[Vignette] Myungsoo-Sungyeol

 

kms lsy

 

Author : Hayamira

Genre : Friendship

Length : more than 900 word

Rating : AU

Cast :

Kim Myung Soo

Lee Sung Yeol

Kim Sung Gyu

Lee Dae Yeol

Summary :

“Di dunia ini, bukan hanya pacar yang harus dicintai. Masih banyak orang yang pantas disayangi. Salah satunya, sahabat. A good friend is someone that always can help you when you need help or not.

-oOo-

Bola mata laki-laki itu sama hitamnya seperti kaus yang dia pakai sekarang. Tatapannya lurus, menatap kedepan tanpa ada keraguan sedikitpun. Postur tubuhnya yang tegak, punggungnya yang sekarang lurus tegak menghadap ke depannya. Dia duduk, tegak.

Tidak ada sedikitpun keraguan terlihat. Maupun kegoyahan yang mungkin saja bisa menyusup secara tiba-tiba dan melumpuhkan pertahanan lelaki itu. Di tangannya, ada sepucuk surat. Surat yang menyatakan bahwa lelaki itu menang dalam sebuah kompetisi menulis se Seoul.

“Kau harus bangun dan melihat ini,” batin laki-laki itu.

Dia masih yakin, sangat yakin dengan pendapatnya kalau orang yang sedang terbaring di ruang yang disebut UGD ini akan selamat. Dan, mereka berdua akan menepati janji mereka. Mereka telah berjanji, tidak akan meninggalkan ataupun mengkhianati satu sama lain.  Akan tetap bersama.

Bagaimana kalau yang memisahkan mereka berdua itu adalah takdir? Laki-laki itu menghela napas. Memangnya, takdir bisa diubah? Kalau bisa, dia akan mengubah takdir hidup orang yang sedang terbaring di ruang itu menjadi jauh jauh jauh bahkan sangat jauh lebih baik dari sekarang. Dirinya peduli pada orang itu, teramat peduli. Bahkan, dirinya tidak peduli tentang cemooh ataupun hinaan dan cacian yang sekeliling mereka lontarkan jika melihat mereka bersama. Ada yang salah jika dua orang laki-laki selalu bersama? Mereka hanya terlalu cepat mendiagnosa, tanpa mengamati dan menganalisa. Entah apa yang akan terjadi kalau mereka menjadi seorang dokter dimasa depannya. Tapi, itu bukan urusan lelaki ini.

Yang jadi prioritasnya itu lelaki yang ada di dalam ruang UGD itu.

Laki-laki yang sedang terbaring di ruang UGD itu, yang sedang berjuang menembus mimpi menuju dunia yang nyata, dunia dimana dia bisa melihat lelaki berbaju hitam itu dan mengetahui lelaki itu menunggu dengan sangat setia, memang sangat berharga untuknya. Dia tidak tahu, sejak kapan lelaki itu menyusup masuk, lalu mulai menata kembali sikap hati dan tujuan hidupnya. Dahulu, saat semua kesombongan membungkus dirinya, bahkan dirinya tidak ingin berurusan dengan lelaki itu.

Kini, semuanya berbeda. Bahkan, lelaki itu lebih penting jika dibandingkan dengan wanita –yang menjadi- pacarnya. Lelaki ini punya status dan kedudukan yang jauh diatas pacar.

Seorang sahabat. Seseorang yang selalu mau mendorongmu dari belakang, membantumu bangkit dan senantiasa mengulurkan tangannya jika melihatmu jatuh. Seseorang yang selalu bersedia mengkritikmu, walau kadang kata-katanya pedas dan menusuk, tapi bermaksud untuk menyemangatimu. Seseorang yang dengan senang hati membagi kebahagiaannya, walaupun itu kecil, kepadamu. Seseorang yang bercerita tentang hidupnya, seseorang yang tersenyum kepadamu.

Lelaki itu duduk tegak. Matanya sedikit berkaca-kaca. Sungguh, dia bagai merasakan pisau sedang mengirisnya, memotongnya bahkan mungkin menjadikannya potongan steak sirloin yang akan dijual. Rasanya perih. Sakit sekali.

Pintu ruangan itu terbuka. Lelaki ini langsung berdiri, menghampiri dokter yang keluar. Wajah dokter itu masam. Ditengkukkan. Dikerutkan. Lelaki ini mencoba menghilangkan delusi yang mengganggu dari wajah dokter itu.

“Apa yang terjadi dengan Lee Sungyeol, dokter?”

Dokter tidak menjawab. Lelaki itu semakin sebal dengan sikap diam dokter itu. Dia meraih pundak dokter itu dan mengguncangnya, matanya berkilat-kilat penuh rasa amarah. “Apa yang terjadi !!!”

Dokter itu terguncang tak berdaya, namun suster segera menghentikan perbuatan lelaki itu. Sang dokter, menghela napas.

“Maaf, Lee Sungyeol tidak dapat diselamatkan.”

Tubuh lelaki itu jatuh ke lantai mendengarnya. Suratnya ikut jatuh.

-oOo-

“Myungsoo,” seseorang memanggil namanya. Myungsoo, menoleh. Ternyata Sunggyu, sepupunya. Sunggyu menghampirinya yang sedang duduk ditepi jendela. “Kau tidak mau pergi?”

Myungsoo langsung mengindahkan Sunggyu dan berjalan keluar kamarnya, menuruni tangga rumahnya, lalu kerumah sahabatnya. Hari ini adalah hari pemakaman sahabatnya, Lee Sungyeol.

Sejak Sungyeol meninggal, Myungsoo menjadi pribadi yang dingin. Dia masih sangat terpukul dengan apa yang terjadi. Semuanya terjadi sangat cepat. Belum sempat Myungsoo mengucapkan terimakasih, Sungyeol sudah pergi meninggalkannya. Bodoh.

Begitu acara kremasi selesai, Myungsoo langsung ingin pulang tapi dicegat oleh Daeyeol, saudara Sungyeol satu-satunya. “Hyung harus menengok sesuatu,” kata Daeyeol meyakinkan Myungsoo. Dan kini, Myungsoo ada dikamar Sungyeol bersama Daeyeol.

Daeyeol memberikan sepucuk surat kepada Myungsoo. Myungsoo menerimanya heran, “Siapa?”

“Sungyeol hyung,” kata Daeyeol. Myungsoo terpaku sesaat, lalu langsung membuka surat itu dan membacanya teliti kata demi kata. Tak lama, Myungsoo menangis. Awalnya hanya tetesan air mata, namun perlahan berubah menjadi isakan yang menyayat hati. Daeyeol, berdiri disamping Myungsoo berusaha menguatkan sahabat kakaknya itu.

Lama Myungsoo menangis. Sambil terisak, Myungsoo berkata, “Aku akan meneruskan mimpi kakakmu. Ya, aku akan terus hidup.”

Daeyeol tersenyum.

-oOo-

Beberapa tahun kemudian…

“Terima kasih yang sebesar-besarnya aku peruntukkan untuk Tuhan, Ibu dan Ayah yang telah banyak membantuku. Lalu, Lee Sungyeol, nama dari seseorang yang benar-benar berharga bagiku. Aku tidak tahu harus memulai darimana, namun nampaknya aku harus berterima kasih karena saat kau hadir dan merubah pola hidup dan caraku berpikir, aku seakan mendapat cahaya baru. Aku meneruskan mimpimu, juga mimpimu. Jaga dirimu, Sobat!”

Myungsoo tersenyum puas memandangi layar putih dengan kursor berkedip-kedip itu. Ya, dia puas.

-oOo-

Dear Myungsoo, anak berandalan yang sombong dan tak tahu sopan santun.

Mungkin saat membaca surat ini, aku sudah meninggalkanmu duluan (maaf). Entah apa yang merasukiku, sehingga di pagi yang dingin ini aku menuliskan surat untukmu. Betapa manisnya diriku ini kepadamu haha (-____-“)

Jangan sedih dulu. Kau ini brandalan tapi cengengnya keterlaluan. Aku mendengar dari Daeyeol kalau kau menangis begitu tahu kondisiku yang sebenarnya. Maafkan aku, sekali lagi, bukannya aku bermaksud menyembunyikan ini. Tapi, kadang kala manusia tidak sanggup membagikan sesuatu terhadap orang lain, mengingat jika aku melakukannya, kau akan sedih. Maka dari itu, aku tidak memberitahukan mu. Tapi, toh sekarang kau sudah tahu. Maafkan aku, maka dari itu. Maukah kau? ^^

Oh ya, soal lomba menulis itu, aku yakin kau akan menang. Kau sudah banyak perkembangan sekarang. Baik dari cara penulisan, tata bahasa, dan lainnya. Bagus, kau sudah tidak perlu kubimbing lagi. Raihlah mimpimu sebaik-baiknya, awas sampai kau menjadi anak yang berandalan seperti dulu !!! Kurasa kau akan menjadi penulis yang terkenal kalau melihat perkembanganmu ini. Jangan lupa, terus berlatih dan terus berlatih sampai kau merasa tidak bisa mengangkat tanganmu untuk menulis lagi…

Aku juga sudah melihat perubahan sikapmu yang sangat jauh lebih baik. Syukurlah. Kau bisa menghadapi dunia sendiri, kan? Kau hanya butuh waktu untuk mempelajari. Jangan sia-siakan waktumu percuma mulai sekarang. Oke?

Dan, terimakasih sudah mau berteman denganku.

Kurasa, aku sudah bisa tenang meninggalkanmu sekarang. Jaga dirimu…

 

Lee Sung Yeol

 

-oOo-

Notes :

Another ‘sketch’ when i was looking for myungsoo’s pict in google. Ga tau kenapa, tiba-tiba pengen bikin ff singkat tentang mereka tapi friendship ^^ karena mereka hubungan hat-friendshipnya kyeopta banget jadikenapa aku ga bikinin mereka FF? Hehe

i realize that this fanfic is not perfect. Feel free to critizm J

10 responses to “[Vignette] Myungsoo-Sungyeol

  1. Emang sungyeol sakit apa?? Gak author jelasin ya?? Jadi kesannya gak jelas gitu
    Saan Q sih Coba kalo author ceritain detail dari myungsoo sebelum n setelah ketemu sungyeol jadi kan lebih berasa kesedihan myungsoo yang kehilangan sahabatnya pasti lebih kece deh ni ff
    But all about story is great..
    Keep writing!!! ^_^)9

  2. ff ini bener2 fokus sama persahabatan mereka yah? sampe2 lupa jelasin sungyeol sakit apa. tapi baca narasi yang feelnya berasa banget ini rasanya penjelasan soal penyakit sungyeol jadi gak perlu haha.
    good ff cuma perpindahan mind objectnya agak membingungkan

  3. Sungguh persahabatan yang mengharukan T.T
    Iseng nyari ff cast Sungyeol dan akhirnya ketemu yang ini. Another nice one 🙂
    Aku emang suka bgt genre brothership. Tapi genre kaya gini gak banyak. Entah kenapa para author ff berbondong-bondong membuat ff dgn genre romance yang menurutku, err… membosankan.
    Keep writing ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s