First Snow

First Snow

First Snow

 

Main Cast(s) :

Park Chanyeol (EXO K)

Jung Yuhyeon (OC/You)

||

Genre :

Fluff, Comedy(?)

||

Length :

Ficlet

||

Rating :

Teen

||

Author :

Mira~Hyuga / MiraeLee (@cumiraw6)

||

Disclaimer :

Just own OC and plots. Pics belong to yang punya (?) dan kuedit dikit-dikit, Chanyeol minjem dari fansnya xD kkk

||

a/n :

Sequel lagiii.. kkk.. Dan kalo dipikir-pikir ga ada salahnya juga aku bikinin couple ini ficlet / oneshot series. Kekeke.. Kalo pada setuju, sih :3

Oke deh, hepiih ridiiing(?)!

Related fics : Smile || The Reason

(silahkan dibaca dulu biar ngeh, hehe :D)

>>><<<

Kim Jongin pikir, Baekhyun memang antara rela dan  tidak rela jika Chanyeol punya pacar–walaupun sebenarnya itu belum pasti.

Lihat saja tingkah pria bermarga Byun itu sekarang. Ia benar-benar terlihat niat sekali menguping pembicaraan Chanyeol dan Yuhyeon yang duduk di bangku tepat di hadapan pohon tempat Baekhyun bersembunyi dengan Jongin. Raut wajah Baekhyun seperti ingin menunjukkan kalau Chanyeol adalah miliknya dan hanya miliknya.

Dan yang lebih gila menurut Jongin, apa yang membuat dirinya pada akhirnya mau ikut-ikutan juga? -__-a

Ya!” Baekhyun mendorong badan Jongin yang rasanya semakin condong saja ke arahnya. Dengan kesal laki-laki itu melirik Jongin dan berbisik lagi dengan nyaris tanpa suara, “Kau tidak sadar badanmu sebesar apa? Bagaimana kalau aku jatuh dan kita ketahuan? Ish!”

“Jujur saja, aku agak mengantuk.” gumam Jongin sambil mengedip-ngedipkan matanya yang terasa lengket.

Baekhyun mencibir. Tanpa memedulikan pandangan aneh orang-orang–yang melihat mereka–di sekitar sana, ia kembali memasang telinga baik-baik dan sesekali memperingati Jongin kalau-kalau sahabatnya yang berkulit lebih gelap itu menguap dengan suara yang keras.

“Sudah mulai dingin, ya? Berapa suhu Seoul hari ini?” terdengar suara berat Chanyeol yang berbasa-basi setelah sekitar beberapa menit diam seperti patung beku di samping Yuhyeon si manekin beku. (Apa-apaan ini? -__-)

“Hm.” Yuhyeon baru menjawab beberapa detik kemudian, “Seingatku, salju akan turun hari ini.”

Jinjja? Wuah..” bibir Chanyeol melengkung dan melebar, dengan cepat menampakkan gigi putihnya yang berderet rapi. Ia sempat membayangkan sesuatu yang bagus; salah satu scene dalam musicalnya tahun lalu.

Tapi kemudian Chanyeol menggelengkan kepala secara mentalisasi untuk menyadarkan dirinya sendiri, “Aku sudah mulai gila rupanya.”

Mendengar gumaman tentang ‘gila’, Yuhyeon menoleh pada Chanyeol dengan cepat,  mengangkat alis dengan heran meski raut wajahnya datar seperti biasa, “Hm?”

“Ah, apa?” Chanyeol ikut menoleh dan mengerjap beberapa kali dengan cepat, “Aku bicara apa ya, barusan?” katanya sambil terkekeh aneh karena malu sekaligus gugup.

Tanpa mengatakan apapun, Yuhyeon mengangguk saja dan kembali melihat lurus ke hadapannya, diikuti Chanyeol yang melakukan hal yg sama setelah menghabiskan  beberapa detik untuk mengamati gadis itu dari samping.

Hening lagi.

“Itu..” Yuhyeon berusaha memulai meski itu hal yang cukup sulit untuknya. Suaranya yang tidak begitu sering terdengar berhasil menarik seluruh perhatian Chanyeol yang sempat tenggelam selama mereka tak saling berbicara barusan.

“… aku sudah berjanji akan memutuskan dalam dua hari.” Yuhyeon melanjutkan, berusaha tidak ‘to the point’ seperti biasa karena ia juga sebenarnya merasa cukup gugup, “Hm..” apa lagi yang harus ia katakan sekarang?

Ne.” Chanyeol merespon sedikit, secara tersirat meminta Yuhyeon melanjutkan ucapannya.

Chanyeol sudah beberapa kali berpacaran saat SMA, yang berarti ia sudah beberapa kali juga menyatakan rasa suka pada seorang gadis. Seharusnya ia sudah familiar dam tidak terlalu terkejut dengan perasaan was-was-menunggu-jawaban ini. Tapi kini lelaki itu merasa terlalu berdebar seolah ini adalah pengalaman pertamanya. Seperti ada banyak kembang api yang meledak di dalam tubuhnya, berdentum-dentum dengan fantastis, namun ada suatu kesenangan yang terasa dari semua itu.

Dilihatnya kedua mata Yuhyeon yang tidak berkedip terpaku pada salah satu titik. Chanyeol baru saja mengira Yuhyeon mungkin sedang berpikir, ketika suara itu kembali terdengar dengan sangat pelan, “Hm, bagaimana aku mengatakannya?”

Detik itu juga Chanyeol tak bisa menahan dirinya untuk terkekeh, membuat Yuhyeon meringis kecil, tak berani menoleh dan sekilas Chanyeol melihat kedua pipinya tampak merona.

Saat kemungkinan lain muncul di benaknya, tiba-tiba saja Chanyeol kehilangan rasa gelinya dan senyumnya menghilang seketika. Apa Yuhyeon berkata seperti itu, karena yang akan dikatakannya adalah sebuah penolakan?

Aish, kenapa barusan aku malah tertawa kalau begitu?

Lagi-lagi Chanyeol merasa terkejut dan untuk selanjutnya hanya terdiam, berusaha meredakan debar jantungnya yang terlalu cepat sekaligus mempersiapkan diri untuk menerima kemungkinan terburuk yang akan ia dengar. Tiba-tiba ia merasa salah karena terlalu percaya diri sejak tadi.

Yuhyeon meremas tangannya dengan gugup sambil terus menekan sedikit rasa malunya. Walaupun di wajahnya sama sekali tak tampak, ia tidak pernah merasa segugup ini sebelumnya. Bahkan ia lebih gugup dari saat penampilannya di musical waktu itu.

Masih dengan tanpa menoleh pada Chanyeol, Yuhyeon bersuara lagi, “Maaf,”

Chanyeol mencelos hingga konsentrasinya sudah hampir terpecah saat itu juga.

“..aku hanya akan mengatakan ini sekali.” Yuhyeon menyadari seluruh wajahnya terasa panas.

“…”

“Terima kasih,” suara Yuhyeon yang tak bernada, terdengar agak bergetar, “karena akhir-akhir ini.. kau sudah menjadi alasanku untuk tersenyum.”

.

.

.

Loading…

.

.

Hey Chanyeol, kau masih sadar?

“A-APA?!” tanpa sadar Chanyeol berteriak sambil berdiri dari posisinya. Dengan tergesa ia berdiri di hadapan Yuhyeon dan meletakkan kedua tangannya di bahu gadis itu sambil membungkukkan punggung agar wajah mereka sejajar, “B-bisa kau ulang?” katanya.

Dengan kedua mata yang membulat karena tingkah Chanyeol yang tiba-tiba berteriak dan tahu-tahu sudah berdiri di hadapannya, Yuhyeon balas menatap lurus kedua mata itu tanpa ia kehendaki, “Kubilang.. hanya akan kukatakan sekali.” katanya dengan masih setengah terkejut.

“Kau.. aku.. apa? Aku sudah jadi alasan..”

“…”

“Sudah jadi alasan…”

“…”

.

“…”

Melihat Chanyeol yang tampak belum puas, Yuhyeon menarik kedua sudut bibirnya sedikit, “Eo-eoh.”

Sedetik kemudian tatapan Chanyeol melembut dan ia tersenyum lega bercampur senang. Tanpa bisa menahan diri, ia berputar membelakangi Yuhyeon dan berjalan menjauh beberapa langkah untuk meninju udara dengan bersemangat sambil bersorak kencang, “Yuuuuhuuuu!”

*

Mwo, mwo?” Jongin harus terbangun karena sorakan baritone Chanyeol yang kencang. Dengan muka masih mengantuk, laki-laki itu menoleh ke sana kemari, masih clueless mengenai apa yang baru saja terjadi hingga ia terbangun. Pandangannya kemudian berakhir pada Baekhyun yang berjongkok di sampingnya sambil mengorek-ngorek tanah, entah untuk apa.

“Baek?”

“Kkamjong-ah.” Baekhyun menoleh dengan muka sedih dibuat-buat yang membuat heran Jongin.

Namun tiba-tiba saja lelaki bermarga Kim itu teringat dengan apa yang sedang mereka lakukan sebelum ini, “Bagaimana, bagaimana? Apa sudah?” bisiknya berubah antusias.

Baekhyun mengangguk dan berpura-pura ingin menangis sambil merentangkan tangan memeluk Jongin, “Akhirnya tinggal kita berdua yang jomblo, Brader(?).”

“Ha?” gumam Jongin setengah melongo. Sedetik, dua detik, hingga dengan perlahan wajahnya juga berubah suram, dan mereka berpelukan sambil menangis tak karuan di sana, “Tiiidaaaaak…”

*

Chanyeol mengakhiri ‘ceremony’nya dengan bisikan “Yes!” yang terdengar bersemangat. Ia kembali berbalik dan menghampiri Yuhyeon sambil tersenyum lebar. Dan semakin lebar–mungkin cukup lebar untuk merobek bibirnya sendiri–ketika dilihatnya bibir itu juga melengkung walaupun sangat tipis.

Lelaki itu kembali duduk di tempatnya semula. Tak mengatakan apapun dan hanya mengusap tengkuknya dengan gugup, begitu pula Yuhyeon. Chanyeol berdeham pelan lalu kembali menahan senyum dengan menggigit kecil bibir bawahnya.

Dan Yuhyeon.. entah kapan terakhir kali ia merasa sesenang ini. Jelas sekali, Chanyeol memang sudah menjadi alasan dibalik senyumnya sejak lama, dan Yuhyeon memang menyukai pria itu. Sungguh. Ia bahkan bisa mengesampingkan logika untuk ini.

*

Sesuatu yang lembut dan dingin menyentuh hidung Yuhyeon. Gadis yang merupakan anak tunggal di keluarganya itu menyentuh benda tersebut dengan tangannya lalu mendongak dengan cepat, “Eoh?”

“Salju.” sahut Chanyeol ikut mendongak, “Salju pertama!” sambungnya setengah heboh.

“Hm.”

Butiran salju mulai berjatuhan menghujani bumi. Putih, terasa lembut dan dingin ketika Yuhyeon menadah butiran-butiran itu di tangannya. Chanyeol memerhatikan perempuan cantik itu beberapa lama lalu melakukan hal yang sama dengan khidmat.

Salju yang pertama mendarat di telapak tangannya yang tertengadah, mencair beberapa saat kemudian. Salju kedua dan selanjutnya bernasib sama. Keduanya sama-sama menikmati pemandangan itu seperti anak kecil yang baru tahu bagaimana rasanya ketika salju turun.

Ah, salju pertama.

“Yu.”

“Hm?” Yuhyeon menoleh dan tatapan mereka bertemu diiringi debaran itu lagi.

Chanyeol tersenyum lebar, “Gomawo.” katanya senang.

Yuhyeon mengangguk dan menyunggingkan senyuman tulus tanpa ragu, “Hm.”

“Aigo, Jung Yuhyeo~n.” dengan gemas Chanyeol menangkup kedua pipi Yuhyeon dengan tangan-tangannya yang dingin oleh salju, membuat gadis itu bergumam protes dan itu membuatnya terbahak renyah.

 

 

Hari dimana salju pertama turun, adalah awal kebersamaan mereka.

 

.

 

FIN

 

 

 

62 responses to “First Snow

  1. Wah cerita simple tapi misterius kan ? Mulai bacany dari poor barista ,bru bca yg smile dan trakhr ini.
    Sweet ceritany 🙂
    daebakkdaebakk..

  2. Pingback: The Girl Belongs to The Man | FFindo·

  3. Kisseu Kisseunya mana thor #plaksss *sorry for my pervy mind xD
    Aku juga tadi deg deg’an lo pas Yuhyeon bilang ‘maaf’ kirain yeolli bkl ditolak ternyata aikhh penyampaiannya klise bget aku suka ❤
    Pas part KaiBaek sumpah bikin ku ngakak palagi Baek noh yg ngak ikhlas bger soulmatenya pnya yeojachingu . .Sdhlah baek~ kai~ nasib kita sama ..sama" Jomblo huee T^T /peluk KaiBaek/
    Hohoho baca lagi ea thor ^^

    • Baru jadian udah ditanya kisseu! Aduh aku malu!! >///< *sebenernyayangditanyasiapa* wkwkwk.. Jangan, Chanyeol itu yg pertama buat Yu, jadi kalo langsung kisseu ntar nih cowok bisa2 digampar #eeh

      Klise, yah? ;;A;;

      *ikutan pelukan sama grup jomblo #eh*

      Ayo baca lagii.. Hehehe.. Makasih lagiii ^^ *peyuuuk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s