Promise By Baddas Sehun

PROMISE

 

 

Promise by Baddas Sehun – Story by DZ (@DZ4908)

 

 

Cast : Park Chaerin & Oh Sehun || Genre : Romance & School Life || Duration : Drabble || NB : Baca ini dulu ya >> Dare To Try soalnya masih ada sangkut pautnya sama ff itu dan bisa dibilang mungkin sequel hehe.

 

 

When our weird relationship become more weird and special.

 

 

Park Chaerin. Masih ingatkah kalian dengan gadis itu? Gadis itu kini telah resmi menyandang gelar sebagai mahasiswi sekaligus pacar dari Oh Sehun – sunbae yang amat menyebalkan menurut Chaerin. Hari ini Chaerin telah menyelesaikan jam kuliahnya, ia bergegas menuju ke kantin sendiri tanpa ditemani sahabatnya Joo (Joo Saerim). Ia mengembungkan pipinya dengan sebal dan menghembuskan nafasnya secara kasar bagaikan kuda yang tak tahu diri.

 

Tuhan, hidupku tampak menyeramkan sekarang! Aku ingin membunuh seseorang, aku ingin membunuh pria tersadis bernama Oh Sehun!

 

Chaerin hanya bisa mengumpat dalam hati sesekali kembali mendengus-dengus tak jelas. Ah, hubungan dirinya dengan Sehun sudah berjalan 2 minggu dan ia benar-benar ingin melalap pria itu. Pria dengan kelakuan bossy namun berbicara bagai anak balita.

 

Oh baiklah. Jika melihat Sehun beebicara itu bagaikan hiburan tersendiri untukku. Thehun. Oh God! Hahaha.

 

Chaerin kembali menahan tawanya jika membayangkan bagaimana Sehun berbicara dengan tidak jelas. Suara Sehun menurutnya juga aneh, tidak pantas untuk menjadi pria sok dewasa dan misterius seperti itu.

 

“Boleh aku bergabung bersamamu Miss? Sepertinya kau kesepian.” suara itu berhasil membuyarkan lamunan Chaerin. Ia mendongakkan kepalanya, lalu membuka mulutnya terpanah dan mengerjapkan matanya bagaikan ada cahaya yang terlampau silau menyinari matanya. “Ah? Ya, tentu saja. Lagipula bangku didepanku masih kosong dan bukan hak-ku untuk melarang siapapun untuk duduk.” Chaerin berucap setelah sadar dari ketenggelamannya.

 

“Perkenalkan, namaku Park Jimin. Kau bisa memanggilku Jimin. Aku mahasiswa semester pertama jurusan seni. Kau sendiri?” Jimin yang sudah duduk manis didepan Chaerin mulai berucap dan menjulurkan tangannya, Chaerin hanya tersenyum lalu membalas jabatan tangan itu dan menatap Jimin dengan tatapan terpesona.

 

Gadis mana yang tak terpesona jika melihat pria tampan dan memiliki tubuh yang begitu baik? Tidak hanya tampan, Jimin juga sopan memperlakukan wanita dan dia juga imut. “Ah, ternyata kita satu angkatan. Aku Park Chaerin. Senang berkenalan denganmu Jimin-ssi hehehe. . .”

 

Chaerin tertawa dengan anehnya karena terlalu salah tingkah. Ia mencoba menghilangkan rasa gugupnya, menarik nafas sedalam mungkin lalu mengeluarkannya dengan pelan-pelan. Setelah selesai dengan meditasi buatannya sendiri, ia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dengan bermain ponsel.

 

“Ehm, Chaerin-ssi.” Chaerin yang merasa dipanggil oleh seseorang didepannyapun mengadahkan pandangannya untuk menatap Jimin yang sekarang tengah menatapnya. “Ya?”

 

“Ada sesuatu di pipimu.” Jimin berucap dengan gugupnya dan membuat Chaerin panik dimana letak sesuatu yang pasti kotoran diwajahnya. Chaerin yang tengah panik meraba-raba wajahnya tiba-tiba saja semakin terkejut manakala Jimin menyentuh satu tangannya yang bebas dan menatapnya intens.

 

“Jimin-ssi.”

 

Diam. Hening. Tak ada suara yang muncul kecuali letupan letupan kecil yang membentuk sebuah melodi yang tak terdengar di hati Jimin maupun Chaerin.

 

“Jimin-ssi, bisakah kau singkirkan tanganmu dari tangan kekasihku?” seketika suara dingin itu berhasil membuat keadaan di kantin yang begitu sepi menjadi ramai karena suara mencekam seseorang yang tak lain adalah Oh Se Hoon.

 

“Sehun-ssi?”

 

Tanpa ada persetujuan dari Jimin maupun Chaerin, Sehun melepaskan tangan Jimin dan menarik pergelangan Chaerin untuk mengikutinya dan melangkah menjauh dari kantin. Chaerin terdiam, ia mati kutu dan tak tau harus berbicara. Sekarang mereka hanya berdua, disebuah taman sepi dan teduh. Sehun menatap bola mata hitam Chaerin, Chaerin yang ditatap-pun hanya bisa menguk ludahnya pasrah tak tau harus apa.

 

Bodoh. Seharusnya tadi aku tidak membiarkan Jimin-ssi untuk duduk dihadapanku! Meskipun dia memaksaku menjadikan pacarnya, tapi aku tak boleh berselingkuh. . . Eiy, aku tidak berselingkuh! Err, how stupid me?

 

“Sehun-ssi?”

 

“Chaerin-ssi. Apa yang kau lakukan tadi?” Sehun berbicara dengan datarnya, ia tak tahu kenapa, tapi melihat Chaerin berdua seperti tadi membuat darahnya memanas, memanas dan akan pecah didalam kapiler jika tak segera mendinginkannya.

 

“Tidak, aku hanya berbicara dengannya.”

 

“Berbicara? Berpegangan tangan seperti itu?”

 

Chaerin diam, ia tak tahu harus menjawab apalagi. Sehun yang didepannya benar-benar dingin, datar sekaligus matanya menunjukkan sebuah kilatan amarah yang samar-samar. Sehun kembali menarik Chaerin dan membuat gadis itu bagaikan domba yang tengah digiring pengembalanya menuju kandang. Sehun mengeluarkan kunci motornya setelah sampai di parkiran, lalu menyuruh Chaerin untuk mengikutinya dan menaiki motor besar itu.

 

Sehun mulai menjalankan motornya, mengendarai motor itu dengan kekuatan yang cukup tinggi dan membuat jantung Chaerin berdetak semakin cepat karena ketakutan. “SEHUUUUN! APA YANG KAU LAKUKAN HUH?” teriaknya masih dengan rasa takut yang luar biasa, yang bisa Chaerin lakukan saat ini hanyalah melingkarkan tangannya secara erat diperut Sehun.

 

Sehun berhenti, menghentikkan motornya di depan rumah makan yang tak terlalu mewah dan tak terlalu murah juga, sebuah cafe yang mnyediakan berbagai hidangan berbau coklat. “Turun! Aku lapar!”

 

“Yaa! Bisakah kau tak bersikap seperti ini? Kau sungguh menyebalkan mengerti?!” ucap Chaerin sembari membenarkan pakaiannya dan rambutnya yang berantakan akibat tertera badai angin yang disebabkan oleh kecepatan motor Sehun. “Bisakah kau diam?”

 

“Cish.”

 

* * *

Acara makan mereka berjalan dengan lancar, meskipun masih diselingi dengan perdebatan kecil yang membuat Chaerin ingin menelan gelas didepannya. Sehun, pria itu terus merasakan gerah yang amat luar biasa, ia tak tahu itu apa namun ia masih merasa gerah dan sebal luar biasa pada Chaerin.

 

“Ayo kuantar pulang.”

 

“Tidak, aku bisa pulang sendiri.”

 

“Kubilang kuantar pulang!”

 

“Tidak!”

 

“Kuantar!”

 

Chaerin yang sudah malas hanya pergi dari parkiran dan berjalan menjauh dari Sehun. Ia merasa muak dengan sikap pria itu, pria itu selalu bersikap sesuka hatinya dan bagaikan Chaerin adalah Sehun Property. Chaerin berhenti setelah sampai di shelter bus, sembari menunggu bus datang, ia mengeluarkan ponselnya dan memasangkan earphone untuk mendengarkan lagu.

 

Sebuah lagu ia putar secara acak, dan lagu yang terputar adalah lagu yang dinyayikan oleh B.O.B – Nothing On You.

 

 

Beautiful girls, all over the world

 

I could be chasin but my time would be wasted

 

They got nothin on YOOOOOOOOOU, baby

 

Nothin on YOOOOOOOOOU, baby

 

They might say hi, and I might say hey

 

But you shouldn’t worry, about what they say

 

’cause they got nothin on

 

YOOOOOOOOOU, baby

Chaerin segera menghentikkan lagu itu, ia merasa sebal akan lagu itu. Ya, Sehun adalah kekasih pertamanya dan semua harapannya pupus dan punah. Dulu, ia selalu mendambakan untuk mendapatkan kekasih yang baik, tampan, romantis dan yang pasti jujur namun sekarang? Dia mendapatkan kekasih macam apa? Tidak jelas sama sekali.

 

“Maafkan aku,” suara itu berhasil membuat Chaerin menoleh. Ia tak sadar, ia tak sadar bahwa Sehun sekarang sudah disebelahnya. “Maaf, aku tak bermaksud apapun.” Sehun kembali berucap meminta maaf, namun Chaerin diam. Ia sekarang bersedekap ringan dan mengacuhkan Sehun. Pria itu sudah cukup amat menyebalkan dan sesukanya sendiri.

 

“Sorry. I won’t do that again. Promise?”

 

“What do you mean with that? Can you explain to me Sehun-ssi?”

 

“Oke, sorry for everything. I know, I’m to bossy with you. You are my girlfriend, and sorry for do that.”

 

“What? Girlfriend? Really?”

 

“Yes.”

 

“Sure? Am I just a random girl for you? A property for you?”

 

“No. Sorry.”

 

“No. I can’t pardon you. I hate you Sehun-ssi.”

 

Air mata keluar dari mata Chaerin, Sehun merasa  sebuah dentuman di dadanya, ia menarik Chaerin, memaksa gadis itu untuk masuk kedalam pelukannya.

 

“Don’t cry please. Sst. I promise you, to treat you like my girlfriend.”

 

“Are you sure?”

 

Sehun tak berucap, hanya sebuah ciuman singkat dikening Chaerin yang menjelaskannya. Sebuah ciuman singkat yang kali pertama bagi Chaerin, kali pertama untuknya merasakan sebuah ciuman dari seorang pria yang bukan ayah maupun saudaranya.

 

 

Promise.

 

 

Sehun mengantar pulang Chaerin. Sekarang motor Sehun sudah berhenti tepat didepam gerbang rumah Chaerin. “Turunlah.” ucap Sehun lembut dan dituruti oleh Chaerin. Keadaan mereka berdua masih hening, kaku dan terasa begitu awkward.

 

“Ya. Terimakasih.” Chaerin membalas ucapan Sehun, lalu memikirkan sesuatu untuk diucapkan pada pria itu. “Mau mampir?”

 

Sehun tampak berpikir, lalu membuka kaca helmnya dan menjawab ajakan itu secara lembut sembari tersenyum. “Tidak.” ia menolak secara halus, lalu melepaskan helmnya, menatap Chaerin lebih lama lagi.

 

“Again, I promis to treat you like my girlfriend. And as soon as possible I promise, to make you falling in love with me, Chaerin-ssi.”

 

* * *

Hello. Aku balik lagi sama drabble aneh yang niatnya mau bikin manis tapi malah jadi hancur. Yang mau kasih reviewnya silahkan yang cuman baca juga silahkan. As always thankyou ^^ Maaf untuk ketidakharmonisasian grammar dan kerusuhan typo lol

Dan mungkin kalo nanti sempet, aku mau buat drabble judulnya One Night Stand with Park Chanyeol hehehe. Oke, judulnya memang rada mlenceng menjuru ehem sih, tapi ga terlalu kok /maksudloo?/

 

Oke. See you next time. . . ^^

Advertisements

61 responses to “Promise By Baddas Sehun

  1. Pingback: Rainbow or Sun ? | FFindo·

  2. eciee~ sehun jago bahasa inggris, wkwk
    huh, makanya jangan sok keren, giliran cewenya nangis aja akhirnya luluh juga kan? ckck /ini anak kenapa jadi sewot?/ /maaf thor khilaf/ XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s