Manga Fight

mangafight

-ini salah satu ff titipan,bukan punyaku. Tp punya author “Vi”,happy reading and comments !!!-

 

Title: Manga Fight [Ficlet]

author: Vi

Cast: Kai-EXO [Jongin]

Jung Myunyoo [OC]

Other cast: find by yourself

Rating: T

Genre: Romance, Fluff

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain, manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

Poster: cafeposterart.wordpress.com

“Daripada memperhatikan buku komikmu itu , bisakah kau memperhatikanku yang sudah memilih waktu untuk mempersiapkan kencan ini , huh ?”

*****

Jung Myunyoo, gadis muda itu tengah mengedarkan pandangannya pada tiap-tiap sudut dari kafe tersebut. Bibir gadis itu dikerucutkan menandakan bahwa gadis itu sangat tidak suka apabila hari liburnya diganggu.

“Aissh, mana sih Jongin ? Bukankah ia bilang kalau ia mau mengajakku berkencan di kafe ini ? Tapi aku malah tak menemukan Jongin disini. Huh , aneh ! Sudah menganggu hari libur orang , ia malah tidak datang,” omel Myunyoo diam-diam. Tiba-tiba mata Myunyoo terbelalak lebar ketika matanya melihat sesosok lelaki berambut coklat tengan duduk di sebuah meja sambil melirik kearah jam tangannya yang berwarna abu-abu. Myunyoo menghela  nafas kasar kemudian melangkahkan kakinya menuju meja tersebut.

“Jongin !” sapa Myunyoo ketika Jongin melirik kearah yang berlawanan dari tempatnya berjalan.

“Ah , Myunyoo-ya , kau datang juga ?” tanya Jongin sambil mengulum sebuah senyuman manis yang menambah kesan tampan diwajahnya.

“Tentu saja aku datang, kau kan yang menyuruhku,” kata Myunyoo sambil duduk di kursi yang ada di depan Jongin.

Jongin mengangguk mengerti kemudian mengulum sebuah senyuman canggung.

BRUK

Myunyoo meletakkan tasnya diatas meja makan tersebut dengan keras sehingga suara debumannya dapat terdengar dengan jelas. Jongin yang duduk tepat di depan Myunyoo hanya bisa melongo kaget mendengar suara debuman tersebut , ia tak menyangka tas yang tampaknya kecil itu bisa berbunyi sekencang itu , ia menebak-nebak apa sebenarnya isi tas tersebut.

“M-Myunyoo , mengapa tasmu bisa tampak berat seperti itu ?” tanya Jongin kebingungan. Myunyoo tertawa kecil dan berkata, “ini isinya komik, aku tak mau menghabiskan kencan ini dengan suasana yang memuakkan.”

Jongin yang mendengar ucapan Myunyoo hanya bisa terdiam dan menganggukkan kepalanya perlahan.

“Apa kau pikir aku lelaki yang memuakkan ?” batin Jongin.

Myunyoo mulai berkutat dengan buku komiknya yang bertemakan detektif, gadis itu memang sangat suka membaca komik detektif yang terkesan menarik dan komik romantis yang terkesan imut-imut.

Sementara Myunyoo membaca komik, Jongin pun melambaikan tangannya pada seorang gadis yang bekerja di kafe tersebut dan gadis itu datang untuk menanyakan pesanan Jongin.

“Permisi, anda ingin memesan apa ?” tanyanya.

Jongin yang memang sudah hafal betul dengan menu di kafe itu pun menjawab, “aku ingin memesan chocolate cake, cheese cake, dan 2 ice tea.”

“Hmm, baiklah. Ditunggu,” katanya sambil beranjak pergi dari meja Jongin. Suasana canggung dan aneh meliputi Myunyoo dan Jongin karena Myunyoo terus-terusan membaca komik tanpa memperhatikan Jongin yang sedari tadi tampak kebosanan memandang Myunyoo yang sedang asyik membaca komik-komiknya.

“Hey, Myunyoo-ya.” Jongin memanggil Myunyoo untuk sekedar mendapat perhatian gadis itu namun sepertinya Myunyoo tak mendengar Jongin entah karena suara Jongin yang terlalu kecil atau Myunyoo tak terlalu asyik dengan komiknya.

Jongin menghela nafas kasar dan berkata, “hey, Myunyoo.”

Namun gadis itu tak bergeming sedikitpun ia masih berkutat dengan komiknya yang seru dan menegangkan itu. Jongin sudah hafal betul bagaimana keadaan Myunyoo saat membaca komik maka itu Jongin merasa tidak yakin ketika memilih waktu berkencan saat hari libur karena setahunya tiap hari libur , Myunyoo seringkali menghabiskan waktunya dengan membaca komik atau bisa dibilang ‘manga’.

BRUK

“MYUNYOO !” Kali ini Jongin menepuk mejanya kasar dan berteriak pada gadis itu dengan emosi yang  tertahan. Myunyoo terkejut mendengarnya dan komik yang ada ditangannya pun terjatuh.

“Jongin ? Ada apa ? Kau mengangguku membaca komik,” kata Myunyoo lembut. Ia agak ngeri dengan ekspresi wajah Jongin saat ini. Deru nafas Jongin tampak tidak begitu teratur dan wajahnya tampak kesal pada Myunyoo.

“Kau tahu aku sudah memanggilmu sebanyak berapa kali ? Aku sudah memanggilmu tiga kali !” kata Jongin tegas. Myunyoo memandang Jongin dengan rasa bersalah, ia tak menyangka kalau Jongin akan semarah ini hanya karena itu.

“Hanya karena itu ? Huff, kau tak perlu berteriak juga kan ?” kata Myunyoo sambil tertawa kecil seolah meremehkan Jongin.

“Kau bilang ‘hanya’ ? Memang bagimu memanggil seseorang selama tiga kali namun baru diperhatikan saat ketiga kalinya memanggil itu hal biasa, tetapi kau tahu ? Sikapmu itu sungguh membuat emosiku meledak !” seru Jongin namun volume suara lelaki itu dipelankan sedikit agar tidak menganggu kenyamanan pengunjung kafe lainnya , selain itu , ia juga tak mau diusir dari kafe ini karena suaranya yang menganggu kenyamanan pengunjung.

“Lagipula , ini hanya masalah kecil kan ? Kau terlalu mebesar-besarkan masalah. Dan juga , kau menganggu suasana menegangkan ketika aku membaca komik detektif ini,” kata Myunyoo sambil menunjukkan komiknya.

“Masalah kecil ? Huff , kau memang tak tahu perasaanku saat aku tak diperhatikan olehmu sedari tadi padahal ini kencan kita kan ?” kata Jongin sambil tersenyum miris.

Myunyoo merasa bersalah ketika mendengar ucapan Jongin. Myunyoo pun menghela nafas kasar dan tersenyum lalu berkata, “mianhae, aku tak tahu kalau itu yang kau rasakan.”

“Daripada memperhatikan buku komikmu itu , bisakah kau memperhatikanku yang sudah memilih waktu untuk mempersiapkan kencan ini , huh ?” kata Jongin , memang Jongin sudah capek-capek memilih waktu yang tepat untuk berkencan dengan Myunyoo yang merupakan kekasihnya karena biasanya Jongin sibuk oleh pekerjaannya dan begitu pula dengan Myunyoo.

“Hmm , i-iya. Aku akan menghabiskan waktu lebih banyak denganmu daripada dengan komikku di kencan kali ini , Jongin-ah. Sungguh, mianhae karena dari tadi aku tidak peka dengan perasaanmu yang merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini, dan saat aku datang kemari tadi aku malah mengomel karena kau menganggu liburanku di hari ini,” kata Myunyoo jujur.

“Sudahlah, Myunyoo-ya. Lupakan masalah barusan. Jangan merusak kencan kita hanya karena pertengkaran yang diawali oleh komik-komik tersebut , lebih baik kita menghabiskan kencan kali ini dengan menyenangkan dan ceria,” kata Jongin sambil tersenyum pelan dan mengusap rambut Myunyoo.

“Baiklah. Untuk sekarang aku akan memperhatikanmu dulu daripada komik tersebut. Ngomong-ngomong sebenarnya apa kesibukanmu di hari biasa ?” tanya Myunyoo. Jongin tampak berpikir sebentar namun suasana nyaman tersebut diganggu karena gadis yang bekerja di kafe tadi mengantarkan makanan Myunyoo dan Jongin.

“Permisi ini makanannya, silahkan menikmati,” katanya lalu berjalan meninggalkan Myunyoo dan Jongin.

“Kesibukanku ? Kau tahu kan kalau aku itu anak dari keluarga yang memiliki Perusahaan Kim Company ? Tentu saja kesibukanku adalah mengurus perusahaan tersebut,” kata Jongin sambil tersenyum manis.

“Kalau kau ?” tanya Jongin balik.

“Aku .. Kau tahu kan aku bekerja di bagian penerbitan majalah ? Aku selalu disibukkan untuk memilih surat fans yang akan dimuat di majalah karena di satu majalah hanya 8 surat yang boleh dimuat di majalahnya sementara dalam sehari , surat yang datang saja , ada sekitar ratusan,” jelas Myunyoo sambil mencibir mengingat tugasnya yang melelahkan di gedung penerbitan.

“Oh begitu. Sepertinya cukup melelahkan,” kata Jongin sambil tertawa kecil. Jujur saja , Myunyoo sebenarnya ingin berteriak kesal pada Jongin yang malah menertawakan dirinya namun ia juga merasa senang dan lega melihat Jongin kembali tertawa padahal tadi ia tampak kesal , sedih , dan kecewa juga.

“Baguslah .. Jongin bisa kembali tertawa seperti biasanya.. Aku tidak mau melihatnya marah seperti tadi , ia juga tampak kecewa padaku tadi.. Mianhae, Jongin-ah kalau tadi aku tak dapat memahami perasaanmu yang kecewa padaku .. Aku akan berusaha lebih baik mulai sekarang..”

END

Mian gaje , ffku emg pendek 😦 tapi biarlah. Namanya juga ficlet, kapan2 kalau ad aide oneshot aku buat yang panjang dah 🙂 pls komen ya !

Advertisements

36 responses to “Manga Fight

  1. Haduh ini ceritany bener2 so sweet gmana gtu. Klo aku jd jongin psti bete jg..,
    okeh di tunggu karya selanjutny ya, SMANGAT AUTHOR!

  2. aduh authorr kamu seneng banget ya bikin cerita bagus tapi ngegangtung dan bikin aku galau parah ginii? hueeeee T-T aku gatau mau comment apa u,u terlalu sering comment di ff author jadi semua kata-kata udah pernah aku jadiin comment kayaknya 😀

    • ohiya aku baru sadar itu komik yang di cover ada conan nya XD (soalnya tadi covernya gak kebuka) itukan komik kesukaan aku, pas baca itu komik yang di baca ternyata komik detective juga langsung kepikirannya ke conan 😀

    • keke ~ aku suka bikin yang ngegantung emg ._. tapi kdg kalo buat oneshot panjang ya gak ngegantung wkwk ._. thanks udh komen

  3. aq kira kai yg cuek ma yeojanya
    ternyata kebalik
    bagus eonni
    ada amanat tersirat disana
    tapi itu menurutku
    kalau readers yg lain aq gk tau

  4. itu covernya ada conan, kyaaa ><
    kirain tadi yang maniak manga itu si jongin, eh myunyoo ternyata '-')
    anyway, ff nya bagus ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s