[FICLET] Ever Since

ever-since

Ever Since

Park Shin Hye / Jung Yonghwa | AU, Fluff | T | Ficlet

I do not own their characters. This story copyright (c) by  @geekazuko, all rights reserved.

 _________________________________________________

Masih di sore itu, yang memaksa pandanganku tak lepas dari sosoknya. Di pinggiran pepohonan sakura yang bersemi, Yunjunro Street.

Neul ttokgateun haneure

Neul gateun haru

Geudega omneun-gotmalgoneun Dallajin-ge omneunde

Tak ada yang membosankan, sekalipun berdiam diri di antara pasangan yang ber-cycling couple di Yeouido Park. Well, nyatanya aku pun berpasangan. Kendati itu hanya sebuah hubungan antara mata dengan goresan pensilku. Perlu kutekankan, bahwa pasangan bukan hanya tentang kau dan dia.

Ini tentangmu dan hatimu, yang terselimut indahnya sakura dan nada yang berirama cinta.

Yunjunro Street memang nampak lengang sore ini. Hanya sesekali angin mengibas ringan anak rambutku, menghalangi fokusku pada seseorang yang saat ini menjadi objek bagi tugas sketsaku.

Garis wajahnya masih sama seperti yang kugores di menit lalu. Meskipun berubah, tak banyak. Hanya gerak jemari dan lekukan di kedua sudut bibirnya yang perlahan menghentikan sejenak ujung pensilku. Menikmati lagu yang ia lantunkan di bait ketiga dengan sejoli yang menggantung di rengkuhannya.

Geuriwo geuriwoso

Geudega geuriwoso

Meil nan honjasoman

Geudereul bureugo bullobwayo

 

Ia masih menjiwainya, begitupun aku. Memandanginya secara bergantian dengan sejoli yang ada di pangkuanku.

Semilir angin tiba-tiba menerbangkan anak rambut yang memperjelas tatapan matanya, di antara kelopak-kelopak sakura yang melurung turun.

Seketika itu, untuk pertama kalinya pandangan kami bertemu.

Bibirnya bergeming, tapi mataku malah terhenyak. Berpura-pura menatap langit yang mulai berwarna jingga. Sedetik kemudian, mataku nakal mengintipnya lagi. Mengulum senyum di balik buku sketsaku.

Ia masih seperti yang kutemui—diam-diam. Mengukir senyuman yang memecah senja bersama petikan gitarnya.

Aku kembali berbalik menatap hasil sketsaku. Tersisa arsiran tipis di kedua sudut bibirnya. Dan semuanya akan nampak sempurna. Sesempurna senyumannya menutup soreku kali ini.

Aku tak yakin, sketsaku ini dapat kusimpan untukku sendiri. Itu akan selalu meninggalkan ingatanku padanya. Lagipula, ini tidak akan kuberikan untuk nilai tugasku pada kansanim[1]. Bukan karena malu, tapi ini tak sesuai dengan yang ia mau. Aku tahu betul tabiat kunonya.

“Aku tak butuh curhatanmu!” Seketika aku memutar kedua bola mataku, membayangkan apa yang terjadi dengan buku sketsaku.

Tak ada yang lebih memusingkan alih-alih menatap puluhan helai daun yang harus kau gores per helainya—di lembaran sketsamu. Nyatanya seminggu ini aku hampir tak menyelesaikannya, terlebih sore ini.

Tempat yang salah. Waktu yang salah.

Mianhe mianheyo

Nae mari deullinayo

Dwineujeun nae gobegeul geuden deureul su isseulkkayo

 

Ah, lagunya tengah berada di bait penutup. Terdengar dari petikan gitarnya yang mulai memelan.

Setelah ini mungkin ia akan pergi, mengikuti kemana arah pasangan lain menuju jalan keluar Yeouido Park. Kuintip sekali lagi, peti hitam gitarnya mungkin sudah terisi lebih dari cukup. Kabarnya ia memang kerap melakukan live street dengan penyamaran kecilnya. Tapi aku tetap mengenalinya. Dan sore ini pertemuan tak terduga sangat membantuku, melepas frustasiku untuk mengabadikan momen itu dalam sketsaku.

Ia mulai beranjak. Meninggalkan gemerisik ranting-ranting sakura yang terhempas angin. Kelopaknya sempat mampir di bahunya, namun angin membawanya lagi.

Selangkah. Dua langkah. Kulihat ia beralih memandangku. Tak kusangka ia menuju ke arah pepohonan sakura di belakangku. Dan pikiran itu meleset. Ia menghampiriku. Tersenyum lebih indah dari yang kukira.

Lekas, aku menutup buku sketsaku. Berdiri menepuk pelan sisi rokku saat ia tiba dengan gitar terbungkus di balik punggungnya.

“Hai,” sapaku, salah tingkah. Memeluk buku sketsaku dengan hati berdebar. Bahkan pensilku hampir saja melesat jatuh jika tak erat kugenggam.

“Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan padaku?” tuturnya, membuatku mati kutu. Mata itu tertuju tepat pada buku sketsa yang kupeluk, lantas berbalik menatap kedua mataku. Meminta jawaban.

Aku menelan ludahku. Seketika anggukan itu menyematkan keberanianku. Mulutku bertambah kelu dan tanganku terulur ke depan dengan sangat kaku sambil mempersembahkan buku sketsaku kepada seorang Jung Yonghwa.

Sejoliku; buku sketsa yang baru kumiliki di semester baruku, kini berada dalam genggamannya. “Sketsa pertama yang bisa kuselesaikan sore ini.” Ia tersenyum.

“Ah, kuanggap ini hadiah perkenalan.” Hatiku berdesir.

Aku masih tak bisa berhenti tersenyum memandangnya. Sedekat ini membuat hatiku benar-benar tak terkendali.

Ia melirik sejenak buku sketsa yang masih nampak baru itu, lantas mengangguk. Aku berharap ia tahu akan untaian kata yang kutulis tipis di ujung sketsa dirinya, di antara hujan sakura.

“Baiklah. Semoga-kau-menyukainya,” ujarku, kaku.

“Tentu. Gomapseumnida[2].” Aku tak ingin sesegera mungkin menganggukkan kepala—tanda bahwa aku berhasil merelakan hari-hariku selanjutnya dengan buku sketsa baru.

Ia mundur selangkah, lantas memutar tubuhnya.

Apakah kita akan bertemu lagi?

 

Kelopak sakura masih saja berterbangan, mengiringi langkahnya menjauh dari pandanganku. Tiba-tiba ia berbalik, melambai sejenak dengan senyumannya.

Dan aku meyakininya.

-FIN.


[1] dosen

[2] Terima kasih

______________________________

A/N: Berhubung saya belum dapat ide baru, rasanya ingin posting beberapa fanfic yang tertunda dan minta untuk diselesaikan, hahaha. Untuk malam ini saya share ini dulu. Adalah hasil remake malam ini dari fanfic setahun lalu yang sempat ditulis akhir November 2012. Enjoy~! 🙂

27 responses to “[FICLET] Ever Since

  1. Hi,Aku Yongshin shippers nih… 🙂 #GakAdaYgTanya 😦 Daebak author….aq suka dg gaya ceritamu…kata2nya sangat indah,smg da sequelnya.kkk
    Hwaiting!!

  2. Annyeong thor!!
    #ninggalin jejak..!
    aku yongshin shipper.. aku senenk bc fanfic ini..
    bgus thor ceritanya..buatin sequel donk…kkke..

  3. Hallo thor ,
    Lagi ngubek2 google nyari ff yongshin ,
    Ehh terdampar dsni ,
    Kata2nya uda kea baca novel aja ,

    Okeh thor , masih mau liat2 ff dsni
    Keanya ada banyak ,
    Mksh uda buat ff yongshin
    Keep writing n fighting thorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s