[Chamomile/SongFic] Please Tell Me

[Chamomile] Please Tell Me

(c)missfishyjazz

Kang Minhyuk | Lee Hi

Romance, Fluff || Song-Fic || PG-15

Inspired by Girls’ Day – Please Tell Me

 Please Tell Me

Let’s be together, don’t leave me alone

The night is only growing deeper, hurry and confess

Aren’t you gonna do it? Aren’t you?

 

You, you really don’t know my heart

Oh you, you’re like the shining waves

You, why do you keep making me anxious

 

“Selamat pagi Kang Minhyuk!” Hayi berseru dengan nada nyaris setengah oktaf begitu melihat kakak kelasnya yang juga tetangganya semenjak kecil. Minhyuk hanya diam dan berlalu begitu saja membuat bibir mungil Hayi berkerut sebal.

Hahh! Shin Hye unnie pasti bohong! Mana mungkin Minhyuk oppa menyukaiku, disapa saja tidak pernah membalas!”

Hayi melangkahkan kakinya satu-satu menaiki tangga besar di depan sekolahnya, masih menyimpang kedongkolan di dalam hatinya, bagaimana bocah yang sudah sepuluh tahun ada di hidupnya itu dengan mudah menjungkir balikkan hidupnya selama ini. Padahal mereka dulu kan teman, hanya saja sejak Minhyuk lulus terlebih dahulu dari sekolah menengah pertama mereka Hayi tidak lagi menjumpai Minhyuk yang sama.

“Selamat pagi Lee Hayi!” Hayi ganti terkejut begitu mendengar namanya disebut. Ia buru-buru mengangkat wajahnya dan mendapati wajah mentari Jung Daehyun hanya berjarak sangat sedikit dari wajahnya. Jung Daehyun seperti julukkannya, Wajah Mentari, sudah tersenyum seindah mentari dan seperti mantra ajaib, orang yang disapa akan memiliki semangat sang mentari di pagi hari. Begitupun Hayi.

“Selamat pagi Oppa!” Hayi tersenyum riang dan langsung mendapat tepukan di kepala dari Sang Ketua OSIS.

“Aku menghubungi ponselmu semalam, apakah kau tidak melihat panggilan masuk dariku?” Daehyun berkata dengan raut yang dibuat-buat sedih tapi mampu membuat Hayi gelagapan dan langsung menarik ponselnya dari saku rok yang ia kenakan.

“Ahh! Maafkan aku Oppa, aku memasang mode diam. Aku memiliki banyak ulangan hari ini. Jadi aku memutuskan mendiamkan ponselku.” Hayi memasang tampang bersalah dan menggosok-gosokkan tangannya di depan wajah meminta pengampunan dari Jung Daehyun yang sudah ia ketahui pasti akan dengan cepat memaafkannya.

Ehm, baiklah. Aku akan memaafkanmu, asal..” Daehyun menautkan alisnya dan membuat tampang semisterius mungkin membuat Hayi penasaran, “asal apa Oppa?”

“Asal kau mentraktirku slurpee nanti, bagaimana?” Daehyun mengacungkan jarinya di depan wajah Hayi dan membuat Hayi otomatis memundurkan wajahnya agar tak tertabrak jari-jari panjang Daehyun.

“Baiklah!”

Daehyun kembali menepuk kepala Hayi dengan bersemangat dan langsung menggandengnya memasukki gerbang sekolah. Oh, percayalah.. Nyaris setengah siswi putri di sekolah itu sudah ingin memantrai Hayi agar mereka bisa bertukar posisi dengan Hayi setelah itu selama satu bulan penuh tidak akan membiarkan tangan mereka terkena sabun semahal apapun.

Hayi yang sudah biasa dengan perlakuan Daehyun hanya mengikuti langkah besar kakak kelasnya dan bersenandung ringan. Toh suaranya berhasil memenangkan kejuaraan menyanyi tingkat kota tahun ini. Namun ia sempat nyaris tersedak batu Tembok Berlin ketika melihat Minhyuk menatapnya dengan raut nyaris membunuh, mungkin benar kata orang-orang, jika tatapan bisa membunuh sekarang Daehyun dan dirinya akan menjadi abu.

“Minhyuk tidak pernah akur dengan Daehyun, karena… Daehyun selalu bisa mengambil perhatianmu darinya dengan cepat. Mudahnya, dia selalu cemburu ketika kau bersama Daehyun, Hayi!”

 

Hayi tersenyum samar-samar dan mengeratkan pegangan tangannya dan Daehyun kemudian melirik sinis ke arah Minhyuk. “Memangnya hanya kau yang bisa merusak pagiku!”

(One one one two three four) I’ll count so honestly tell me

(Can’t you tell me first) I’m shy, I’m shy

Perjalan tahunan para anggota organisasi siswa ke tempat-tempat indah di Korea bukan agenda baru bagi Hayi semenjak masuk ke sekolah ini. Ia dan nyaris lima puluh siswa anggota organisasi siswa lainnya semenjak pagi sudah berkumpul di sekolah dan dengan semangat menuju sebuah pantai mungil di Ilsan. Pantai itu mungkin akan ramai ketika liburan, tapi sekolah sudah mengakalinya dengan mengatur kepergian para murid ketika kepadatan pekerjaan memuncak sehingga kemungkinan pengunjung dalam jumlah membludak akan berkurang.

“Minhyuk ayo duduk di sampingku!” Uhh.. The Princess Krystal is in the house everybody.. Hayi menghembuskan nafasnya sebal, semakin sebal ketika Minhyuk hanya mengangguk dan membiarkan Krystal menariknya manja untuk duduk di deretan paling belakang.

“Mereka mau melakukan hal tak senonoh atau apa sih! Roknya pendek sekali pula!” Hayi menendang kerikil tanpa dosa di hadapannya.

“Lee Hayi!” Hayi melihat Bang Minah, sahabat super gilanya berlari dengan semangat ke arahnya. Hayi langsung merasa ada emergency lamp yang menyala diantara kepekatan penglihatannya barusan.

“Yak! Kau nyaris terlambat mumo-Minah*)!”

“Hahh, maafkan aku. Tadi Yongguk menyembunyikan koperku dan aku harus mengambilnya dengan usaha setengah mati di atas atap!” Minah bercerita dengan gaya berlebihannya seperti biasa, dan itu sudah cukup membuat Hayi memiliki sedikit tambahan senyum hari ini. Tapi..

“Bang Minah!” Minah dan Hayi menoleh bersamaan dan menemukan Kyungsoo dan Daehyun berjalan bersamaan. Dan sepertinya Hayi tahu kebahagiaannya tidak akan berlangsung lama karena ia tahu Kyungsoo yang baru memanggil Minah dan mata gadis itu sudah serasa ingin menggelinding dari tempatnya begitu mengetahui siapa yang memanggil dirinya.

“Aku mencarimu dari tadi, apakah kau mau duduk bersamaku di bis?” Kyungsoo tersenyum dan seperti langsung bisa melelehkan Minah tepat di hatinya.

“Tentu saja Sunbae! Jika itu tidak merepotkanmu sih.” Minah tersenyum malu-malu dan meremas celananya gugup. Hayi, oh jangan ditanya, dia tidak bisa mencegah Minah ketika gadis itu sudah berhubungan dengan satu makhluk Tuhan bernama Do Kyungsoo.

“Tidak, sini aku bawakan tasmu.” Kyungsoo mengangkat koper Minah untuk dimasukkan dalam bagasi bus dan Minah mengikutinya dengan kedipan senang kepada Hayi.

“Pasti menyebalkan ditinggal sahabatmu karena orang yang disukainya.” Daehyun berujar pelan dan membuat Hayi menoleh padanya. Hayi hanya mengangguk pasrah dan melihat ke arah sekolahnya dengan raut nyaris sedih.

“Kalau begitu para sahabat yang ditinggalkan ini juga duduk bersama saja, lagipula siapa tahu jika duduk bersamamu aku bisa mendengar suara merdumu!” Emergency lamp menyala lagi di kepala Hayi! Tidak hanya satu tapi dua! Dia memiliki pasangan duduk lagi dan bisa membalas Kang Minhyuk dan Jung Krystal yang membuatnya senewen.

Jadi, ketika Daehyun mengalungkan lengannya di pundak Hayi, Hayi melirik ke jendela bus dimana figur Minhyuk yang mengawasinya terlihat jelas di sana, dan langsung tersenyum meremehkan. Hayi langsung bersenendung ceria sembari memainkan kakinya di udara bersama Daehyun.

“Skor kita selalu sama Kang Minhyuk!”

The cool wind, the beautiful beach, you and I, the two of us are here

I want to throw away all my worries to the ocean

“Kupikir Lee Hayi dan Kang Minhyuk bisa membantu mengambil beberapa gambar pantai. Mereka kan membawa kamera masing-masing.”

Tidak ada yang lebih buruk ketika kau harus terjebak dengan seseorang dengan perasaan yang super tidak jelas padamu ketika seharusnya kau bisa menikmati ekspresi cemburunya. Dan disinilah Lee Hayi dan Kang Minhyuk. Mengambil gambar pantai sebagai dokumentasi sekolah dan bahan majalah dinding yang nanti akan dibuat tim kreatif organisasi.

Hayi memalingkan wajahnya dari kerumunan teman-temannya yang sedang menyiapkan tempat piknik dan pemanggang untuk acara nanti malam. Ia memilih membidik beberapa gambar dari hamparan pantai yang luas dan cukup hening hari ini. Sementara Kang Minhyuk, Hayi masa bodoh dengan pria itu yang sepertinya sudah terperangkap dengan dunia super heningnya bersama dengan kamera kesayangannya.

Oppa, apakah kau sudah mendapatkan gambar yang cukup?” Hayi berusaha mencari bahan pembicaraan paling logis dan ia harap tidak terlalu retoris.

Tapi yang ia dapati hanya gelengan kepala Minhyuk. GELENGAN TANPA SATU KATAPUN KELUAR DARI BIBIRNYA. Hayi ikut menggelengkan kepalanya, tapi yang ini.. karena kejengkelannya kepada Kang Minhyuk.

Oppa kenapa jadi mendiamkanku seperti ini sih sejak kita masuk SMA, apa aku punya salah padamu?” Hayi menghentikan langkah kakinya di samping Minhyuk dan menatap pria itu dan kameranya bergantian. Dan Hayi pikir sudah waktunya berhenti bertanya ketika Minhyuk lagi-lagi hanya menggeleng.

“Lee Hayi?!” Seseorang memanggilnya dari kejauhan dan Hayi berusaha mencari orang itu tentunya. Ia menemukan Daehyun di atas sebuah sepeda yang mengarah ke arahnya dan Minhyuk.

“Ada apa, Oppa?”

“Aku akan pergi ke salah satu minimarket di dekat sini untuk mencari beberapa bahan yang kurang, apakah kau mau ikut?” Hayi merasa daripada terjebak bersama dengan pria bisu di sampingnya mungkin lebih baik pergi bersama Daehyun, tapi baru saja Hayi akan menjawab sebuah tangan menggenggam tangannya dan menariknya. Seolah mencegah Hayi untuk pergi. Lee Hayi mendapati Kang Minhyuk yang masih menatap deburan ombak namun menggenggam tangannya erat.

“Aku belum menyelesaikan tugasku, Oppa. Maaf.” Daehyun hanya tersenyum sedih.

“Oke, ada hal yang ingin kau titipkan padaku?”

Ehm, mungkin cokelat hangat dan biskuit yang biasanya.” Ini percakapan bersama Jung Daehyun yang paling aneh.

“Oke, aku pergi dulu. Cepat selesaikan tugas kalian Hayi, Minhyuk.” Dan setelahnya Daehyun pergi bersama sepedanya dan begitupun yang Hayi inginkan. Ia sudah ingin berjalan meninggalkan area bibir pantai ketika tangan Minhyuk masih menggenggamnya.

“Aku tidak pernah tahu kau menyukai biskuit atau sejenisnya.” Hayi serasa ingin menggelinding dari puncak langit ke dalam lautan begitu mendengar Minhyuk bersuara.

Ahh.. Itu. Aku juga tidak terlalu menyukai biskuit, hanya saja aku dan Daehyun oppa sering pergi setelah pulang sekolah dan mencoba beberapa makanan ringan di dekat sekolah. Dan biskuit cokelat stroberi yang kumaksud memiliki rasa yang sangat enak.” Minhyuk menatapnya tiba-tiba membuat Hayi langsung gelagapan.

“Kalian berdua sering pergi?”

“Ya, aku tidak punya teman pulang bersama lagi semenjak masuk ke sekolah ini. Jadi ketika Daehyun oppa menawarkan untuk sering pulang bersama denganku aku merasa itu sangat menyenangkan.” Hayi berdecak sedih dan mengingat bagaimana dulu Minhyuk dan ia sering pulang bersama. Minhyuk yang berdiri menatap Hayi yang menunduk menatap sedih. Walau tentang kebiasaan kecil hal itu sedikit menendang Minhyuk tepat di bokongnya, ini bukan zaman bermain dengan hati yang sesak kan?

“Jika kau mau, aku bisa menjadi teman pulang sekolahmu. Lagipula kita kan tetangga.” Hayi berkedip dua kali. Ia tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar. Matanya menatap Minhyuk dengan harapan penuh.

“Baiklah!” Mereka merekahkan senyum bersamaan. Sekalipun Hayi hanya bisa melihat sisi wajah Minhyuk karena pria itu menatap pantai tapi Hayi tahu mereka memiliki kegembiraan dan kelegaan yang sama senja ini.

Tell me now, tell me, tell me

That you actually like me

Let’s hurry and leave for the ocean that is for us

Tell me now, tell me, tell me

You alone are enough for me, pinky promise me

Tell me, tell me, tell me, tell me

“Apa kau memiliki seseorang yang kau suka?” Minhyuk dan Hayi masih bergandengan tangan. Bedanya sekarang mereka sedang menyusuri pantai dan menuju basecamp tempat semua orang berkumpul.

“Aku tidak tahu. Aku belum bisa mengerti apa yang sebenarnya orang-orang sebut dengan perasaan suka. Jadi aku tidak mau sok tahu dengan mengatakan siapa orang yang aku sukai.” Hayi membenarkan anak rambutnya yang mulai keluar dari cepolan kecilnya karena angin pantai. Ia menatap Minhyuk yang melipat bibir dan mengerutkan keningnya seolah berpikir.

“Bagaimana dengan Oppa?”

“Bagaimana apanya?” Minhyuk masih enggan menatap Hayi langsung.

“Bagaimana dengan seseorang yang Oppa sukai? Apakah Oppa memilikinya?” Hayi menggoyang-goyangkan tautan tangan mereka gemas dan ingin tahu.

“Ya, kurasa.” Hayi merasa ada yang tidak benar dengan perutnya setelahnya. Di satu sisi yang bisa gembira karena mungkin perkataan Park Shin Hye padanya tentang perasaan Minhyuk benar, tapi di sisi yang lain.. Ia goyah dengan keyakinannya. Minhyuk tersenyum begitu mengucapkan “Ya, kurasa.” Namun senyumnya menerawang jauh. Seolah orang yang ia sukai berada jauh dari tempatnya kini. Sementara di penggambaran logis Hayi, jika Minhyuk menyukainya pria itu pasti tersenyum ke arahnya. Ahh!! Ini semua lebih rumit dari rumus aljabar atau intregral parsial!

“Siapa? Apakah dia satu sekolah dengan kita?” Minhyuk menatap Hayi misterius dan memilih melanjutkan langkah mereka.

“Rahasia.”

Ah.. Ayo beritahu aku Oppa!” Minhyuk masih kekeh dengan pendiriannya untuk merasahasiakan identitas orang yang ia sukai dari Hayi dan itu justru membuat Hayi semakin penasaran.

“Bagaimana jika kita membuat perjanjian?” Hayi mengernyit bingung mendengar perkataan Minhyuk. Perjanjian?

“Perjanjian apa?”

“Perjanjian aku akan memberitahu siapa yang aku sukai ketika kau sudah mengetahui siapa orang yang kau sukai. Bagaimana?”

“Tidak adil! Bagaimana jika aku belum memiliki siapapun untuk kusukai bahkan ketika kau sudah tidak menyukai gadis itu?” Hayi mengerucutkan bibirnya dan ingin berlari menjauh ketika Minhyuk masih dengan setia menarik genggaman tangan mereka.

“Itu adil.”

“Kenapa?” Hayi masih tidak terima dan tidak mengerti arus pikiran Minhyuk

“Karena aku akan terus mencintai gadis itu sampai kapanpun.” Deg.. Waktu berhenti dan jarum-jarumnya seakan menghentikan semua aktifitas Hayi. Bahkan sekedar bernafaspun. Hahh, apa yang harus kurasakan?! Tapi nyatanya Hayi tetap Hayi yang selalu berbesar hati, ia mengangkat kelingkingnya tinggi, “baiklah! Kita berjanji. Pinky promise!

Dibawah matahari yang terbenam mereka berjanji, berjanji tentang hati.

I’m better than other girls, two is better than one

Let’s be together from morning to night

Sing this song, say 1 2 3 4

 

Hey, aren’t you gonna sing along?

Minhyuk memanjat atap rumahnya kemudian melompat nyaris dengan kemungkinan mati seratus persen. Siapa yang tidak akan mati jika jatuh dari atap lantai dua rumah?! Minhyuk menepuk-nepuk dadanya begitu sampai di atap yang satunya. Bukan atap rumahnya yang lain, tapi atap rumah tetangganya.

“Hayi..” Minhyuk nyaris berbisik memanggil gadis yang sedang duduk dengan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut. Membiarkan hanya cepol rambut kecoklatannya saja yang nampak.

Minhyuk mengambil duduk di sampingnya dan tidak lagi memanggil gadis itu lagi karena toh gadis itu pasti sudah sadar keberadaannya.

“Aku kira, Oppa tidak akan datang.”

“Bagaiamana mungkin? Bukankah aku sudah berjanji akan selalu menemani sejak kau nyaris kecelakaan bulan lalu?”

Ohh.. Baiklah.” Hayi masih enggan mengangkat kepalanya, membuat Minhyuk semakin sebal. Gadis ini main petak umpet wajah atau apa sih?

“Jung Daehyun baru memutuskanmu atau bagaimana sih? Kau terlihat tidak bersemangat sama sekali.” Minhyuk menyenggol pundak Hayi tapi gadis itu hanya mendesah. Hayi dengan setengah hati mengangkat kepalanya dan menyandarkannya miring di atas lututnya.

“Tidak. Aku dan Daehyun oppa baik-baik saja kok.”

“Lalu apa alasanmu jadi begitu.. aneh hari ini? Kau bahkan meninggalkanku ketika pulang sekolah.”

Hayi malas memikirkan apalagi mengeluarkan hal apapun yang berhubungan dengan penyebab murungnya dia hari ini jadi dia hanya  memilih mengambil jawaban teraneh sekaligus tercepat yang melintas di kepalanya, “aku hanya menerima tawaran Daehyun oppa untuk mencoba mobil barunya.” Kang Minhyuk langsung tahu setelahnya, benar-benar ada yang tidak beres dengan Lee Hayi hari ini.

“Tadi siang aku mendapat kue dari Krystal. Katanya itu pertama kali ia membuat kue dan sengaja memberikannya padaku,” Kang Minhyuk memulai ceritanya. Bukankah Hayi tidak suka dengan Krystal? Mungkin saja dengan begitu Hayi akan memberi reaksi selain kemurungannya.

Ohh..

“Dan aku pikir kapan-kapan aku juga akan memberikan sesuatu untuknya. Menurutmu apa yang harus kuberikan?”

“Entahlah. Mungkin hadiah-hadiah manis? Aku bukan tipe pengincar pria romantis sih.” Hayi menghembuskan nafasnya dan memutuskan untuk berbaring menatap bintang dalam jumlah sedikit yang terkubur awan gelap malam ini. Minhyuk melihatnya bingung. Ada apa sebenarnya? Bahkan dengan Krystal pun masih tak mempan.

“Menurutmu aku gadis seperti apa?” Hayi tiba-tiba memilih sebuah pertanyaan yang membuat Minhyuk berjengit.

“Menurutku?”

“Iya, menurut Oppa.”

“Menurutku kau gadis yang menyenangkan. Kau pintar dan juga menggemaskan. Tapi aku pikir kau kurang merawat penampilanmu, jika kau mau merawat penampilanmu atau setidaknya belajar tentang mode seperti Krystal kau akan menjadi gadis idaman semua orang.” Minhyuk menjawab dengan senyum polosnya, tidak menyadari ada bagian kata yang membisukan Hayi. Tapi Hayi memilih menggeleng dan menghapuskan air mata yang serasa ingin tumpah dari matanya dengan kasar. Tanpa Minhyuk ketahui tentunya.

“Jadi gadis idaman itu seperti Krystal ya?”

“Kurasa iya.” Minhyuk baru akan berbaring di samping Hayi ketika gadis itu berdiri dan menepuk-nepuk piyamanya dari kotoran atau apapun yang kebetulan menempel. Minhyuk mengangkat salah satu alisnya, “mau kemana?”

“Aku punya latenight video call bersama Minah. Aku harus segera masuk. Jaljja, Oppa.” Hayi langsung masuk ke rumahnya tanpa menoleh pada Minhyuk yang terdiam bingung. Kemudian dalam waktu kurang dari lima detik dari menghilangnya Hayi, Minhyuk menepuk keningnya.

“Dasar Kang Minhyuk bodoh!”

Will you confess to me before the night passes?

I love you, I love you, with those sweet lips

The person to wake me up in the morning is you

Kang Minhyuk dan Lee Hayi kembali bertemu di atap setelah dua bulan malam panjang tanpa komunikasi. Tapi bukan di atap rumah siapapun sekarang. Mereka ada di atap sekolah. Menikmati malam yang panjang dalam acara prom-nite tahunan. Tahun ini adalah kelulusan Minhyuk dan Lee Hayi sebagai salah satu anggota organisasi sekolah memiliki tugas untuk mengatur jalannya acara dengan baik.

“Apa Oppa benar-benar diterima di Julliard?” Hayi melihat ujung gaun sederhananya yang berkibar terkena angin malam, untung saja tadi Minhyuk berbaik hati meminjamkan jasnya untuk menutupi pundaknya yang nyaris membeku terkena angin musim dingin.

“Ya. Aku akan pindah ke New York beberapa minggu lagi.” Hayi hanya mengangguk dan menatap Minhyuk sekenanya. Lampu di atap hanya beberapa sehingga suasana begitu nyaman dan tidak segaduh di aula.

“Aku mendengar berita itu dari Eomma beberapa hari lalu, tapi aku belum memiliki kesempatan untuk memberimu selamat karena harus mengurus acara ini. Maaf ya.” Hayi tersenyum manis. Minhyuk mengangguk dan balas tersenyum.

“Tidak apa, aku juga sibuk mengurus beberapa dokumen kepergianku.” Minhyuk tertawa kecil dan tiba-tiba teringat sesuatu, “aku dengar Daehyun juga akan melanjutkan studinya di luar negeri. University of Colorado, kan?”

“Oh iya, Daehyun oppa sudah cerita padaku. Dia akan berangkat ke Boulder bulan depan.” Hayi melihat bintang-bintang yang malam ini tidak sepemalu dua bulan lalu. Ada banyak bintang bersinar dengan indah. Tiba-tiba ia ingin sekali memetik salah satu bintang itu dan meminta bintang itu untuk mengabulkan keinginannya.

“Kau akan pulang ke Bucheon?” Minhyuk tiba tiba menyentuh pundak Hayi membuat gadis itu menoleh kaget.

“Iya. Appa awalnya menginginkan berlibur ke Amsterdam seperti tahun lalu, tapi Haraboeji tiba-tiba sakit sehingga kami harus pulang ke Bucheon.”

“Berapa lama?”

“Mungkin dua sampai tiga minggu. Seunghoon samchon juga akan menikah jadi kami harus lebih lama tinggal di Bucheon.” Minhyuk menatap sedih dan memberi tanda tanya besar di kepala Hayi.

“Kalau begitu kau akan melewatkan kepergianku. Aku akan pergi sekitar dua setengah minggu lagi.” Hayi terdiam dan selanjutnya menjadi bingung. Kenapa Minhyuk bisa sesedih itu? Harusnya ia sedih karena Krystal akan berlibur ke Paris sampai bulan depan bukan dia yang hanya akan pergi ke Bucheon. Oh ayolah, siapa yang tidak tahu jika Bucheon hanya sejauh 25 kilometer dari Seoul?

“Bucheon dan Seoul kan dekat, aku bisa mengantarkan Oppa jika Oppa mau kok.” Hayi menepuk-nepuk pundak Minhyuk.

Walkie-talkie yang berada dalam genggaman Hayi tiba-tiba berbunyi.

Lee Hayi.. Cek.. Lee Hayi..” Hayi langsung mengangkatnya dan mendekatkan ke wajahnya.

“Ya aku di sini. Atap.”

Apa kau tidak turun?

“Oh ada apa Minah, apa ada yang membutuhkanku?” Seingat Hayi tidak ada tugas lagi yang harus Hayi lakukan. Tugasnya hanya sampai memastikan seluruh makanan, minuman dan pengisi acara ada dan tepat waktu.

Tidak. Sebentar lagi puncak acara. Apa kau tidak ingin lihat?”

“Oh oke aku akan segera turun.” Hayi mematikan kembali walkie-talkie-nya.

Oppa, ayo turun. Puncak acara sebentar lagi.” Hayi menarik tangan Minhyuk, ohh mungkin setelah ini ia tidak akan bisa menariknya. Minhyuk akan segera pergi dan waktunya ia tahu bahwa gagasan Shin Hye sepenuhnya salah.

Satu kembang api tiba-tiba meluncur bersama dengan Minhyuk yang menghentikan langkah Hayi dengan sentakan tangannya. Hayi cukup kaget, tepatnya ia semakin bingung dengan runtutan setiap tingkah Minhyuk malam ini.

“Lee Hayi..”

Boom..

Hayi samar-samar mendengar suara Minhyuk yang tidak terlalu keras menyelip diantara kembang api yang satu persatu meledak.

“Ayo kita mengingkari janji kita dulu.” Minhyuk setengah berteriak ketika mengatakannya. Jarak mereka memang cukup dekat tapi suara kembang api tetap mengganggu pendengaran.

Boom..

“Aku akan mengatakan siapa yang aku sukai..”

Boom..

“Sekalipun aku mungkin tidak akan pernah tahu siapa yang kau sukai..”

Boom..

 

“Dan sekalipun aku tidak akan pernah menjadi orang yang disukai oleh orang yang kusukai..”

Boom..

 

Hayi menatap Minhyuk tanpa berkedip. Sebentar lagi mungkin di telinga Hayi akan menyelip nama Krystal atau siapapun gadis beruntung lainnya. Dan ia pikir ia akan menyiapkan dirinya untuk itu.

Tell me now, don’t save the words “I love you”

Let’s firmly hold hands and leave far away

“Lee Hayi..”

Boom..

 

Tidak ada satupun yang berbicara setelahnya, dan hal paling masuk akal yang mungkin terjadi adalah Minhyuk menunggu sahutan dari Hayi. Memastikan gadis itu mendengar dengan baik.

“Ya?” Hayi mengernyit setengah takut pada perasaan dan pendengarannya sendiri.

Boom..

 

Boom..

 

Minhyuk menarik tangannya tanpa aba-aba dan menangkup pinggangnya dengan dua tangan dingin yang menyentakkan gelombang aneh di sekujur diri Lee Hayi.

Boom.. Boom.. Boom..

 

“Aku mencintaimu..” Dan disitulah akhirnya sentuhan bibir pertama mereka bertemu.

Each word you say, even your laughter

It has a big meaning to me

Even your smallest glance, the lonely appearance of your back

It is a difficult promise to me

 

 

Everything about you comes to me

Becoming an unsolvable riddle

Sadness blooms into cosmos at a small station

Your like the fragrant wind that passes me

I will build a castle on top of the clouds

I will open the window toward you so the wind can enter

(Just Ft. Dal Shabet’s Ah Young – Your Meaning)

.THEEND.

Ps : *mumo = sembrono

Setelah praktikum protista dan teman-temannya dan dua minggu UAS maka disinilah saya 😉 ohh dan sebelum semuanya runtuh dan Eiffel kebelah jadi dua tolong fansnya Lee Bona jangan lemparin saya pake sepatu oke, okee ..

Oke terima kasih karena telah memilih pasangan B sebanyak 19 suara dengan kode lagu Eslapeleltem alias “Please Tell Me”. Akhirnya ya setelah abad masehi digulingkan suku maya sampe ke peradaban Dinasti Ming saya bisa nulis yang manis manis lagi :$ cedihnya nyerempet nyerempet lah yee~~~

Oke jadi tinggalkan saran dan kritik kalian di bawah ini karena saya akan menerimanya dengan lapang dada *enggak segede dadanya TOP di Doom Dada sih tapi intinya lapang dada* *ehh*

So sekitar pertengahan Desember kalian akan bertemu sayanya dengan pasangan “J”, total votingnya 17 suara dan kisah mereka akan dilatari lagu “Auwryna”!

27 responses to “[Chamomile/SongFic] Please Tell Me

  1. Ini juga couple leehi sm minhyuk, aku yakin ini pasti ide gilamu thor,
    Wahahhaahhaahahhaahhahaha
    Oh ya, daehyun-nya aku ganti yongguk di imajinasiku, karna yg senyumnya enak dilihat menurutku si yongguk wkwkwkwk wahahahahaahaha *ketawajengjengkaya*
    Oke thooorrr~
    #keepwritinghwaiting

  2. cast cowoknya itu siapa? kudet beud
    diantar kekurangan FF hayi kamu hadir dan buat saya gembira bangeeet. hahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s