Dead Man Walking [Drabble]

Deadman Walking 2

AUTHOR: Avyhehe / @a_vy

LEGTH: Drabble

GENRE: Romance/Friendship/Supranatural

RATED: PG-13

Characters: | Park Chanyeol | Joo Eun Joo | Byun Baekhyun |

Disclaimer: Mine.

A/N: Inspired by… lagunya The Script ‘Deadman Walking’ hahaha

fanfic pendek plus geje, mainstream, hasil ngetik satu jam, idenya muncul habis dengerin lagu. read+comment and no bash!

happy reading ~

DON’T BE A SILENT READER, PLEASE

I’m a breathing, talking
Dead man, walking

Chanyeol menyusuri jalanan utama kota Seoul yang dipadati oleh pejalan-pejalan kaki yang berlalu-lalang. Matanya menelusuri setiap jengkal sudut dari kota Seoul yang ramai. Mulai dari pertokoan, pusat perbelanjaan, gedung-gedung yang menjulang tinggi, bahkan taman-taman kecil dengan pepohonan yang berjajar rapi di pinggir jalan.

Pemuda bertubuh tinggi itu menghampiri salah satu taman kecil di pinggir jalan dan duduk di sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu. Dia menengadahkan kepalanya ke langit, menatap langit biru yang membentang indah dengan awan-awan tipis yang berarak menutupi matahari yang bersinar cerah.

“Lakukan apa yang perlu kau lakukan, Park Chanyeol. Sebelum waktumu habis”

sebuah bisikan tanpa tuan berdesir di telinga lebar Chanyeol, membuat pemuda itu mengangguk tanpa suara. Dia merogoh saku jaket hitamnya dan mengeluarkan sebuah bingkisan berbentuk persegi pipih yang terbungkus oleh kertas berwarna coklat polos. Chanyeol bangkit dari bangku yang didudukinya, kemudian berjalan pergi dengan langkah cepat-cepat dari tempat itu, seakan diburu oleh waktu.

Sekelebat bayangan yang memancarkan cahaya putih tiba-tiba muncul di belakang tubuh Chanyeol. Bayangan putih itu melayang di atas permukaan tanah dan mengikuti langkah pemuda itu di tengah hiruk-pikuknya jalanan kota yang ramai. Chanyeol tidak menggubris bayangan tersebut meskipun dia bisa merasakannya. Ya, dia bisa merasakannya, sedangkan orang lain tidak. Waktunya sudah terlalu sedikit, dia tidak ingin membuang waktunya untuk berbincang-bincang dengan sosok bercahaya di belakang tubuhnya itu, karena dia tahu, dia bisa berbincang dengan sosok itu sepuas hati setelah tugas terakhirnya selesai.

Chanyeol terus berjalan dengan langkah-langkah panjang, menyusuri gang-gang kecil, menuju ke sebuah tempat dimana dia menimba ilmu sampai detik ini, yakni Yongsan Senior High School. Bayangan putih itu terus mengikutinya di balik punggungnya, membisikkan kata-kata yang selalu menyuruhnya untuk bergegas, berbisik berkali-kali.

“Lakukanlah, Chanyeol. Lakukan. Sehingga tidak ada penyesalan yang terselip di hatimu, ketika kau meninggalkan tempat semu ini.”

I hear the angels talking talking talking
Now I’m a dead man walking walking walking

Chanyeol berjalan memasuki gerbang sekolahnya yang sepi. Hari ini hari minggu dan tidak tampak sesosok manusia pun yang tertangkap oleh penglihatannya di areal sekolah itu, kecuali satpam sekolah yang selalu setia berjaga di dalam posnya di sebelah gerbang. Chanyeol tersenyum lebar, menampakkan gigi-giginya yang besar dan putih bersih ketika matanya beradu tatap dengan satpam sekolah itu.

Pemuda itu terus berjalan memasuki halaman depan sekolah, melewati koridor yang menghubungkan kelas-kelas, hingga dia tiba di halaman belakang sekolah yang luas dan dipenuhi oleh pepohonan yang rimbun dan hamparan rumput hijau yang terawat.

Dua sosok manusia terlihat duduk-duduk di atas sebuah bangku panjang di tengah halaman belakang. Bangku panjang itu dinaungi oleh dedaunan rimbun dari pohon berukuran besar yang tertanam di belakangnya.

Chanyeol menyunggingkan senyumnya. Kali ini senyuman yang disunggingkan olehnya terlihat misterius dan tidak jelas maknanya; entah perasaan bahagia atau perasaan miris. Dia lalu melangkahkan kaki panjangnya dan berjalan menghampiri kedua orang yang duduk bersebelahan itu, yang ternyata adalah seorang gadis dan seorang lelaki yang kira-kira seumuran dengannya.

Already see it, in your face
Already someone, in my place

I’m a breathing, talking
Dead man, walking

“Eunjoo,” panggil Chanyeol ke arah gadis yang tengah tertawa dengan lelaki yang duduk di sebelahnya. Si gadis menoleh, dia tampak terkejut melihat sosok Chanyeol, tawanya lenyap seketika.

“Eunjoo, ikutlah denganku,” Chanyeol menarik lengan gadis bernama Eunjoo itu dan menyuruhnya berdiri. Eunjoo sebenarnya ingin menolak ajakan Chanyeol secara halus, namun melihat pancaran sinar sedih yang keluar dari kedua bola mata Chanyeol, gadis itu tidak tega dan memilih menuruti permintaan pemuda yang menarik lengannya. Sebelumnya, gadis itu berpamitan dengan lelaki yang sejak tadi duduk di sebelahnya, yang menemaninya bercanda dan berbincang di atas bangku panjang. “Aku tidak akan lama, Baekhyun,” pamitnya pada lelaki itu.

Baekhyun mengangguk, dia menatap Chanyeol dan Eunjoo bergantian dengan penuh arti. Membiarkan kedua sahabatnya berbincang bukanlah suatu hal yang aneh, meskipun sekarang segalanya telah berubah, meskipun perasaannya berdesir ganjil, saat Chanyeol menarik Eunjoo dari sisinya. Benar, dulu Chanyeol, Eunjoo, dan Baekhyun adalah sahabat baik. Sahabat, sebelum perasaan yang lebih dari itu datang dan menjungkir balikkan seluruh isi hati mereka, seperti bahtera yang dijungkir balikkan oleh gulungan ombak yang sangat kuat.

Chanyeol tetap menggenggam erat tangan Eunjoo sambil menariknya menjauh dari halaman belakang, menjauh dari sisi Baekhyun, seolah tak ingin kehilangan gadis bertubuh mungil itu. Dia terus melangkah dengan tergesa-gesa, hingga mereka berdua sampai di depan gerbang sekolah.

“Ada apa Chanyeol? kau sudah tahu kan, Baekhyun dan aku— ” Eunjoo membuka mulutnya saat mereka sampai di depan gerbang, namun Chanyeol segera memutus perkataannya.

“Aku tahu, Joo Eunjoo. Tenang saja, aku hanya mengajakmu kesini untuk mengucapkan kata perpisahan terakhir…”

Eunjoo membelalakan matanya tak percaya. “Perpisahan terakhir? jangan bilang kau ingin memutus persahabatan kita hanya karena…” Eunjoo menggantungkan kata-katanya yang terasa mencekat di tenggorokannya, lalu melanjutkannya dengan suara yang lirih, “… hanya karena… aku berpacaran dengan Baekhyun?”

Chanyeol menggeleng dan tersenyum tipis. “Tidak, aku tidak peduli dengan hal itu, meskipun kau sudah bersama dengan Baekhyun, aku tetap menganggap kalian berdua sebagai teman dekatku. Aku mendukung hubungan kalian berdua.” pemuda itu lalu mengulurkan bingkisan yang sedari tadi dibawanya, bingkisan sederhana berbentuk persegi panjang yang terbungkus oleh kertas polos berwarna coklat. “Ini untukmu, Eunjoo. Hadiah dariku, terimalah.”

Eunjoo menerima bingkisan itu dari tangan Chanyeol, awalnya dengan sedikit ragu. Namun sesaat kemudian gadis itu menyunggingkan senyumnya yang paling manis lebar-lebar, membuat Chanyeol terkesima olehnya. Karena senyuman itulah yang selalu dinanti-nanti Chanyeol dari sosok Eunjoo selama ini.

Eunjoo membuka mulutnya dan hendak mengucapkan terimakasih pada Chanyeol.

“Goma—”

“Awas…!!!” Chanyeol berteriak saat sebuah truk tronton meluncur cepat ke arah mereka berdua, sangat cepat hingga mereka berdua nyaris tidak bisa menghindarinya. Nyaris, karena alih-alih merasakan lindasan roda truk di atas tubuhnya, Eunjoo malah merasakan tubuhnya terhempas kuat ke belakang sebelum truk besar itu sempat melindasnya. Dan ketika gadis itu membuka matanya, sosok Chanyeol yang tadi dilihatnya berdiri tegak di hadapannya kini telah lenyap. Eunjoo mengedarkan pandangannya ke segala arah, terlihat kebingungan, dan memekik keras saat mendapati separuh tubuh Chanyeol terlindas oleh badan truk yang terguling di tengah jalan raya. Eunjoo berlari, pandangannya memburam karena air mata yang mendesak keluar dari pelupuknya, menghampiri Chanyeol yang kini tengah memejamkan matanya dan menyunggingkan senyuman yang paling damai dengan tubuh berlumuran darah. Bagian tubuh Chanyeol mulai dari bagian kepala sampai pinggang masih tetap utuh, sedangkan bagian pinggang ke bawah… sudah remuk dan tidak berbentuk lagi karena tertindih badan truk yang sangat berat.

“PARK CHANYEOLLLL…!!!!”

Eunjoo berteriak keras dan bersimpuh di hadapan Chanyeol yang kini terbaring selamanya. Tangan kecil gadis itu mendekap erat bingkisan coklat yang baru saja diberikan oleh pemuda di hadapannya, yang kini tergeletak tak bernyawa.

“Waktumu sudah habis, Park Chanyeol. Saatnya pergi dari tempat semu ini. Kau telah berhasil menunaikan tugas terakhirmu, memberikan bingkisan yang mewakilkan perasaanmu pada gadis yang kau cintai.”

Chanyeol tersenyum mendengar perkataan bayangan putih yang melayang di hadapannya. Sebelum beranjak pergi, dia melirik sekilas pada tubuhnya yang terbujur kaku di bawah lindasan truk tronton yang terguling, dengan seorang gadis yang bersimpuh dan menangis sesenggukan di hadapan tubuhnya.

“Mianhae, Eunjoo…”

Chanyeol berbalik pergi, melayang ke langit mengikuti bayangan putih bersinar yang berjalan memimpin di depannya, dan menghilang ditelan kumpulan awan yang berarak menutupi langit biru.

I hear the angels talking talking talking
Now I’m a dead man walking walking walking

I hear the angels talking talking talking
Now I’m a dead man

______________

The End

______________

Geje kan ya? ngetiknya cuma 1 jam, plus 1/2 jam lagi buat ngedit cover. Oh ya, soal bingkisan yg diberikan Chanyeol itu saya sendiri ngga tau apa isinya, emang sengaja dibiarkan ga diketahui soalnya ga penting /ktawa setan/

di FF ini ada kata2 “waktumu sudah habis”  jd ngakak waktu ngetik bagian ini, bikin keinget2 adegan pertengkaran antara arya wiguna & eyang subur hahahaha

mian karena Chanyeol saya nistakan disini, mian juga cuma bisa post drabble, saya udah ga sempet ngetik lagi dan mungkin Fanfic2 series saya agak lama ngapdet lanjutannya soalnya cuma punya sedikit waktu buat ngetik. Nunggu dapet liburan panjang lagi + pencerahan , plus  keranjingan main game Dead Island, main bareng yuuuk #ngibritmain /digampar gara2 ga lanjutin FF malah main/

komen?

Advertisements

51 responses to “Dead Man Walking [Drabble]

  1. Vy, ini ff lo? Bertahun-tahun kagak baca ff malah baca ff elo. Alaaaah…. ketahuan saya stalkernya. Biarkanlah. Bagus ga ya? Aku kagak suka kebanyakan muji sekarang. Apalagi orang macam elo :v Weeeeek :p
    Jelek ah jelek ff lo vy. Jelek :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s