Sungyeol, A Zuko Wannabe

386781_369509306451876_1137961093_n

Sungyeol, A Zuko Wannabe

 

Cast(s): INFINITE Lee Sungyeol-Lee Sungjong

Genre: Family-Brothership

Author: @heavyhan

Jika diberi kesempatan untuk bertukar tubuh dengan orang lain dalam satu hari, Sungyeol akan memilih untuk bertukar tubuh dengan Zuko.

Sampai saat ini, Sungyeol masih belum mendapatkan apa yang orang-orang sebut kepuasan dalam bekerja pada dirinya.

Ia bangun di pukul tujuh pagi, atau bisa saja lebih awal setengah hingga satu jam untuk keperluan yang mendadak di kantor. Ia pulang saat matahari telah meng-oranye seperti kuah ramen di mangkuk, bersama ratusan manusia dengan gaya berpakaian yang hampir serupa dengannya; kemeja, celana, sepatu, bahkan garis muka yang kaku.

Setelahnya, ia tak menemukan apa-apa di rumah selain gangguan dari adik laki-lakinya yang hanya terpaut usia dua tahun darinya: Sungjong.

Biar Sungyeol bercerita banyak hingga mulutnya kelelahan tentang adiknya itu padamu, terlebih dahulu.

“Dia, baru beberapa bulan ini lulus sekolah menengah, tapi-ugh-kau tahu? gaya bergerak dan berbicaranya masih serupa anak baru lulus sekolah kanak-kanak. Percayalah padaku, ia selalu berteriak-teriak di kamarnya hanya untuk memintaku mematikan tv yang bahkan dia sendiri yang menghidupkan beberapa saat yang lalu.

Dia juga masih suka merengek layaknya bayi jika ia merasa lapar. Memintaku untuk memasakkan makanan yang ia ingin. Di saat mata dan punggungku sangat lelah untuk kembali diajak bergerak.

Dan yang paling menyebalkan, ia sering mengajakku untuk menyalakan api unggun di depan rumah dan memanggang daging seperti para penjelajah di alam terbuka. Berdua. Tidakkah itu me-nye-bal-kan? Bahkan kembali ia memintaku melakukannya saat kaki dan tanganku telah hampir lepas dari engselnya karena seharian bekerja dengan komputer. Oh.”

Mungkin, itulah satu alasan Sungyeol tak pernah menikmati hari-harinya. Pekerjaan kantornya yang membosankan, terlebih adik laki-lakinya yang kelewat menyebalkan.

Hingga suatu hari, pria dua puluh tiga tahun itu menemukan hal yang menarik hatinya dan membuat ia bersemangat untuk pertama kali.

Menurutmu, ia bertemu gadis cantik yang menawan hatinya?

Tidak sama sekali. Ia … menemukan serial kartun dan menyukai salah satu karakter di sana saat detik pertama melihatnya. Ia … menonton Avatar, serial tentang perjalanan seorang biksu botak di empat pengendali kekuatan di dunia.  Ia … tertarik pada Zuko, pangeran Kerajaan Api. Dan, ia …  ingin memiliki pengendalian api sepertinya.

Hm.

Hyung, aku pergi ke luar dulu. Kau titip sesuatu?”

Saat itu, waktu baru menunjuk angka tujuh malam. Dan Sungyeol telah duduk tegak di sofa dengan televisi menyala di depannya. Serial Avatar, sedang tayang.

“Ya, ya. Belikan aku sekilo daging sapi di supermarket.” Sungyeol menjawab tanpa memindah seinchi pun bola matanya dari layar televisi. Aang-si tokoh Avatar-tengah berhadapan dengan Pangeran Zuko, tokoh favoritnya.

“Tumben, Hyung. Biasanya, juga aku yang harus menangis memeluk kakimu untuk bisa dibelikan daging.” Sungjong mencibir, dan tak ada respon dari kakaknya itu. Ia sedang berkonsentrasi penuh.

“Baiklah, aku berangkat, Hyung.”

Saat Sungjong tengah mengenakan sepatunya di depan pintu, terdengar teriakan yang cukup mengagetkan dari dalam rumah.

“Eh, beli dua kilo, ya. Kita akan berpesta memanggang daging malam ini. Aku yang akan menyediakan apinya.”

Ini makin aneh bagi Sungjong. Selama ini kakaknya selalu tak pernah benar membuat api untuk pemanggangan dan mengomel tanpa henti saat melakukannya.

Sungjong tak lagi banyak menerka. Yang terpenting, ia akan banyak makan daging sebentar lagi.

Hyung, sebenarnya kapan kita akan mulai memanggang dagingnya?”

Sudah lebih dari dua puluh menit, Sungjong duduk menunggu dengan keratan-keratan daging mentah yang telah ia potong kecil di depannya. Dan, hingga saat ini, api yang dijanjikan Sunyeol belum juga tersedia. Alih mengumpulkan arang di tempat pemanggangan, Sungyeol malah sibuk dengan selembar perkamen dan melakukan gerakan-gerakan aneh.

Sungjong tak bisa lagi menunggu, perutnya telah perih menahan lapar karena ia sengaja tak makan malam setelah mendengar mereka akan berpesta daging. Ia bangkit berdiri dari tempatnya dan mengganjur perkamen di tangan Sungyeol dalam satu sentakan.

Ia mengernyit parah menemukan banyak gambar di sana. Apakah itu sebuah tutorial … mengeluarkan api dari tangan?

Hyung, darimana kau mendapatkan ini? Kau, belajar untuk menciptakan api dari tanganmu?”

Sungyeol merampas kembali perkamen itu dari adiknya dengan wajah kesal. Ia telah mencapai gerakan kedelapan saat benda tersebut ditarik dengan paksa oleh Sungjong.

“Aku membelinya lewat online. Sudahlah, kau diam saja. Kalau aku berhasil mengeluarkan api dari tanganku, kita tak perlu susah lagi untuk membuat api unggun atau pemanggangan.”

Sungjong menatap Sungyeol terpana. Apakah ini benar kakak laki-lakinya yang berusia dua puluh tiga?

Hari-hari Sungjong perlahan membosankan demi melihat kakaknya yang tak henti berlatih gerakan-gerakan aneh yang terlihat di perkamen. Ia bahkan telah sepenuhnya diacuhkan hingga terpaksa memasak mie instan karena Sungyeol tak bersedia lagi memasak.

Mengenai malam tempo hari di mana mereka berniat untuk berpesta daging sapi dua kilo, benar-benar tak terlaksana karena Sungyeol telah kelelahan sendiri dan pergi tidur, meninggalkan Sungjong begitu saja dengan daging mentah itu.

Dan, sampai hari ini, Sungjong tak melihat perkembangan apa pun yang terlihat dari kakaknya itu, tentu saja. Menciptakan api dari tangan? Memangnya mereka berada di dimensi animasi, yang jika terjun ke jurang pun tak akan mati? Sungjong rasa, kakaknya telah mulai tak waras karena stress pekerjaannya.

“Hei, Sungjong. Kurasa aku bisa memercikkan bunga api di jari-jariku.” Sungyeol berlari dari luar rumah dengan wajah sumringah memandangi telapak tangannya sendiri. Sungjong hanya menatapnya datar.

“Itu bukan bunga api, Hyung. Tapi efek panas matahari yang memanipulasi penglihatanmu.”

“Sungjong, aku bisa merasakan tanganku memanas. Sepertinya beberapa hari ke depan, aku telah bisa menciptakan bola api.”

Terus, seperti itu. Sungyeol telah sepenuhnya terobsesi untuk menciptakan api dari tangannya. Ia terobsesi menjadi salah satu karakter di serial Avatar yang tak pernah absen ia tonton, yang akhirnya Sungjong tahu bernama Zuko itu.

Hingga, terjadi sebuah pemadaman serentak di kota, termasuk rumah mereka, di suatu hari. Tak ada yang bisa mereka lihat selain gelap yang pekat.

Sungjong merasakan lapar yang sangat sejak sore tadi. Dan ia tak bisa memasak apa-apa, dan tak menemukan makanan yang dapat langsung dimakan di dalam kulkas. Sungyeol pun demikian. Mandi saja, mereka belum. Matinya listrik ini dikarenakan topan yang melewati kota beberapa jam yang lalu, dan saat ini tengah dilakukan perbaikan.

Hyung, perutku sangat perih.” Sungjong berkata dengan lemas. Ia tahu, Sungyeol tak bisa melihat wajah pucatnya menahan lapar. Dan ia hanya bisa menunjukkan dengan suara tak bertenaganya.

“Aku tahu, tapi bagaimana kita akan makan? Semua kota sedang mati, tak akan ada toko makanan yang buka.”

Sungyeol ikut resah. Ia lebih mengkhawatirkan adiknya yang tak terbiasa menahan lapar hingga selama ini. Kemudian, ia teringat akan daging yang sempat ia beli kemarin untuk kembali mempraktikkan kemampuannya menciptakan api, namun lagi-lagi tak berhasil.

“Kau, tunggulah di sini. Aku akan mengambil daging di dapur, dan kita akan memanggangnya.”

Sungjong tak menjawab, pun tak berharap banyak. Kakaknya akan menghabiskan waktu lebih banyak dan sia-sia dengan kembali melakukan gerakan-gerakan aneh untuk berharap dapat menciptakan api.

Namun, yang terjadi tak demikian. Sungjong melihat kakaknya menggenggam dua batang kayu kering di masing-masing tangannya dan menggosok-gosok keduanya dengan usaha keras.

Ia sedang mencoba menciptakan api dari sana. Ia tak lagi melakukan gerakan-gerakan tak bermakna seperti sebelumnya. Sungjong tersenyum, kakaknya telah kembali berpikir benar.

Setengah jam, api yang diharapkan tak juga hadir. Sungyeol telah menggosok-gosokkan dua batang ranting itu ratusan kali, dan tak sekali pun terlihat percikan api.

Sungjong kembali meradang. Senyumnya hilang. Ia sadar, kakaknya itu memang tak pernah bisa melakukan segalanya dengan benar.

Ia lantas merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah benda lantas memantiknya cepat.

Sejulur api kecil tercipta dari sana. Itu, korek api.

“Hei, kenapa daritadi tak bilang kalau kau punya korek api?! Tahu begini, aku tak perlu susah menggosok ranting ini, yang mengepul saja tidak!” Sungyeol memprotes dengan napas putus-putus. Kedua ranting itu telah menyedot tenaganya.

Hyung saja tak bertanya. Lebih memilih menjadi manusia purba dengan ranting-ranting itu.”

Sungjong mulai membakar ranting-ranting dengan koreknya.

Hyung, berhentilah melakukan hal yang tak ada hasilnya. Tangan yang mampu mengeluarkan api hanya ada di televisi, yang kau tahu hanya tipuan. Kenapa sih, kau sangat terobsesi dengan hal ini?”

“Hm, aku baru sadar kalau aku memang tak bisa melakukannya. Tapi, semua ini kulakukan untukmu. Agar kau tak usah menahan lapar lebih lama jika harus menyiapkan api dan alat masak seperti biasa. Kalau aku bisa menciptakan api, kau akan bisa makan dengan cepat karena aku akan membuat daging-daging itu matang dalam tiga detik.” Sungyeol mengakhiri kalimatnya dengan raut kecewa.

Ck, kau tahu itu tak akan pernah terjadi. Lakukan saja apa yang seharusnya. Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, manusia memang perlu melakukan usaha lebih dulu ‘kan? Termasuk untuk makan.”

Hening. Hanya suara riap api yang perlahan membesar.

“Atau, kalau Hyung tak ingin aku menahan lapar terlalu lama untuk makan, pesan saja daging cepat saji yang bisa sampai ke rumah dalam lima menit.” Sungjong kembali bersuara, kini dengan wajah sumringah penuh harap.

“Tidak ah, itu terlalu menghabiskan banyak uang. Bisa-bisa, gaji bulananku habis dalam lima hari hanya karena terus membelikanmu daging siap saji setiap hari.”

Ck, dasar, Hyung pelit!”

FIN

Advertisements

14 responses to “Sungyeol, A Zuko Wannabe

  1. hay hany xD aku kaget loh pas di email tadi buka crita ini yang kamu titipin, hihi salah satu cerita favoritku di chalenge kemaren xD yang bikin aku gemes setengah mati sama yeol xD
    btw, mungkin pas liat ini kamu bakal, wth, itu apa foto di atas? wkwkw maap ya aku tambhin sndiri, biar kayak poster *di panggang*
    salam cinta istri (khayalan) sunggyu.

    • Ee, udah dipos 😀 tengkyuu mey, haha, iya ini aku juga jadi gimana gtu kalo baca ini lagi, entah kenapa Yeol jadi begini. Dan, yess, tengkyu lagi untuk potonya, pose yeol ngedukung banget sama ini, wkwk.
      oke, salam diterima, Bu Gyu.. XD

  2. mampir ke sini gara2 nemu ‘zuko’ jd objek fanfic-nya << penggemar kartun avatar dan saya zutara shipper lol /gak tanya

    btw, lucu jg ceritanya~ masih ada aja era milenium begini yg berharap bisa jadi bender hahaha

    • Yeay, aku juga, ngikuti serial animasi itu berulang2 dan gak bisa bosen, kk. eh btw, aku juga ngeship duo api-air ini lho, kalo Aang lebih cocoknya sama Thof aja menurutku, *abaikan*

      Mehe, ini hanya terjadi sama Yeol kayaknya /siap2digetokYeol/. Makasih udah baca ya 😀

  3. itu sungyeol mau nyalain api dari tangan? pake acara beli perkamen lagi -_-
    ngakak thor xD
    good job n keep writing thor ^^

  4. Emang sungyeol itu gila-_-
    nanggung sih thor kalo kaya gini, kenapa ngga dibikin fantasy sekalian /? Hehe
    ditunggu tulisan tulisan selanjutnya fighting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s