THE PORTAL [ Part 3A : I Will Find You ]

The Portal new

Title :

The Portal

 

Main Cast :

– A Pink’s Jung Eunji / Jung Hyerim as The Princess of Junghwa Kingdom

– INFINITE’s Lee Howon / Hoya as The Bodyguard

– A Pink’s Son Naeun / Son Yeoshin as the Good Witch

– INFINITE’s Kim Myungsoo / L as the Bad Witch

 

Genre : Fantasy, Romance, Friendship, and little bit Comedy (soon)

 

Other Casts :

– CNBlue’s Jung Yonghwa as The King / Eunji’s Father

– SNSD’s Seo Joohyun as The Queen / Eunji’s Mother

– BAP’s Jung Daehyun as The First Prince / Eunji’s brother

– F(x)’s Jung Soojung / Krystal as The Second Princess / Eunji’s sister

– BtoB’s Jung Ilhoon as The Second Prince / Eunji’s Brother

– SNSD’s Lee Soonkyu / Sunny as The Palace’s Witch

 

– EXO’s Kim Jongin / Kai as the handsome mysterious person

– EXO’s Do Kyungsoo / D.O as an ordinary boy

– EXO’s Byun Baekhyun as the Prince in another Kingdom

– A Pink’s Yoon Bomi as Eunji’s foster sister

– B2ST’s Yoon Doojoon & 4Minute’s Heo Gayoon as Eunji’s foster parents

– INFINITE’s Nam Woohyun as Naeun’s foster brother

– INFINITE’s Lee Sungyeol as Myungsoo’s best friend

– B2ST’s Son Dongwoon as Naeun’s Brother

– B.E.G’s Son Gain as Naeun’s Sister

– SNSD’s Kim Hyoyeon as the most mysterious witch in Junghwa

– A Pink’s Kim Namjoo as Hyoyeon’s foster daughter

 

Rating : PG15 – NC17

Type : Chaptered

 

Before Story :

Penemuan buku Rahasia Dunia Luar oleh Hyerim membuatnya dan Yeoshin ingin mengetahui lebih dalam tentang sang penulis, Kim Hyoyeon.

Dengan meminum ramuan Identitas yang dibuat oleh Yeoshin dengan susah payah (karena ia harus menghadapi L sebelum menemui Hyerim), Hyerim meminumnya dan menahan rasa pahit luar biasa dari ramuan tersebut hingga ia dan Yeoshin berhasil mengetahui siapa Kim Hyoyeon sebenarnya.

Kim Hyoyeon, sang penulis buku tentang portal menuju dunia nyata itu ternyata adalah penyihir nomor satu di negeri mereka yang telah diusir dari negeri Junghwa 10 tahun silam karena buku yang ia tulis dianggap menyesatkan. Yang lebih mengejutkan, ternyata ia adalah adik dari Taeyeon, ibu L.

Tanpa membuang waktu lagi, malam itu juga Yeoshin dan Hyerim pergi ke hutan untuk menemui dan meminta bantuan Hyoyeon yang kini tinggal di dalam sana.

Lantas bagaimana dengan L? akankah ia bersikeras mengejar istrinya, Yeoshin?

Apakah benar Howon memang merelakan kepergian Hyerim?

Dan apakah Yeoshin dan Hyerim berhasil membuat portal tersebut dan memulai kehidupan baru mereka di dunia nyata?

Temukan jawabannya di part ini.

 

Selengkapnya :

Part 1 : I Hate My Life

Part 2 : Big Decision

 

NB : Yap.. setelah membuat readers menunggu lama *emang ada yang nunggu -_-* author akhirnya bisa juga menulis part ini sepulang mudik 😀

Masih pada inget ceritanya kan? Semoga masih inget yaa..kalo ngga inget silahkan baca part sebelumnya 🙂 dan buat yang puasa, tenang aja karena part ini free NC (?).

Part ini merupakan proses menuju plot dunia nyata. So, happy reading ! ^^ semoga gak boring karena part ini nyaris gak ada romancenya ._.

Satu lagi, part ini amat panjang (36 halaman Ms.Word) karena sesuai janji author ada beberapa kejutan didalamnya. Semoga tidak lelah membacanya ^^

*

 

Part 3A : I Will Find You

 

Author POV

                                                                                         

“ Kau melakukannya dengan sangat baik, Lee Howon.”

 

Lelaki itu hanya menunduk, masih tak melepaskan pandangannya dari halaman belakang istana meski sosok Hyerim sudah lama menghilang dari sana. Perasaan sesal dan ketidak-relaan bergejolak dalam dadanya.

“ Cepat, kemarilah.”

Suara itu kembali terdengar. Sosok mungil Madame Sunny masih berdiri di depan lorong sembari melipat kedua tangannya tanda jenuh menunggu.

Howon berbalik dan berjalan pelan menuju sang penyihir istana yang sejak tadi mengawasi dan memastikan apakah Howon benar-benar melakukan apa yang ia perintahkan. Dan seperti perkatannya barusan, Howon melakukannya dengan sangat baik.

Ya, melepaskan Hyerim sesungguhnya bukanlah keinginan apalagi keputusan Howon. Lelaki itu hanya menuruti perintah Madame Sunny yang ternyata diam-diam sudah tahu perihal hubungannya dengan sang putri raja, bahkan Madame Sunny pun tahu niat Hyerim untuk pergi disebabkan oleh buku terlarang yang ditemukannya di perpustakaan kerajaan. Seperti memiliki rencana dan tujuan pribadi, dengan berbagai ancaman, ia pun menyuruh Howon untuk melepaskan Hyerim.

 

“ Bukankah ini lebih baik daripada kau harus mengorbankan keluargamu untuk digantung oleh Raja jika kau benar-benar membawa Hyerim kabur? Hm?” Madame Sunny menepuk bahunya dan tersenyum puas.

“ Tapi ini bukan jalan keluar yang tepat.”ucap Howon bergetar, “…dimana aku harus menemukannya?”

“ Mana kutahu. Jika kau memang mencintainya, kau harus mencarinya sejauh apapun itu.”

“ Mengapa kau memintaku untuk melakukan ini semua? Kau punya maksud tertentu?”

“ Justru aku ingin melindungi hubungan kalian. Sekarang pikirkan baik-baik, sebentar lagi kabar hilangnya Hyerim dan Yeoshin pasti akan menjalar bagai api liar di negeri ini. Aku yakin Raja akan mengutus orang pilihannya untuk mencari Hyerim, dan aku yakin, orang yang diutus oleh Raja adalah aku, Raja pasti berpikir aku akan mudah menemukan Hyerim karena aku adalah penyihir. Tapi aku tidak mau. Maka itu aku menyuruhmu berjanji pada Hyerim untuk menemukannya, kaulah yang harus mencari Hyerim.”

Howon masih sedikit tidak mengerti, “ Mengapa kau tidak mau diutus oleh Raja untuk mencari Hyerim? Dan.. mengapa harus aku? Jangan bilang ini hanya karena aku adalah kekasihnya.”

Madame Sunny menggeleng pelan, “ Itu bukan satu-satunya alasan. Kau memang seharusnya mencari Hyerim agar suatu saat Raja mengakui kalau kau memang pantas untuk anaknya. Bukankah niatku ini baik?”

“ Oh iya, kau benar.” Howon bisa sedikit tersenyum sekarang meski masih saja ada yang mengganjal di hatinya, “…lalu mengapa kau tidak mau mencari Hyerim?”

“ Mengapa aku tidak mau mencari Hyerim? Karena ia pergi bersama Yeoshin.”

“ Memangnya.. kenapa? Bukankah kau lebih hebat dari Yeoshin?”

“ Aku memang lebih hebat dari Yeoshin, tetapi suaminya lebih hebat dariku. L, tanpa diutus Raja pun dia pasti mau mencari Yeoshin. aku dan L adalah musuh besar, jadi aku tidak sanggup jika harus pergi dengannya, sehebat apapun diriku, aku tetap bisa mati jika L yang membunuhku.”

Howon memukul keningnya, ia baru ingat bahwa Hyerim bersama Yeoshin. mau tidak mau ia akan melakukan pencarian bersama L. Jika Madame Sunny saja takut pada penyihir itu, bagaimana dengan dirinya yang notabene sama sekali bukan seorang penyihir?

***

 

“ Tidak!! Tidak bisa seperti ini! Lepaskan kami!!!”

Dongwoon dan Gain terus berontak ketika L mendorong paksa mereka ke dalam penjara bawah tanah rumahnya. Dengan amarah yang menjadi-jadi, L juga merampas tongkat mereka agar mereka tidak dapat melepaskan diri.

Yeoshin berhasil lolos darinya dan L depresi mendadak karena hal itu. Sebagai pelampiasan ia pun memenjarakan kedua kakak iparnya ke dalam penjara bawah tanah rumahnya karena menyangka kedua iparnya ini ikut membantu Yeoshin melarikan diri.

“ L, kami benar-benar tidak tahu rencana kaburnya! Lepaskan kami!”

“ BOHONG!” jawab L keras, “…kalian pasti membantunya, iya kan!?”

“ Tidak! Tidak sama sekali!!!”

“ Aku tidak percaya.”

“ L, mungkin saja mereka memang tidak tahu Yeoshin hendak kabur. Apalagi katamu Yeoshin pergi dengan Hyerim, bisa jadi mereka merencanakan hal itu berdua.” Kim Taeyeon, sang ibu yang juga berdiri di depan penjara memberi pengertian pada anak semata wayangnya itu.

L menarik nafas sejenak lalu menatap Dongwoon dan Gain tajam.

“ Tapi apa kalian tahu kemana biasanya Yeoshin pergi?”

Dongwoon dan Gain saling bertatapan sejenak.

“ Dia sering pergi ke.. hutan.”

“ Hutan?” L menjentikkan jarinya, sepertinya tahu apa yang akan ia lakukan. Ia segera menyambar jaket hitamnya dan melangkah keluar dari ruang penjara.

“ L, tunggu!” suara Taeyeon menghentikan langkahnya.

“ Ada apa?”

“ Dongwoon dan Gain sudah memberitahu kemana Yeoshin biasa pergi. mengapa tak kau bebaskan saja mereka dari penjara ini?”

Dongwoon dan Gain nampak harap-harap cemas, merasa lega karena Taeyeon berniat menolong mereka.

L tertawa sinis, ia menggeleng.

“ Mereka akan tetap disini sampai Yeoshin kembali padaku.”

***

 

“ Jelaskan pelan-pelan Krystallie, tidak apa-apa.. kajja..~”

Gadis itu terus menggelengkan kepalanya dan memeluk lututnya erat-erat sembari menutup kedua telinganya rapat-rapat. Wajahnya pucat pasi dan tubuhnya gemetaran.

Daehyun masih sabar membujuknya, “…apa yang telah L katakan padamu sampai kau seperti ini? Hm?”

Krystal kembali menggeleng, lidahnya kelu saat ingin menjelaskan tentang pencurian peti emas itu. Ia masih dikuasai oleh hipnotis L, lelaki itu memang tidak akan membiarkan siapapun tahu bahwa ia yang mencuri sebelas peti emas itu.

Mata Daehyun mulai berkaca-kaca karena baru sekarang ia melihat Krystal seperti ini, rapuh dan depresi berat karena L. seandainya saja L bukan penyihir hebat, mungkin sudah lama Daehyun membunuhnya.

 

“ Hyung!!!!”

Ilhoon memasuki kamar Krystal, ia terlihat panik dan matanya merah serta berair. Daehyun segera berdiri karena khawatir.

“ Ada apa?”

“ Aku.. aku… eh, apa Krystal sudah baikan?”

Daehyun menoleh sejenak kearah Krystal, “ Kurasa belum..”

“ Kalau begitu dia tidak boleh tahu.” Ilhoon menarik Daehyun untuk keluar sejenak.

“ Memangnya ada apa?”

Dengan buru-buru Ilhoon mengeluarkan sebuah kaca dan selembar surat dari saku celananya lalu menyerahkannya pada Daehyun.

“ Aku menemukannya di kamar Hyerim. Dia kabur, hyung! Dia kabur bersama Yeoshin!”

“ A..APA!?” Daehyun terkejut bukan main, apalagi ketika ia membaca suratnya, “…JUNG HYERIM!!! APA DIA SUDAH GILA!??”

“ Apa yang harus kita lakukan, hyung? apa kita harus beritahu Raja dan Ratu?” tanya Ilhoon panik, Daehyun mengacak-acak rambutnya dengan gusar. Belum selesai kekhawatirannya pada Krystal, Hyerim justru membuat masalah yang lebih besar.

“ Terpaksa. Kita harus beritahu mereka. Ini akan jadi berita besar.”

Meski ragu, Ilhoon menurut. Ia dan Daehyun segera mencari Raja dan Ratu.

 

“ Apa?? Hyerim unnie..”

Mendengar pembicaraan kedua saudaranya itu, Krystal kembali menangis dalam kamarnya, tak menyangka Hyerim pergi meninggalkan istana. Gadis itu nyaris putus asa. Pikirannya sontak terbagi dua, antara tentang pengkhianatan L dan kepergian Hyerim.

Krystal bangkit dari duduknya dan keluar dari kamarnya, memungut kaca yang ditinggalkan kedua saudaranya itu kemudian berlari kencang menuju menara istana dan mengurung diri didalam sana. Ia benar-benar telah stres dan depresi.

****

 

“ Yeoshin, aku lelah..”

Hyerim terduduk di tanah, merasa tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan. Ia juga masih membuang salivanya beberapa kali karena rasa pahit di mulutnya masih belum hilang juga.

“ Mianhae Hyerim, tapi malam ini juga kita harus menemukan tempat tinggal Hyoyeon sebelum L menemukan kita. aku takut dia sedang mencariku sekarang..” ucap Yeoshin meski rasanya tak tega melihat Hyerim yang sudah pucat dan lemas.

“ Kita sudah berada di tengah hutan, kurasa L tidak akan mudah menemukanmu. Apalagi tongkat sihirnya ada padamu, kan? Kajja.. kita istirahat dulu..” pinta Hyerim memelas.

“ Justru tongkat ini yang aku takutkan. Semakin jauh kita memasuki hutan ini, tongkat ini semakin panas. Kurasa L sudah mengikat dirinya dengan tongkat ini, aku takut dia menemukan kita..” Yeoshin khawatir, ia memperlihatkan tangannya yang merah dan berkeringat karena memegang tongkat sihir L yang semakin panas.

“…kalau kita menemukan tempat tinggal Hyoyeon, kita bisa minta perlindungan darinya. Kajja..” lanjut Yeoshin, ia mengulurkan tangannya untuk membantu Hyerim berdiri, namun sahabatnya itu menggeleng.

“ Jebal, sepuluh menit saja.. aku ingin istirahat. Kakiku sakit menginjak batu dan duri..”

Karena tidak tega akhirnya Yeoshin mengabulkan keinginan Hyerim, keduanya pun duduk di bawah sebuah pohon dan menyalakan api unggun. Yeoshin membiarkan Hyerim tidur diatas pahanya sementara ia sendiri berjaga-jaga, ia takut L muncul tiba-tiba.

Dengan bantuan cahaya dari api unggun, Yeoshin membuka satu per satu halaman buku Rahasia Dunia Luar milik Hyoyeon.

“ Air hujan tetesan ke lima belas, getah pohon aren, sayap kupu-kupu, darah manusia bukan penyihir.. dan satu mantra karangan sendiri?”

Kening Yeoshin berkerut saat membaca komposisi ramuan untuk membuat portal tersebut. Komposisi yang amat rumit. Ia tak habis pikir bagaimana Hyoyeon bisa menciptakan ramuan semacam ini.

Srrkk..srrkk..

Yeoshin terlonjak saat mendengar suara berisik dari balik semak, bersamaan dengan itu, angin bertiup kencang dan dalam hitungan detik berhasil memadamkan api unggun didepannya.

L datang? Oh tidak, tolong jangan. Yeoshin mulai memucat dan panik, keadaan dalam hutan mendadak gelap gulita dan tubuhnya tiba-tiba terasa melayang…

***

 

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari, situasi dalam istana benar-benar sunyi. Raja Yonghwa masih terdiam di singgasananya, mengelus punggung Ratu Seohyun yang sejak tadi menangis setelah mengetahui kabar hilangnya Hyerim.

Daehyun dan Ilhoon duduk didepan sang Raja dengan wajah yang sama gusarnya, dikelilingi oleh seluruh pengawal yang sejak tadi diam dengan wajah duka menunggu titah sang Raja. Howon adalah salah satu dari mereka, ia terus berkontak mata dengan Madame Sunny yang duduk di samping Ratu Seohyun.

 

“ Ini salah kita, seharusnya kita tidak menjodohkannya..” isak Ratu Seohyun, “…atau seharusnya, kita tidak memberitahu dia soal perjodohan secepat ini. Aku tahu ia pasti sangat terpukul..”

“ Ia hanya tidak bisa menerima kenyataan. Padahal seharusnya ia sudah tahu kalau pangeran yang dijodohkan dengannya adalah orang yang sangat baik..”kata Raja Yonghwa menyesal.

“ Tapi Hyerim sudah mencintai orang lain, seperti yang ia ungkapkan dalam suratnya.”jawab Madame Sunny seraya melirik Howon sekilas. Lelaki itu menunduk, takut jika Raja mencecar identitasnya.

“ Madame, apa kau bisa mengetahui siapa lelaki yang Hyerim maksud?” tanya Daehyun cepat. Howon semakin memucat. Tamatlah riwayatnya, ia tidak bisa percaya pada Madame Sunny, bagaimanapun juga Madame Sunny adalah penyihir, dan penyihir itu jahat. Ia takut Madame Sunny membocorkan rahasianya.

“ Sebagai penyihir nomor tiga di negeri ini, aku punya dua kekurangan. Pertama, aku tidak bisa menyihir dengan tangan kosong, dan kedua, aku tidak begitu jitu dalam meramal. Jadi aku tidak tahu siapa lelaki yang dimaksud oleh Hyerim.”jawab Madame Sunny. Howon tersenyum, lega karena Madame Sunny menjaga rahasianya meski ia tak menyangka.

“ Padahal jika kita tahu siapa lelaki yang dicintai oleh Hyerim, kita pasti bisa memintanya untuk mencari Hyerim. Asal lelaki itu memang tepat untuk Hyerim.” kata Ilhoon, “…jadi kalau begini, siapa yang harus mencari Hyerim? Apakah.. aku?”

“ Andwae, Ilhoonie. Kau masih terlalu kecil..” larang Ratu Seohyun.

“ Bagaimana kalau aku?” Daehyun menyerahkan diri.

 

“ Siapapun yang akan pergi mencari Hyerim, dia akan pergi bersamaku.”

 

Semua menoleh ke asal suara. L. Penyihir tampan itu berdiri di ambang pintu istana dengan angkuhnya, entah sejak kapan ia berada disana. Membuat Daehyun berpikir seribu kali lagi untuk pergi mencari Hyerim. Ia baru ingat kalau adiknya itu pergi bersama Yeoshin, yang notabene baru saja resmi menjadi istri L.

“ Aku tahu Yeoshin hanya sedang mengajakku ‘bermain’. Tetapi dia mengajak Hyerim dalam ‘permainan’ ini. Jadi siapa yang ingin menjadi teman ‘bermain’ku untuk menangkap mereka?” L bertanya dengan sinis sembari menatap satu per satu orang di dalam istana, terutama Daehyun, yang baru saja menawarkan diri untuk mencari Hyerim.

“ Andwae oppa.. jangan kau.”lirih Krystal, ia mendengar pembicaraan dalam istana dengan sangat jelas meski kini ia masih meringkuk di dalam menara.

Ia tak rela jika Daehyun yang harus pergi mencari Hyerim. Ia tahu Daehyun masih marah pada L karena dirinya, ia takut Daehyun emosi jika L menyinggungnya, dan ia takut L membunuh Daehyun di perjalanan. Secinta apapun Krystal pada L, gadis itu mengakui kebiasaan L yang sering membunuh siapapun orang yang membuatnya kesal dengan mudah dan enteng.

 

“ Andwae, hyung. Krystal membutuhkanmu, hanya kau yang bisa membujuknya. Kau tahu kan sekarang ia sedang depresi berat.” Ilhoon menepuk bahu Daehyun, meminta agar hyungnya itu tidak pergi, “…apalagi pergi dengan L, kau tahu kan itu sama saja masuk ke kandang singa yang penuh buaya(?).”lanjut Ilhoon lagi dengan setengah berbisik.

Daehyun mengangguk pelan, diliriknya dengan tajam sosok L yang masih berdiri dengan angkuh tak jauh darinya itu.

“ Kalau bukan aku, lantas siapa yang harus mencari Hyerim?” tanya Daehyun.

“ Jika perginya bersama L.. yang harus mencari Hyerim..” semua nampak berpikir, para pengawal menunduk ketakutan karena tak ingin ditunjuk oleh Raja.

Namun kini semua mata tertuju pada wanita bertubuh mungil pemilik short-blonde hair yang duduk di samping Ratu Seohyun. Madame Sunny. Wanita itu memucat, L sudah tersenyum penuh kelicikan kearahnya, seakan siap membunuhnya di tengah jalan jika ia yang pergi bersamanya untuk mencari Hyerim dan Yeoshin.

Madame Sunny melemparkan pandangan kearah salah satu dari pria-pria berseragam merah yang berjajar rapi di pinggir karpet merah istana.

“ Lee Howon. Sebelum namaku disebut oleh Raja. Lakukan.sekarang.juga.” ia menatap pemuda berseragam itu dengan tajam dan mengirim suara perintah yang kini mengganggu telinga sang pemuda.

Howon, pemuda itu, menghela nafasnya dalam-dalam. Hingga dengan tangan gemetar dan keringat dingin bercucuran ia mengangkat tangannya.

 

“ Paduka Raja, saya bersedia.. mencari Tuan Putri.. J..J..Jung.. H.. Hye.. Hyerim.”

 

 

“ Howon! Pokoknya Ibu tidak rela kau pergi mencari Hyerim!”

“ Apalagi kau pergi dengan L, kau mau bunuh diri?”

Howon yang sudah mengganti seragam pengawalnya dengan kaos putih dan celana belel itu tetap melanjutkan sesi persiapannya, berusaha tak mendengar ocehan kedua orangtuanya. Ia memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas lusuhnya. Semua, semua barangnya tanpa meninggalkan satupun dalam kamar sempitnya. Karena ia yakin akan lama kembali, atau mungkin tidak akan kembali -jika ia dibunuh oleh L-

“ Lee Howon, lebih baik ayah dan ibu dipecat dari kerajaan daripada harus merelakanmu pergi dengan penyihir jahat itu!”

Howon berbalik, menatap ayah dan ibunya yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Mereka terlihat amat khawatir, tentu karena Howon adalah anak semata wayang mereka. Tetapi apa yang bisa ia perbuat? Ini semua keinginan Madame Sunny.

“ Howon, apa kau sudah selesai?” Madame Sunny tiba-tiba muncul dan mengunjungi kamarnya. Howon mengangguk pelan.

“ Ia tidak boleh pergi!” ucap kedua orangtua Howon mengotot, Madame Sunny tersenyum tipis.

“ Anak kalian akan baik-baik saja. Percaya padaku. Sekarang, bisakah aku membawanya keluar?”tanya Madame Sunny sembari menatap keduanya dengan.. tajam.

“ Hei! Kau menghipnotis mereka??” Howon terkejut.

“ Sstt!” Madame Sunny menyuruhnya diam.

“ B..baiklah.. silahkan bawa Howon pergi.”ucap kedua orangtua Howon dengan tatapan kosong, Madame Sunny tersenyum puas.

“ Mengapa kau menghip… aaa!” Howon sedikit berontak ketika Madame Sunny menariknya keluar cepat-cepat.

 

Setelah berpamitan dengan Raja, Ratu, Daehyun, dan Ilhoon, dengan langkah berat Howon melangkah keluar dari istana dengan ditemani oleh Madame Sunny. Ia memang ingin menemukan Hyerim, tapi ia tak memiliki gambaran sedikitpun kemana ia harus mencari kekasihnya itu.

“ Lee Howon.”

“ Ya?” Howon menoleh kembali kearah Madame Sunny, “…kau belum puas?”

Penyihir itu tertawa sinis, “ Ya. masih ada satu tugas lagi untukmu.”

“ Apa lagi??” Howon mendengus kesal, merasa benar-benar telah diperbudak oleh penyihir wanita ini.

“ Kau tidak boleh protes. Karena jika kau menentangku, sekarang juga akan kubocorkan hubunganmu dengan…….”

“ Baik. Baiklah. Maaf. Tugas apa lagi?”

“ Ini tugas yang sangat berat. Tapi aku janji akan memberi penghargaan padamu jika kau berhasil melakukannya.”

Howon mengerutkan alisnya,  “ Memangnya..apa?”

Madame Sunny mendekat ke telinganya dan berbisik pelan.

 

“ Bunuh L . itu tugasmu.”

 

“ A..APA!? MEMBUNUH L?? kau gila!? Yang ada dia yang membunuhku! Aku manusia biasa dan dia.. dia penyihir yang.. hebat..” Howon menolak habis-habisan.

“ Bagaimanapun caranya, kau harus membunuhnya. Karena ini adalah tujuan utamaku. Aku menyuruhmu untuk mencari Hyerim bersama L agar kau bisa membunuh dia di tengah jalan. Karena jika dia mati, akulah yang akan menjadi penyihir nomor satu di negeri ini.”

Howon tercengang, tak menyangka Madame Sunny ternyata memiliki rencana licik seperti ini. Jadi apa yang harus ia perbuat? Fokus pada pencariannya terhadap Hyerim atau.. fokus pada perintah Madame Sunny untuk membunuh L?

 

“ Kau harus melakukannya, Lee Howon. Aku akan terus memantaumu dari sini. Jika kau tak juga membunuhnya, aku akan bocorkan rahasia hubunganmu dengan Hyerim pada Raja, dan membiarkan Raja menghukum gantung kedua orangtuamu. Hahaha.”

Tangan Howon mengepal, ia tak menjawab lagi perkataan Madame Sunny, ia segera mengayunkan kakinya, pergi meninggalkan istana dengan langkah cepat.

***

 

“ Aahhh.. segar sekali. Eh, dimana aku?”

Yeoshin terbangun dan merasakan sejuk di seluruh tubuhnya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya, yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit sebuah ruangan yang terbuat dari kayu. Siapakah yang membawanya ke tempat ini? Dan mengapa tiba-tiba ia merasa seperti habis mandi begini? Tubuhnya sangat wangi.

Hyerim masih tertidur pulas disampingnya. Sama seperti Yeoshin, ia juga terlihat bersih dan wangi.

Berbagai pikiran buruk merajalela di kepala Yeoshin. Jangan-jangan ada orang misterius yang memandikan mereka saat tertidur tadi. Ini gila. Tidak. Tidak mungkin.

“ Hyerim.. Hyerim! Ireonna!!” Yeoshin mengguncang tubuh sahabatnya itu dengan sedikit panik.

“ Hmm? Ah.. segarnya..” Hyerim membuka matanya pelan-pelan, “…rasanya seperti habis mandi. Eh? Apa? mandi? Aku kan di hutan bagaimana bisa mandi!????” Hyerim benar-benar terbangun sekarang, ia menatap Yeoshin dengan bingung.

“…kau.. kau juga seperti habis mandi??”

“ Ho’oh..” Yeoshin mengangguk dengan panik, “…apa yang terjadi pada kita?”

“ Mana kutahu, kan yang penyihir kau!”

“ Oh iya ya. tapi aku tidak tahu apa-apa sama sekali!”

“ Jangan-jangan..”

“ Apa? jangan menakuti aku!”

 

“ Wah.. unniedeul sudah bangun.”

“ AAAAA!!!!!” Yeoshin dan Hyerim langsung berpelukan karena takut, padahal yang muncul di hadapan mereka hanyalah seorang gadis berambut pendek yang hampir seumuran dengan mereka.

“ Kalian.. kenapa?” gadis itu bingung melihat tingkah Yeoshin dan Hyerim, ia mendekat.

“ Jangan!! Tolong jangan lukai kami!”

“ Hei. Aku hanya ingin berkenalan. Namaku Kim Namjoo.”gadis itu mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.

Yeoshin dan Hyerim pelan-pelan melepas pelukan mereka dan menjabat tangan gadis itu meski masih agak ragu.

“ Aku.. Son Naeun, tapi kau boleh memanggilku Yeoshin.”

“ Aku Jung Hyerim..”

“ Wah.. kalian berdua cantik sekali.”ucap Namjoo polos, membuat kedua sahabat itu menjadi malu.

“…apa kalian lapar?” tanya Namjoo.

“ Iya! Lapar seka….aw!” Hyerim tak jadi melanjutkan jawabannya ketika Yeoshin mencubit pinggangnya.

“ Jangan minta makan pada orang yang belum kita tahu siapa dia sebenarnya. Arasseo?” bisik Yeoshin, Hyerim pun mengangguk malas.

“ Tidak,kami tidak lapar.”Yeoshin yang menjawab.

“ Hmm.. ya sudah, kalau begitu.. kajja, kita temui ibuku. ibuku menunggu kalian bangun lho.”ucap Namjoo lagi, ia pun berdiri, “…ayo, ikuti aku!”

Meski masih ragu, Yeoshin dan Hyerim tetap turun dari kasur yang mereka tempati dan mengikuti langkah Namjoo pelan-pelan. Yeoshin menyempatkan diri untuk beringsut menuju jendela dan membuka tirainya, melihat lingkungan rumah tempat mereka berada saat ini.

“ Kita masih berada di tengah hutan!” Yeoshin terkejut, Hyerim ikut menatap ke jendela.

“ Berarti rumah ini ada di tengah hutan. Jangan-jangan..” Hyerim mulai berasumsi dalam hatinya.

“ Ya! unniedeul, kajja!” Namjoo memanggil mereka, Yeoshin dan Hyerim pun kembali mengikuti langkah gadis itu.

 

“ Eomma, unniedeul sudah bangun.” Namjoo memasuki sebuah ruangan penuh buku yang terletak di tengah rumah dan menghampiri seorang wanita yang sedang memainkan sebuah benda yang asing bagi Yeoshin dan Hyerim. Wanita itu tersenyum dan mempersilahkan Yeoshin dan Hyerim duduk di depannya, sementara Namjoo mempersiapkan minuman hangat untuk mereka.

“ Annyeong. Apa kalian masih lelah?” tanya wanita itu ramah. Yeoshin dan Hyerim saling menyenggol lengan satu sama lain karena gugup. Entah, ketika melihat wanita didepannya ini, baik Yeoshin maupun Hyerim langsung merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuh mereka, merinding.

Yeoshin dan Hyerim hanya menggeleng, mereka masih berusaha menebak siapakah wanita yang ada di depan mereka ini.

“…hmm.. mungkin kalian belum mengenaliku. Tapi aku sudah mengenal kalian.”wanita itu sedikit tertawa, “…kau nona Jung Hyerim, kan? Putri kerajaan Junghwa? Kau cantik sekali.”

Hyerim terkejut, namun segera memaksakan dirinya untuk tersenyum, “ Terimakasih.”

“ Dan kau.. nona Yeoshin Son Naeun.”wanita itu tersenyum kearah Yeoshin, “…selamat datang di keluarga besar kami. Keponakanku begitu beruntung punya istri secantik dan sebaik dirimu.”

EHEK!

Yeoshin tersedak minuman yang sedang ia teguk ketika mendengar ucapan wanita itu. Hyerim pun sama terkejutnya. Karena tentu saja keponakan yang dimaksud oleh wanita itu adalah L.

Jadi.. wanita didepan mereka ini..

“ KIM HYOYEON?” tanya Yeoshin dan Hyerim kompak bercampur gemetar, mereka berhadapan dengan penyihir terhebat di negeri Junghwa, yang hanya memiliki satu tato akar di tubuhnya, yang menulis buku Rahasia Dunia Luar. Pantas saja keduanya merasa merinding, namun mereka tak menyangka Hyoyeon bersikap baik dan hangat pada mereka.

“ Yah.. ketahuan.” Hyoyeon tertawa kecil, “…kalau begitu aku tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Aku yakin kalian sudah tahu siapa diriku lewat ramuan identitas itu.”

“ B..bagaimana dia bisa tahu aku meminum ramuan identitas?” bisik Hyerim.

“ Dia hebat sekali..” gumam Yeoshin.

“ Jadi sebenarnya ada apa kalian mencariku?”tanya Hyoyeon, membuat Yeoshin dan Hyerim semakin takjub.

“ Bahkan ia tahu tujuan kita adalah menemuinya, padahal kita belum bilang..” bisik Yeoshin, Hyerim mengangguk.

“ Bagaimana kau tahu?” tanya Hyerim sedikit gugup.

“ Hahaha. Aku hanya menebak karena tak sengaja melihat buku karyaku yang ada dalam tas kalian. Jadi benar kalian ingin menemuiku?”jawab Hyoyeon seraya tertawa kecil, “…hm.. kalian ingin.. pergi ke dunia luar?”

Yeoshin dan Hyerim mengangguk cepat.

“…wow, kukira di negeri ini hanya aku yang tertarik dan penasaran dengan dunia nyata. Ternyata kalian juga demikian. Seandainya saja sepuluh tahun silam kalian ada dan membelaku saat aku diusir dari lingkungan kerajaan.. tapi sayang saat itu kalian masih kecil..” Hyoyeon sedikit tersenyum getir karena mendadak ingat dengan masa lalunya.

“ Mengapa kau tidak melakukan perlawanan saat diusir? Bukankah kau penyihir terhebat di negeri ini?” Yeoshin segera mencecarnya.

“ Ini bukan soal siapa diriku dan sehebat apa diriku. Seandainya aku berpikiran pendek, mungkin sudah kuhancurkan negeri Junghwa dengan mudah karena murka atas pengusiran yang kuterima. Tetapi aku berpikir panjang, aku memikirkan hal positif yang akan kurasakan jika aku menaati perintah Raja Yonghwa untuk pergi dari negeri ini.”

“ Jadi.. ayahku yang mengusirmu?” tanya Hyerim dengan nada bersalah, “…kumohon maafkan dia..”

Hyoyeon tersenyum, “ Justru aku yang harus meminta maaf pada ayahmu, aku tahu ia mendukung Taeyeon untuk mengusirku karena ia dendam padaku. Dulu, aku sempat diminta olehnya untuk menjadi penyihir istana, tetapi aku menolaknya. Kurasa ayahmu itu menganggap aku sombong karena telah menolak jabatan elit itu. tetapi ketahuilah, aku melakukannya demi Sunny. Sunny adalah sahabatku sejak kecil dan ia punya cita-cita menjadi seorang penyihir istana, aku tidak mau merebut cita-citanya..”

“ Jadi kau adalah sahabat Madame Sunny?” Hyerim dan Yeoshin semakin terkejut, ternyata masih banyak hal yang belum mereka ketahui tentang Hyoyeon.

“ Ya, begitulah. Dan sekarang aku senang karena ia berhasil mewujudkan cita-citanya. Meski sejak aku pergi dari lingkungan kerajaan, aku tak lagi berhubungan dengannya. Jangankan berhubungan dengannya, berhubungan dengan keluarga penyihir Kim pun tidak. Sejak dulu mereka semua membenciku karena aku terlahir dengan satu tato di perutku. Ini memang suatu kebanggaan, tapi aku sama sekali tidak menginginkannya. Aku merasa lebih baik menjadi penyihir biasa daripada harus dibenci oleh keluarga sendiri karena mereka iri padaku. Terutama Taeyeon, padahal seharusnya ia sudah puas karena melahirkan L yang punya dua tato ditubuhnya. Tetapi semua sudah digariskan seperti ini, aku tak bisa merubahnya..”

Hyerim dan Yeoshin termangu, merasa prihatin pada Hyoyeon yang ternyata tidak bahagia dengan status penyihir nomor satu yang disandangnya.

*****

 

“ Mencariku?”

Howon menghentikan langkahnya dan sedikit mundur karena terkejut. L muncul secara tiba-tiba dihadapannya.  Sejak tadi ia mondar-mandir di depan rumah keluarga penyihir Kim, rumah L. Tetapi ia tidak berani masuk untuk menjemput, mendekati gerbang rumahnya saja ia sudah gemetaran luar biasa.

“ Ng.. b..b..bisa..kita..berangkat..s..s..sekarang?” tanya Howon gugup, ia tidak pernah berhadapan dengan L sebelumnya, dan ternyata begini rasanya. Kalau bicara dengan L saja ia takut bagaimana ia bisa menjalankan tugas Madame Sunny untuk membunuh penyihir tampan ini ditengah jalan? Sepertinya mustahil.

L mengangguk saja, setelah itu ia berjalan di depan Howon sembari memainkan tongkat milik Yeoshin yang sudah ia ambil dari perapian laboratorium sekolah karena tongkatnya sendiri telah dicuri oleh Yeoshin.

“ K..kita..kita mau..k..kemana?” tanya Howon sambil berjalan cepat untuk menyamakan langkahnya dengan L.

“ Aku baru tahu istana Junghwa punya pengawal gagap.”ucap L sinis, “…kita akan pergi ke hutan, gagap.”

“ Hutan? Ng.. mianhae, namaku Lee Howon, bukan gagap.”

“ Nah, bicaralah seperti itu, pacar Hyerim.”

“ Eh, darimana kau tahu??” Howon terkejut, “…oh iya, kau kan penyihir.”lanjutnya polos.

“ Aku penyihir yang hebat. Bukan hanya penyihir. Ingat itu.”jawab L angkuh, ia memang tidak suka jika hanya disebut sebagai penyihir. Karena semua orang menganggap ia penyihir nomor satu, ia ingin disebut sebagai penyihir yang hebat.

“ Oh, mianhae.”

L dan Howon pun melanjutkan perjalanan mereka, memasuki hutan yang kebetulan tak begitu jauh dari rumah L. Howon sedikit bingung mengapa mereka harus pergi dengan berjalan kaki, ia kira L akan mengajaknya naik sapu terbang seperti penyihir-penyihir biasanya, tapi ia tidak berani bertanya.

Kedua lelaki itu telah sampai di tengah hutan, L nampak lelah karena entah mengapa sejak tadi ia gagal melacak keberadaan Yeoshin dengan pikirannya. Sementara Howon hanya bisa mengandalkan matanya yang notabene sudah minus untuk mencari Hyerim di tengah kegelapan hutan.

 

“ Mereka sempat berada di tempat ini.” L menghentikan langkahnya didepan seonggok kayu bakar yang tak jauh darinya, “…mereka sempat menyalakan api unggun disini.”

“ Bagaimana kau tahu?”tanya Howon.

“ Aku masih bisa merasakan aroma tubuh Yeoshin di tempat ini..”

“ Wow.. apa itu artinya mereka belum lama meninggalkan tempat ini?”

“ Mungkin..”

“ Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?”

L berpikir, ia sedang mengingat ibunya, Taeyeon, yang berpesan padanya sebelum ia pergi.

 

“ Gunakan saksi-saksi bisu di dalam hutan untuk mengetahui keberadaan Yeoshin dan Hyerim. Jika kau gagal melakukannya, itu artinya mereka telah sampai ke rumah bibimu, Hyoyeon.”

 

“ Tidur sana. Kita lanjutkan pencarian nanti pagi.”ucap L kemudian, Howon menurut saja meski sebenarnya ia masih sanggup menyusuri hutan. Tetapi ia tidak mau protes daripada L kesal lalu membunuhnya.

L sendiri tidak ikut tidur, ia menyalakan api unggun dengan seonggok kayu bakar tersebut dan menatap kobaran apinya dengan tajam, ia mengingat kembali pesan Taeyeon.

 

“…jika kau memang yakin mereka ada bersama Hyoyeon, saat matahari terbit, ikutilah langkah seorang anak gadis berambut pendek yang sedang mencari buah-buahan di dalam hutan. Ia Namjoo, anak Hyoyeon. Ia sering keluar rumah mencari buah-buahan di hutan setiap pagi. Buntuti dia sampai dia pulang ke rumahnya..”

***

“ Benda apa ini?”

“ Hahaha. Ini namanya iPad, kalau yang ini namanya Laptop, nah.. kalau ini namanya TV.”

Yeoshin dan Hyerim hanya bisa cengengesan karena sama sekali tak pernah melihat benda-benda yang ditunjukkan oleh Namjoo itu. benda-benda elektronik itu sangat asing dimata mereka.

“ Hampir semua orang di dunia luar menggunakan benda-benda itu. saat aku berada disanapun aku menggunakannya setelah mati-matian belajar karena sebelumnya tidak pernah tahu ada benda seperti ini.”Hyoyeon sedikit berbagi cerita, “…banyak sekali hal baru yang akan kalian temukan jika kalian benar-benar pergi ke dunia luar itu. dunia itu sangat berbeda dengan negeri ini, disana tak ada kerajaan, semua orang punya pemimpin masing-masing.”

“ Aku jadi takut tidak bisa menyesuaikan diri..”ucap Hyerim khawatir.

“ Jangan khawatir, di buku ini aku juga menulis banyak hal tentang dunia itu, kalian harus membaca semuanya agar bisa menjadi manusia normal disana.” Hyoyeon menepuk buku karyanya yang ada di atas meja, “…maka itu, aku berpesan agar kalian menjaga buku ini baik-baik.”

“ Pasti, pasti kami menjaganya dengan baik. Iya kan?” Hyerim menyenggol lengan Yeoshin yang sejak tadi diam seribu bahasa.

“ Hm? Ya.. ya..” jawab Yeoshin seadanya, setelah itu ia berdiri dan berjalan menuju halaman depan rumah.

“…aku ingin menunggu matahari terbit.”pamitnya singkat, Hyoyeon mengangguk.

“ Aku juga!” Hyerim berdiri dan mengikuti langkah Yeoshin.

 

“ Yeoshin, kau kenapa?”

Hyerim berdiri di samping Yeoshin dan ia terkejut melihat wajah sahabatnya yang kini sudah berlumuran airmata, “…kau ada masalah? Kenapa menangis?”

Yeoshin mengangguk pelan seraya menghapus airmatanya.

“ Aku sedikit menyesal, mengapa baru sekarang aku berpikir jauh..”

“ Maksudmu?”

“ Aku pergi dengan dua keputusan. Pertama, meninggalkan Dongwoon oppa dan Gain unnie. Kedua, memutuskan untuk tidak memiliki pendamping hidup, karena aku tidak mungkin menemukan penyihir di dunia itu. iya kan? Aku merasakan keraguan yang luar biasa dengan keputusanku yang kedua. Perempuan mana yang tidak ingin punya pendamping hidup?”

Hyerim tertegun mendengarnya, ia baru sadar nasib percintaan Yeoshin sepertinya tidak bisa diselamatkan, sahabatnya itu tak akan bisa bersama lelaki manapun di dunia luar sana, semua penghuni dunia itu adalah manusia biasa. Namun untuk kembali ke negeri Junghwa demi mencari seorang pendamping hidup rasanya mustahil, karena mau tak mau itu artinya Yeoshin kembali pada suaminya, L. Hidup sendiri selama-lamanya ketimbang memiliki suami sejahat L rasanya lebih baik, namun rupanya Yeoshin merasa tak siap untuk itu.

Hyerim bisa merasakan siksaan batin yang dialami sahabat satu-satunya itu. Di satu sisi ia merasa beruntung tidak terlahir sebagai penyihir, meski terkadang ia ingin sekali punya kemampuan menyihir. Tetapi jika ia harus berada di posisi Yeoshin, tentu ia juga merasa tak sanggup.

“…kau beruntung, Hyerim. Dengan aura keputrian yang kau miliki, kau pasti akan dicintai dan digilai banyak lelaki disana. Dan seandainya Howon tidak juga menemukanmu, kau bisa memilih satu diantara mereka.”ucap Yeoshin pelan, “…jujur, baru kali ini aku menyesal mengapa aku harus terlahir sebagai seorang penyihir.”

“ Jangan berkata seperti itu..” Hyerim menggelengkan kepalanya dan menepuk bahu Yeoshin, “…aku juga tidak akan semudah itu jatuh cinta pada lelaki lain, apalagi lelaki itu tidak berasal dari negeri ini. Jika Howon tak juga datang, aku akan tetap menunggunya. Ini adalah resiko dari keputusan kita untuk pergi..”

“ Aku tahu.. tapi.. aku takut jika suatu saat aku akan jatuh cinta pada manusia..”

“ Kau benar. Atau mungkin.. manusia itu yang jatuh cinta padamu, Yeoshin.”

 

“ Tidak akan.”

“ Mwo?” Yeoshin dan Hyerim berbalik dan mendapati Hyoyeon ada di belakang mereka.

“ Uhm, maaf mengejutkan kalian. Sejak tadi aku mendengar apa yang kalian bicarakan. Dan ketika kalian sudah bicara soal cinta, kurasa aku harus ikut bergabung.”

Yeoshin dan Hyerim saling tatap, namun setelah itu mempersilahkan Hyoyeon untuk berdiri di antara mereka.

“…dengan berat hati aku harus mengatakan.. tidak ada seorangpun yang akan jatuh cinta padamu di dunia itu, Yeoshin. tidak akan ada.” Hyoyeon memulai pembicaraan dengan pernyataan yang benar-benar menohok perasaan Yeoshin, meski ia mengatakannya dengan pelan dan tenang.

“ Apa maksudmu?? Mana mungkin tidak ada yang jatuh cinta pada gadis secantik Yeoshin!” Hyerim sedikit protes karena tak tega melihat Yeoshin yang mendadak down ketika mendengarnya, “…apa karena Yeoshin sudah menikah dengan L? manusia-manusia itu kan tidak tahu juga..”

“ Bukan, bukan hanya karena Yeoshin sudah menikah. Ada alasan lain.”

“ Apa itu?” tanya Yeoshin cepat.

“ Pertama, tentu kau sudah tahu. Manusia biasa dan penyihir tak akan bisa bersatu apalagi sampai menikah. Karena jika mereka menikah, mereka tidak akan bisa punya keturunan.”

“ Ya.. aku tahu soal itu. lalu apa lagi alasannya?”

“ Hmm.. maaf jika aku menyinggungnya, tapi aku harus memastikan. Apa benar semalam sebelum pernikahanmu dengan L, kau bermimpi buruk?”tanya Hyoyeon pelan, Yeoshin mengangguk pelan, setelah itu menunduk karena sakit hati, mengapa Hyoyeon harus mengungkitnya? Mimpi itu adalah hal yang paling ingin Yeoshin lupakan seumur hidupnya meski ia tak tahu apakah mimpi itu benar-benar terjadi.

“ Kau bermimpi apa?” tanya Hyerim penasaran, “…tidak apa-apa, beritahu aku.”

“ Aku.. aku..” Yeoshin kembali menangis, mimpi itu memang meninggalkan trauma mendalam pada dirinya.

“…aku.. aku bermimpi diperkosa oleh L. ia sendiri yang mengirimkan mimpi itu padaku..”jawab Yeoshin lirih, “…bahkan saat terbangun, aku merasakan sakitnya, seakan hal itu benar-benar terjadi padaku..”

“ Hah!?” Hyerim terkejut bukan main, “…j.. jadi.. itu artinya kau sudah..”

“ Tidak, tidak seperti itu.. tenang..” Hyoyeon memotong, “…aku sendiri terkejut mengapa L melakukan hal ini pada Yeoshin, namun setelah aku selidiki dari jauh, aku mengerti apa maksudnya.”

“ Bagaimana maksudnya? Ia tidak benar-benar melakukan hal itu kan pada Yeoshin?” tanya Hyerim cemas, ia terus menguatkan Yeoshin yang kini lemas karena mengingat mimpi buruk itu.

“ Hanya penyihir yang memiliki tato tanda kehebatan di tubuhnya yang bisa melakukan pengiriman mimpi semacam itu. Mimpi seperti itu memang benar terjadi, namun hanya terjadi pada benda-benda yang terlibat di dalamnya, tidak pada orang yang terlibat disana. Makanya, tongkat Yeoshin benar-benar terbakar dan pecahan gelas ramuan itu ada di lantai laboratorium tempat mimpi itu terjadi.”jelas Hyoyeon.

“ Jadi.. Yeoshin tidak benar-benar diperkosa oleh L kan?” Hyerim memastikan agar Yeoshin bisa berlega hati.

“ Ya. Pemerkosaan itu hanya ada dalam khayalan L, tetapi ini bukan berarti mimpi itu tidak meninggalkan efek apapun.”

“ Maksudmu?” Yeoshin terkejut, baru saja ia merasa lega, kini ia merasa khawatir lagi.

“ Ck, aku tidak menyangka kemampuan L sudah sehebat ini.” Hyoyeon memijiat kepalanya sejenak karena sedikit bingung menjelaskannya, “…mengirimkan mimpi adalah hal yang sangat rumit karena penyihir yang mengirimkan mimpi itu harus mengkhayalkan kejadian dalam mimpi yang ia inginkan dengan sedetail mungkin. Dan L berhasil melakukannya. Seperti yang kukatakan barusan, L punya maksud tersendiri mengapa ia mengirimkan mimpi itu padamu, bukan semata-mata berfantasi bagaimana rasanya menikmati tubuhmu, tidak demikian.”

“ Jadi sebenarnya apa maksud L mengirimkan mimpi sialan itu pada sahabatku??” tanya Hyerim tak sabaran.

“ Pemerkosaan yang dilakukan L dalam mimpi itu adalah cara yang ia gunakan untuk mengambil aura Yeoshin. Ia melakukannya agar tak ada lagi lelaki yang bisa jatuh cinta pada Yeoshin selain dirinya. Bukankah aura yang terpancar dari seorang perempuan adalah daya tarik utama bagi lelaki untuk jatuh cinta? Maka itu, L sengaja melakukan perenggutan aura lewat mimpi itu agar Yeoshin tidak bisa berpaling darinya.”

“ Hah?? Jadi.. begitu?? Ck, mengapa dia jahat sekali?” Hyerim semakin tidak menyangka, ditatapnya Yeoshin yang sudah semakin sedih dan pucat. Mengapa sahabatnya itu harus mengalami nasib seburuk ini?

“ L benar-benar sudah terobsesi dan tergila-gila padamu. Aku tidak menyangka ia melakukan tindakan kejam seperti ini jika sudah jatuh cinta.” Hyoyeon ikut menatap Yeoshin dengan prihatin, “…jadi.. daripada harus menjadi istrinya, kau lebih memilih untuk pergi?”

Yeoshin mengangguk dengan yakin, meski dalam hatinya ia masih memikirkan nasibnya yang akan menjadi forever alone di dunia nyata itu, tetapi ini pilihan buruk yang terbaik baginya.

“ Dan kau, kau juga yakin akan pergi? kau kan belum melihat seperti apa rupa pangeran yang dijodohkan denganmu.” Hyoyeon menoleh kearah Hyerim sekarang.

“ Wah, kau tahu aku dijodohkan?” Hyerim sedikit berbasa-basi, “…kurasa kau juga pasti tahu aku tidak bisa mengkhianati cintaku dengan pengawal tampan itu.”

“ Aku tahu.. aku kagum pada kisah cinta kalian, ternyata cinta yang tumbuh pada pandangan pertama bisa sedahsyat ini. Tapi apa kau benar-benar sanggup meninggalkannya? Bagaimana jika di dunia nyata nanti kau menemukan lelaki yang lebih….”

“ Tidak. Tidak akan. Semoga.”potong Hyerim, “…aku pergi ke dunia nyata tidak untuk jatuh cinta, tetapi untuk kebebasan.”

“ Aku setuju. Lagipula kami sangat penasaran dengan apa yang ada di dunia nyata itu.”timpal Yeoshin sembari tersenyum tipis.

“ Aku senang kalian begitu semangat. Kalau begitu, mari kita berharap semoga hari ini hujan turun, karena ramuan untuk membuat portalnya membutuhkan tetesan air hujan ke lima belas. Kalian juga harus memikirkan mantra baru untuk melindungi portal kalian. Hari ini aku akan membantu kalian membuat ramuannya agar kalian bisa segera pergi kesana.”

Hyerim dan Yeoshin mengangguk semangat.

“ Kalau begitu aku masuk dulu, aku harus membangunkan Namjoo. Hari sudah pagi dan dia harus mencari buah-buahan di hutan.” Hyoyeon tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya untuk membangunkan Namjoo.

*

 

“ Sebenarnya siapa gadis itu?”

“ Ck, bisakah kau diam?”

“ Aku tidak bisa berhenti bertanya. Untuk apa aku menguntit orang yang tidak aku tahu siapa dan apa tujuanku menguntitnya?”

“ Ini urusan penyihir. Yang penting kau bisa bertemu dengan Hyerim.”

Howon akhirnya diam setelah L berkata seperti itu, ia pun kembali mengikuti langkah L yang tengah membuntuti seorang gadis berjubah abu-abu yang sedang memetik buah-buahan di tengah hutan.

“ Yah.. padahal aku senang ada Hyerim dan Yeoshin unnie di rumah, tapi mengapa mereka mau pergi ke dunia nyata secepat ini? Aku kan masih ingin punya teman di rumah..” gadis itu berbicara sendiri selama memetik buah-buahan.

“ Hyerim dan Yeoshin? dunia nyata? Apa maksudnya??” Howon terheran-heran mendengarnya karena ia tak begitu paham tentang itu.

L mengepalkan tangannya, menahan emosi. Ia pun mempercepat langkahnya ketika Namjoo berhenti memetik buah dan pulang ke rumahnya.

 

“ Tidak akan kubiarkan kau pergi meninggalkan negeri ini, Son Yeoshin..”

***

 

Hyerim masih berdiri dengan tenang di samping rumah Hyoyeon bersama gelas kecil ditangannya, matanya menatap langit yang mendung pagi itu, wajah cantiknya menyiratkan keoptimisan bahwa hujan akan segera turun, meski ia telah menunggu tidak kurang dari dua puluh menit.

Sahabatnya, Yeoshin, masih berada di dapur rumah bersama Hyoyeon, membuat ramuan portal tersebut dengan susah payah karena komposisinya yang rumit. Beruntung Hyoyeon membantunya serta mengajarinya.

 

“ Sebenarnya ada satu hal lagi yang mengganggu pikiranku. Aku sama sekali tidak tahu harus kemana aku dan Hyerim ketika sudah berada di dunia nyata itu. Kami harus tinggal dimana dan makan apa disana? Apakah uang yang kami bawa masih bisa dipakai disana?”

Hyoyeon tertawa kecil mendengar pertanyaan Yeoshin, “ Kalian tenang saja. Aku sudah memasukkan sejumlah uang yang bisa kalian pakai disana. Soal tempat tinggal, kusarankan agar kalian mencari tempat ini.” Hyoyeon mengeluarkan sebuah kartu berisi alamat.

“ Panti asuhan remaja putri Seoul? Tempat apa ini?” Yeoshin tidak mengerti.

“ Tempat itu menampung remaja-remaja seumuran kalian yang tidak memiliki orangtua. Dulu Namjoo tinggal disana, hanya saja aku mengadopsinya..”

“ Mwo? kukira.. Namjoo adalah anak kandungmu..” Hyerim yang ikut mendengar pembicaraan dari luar terkejut, Yeoshin mengangguk karena sama terkejutnya. Hyerim pun akhirnya masuk ke dapur sejenak untuk ikut ‘mewawancarai’ Hyoyeon.

Hyoyeon menggelengkan kepalanya, “ Aku tidak punya suami. Bagaimana bisa punya anak kandung?”

“ Mengapa kau tidak menikah?”

“ Dulu aku wanita yang sangat perfeksionis. Aku menganggap tidak ada penyihir pria yang cocok denganku, jadi aku lebih memilih hidup sendiri. Tetapi aku punya keinginan memiliki anak yang sangat besar, maka itu aku mengadopsi Namjoo. Namjoo adalah manusia dari dunia nyata, ayahnya sudah tiada sejak ia kecil, dan ibunya baru saja meninggal. Yang mengejutkan, ternyata wajah mendiang ibunya sangat mirip denganku, bahkan sangat persis.”

“ Hah? Mengapa bisa persis? Apakah itu hanya kebetulan??” Hyerim dan Yeoshin semakin penasaran.

“ Awalnya kukira itu hanya kebetulan. Ternyata setelah aku menyelidikinya, semua itu adalah hukum di dunia sihir. Aku sudah menulis teorinya di selembar kertas dan menyelipkannya di buku itu, tepatnya di halaman paling belakang, karena itu penemuanku yang terakhir dan aku tidak sempat menulisnya di dalam buku.”

Karena tak ingin banyak bertanya lagi, Yeoshin mengambil bukunya dan membuka halaman paling belakang dari buku itu untuk membaca teorinya, Hyerim mendekat dan ikut membacanya.

 

“ Teori dua sisi. Semua penyihir jahat akan menemukan manusia biasa yang memiliki bentuk fisik yang sama persis dengan mereka di dunia nyata. Manusia-manusia itu punya sifat yang bertolak belakang dengan sang penyihir. Maka itu, teori ini disebut teori dua sisi. Sisi jahat yang dimiliki sang penyihir, dan sisi baik yang dimiliki oleh manusia tersebut. Ini hanya berlaku pada penyihir yang jahat. Penyihir yang baik tidak mempunyai ‘kembaran’ dalam bentuk manusia biasa di dunia nyata karena mereka sudah memiliki sisi baik mereka sendiri.”

 

“ Kalian mengerti maksud dari teorinya?” tanya Hyoyeon.

Hyerim dan Yeoshin mengangguk meski masih belum sepenuhnya percaya.

“ Kalian akan membuktikannya sendiri nanti. Aku sudah membuktikannya. Dulu aku bukan penyihir yang baik, dan ternyata mendiang ibu Namjoo adalah sisi baikku itu. Namjoo bilang ia adalah sosok ibu yang sangat baik. Karena aku sayang pada Namjoo, aku membunuh sisi jahatku dan berusaha menghidupkan sisi baik ibunya dalam diriku sendiri. Hingga akhirnya aku seperti sekarang, aku mulai berusaha menjadi penyihir yang baik demi Namjoo. Ia juga sudah mengerti tentang ini semua, ia gadis yang dewasa.”

Hyerim dan Yeoshin lagi-lagi tertegun, Hyoyeon memiliki jalan hidup yang tidak diduga-duga dan mereka mengaguminya.

“…dan aku kagum padamu, Son Yeoshin. kau satu-satunya penyihir yang tidak memiliki ‘kembaran’ dalam bentuk manusia di dunia nyata karena kau sudah memiliki sisi baikmu sendiri. Kau tidak punya sisi jahat.”

“ Kau hebat.”puji Hyerim, Yeoshin tersenyum malu, namun tiba-tiba terpikir sesuatu dalam benaknya.

 

“ Jika teori itu benar. Berarti di dunia nyata nanti aku akan menemukan orang-orang baik yang mirip dengan Dongwoon oppa, Gain eonnie, dan … L ?”

Yeoshin merasakan takjub sendiri dalam hatinya, membayangkan betapa sempurnanya manusia pemilik sisi baik L itu.

***

 

“ Sial!! Rumahnya dilindungi kabut, kita tidak bisa masuk!”

L semakin marah ketika melihat Namjoo memasuki kabut tebal yang menggumpal di tengah hutan. Bisa dipastikan itu adalah rumah Hyoyeon. Ketika ia mencoba menembus kabut tersebut, yang ia rasakan hanya sesak nafas dan tak menemukan rumah sama sekali.

“ Kau tidak bisa menghilangkan kabut ini?” tanya Howon.

“ Kabut pelindung ini hanya bisa hilang oleh hujan.”

“ Nah, kau bisa memanggil hujan, kan?”

“ Heh, kau kira aku pawang hujan!”

“ Lantas bagaimana?”

“ Yah.. sebenarnya aku bisa sih.”ucap L kikuk, “…tapi jangan sebut aku pawang hujan! Aku hanya akan membuat hujan turun di tempat ini saja.”

“ Yaa..ya.. mianhae.”

L mulai memejamkan matanya dan mengacungkan tongkatnya ke langit, hingga tak lama setelah itu setetes demi setetes air turun dari sana.

*

“ Ramuan untuk portal hanya tinggal membutuhkan air hujan tetesan ke lima belas! Aku harus cepat!!” Hyerim segera mengambil gelasnya dan keluar rumah ketika tahu hujan turun. Hyoyeon dan Yeoshin menunggunya dengan harap-harap cemas.

 

“ Tetesan kesepuluh..sebelas..dua belas..tiga belas.. empat belas.. LIMA BELAS!!!” Hyerim menghitung tetes demi tetes hujan yang turun dan menampung tetesan yang ke lima belas dengan hati-hati, hingga tanpa ia sadari seorang lelaki menangkap sosoknya dari kejauhan.

“ Hyerim???”

Tanpa pikir panjang Howon segera berlari menghampirinya, namun gadis itu menghilang memasuki kabut yang sudah mulai menipis karena diguyur oleh hujan.

 

“ Kalian siap?” Hyoyeon mengangkat gelas berisi ramuan yang sudah jadi dan berdiri di depan dinding belakang rumahnya.

Hyerim dan Yeoshin mengangguk, keduanya berpegangan tangan karena sebentar lagi akan memasuki portal tersebut.

“ Ingat mantra rahasianya?”tanya Hyoyeon memastikan.

Hyerim dan Yeoshin kembali mengangguk, sekilas melirik kearah Namjoo yang membuatkan mantra rahasia itu untuk mereka. Mantra itu hanya akan digunakan jika mereka ingin kembali ke negerinya.

“ Dan terakhir, ingat nama serta identitas yang akan kalian gunakan disana?”

Hyerim dan Yeoshin mengangguk untuk ketiga kalinya meski masih agak ragu. Hyoyeon telah memberi mereka identitas baru untuk hidup mereka di dunia nyata.

“ Silahkan memulai hidup baru kalian. Son Naeun dan Jung Eunji!”

Hyoyeon menyiramkan ramuan itu kearah dinding hingga tak lama setelah itu terbentuk sebuah lubang besar yang menyala dari sana, portalnya sudah terbuka.

 

“ JUNG HYERIM!”

“ SON YEOSHIN!!!”

 

“ Cepat masuk!!!” Hyoyeon segera mendorong tubuh kedua gadis itu ke dalam portal ketika menyadari dua orang lelaki memasuki rumahnya. Setelah itu menutup portalnya rapat-rapat.

“ Tidak!!! Hyeriiiim!!!!” Howon berteriak, namun sia-sia karena kekasihnya itu sudah memasuki portal tersebut. Lelaki itu sampai terduduk di lantai karena tak sanggup menyaksikan kepergian Hyerim.

Tangan L mengepal, dengan rahang yang mengeras ia menghampiri Hyoyeon dan menatap bibinya itu dengan penuh amarah.

“ Apa yang kau lakukan!? Mengajak mereka dalam praktik kontroversialmu ini!?? Sebelum aku mengajakmu bertarung, kembalikan mereka sekarang juga!!!” ancam L keras.

“ Aku tidak bisa mengembalikan mereka. Mereka hanya akan kembali jika mereka menginginkannya.”jawab Hyoyeon tenang.

“ Kalau begitu biarkan kami memasuki portalnya!” ucap Howon memelas.

“ Ya, cepat buka portalnya!” desak L, Hyoyeon menggeleng cepat.

L tidak kehabisan akal, dengan santai ia beringsut menuju seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya dan melingkarkan lengannya di leher gadis itu dengan kuat.

“ Bukakan portalnya untuk kami, atau..” L tersenyum licik sembari mengeluarkan sebilah pisau panas dari sakunya dan mengarahkannya ke leher gadis itu.

 “ Eomma!!!!” gadis itu menjerit ketakutan, Howon terkejut dengan tindakan L, namun ia terpaksa mendukung karena ia juga ingin masuk ke dalam portal tersebut.

 “ Tidak!! L !! kumohon, jangan lukai Namjoo!!!” pekik Hyoyeon, ia tak dapat menghentikan ancaman L dengan sihirnya sekalipun karena Namjoo bisa mati dalam hitungan detik jika ia bergerak sedikit saja.

“ Pilihan ada ditanganmu, Kim Hyoyeon. Biarkan kami menyusul Hyerim dan Yeoshin atau anakmu ini akan mati ditanganku.” L tersenyum licik, membuat Hyoyeon putus asa.

“ Maafkan aku, Hyerim.. Yeoshin..”

Dengan terpaksa wanita itu mengambil sisa ramuannya dan menyiramkannya ke dinding hingga portal itu terbuka kembali. Tanpa pikir panjang Howon segera berlari duluan memasuki portal tersebut.

“ Ambil dia! Hahaha!” L melepaskan Namjoo hingga gadis itu terkapar di lantai, setelah itu menyusul Howon memasuki portal tersebut.

Hyoyeon segera menghampiri Namjoo, dan ia terkejut mendapati darah yang mengalir deras dari punggung anaknya yang kini sudah tak sadarkan diri, ternyata L sudah menusuknya dari belakang.

“ TIDAK!! KIM NAMJOO!!!!!”

 

_To be Continued_

 

Fiuh, akhirnya part yang sangat panjang dan melelahkan ini kelar juga. Panjang banget ya readers ._. ini part paling rumit dan complicated yang pernah author tulis. Semoga kalian masih mengerti plotnya dan tahu apa saja kejutan yang author berikan di part ini. Jika ada hal yang mengganjal (?), silahkan tanyakan pada author^^

Kejutan masih berlanjut di part berikutnya yang sudah memasuki dunia nyata. Karakter keempat main cast pun akan berubah karena telah memasuki dunia baru. Seperti apa karakter mereka? Silahkan lihat gambar dan tulisan dibawah ini, moga aja bisa kebaca (?)

Main cast’s new characters :

ThePortalprologue

Like and Comment is very important for author 🙂 see you in next part!!  keep reading! ^^

 

Next >> Part 3B : You Will Find Me

*kemungkinan akan update pada hari selasa (lagi)*

Advertisements

190 responses to “THE PORTAL [ Part 3A : I Will Find You ]

  1. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] [LATEPOST] | citrapertiwtiw·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s