[1st] Vampire Rascal; Sanguitus

Vampire Rascal

Author: Ifaloyshee | Characters: Wu Yifan (Kris EXO M), Kim Jongin (Kai EXO K), Kim Yuko (OC), Xi Luhan EXO M, Kim Myungsoo (L INFINITE), Krystal Jung f(x), Choi Minho SHINee; Additional CharactersKim Junmyeon (Suho EXO K), Kim Byulhae (OC), Cho Kyuhyun Super Junior, Oh Sehun EXO K, Kim Jaejoong JYJ etc… | Genre: Fantasy, drama, romance, friendship | DISC: The idea is mine, included the plot and  a whole of this story. Some abilities and scenes are inspired from Japan Anime. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: PG-17 {Profanities, mature contents}

Vampire Rascal; Chapter one

Copyright ©2013 Ifaloyshee

All rights reserved

Read the Prolog first.

..

..

..

..

PIIIP

The experiment is finally succeed. New Reborns of seven creatures are ready to wake up within ten

seconds

..

..

..

Chen menahan nafas setelah mendengar suara dari sebuah mesin informasi yang terletak ditengah—diantara tujuh tabung kaca ukuran besar yang terpasang berjejer, dan ia hanya mampu mencengkeram iPad ditangannya sambil memperhatikan satu persatu manusia yang terdapat dimasing – masing tabung tersebut. Semuanya masih memejamkan mata. Tubuh proporsional, kulit putih pucat, bibir merona merah alami dengan pakaian modern layaknya manusia biasa. Mereka sudah tertidur lama sekali… terhitung sekitar dua tahun lamanya.

Sebuah elektrokardiograf yang terletak didepan mesin informasi, dengan garis lurus panjang didalam layar lama kelamaan melengkung dan membuat tanda kehidupan disana. Chen tidak bisa lebih terkejut lagi, mulutnya menganga dan matanya membelalak tidak percaya.

Tiga dari manusia didalam tabung itu—dengan name tag yang perpasang diluar tabung; Kris Wu, Kim Kai, Kim Yuko—memiliki beberapa goresan luka dibagian dahi dan wajah, tangan serta sebuah sayatan panjang dileher Kim Kai. Persis korban kecelakaan. Dan diluar dugaan Chen, luka – luka tersebut lenyap detik itu juga. Seperti meresap kedalam kulit dan tidak muncul lagi dan kini ketiganya tidak memiliki luka apapun ditubuh mereka.

Luar biasa. Benar – benar luar biasa, pikir Chen. Ia tidak menyangka bahwa ketujuh tubuh manusia ini yang tadinya sekarat habis – habisan dan sedang meregang nyawa kini terdeteksi detak jantungnya, lalu hilang semua lukanya. Tidak habis-habisnya Chen memuji sang professor didalam hatinya, walaupun kini sang professor tidak lagi disini. Tidak kembali juga.

PIIIIP

Mesin informasi itu kembali mengeluarkan suara seorang wanita yang nyaris seperti suara robot.

.

The system is fully charged, count them in..

One…

Two…

Three..

Sinar berwarna biru langit muncul dari tepi tabung pertama—tabung milik Kris Wu—kemudian disusul oleh yang lainnya. Satu persatu tabung tersebut disinari oleh cahaya lampu berwarna biru dari pinggiran tabung kaca dalam hitungan setengah detik.

Four..

Five..

Six..

Prepare blood, sir.

“darah?” Chen mengguman hampir tanpa suara, namun ia tidak bereaksi apapun karena masih pensaran dengan kejadian selanjutnya yang akan terjadi.

Seven…

Eight…

Nine…

Ketika  tabung milik Kris Wu menyala, secara reflek Chen memundurkan tubuhnya. Sedetik kemudian pria dengan rambut blonde cepak yang tampak berantakan, kaus putih polos dan celana jeans. Pria itu tinggi semampai—bahkan Chen hanya sebatas bahunya saja. Pria itu, Kris Wu, membuka kedua matanya kemudian Nampak warna keemasan dikedua bola matanya. Butuh beberapa menit baginya untuk menyadari apa yang barusan terjadi dengannya dan ia nyaris kaget ketika mendapati dirinya berada disebuah tabung rapat tanpa lubang—Kris sempat berpikir bagaimana caranya ia bisa menghirup oksigen—dan seutas tali transparan dalam bentuk cahaya berwarna biru melingkar di masing – masing pergelangan tangannya. Seingat Kris, ia terakhir kali berada didalam Lexus hitam-nya yang terbalik dan mengepulkan asap kelabu; sebuah insiden kecelakaan di pinggiran kota Seoul.

Dalam satu tatapan, tali transparan itu lenyap dan kini tangannya bebas. Kris masih terdiam mencoba mencerna apa yang sedang terjadi pada dirinya.

Seribu pertanyaan berkecamuk didalam pikirannya dan sedetik kemudian ia bisa mendengar sebuah suara didalam pikirannya—suara milik Kris sendiri—yang mengatakan bahwa sebagian dari jiwanya memiliki elemen yang berbeda. Mengatakan bahwa dirinya hanya peduli tentang tiga hal,

Darah, partner dan sex.

Kemudian secepat kilat Kris bisa menangkap apa yang terjadi pada dirinya, seperti ada sebuah mesin otomatis didalam tubuhnya yang mampu menjawab seribu pertanyaan Kris. Sensasi baru muncul didalam tubuhnya ketika rasa kering dan haus yang teramat sangat menggantung di tenggorokannya—lebih dari sekedar haus akan minuman. Kris bisa merasakan panas didalam tubuhnya dan rasa yang sungguh tidak enak, seperti ia tidak minum selama bertahun – tahun. Dan sebuah visualisasi cairan merah kental melewati pikirannya dan saat itu juga Kris mengerti, satu yang sangat ia butuhkan saat ini.

Darah.

Dengan ketersadaran itu, Kris membuka mulutnya dan berucap pelan—hampir seperti mendesis.

I’m a Sanguitus Vampire.”

Seperti sebuah kode keamanan, kalimat tadi berhasil menggeser pintu tabung yang tepat berada didepan Kris.

***

That rumour is no joke. Vampire does exist.

 

Chapter 1; Fly to Hongkong

Seoul City, 2020.

Sebuah taksi berhenti di tepi jalan Haemun dan langsung melaju begitu saja begitu seorang wanita turun dan memberikan sejumlah won kepada sang supir. Sepi memecah malam ditengah cuaca dingin seoul dan bunyi hewan pengerat yang terdengar jelas karena tidak ada satupun manusia yang berada disana. Wanita yang baru saja turun dari taksi itu  menghela nafas lalu merapikan bagian atas dress hitamnya yang Nampak berkilau berlebihan. Ia membetulkan posisi tas tangannya lalu berjalan menyusuri trotoar dengan langkah gontai. Kakinya terasa pegal sekali, selain karena perih di bagian selangkangannya juga heels yang cukup tinggi dan nyaris membuatnya ambruk saat itu juga.

Ia mendongakkan kepala sambil mengelus pelipisnya pelan, kepulan asap keluar dari mulutnya ketika wanita itu membuka mulut. Lipstick merahnya mongering dibibirnya karena kedinginan, namun sisa – sisa keringat masih Nampak tengkuknya—serta kiss mark yang masih memerah dan hampir membiru. Ia kotor.

Ia menyeka rambut yang tampak acak – acakan lalu mengambil handphone-nya dari dalam tas ketika handphone itu bordering. Sebuah pesan dari nomor tidak dikenal tampak di layar.

Datang lagi besok malam di hotel yang sama, aku membayarmu dua kali lipat.”

Seringaian puas Nampak diwajah wanita itu, ia kembali memasukkan handphone nya dan langsung memuji didalam hati betapa menggiurkannya dirinya. Betapa hebatnya ia bisa menaklukan pria manapun dengan dompet yang penuh setiap malamnya. Walaupun hina, kotor, siapa yang peduli? Toh ini pekerjaannya. Hanya ini yang bisa dilakukannya untuk mencari sesuap nasi. Baju mahal, perawatan rutin disalon, perhiasan melimpah dan makan direstoran berkelas, wanita ini suka semua itu. Dan ia berencana untuk membeli apartemen baru yang jauh lebih bagus dari miliknya saat ini jadi mau tidak mau ia harus lebih giat bekerja.

Sampai disebuah gang kecil yang Nampak kumuh dengan jalan menurun, wanita itu berbelok dan berjalan lunglai kearah apartemen kecil yang berada diujung jalan. Memang layak huni, tapi tidak cukup memuaskan baginya. Ia mempercepat langkahnya karena ingin cepat – cepat merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan tidur sampai siang.

Langkah wanita itu melambat ketika ia bisa mendengar suara derap langkah lain selain sepatu high heels-nya. Ia mencoba mendengarkan dengan seksama bahwa derap langkah itu sedang mengikutinya atau hanya sekedar lewat saja tapi… menurutnya aneh saja ada seseorang yang berjalan – jalan di pagi – pagi buta seperti ini di gang sempit dan kumuh ini kecuali kalau seseorang itu sedang menguntitnya.

“Hei.”

Wanita itu menghentikan langkahnya lalu berbalik.

Seorang pria dengan tubuh tegap berambut cepak kecokelatan berdiri tidak jauh dihadapannya. Kedua pria itu menyembunyikan tangannya dibalik saku dan menyeringai. Kai.

Wanita itu tidak berkedip, nyaris ambruk karena pria dihadpannya ini sangat mempesona dan seksi? Namun sisa – sisa kesadarannya mulai terkumpul kembali dan ia berpikir bahwa pria ini akan menyewanya? Ya, tapi sayangnya ia tidak mau. Tubuhnya terlalu lelah.

“Aku lelah. Temui aku lagi besok.”

Kai menyeringai. “Aku ingin kau hari ini.”

“hari ini?

“Aku akan bayar tiga kali lipat.”

Tawaran Kai begitu sulit ditolak, disamping pria itu mempesona, ia juga mau membaya lebih. Tunggu apa lagi? Yang bukan pekerja seksual saja sepertinya mau bertekuk lutut padanya. Tapi wanita itu masih tampak menimbang – nimbang. “kau serius dengan tiga kali lipat itu kan?”

Untuk membuktikan ucapannya, Kai mengambil kartu kreditnya dari balik saku. “Kau bisa ambil ini kalau kau mau.” Tawarnya sambil menggoyangkan kartu kredit ditangannya.

Akhirnya wanita itu mengangguk, Kai langsung membalikkan badan dan menyuruh wanita itu mengikutinya.

Setelah keluar dari belokan gang, wanita itu nyaris melompat kaget karena kehadiran sekelompok pria yang tidak diduganya.  Mereka tidak kalah tampannya dari Kai dan menurut wanita itu, yang blonde dan bertubuh sangat tinggi yang paling tampan diantara mereka. Dan mereka semua menatap dirinya tajam, seolah wanita itu adalah seekor rusa yang diterkam sekelompok singa.

“Kau tidak mengatakan padaku kalau… kau membawa teman.”

Kai menaikkan sebelah alisnya. “Mereka temanku, kau tidak akan menyesal mati ditangan mereka.”

“Ma..ti? Mwo?”

“jangan terlalu banyak berbasa – basi Kai!” seorang pria yang paling tinggi dengan rambut blonde—yang wanita itu anggap paling tampan—mendorong tubuh Kai kemudian melangkah mendekati wanita itu. Kris.

Setelah melihat dijarak yang dekat, barulah ia menyadari kalau pria dihadapannya ini memiliki bola mata keemasan. Seketika itu juga ia teringat dengan cerita yang dilontarkan teman – temannya lusa yang lalu bahwa ada rumor kalau Vampir sedang berkeliaran didaerah Seoul, beberapa orang sudah menjadi korban dan mereka mengatakan kalau ciri khas vampire adalah bola matanya yang berwarna kuning keemasan ketika haus.

Tadinya ia menganggap kalau hal itu hanyalah bualan saja. Di era modern saat ini masih ada vampire?  Yang benar saja. Tapi kenyataannya tatapan Kris mampu membunuhnya secara mental. Dalam arti, membuat dirinya dilanda ketakutan teramat sangat karena tatapan bola mata keemasan itu. Ia mundur perlahan ketika matanya tidak sengaja melihat taring saat Kris menyeringai.

“vampire..” gumamnya sangat pelan, namun cukup keras untuk terdengar ditelinga Kris.

You’re right.”

“tidak.. jangan bunuh aku…” ia mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berbalik dan berjalan secepat mungkin—ia tidak bisa berlari karena high heelsnya—berusaha menghindar. Jantungnya berpacu cepat dan bulu kuduknya meremang. That rumour is no joke. Vampire does exist.

Kris hanya menatapnya remeh.

Belum seberapa menit wanita itu berjalan tiba – tiba Kris sudah berada diatas pagar tembok tepat disebelah wanita itu berdiri, Kris menumpu pada lututnya dan membuat sang wanita terkejut setengah mati. Ia hampir menjerit karena kaget.

“kau takut?” Bisik kris yang kini sudah melompat turun dan berbisik ditelinga wanita itu.

Terkesiap, sang wanita hanya bisa bergidik ngeri ketika Kris mendorong tubuhnya jatuh kelantai. Ia merintih sakit karena punggungnya yang terbentur lantai aspal dengan keras namun kris tentu saja tidak memusingkan hal itu. Kris memegang kedua bahu wanita itu kuat – kuat, ia menunduk dan menyentuh leher wanita itu dengan bibirnya.

Di detik selanjutnya sang wanita berteriak keras. Suaranya terdengar menyakitkan dan sangat memekakkan telinga namun Kris segera menutup mulutnya dengan telapak tangan.

Kris menyedot segumpal darah dari leher wanita itu dan membawanya menuruni kerongkongan. Rasanya hangat dan manis. Sama seperti darah – darah yang lain yang pernah ia minum, dan Kris menyukai semuanya.

Kai menggerutu ditempatnya, ia meneguk liurnya menyaksikan Kris. “Sepertinya aku mau minum lagi.”

Kai menghampiri wanita itu dan menggigit tangan sang wanita tepat dibagian nadi. Cairan merah kental memuncrat keluar dan dengan tidak sabar Kai mengulu lengan wanita itu, menydeot darah sebanyak – banyaknya.

“kami pulang duluan!” seru pria jangkung yang lain, Choi Minho. Ia berbalik sambil menarik lengan Luhan. “Hey jangan tarik aku! Sial kau!”

Didepannya terdapat pria lain, Kim Myungsoo yang melompat keatas pagar tembok lalu melanjutkan lompatan yang lebih tinggi keatas atap dengan pendaratan sempurna. Ia berguling depan lalu menumpukan tangannya dipinggir atap untuk melompat ke atap yang lain. Setelah itu gerakannya terlampau cepat, ia hilang ditengah gelapnya malam.

***

Meanwhile…

Seorang pria lari terbirit – birit dengan langkah bergetar. Rambut hitam nya berantakan karena tertiup angin malam dan ia masih mengenakan seragam identitasnya sebagai salah satu pekerja di Supermarket disekitar Hongdae. Ia baru saja minum – minum dengan beberapa rekannya hingga larut malam dan sedang berjalan sendirian ketika dua orang vampire wanita menerkamnya.

Yuko—sang vampire wanita—berlari dibelakangnya, berusaha meraih pria didepannya ini. Ia haus luar biasa dan butuh darah sekarang juga dan pria ini memiliki pertahanan yang cukup bagus juga, setidaknya bisa berlari untuk menyelamatkan diri. Di korban – korban sebelumnya, Yuko hanya perlu menarik mereka dengan satu tangan dan mendorong ketembok selanjutnya ia bisa menyedot darah mereka sampai mati.

Pria itu mengerem secara mendadak ketika seorang wanita yang lain melompat turun dari pohon dan berdiri dihadapannya, memblocking jalannya. Wanita yang tidak kalah cantiknya dengan Yuko, hanya saja rambut wanita ini merah menyala dan tubuhnya lebih pendek. Krystal.

Yuko ikut menghentikan langkahnya dan berdiri dibelakang pria itu.

Selanjutnya Yuko dan Krystal sama – sama mengambil beberapa langkah kedepan, membuat sang pria hanya bisa bergerak gelisah dengan kepala yang menengok kedepan dan belakang secara bergantian. “menjauh kalian!” serunya, namun Krystal hanya tertawa remeh sementara Yuko menaikkan sebelah alisnya.

Sedetik kemudian Yuko meraih kepala pria itu lalu memutarnya lebih dari Sembilan puluh derajat sampai terdengar bunyi yang menandakan beberapa urat dileher pria itu putus. Yuko menarik pria itu dan langsung menggigit lehernya sedangkan Krystal menyibakkan kemeja pria itu sampai sobek dan mengigit bahu pria itu.

 

***

Xi Luhan

Saat aku terbangun, yang pertama kali aku temukan adalah bau keripik kentang yang baru saja matang; baunya gurih dan tercium begitu renyah serta ada aroma mencolok campuran antara pedas dan asin, sudah pasti bau merica. Bisa kudapati sepiring keripk kentang berwarna kecokelatan yang masih mengepulkan asap ketika aku bangkit untuk menegakkan punggungku setelah terbangun dari tidur siang.

Suara keras milik Kai sungguh mengganggu, aku langsung terbangun begitu saja dan alhasil aku tidak bisa tidur lagi padahal mimpi nya sedang bagus sekali—aku bermimpi sedang merayu seorang wanita cantik dan hampir menciumnya ketika tawa membahana Kai menghancurkan segalanya.

Lihat saja, pria itu akan kubuat sulit pada saat berburu nanti.

Aku bersandar pada sofa dan melipat tanganku, memperhatikan sekelilingku yang tampak ramai dan berisik—sebenarnya hanya Minho dan Kai saja yang berisik—keripik kentang beraroma lezat ini dibiarkan diam saja, kalau manusia biasa pasti sudah berebut untuk memakannya. Aku tau pasti Yuko yang baru saja memasaknya dan sudah pasti ditujukan untuk Kris.

Yuko, wanita itu duduk sambil memeluk lututnya didepan perapian. Ia tampak kedinginan dengan maka itu sengaja dirinya menempatkan diri didepan perapian, duduk diatas karpet beludru berwarna kecokelatan. Kai dan Minho duduk disofa tidak jauh darinya sambil tertawa satu sama lain, sepertinya mereka sedang membuat suatu lelucon tentang bagaimana ekspresi takut setiap manusia yang telah menjadi mangsa mereka—well, aku tidak menganggap hal itu lucu sama sekali. Tapi Kai dan Minho memang bermental layaknya anak kecil terkadang. Namun beberapa kali Kai melirik Yuko dengan sudut matanya, aku bisa tahu itu.

aku masih terduduk mengamati Yuko dan membaca perasaan gadis itu yang Nampak kesepian ketika tiba – tiba pintu kamar yang berada disamping kanan sofa tempatku bersantai berderit terbuka, menampakan dua insan disana. Si gadis berambut merah, Krystal Jung lebih dulu muncul dan tentu saja ia yang membuka pintu. Dan tidak butuh satu menit, seorang pria memeluk pinggang Krystal dari belakang dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya bertumpu pada pintu.

Aku menoleh sebentar lalu mengalihkan pandanganku kearah TV Plasma didepanku, menonton drama korea dengan tidak selera sekedar untuk mengalihkan perhatianku dari pasangan membosankan itu. Kalau aku katakan membosankan, memang sebenarnya mereka seperti itu. Krystal dan Myungsoo seperti pasangan sehidup semati, tidak ada yang bisa memisahkannya dan selama dua tahun yang mereka tunjukkan hanyalah betapa mesranya mereka dan terkadang hal itu membuatku mual. Aku bukan tipikal pria yang suka hal – hal romantis secara addict dan salah satu sahabatku malah begitu.

“Apakah Kris sudah sampai?” Tanya krystal. Yuko menoleh kearahnya lalu menimpali. “belum. Dia belum sampai.

“Lama sekali, aku tidak sabar berita apa yang dia dapat dari Hongkong.”

“Bersabarlah.” Timpalku asal – asalan sambil mengambil beberapa buah keripik kentang lalu mengunyahnya tanpa suara. Yuko melototiku karena keripik kentang itu untuk Kris namun aku hanya mengangkat bahu tidak peduli.

“diam kau Luhan—dan Hei! Keripik kentang, aku mau!”

Myungsoo melongokkan kepalanya lalu kedua matanya berbinar – binar. “Aku juga.”

“tidak! Tidak ada yang boleh mengambilnya sebelum Kris datang.” Larang Yuko yang kini berkacak pinggang dan melemparkan death glare kearah mereka berdua. Dalam hati aku merasa bersalah karena aku yang memulainya, keripik kentang ini tidak banyak dan bisa habis dalam waktu sekejap saja kalau diserbu oleh kami semua.

Krystal menghela nafas dan memasang tampang sok murung, dan yuko hanya membalasnya dengan senyuman paksa. Myungsoo dibelakang Krystal malah sibuk menghirup aroma Krystal dengan menenggelamkan wajahnya keleher gadis itu. Krystal tidak Nampak geli, mungkin karena sudah terbiasa. Kim Myungsoo memang pria mesum.

“beritahu kalau dia datang.” Ucap Krystal sebelum menutup pintu kembali dan entah akan melakukan apa dengan Myungsoo. Aku berharap semoga Krystal tidak hamil ketika ia keluar dari kamar nanti.

“Kai!!” teriakan yuko membuatku menoleh kearahnya lagi dan gadis itu kini tampak gusar sekali karena Kai mengambil satu keripik kentangnya dan memakannya dengan ekspresi menyebalkan didepan Yuko. Mungkin rela – rela saja kalau sepiring keripik kentang itu Kai habiskan seorang diri, tapi Yuko setengah hati tidak mau. Ia teringat kris. Ketika Kai akan mengambil lagi, tangan yuko dengan sigap menarik piring tersebut dan membawanya kedapur. Mungkin ia akan menyembunyikan didalam lemari atau apa.

Kai tersenyum simpul dan aku tau apa maksud senyuman itu. Ia kembali bercanda dengan Minho.

Walaupun kami Vampire, kami masih bisa memakan makanan manusia dan rasanya sama seperti apa yang manusia rasakan. Akan manis jika manis, pahit jika pahit, asin jika asin dan seterusnya. Tapi tidak mampu membuat kami kenyang walaupun makan nasi atau roti sekalipun. Yang membuat kami merasa kenyang dan puas hanyalah darah manusia. Bagaimana dengan darah hewan? Oh, itu menjijikan. Kami hanya bisa meminum darah manusia.

Untuk vampire wanita, harus meminum darah manusia berjenis kelamin laki – laki dan sebaliknya. Kami tidak bisa meminum darah yang satu gender. Kenapa? Itu sama halnya dengan meminum racun dan rasanya berbeda, sangat berbeda, menjijikan.

Sejak dua tahun ini semenjak aku dan yang lainnya keluar dari dalam tabung, kami memutuskan hidup disebuah apartemen elit yang mampu menampung kami semua dengan sisa ruangan yang masih luas. Sebenarnya tidak begitu luas tapi tentu saja sangat nyaman.

Kami mencari mangsa setiap malam, di Seoul dan satu hal yang pasti… kami membenci manusia. Karena mereka yang egois, mereka yang suka perbudakkan dan mereka yang tidak punya hati. Sejak awal prinsip kami adalah menjadikan vampire menjadi salah satu hal dominan disuatu Negara. Kris pencetus ide ini dan kami semua menurutinya karena memang ia yang kami anggap ‘senior’

Kenapa? Karena Kris adalah orang pertama yang dapat keluar dari dalam tabung dan butuh waktu satu hari setelah Kris keluar setelah itu kami baru bisa keluar dari tabung masing – masing. Tepat diapartemen sebelah, terdapat Chen tinggal disana seorang diri dan ia bekerja sebagai bagian dari laboraturium sebuah rumah sakit.

Kris mengatakan bahwa kami semua harus menemui master. Dialah yang menciptakan kami semua, yang merubah kami dari seorang manusia sekarat menjadi monster penghisap darah, vampire. Dan Kris mengatakan kalau master memiliki morfin yang bisa merubah manusia menjadi vampire. Kami harus mendapatkan morfin itu.

Dan satu yang kami tau dari Chen bahwa master bernama Kim Junmyeon dan tinggal di Hongkong namun selebihnya ia tidak tau apapun. Dasar idiot. Namun setidaknya.. cukup membantu.

Selama dua tahun ini kami semua—Sanguitus Vampire—hanya bersenang – senang. Membuat onar, bercanda, mencuri mobil mahal, membobol bank dan yang pasti.. berburu darah manusia. Akhirnya setelah dua tahun penuh surga ini Kris memutuskan untuk mulai mencari identitas master. Dan sialnya, si master sialan itu mengganti identitasnya.

Chen mengatakan kalau ia tidak memiliki foto master karena ia menjadi asisten baru saat itu, ketika sehari setelahnya master memutuskan untuk pindah ke Hongkong. Begitu yang ia katakana namun menurutku itu hanya bualan saja, walaupun begitu satupun dari kami tidak ada yang tau kebenarannya karena vampire tidak bisa membaca pikiran manusia.

Chen tidak pernah buka mulut walaupun kami mendesak. Hal itu cukup membuat Kris kesal sebenarnya, namun ia bertekad ingin mencari sendiri—well, kami—tanpa bantuan Chen pun tidak apa – apa. Dan aku tau Kris tidak pernah main – main dengan ucapannya.

Aku tidak tau apa seharusnya kami semua pergi ke Hongkong atau tetap berada di Seoul karena siapa tahu master sudah kembali ke seoul bukan? Atau bisa saja dia tidak akan pernah kembali ke Seoul. Dengan maka itu Kris berada di Hongkong selama beberapa hari terakhir ini dan hari ini ia pulang, sekedar untuk memberitahu berita apa yang ia dapat dari sana dan apakah kami harus berpindah ke Hongkong atau tidak—Kris tidak pernah ragu dengan keputusannya jadi hal ini cukup menggelisahkan juga.

Tiba – tiba Yuko muncul dari dapur dengan handphone ditangannya, gadis itu berdiri ditengah – tengah menghadap aku, Kai dan Minho dan detik itu juga Kai dan Minho menghentikan tawa jelek mereka karena Yuko pasti akan mengumumkan suatu hal yang penting.

“Krystal! Myungsoo!” teriak Yuko.

Pintu kamar mereka terbuka dan Myungsoo lebih dulu menampakkan diri, kemejanya tampak berantakan begitupula rambutnya. “Kris sudah datang—oh.” Ia langsung terdiam begitu melihat ekspresi serius yang terpasang diwajahku begitupula Yuko, Kai dan Minho.

Krystal muncul dari balik pintu dan bertatapan dengan Myungsoo selama beberapa saat kemudian menoleh kearah Yuko. “Kris memberitahumu sesuatu?”

Yuko mengiyakan dengan sekali anggukan lalu menatap kami semua bergantian.

“Dia meminta kita semua menyusulnya di Hongkong. Kita pindah ke Hongkong.”

TBC

sebenarnya cukup lost idea sama ff ini dan sekalinya muncul idenya disaat yang ga tepat dan begitu mau nulis.. lupa. well, kadang apa yang aku bayangin adegannya kalau dituliskan jadi sedikit berbeda. penggambarannya harus jelas. aku ngebayangin scene ff seperti putaran film sementara yang aku buat adalah tulisan, bukan film. well, menulis itu gampang – gampang susah.

btw… i miss you all! ngilang berhari – hari karena sibuk ngurusin lebaran dan project scrapbook buat one of my bestmates yang pindah ke amrik ;__; sorry buat yang nungguin The Second of Telepathy btw itu baru diketik sedikit. (facepalmed)

btw… minal aidzin semuanya! dan welcome back to school hehe. btw mau liat respon vampire rascal apakah ff ini pantas dilanjutin atau ga???

feel free to ask me here

107 responses to “[1st] Vampire Rascal; Sanguitus

  1. ini keren juga 😀 tapi morfinnya buat apa? mereka pengen mengubah semua manusia jadi vampire kayak mereka ya? Kenapa suho pergi ke hongkong?

  2. Pingback: [3rd] Vampire Rascal; Crossky Mission! (bagian I) | FFindo·

  3. KYAAA….>////<,tp yang lain ok juga.udah feeling pas buka ffindo,liat judulnya ngerasa'kayaknya seru ff ini'dan beneran suka ma jalan ceritanya ga terlalu mainstream.

    cocok bgt kris jd boss para vampir gt,aura leadership nya ga bisa dibantah lagi.hmm..dr yg aku tangkep mereka ini manusia sekarat yg direkayasa prof.joonmyun jd sanguitus vampir,cuma aku masih ga ngerti sama tujuan utama si prof.joonmyun ini merekayasa mns2 sekarat itu apa sih?apa dia pengen ngubah dunia manusia itu jadi dunia vampire?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s