THE PORTAL [ Part 9 : Unpredictable ]

The Portal new

Title :

The Portal

 

Author : Citra Pertiwi Putri ( @CitraTiwie )

 

Main Cast :

– A Pink’s Jung Eunji / Jung Hyerim as The Princess of Junghwa Kingdom

– INFINITE’s Lee Howon / Hoya as The Bodyguard

– A Pink’s Son Naeun / Son Yeoshin as the Good Witch

– INFINITE’s Kim Myungsoo / L as the Bad Witch

 

Genre : Fantasy, Romance, Friendship, and little bit Comedy

 

Other Casts :

– CNBlue’s Jung Yonghwa as The King / Eunji’s Father

– SNSD’s Seo Joohyun as The Queen / Eunji’s Mother

– BAP’s Jung Daehyun as The First Prince / Eunji’s brother

– F(x)’s Jung Soojung / Krystal as The Second Princess / Eunji’s sister

– BtoB’s Jung Ilhoon as The Second Prince / Eunji’s Brother

– SNSD’s Lee Soonkyu / Sunny as The Palace’s Witch

– B2ST’s Son Dongwoon as Naeun’s Brother

– B.E.G’s Son Gain as Naeun’s Sister

– SNSD’s Kim Hyoyeon as the most mysterious witch in Junghwa

– SNSD’s Kim Taeyeon as L’s Mother & Hyoyeon’s sister (good side : as Kim Haeyeon, Junghwa’s Headmaster)

– A Pink’s Kim Namjoo as Hyoyeon’s foster daughter

– EXO’s Byun Baekhyun as the Prince in another Kingdom

– EXO’s Kim Jongin / Kai as Myungsoo’s brother

– A Pink’s Yoon Bomi as Eunji’s foster sister

– EXO’s Do Kyungsoo / D.O as an ordinary boy

– Girl’s Day’s Bang Minah as Hoya’s partner

– B2ST’s Yoon Doojoon & 4Minute’s Heo Gayoon as Eunji’s foster parents

– INFINITE’s Nam Woohyun as Naeun’s foster brother

– A Pink’s Park Chorong as Myungsoo’s best friend & Woohyun’s Girlfriend

– INFINITE’s Lee Sungyeol as Myungsoo’s best friend

 

Rating : PG15 – NC17

Type : Chaptered

 

Before Story :

Dengan berbagai ketidaksengajaan, berbagai rahasia dan kebenaran yang tersembunyi mulai terkuak.

Berawal dari L yang menemukan surat masa lalu Chorong hingga ia tahu bahwa gadis itu memiliki masa lalu yang kelam, ditambah lagi statusnya sebagai seorang lesbian namun memiliki perasaan terpendam kepada Myungsoo. Sebagai Myungsoo palsu, L tidak dapat berbuat apa-apa karena tujuan utamanya hanyalah Naeun. Dengan kelihaiannya bermain peran dan bersikap manis, akhirnya L berhasil menjadikan Naeun sebagai kekasihnya dan membuat Chorong merasa sakit hati.

Tak hanya itu, meski bisa berbahagia karena sudah merebut hati Naeun, L harus waspada karena Sungyeol sudah berani mengungkapkan identitasnya.

 

Howon alias Hoya, yang baru menjajaki karirnya sebagai seorang artis justru merasa hidupnya semakin tak tenang karena keadaan semakin memisahkannya dengan Eunji yang semakin rawan didekati banyak lelaki terutama D.O, yang sudah ingin menjadikan Eunji sebagai kekasih, ditambah lagi saat ini Eunji tengah bernasib buruk akibat kenekatannya mempermalukan Woohyun. Karena dendam, Woohyun melakukan beberapa perbuatan tidak manusiawi terhadap Eunji termasuk memindahkan kamar sang putri raja ke gudang asrama putra.

Hingga saat malam pertama Eunji berada di kamar barunya tersebut, karena perasaan tak tenang dan ingin tahunya, ia menemukan ruang bawah tanah pribadi milik Sungyeol dan menemukan lelaki itu tengah berbicara dengan sesosok mayat!

 

Mayat siapakah gerangan yang disimpan oleh Sungyeol? Akankah Eunji berhasil mengetahuinya?

Bagaimana juga kelanjutan kisah romantis penuh tipuan Myungsoo dan Naeun? Dan akankah Chorong kembali pada masa lalunya sebagai seorang lesbian karena putus asa akan perasaannya pada Myungsoo?

Dan bagaimana juga dengan Jiwon yang harus menjaga Eunji ditengah kesibukannya menjadi seorang artis?

 

Selengkapnya :

Part 1 : I Hate My Life

Part 2 : Big Decision

Part 3A : I Will Find You | 3B : You Will Find Me

Part 4 : Another Me

Part 5 : Over Protective?

Part 6 : Faithfulness

Part 7 : Something New

Part 8 : The Hidden Truths

 

NB : Annyeong haseyo readers ^^ masih ingat dengan ff ini?? mohon maaf karena updatenya cukup lama. setelah UTS dan lomba, author masih harus disibukkan dengan kegiatan lain. Jadi harap maklum yaa^^

So, enjoy this long part! happy reading !!!^^

 

***

 

Author POV

 

BRUK!!!

“ Argh!!!”

Untuk kesekian kalinya, Eunji menahan sakit di sekujur tubuhnya, terutama wajah cantiknya yang mulai mengeluarkan darah. Buliran bening tak henti-hentinya mengalir dari mata indahnya. Ia sudah berkali-kali meminta maaf namun lelaki didepannya terus memukulinya tanpa ampun seperti sedang kerasukan setan.

“ PEREMPUAN LANCANG!!!!! TIDAK SEHARUSNYA KAU MASUK KESINI!!!! INI TEMPATKU!”

Sungyeol berteriak lantang dengan geram, memekakkan telinga Eunji, membuat gadis itu semakin terisak karena tak tahan, tersentak karena tak pernah diperlakukan sekasar ini seumur hidupnya.

Ia menyesal. Bukan karena memasuki ruang bawah tanah tempatnya terduduk sekarang, namun karena kebodohannya menyenggol salah satu pot bunga kering dan menimbulkan suara yang berhasil membuat sang pemilik tempat -Sungyeol- mengetahui kelancangannya.

Dan Eunji tak menyangka reaksi Sungyeol separah ini. Setelah menutup sekujur tubuh mayat yang ia ajak bicara agar tak terlihat oleh Eunji, lelaki itu meledak. Tak rela tempat rahasianya dimasuki orang lain, ia memukuli Eunji meski ia tahu yang dipukulinya adalah perempuan.

“ Kalau kau menceritakan apa yang kau lihat pada orang lain, akan kubunuh kau, Jung Eunji!”

“ Jadi benar yang kau ajak bicara itu adalah mayat?”

Eunji termasuk nekat, rasa penasarannya jauh lebih besar dari rasa sakitnya. Ia benar-benar ingin tahu mayat siapa gerangan yang disimpan secara rahasia oleh Sungyeol. Bukan ingin mencampuri urusan lelaki itu, Eunji hanya takut. Ia takut karena itu artinya kamarnya dekat dengan tempat penyimpanan mayat.

PLAK!!

“ Argh!!”

“ Sudah kubilang jangan campuri urusanku!”

Sungyeol melayangkan tamparan untuk yang kesekian kalinya, membuat pipi gadis itu semakin merah matang dan perih.

Namun Eunji mencoba kuat, ia tak boleh mengeluarkan airmata lagi. Ia bukan gadis yang lemah, ia harus melakukan perlawanan.

“ Aku harus tahu!”

Gadis itu tiba-tiba bangkit dari duduknya, mencoba mendekati pembaringan mayat yang hanya berjarak kurang dari dua meter didepannya untuk membuka kain yang menutupi mayat tersebut.

Sungyeol tak tinggal diam, ia segera menarik pinggang kecil gadis itu dan mendorongnya ke tembok sekuat tenaga. Emosinya semakin memuncak karena Eunji seakan tak takut padanya.

“ KAU MAU MATI!!??”

Eunji menggeleng kuat, “ Aku hanya ingin tahu mayat siapa yang….”

“ Tidak! tidak akan.. kau tidak akan pernah tahu.. tidak akan pernah tahu.. tidak akan pernah tahu.. tidak akan pernah..” Sungyeol menatap gadis itu tajam dan mengucapkan kalimat itu berulang-ulang, membuat Eunji mendadak linglung.

“…kau tidak akan pernah tahu.. dan.. TIDAK AKAN PERNAH INGAT.. kau melupakannya.. kau harus melupakannya..~ kau lupa bahwa kau memasuki tempat ini..”

“ Aku..aku tidak akan pernah tahu, dan tidak akan pernah ingat. aku lupa bahwa aku memasuki tempat ini..”

******************

“ Hei!! Pemuda dekil! Bangun!!!”

“ Aahh cerewet! Jangan ganggu aku!”

Kai berbalik dan menutup kepalanya dengan ranselnya agar tak lagi mendengar teriakan sang penjaga penjara yang membangunkannya pagi itu. Ia benar-benar lelah oleh kesialan yang menimpanya bertubi-tubi kemarin.

“ Pagi ini kau disidang oleh Raja! Bangun!!!!”

“ Ck, aku ngantuk!! 5 menit lagi!”

BUK!

“ Aaa!!! Sakit!!” Kai sontak terbangun ketika sang penjaga penjara melemparkan gayung besi beserta beberapa peralatan mandi kearahnya, tepatnya di punggungnya.

“ Cepat mandi! Jangan dekil didepan Raja!”

“ Dimana aku harus mandi!?”

“ Kau tidak lihat pintu dibelakangmu? Itu kamar mandi, bodoh!”

“ Ooh, aku kira cuma gambar pintu ._.”

“ -___- sana cepat mandi!!!”

“ Iya iya! Sana pergi! kau mau mengintipku!?”

“ Grrr!” penjaga penjara itupun pergi, Kai segera bangkit meski masih berat hati. Sembari memegangi tubuhnya yang masih pegal-pegal, ia memungut gayung besinya lalu membuka pintu kamar mandi penjaranya.

“ Ya! kamar mandi macam apa ini?? gelap sekali! Lebih gelap dari kulitku.” sungutnya ketika baru saja membuka kamar mandi tersebut.

Tetapi karena tak mau cari ribut dengan penjaga penjara, ia pun terpaksa membuka pakaiannya dan mandi dengan meraba-raba karena sama sekali tak ada penerangan.

“…brrr..! airnya dingin sekali..”

“ Hahaha… lelaki seksi, badannya keren sekali..otot perutnya ada enam..~”

“ Eh?” Kai terkejut ketika mendengar suara tawa seorang gadis membahana dalam kamar mandinya, bersamaan dengan itu ia juga baru sadar bahwa kamar mandinya mulai sedikit terang.

Lelaki itu mulai celingukan mencari asal cahaya, hingga ia mendapati sebatang lilin menjulur dari atap kamar mandinya yang ternyata berlubang.

“ Aish! siapa itu?” dengan hati-hati Kai mendekatinya.

“ Aiiih.. dia mendekati aku, ya ampun.. aku malu! dia seksi sekali..”

“ KRYSTAL!!??” Kai terkejut bukan main saat melihat wajah cantik seorang gadis dari lubang tersebut, ia buru-buru berlari menuju belakang bak mandi untuk bersembunyi sampai terpeleset. Sial, bagaimana bisa Krystal mengintipnya? harga dirinya seakan telah terenggut karena tubuh telanjangnya sempat dilihat oleh sang putri.

“ Hahaha~ hahaha! hahahaha!!” Krystal justru tertawa terbahak-bahak, entah karena sakit jiwa yang sedang dideritanya atau memang geli dengan kepanikan Kai. Dengan wajah polos gadis itu justru semakin mendekat kearah lubang, memandangi Kai, berharap lelaki seksi itu menghampirinya.

“ K..kau sedang apa!?” tanya Kai panik, dalam hati mengumpat mengapa penjaranya memiliki banyak lubang yang menghubungkannya dengan puncak menara tempat Krystal berada.

“ Aku? aku menerangimu..~”jawab gadis itu polos sembari menggerak-gerakkan lilin yang ia pegang dengan lucu, membuat Kai tak tega memarahinya.

“ O..ohh.. terimakasih, tapi.. k..kurasa kau tidak perlu repot-repot, hehe. kau bisa ambil lilinmu dan..berhenti melihat kegiatanku. y..ya?”

Krystal menggeleng, “ Kalau tidak terang nanti kau tersesat.”

“ Ck, gadis gila -_-“ Kai mencoba sabar, “…kalau begitu tutup matamu, jangan lihat aku mandi.”

“ Baiklah!”Krystal menurut dan menutup kedua matanya dengan tangan kirinya. Kai bernafas lega, ia pun keluar dari persembunyiannya dan melanjutkan mandinya.

Namun tanpa ia sadari, Krystal merenggangkan jemari tangannya dan tersenyum memperhatikannya.

“ Ini dosa terindah yang pernah kulakukan seumur hidupku..”

***

“ Tidak mungkin!!! ini pasti otakmu, Nam Woohyun!”

“ YA!! Sudah kubilang bukan!!!!!”

“ Woohyun! bisakah kau sopan sedikit?! kau bicara dengan kepala sekolah!”

“ Persetan, aku tidak terima dituduh sembarangan!”

Dengan emosi tingkat tinggi, Woohyun menatap kepala sekolah Kim Haeyeon yang berdiri tepat didepannya dengan tatapan membunuh. Pagi itu ia marah besar karena sang kepala sekolah menuduhnya sebagai otak atas kejadian yang menimpa Eunji semalam.

Ya, nasib buruk yang menimpa Eunji semalam memang sudah diketahui oleh hampir seluruh siswa Junghwa High School. Pasalnya, sekitar jam enam pagi Chorong menemukan gadis itu terkapar lemas di lantai kamar barunya dalam keadaan babak belur. Sampai saat ini tak ada yang tahu apa penyebabnya karena Eunji mengaku lupa dengan segala yang ia alami.

Mengapa gadis itu sampai lupa dengan segalanya? hanya Sungyeol yang tahu jawabannya.

Namun saat ini lelaki itu hanya duduk tenang dengan senyum sinis dalam ruangan president school, tak peduli dengan wajah Woohyun yang sudah memerah karena marah, tak peduli dengan kedua sahabatnya -Chorong dan..ehm, Myungsoo- yang juga terlihat panik karena tak menyangka kepala sekolah dan Woohyun akan adu mulut seperti ini, bahkan Naeun yang juga duduk disana mulai menangis karena khawatir dengan keadaan Eunji.

“ Tidak perlu mengelak, Nam Woohyun. aku tahu bahwa kau yang memindahkan siswi Jung Eunji ke kamar gudang asrama putra itu. Jadi kejadian ini tentu saja ada hubungannya. Siapa yang telah kau bayar untuk menghajar Eunji? jawab!!”

Tangan Woohyun mulai mengepal karena kepala sekolah semakin memojokkannya. Chorong memegang tangan lelaki itu erat, mencoba meredam emosinya. Sedangkan Myungsoo beringsut mendekati Naeun yang semakin menangis, menyandarkan kepala gadis itu di bahunya. Naeun menangis bukan hanya karena mengkhawatirkan Eunji, tetapi juga karena dilarang Woohyun untuk mengunjungi sahabatnya itu di UKS.

“…Nam Woohyun, kuberi kau waktu satu minggu untuk mengakui kesalahanmu. jika tidak, jabatanmu sebagai president school akan kucabut dan kuserahkan pada Myungsoo.”

“ Apa!? hei, Kim Haeyeon……”telunjuk Woohyun mulai mengarah ke wajah kepala sekolah, Myungsoo segera berdiri dan menurunkan tangan lelaki itu kuat-kuat. Ia benar-benar tak suka dengan pemandangan itu, ia seakan tengah melihat ibunya sendiri -Taeyeon- yang ditunjuk-tunjuk oleh orang yang lebih muda. tentu, karena sang kepala sekolah adalah sisi baik dari Taeyeon.

“ Jaga sikapmu. semarah apapun kau padanya kau tidak boleh berlaku tidak sopan seperti itu.”

Woohyun tersenyum sinis dan segera melepas tangannya dari pegangan Myungsoo.

“ Heh, kau sedang cari muka agar kepala sekolah sialan ini mau mengangkatmu menjadi president school lagi?”

“ Brengsek. kalau saja ini dunia sihir mungkin kau sudah mati mengenaskan ditanganku, Nam Woohyun.” Myungsoo mengumpat dalam hatinya, dan Sungyeol tahu itu.

“ Heh.. sudah..sudah.. kalau panas begini kapan selesainya?” Sungyeol menengahi dengan tenang, Chorong mengangguk setuju dan segera menarik Woohyun dan Myungsoo agar duduk. kepala sekolah pun ikut duduk dan mencoba tenang.

“ Jadi..dimana siswi Jung Eunji itu sekarang?”tanya kepala sekolah.

“ Aku membawanya ke ruang kesehatan asrama putri dan menitipkannya pada D.O, sekarang luka-lukanya sedang diobati.”jawab Chorong.

“ Apa luka-lukanya cukup parah?”

“ Bisa dikatakan demikian. banyak lebam di wajah dan tubuhnya..”

“ Keterlaluan, siapa yang sudah membuat siswa perempuan sampai babak belur begitu!?” kepala sekolah semakin bingung.

“ Apa? mau menuduhku lagi?”sindir Woohyun sinis.

“ Hei! bisakah kau diam!?” Chorong langsung menginjak kakinya.

“ Aku sudah malas mendesakmu lagi, Nam Woohyun. kuharap kau sadar sendiri nanti.”ucap kepala sekolah.

“ Sadar apa!? aku tidak…”

“ Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”kepala sekolah memotong perkataan Woohyun, membuat lelaki itu semakin dongkol.

“ Kurasa kita harus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.”saran Chorong, membuat Sungyeol mendadak memucat.

“ Setuju. Kim Myungsoo, aku percayakan ini padamu.”tanpa berpikir panjang kepala sekolah melimpahkan tugas penyelidikan kasus Eunji kepada Myungsoo, membuat lelaki itu sedikit terkejut, dan membuat Sungyeol semakin pucat, tentunya.

“ A..aku? baiklah.”Myungsoo bersedia, dengan kemampuan sihirnya ia merasa mudah saja memecahkan kasus Eunji. Anggap saja ia membantu Howon yang sudah pasti akan menyelidikinya terlebih dahulu tanpa diperintah.

“ Bagaimanapun caranya pelaku penganiayaan terhadap siswi Jung Eunji ini harus diketahui. walaupun mungkin sebenarnya kita sudah tahu.”ucap sang kepala sekolah sarkastis, membuat Woohyun semakin tersinggung dan akhirnya berdiri.

“ Selesaikan rapat sialan ini secepatnya. jangan terlalu lama memakai ruangan mewahku. permisi!”

BRUK!

Lelaki itu keluar dan membanting pintu, nampaknya ia benar-benar marah besar.

Hal itu membuat Myungsoo berpikir bahwa sepertinya memang bukan Woohyun yang menjadi dalang dalam kasus Eunji. lantas..siapa?

Myungsoo melirik kearah lelaki berkacamata besar yang duduk tak jauh darinya.

“ Haruskah aku mencurigaimu, Lee Sungyeol?”

**********

“ Hei!! sudah selesai mandi?? cepat keluar! sidangmu akan segera dimulai!”

“ Yaa!! sabar!!!” Kai buru-buru menaikkan zipper celana jeansnya lalu mengacak-acak rambut coklatnya dengan sebal, ia berbalik dan wajahnya mendadak kecewa karena melihat sang penjaga penjara mendatanginya tanpa membawa makanan.

“…kau menyuruhku keluar untuk sidang sekarang? heh, aku tidak bisa ikut sidang dengan baik jika aku belum sarapan.”

Sang penjaga penjara menghela nafas, sudah berfirasat bahwa Kai akan membuatnya jengkel lagi.

“ Kau ini bodoh atau apa? semua orang yang membusuk di penjara kerajaan tidak ada yang diberi makan, mereka dibiarkan mati kelaparan.”

“ A..apa!? heh..!! kau sudah gila!!?” Kai terkejut bukan main, ia masih sangat muda dan tentu saja tak mau mati kelaparan di tempat asing.

“…tidak bisa begitu! ini tidak adil! gadis yang ada di puncak menara tepat diatas penjaraku ini saja dapat makan pagi!”Kai menunjuk lubang yang menghubungkan penjaranya dengan puncak menara tempat Krystal berada.

“ Ternyata kau benar-benar bodoh. heh, tentu saja dia dapat makan pagi, dia Tuan Putri!!!! mana mungkin dibiarkan mati kelaparan!?”

“ H..hah? jadi dia benar-benar tuan putri?”Kai tak menyangka, ia mengira Krystal hanya mengaku-ngaku saja saat mereka berkenalan karena ia berpikir gadis itu sudah mengidap sakit jiwa yang parah. Tapi ternyata ia masih ingat dengan identitas aslinya, yang ternyata memanglah seorang putri raja.

“ Tentu saja!! ya ampun, sebelas tahun aku bekerja di kerajaan baru kali ini aku menemukan orang sepertimu, yang tidak kenal anak-anak raja!”

“ Jangankan anak-anaknya, rajanya pun aku tidak kenal.”

“ HAH!? jadi kau tidak kenal siapa raja kita!!!??”

“ Ya. ratunya pun aku tidak kenal. bahkan tempat ini pun aku tidak tahu apa namanya.”

“ A..apa!? tidak mungkin!! kau sedang bercanda?!”

“ Aku serius! dengar saja semua penjelasanku di sidang nanti.”

“ Baiklah, kalau begitu cepat keluar! sidang akan segera dimulai.”

“ Sudah kubilang aku ingin sarapan dulu!”

“ Ck! tidak ada sarapan untukmu!!!”

“ Harus ada!”

“ Jangan membantah! cepat keluar atau anak panahku akan menembus jantungmu.”

“ YA! horor banget.”Kai jadi takut sendiri, dengan wajah dongkol ia pun terpaksa keluar dan digiring oleh beberapa orang pengawal menuju singgasana raja.

*

“ Krystallie.. oppa tahu responmu pasti sama seperti kemarin-kemarin. tapi oppa tidak akan pernah bosan memaksamu. jebal, makanlah..”

Krystal menggeleng kuat, sembari memeluk kedua lututnya, ia menjauhkan tangan Daehyun yang masih memegang sendok berisi makanan kearah mulut kecilnya.

“…oppa tahu kau pasti lapar, sangat lapar. semenjak kau mengurung diri di menara ini, hanya sesuap nasi yang masuk kedalam perutmu. bagaimana bisa kau bisa bertahan hidup? sudah hampir tiga bulan kau begini.”

“ Yang membuatku bertahan hidup? rasa rinduku pada L dan Hyerim unnie, rasa rindu yang lebih besar dari rasa laparku.”

“ Aku dan Ilhoon pun merindukan Hyerim. aku memakluminya. tapi aku tidak habis pikir, mengapa kau masih merindukan L? penyihir brengsek itu? kau masih mencintainya? aku tahu cinta itu buta, tapi ini terlalu bodoh.”

“ Aku sudah tidak mencintainya. tapi aku menginginkan kehadirannya. aku ingin dia datang dan mencabut hipnotisnya dariku..”ucap Krystal lirih, karena sampai saat ini bibirnya masih tercekat jika ingin berkata jujur tentang pencurian sebelas peti emas kerajaan yang dikatakan L secara terang-terangan padanya.

Tentu, L menghipnotis Krystal untuk jangka waktu yang sangat panjang agar gadis itu tidak membocorkan kejahatannya pada siapapun. Dan ternyata pengaruh hipnotis tersebut amat besar bagi jiwa Krystal. karena tak tahan memendam kebenaran tersebut sendirian, gadis itu mengalami gangguan jiwa, terlebih ia masih belum siap menerima kenyataan bahwa L menikahi Yeoshin, dan jiwanya semakin terguncang saat tahu bahwa kakaknya -Hyerim- hilang dari kerajaan.

Sakit jiwa yang Krystal alami membuat gadis itu lebih memilih untuk mengurung diri di puncak menara istana yang kosong dan berdekatan dengan penjara kerajaan. ditempat ini ia bebas melampiaskan kegilaannya. Mulai dari tertawa dan menangis sekeras-kerasnya bahkan melukai tangannya dengan silet untuk mengukir nama L di seluruh permukaan kulitnya.

Keluarga kerajaan telah mencoba berbagai cara untuk membujuknya, namun hasilnya nihil. Raja dan Ratu bahkan mulai sering jatuh sakit secara bergantian karena stress dengan keadaan kerajaan yang semakin parah. Mulai dari sebelas peti emas mereka yang belum juga kembali, hilangnya Hyerim, sampai penyakit jiwa Krystal yang semakin hari semakin parah.

Pangeran Daehyun, yang sudah dipastikan akan menjadi pewaris tahta kerajaan suatu saat nanti hanya bisa membujuk Krystal dengan cara seperti ini setiap hari. sedangkan Ilhoon, sang pangeran bungsu menjadi lebih sering keluar istana, mewakili Raja untuk menarik pajak dari rakyat agar kerajaan mereka tak jatuh miskin.

Dan satu keadaan yang pasti, keluarga kerajaan masih menunggu datangnya L dan Howon yang pergi mencari Yeoshin dan Hyerim.

***

“ Bah! katanya sidang mau segera dimulai, sekarang mana rajanya!? gak on time banget!”

Kai mencibir ketika tiba di depan singgasana karena tak ada seorangpun disana. para pengawal yang mengawasinya hanya bisa mengelus dada dan mencoba sabar.

“…kalau begitu ada waktu untukku sarapan. aku minta makanan!”

Kai duduk diatas karpet istana lalu menyuruh pengawal untuk mengambilkannya makanan. Para pengawal mulai merasa jengkel, namun sebelum mereka menyakiti Kai, seseorang menghentikan mereka.

“ Pengawal, kalian bisa berdiri di tempat yang seharusnya. biar kami yang urus.”

Setelah memberi hormat, para pengawal pun kembali ke tempat berdiri mereka dan berbaris rapi.

Daehyun ikut duduk di depan Kai, diikuti oleh Ilhoon dibelakangnya. Dan untuk kedua kalinya, setelah mengagumi sosok pangeran Baekhyun kini Kai kagum dengan sosok Pangeran Daehyun dan Pangeran Ilhoon yang begitu gagah dengan pakaian aneh yang mereka gunakan.

“ Jadi kau yang mengacaukan pasar kemarin?”tanya Ilhoon to the point.

“ Ya.. begitulah, hehe.”jawab Kai awkward, “…ng..kalian..anak raja?”

Daehyun dan Ilhoon mengangguk kompak, Kai pun manggut-manggut.

“ Mengapa kau sampai mengacaukan pasar?”tanya Daehyun kemudian.

Kai cengar-cengir sembari memegangi perutnya, “ Aku tidak punya energi untuk menjelaskan, hehe.”

Daehyun dan Ilhoon saling bertatapan bingung.

“ Itu saja, hyung.”Ilhoon berbisik seraya menunjuk piring makanan yang ada di tangan kanan Daehyun.

“ Ini punya Krystal.”jawab Daehyun dengan lebih pelan.

“ Tapi dia tidak mau juga, kan?”

“ Iya sih..”Daehyun berpikir sejenak hingga akhirnya ia menyetujui saran adiknya itu, ia menyodorkan piring makanan yang ia pegang kearah Kai.

“…ini untukmu, makanlah.”

Wajah Kai sontak berbinar-binar, tanpa basa-basi apalagi mengucapkan terimakasih, ia segera melahap makanan tersebut. Lain dengan para pengawal yang merasa sebal, Daehyun dan Ilhoon justru tertawa miris melihatnya.

“ Jangan bilang kau mengacaukan pasar karena kelaparan.”tebak Ilhoon.

Ehek!!

Kai langsung tersedak mendengarnya, membuat Daehyun buru-buru mengambilkan gelas kristal berisi air padanya. Para pengawal semakin dongkol melihatnya karena baru kali ini melihat calon raja mengambilkan minum untuk tawanannya.

“ K..kau benar, hehe.”jawab Kai setelah menghabiskan minumannya, Ilhoon tertawa karena tebakannya benar.

“ Bisa kau ceritakan dari awal?”tanya Daehyun, “…anggap saja aku dan adikku adalah raja yang sedang menghakimimu. Ayah kami masih berada di kamar Ratu, ibu kami sedang sakit parah..”

“ Ooh.. begitu. wah, aku turut prihatin.”ucap Kai sok baik, tentu agar ia dibebaskan.

“ Terimakasih. Jangan terlalu tegang ya, anggap saja kita sedang mengobrol.”ucap Ilhoon, Daehyun mengangguk setuju.

Kai tersenyum lega, semakin kagum dengan Daehyun dan Ilhoon yang begitu baik hatinya. Jika saat ini ia disidang raja,belum tentu ia bisa merasa santai seperti ini.

“ Sebelum dilanjutkan, kita harus berkenalan dulu. siapa namamu?”tanya Daehyun.

“ Aku? namaku.. Kim Jongin. tapi kalian bisa memanggilku Kai. Kalian?”

“ Aku pangeran Jung Daehyun, dan ini adikku, Pangeran Jung Ilhoon.”

“ Ooh.. kalian saudara Krystal?”

“ Ya. Wah, kau mengenalnya?”Daehyun dan Ilhoon sedikit terkejut.

“ Penjaraku sangat dekat dengan kamarnya, jadi kami bertemu dan berkenalan.”

“ Itu bukan kamarnya, ia hanya mengurung diri disana.”

“ Ooh begitu. mengapa ia sampai mengurung diri disana?”

“ Ceritanya panjang. Setelah sidang kita selesai kami akan menceritakannya.”

“ Janji ya?”

“ Ya. jadi.. sekarang bisa kau jelaskan mengapa kau sampai mengacaukan pasar?”

“ Baiklah. Jadi ceritanya begini…..”

****************

Myungsoo’s Room, 08.15 PM

 

“ Heh, mau kemana kau?”

Sungyeol hanya tersenyum sinis ketika Myungsoo bertanya untuk kesekian kalinya. Tanpa menjawab, ia terus melanjutkan kegiatannya memasukkan beberapa potong pakaian dan barang-barang lainnya ke dalam koper. Myungsoo tak bisa membaca pikirannya karena Sungyeol memang sengaja mengosongkan pikirannya sendiri saat ini.

“…hei, kau tuli? jawab aku sebelum kau kubunuh.”Myungsoo mengancam sekarang, tentu karena sudah jengkel.

“ Kau juga yang rugi jika kau membunuhku.”jawab Sungyeol santai, ia pun menutup kopernya lalu berjalan keluar kamar seraya menggiringnya, tak memperdulikan Myungsoo yang sudah meremas tongkat sihirnya sejak tadi karena kesal.

“ Baiklah. aku tidak akan bertanya lagi kau akan kemana. tapi apa kepergianmu ini ada hubungannya dengan kasus Eunji?”

Sungyeol tertawa sinis, sudah menyangka Myungsoo akan mencurigainya.

“ Bukan urusanmu, penyihir L.”

Lelaki itupun keluar dari kamar setelah sempat berpapasan dengan Jiwon yang baru saja ingin memasuki kamar Myungsoo. Myungsoo mengumpat, jengkel karena Sungyeol sedang meremehkannya.

“ Hei, dia mau kemana?” tanya Jiwon sembari memasuki kamar Myungsoo dan melepas wig di kepalanya karena gerah.

“ Tidak tahu. Cenayang sialan itu sedang menyembunyikan sesuatu dariku.”ucap Myungsoo kesal sembari duduk di samping Howon.

“ Sudahlah. mungkin saja memang tidak ada hubungannya denganmu, lebih baik kita pikirkan Hyerim sekarang.”

Myungsoo pun mengangguk meski rasa penasaran masih tertinggal dalam benaknya, rasa curiganya pada Sungyeol semakin besar saja.

“…ng.. jadi benar kau yang diutus kepala sekolah untuk menyelidiki kasus Hyerim? bagus, aku sudah memulai penyelidikan duluan dan kita harus saling membantu.”kata Howon kemudian seraya menepuk bahu Myungsoo, ia bisa sedikit mengurangi rasa gelisahnya ketika tahu sahabatnya itu akan membantunya menyelidiki kasus yang menimpa Hyerim alias Eunji. Howon memang sudah tak tenang saat baru saja tahu tentang itu, tangannya sudah gatal ingin membunuh orang yang tega menganiaya Eunji.

“ Ya. kita akan selidiki bersama. tapi.. aku masih bingung mengapa ini bisa terjadi. Mengapa Hyerim tiba-tiba dipukuli seperti itu? dan anehnya, dia lupa sendiri dengan apa yang ia alami..” Myungsoo mengungkapkan rasa penasarannya, bahkan sebagai seorang penyihir hebat ia sama sekali tidak pernah memprediksi hal semacam ini akan terjadi pada Eunji. Awalnya ia mencurigai Woohyun, namun saat melihat reaksi keras Woohyun saat dituduh, ia yakin bukan lelaki itu pelakunya.

“…siapa yang kau curigai?”tanya Myungsoo kemudian,membuat Howon berpikir keras.

“ Tentu saja yang selama ini dendam pada Hyerim. Nam Woohyun.”

“ Sudah kuduga kau mencurigainya. Akupun demikian, tapi apa kau tahu? dia marah besar saat dituduh oleh kepala sekolah, hal itu membuatku merasa bahwa memang bukan dia pelakunya.”

“ Apa? jadi menurutmu bukan Woohyun? lalu siapa?”Howon jadi ikut bingung.

“ Bukan. kurasa bukan Woohyun. jika memang Woohyun pelakunya, bagaimana bisa Eunji lupa dengan apa yang dia alami?”

“ Mungkin saja Woohyun mengancamnya.”

“ Tidak. Aku tahu Hyerim adalah gadis pemberani, ia tak takut dengan ancaman. kurasa ia memang benar-benar lupa dengan apa yang ia alami..”

“ Tapi pertanyaannya, mengapa ia bisa sampai lupa?”

“ Apa mungkin dia dihipnotis?”

“ Dihipnotis? Siapa yang bisa menghipnotis?”

“ Entah. Tapi aku mencurigai Sung……..”

“ Sunbae!”

“ Ya!” Myungsoo tak jadi menyelesaikan kata-katanya ketika pintu kamarnya mendadak terbuka. Seorang gadis berdiri di ambang pintu dengan wajah sedikit cemas.

Gadis itu, Son Naeun.

“…Naeun? bagaimana kau bisa kesini? ini kan asrama putra..” Myungsoo terkejut, sama halnya dengan Howon yang buru-buru memasang wignya untuk berubah menjadi Jiwon.

Naeun memasuki kamarnya, menghampiri Myungsoo dan menatap Jiwon dengan sedikit sinis.

“ Dia saja bisa masuk ke asrama putra, mengapa aku tidak?”ucap Naeun dengan nada sedikit cemburu karena yang ia tahu Jiwon adalah perempuan. Myungsoo dan Jiwon menahan tawanya.

“ Aih.. jangan sinis begitu. aku yang memanggil Jiwon kesini, aku sedang minta tolong padanya.” jawab Myungsoo berbohong daripada istrinya itu marah.

“ Ooh.. minta tolong apa?”

“ Myungsoo sunbae minta tolong padaku untuk melaporkan keadaan Eunji sekarang, Myungsoo sunbae kan disuruh kepala sekolah untuk menyelidiki kasusnya.”Jiwon yang menjawab, untung saja otaknya sedang encer untuk memikirkan kebohongan.

“ Nah! itu maksudku..”Myungsoo menimpali, dan untungnya Naeun percaya.

“ Ooh.. begitu.”tanggap Naeun datar, tentu karena masih saja merasa cemburu.

“ Kau mau apa kesini, sayang?”tanya Myungsoo lembut agar gadis itu melunak, karena tak sepantasnya ia cemburu pada Jiwon yang notabene adalah seorang laki-laki.

“ Ng..aku..aku bingung harus menjelaskan darimana..”Naeun kembali memasang wajah cemasnya, “…Woohyun oppa sangat marah pada kepala sekolah Kim Taeyeon, eh.. Kim Haeyeon maksudku..”

Myungsoo tersenyum kecil, ternyata Naeun juga salah menyebut nama kepala sekolahnya. Bagus, itu artinya Naeun masih ingat dengan mertuanya di negeri Junghwa sana.

“ Lalu?”

“ Woohyun oppa ingin menghindari kepala sekolah agar tak dituduh lagi. Jadi selama seminggu, ia mengajakku berlibur ke Amerika.”

“ A..APA!?” Myungsoo terkejut, sama halnya dengan Jiwon. Woohyun memang sudah gila, marah saja dilampiaskan dengan berlibur ke luar negeri. Apa semua orang kaya seperti ini? ada-ada saja.

Naeun mengangguk, wajahnya semakin cemas. “ Woohyun oppa juga mengajak Chorong dan Sungyeol sunbae, katanya agar mereka tidak membantumu menyelidiki kasus Eunji. Malam ini kami akan berangkat, mendadak sekali kan. Awalnya aku menolak karena tak mau ketinggalan pelajaran, tapi Woohyun oppa bilang dia sudah memberi uang untuk semua guru agar nilai kami tetap bagus walaupun kami bolos..”

“ Ya ampun.. pantas saja Sungyeol keluar membawa koper barusan, ternyata ini..”kata Jiwon, “…ngomong-ngomong, Amerika itu apa?”

“ Ya! pertanyaan macam apa itu!” Myungsoo malu sendiri karena Jiwon ternyata tidak tahu Amerika.

“ Ya ampun.. syukurlah bukan hanya aku di dunia ini yang tidak tahu Amerika itu apa.”kata Naeun polos. Myungsoo mengacak-acak rambutnya karena gemas. Ternyata Jiwon dan Naeun masih saja polos meski sudah lama menempati dunia modern.

“…itulah yang membuatku cemas, sunbae. aku tidak tahu Amerika itu tempat apa. Apalagi kami akan berada disana selama seminggu. Bayangkan saja sunbae, disaat Eunji sedang berada dalam masa sulit aku justru meninggalkannya. Aku tidak tega..”jelas Naeun sedih, Myungsoo segera mendekapnya dan mengelus punggungnya.

“ Tenang saja, selama menjalankan tugas dari kepala sekolah, aku akan menjaga Eunji. Disini juga ada Bomi, D.O, dan Jiwon yang bisa menemani Eunji. Kau tidak perlu khawatir..”

“ Terimakasih, sunbae. boleh aku menitipkan ini untuk Eunji?” Naeun menyerahkan satu kantong berisi sekotak obat, sebelum Myungsoo menerimanya Jiwon sudah mengambilnya duluan.

“ Biar aku nanti yang memberikannya pada Eunji.”kata Jiwon cepat.

“ Ya sudah. terimakasih ya.”

“ Jam berapa kau akan berangkat?”tanya Myungsoo, Naeun melirik jam analog yang melingkar di pergelangan putihnya.

“ Sepuluh menit lagi, sunbae.”

“ Mwo? kalau begitu berangkatlah. nanti ketinggalan pesawat.”

“ Ooh.. Jadi untuk menuju Amerika harus naik pesawat? pesawat itu apa?”

“ Oh my…~” Myungsoo semakin gemas, apalagi Jiwon ikut-ikutan bingung.

“…sudahlah, nanti kau tahu. sekarang berangkat saja..”

Naeun mengangguk, meski masih berat hati ia berjalan keluar dari kamar Myungsoo. Namun saat sudah berada di ambang pintu, ia kembali berbalik dan menghampiri kekasihnya itu.

“ Apa lagi? a—-“

Ucapan Myungsoo terhenti ketika Naeun menarik kedua bahunya dan dengan gerakan kilat mengecup bibirnya.

“ Sampai bertemu minggu depan, Myungsoo sunbae. Aku mencintaimu.”

“ Aku lebih mencintaimu, Naeunnie. jaga dirimu baik-baik, dan…”

“…berhati-hatilah dengan Sungyeol.”

*****************

“ Jadi pemuda dekil bernama Kai itu berasal dari dunia nyata? ia dibuang oleh L?”

Daehyun dan Ilhoon mengangguk saja saat mendengar pertanyaan Raja Yonghwa. Mereka memang sudah menceritakan secara detail mengapa Kai sampai-sampai ‘terdampar’ di negeri mereka karena Kai sudah menceritakannya saat sidang bersama mereka tadi siang.

“ Berarti benar kata Madame Sunny, L dan Howon berada di dunia nyata sekarang. itu artinya Hyerim dan Yeoshin juga ada disana.”kata Ratu Seohyun, yang duduk disamping Raja Yonghwa dengan wajah yang masih sangat pucat.

“ Ya. tapi darimana mereka mendapatkan ramuan portalnya? bukankah sampai saat ini Hyoyeon dan anak angkatnya tinggal di dunia nyata?”

“ Apa mitos yang dikatakan rakyat kita bahwa Hyoyeon sudah kembali ke negeri ini adalah benar? jika tidak, bagaimana bisa Hyerim dan Yeoshin melarikan diri ke dunia nyata?”

“ Mungkin Yeoshin yang membuat ramuannya, dia kan seorang ahli ramuan.”

“ Tidak. Sebelum diajari langsung oleh Hyoyeon, tak seorangpun bisa membuat ramuan portal itu.” Madame Sunny yang duduk disamping Ratu Seohyun segera menyela karena merasa bahwa dialah satu-satunya penyihir yang bisa membuat ramuan portal tersebut selain Hyoyeon, tentu karena dulu ia adalah sahabat Hyoyeon dan pernah diajari bagaimana cara membuat ramuan portal tersebut.

“ Ya sudah, berarti kesimpulannya, mitos itu benar. Hyoyeon sudah kembali ke negeri ini dan Hyerim serta Yeoshin meminta bantuannya untuk melarikan diri ke dunia nyata.”ujar Ratu Seohyun yakin, feelingnya sebagai seorang ibu dari Hyerim memang sangat kuat.

“ Kurasa ibu benar. aku sudah mengumpulkan beberapa bukti yang membuatku yakin bahwa Hyoyeon memang benar berada di negeri ini sekarang.”ucap Ilhoon.

“ Bukti apa saja yang kau dapatkan?”tanya Raja Yonghwa.

“ Pertama, saat aku pergi keluar istana di pagi buta dan kudaku sempat tersesat di hutan, aku melihat rumah kayu yang diselimuti kabut. ketika aku mendekat, rumah itu hilang. Mungkin bukti yang ini masih sedikit bodoh karena bisa saja itu rumah penyihir lain. tapi bukti yang kedua ini membuatku yakin.”

“ Apa buktimu yang kedua?”

“ Setelah melihat rumah itu menghilang, aku justru melihat seorang gadis keluar dari kabut tersebut, ia berjalan di tengah hutan dan mencari buah-buahan. setelah selesai, ia kembali masuk ke dalam kabut itu.”

“ Itu pasti anak angkat Hyoyeon.”tebak Daehyun.

“ Ya. Kim Namjoo.”ucap Madame Sunny.

“ Tapi.. pemandangan itu hanya bisa aku lihat sebentar. saat terakhir aku kembali ke hutan untuk mencari gadis itu, aku justru menemukannya di sungai yang ada di tengah hutan itu. Sungai yang menurut rakyat adalah sungai buatan Hyoyeon. aku menemukan gadis itu disana. wajahnya pucat dan.. dari jauh aku bisa melihat ada luka tusuk di punggungnya, menembus ke jantungnya hingga dadanya terlihat berlubang. aku kira aku sedang bermimpi buruk, tapi yang kulihat memang benar demikian. Saat aku sudah memberanikan diri untuk mendekatinya, ia menghilang, menenggelamkan diri di sungai itu..”

“ A..apa?!”

Semua mendadak merinding mendengar cerita Ilhoon, bahkan Madame Sunny saja tidak menyangka.

Kai yang mendengar pembicaraan itu dari penjara juga ikut merinding, ia jadi kasihan pada Pangeran Baekhyun yang ia tinggalkan di sungai berhantu itu, apalagi kudanya sudah tidak ada sekarang. Bagaimana nasib Baekhyun sekarang? Bagaimana kalau ia dibunuh oleh hantu itu? Kai tak akan memaafkan dirinya sendiri jika hal itu terjadi.

“ Jangan takut, anak muda.”

Kai terkejut saat mendengar suara seorang wanita di dekat penjaranya. Bersamaan dengan itu, ia melihat asap mengepul di dalam penjaranya, hingga tak lama asap tersebut berubah menjadi..

Seorang wanita muda berpakaian hitam.

Kai terkejut, ia mundur beberapa langkah karena ketakutan.

“ S..siapa kau!?”

“ Ssst..! jangan berisik, nanti penjaga penjara terbangun. aku sedang tidak ingin membunuh mereka.”wanita itu sedikit berbisik, Kai menurut saja daripada terjadi sesuatu padanya.

“ J..jadi..kau..kau siapa?”

“ Aku seorang penyihir, dan aku datang untuk meminta maaf karena anakku sudah membuangmu kesini.”

“ H..hah? k..kau.. kau ibu L?”

Wanita itu mengangguk, “ Namaku Kim Taeyeon.”

“ Astaga..” Kai masih tak menyangka dan tentu saja semakin ketakutan, bagaimana jika Taeyeon sama jahatnya dengan L atau bahkan lebih jahat dari L?

“ Tenanglah anak muda.. jangan takut. aku tidak akan menyakitimu.. walau aku jahat, aku tidak sejahat anakku.”

Kai mengangguk, ia pun mencoba tenang.

“…mengapa L sampai membuangmu kesini?”tanya Taeyeon kemudian. Membuat Kai mendadak galau. Haruskah ia berbicara jujur? Ia takut L marah, tapi ia juga tak berani membohongi Taeyeon.

“ Ceritanya panjang.”ucap Kai singkat.

“ Tapi kau masih ingat semuanya, kan?”

“ Tentu saja.”

“ Kalau begitu diamlah, aku akan membaca pikiranmu.”

“ Eh.. tapi..”

“ Sst..”

Kai terpaksa menurut, Taeyeon menatap matanya dalam-dalam. Sesekali wanita itu mengangguk dan menggeleng.

“ Astaga.. jadi L membuangmu kesini karena ia cemburu padamu? Karena Yeoshin menyukaimu?”

Kai hanya bisa nyengir, ingin mengangguk takut kepedean, ingin menggeleng takut berbohong.

“…Yeoshin sungguh aneh. Mengapa ia lebih memilih pemuda dekil dibanding anakku yang hebat dan tampan? ckckck..”

“ Sial, dia menghinaku.”umpat Kai dalam hatinya.

“ Hahaha. Tapi kurasa keadaan sudah berubah. kuharap saat ini L sudah mencuri hati Yeoshin, dengan begitu mereka bisa segera pulang dan mulai membina rumah tangga mereka..”

“ Dan kuharap jika mereka pulang akupun dipulangkan ke duniaku.”sela Kai.

“ Kau tidak kesepian di duniamu? kubaca di pikiranmu, kau sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Dan yang membuatku terkejut, ternyata mendiang kakakmu adalah sisi baik dari anakku. aku tak bisa membayangkan bagaimana kakakmu semasa hidupnya, ia pasti orang yang sangat baik, sangat berbeda dengan L meski rupa mereka sama.”

“ Ya. dia orang yang sangat baik. Sebenarnya aku merasa kesepian di duniaku sendiri karena kakakku sudah tiada. tapi tinggal di dunia sendiri setidaknya lebih baik daripada tinggal di negeri antah berantah ini.”

“ Ini negeri Junghwa. bukan antah berantah.”

“ Ooh.. jadi namanya negeri Junghwa? aku baru tahu.”

“ Apa semua orang istana sudah tahu kau berasal dari dunia nyata?”

Kai mengangguk, “ Ya. Makanya sekarang mereka sedang membicarakan aku, juga tentang portal itu. mereka juga membicarakan putri mereka yang hilang, kalau tidak salah namanya Jung Hyerim.”

“ Ya. Putri Hyerim pergi dari dunia ini bersama Yeoshin. Kau tidak bertemu dengannya di dunia nyata?”

“ Tidak. aku tidak mengenal gadis bernama Hyerim.”

“ Jinjja? padahal ia selalu bersama Yeoshin. Mereka sahabat yang sangat dekat.”

“ Benarkah? tapi..”

“ Siapa teman dekat Yeoshin di dunia nyata saat ini?”

“ Teman dekat Naeun di dunia nyata..namanya Jung Eunji.”

“ Eunji? apa dia sedikit tomboy dan rambutnya berponi?”

“ Ya! benar sekali! bagaimana kau tahu?”

“ Dialah Jung Hyerim. dia mengganti namanya, aku yakin itu.”

“ A..apa?? jadi.. jadi Eunji adalah Hyerim? ck, pantas saja aku menyukainya. Aura seorang putrinya sangat kuat, ia disukai banyak lelaki, tak hanya aku.”ucap Kai terang-terangan, sedikit sakit hati juga karena ia yang kini menjadi tawanan kerajaan ternyata menyukai putri kerajaan itu sendiri, semacam memalukan.

“ Oh, jadi kau menyukainya? hahaha..”Taeyeon tertawa, “…dia sudah hendak dijodohkan dengan pangeran Baekhyun dari negeri Gwangdam. aku tahu kau sudah pernah bertemu Baekhyun, jadi silahkan bandingkan saja dirimu dengan dia. hahahaha.”

Kai semakin terkejut. Jadi Baekhyun mengembara ke negeri Junghwa demi Eunji? Makin tipislah harapan Kai untuk mendapatkan gadis itu. Yah, walaupun ia yakin Baekhyun tidak tahu bahwa putri raja itu sudah tidak ada lagi di negeri ini.

“…baiklah, kalau begitu berkhayal saja tentang Hyerim malam ini untuk mengusir kebosananmu di penjara. aku harus pergi.” Taeyeon pun pamit, dan entah mengapa Kai agak berat hati merelakannya karena ibu L itu sudah menemaninya mengobrol.

“ Tunggu!”

“ Apa?”

“ Kau tidak bisa membawaku keluar dari sini?”

Taeyeon tersenyum sinis, “ Jika aku beruntung, kau akan segera bebas dari sini. Tapi jika tidak, selamat membusuk di penjara.”

“ Mengapa begitu? mengapa harus bergantung pada keberuntunganmu?”

“ Karena anakku yang membuatmu terdampar disini.”

“ Jadi….”

“ Selamat tinggal.”

Dalam sekejap, Taeyeon menghilang dan hanya menyisakan asap di depan Kai. Lelaki itu mengacak-acak rambutnya, galau. Meski ia tak tahu apa rencana Taeyeon, ia jadi berharap pada ibu L itu, ia berharap semoga Taeyeon bisa membuatnya terbebas dari penjara bagaimanapun caranya.

“ Bukankah itu Taeyeon? apa dia menanyakan aku? apakah ia masih ingat kalau anaknya sudah mencampakkan aku?”

Lagi-lagi Kai terkejut. Suara Krystal dari lubang penjara mengejutkannya. Ternyata gadis itu tahu Taeyeon datang.

Kai yang sudah tahu banyak tentang Krystal dari Daehyun lewat sidang tadi siang hanya bisa tersenyum getir, baru kali ini ia tidak merasa kesal dan gemas pada tingkah aneh gadis itu. Ia bisa merasakan betapa terguncangnya jiwa Krystal menghadapi berbagai kenyataan pahit, mulai dari dicampakkan oleh L sampai harus kehilangan Hyerim. Wajar saja jika gadis itu depresi berat dan menjadi gila.

“…Kai..”

“ Apa?”

“ Kemari..”

Karena tak ingin membuat Krystal menangis, Kai pun mendekati lubangnya dan menatap mata Krystal yang berada tepat diatasnya.

“ Ada apa, hm?”

Gadis itu tersenyum, senang karena Kai mau mendengarnya.

“ Apa malam ini kau ada acara?”

“ Hahaha…!” Kai tak dapat menahan tawanya, ternyata lucu juga menghadapi orang yang sedang sakit jiwa. Pertanyaan Krystal benar-benar tidak masuk akal, jelas-jelas Kai berada di dalam penjara, bagaimana mungkin lelaki itu punya acara.

“ Ya! mengapa tertawa?”

“ T..tidak..tidak. Kebetulan..malam ini aku tidak ada acara. memang ada apa?”jawab Kai sembari masih menahan tawanya.

“ Bagus kalau begitu. Aku ingin kau mengunjungiku. kau mau?”

“ Jika aku tahu caranya, aku mau.”

“ Aku akan memberitahumu.”

***

“ Ya. Aku sudah tahu Woohyun pergi ke Amerika dengan Naeun, Chorong, dan Sungyeol. Dia juga mengajakku tapi aku menolak, aku ingin merawat Eunji sampai sembuh..”

Myungsoo manggut-manggut mendengar penjelasan D.O, sementara Jiwon mencibir. Perasaan Jiwon sedikit kesal karena D.O terlalu perhatian pada Eunji, buktinya hingga tengah malam begini ia masih menjaga Eunji yang dirawat inap di UKS sekolah.

“ Eunji tidak bercerita apapun padamu?”tanya Myungsoo, mewawancarai D.O adalah awal dari penyelidikannya.

D.O menggeleng, “ Jawabannya sama meski sudah kutanya berkali-kali. Dia lupa.”

“ Apa kau melihat dia mengobrol dengan Bomi? mungkin saja dia hanya memberitahu Bomi karena Bomi adalah saudara angkatnya.”

“ Tidak. Bomi juga sama sepertiku, dia sudah bertanya pada Eunji tapi Eunji tetap menjawab lupa.”

“ Berarti benar dugaanku, Hyerim memang benar-benar lupa.”Myungsoo sedikit berbisik pada Jiwon, “…aku merasa ada yang aneh.”

Jiwon mengangguk-ngangguk dan balas berbisik, “ Lalu apa yang akan kau lakukan?”

“ Aku akan melakukan praktek sihir. Sebaiknya kita suruh D.O pergi dari sini dulu.”

“ Biar aku yang menyuruhnya pergi.”

“ Hei, ada apa bisik-bisik?”tanya D.O bingung.

“ Ng..begini. Myungsoo sunbae disuruh kepala sekolah untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus Eunji. Jadi malam ini dia ingin menjaga Eunji sampai pagi, aku juga menemaninya. Jadi D.O sunbae bisa istirahat saja, biar kami saja yang jaga Eunji.”jelas Jiwon buru-buru karena tak sabaran ingin mengusir D.O.

“ Oh..benarkah? Padahal aku berharap aku yang ditugasi menyelidiki kasus ini. Tapi kalau memang Myungsoo yang harus menyelidikinya, aku hanya bisa menunggu hasilnya saja nanti. Semoga berhasil ya.”

Myungsoo mengangguk, “ Terimakasih. Kau bisa kembali ke kamarmu.”

“ Oke. Tolong jaga Eunji baik-baik ya.. aku permisi.” D.O pun pamit. Sebelum ia pergi dari UKS, ia menghampiri Eunji yang sudah tertidur pulas dan mencium kening gadis itu singkat, membuat Jiwon mendadak emosi.

“ Sial! apa yang dia la……”

“ Sstt! sudahlah. relakan saja..”Myungsoo menahan Jiwon yang sudah ingin menghajar D.O.

Sepeninggal D.O dari UKS, Myungsoo dan Jiwon buru-buru menutup pintunya lalu menghampiri Eunji yang sudah pulas.

“ Kau mau apa, L?”tanya Jiwon sembari mengusap puncak kepala Eunji, sementara Myungsoo memainkan tongkat sihirnya sembari berpikir.

“ Aku ingin mengambil memori otaknya untuk sementara.”

“ Ya! jangan! nanti dia lupa ingatan!”

“ Kubilang untuk sementara!”

“ Jangan. bagaimana kalau ia terbangun saat memorinya masih ada padamu? dia pasti kebingungan. Aku ingin kau membaca pikirannya saja.”

“ Membaca pikirannya? baiklah, tapi dia harus bangun.”

“ Kau bisa membangunkannya?”

Myungsoo mengangguk, ia mengayunkan tongkat sihirnya kearah Eunji.

“ YA!!!” Eunji mendadak terbangun, “…aaah! mimpi apa aku!?”

“ Hei! apa yang kau lakukan?”bisik Jiwon pada Myungsoo.

“ Aku membuatnya bermimpi buruk biar dia bangun.”

“ Ck, kau jahat sekali.”

Myungsoo hanya tertawa, ia segera duduk disamping tempat tidur Eunji.

“ Hai.”

“ E..eh.. Myungsoo sunbae? Ada Jiwon juga..” Eunji terkejut, “…mana D.O sunbae?”

“ Dia kembali ke kamarnya, kami yang menggantikannya.”

“ Benarkah? apa..kalian datang bersama Naeun? mana Naeun?”

Jiwon jadi tak tega melihatnya, sepertinya Eunji benar-benar membutuhkan Naeun.

“ Tidak. Naeun pergi dengan Woohyun. Tapi dia menitipkan ini untukmu.” Myungsoo meletakkan kotak obat dari Naeun di meja samping tempat tidur Eunji.

“ Terimakasih, sunbae. Sebenarnya aku kecewa karena belum bisa bertemu Naeun sampai sekarang.”

“ Jika aku bisa, aku akan mempertemukanmu dengannya nanti. jadi tenang saja.”

Eunji mengangguk, “ Kalau boleh tahu mengapa kalian mau menggantikan D.O sunbae untuk menjagaku?”

“ Myungsoo sunbae ingin tahu apa yang terjadi padamu kemarin malam, aku juga ingin tahu.” kata Jiwon, Myungsoo mengangguk.

“ Sudah kubilang, aku lupa. benar-benar lupa.”

“ Kau yakin?” Myungsoo mulai menatap mata Eunji, mencoba membaca pikiran gadis itu. Eunji terdiam karena takut dengan tatapan Myungsoo. Sementara Jiwon menunggu hasilnya.

“ Tidak..tidak mungkin.”ucap Myungsoo tiba-tiba, membuat Jiwon penasaran.

“ Bagaimana?”bisiknya, sementara Myungsoo mendadak gusar.

“ Kacau!” Myungsoo berhenti membaca pikiran Eunji, ia segera keluar dari UKS dengan terburu-buru setelah sebelumnya menyihir Eunji agar gadis itu tertidur lagi.

“ Hei! ada apa?? kau sudah menemukan jawabannya!?” Jiwon terpaksa tega meninggalkan Eunji dan berlari menyusul Myungsoo.

Myungsoo mengangguk saja, langkah kakinya semakin cepat, ia berjalan menuju asrama putra, tepatnya menuju sebuah ruangan yang ia lihat dalam pikiran Eunji barusan.

“ Ini kan kamar Hyerim. kau mau apa?”Jiwon semakin bingung setibanya mereka disana.

“ Damn!! pintunya dikunci, pakai kawat pula!” Myungsoo menendang pintu tersebut, pintu yang tepat berada di depan kamar Eunji.

“ Jadi kau mau kesini? memangnya ada apa?”

“ Saat aku membaca pikiran Hyerim, aku melihat dia dipukuli di tempat yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku yakin tempat itu ada dibalik pintu ini!”ucap Myungsoo sembari membuka kawat yang ada di pintu tersebut satu per satu.

“ Benarkah!? lalu siapa yang memukulinya??”

“ Dugaanku benar meski aku tak menyangka. Yang memukulinya adalah Sungyeol.”

“ Apa!!?? Sungyeol!!?? bagaimana bisa!?”Jiwon mendadak geram, “…brengsek, sekarang dia pergi ke Amerika. kalau dia masih ada disini aku akan membunuhnya!”

“ Sungyeol memukuli Hyerim karena gadis itu melihat rahasia terbesarnya. entah apa itu, saat aku ingin mencari tahu, pikiran Hyerim mendadak abstrak saat kubaca.”

“ Mwo?! ini aneh..” Jiwon jadi ikut penasaran, “…hei! kau punya tongkat sihir, L. mengapa kau buka kawat itu dengan tanganmu sendiri?”

“ Astaga. aku lupa, aku terlalu panik.”Myungsoo segera mengeluarkan tongkat sihirnya, mengayunkannya kearah pintu tersebut hingga akhirnya pintu itu terbuka sendiri.

“ Tempat apa ini?” Myungsoo dan Jiwon terkejut saat melihat tangga turun yang ada dimulut pintu.

“ Ini ruang bawah tanah. ayo masuk!” Myungsoo mulai menuruni tangga itu diikuti oleh Jiwon.

“ L.. aku merinding. Perasaanku tidak enak.”

“ Aku juga..~”

“ Penyihir sepertimu bisa merasa merinding juga?”

“ Sebenarnya tidak. tapi entah.. perasaanku juga tidak enak.”

“ Mungkin karena ada sesuatu disini.”

“ K..kau..kau benar.”

Myungsoo mendadak kaku saat melihat sesosok mayat yang tertutup kain berbaring di salah satu ruangan kecil yang ia lintasi.

“ A..apa itu???” Jiwon terkejut, “…apa karena Eunji melihat ini?”

“ Pasti. pasti karena ini!” Myungsoo memberanikan diri untuk masuk, Jiwon mengikutinya.

“ Tapi..ini..ini benar-benar mayat?”tanya Jiwon bergetar, Myungsoo mengangguk pelan.

“ Sungyeol jauh lebih gila dari yang kubayangkan. Untuk apa ia menyimpan mayat di tempat seperti ini? mayat siapa yang dia simpan?”

“ Buka kainnya!”

Myungsoo menyentuh kain penutup mayat tersebut dan menariknya dengan cepat.

“ HAH!? TIDAK!! TIDAK MUNGKIN!!!!” Myungsoo terkejut bukan main, sama halnya dengan Jiwon. Bahkan mereka menjauh sejenak karena gemetaran melihat mayat tersebut.

“ Aku tak kuat melihatnya, L. aku seperti sedang…melihatmu.”

L beringsut mendekati mayat tersebut, perlahan menyentuh permukaan kulit wajah tampannya yang dingin bagaikan  es.

Kim Myungsoo~ sisi baikku..”lirihnya.

Hingga tanpa kendali, airmatanya turun. Perasaannya begitu sakit, ia seakan sedang melihat jasadnya sendiri.

“ Bagaimana bisa mayatnya ada disini?? bukankah tim SAR menyatakan dia hilang di gunung?” Jiwon bertanya-tanya, ia mencari-cari sesuatu yang sekiranya bisa dijadikan petunjuk.

“ Sungyeol yang menemukannya, dia yang menyimpannya tanpa sepengetahuan siapapun..aku yakin. aku yakin Chorong pun pasti tidak tahu tentang ini..”ucap L lemas, “…aku takut suatu saat Sungyeol mengungkapkan keberadaan mayat ini. Penyamaranku akan terbongkar..”

“ Ya, itu juga yang aku takutkan. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“ Aku…tidak tahu.”

“ YA! mengapa kau tiba-tiba putus asa begini?” Jiwon jadi bingung sendiri, “…bagaimana kalau kita kubur mayatnya?”

“ Kubur?? kubur dimana? Sungyeol pasti menemukannya!”

“ Kalau begitu kita harus singkirkan mayat ini.”

“ S..singkirkan?”

“ YA! agar tak ada lagi bukti. Bagaimana kalau kita bakar mayat ini, lalu abunya kita buang ke laut.”

“ APA!? tidak!!!!” L menolak mentah-mentah.

“ M..mengapa? bukankah ide yang bagus?”

“ Ide yang bagus, Lee Howon. tapi aku tidak mungkin tega membakarnya. Karena itu sama saja seperti membakar diriku sendiri. Aku yakin jika kau ada di posisiku sekarang, kau bisa merasakannya.”

Jiwon mendekat dan menepuk bahu L, “ Maaf, kawan. Aku mengerti, kalau begitu keputusan kuserahkan padamu.”

“ Untuk sementara ini, kita harus mengamankannya. Ketika Sungyeol datang aku akan membuat perhitungan dengannya, meski aku pesimis karena kurasa Sungyeol tak takut lagi padaku..”jawab L putus asa.

“ Kita coba saja. Aku tak akan membiarkannya mengungkapkan keberadaan mayat Myungsoo pada siapapun, kalau perlu aku akan membunuhnya sebelum ia bertindak duluan untuk menghancurkan kita.”

L tersenyum dan balas menepuk bahu Jiwon, “ Terimakasih, kawan. Kita akan atasi ini bersama-sama.”

Jiwon mengangguk, “ Sekarang bagaimana cara kita mengamankannya?”

“ Aku akan mengunci ruangan ini dengan mantra yang kuat, agar tak seorangpun bisa masuk ruangan ini termasuk Sungyeol.”

“ Ide bagus. Kajja, lakukan sekarang.”

L setuju, ia pun mengajak Jiwon untuk keluar dari ruang bawah tanah tersebut.

Namun sebelum benar-benar pergi, L kembali mendekati jasad Myungsoo. Merogoh satu per satu saku pakaian hiking yang membalut tubuh sisi baiknya itu, berharap mendapatkan sesuatu yang bisa ia jadikan petunjuk.

Hingga ia menemukan sebuah amplop yang sudah kusut, dengan tak sabaran ia membaca tulisan yang terdapat pada amplop tersebut.

Wajah tampannya terbelalak, ternyata amplop yang ia pegang adalah..

Surat balasan Myungsoo atas surat Chorong yang tak tersampaikan.

********

Tiga hari kemudian …

 

“ Merindukan Myungsoo, Naeun-ah?”

Naeun hanya bisa diam saat mendengar pertanyaan Chorong, gadis itu lebih memilih untuk melanjutkan kegiatannya menghirup inhaler yang ada di tangannya, berusaha untuk tidak curhat sedikitpun tentang Myungsoo pada Chorong karena tak ingin membuat sunbaenya itu semakin membencinya. Meski anehnya, Chorong selalu memancing duluan, selalu ingin tahu perkembangan hubungan Naeun dengan Myungsoo meski itu menyakiti hatinya sendiri.

Seperti sekarang, ia menanyai Naeun tentang Myungsoo untuk yang kesekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya pula Naeun tidak menjawabnya.

“ Jika ia tahu kau sakit sekarang ia pasti akan sangat mengkhawatirkanmu, dia kan lelaki yang sangat perhatian.”

Chorong menambah lagi, Naeun hanya bisa tersenyum mendengarnya. Ia memang sedang sakit, tiga hari di Amerika hanya ia habiskan di kamar hotel. Kesehatan Naeun memang mendadak drop karena baru pertama kali naik pesawat bahkan menempuh perjalanan yang sangat jauh. Akhirnya ia pasrah dan membiarkan sunbaenimnya berjalan-jalan bertiga saja tanpa dirinya, padahal ia ingin sekali tahu yang namanya Amerika.

“ Kurasa kau tidak pernah menghiraukan aku jika aku bicara tentang Myungsoo. Kau takut aku semakin membencimu?”tanya Chorong lagi, Naeun buru-buru menggeleng.

“ Mianhae, sunbae. Aku hanya tidak enak saja membahas tentang Myungsoo sunbae denganmu..”

“ Ya. Karena kau takut aku semakin membencimu, kan? tenang saja, kurasa aku sudah bisa merelakan kalian. Aku sudah mencintai yang lain.”

“  Benarkah? aku senang mendengarnya, kau benar-benar mencintai Woohyun oppa sekarang.”

“ Hahaha..”Chorong tertawa sinis, “…bukan, bukan Woohyun.”

“ Lantas?”

“ Kau ingin tahu?”

Naeun mengangguk cepat, “ Aku janji tak akan memberitahu siapapun.”

“ Aku yakin kau akan terkejut jika aku mengatakannya.”

“ Memangnya siapa?”

Chorong beringsut mendekati Naeun dan berbisik, membuat Naeun nyaris pingsan saat mendengarnya.

“ Kau..kau menyukainya!?” Naeun tak menyangka.

“ Ya. Memang kenapa? apa aku salah?” Chorong tersenyum tenang lalu keluar dari kamar Naeun.

“…jika kita sudah kembali ke Seoul, kuharap kau mau mendekatkan aku dengannya.”

“ Tidak. tidak akan.”jawab Naeun dalam hatinya.

“ Chorong sunbae menyukai Eunji. Apa dia sudah gila?”

****

-Seoul-

 

“ Oh, jadi hari ini kau akan mengajak Eunji pulang ke rumah?”tanya Jiwon saat melihat Bomi keluar dari kamar mandi dengan sedikit terburu-buru.

“ Ya. Aku sudah izin dengan pihak sekolah. Orangtuaku sangat ingin bertemu Eunji, lagipula Eunji sudah sembuh. Dia ingin meyakinkan orangtua kami kalau dia baik-baik saja, karena semenjak mendengar Eunji dianiaya secara misterius, orangtua kami sangat khawatir.”jelas Bomi sembari mencari-cari pakaian necisnya di dalam lemari kamarnya sore itu.

“ Ooh..begitu.”

“ Ngomong-ngomong bagaimana penyelidikan Myungsoo sunbae tentang kasus Eunji? aku belum dengar kabar apa-apa.”

Jiwon mendadak memucat, ia dan Myungsoo memang lebih memilih diam setelah menemukan mayat tersebut, bahkan sekarang Myungsoo jadi menghindari kepala sekolah karena takut ditanya tentang perkembangan tugasnya.

“ Aku tidak tahu, kalau mau tahu tanya sendiri saja pada Myungsoo sunbae.” jawab Jiwon seadanya.

“ Yah, mana berani aku bertanya langsung pada orang setampan itu.”

“ Hahaha, ada-ada saja..”

“ Yah.. maklum lah, dulu aku pernah suka padanya. Sekarang sih tidak, aku menyukai Hoya. hahahaha..”

“ Ooh, Hoya artis tampan itu ya?”tanya Jiwon sengaja, sekalian membanggakan dirinya.

“ Ya! ahh.. aku ingin sekali bertemu dengannya secara langsung, kemarin aku hanya menyaksikannya di TV.”

“ Kau sudah bertemu dengannya, Bomi-ah. Bahkan setiap hari tidur sekamar dengannya. hahaha..” Jiwon menjawab dalam hati hingga ia tertawa sendiri.

“ Hei, kenapa ketawa sendiri?”Bomi heran.

“ Hahaha, tidak. Lucu saja, sepertinya kau sangat berharap bisa bertemu dengannya.”

“ Tentu saja aku sangat berharap! Hari ini pun aku berharap bisa bertemu dengannya, ayahku bilang dia ikut latihan di klub sepakbola ayahku, dan hari ini jadwalnya mereka latihan.”

“ HAH!?? jadi hari ini latihan!!??” Jiwon terkejut. Ia memang tak tahu jadwal latihan sepakbolanya bersama Tuan Doojoon, Minah belum memberitahunya.

“ Ya. Mengapa terkejut begitu? Kau aneh..” Bomi heran.

“ Hah? ng.. ng.. m..maaf, hehe.”

Bomi hanya geleng-geleng kepala, setelah itu lanjut mencari pakaian lagi.

“ Nah! dapat..! baju ini bagus kan?? semoga saja aku bertemu Hoya dan dia terpesona melihatku pakai baju ini!” Bomi mengeluarkan satu stel pakaian berwarna biru miliknya.

Jiwon hanya cengar-cengir, berpikir kalau Bomi memang cantik jika memakai pakaian itu.

“ Bagus..bagus sekali.”

“ Terimakasih! aku pakai sekarang!” Bomi langsung menurunkan handuknya dan mulai memakai bajunya.

“ YAAAAAA!!! YOON BOMI!!!” Jiwon terkejut dan langsung menutup matanya karena Bomi bertelanjang didepan matanya.

“ Hei! kenapa?? biasa aja kali!”

Namun Jiwon tak kuat, daripada ia dihasut setan jika nekat melihat Bomi, ia memilih untuk masuk kamar mandi.

*****

“ Ck, Bang Minah.. mengapa mendadak sekali memberitahunya. Aku jadi tidak tahu hari ini latihan bola!”

Sepeninggal Bomi, seseorang keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada tanpa wig di kepalanya, sekarang ia yang terburu-buru mencari pakaian di kopernya.

Hoya menaruh seragam latihannya ke dalam ransel, memilih untuk tidak memakainya langsung karena belum tentu ia bisa berlatih bebas jika sudah sampai di lapangan. Bagaimana jika lapangan ramai dan banyak fansnya disana? maka itu ia memilih untuk memakai pakaian tertutup dahulu lengkap dengan topi dan kacamata hitam.

Setelah siap, Hoya segera keluar dari kamarnya secara sembunyi-sembunyi menuju halaman belakang asrama untuk kabur lewat sana.

Namun sebelum tiba di tempat tujuannya, Hoya mendapati sosok dua orang gadis muncul dari belokan dan sepertinya sedang menuju halaman belakang.

Dua gadis itu, Bomi dan Eunji.

“ Sedang apa mereka? tidak biasanya..” pikir Hoya, dengan berhati-hati ia membuntuti kedua gadis itu.

“ Jadi D.O sunbae ingin bertemu denganmu di halaman belakang sekarang?” terdengar suara Bomi bertanya.

Eunji mengangguk, “ Aku tidak tahu dia mau apa.”

“ Jangan-jangan dia ingin menembakmu.”

“ Ya! kau ini bicara apa? mana mungkin..”

Hoya mendadak emosi. D.O ingin bertemu Eunji. Sepertinya ia harus lebih waspada. Dengan tak sabaran, ia terus mengikuti langkah Bomi dan Eunji yang semakin dekat menuju taman belakang asrama.

Benar saja, terlihat D.O sudah duduk dengan wajah jenuh disana, tangannya memegang setangkai bunga mawar dan disampingnya terdapat sebuah gitar. Hoya yakin betul lelaki itu ingin menembak Eunji sekarang.

“ Annyeong sunbae, maaf membuatmu menunggu lama..”Eunji menghampiri D.O diikuti Bomi di belakangnya.

“ Eh,kau datang. gwenchana..”D.O berdiri dengan kikuk hingga ia melotot kearah Bomi.

“…heh, pergi kau!”bisik D.O jahat. Bomi manyun, namun ia menurut karena ingin melihat bagaimana D.O mengungkapkan perasaannya.

“ Sebenarnya ada apa, sunbae? mengapa Bomi disuruh pergi?” Eunji heran.

D.O segera mengajak gadis itu untuk duduk di bangku taman, membuat Hoya semakin memicingkan matanya.

“ Ng.. bagaimana keadaanmu? apa sudah sehat?”D.O nampak berbasa-basi.

“ Ya, tentu saja. Kan sunbae yang mengobati dan merawatku sampai aku sembuh.”jawab Eunji sembari tersenyum cerah meski luka diwajahnya masih berbekas, “…terimakasih, sunbae.”

“ Hmm..sama-sama. Tapi..”

“ Tapi apa?”

“ Maaf jika aku terlalu jujur, tapi aku ingin sekali mendapat imbalan karena sudah mengobatimu.”

“ Mwo? imbalan?”

“ Sialan, dia memanfaatkan kesempatan!”Hoya semakin kesal, terlebih ketika D.O mulai memegang tangan Eunji.

“ Aku ingin kau menjadi kekasihku. Itu saja. Kau bisa?”

Eunji terkejut bukan main, “ S..sunbae.. kau serius?”

“ Tentu saja. apa aku terlihat seperti sedang bercanda?”

“ Tidak.. t..tapi..”

D.O mengambil gitarnya dan mulai memetiknya, membuat Eunji menghentikan kata-katanya dan menikmati nyanyian kakak kelasnya itu.

Ya, D.O menyanyikan sebuah lagu romantis untuk Eunji, dan memberikan bunga mawarnya pada gadis itu setelah selesai mengakhiri lagunya.

“ Jung Hyerim.. aku tahu kau masih setia padaku. aku tahu..”

Mata Hoya mulai berkaca-kaca, jantungnya berdebar amat kencang menunggu jawaban Eunji atas perasaan D.O. Ia tak rela, benar-benar tak rela.

Eunji masih terdiam, berpikir keras. Di lubuk hatinya yang paling dalam, sosok Howon masih belum tergantikan. Namun hati kecilnya berkata mengapa ia tetap mempertahankan lelaki itu? yang sampai saat ini tak juga datang dan membawanya pulang ke istana.

“ Mungkin ini yang terbaik. Maafkan aku, Howonie..”batin gadis itu, airmatanya mulai berlinang, merutuki dirinya sendiri yang sebentar lagi akan mengkhianati janji cintanya pada Howon.

Janji untuk tidak memberi tempat untuk lelaki lain, janji untuk merumuskan bahwa cinta pertamanya sama dengan cinta terakhirnya.

Eunji mulai menggerakkan kepalanya, mengangguk pelan dan tersenyum getir kearah sang sunbae yang sudah tak sabar menunggu jawabannya seraya berdoa semoga Howon tidak pernah tahu tentang semuanya.

“ Kau menerimaku?” D.O mencoba memastikan dan menahan kesenangannya sejenak.

Eunji mengangguk untuk yang kedua kalinya, hingga dengan gerakan cepat D.O menariknya, menghambur memeluknya dan mencium lembut bibirnya. Membuat airmata gadis itu semakin deras karena merasa telah jahat pada cinta pertamanya.

Tangan Hoya mengepal, airmata lelaki tampan itu berjatuhan, hatinya sakit bak teriris sembilu.

“ Aku tidak akan pernah rela, Jung Hyerim. Kau hanya milikku. Aku tahu kau masih mencintaiku, aku tahu itu..”

******

“ Hei, mengapa kau terlihat marah? kau marah padaku? maaf.. aku juga baru ingat kalau latihannya hari ini.”

Minah nampak heran karena Hoya muncul dengan wajah geram tak karuan.

“ Tidak. bukan kau.”jawab Hoya singkat sembari menahan emosinya, sejak tadi tangannya mengepal karena tak tahan.

“ Lantas?”

“ Tidak ada. ayo jalan.” Hoya menarik tangan Minah agar gadis itu tidak bertanya lagi.

“ Wow, kau hebat ya. belum kuingatkan sudah inisiatif memakai pakaian tertutup agar tidak dikenali fans. Kau harus tetap seperti ini, aku tidak mau kau dikeroyok fans.”

Hoya hanya tersenyum pahit, namun ia merasa beruntung karena Minah betul-betul memperhatikannya.

*

“ Yah.. selamat bosan. kita tidak bisa latihan karena banyak orang yang bisa jadi adalah fansmu disini. maaf ya, aku tidak tahu sih.”

Minah duduk disamping Hoya sembari memberi sekaleng minuman untuk lelaki itu. Sejak tiba di lapangan, Hoya memang langsung memojok di tribun paling ujung untuk menghindar dari penglihatan orang banyak. Sekalipun lapangan sepi, Hoya tak akan latihan karena perasaannya sudah terlanjur kacau dan moodnya benar-benar sudah rusak.

“…kau kenapa sih? sejak tadi diam terus. aku jadi merasa bersalah.”ucap Minah lagi, “…kalau ada masalah, cerita padaku.”

“ Tidak ada apa-apa.”

“ Lalu kenapa murung begitu?”

Hoya menggeleng saja lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar. Hingga lagi-lagi ia menangkap sosok Bomi dan Eunji berjalan menuju tribun.

Ya, pasti Bomi yang mengajak Eunji ke tempat ini.

“ Jadi dia menyanyikan lagu romantis untukmu, memberimu mawar, memelukmu, lalu mencium bibirmu? aaaahh!!! so sweet!!!” Bomi nampak heboh mendengar cerita Eunji, sementara yang bercerita hanya bisa tersenyum palsu, ia terpaksa menceritakan pengalamannya barusan karena Bomi memaksa.

Hoya semakin geram, rasanya begitu sakit melihat sosok Eunji sekarang.

“ Sepertinya mereka fansmu, waspadalah..!” Minah berbisik lalu mengambil sebuah buku dari tasnya untuk menutupi wajahnya dan wajah Hoya. Hoya menurut saja karena ia juga takut jika Bomi melihatnya.

“ Hei, siapa mereka? seperti sedang berciuman saja tutup-tutup muka pakai buku.” Bomi melihat Hoya dan Minah yang duduk tak jauh di belakang mereka.

Eunji ikut melihat, “ Jangan-jangan itu si Hoya-Hoya……”

“ YAAA!! tidak mungkin! mana mungkin dia bersama perempuan itu..” Bomi langsung panik dan tak terima mendengarnya.

“ Bisa jadi loh, tidak tahu ya.” Eunji mengangkat bahunya.

“ Aku tanya ayah deh. apa Hoya datang kesini atau tidak. sebentar ya.” Bomi pun berdiri dan meninggalkan Eunji.

“ Astaga, mereka mencurigai kita.”Minah berbisik.

“ Lalu bagaimana?”tanya Hoya.

“ Kita harus bersikap biasa. Jadi sepertinya kita harus duduk terpisah.” Minah menurunkan bukunya lalu berdiri, meninggalkan Hoya.

Hingga tanpa sengaja akhirnya yang kini berada di tribun hanyalah Hoya dan Eunji.

Hoya menatap gadis itu lama, sangat lama. Hingga akal sehatnya perlahan hilang ditelan kekesalannya atas kejadian yang belum lama ia lihat.

Perlahan, lelaki itu berdiri dan mendekat kearah sang gadis yang sedang duduk dengan tenang itu. Dengan segala keberanian, ia mulai menyentuh bahu Eunji.

“ Eh, maaf. kau siapa?” Eunji terkejut saat melihat sosok lelaki bertopi dan berkacamata hitam menyentuh bahunya.

Hoya tak menjawab, matanya menatap Eunji dalam-dalam. Berharap Eunji mengenalinya sebagai Howon, namun nihil, Eunji sama sekali tak mengenalinya.

“…apa kau artis yang bernama Hoy… yaaaa!! kau mau apa?!!!” Eunji mendadak panik ketika lelaki didepannya itu mulai menarik tangannya dengan paksa dan menyeretnya menuju sudut tribun. Gadis itu berontak, namun sia-sia.

BRUK!

Hoya menghempaskan tubuhnya ke dinding, membuat gadis itu semakin panik dan merasa lelaki didepannya ini sudah gila.

“ Artis macam apa kau ini!?? untuk apa kau a—“

Perkataan Eunji terhenti ketika ‘lelaki yang belum ia kenali’ itu mulai mencium bibirnya dengan penuh nafsu.

“…s..sedang apa kau hah!?? lep..lepaskan! brengsek!!!” Eunji terus melakukan perlawanan hingga menangis, ia semakin berontak ketika lelaki itu membuka seluruh kancing kemejanya dan meremas dadanya. Jelas, lelaki didepannya sedang mencoba memperkosanya.

“ Kau milikku.. kau milikku..” Hoya berbisik ditengah tindakan gilanya, membuat Eunji semakin merasa takut. Hoya benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya.

“ Lepaskan aku atau aku akan berteriak!!” Eunji semakin histeris ketika Hoya mulai menelanjanginya, namun lelaki itu menggeleng.

“ Maafkan aku, Tuan Putri. Tapi ini adalah jalan satu-satunya untuk memilikimu..”

****************************

Empat hari kemudian …

BUK! BUK!

Suara pantulan bola yang cukup keras terdengar dari lapangan indoor basket Junghwa High School malam itu. Seorang lelaki tampan dengan wajah kesal nampak sedang bermain keras sendirian menggunakan bolanya yang sudah digambari dengan mata, hidung, dan mulut agar menyerupai kepala manusia.

Myungsoo, lelaki itu, atau L lebih tepatnya.

Ia sedang berada dalam puncak kekesalannya. Ini sudah hari keempat dimana Howon tak dapat ia hubungi sama sekali untuk dimintai bantuan perihal pengamanan mayat Myungsoo asli yang mereka temukan di ruang bawah tanah Sungyeol. Howon menghilang entah kemana. Bahkan Eunji pun ikut tak masuk sekolah empat hari ini.

Myungsoo hanya takut cepat atau lambat keberadaan mayat itu disebar oleh Sungyeol, terlebih anak cenayang itu sudah pulang dari Amerika hari ini. Ia benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Dan untuk melampiaskan kekesalannya, ia bermain basket hingga tengah malam.

“ Sunbae!! kau disini rupanya?”

Sesosok gadis muncul di ambang pintu, membuat Myungsoo menghentikan permainannya ketika tahu yang datang adalah istrinya, Naeun. Gadis itu sudah pulang dari Amerika.

Mereka sontak berlari lalu berpelukan dengan erat karena merindukan satu sama lain selama seminggu terakhir. Myungsoo bahkan merasa cukup tenang saat hangat tubuh Naeun menjalari permukaan kulitnya.

“ Kau berkeringat. Sejak kapan kau bermain disini?” Naeun nampak cemas.

“ Mianhae. Aku disini sejak tadi sore.”jawab Myungsoo.

“ Mwo? lama sekali. apa tidak lelah dan bosan?” Naeun geleng-geleng kepala lalu mengeluarkan saputangan sihirnya dan menghapus keringat Myungsoo, “…kau lupa aku pulang hari ini? mengapa tidak menungguku di depan asrama?”

“ Tentu saja aku ingat. Kalau aku menunggu akan terasa lama, jadi aku isi saja dengan bermain disini.”Myungsoo beralasan, “…jangan marah ya?”

Naeun menghela nafas dan tersenyum kecil, “ Tapi kau merindukan aku, kan?”

“ Tentu saja..”

“ Buktikan.”

Myungsoo tersenyum tanda mengerti, ia pun mendekat dan mencium bibir cherry Naeun dengan lembut. Naeun menyentuh wajahnya, membalas ciumannya hingga membuatnya berdesir. Ia benar-benar merindukan Naeun, begitu pula sebaliknya.

BRUK!

“ Ah! hahahaha!”

Karena terlalu asyik berciuman, sepasang pengantin sihir itu terjatuh di tengah lapangan dan tertawa bersama. Merasa aman, Naeun menempatkan dirinya diatas tubuh Myungsoo dan mereka kembali berciuman hingga suara kecupan yang mereka timbulkan menggema di dalam gedung olahraga. Entah apa yang akan diperbuat oleh pengawas jika mereka tertangkap basah.

“ Huh.. baru kali ini aku bisa merasakan betapa dahsyatnya rasa rindu itu. Aku mencintaimu, sunbae.” Naeun melepas ciumannya dan memeluk Myungsoo erat lalu mengecup lagi bibir lelaki itu singkat.

“ Aku juga, Naeunnie. Aku benar-benar merasa kesepian saat kau tinggalkan. Lain kali jika bepergian, kita harus pergi bersama.”jawab Myungsoo seraya mengelus rambut indah Naeun dan memberi tanda cinta berupa kecupan singkat di kening gadis itu.

Ah, seandainya saja hal ini terjadi di negeri Junghwa sebagai L dan Yeoshin..

Myungsoo berhenti mengkhayal tentang itu, ia segera mengajak Naeun untuk duduk sebelum posisi berbahaya mereka ditangkap oleh pengawas keliling.

“ Sudah tahu Amerika,kan?”tanya Myungsoo jahil, Naeun tertawa.

“ Sedikit, sunbae. Selama disana aku sakit, jadi tidak banyak berjalan-jalan.”jawab Naeun jujur.

“ Mwo? sakit? bagaimana bisa?” Myungsoo langsung cemas.

“ Mungkin karena baru kali itu aku naik pesawat, hehe.”jawab Naeun kikuk, “…tapi aku bawa oleh-oleh untukmu, kok.” Naeun mengeluarkan beberapa barang mewah berupa jam tangan, pemutar musik, pemetik gitar, serta kalung couple yang ia beli di Amerika untuk Myungsoo. Yah, maklum karena kini ia sudah menjadi bagian dari keluarga terkaya di Korea Selatan.

“ Aigoo.. terimakasih. padahal aku tidak minta..”

“ Gwenchana. Mana mungkin aku tidak bawa apa-apa untukmu. Tapi maaf, tidak semua dari oleh-oleh ini yang dipilih olehku. Yang lebih banyak memilihkan untukmu adalah Chorong sunbae, sepertinya dia tahu lebih banyak tentang kesukaanmu.”

Mendengar nama Chorong, Myungsoo jadi teringat dengan surat yang ia temukan di saku mayat Myungsoo asli. Ia sama sekali belum membaca surat balasan itu.

“ Waeyo, oppa? memikirkan Chorong sunbae?”tanya Naeun curiga.

“ Aniyo.. aku justru memikirkan Sungyeol. dia baik saja kan padamu?”

Naeun mengangguk saja meski jawabannya tidak. Selama liburan, Sungyeol sering mengancamnya jika sedang tak ada Woohyun dan Chorong. Tetapi ia tak mau mengadu pada Myungsoo daripada urusannya semakin panjang.

“…syukurlah, aku takut dia sinis padamu.”

“ Tidak kok, sunbae..”

“ Kim Myungsoo?”

“ Eh!” Myungsoo dan Naeun sontak berbalik ketika seseorang memasuki gedung olahraga, mereka menghela nafas lega karena sedang tidak berciuman seperti tadi.

“ Kepala sekolah, annyeong..” Myungsoo segera berdiri dan memberi hormat, sama halnya dengan Naeun.

Kepala Sekolah Kim Haeyeon menemui mereka malam-malam begini? baik Myungsoo maupun Naeun sama sekali tak ada yang menyangka.

“ Sepertinya kalian sedang asyik. maaf mengganggu.”

“ T..tidak apa-apa. ada apa, kepala sekolah?”tanya Myungsoo, meski sedikit ragu karena yakin sang kepala sekolah pasti ingin bertanya tentang penyelidikannya.

“ Aku ingin tahu apa kau sudah selesai menyelidiki kasus Eunji? ini sudah seminggu sejak kau diberi tugas. aku bahkan bingung mengapa sekarang Eunji empat hari tak masuk sekolah. apa masih ada hubungannya dengan kasus itu?”

“ Oh iya! bagaimana, sunbae? kau sudah berhasil menyelidikinya kan?” Naeun ikut bertanya.

“ Sialan.”Myungsoo mengumpat dalam hatinya. Apa yang harus ia katakan? bicara soal mayat itu? gila saja.

“ Hmm.. kurasa kita bicara empat mata saja. Siswi Son Naeun, kau boleh kembali ke kamarmu.”kata kepala sekolah.

Meski berat hati, Naeun menurut.

“ Arasseo. Kalau begitu aku pamit. Selamat malam, kepala sekolah, Myungsoo sunbae.”

“ Hei.. tunggu.”kepala sekolah menahan gadis itu.

“ Ada apa?”

“ Kau tidak mencium pacarmu dulu?”

“ Mwo?” Myungsoo dan Naeun terkejut. Baru kali ini ada kepala sekolah yang menyuruh muridnya berciuman.

“ Nanti sajalah, hehe.”jawab Naeun kikuk, Myungsoo mengangguk.

“ Jangan malu. Kalian mau kan? tidak apa-apa, lakukan saja.”

Meski masih kebingungan, daripada pembicaraan semakin panjang Naeun kembali mendekati Myungsoo dan berjinjit menangkap bibir lelaki itu lalu menciumnya duluan karena ia yang akan pergi. Wajahnya benar-benar sudah memerah karena malu.

“ Terimakasih. Jaljayo, Naeunnie. Saranghae.”bisik Myungsoo pelan, Naeun tersenyum lalu pergi keluar dengan berlari kecil karena sudah kepalang malu.

“ Ternyata kalian pasangan yang lucu.”sang kepala sekolah tertawa, Myungsoo salah tingkah.

“ Jadi.. aku harus menjelaskan tentang penyelidikan itu?”Myungsoo mengalihkan pembicaraan.

“ Silahkan, tapi aku tidak memaksa jika kau memang belum selesai menyelidikinya. Jadi kita mengobrol saja.”kepala sekolah mengajak Myungsoo untuk duduk, beliau tersenyum melihat oleh-oleh dari Naeun.

“…wow, ini semua dari Naeun?”

“ Ne..”jawab Myungsoo singkat.

“ Wah, dia istri yang sangat perhatian.”

“ Istri!?” Myungsoo mendadak terkejut mendengar kata itu keluar dari bibir sang kepala sekolah.

“ Mwoya? apa aku salah bicara?”

“ Ng..” Myungsoo jadi panik, mengapa kepala sekolahnya seakan tahu dirinya yang sebenarnya?

“ Sudahlah, jangan panik. Kita santai saja disini.”kepala sekolah tertawa melihat Myungsoo yang semakin gelagapan, ia pun membuka tasnya lalu mengeluarkan sesuatu untuk Myungsoo.

“…ini untukmu, aku tahu kau pasti sudah lama tidak menikmatinya.”

Myungsoo semakin terkejut.

Kepala sekolah memberikannya rokok? apa-apaan ini? entah mengapa perasaan Myungsoo mendadak tak enak.

“ Kenapa diam? ini, kau mau kan?” sang kepala sekolah kini membakarkan rokok tersebut untuknya.

Myungsoo terpaksa menerimanya dan menghisap rokok tersebut, perasaannya semakin tak enak saja ketika melihat sang kepala sekolah juga ikut merokok dengannya.

“ Aku ingin bertanya padamu, Myungsoo.”

“ Tanya apa?”

“ Apa kau merindukan ibumu?”

EHEK!! EHEK!!!

Myungsoo sontak tersedak asap rokoknya, ia menatap wanita yang kini tersenyum khas kearahnya itu.

“ Taeyeon…?”

_To be Continued_

 

Yeay! finally.. part 9 yang lama rilis telah selesai. Bagaimana readers? apakah plotnya semakin membingungkan kalian? apakah kejutan part ini sudah kalian duga sebelumnya? hehehe.

As usual, di part berikutnya tentu akan ada kejutan-kejutan kecil lainnya, akan tetapi seperti biasa juga, update/tidaknya author tergantung pada berapa banyaknya RCL para readers untuk part ini. So, jangan jadi silent readers, author mengharapkan like dan comment yang banyak serta panjang 🙂

Sampai jumpa di part berikutnya!! ^^

 

Part 10 : The Scandals

 

206 responses to “THE PORTAL [ Part 9 : Unpredictable ]

  1. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | citrapertiwtiw·

  2. ehhhh.. buseet dahhhh nyung-eun so sweet bangettttt…
    jd iri…
    tapi td semlet merinding menegnai mayat myungsoo yg asli…
    dihhhhhhh
    next chapplll

  3. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] – FFindo·

  4. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] [LATEPOST] | citrapertiwtiw·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s