tempat untuk lelaki manapun dihatiku selain untukmu. Aku sudah merumuskan bahwa cinta pertamaku, sama dengan cinta terakhirku..”

Howon tersenyum, bibirnya kembali menyentuh bibir Hyerim untuk terakhir kalinya.

 

“ Hyerim!!!! Kajja!! L mengejarku!!!!” terdengar suara teriakan Yeoshin di belakang Hyerim, ia nampak ketakutan dan gemetaran.

 

“ Pergilah.”Howon melepasnya dan tersenyum tulus.

Hyerim mengangguk pelan, ia berbalik dan mulai berlari kecil kearah Yeoshin.

“ Hyerim!”

“ Nde?” Hyerim berbalik sejenak.

“ Saranghae.”

Gadis itu tersenyum, “ Nado saranghae.”

 

Hyerim dan Yeoshin benar-benar pergi meninggalkan semuanya, memasuki hutan dan menemui penyihir terhebat di negeri mereka, Kim Hyoyeon.

 

To be Continued

 

Aduh udah deh ini part paling aneh ya. hehehe 😀 maaf kalau ada typo.

Author ngebut bener nih ngetiknya, soalnya hari Jum’at kemungkinan gak akan update karena author sepertinya akan pergi mudik ._.

Untuk ff OSIR, author usahakan sebelum Jumat ini ngepost juga, tapi kalau gak bisa harap maklum ya, hehe.

 

RCL untuk part ini amat sangat dibutuhkan! See you later, readers!! Akan ada beberapa kejutan di part 3 🙂

 

Next :: Part 3 >> I Will Find You

Advertisements

149 responses to “THE PORTAL [ Part 2 : Big Decision ]

  1. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 7 : Dream] | citrapertiwtiw·

  2. Sebel beut ama L disini!!!!
    Aahhhh….. nyebeliiiinnnn!!!!!!!!
    Alurnya keren kak, (y) (y) belum pernah aku baca ff kek gini

  3. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | FFindo·

  4. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | citrapertiwtiw·

  5. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] – FFindo·

  6. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] [LATEPOST] | citrapertiwtiw·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s