[Chamomile/SongFic] Little Things

[Chamomile] Little Things

(c)missfishyjazz

Oh Sehun | Lee Jooyeon

Romance – Noona-lover-alert || Song-Fic || PG-15

Inspired by One Direction – Little Things

 Little Things

Your hand fits in mine

Like it’s made just for me

But bear this in mind

It was meant to be

 

 

Noona!” Badannya yang tinggi besar membelah lautan gadis yang bersorak menyambutnya. Para gadis-gadis itu menatap dongkol pada gadis lain, dengan rambut coklat kemerahan yang memanggul tas biru laut di pundak kanannya. Gadis lain yang tak lebih dari senior mereka itu tetap berjalan, menghitung satu langkah di setiap satu undakan tangga.

“Ya! Noona!” Sehun berteriak melengking membuat gadis lain itu menoleh tersenyum ala kadarnya—siapa yang berani tersenyum berlebihan jika ditusuk oleh ratusan pasang mata gadis gadis centil di bawah sana—dan kembali berlalu.

“Tunggu aku!” Sehun meraih tangan Jooyeon—Si Gadis Lain—dan membuat puluhan gadis rebah karena serangan jantung dadakkan.

“Ada apa Oh Sehun?” Jooyeon melirik tangannya yang berada di tangan juniornya itu seperti hari-hari kemarin.

“Tidak ada, aku hanya ingin mengantar Noona sampai kelas saja. Kajja!” Jooyeon menggeleng lemah dan melangkah bersama dengan Sang Idola Sekolah dengan tangan masih saling bertaut.

Sementara Sehun? Sesekali ia merapatkan genggamannya sekalipun Jooyeon pasti tidak akan melepaskannya, hanya saja ia bahagia melihat tangan mereka bertaut. Tangan Jooyeon yang hangat tapi kecil dan tangannya yang dingin tapi besar. Seolah diciptakan untuk saling melengkapi dan saling bertaut selamanya.

I know you’ve never loved

The crinkles by your eyes

When you smile

You’ve never loved

Your stomach or your thighs,

The dimples in your back at the bottom of your spine

But I’ll love them endlessly

Sehun duduk di samping Jooyeon yang membolak balik buku astronominya dengan tekun. Sementara ia hanya mengabaikan keberadaan buku-buku Kimia yang harus dibuka untuk ulangan di jam setelah istirahat. Kami memang ada untuk saling melengkapi. Jooyeon menyenangi pelajaran sosial, pelajaran yang butuh ketekunan menghafal. Sehun kebalikannya ia lebih suka pelajaran eksak yang hanya perlu sekali tangkap tanpa sulit-sulit menghafal hal-hal lainnya.

“Kenapa Noona serius sekali? Noona seperti melupakan keberadaanku.” Sehun menggembungkan pipinya kekanakkan dan menggoyang-goyangkan kakinya hingga menyenggol kaki jenjang Jooyeon beberapa kali.

“Ini materi penting, Sehun-aa.” Jooyeon hanya menoleh dan tersenyum dengan lesung pipinya yang terangkat.

Sehun terdiam dan merasakan hatinya hangat. Ia tahu Jooyeon tidak pernah mencintainya seperti ia yang mencintai Jooyeon. Tapi melihat senyum itu, tetap membuat hatinya hangat dan semakin dalam mencintai Jooyeon.

I won’t let these little things slip out of my mouth

But if I do

It’s you

Oh, it’s you they add up to

I’m in love with you

And all these little things

Baekhyun mendorong kepala Sehun ke kaca jendela kelas mereka ketika sahabat konyolnya itu hanya memandangi lapangan. Anak-anak kelas 12 Sosial 3 memang sedang mengikuti pelajaran olahraga di sana. Dan tentu Sehun sedang memperhatikan salah satu gadis dari kelas seniornya itu. Jooyeon. Gadis itu tersenyum dan tertawa bersama Nana, Yoojin, Jungah dan Lee Young. Giliran Jooyeon menangkap bola baseball yang diarahkan tim lawannya ketika tanpa aba-aba bola itu melesat lebih dulu dan mengenai dahinya. Sehun spontan berjengit kaget, nalurinya untuk melindungi Jooyeon keluar begitu saja.

“Murid Oh, ada yang salah?” Guru fisikanya menatap Sehun heran, mengembalikan konsentrasi Sehun pada pelajaran.

“Tidak ada, Soensaeng.

“Baiklah.” Untung saja guru itu percaya dan kembali menuliskan rumus-rumus beranak pinak di papan kelas. Sehun menghela nafas lega dan kembali memperhatikan lapangan yang terpusat pada Jooyeon yang jatuh terduduk di tengah-tengahnya.

Anehnya, dengan mata pria yang sedang jatuh cinta, Sehun bisa melihat seorang pria tampak mengobati Jooyeon. Di matanya pria itu nampak begitu berperasaan saat menyentuh tiap detil luka Jooyeon. Dan itu membuatnya geram. Apalagi Seunghyun—pria itu—memiliki pesona yang bisa membuat ratusan gadis mimisan saat melihatnya, tidak jauh beda dengan dirinya. Bagaimana jika Noona jatuh cinta pada Seunghyun sunbae?

“Apa yang terjadi?” Baekhyun berbisik dan menyenggol lengan Sehun.

“Tidak apa.”

“Kau cemburu?”

“Tidak.”

“Sehun..” Baekhyun menekankan nama Sehun dalam sekali nafas. Sudah berapa tahun mereka berteman dan mana mungkin ia salah menepak air muka Sehun?

“Ya baiklah aku mengaku, aku cemburu.” Sehun meletakkan pena yang sedari tadi ia mainkan sembarangan di atas meja.

“Sudah kubilang dari awal, setidaknya kau harus mengatakan perasaanmu pada Jooyeon noona. Setidaknya biarkan ia tahu. Biasanya gadis-gadis baik seperti Jooyeon noona akan lebih menjaga perasaanmu. Lagipula siapa senior di sosial 3 yang tidak tahu tentang hobimu memperhatikan Jooyeon ketika jam olahraga.”

“Tidak semudah itu Baekhyun.” Sehun menarik nafas putus asa dan menyandarkan kepalanya di kaca, matanya menerawang jauh ke arah tumbuhan tinggi di taman sekolahnya—pemandangan lain yang bisa ia lihat dari jendela kelasnya—.

“Sekalipun aku mencintainya, ini tidak akan semudah itu.”

You can’t go to bed without a cup of tea

And maybe that’s the reason that you talk in your sleep

And all those conversations are the secrets that I keep

Though it makes no sense to me

“Jadi Noona akan segara pergi tidur?” Sehun meletakkan buku terakhir di dalam tasnya dan berbaring di ranjangnya, menatap langit-langit biru pupus dengan ponsel yang masih menempel di telinga kanannya.

Ya.

“Apa noona sudah membuat teh chamomile seperti biasanya?”

Sudah, sekarang aku sedang meminumnya. Kenapa?

“Tidak, hanya saja belum lengkap mengetahui Noona akan pergi tidur tanpa minum teh itu.” Sehun bisa mendengar tawa Jooyeon di seberang sana. Tawa yang mengisi hari-harinya setiap hari yang menjadi oksigen untuk dirinya.

Dan kau sendiri, kapan akan membiarkanku tidur tanpa harus menjaga sambungan telepon darimu?” Jooyeon masih bertanya dengan setengah tawa di nada bicaranya.

“Sampai saat yang tidak aku tahu, Noona. Mendengarmu mendengkur dengan benar-benar halus, mendengarmu berbicara sendiri tentang harimu di sekolah dalam tidurmu, semuanya masih terasa menyenangkan.”

Oh ya? Aku berbicara seperti itu?”

“Ya. Kau pernah berkata ‘ulangan geografi itu menghancurkan posisi nilai 90 ku’ atau bahkan ‘aku tidak suka ibu terus menyuruhku berkencan’.” Sehun menirukan suara igauan Jooyeon dengan menekan hidungnya. Sekalipun di seberang sana Jooyeon tahu suaranya tidak semengerikan itu, Jooyeon tetap tertawa karenanya.

 

I know you’ve never loved

The sound of your voice on tape

You never want

To know how much you weigh

You still have to squeeze into your jeans

But you’re perfect to me

Sehun bisa mendengar suara dengkuran halus Jooyeon dan malam ini sepertinya gadis itu tidak akan mengigau lagi. Mungkin karena dua hari lalu ia bercerita tentang igauan Jooyeon. Sehun mematikan sambungan teleponnya. Ia berguling ke sisi lain ranjangnya sembari membuka file-file di ponselnya. Salah satunya berisi rekaman teleponnya dengan Jooyeon selama ini. Ia memilih acak dan membiarkan suara gadis itu kembali mengisi telinganya.

Hahhh! Aku tidak akan pernah melihat beratku di timbangan! Itu pasti akan mengerikan. Jika kau tahu Sehun, beberapa bulan lalu aku membeli jeans baru berwarna biru dan sekarang jeans itu sudah tidak muat! Aku kan hanya ingin makan-makanan berlemak untuk sesekali waktu tapi kenapa beratku langsung naik seperti ini?! Dan kenapa juga harus pinggangku yang melebar?! Sepertinya aku harus benar-benar diet.”

 

Jooyeon hari itu memprotes ukuran pinggangnya yang melebar, memaksanya yang pengguna celana hipster sejati untuk diet teratur.

“Mau pinggangmu selebar tiga kardus Cass-pun kau tetap sempurna dimataku, Noonaya.” Sehun memejamkan matanya. Membayangkan wajah tidur Jooyeon yang damai dan membuatnya bisa bernafas teratur.

 

You’ll never love yourself half as much as I love you

And you’ll never treat yourself right, darling, but I want you to.

If I let you know I’m here for you

Maybe you’ll love yourself like I love you, oh.

Sehun berdiri di belakang pilar tinggi yang membatasinya dengan seorang gadis yang menangis dengan suara serak yang nyaris tenggelam dalam gemuruh hatinya. Gadis itu, Lee Jooyeon. Gadis itu menangis, menangis lagi di peringatan kematian ayahnya yang lagi-lagi diabaikan ibunya. Sehun tahu ibu Jooyeon mengabaikan peringatan kematian suaminya karena semasa hidup suaminya, hanya meninggalkan sakit hati dari perselingkuhan yang berusaha ia tutupi dari Jooyeon. Sehun juga tahu ibu Jooyeon rela mendapatkan pandangan buruk dari anaknya demi menjaga kenangan baik yang dimiliki Jooyeon tentang ayahnya, agar setidaknya Jooyeon bisa tumbuh dengan kebanggaan akan ayahnya.

“Sehun..”

“Eomma..

“Ini salahku membiarkannya seperti itu. Membiarkannya membenci dirinya sendiri karena kehilangan ayah yang begitu ia cintai. Tapi aku tidak bisa membiarkannya membenci ayahnya, cukup ia membenciku saja. Ayahnya begitu mencintainya sekalipun tidak pernah menaruh perasaan yang sama padaku.” Wanita paruh bayah di sampingnya mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk matanya, lagi, untuk putri tercintanya.

Eomma harus kuat Jooyeon noona pasti akan menerima Eomma dengan baik suatu saat nanti. Lagipula kan ada Sehun yang akan menjaga Jooyeon noona. Lambat laun pasti Jooyeon noona bisa menerima dirinya dan Eomma dengan baik.” Sehun tersenyum lembut dan mengusap punggung wanita itu. Kemudian wanita itu hanya tersenyum sendu dan berlalu.

Masih ingat ketika Baekhyun menanyakan kenapa Sehun tidak mengatakan saja perasaannya pada Jooyeon? Padahal mungkin saja Jooyeon bisa menumbuhkan perasaannya karena cinta Sehun yang begitu tulus.

“Tapi itu tidak mungkin.. Tidak mungkin..” Sehun tersenyum sedih masih menatap Jooyeon yang bersandar lemah pada dinding dengan memeluk foto mendiang ayahnya.

 

I won’t let these little things slip out of my mouth

But if I do

It’s you

Oh, it’s you they add up to

I’m in love with you

And all these little things

“.. karena di dunia ini, tidak akan ada pembenaraan antara cinta seorang adik pada kakaknya sebagai perempuan, sekalipun perempuan itu adalah kakak tirinya.”

.END.

 

Haloo!! Saya kembali, ada libur satu hari dari sekolah dan emang udah meniatkan diri untuk bikin ff. Dan akhirnya jadilah ff ini.

Sebelumnya, saya mau minta maaf untuk yang menunggu Autumn’s Twilight. Karena Autumn’s Twilight diundur sampai bulan depan karena mendadak banget ada bagian cerita yang saya ubah karena satu dan lain hal jadi saya butuh pengerjaan ulang. Dan pengerjaan ulangnya butuh waktu yang agak lama, mungkin baru bisa bulan depan saya publish karena bulan depan ada libur yang agak lama.

Nah! Untuk yang sekarang ini! Saya punya 11 lirik lagu (termasuk ini) yang entah kenapa pingin banget saya jadikan FF nya. Nah karena songfic jadi menurut saya bisa saya kerjakan sekalipun ada jadwal tugas. Rencananya 11 lirik lagu itu akan jadi 11 ff, dan sudah terealisasikan satu ini. Lalu bagaimana dengan 10 lainnya? 10 lainnya akan saya keluarkan setidaknya 2 minggu sekali. Hal itu juga supaya nggak cepet kena WB kaya beberapa waktu lalu. Tapi belum tentu 2 minggu sekali juga, bisa aja 1 minggu sekali tergantung padatnya kesibukan.

Di bawah ini ada sisa 10 lagu yang akan saya buat ff nya yang judulya sudah saya acak, tapi pengurutannya sesuai dengan yang akan publish. Berhubung pembukanya adalah lagu barat, nanti penutup dari rangkaian Chamomile (11 fiksi ini) adalah lagu barat juga. Kenapa diacak? Supaya penasaran dong /ahak/

  1. Alcbk
  2. Dtnooftgreem
  3. Eslapeleltem
  4. Auwryna
  5. Rhgehi
  6. Niyaryasd
  7. Wohacemoyundtowokn
  8. Lsetaer
  9. Iu
  10. huodslntcobcmaek

PUSING KAN?!! SAYA YANG NYUSUN AJA JUGA PUSING /ahh/ Yang nomer 9 itu sesuatu kan.-. Mungkin bakalan langsung tahu secara huruf cuma dua begitu.-. Di daftar itu nggak ada LEE HI TT.TT Karena rencananya lagu-lagunya dia akan fokus dipakai untuk backsoundnya Autumn’s Twilight. Tapi disitu ada penyanyi favorit saya setelah Lee Hi yang nyumbang 3 lagu (?)

LALU KENAPA SAYA BILANG BILANG? Karena saya butuh bantuan kalian untuk menentukan couple yang akan dipakai untuk setiap lagu itu. Di bawah ini ada huruf (A sampai J) dimana setiap huruf itu sebenarnya menyimpan satu nama pasangan (idol semua, jadi nggak ada OC atau ulzzang). Nah Nanti akan saya urut setelah voting selama satu minggu. Voting tertinggi akan mendapat lagu nomor 1, voting tertinggi kedua lagu nomor 2 dan begitu seterusnya.

Muncul pertanyaan : Kenapa harus pake huruf nggak pasangannya langsung? Karena saya punya niat terselubung. Yang menguji kalian sebagai fans untuk main feeling dimana idolanya berada antara A-J, kalau salah pilih idola kalian bisa bernasib mengenaskan *coba tengok Act of Valor* /ditebas/ Oke let’s voting! Pai!

 

Advertisements

58 responses to “[Chamomile/SongFic] Little Things

  1. Just desire to say your article is as amazing. The clearness on your publish is
    simply spectacular and that i could think you are a
    professional on this subject. Fine along with your permission let me to grab your RSS
    feed to stay up to date with drawing close post.

    Thanks a million and please carry on the enjoyable work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s