The Dull Park Chanyeol

ONSWPCY

 

 

The Dull Park Chanyeol

 

 

By Anonyxing (@DZ4908)

 

 

Main Cast : Park Chanyeol & Yoo Ji Hyun (OC/YOU) || Genre : Romance – Het – Lime || Duration : Drabble || Rating : PG – 16

 

 

 

Another Series : Kai Version || Kris Version || Sehun Version (Not in same genre) || Baekhyun Version || Chanyeol Version

 

 

*

 

*

 

*

 

 

No matter what, I still love you. Love is never perfect but love will perfect with your own way.

 

 

Suara musik electro dan dab step menggema di penjuru ruangan. Sinar-sinar kokoh berbagai macam warna menghiasi ruangan ini dengan diimbangi suara dentuman musik yang membuat semua penghuninya bersorak sorai. Seorang pria disudut ruangan ditemani berbagai ah, ralat – dua wanitanya tengah bermabuk cinta bersama. Pria itu bertatanan rapi, berpakaian formal dan rambut cepaknya semakin membuatnya tampan. Panggil pria itu Park Chanyeol, Chanyeol tepatnya. Pria dengan tinggi menjulang dan berkantong tebal yang mampu membeli satu klub mewah ini.

 

Chanyeol, pria hampa dan tak tahu apa arti hidup akibat kisah cintanya yang berantakan serta kelam. Chanyeol, pria kesepian yang ditinggal oleh istri dan anaknya akibat kecerobohannya. Chanyeol, seorang lelaki yang hanya terjerembab di lubang hitam yang bernama masa lalu. Ya, Chanyeol adalah seorang duda, bisa dibilang dia adalah duda terkeren dan termanis sepanjang masa. Sedikit mengulas masa lalunya, istri dan anak Chanyeol meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan dimana kecelakaan itu diakibatkan oleh kelalaian dirinya sendiri, Park Chanyeol.

 

Chanyeol sekarang hanyalah seorang Park Chanyeol yang membuang waktunya di dunia malam, membuat paginya terforsir penuh dengan pekerjaan dan malamnya penuh dengan wanita. Chanyeol sadar, ia tak mungkin terpuruk di dunia kelam dan selalu melakukan flashback namun, menghindari kata flashback amatlah susah. Terlalu banyak kenangan manis yang membuatnya semakin merasa bersalah.

 

“Sayang, ini minumanmu.” ucap salah satu wanita mainan Park Chanyeol dengan begitu seksi, bahkan mungkin seperti sebuah desahan. “Ugh, thanks honey.” balas Chanyeol sembari mengambil gelas kecil berisi vodca itu dan memberi hadiah singkat di pipi merah wanita itu.

 

Babe, you look so hot tonight. Wanna play with me?” ucap Chanyeol dengan suara berat khasnya. Wanita yang memang menunggu hal itu hanya tersenyum nakal, mengecup bibir Chanyeol dan mengangguk setuju meng-iyakan ajakan Chanyeol.

 

Honey, bagaimana denganku? Kau hanya mau bermain dengannya?” wanita yang merasa diacuhkan oleh Chanyeol itu mulai berisik, ia menggoda Chanyeol agar bermain dengannya dan tidak bermain dengan wanita disebelah kirinya.

 

Chanyeol terdiam, lalu melihat sisi kanan dan kirinya. Ia tersenyum, lebih tepatnya menyeringai sembari cekikikan tidak jelas. “You girls, go away from me! I don’t wanna play with two of you! Aku hanya berbasa-basi.” Chanyeol berucap sembari tertawa tidak jelas, lalu merasakan gejolak keras diperutnya dan ya, dia muntah. Memuntahkan segala isi diperutnya dan membuat dua wanita pelacur itu pergi menjauhinya karena merasa risih dengan Chanyeol.

 

Ugh, I just wanna go home or maybe heaven? But, what about that girl?

 

 

 

* * *

 

 

 

Disisi lain, lorong yang berjejerkan loker klub malam para pegawai terlihat sepi. Hanya seorang gadis berwajah manis dengan rambut coklatnya yang digulung tinggi melihatkan leher jenjangnya berdiri menyendiri disana. Ia sudah bekerja disini selama 3 bulan, dan itu semua karena kebutuhannya, ia butuh uang dan hal inilah yang terpaksa ia lakukan. Jangan salah presepsi, dia hanya menjadi waitress, bukan wanita penggoda yang menggunakan pakaian seksi, gadis bernama Ji Hyun itu hanya menggunakan sebuah kemeja putih, rok span pendek berwarna hitam dan heels 3 centimeter berwarna hitam. Selama 3 bulan itu, gadis bernama lengkap Yoo Ji Hyun berhasil menemukan sesuatu yang membuatmya tertarik, yaitu pria dengan tinggi menjulang yang selalu hadir di klub malam ini. Ji Hyun merasa prihatin dengan pria itu, pria yang ia tahu akhir-akhir ini bernama Park Chanyeol terlihat begitu tertekan dan tersiksa. Dan selidik punya selidik, Ji Hyun juga tahu bahwa pria itu merasa tersiksa akibat ditinggal oleh anak dan istrinya.

 

Ji Hyun prihatin? Ya. Atau mungkin dia jatuh cinta pada Chanyeol? Mungkin. Namun Ji Hyun selalu menepisnya, ia selalu menepis rasa itu dan menganggapnya hanya sebuah rasa prihatin. Ia menggigit bibir bagian bawahnya, lalu menggelengkan kepalanya pelan. Yoo Ji Hyun, ingat. Kau bekerja disini untuk mencari uang, bukan bermain mata seperti ini!

 

“Ji Hyun, mengapa kau disini? Kau tak ada pekerjaan?” tanya seseorang yang membuat Ji Hyun terlonjak kaget akibat terkejut. “Euh, ah tadi aku sudah selesai. Bagaimana denganmu Soo eonnie?” tanya Ji Hyun sembari mengusap dadanya pelan untuk menghilangkan rasa terkejutnya.

 

“Kau bisa bantu aku Ji Hyun-nie? Aku butuh bantuanmu. Tugasku masih menumpuk dibelakang. Tolong berikan nampan ini ke pria di ujung sana. Kau tahu dia bukan? Park Chanyeol. Tamu utama kita disini, bos kaya yang amat menyedihkan itu.” ucap Sooyoung sembari menyerahkan nampan stainles steel berisikan satu botol vodca dan gelas kecil bergagang.

 

Ji Hyun menerima nampan itu dengan segala pikirannya, lalu mengangguk tanda setuju atas permintaan Sooyoung. Setelah Sooyoung pergi, Ji Hyun menghembuskan nafasnya, mengolah sirkulasi pernafasannya dan menyiapkan jantungnya untuk bertatapan secara langsung dengan pria bermarga Park itu.

 

Ji Hyun berjalan keluar, lalu melangkahkan kakinya menuju pojok ruangan dimana tamu-tamu kelas atas memang berada disana. Park Chanyeol, pria itu nampak paling mencolok dari para pengusaha muda lainnya. Selain semua barang branded yang menempel di badannya, serta aroma minyak wangi yang khas, pria itu adalah pria termenyedihkan dan dengan status unik, yaitu duda muda serta berkantong tebal.

 

“Tuan, ini minum anda.” ucap Ji Hyun sesampainya didepan meja Chanyeol. Gadis itu meletakkan botol serta gelas itu di meja Chanyeol, lalu hendak melangkah menjauh sebelum Chanyeol menarik pergelangan tangan Ji Hyun dan membuat Ji Hyun terjatuh di pelukan Chanyeol.

 

Honey kumohon, jangan tinggalkan aku.” ucap Chanyeol melantur dan memeluk Ji Hyun erat bagaikan gadis itu adalah miliknya dan tak boleh satu orangpun menyentuhnya. “Tuan, kau mabuk berat. Aku, aku bukan istrimu. Lepaskan kumohon.” ucap Ji Hyun sembari menahan napasnya akibat Chanyeol begitu erat memeluknya dan membuatnya sesak dalam arti lain.

 

Honey. Stay beside me. Don’t go. I love you. I love you so much.” Chanyeol kembali berguman, lalu entah bagaimana sekarang posisi Ji Hyun bisa berada dibawah Chanyeol, dan dengan cekatan Chanyeol mencium bibir Ji Hyun, mencium gadis itu dengan membabi buta dan meluncurkan segala nafsunya.

 

Ji Hyun menangis, sebisa mungkin dia mendorong bahu Chanyeol dan membuat pria itu mejauh, gagal. Usahanya sia-sia dan Chanyeol tetap diatasnya. Dan tak lama, Chanyeol ambruk diatas badannya, pria itu sudah tak sadarkan diri dan membuat Ji Hye sedikit menghembuskan nafasnya lega.

 

 

 

* * *

 

 

 

Ji Hyun kembali gusar. Sekarang bukan hanya mengantarkan minum untuk Tuan Muda Park Chanyeol, melainkan harus mengantar pria itu juga ke rumahnya. “Eonnie, kumohon. Kau saja yang mengantarkan Tuan Park. Aku tak tahu, aku tak bisa eonnie.” Ji Hyun meminta, memohon agar tak mengantarkan Chanyeol ke rumahnya. Bagaimana bisa ia mengantarkan pria itu? Bukan, bukannya ia tak mau karena kejam atau risih, berdekatan dengan pria itu membuat jantungnya hampir keluar.

 

“Ji Hyun please, help me. I can’t bring him back. I have something to do right now. Please.” Seseorang yang dipanggil Ji Hyun eonnie itu memohon. Sungguh, ia tak berbohong. Ia memang ada keperluan setelah ini, ia harus pulang karena ibunya sakit.

 

“Ibuku sedang sakit dirumah, kumohon Ji Hyun.” pintanya lagi dan membuat hati Ji Hyun luluh dan tersentuh. “Baiklah, hanya sekali ini.”

 

“Terimakasih. Ini alamatnya.” ucap gadis itu sembari memberikan secarik kertas kecil bertuliskan alamat dimana Park Chanyeol tinggal.

 

 

* * *

 

 

Sekarang Ji Hyun telah sampai didepan pintu apartement Chanyeol. Ia memapah Chanyeol dari bawah hingga disini, ditempatnya sekarang. “Tuan, bisa kau berikan apa kode-nya? Atau kau mau menekannya sendiri?” Ji Hyun berucap bagaikan seseorang yang tak waras yang berbicara pada sebuah tembok. “Tuan Chanyeol -ssi.” ucap Ji Hyun lagi sembari mencoba mengembalikan kesadaran Chanyeol.

 

Ya, tadi saat diperjalanan Chanyeol sempat sadarkan diri. Pria itu kembali mengguman tidak jelas dan bagaikan nyamuk yang berdengung mencari mangsa. “Chanyeol-ssi.” panggil Ji Hyun lagi dan sedikit demi sedikit Chanyeol mulai membalas dengan erangan.

 

“Kode keamananmu.”

 

“Ugh,” Chanyeol mengerang sembari menekan kode kemanan rumahnya, tak lama pintu terbuka dan Ji Hyun kembali memapah Chanyeol untuk masuk kedalam. Menidurkan pria itu di sofa ruang tamu rumahnya. “Jangan pergi kumohon.” igau Chanyeol sembari menarik tangan Ji Hyun kasar dan mengenggamnya dengan erat.

 

“Kumohon.” Chanyeol kembali berbicara, laku menarik Ji Hyun dan membuat gadis itu jatuh ke atas badan Chanyeol, membuat mata Ji Hyun yang masih terbuka secara utuh dapat melihat bagaimana Tuhan dengan kuasanya dapat membentuk wajah setampan itu dengan garis wajah yang amat tegas dan ya, Chanyel sangat tampan.

 

Mengapa dia harus setampan ini? Astaga, Ji Hyun! Sadar, dia tidak sebanding denganmu. Kalian berbeda!

 

Chanyeol mendekap Ji Hyun dengan erat, membuat dada Ji Hyun semakin sesak karena darahnya berdesir. Ia bagaikan tersengat dengan sedikit sentuhan dari Chanyeol. “Go sleep for tonight babe. I’m not gonna rape you tonight, maybe.” suara Chanyeol yang berat dan bagaikan sebuah desahan membuat Ji Hyun sedikit beegidik ngeri. Ji Hyun menatap mata Chanyeol yang terpejam. Entah apa, namun ia menyetujuinya, percaya dengan ucapan Park Chanyeol dan mulai memejamkan matanya.

 

 

* * *

 

 

Semburat malu matahari mulai muncul, menandakan bahwa pagi sudah mulai datang. Burung – burung berkicau menandakan pagi cerah adalah milik mereka, sepasang dua insan manusia masih lelap dengan tidurnya dan tak pernah percaya apa yang mereka lakukan, mereka merasa hanya tidur namun sekarang? Mereka sudah berada di dalam kamar Park Chanyeol dengan pakaian yang berserakan dimana-mana.

 

Ugh, apa yang terjadi? Batin Chanyeol saat matahari mulai menelisik melalui jendela kamarnya dan membuat kesadarannya pulih secara perlahan. Ia membuka matanya, dan tepat dihadapannya atau bahkan dipelukannya, seorang gadis tengah tertidur dengan pulas. Chanyeol tersenyum, senyum pilu dan kemarahan.

 

I don’t know why, but can love came after we did a sex? Or I just think she slave for me? Oh, I don’t care. She look like my wife. And I must have she. She is mine and I’m yours.

 

Ya jika kalian tahu, sebenarnya selama ini Chanyeol selalu datang ke klub itu untuk mengamati Ji Hyun. Awalnya, ia hanya datang ke klub itu untuk membuang penat dan mungkin hanya seminggu sekali, namun setelah melihat Ji Hyun secara tak sengaja, ia mulai datang rutin dan memperhatikan Ji Hyun. Gadis itu, gadis itu begitu mirip dengan Chorong (mantan istri Chanyeol) dan entah gerangan apa, Ji Hyun yang membawanya pulang tadi malam dan jujur, itu membuat Chanyeol sedikit senang (Chanyeol masih sedikit sadar sebenarnya)

 

 

*

 

*

 

*

 

 

Chanyeol mengendurkan pelukannya, ia merasa Ji Hyun mulai membuka matanya dan terbangun dari tidurnya. Tatapan mereka bertemu, tatapan sedih Ji Hyun membuat Chanyeol mengerti apa itu.

 

“Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu sesegara mungkin.” Chanyeol berucap dengan santai, terdengar begitu santai malahan. Ji Hyun menelan ludahnya. “Tidak. Jika kau tak mencintaiku, kau tak usah menikahiku. Aku, aku tak apa. Ini juga salahku karena. . . “

 

Chanyeol memotong ucapan Ji Hyun dengan cara meletakkan jari telunjuknya di bibir wanitanya. “Sssst. Ini bukan salahmu. Ini salahku. Aku akan tetap menikahimu. Dan tentang cinta, kukira kita bisa memulainya sejak sekarang dan di ranjang juga mungkin.”

 

“Chanyeol -ssi!” Ji Hyun memekik, mengigat bagaimana tadi malam dia dan Chanyeol bisa melakukan hal itu dan berakhir seperti ini.

 

“Aku mencoba untuk mencintaimu. Aku mencoba mencintaimu dengan jalanku. Dan terimakasih karena kau dipertemukan denganku.”

 

 

 

Cinta bagaikan zat adiktif yang membuat penggunanya tak pernah jera dan selalu merasakan candu.

 

 

 

F

 

I

 

N

 

A

 

L

 

 

 

Hai. (tolong jangan timpukin aku) aku tahu balik lagi bukannya bawa MSG atau TOOL malah bawa drabble absurd dimana Chanyeol jadi duda keren yang ditinggal mati istrinya. (peluk Yixing) dan nama pena aku juga baru (lol) dari DelZeal jadi Anonyxing(you know what I mean hehehe) dan maaf buat kesalahan grammar maupun typo yang ada.

 

Oke. Maafkan aku kawan. Aku gatau mau nulis apaan kalo fanfic chapter karena jujur, nulis ff chaptder itu ribet karena aku lagi nggak nge feel dan hancur hatiku berkeping keping (oke ini abaikan wkwk)

 

Main stream banget ya temanya? Sorry ;–; aku hanya iseng aja pengen buat tema fanfiction yang gini hehehehe. Ah sudahlah, ditunggu responnyaaaa hehe.

 

Next kemungkinan main cast-nya Do Kyungsoo tetapi gatau bakal dipost kapan. Dan ini, terakhir lalu Bye. Makasih buat yang mau baca sama komen. (muah) (maaf Chanyeol stan) (weekkk ;p) maaf ya kalo misal ini ff terakhir yang dipost dibulan ini atau depan. Thankseuu.

Advertisements

120 responses to “The Dull Park Chanyeol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s