Oh Boy! [Chapter 1]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

Oh Boy!_副本_副本

Author : pramudiaah

 

Tittle : Oh Boy! [Chapter 1]

 

Cast : Byun Baekhyun ~ Park Chanyeol ~ Shin Hayoung ~ and Other.

 

Genre : School life, Romance, Comedy (Maybe?).

 

Leght : Chaptered.

 

Apadeh judulnya itu, hahaha.. pasaran bingiit -_-”

Plis jangan tanyakan tentang arti dari judul itu dan kenapa judulnya bisa begitu, kekeke~

Sebelumnya ff ini belum pernah dipublish dimanapun, sekalipun di Blog Pribadi

Baiklah, Happy Reading !!

-o0o-

‘Bad Boy atau Good Boy?’

Mana yang akan kau pilih?

 

-o0o-

 

Seorang gadis berlari-lari di belakang bus yang sedang berjalan, bukan karena kurang kerjaan atau apa, tapi karena bus itu meninggalkannya.

Hampir satu menit gadis itu berteriak-teriak agar bus itu berhenti, tapi sang supir yang mungkin sedikit tuli –menurut gadis itu- tak kunjung berhenti, oke.. gadis itu harus berteriak lebih keras lagi sepertinya.

Baiklah.. gadis itu tak perlu berteriak lagi karena ia sudah hampir meraihnya.

Dan Hap(?).

Gadis itu berhasil melompat kedalam bus. Dengan nafas yang tergesa-gesa dan sedikit menyeka keringat di sekitar wajahnya, gadis itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut bus.

“Sial!” gumamnya.

Ia melihat banyak sekali siswi yang berseragam sepertinya memenuhi setiap sudut bus. Jangankan bangku kosong, berdiri pun mereka harus berdesak-desakan.

“Apa-apaan ini? Sejak kapan mereka semua gemar naik bus?” pikirnya.

Shin Ha Young Pov.

Sial! Andai saja aku tidak susah payah untuk naik bus ini, maka aku akan melompat keluar dari bus ini sekarang juga.

“Bisakah kalian minggir sedikit? Tolong berikan aku jalan..”

Aku tahu aku bukan siapa-siapa, tapi biarkan aku untuk berpegangan.

Benar dugaanku, baru saja aku ingin masuk ke segerombolan siswi yang memenuhi bus itu, mereka langsung mendorongku hingga aku hampir terjungkal ke belakang.

Baiklah, aku tidak akan menyerah, aku akan mencobanya sekali lagi.

Jeglek!

Guncangan di dalam bus benar-benar semakin membuat keadaan didalam bus menjadi tambah kacau.

Tubuhku terhuyung hingga hampir terjatuh jika saja tidak ada tubuh besar yang menahan di belakangku.

Aku berbalik dan terkejut melihat seorang siswi err.. seniorku yang cukup gendut sedang menatap tajam ke arahku.

Aku berusaha menampilkan deretan gigiku dan menampilkan dua jari di depan wajahnya hingga membentuk tanda “Peace..”

Ku telan ludahku dengan kasar saat gadis itu menatapku seperti akan menerkamku.

Baiklah, aku akan mundur dengan teratur, pelan-pelan aku segera melarikan diri dari hadapannya. Aku berdiri di sudut belakang bus, benarkah kursi-kursi itu tidak ada yang kosong lagi?

Aku hanya bisa mendengus pelan dan mengumpat beberapa kali, tapi kurasa itu tidak ada artinya. Kenapa lima belas menit terasa lama sekali? Sial!

‘Sebenarnya apa yang telah membuat semua kekacauan ini?’

Aku sedikit mengintip ke dalam kerumunan. Apa ada sesuatu disana hingga membuat gadis-gadis ini tiba-tiba memenuhi bus yang biasanya sunyi-senyap dan damai seperti kuburan?

Benar, laki-laki itu?

Aku sedikit menyipitkan mataku untuk melihat dengan jelas siapa laki-laki yang sedang di kerumuni para gadis-gadis.

Oh Tuhan.. laki-laki itu si ‘pemuda populer’ di sekolahku. Baiklah aku mengerti sekarang.

Kenapa tiba-tiba bus ini ramai dan juga rusuh, sekarang aku tahu penyebabnya.

Tapi yang aku belum mengerti, kenapa laki-laki yang notabene nya bukan artis itu begitu di gilai banyak gadis?

Dia siswa tertampan di sekolah?

Menurutku tidak juga, seniorku yang kutemui di halte bus beberapa hari yang lalu jauh lebih tampan darinya. Kenapa aku sangat bahagia jika mengingatnya?

Tuhan, tolong jangan biarkan aku jatuh cinta padanya!

Oke, kembali pada ‘laki-laki populer’ di dalam bus ini.

Dia siswa paling cute?

Aku rasa anjing milik penjaga sekolah jauh lebih menggemaskan darinya.

Siswa yang selalu mendapat peringkat pertama?

Tunggu, tolong ijinkan aku untuk tertawa terlebih dahulu, hahaha..

Bagaimana mendapat peringkat pertama, melihatnya tidak tidur di kelas atau membolos adalah sebuah ke ajaiban.

Ya benar, aku mengetahuinya karena aku berada di kelas yang sama dengannya.

Lalu apa yang dilihat gadis-gadis itu darinya?

Baiklah, aku sedang malas berpikir sekarang, kerusuhan di dalam bus ini cukup mengahancurkan suasana hatiku saat ini.

Eh tunggu.. Apa aku sudah menyebutkan nama ‘laki-laki populer’ itu?

Oke, nama laki-laki itu adalah  Baek byun- err.. Aku akan melihatnya di buku absensi siswa nanti.

Tolong jangan menyalahkanku karena tidak mengingat nama teman sekelasku sendiri. Itu karena aku memang tidak terlalu peduli pada makhluk-makhluk di sekitarku, terserah kalian jika menyebutku ‘se enaknya sendiri’ atau mungkin.. ‘cupu’.

Aku memang tidak terlalu peduli tentang pendapat orang lain.

Normal POV.

Gadis bernama Shin Hayoung itu selalu merubah ekspresinya setiap detik, tersenyum di detik ini, tertawa di detik berikutnya, dan merengut di detik berikutnya lagi. Tapi anehnya, seluruh penghuni bus tidak ada yang menyadari kelakuan ajaib Shin Hayoung itu.

-o0o-

“Huaahh.”

Hayoung membuang nafasnya keras-keras, keluar dari dalam bus ini adalah seperti keluar dari dalam gua setelah terkurung lebih dari seribu tahun didalamnya. Mungkin sedikit berlebihan, tapi itulah yang dirasakan gadis itu.

Di belakang Hayoung keluarlah segerombolan gadis-gadis yang tetep berdesak-desakan dan sekarang beberapa dari mereka menabraknya. Kali ini gadis itu harus menelan emosinya bulat-bulat, setelah melihat para gadis itu meninggalkannya begitu saja.

Ingin rasanya ia melabrak gadis-gadis itu satu per satu, tapi bagaimana jika para gadis itu malah menghajarnya?

Oke, Itu sangat mengerikan!

Tidak ingin membayangkan hal-hal yang aneh lagi, gadis itu segera melangkahkan kakinya memasuki pekarangan sekolah.

“Hei!”

Hayoung menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang melambai ke arahnya. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, lalu menunjuk dirinya sendiri “Aku?”

Hayoung POV.

Apakah laki-laki itu memanggilku?

Oh Tuhan.. itu sunbae yang ku temui di halte beberapa hari yang lalu. Entah kenapa kedua tanganku bergerak merapikan seragam dan juga rambutku tanpa di sadari oleh otakku.

Bagaimana ini? Tidak ada cabai yang menempel di gigiku kan?

Jantungku terus berdetak cepat seiring langkahnya yang semakin mendekat ke arahku. Benarkah tidak ada cabai yang menempel di gigiku? Siapapun tolong jawab aku!!

Oke, aku hampir terkena serangan jantung saat laki-laki itu sudah berdiri tepat dihadapanku.

Normal POV.

“Ini milikmu kan?” tanya laki-laki di hadapan Hayoung. Entah apa yang membuat gadis itu melongo dan sama sekali tidak berkedip melihat laki-laki dihadapannya itu.

“Hei!” laki-laki itu melambaikan tangannya di depan wajah Hayoung.

“Hah?” Hayoung segera tersadar dari lamunannya, wajahnya memerah dan juga ia mulai salah tingkah.

“Dasar idiot!” gadis itu merutuki dirinya sendiri dalam hati.

“Ini nametag mu..” laki-laki itu menyodorkan sebuah nametag pada Hayoung namun segera menariknya kembali, gadis itu masih melongo.

“Shin Ha Young..” Hayoung tidak bisa berkedip mendengar laki-laki dihadapannya mengeja nametagnya, ia tidak percaya dan juga sebagainya. Lalu matanya beralih ke arah dada laki-laki dihadapannya, membaca nametagnya.

Entah karena masih syok atau apa, Hayoung bahkan tidak bisa membaca nametagnya dengan baik.

“Park..” ia kesulitan mengeja nametag pemuda itu, mungkin Hayoung sedikit gugup.

“Aku Park Chanyeol.. Ini milikmu.. waktu itu kau menjatuhkannya di halte.” Pemuda yang ternyata bernama Park Chanyeol itu meraih tangan Hayoung agar gadis itu menerima nametagnya.

“Terimakasih sunbae.” Hayoung tersenyum dan sedikit membungkukkan badan. Chanyeol tersenyum, sungguh menawan.

“Tidak perlu seformal itu.” Balas Chanyeol disertai senyuman khasnya. Hayoung terlihat tersenyum kikuk dan tidak tahu harus menjawab apa.

Chanyeol pergi dari hadapan Hayoung, namun ia kembali berbalik dan menatap gadis yang tengah kebingungan itu.

“Kenapa kau tidak segera masuk ke kelasmu? Bel sudah berbunyi lebih dari sepuluh menit yang lalu.” Ujar Chanyeol, Hayoung sedikit terkejut namun ia segera tertawa garing. Chanyeol mengernyit.

“Sunbae, apa kau sedang bercanda? Kau sendiri sedang apa disini dan bukannya masuk ke kelas?” Chanyeol tersenyum tidak percaya mendengar pertanyaan gadis itu.

“Aku sedang dalam pelajaran olahraga, dan juga… olahraga tidak di lakukan di dalam kelas kan?” balas Chanyeol sekenanya, bahunya sedikit terangkat saat berbicara. Oke, kali ini mulut Hayoung menganga selebar-lebarnya. Hayoung segera berlari meninggalkan Chanyeol tanpa berpamitan pastinya. Pemuda itu terkikik geli melihat kelakuan adik kelasnya itu.

-o0o-

Benar dugaan Hayoung, guru matematikanya telah duduk manis di dalam kelasnya. Gadis itu diam berdiri di ambang pintu, menerka-nerka hukuman apa yang akan di berikan guru botak itu padanya.

Di jemur dibawah sinar terik matahari seharian? Membersihkan toilet setiap pagi selama sebulan? Mengerjakan 100 soal matematika? Atau yang paling ekstrim.. di skors selama seminggu?

Itulah yang ada dipikirannya sekarang. Oke, itu semua sungguh mengerikan!

Perlahan Hayoung memundurkan langkahnya berniat melarikan diri. Gadis itu memejamkan matanya beberapa saat dan menahan nafasnya sejenak.

“Shin Hayoung!” suara berat itu membuat Hayoung harus menghentikan kegiatannya, ia sedikit membuka matanya yang sempat terpejam tadi. Ia langsung merinding begitu melihat seseorang yang paling tidak ingin ia lihat –sekarang.

“aku rasa.. aku terlambat.” Ujar Hayoung kikuk, ia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Guru botak itu melihatnya datar nan tajam.

“Kau.. silahkan bersihkan seluruh toilet di dalam gedung ini.” Ujar guru itu datar dengan tatapan mematikan miliknya. Hayoung terkejut, ia sedang memikirkan cara untuk menawar(?) hukumannya itu.

“Dan jangan pernah masuk kedalam kelasku selama seminggu kedepan.” Lanjutnya, Hayoung melongo tidak percaya, ia bahkan belum menegosiasikan hukumannya yang pertama.

Ia harus senang atau tidak? ‘Senang’ karena tidak mengikuti pelajaran matematika selama seminggu kedepan, atau ‘tidak’ karena ia pasti tidak akan mendapat nilai.

“Huft..” gadis itu mendesah keras lalu membalikan badannya, bersiap menjalankan hukumannya. Guru laki-laki itu geleng-geleng melihatnya, memang ini adalah pertama kalinya Hayoung terlambat.

-o0o-

Dengan raut wajah yang masih kesal, Hayoung berjalan celingukan menuju toilet wanita dengan alat pel ditangannya. Toilet memang sepi, karena bisa dipastikan kalau semua murid sedang belajar di kelasnya masing-masing. Ia mulai membersihkan satu persatu ruangan di dalam toilet itu. Oke, sudah hampir dua jam Hayoung melakukan itu dan wajahnya dipenuhi keringat sekarang.

“Sial! Apa hanya aku yang telat hari ini?” beberapa kali ia mengumpat dan sesekali menyeka keringat di wajahnya.

Hayoung nampak berpikir.

“Aku rasa gadis-gadis yang berangkat satu bus denganku itu juga terlambat.” Gumamnya, ia lalu kembali berpikir. Hayoung berjalan keluar dari toilet wanita dan hendak ke toilet –ehem laki-laki.

Sebelum memasuki toilet laki-laki, ia memastikan tidak ada orang di tempat itu. Mengendap-endap seperti penyusup sekarang. Hayoung lega saat ia tahu tidak ada orang di dalam toilet itu. Sekarang ia kembali mengerjakan hukumannya dengan tenang.

Hayoung menganga selebar-lebarnya setelah membuka salah satu pintu dan menemukan seseorang –bukan- dua orang didalamnya. Ia segera menutup pintunya kembali lalu kemudian berbalik.

Baiklah.. yang ia lihat bukanlah sesuatu yang berlebihan. Kedua orang itu, seorang siswa dan seorang siswi –hanya- sedang berciuman.

Hayoung tidak tahu harus melakukan apa, baru saja ia menangkap basah dua orang murid yang sedang berbuat mesum –menurutnya. Apa ia harus melaporkan ini ke pihak sekolah  atau..

“Apa aku melarikan diri saja dan pura-pura tidak melihat apapun?”

Belum selesai Hayoung berpikir, kedua orang yang baru saja tertangkap basah olehnya keluar dari tempatnya. Oke, Hayoung harus berpikir lebih cepat.

Siswa dan siswi itu merasa terganggu, mereka menatap Hayoung meminta penjelasan. Hayoung mulai panik.

“Apa yang sudah kau lihat?” tanya pemuda itu penuh selidik. Hayoung menenangkan diri, ia tidak perlu panik ataupun takut. Dalam hal ini memangnya siapa yang salah?

Baiklah, Hayoung sudah memustukan untuk melaporkan hal ini, ia tidak peduli bahwa salah satu dari dua orang di hadapannya itu adalah teman sekelasnya.

“Aku sudah melihat semuanya, dan aku akan melaporkan ini pada kepala sekolah.” Balas Hayoung tanpa rasa panik sedikit pun sekarang, intonasinya juga terkesan menantang.

Si gadis, yang Hayoung tebak sebagai pacar dari pemuda di hadapannya mulai panik.

“Oppa bagaimana ini? Oppa tolong lakukan sesuatu!” gadis itu merajuk panik, ia mengguncangkan tubuh pria disebelahnya.

Hayoung memutar kedua bola matanya, menampilkan wajah berpikir. Entah kenapa ia menjadi seorang yang licik sekarang, gadis itu menemukan sebuah ide gila.

“Atau mungkin.. Aku bisa menyebarkan masalah ini kepada gadis-gadis pemujamu.” Ujar Hayoung pada si pria, ia tersenyum licik.

“Oppa, bagaimana jika gadis-gadis itu menyerangku?” gadis yang berparas cantik itu kembali merajuk pada kekasihnya –mungkin, ia menutupi rambutnya dengan tangannya karena ketakutan.

“Karena kau bukan kekasihku jadi kau tidak perlu khawatir.” Balas si pemuda pada gadis disebelahnya. Seketika gadis itu melotot, begitu juga dengan Hayoung.

“Bu.. kan kekasih?” tanya gadis itu tergagap. Berbeda dengan Hayoung yang hanya menanyakan hal itu di dalam hati.

Gadis itu merengut kesal dan pergi dari toilet setelah sebelumnya sempat menampar pemuda di sebelahnya “Dasar brengsek!!”

Gadis itu keluar dari toilet dengan penuh emosi.

“Hei Baek byun..” oke, lagi-lagi Hayoung belum juga mengingat nama pemuda di hadapannya, lalu matanya melihat nametag pemuda itu. Tertera nama ‘Byun Baekhyun’ pada nametag pemuda itu. Baiklah, tentang nama pemuda itu tidak penting lagi sekarang.

Gadis itu menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“Bagaimana? Kau masih akan menyebarkan masalah ini?” tanya Baekhyun menyeringai menyebalkan, memajukan langkahnya mendekat ke arah Hayoung.

“Aku tidak peduli lagi.” Balas Hayoung datar, ia melenggang pergi. Baekhyun tersenyum penuh arti melihat kepergian Hayoung itu.

-o0o-

Karena sibuk mengerjakan hukuman, Hayoung kembali terlambat mengikuti pelajaran seusai istirahat. Jika ia memaksakan diri untuk masuk ke kelas, maka bisa dipastikan bahwa guru biologinya itu akan langsung menendangnya keluar.

Ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Bukan karena ingin membaca buku, tapi gadis itu memang sedang mencari tempat untuk beristirahat, dimana lagi ia bisa tidur dengan tenang selain di dalam perpustakaan?

“Huft..”

Ia membuang nafas lega setelah mendudukan tubuhnya di salah satu bangku di sudut perpustakaan. Gadis itu sedikit mengintip penjaga perpustakaan yang tengah tertidur pulas di bangkunya.

Hayoung sedikit menahan tawanya, kemudian ia mulai bersender pada kursi dan memejamkan matanya. Hayoung berharap ia bisa tidur dengan tenang sebentar saja.

-o0o-

Hayoung membuka matanya karena merasa terganggu, ia terkejut ketika wajah seseorang berada dekat di sekitar wajahnya. Pemuda itu meniup-niup poni milik Hayoung, pantas saja gadis itu berdigik sejak tadi.

Hayoung segera mendorong pemuda itu untuk menjauh. Karena terlalu kuat, pemuda itu hingga jatuh terjungkal dari kursinya.

“Hei Baek..” lagi-lagi Hayoung melupakan nama pemuda itu.

“Apa yang baru saja kau lakukan?” tanya Hayoung galak, pemuda itu segera berdiri dan sedikit merapikan seragamnya.

“Aku sedang membolos, apa kau juga sedang membolos?” balas Baekhyun sekenanya, diiringi pertanyaannya pada Hayoung. Ia membenarkan kursinya yang sempat terjungkal dan kembali duduk di atasnya, di sebelah Hayoung yang kelabakan.

“Aku tidak membolos, aku ditempat ini karena aku sedang dalam hukuman.” Balas Hayoung mengelak, ia mendengus beberapa kali.

Baekhyun tersenyum mengejek.

“Lalu apa bedanya? Faktanya, kau dan aku berkeliaran di jam pelajaran sekarang.” Ujar Baekhyun dengan intonasi mengejek. Hayoung menatap sebal ke arah Baekhyun.

“Enyah kau dari hadapanku, sekarang.” Desis Hayoung kesal, tepat di depan wajah pemuda itu.

Mereka harus menghentikan kegiatan pertikaiannya sekarang, karena beberapa guru pengawas memasuki perpustakaan.

Hayoung dan Baekhyun saling melempar pandangan ‘Bagaimana ini?’

Baekhyun menarik Hayoung untuk bersembunyi dengannya di salah satu ruang di perpustakaan itu.

‘Klek’

Baekhyun berusaha menutup pintu sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara.

Hayoung mengedarkan pandangannya dan ia baru menyadari kondisi di dalam ruangan itu yang ternyata.. gelap.

Dan salah satu hal yang paling ditakutinya di dunia ini adalah ‘gelap’.

Hayoung mulai ketakutan dan juga tubuhnya mulai lemas, gadis itu terduduk di lantai. Baekhyun kebingungan melihat perubahan sikap Hayoung itu. Ia kemudian mengambil posisi duduk di sebelah gadis itu.

Hayoung mencengkeram apapun yang bisa ia pegang, kali ini tangannya menemukan lengan Baekhyun dan mencengkeramnya kuat.

“Ada apa?” tanya Baekhyun kebingungan, ia juga sedikit terkejut saat menyadari Hayoung mencengkeram lengannya kuat.

Hayoung mulai menangsis, tapi ia berusaha keras menahannya.

“Kenapa kau menangis? Mereka akan mendengarnya dan kemudian menangkap kita.” Bisik Baekhyun, ia membungkam mulut Hayoung  dengan tangannya.

“Aku.. takut gelap.” Balas Hayoung dengan suara yang lirih, bahkan Baekhyun hampir saja tidak mendengarnya.

Baekhyun hanya dapat menghela nafas melihat wajah Hayoung yang sangat ketakutan. Walaupun sempat ragu, Baekhyun memutuskan untuk ‘sedikit’ memeluk gadis itu.

“Tenangkan dirimu.” Suruh Baekhyun dengan intonasi menenangkan. Karena berusaha keras untuk menahan tangisnya, hal itu malah membuat gadis itu sesegukan, dan suara yang ditimbulkan cukup keras, cukup untuk orang diluar sana mendengarnya.

Ceklek.

Pintu terbuka dan dua orang guru pengawas berdiri di ambangnya. Sementara Baekhyun mematung melihat penampakan(?) itu, Hayoung tetap menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena belum mengetahui keberadaan kedua pengawas yang sudah berdiri dengan garang di hadapan mereka.

“Kalian tertangkap basah..” geram salah satu dari guru itu, dan salah satu yang lain menyeringai mengerikan.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga Baekhyun melupakan bahwa tangannya masih berposisi memeluk Hayoung, dan kedua guru itu tersenyum puas melihatnya. Baiklah.. itu tidak seperti yang mereka pikirkan!

Bisa dipastikan siapapun yang melihat posisi Baekhyun dan Hayoung sekarang akan berpikiran tidak-tidak tentang mereka, tidak terkecuali kedua guru pengawas itu.

 

.

.

.

TBC~

 

Uwaa~ maaf ya karena enggak ada teaser, prolog, atau yang lainnya dan langsung chapter satu. Semoga readers mengerti ya~

Intinya adalah.. si Hayoung akan jatuh cinta dengan ‘Bad Boy’ dan juga ‘Good Boy’ di sekolahnya itu.. bocoran tuh. /nggak kalem/

Catet ya! Disini ‘Bad Boy’ nya baadd bangeet.. dan ‘Good Boy’ nya baaiikk biingiit..

Dan sekarang authornya lebaii beud, hahaha.. /wink/

Reader, kalau masih mau dilanjut.. tolong katakan!

Kalaupun enggak.. okesip ‘silent’ aja. Dan bisa dipastikan kalau author akan langsung men ‘Stop’ ff ini /nyengir/

Okedeh, sekian dan terimakasih atas perhatiannya. /terbangbarengchanyeol/

 

Kak ditaaa.. aku padamu! /oke lebai/

Makasih ya kak udah bersedia ngepost ff ku ini. Maaf karena aku Cuma bisa ngasih ucapan ‘Terimakasih’. Semoga sisanya dibales sama Tuhan Yang Maha Esa. Amiin~

Advertisements

324 responses to “Oh Boy! [Chapter 1]

  1. Reader baru dan izin baca 😀 chapter 1 masih belum gimana2 tapi kata orang2 ff ini konfliknya bakal gereget :3 okay aku bakal baca 😀

  2. Sebelumnya salam kenal ya~ 🙂

    Dapet rekomendasi ff ini dari salah satu blog.Tiap buka rekomendasi muncul ff ini. Dan konfliknya katanya greget gitu. Mangkanya aku penasaran dan langsung baca.bagus!!disini bad boy nya Baekhyun dan good boy nya Chanyeol kah?

  3. Dapet recomemdasi Dari blog Dan katanya ini ff seru dan greget. Dan lagi castnya baekhyun! Makanya langsung baca. Dan belum bisa komen apa apa. Mau langsung baca aja hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s