Oh Boy! [Chapter 3]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

Author : @pramudiaah

 

Tittle : Oh Boy!

 

Cast : Byun Baekhyun ~ Park Chanyeol ~ Shin Hayoung ~ and Others.

 

Genre : School life, Romance, Comedy (Maybe?).

 

Rating : PG 15 (dan bisa berubah sewaktu-waktu)

 

Leght : Chaptered.

 

Chapter sebelumnya : [1] [2]

 

A/N : Hai~ Happy weekend gais!

Author kembali dengan ff diam-diam menghanyutkan chapter tiga, hahahah..

Semoga ada readers yang nungguin xD

Entahlah.. makin sini kesini konfliknya makin rumit, tapi ya nggak terlalu rumit sih. Makin ke sini malah authornya yang makin ruwet. Selesai UAS, mungkin awal tahun depan udah harus PKL. Aduduh~ sebenaranya males banget Pkl, tapi ya daripada nggak lulus-__- gimana dongs?

Tapi ya sudahlah, itukan masalah author..

Yang terpenting adalah, untuk readers agar meninggalkan komentar :’)

Happy Reading!!

 

-Oh Boy! Chapter 3-

-o0o-

 

Seorang laki-laki tengah berdiri di atap gedung, ia membiarkan semilir angin menerpa kulit wajahnya dan juga tubuhnya. Entah apa yang dilakukan Baekhyun di tempat itu. Sendiri, tanpa dua orang teman yang biasa mengekor di belakangnya, dan juga.. biasanya laki-laki itu akan ‘bermain’ dengan seorang gadis pada jam istirahat seperti ini.

Berkali-kali Baekhyun menghela nafas kemudian membuangnya perlahan, sesuatu tengah menganggu pikirannya saat ini. Sesuatu yang mungkin sangat rumit, hingga harus mengganggu segala kegiatan yang biasa ia lakukan.

“Baekhyun.” Suara seseorang yang hanya terdengar seperti suara angin itu berhasil membuat Baekhyun menoleh. Hanya sesaat, Baekhyun kembali memutar kepalanya untuk menatap lurus ke depan.

“Rasanya sudah sangat lama, kita tidak saling bertemu.” Lanjutnya lagi, sepertinya gadis itu tidak peduli tentang Baekhyun yang mengabaikannya. Gadis itu semakin mendekat ke arah Baekhyun, dan sekarang tepat berada di belakang Baekhyun.

Baekhyun diam tidak membalas, hanya ekspresi datar yang ada pada wajahnya.

“Aku dengar, kau banyak berubah semenjak kepergianku.” Ujar gadis itu, terdapat nada penyesalan di dalamnya, wajahnya menunduk, mungkin ia takut bila Baekhyun murka sewaktu-waktu.

Kali ini Baekhyun tersenyum miris mendengarnya, tangannya mengepal, entah apa yang sedang ia tahan saat ini.

“Aku berubah? Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Jangan terlalu percaya diri, aku bukanlah orang yang akan gila hanya karena dicampakan oleh seorang gadis.” Balas Baekhyun pada akhirnya, ia mengucapkannya dengan ‘sedatar’  mungkin, masih tetap dalam posisinya membelakangi gadis itu.

Namun faktanya, ucapannya berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya. Ini adalah pertama kalinya Baekhyun menampilkan ekspresi menyedihkan pada wajahnya, bahkan mungkin ia sendiri tidak menyadarinya.

“Maaf, aku tidak bermaksud mencampakanmu.” Balas gadis itu, masih dalam posisinya, menunduk.

Baekhyun kembali tersenyum miris, namun kali ini ia bebalik, menatap dengan lekat gadis di hadapannya itu.

“Lalu apa maksudmu? Tuntutan orang tua yang menginginkanmu melanjutkan study ke luar negeri? Seharusnya kau mengatakannya. Mendengarnya dari mulut orang lain, sangat menyakitkan untukku.” Balas Baekhyun kesal, namun ia kembali menahan emosinya saat melihat gadis itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Aku telah kembali, tolong maafkan aku.” Suara gadis itu bergetar, kembali menundukan kepalanya. Baekhyun mengalihkan pandangannya dari gadis itu, laki-laki itu mengambil nafas dalam, kemudian membuangnya cepat.

“Seharusnya.. Kau tidak perlu kembali.” Balas Baekhyun sigkat, menarik langkah untuk segera berlalu dari hadapan gadis itu. Gadis itu memandang sendu kepergian Baekhyun, ia tidak dapat lagi menahan air matanya.

Sepasang mata baru saja menyaksikan kejadian itu. Entah apa yang dilakukan Hayoung, sekarang gadis itu dalam posisi ‘mengintip’. Hayoung hanya dapat melongo menyaksikan pemandangan yang seperti sebuah drama menurutnya. Sungguh, ia bahkan tidak dapat mendengar pembicaraan mereka, tapi melihat gadis itu menangis, itu terlihat seperti sebuah drama.

Konyol memang, seorang Hayoung ‘mengintip’ dan juga terkesan ‘ingin tau’ urusan orang lain. Awalnya, Hayoung adalah tipe gadis yang tidak terlalu peduli dengan makhluk-makhuk sekitarnya, entah kenapa sekarang ia menjadi penasaran tentang apa yang baru saja dibicarakan oleh Baekhyun dan juga siswi baru itu.

 

-o0o-

 

“Bagaimana hari ini?” tanya Chanyeol antusias pada gadis di hadapannya, ia kembali menyeruput orange juice di tangannya. Gadis itu, Hayoung, hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan bosan. Ia dan Chanyeol sedang duduk berhadapan di salah satu sudut kantin sekolah.

“Bagaimana apanya?” balas Hayoung berbalik bertanya. Baiklah, Hayoung memang mengerti kemana arah pembicaraan Chanyeol, tapi gadis itu benar-benar sedang malas membahasnya sekarang.

“Apa Baekhyun mulai menunjukan pesonanya padamu?” tanya Chayeol lagi, entah kenapa pemuda itu sedikit geli dengan pertanyaannya sendiri. Hayoung tidak bisa menahan tawanya, bahkan ia tersedak ketika ingin menelan makanan di dalam mulutnya.

Chanyeol terkekeh melihat kelakuan adik kelasnya itu, lalu ia melihat minuman Hayoung yang telah kosong, sehingga ia segera menyodorkan orange juice di tangannya kepada gadis itu.

Hayoung yang sedang terbatuk-batuk, segera menyeruput orange juice pemberian Chanyeol. Sekarang Chanyeol sedikit lega karena Hayoung tidak terbatuk-batuk lagi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Chanyeol sempat menahan nafas melihat Hayoung menderita karena tersedak. Chanyeol kembali menyeruput orange juice yang sempat diberikannya pada Hayoung tadi. Dan satu hal yang perlu dicatat, mereka berdua meminumnya menggunakan sedotan yang sama. Oke, mereka berdua tidak terlalu mempedulikan tentang hal itu.

“Sunbae! Kenapa kau terus-terusan membahas mengenai pesona bocah tengik itu?” tanya Hayoung kesal, ditambah lagi dengan Chanyeol yang masih terkikik melihat kelakuannya tadi, itu semakin membuat Hayoung mendumel ini dan itu.

“Itu pasti karena kau sedang menyukai orang lain saat ini, jadi kau tidak terlalu peduli pada Baekhyun.” Tebak Chanyeol. Hayoung kelabakan, Bagaimana Chanyeol bisa mengetahui isi hatinya?

Gadis itu terlihat kikuk dan juga salah tingkah.

“Apa aku benar?” Chanyeol semakin tersenyum jahil. Oke, itu akan mulai menjadi hobi barunya mulai sekarang, yakni ‘menggoda Hayoung’.

Hayoung mulai mengganti topik pembicaraan, ia tidak ingin jika Chanyeol dapat membaca perasaanya melalui ekspresi wajahnya yang memerah itu.

“Aku bertanya karena aku sangat peasaran. Mengenai Baekhyun dan juga siswi baru itu err.. apa mereka telah saling mengenal?” pada akhirnya pembicaraan mereka tidak bisa jauh-jauh tentang Baekhyun. Kali ini giliran Chanyeol tersedak minumannya sendiri, laki-laki itu terbatuk-batuk. Hayoung secepat kilat memberikan tissue pada Chanyeol.

“Siswi baru? Siapa maksudmu?” tanya Chanyeol penasaran, sepertinya itu sangat menarik perhatiannya.

“Kim-Min-Hee.” Balas Hayoung menekankan nama itu. Gadis itu sengaja melakukan itu agar Chanyeol dapat mendengarnya dengan jelas.

Chanyeol nampak berpikir, sedangkan Hayoung terlihat kebingungan melihat perubahan ekspresi pada wajah Chanyeol itu.

 

-o0o-

Baekhyun bersama kedua sahabatnya, yakni Kim Jongin dan juga Oh Sehun, sedang berkumpul di pinggir lapangan, mereka bertiga beristirahat seusai bermain basket.

“Lihatlah mereka bertiga. Siapa yang menurutmu paling menarik?” Suara laki-laki yang terdengar sedikit cadel itu berhasil membuat kedua sahabatnya menghentikan kegiatannya masing-masing.

Jongin yang sedang terduduk, segera mendongakkan kepalanya, melihat ke arah tiga gadis yang baru saja melintas di depan mereka. Laki-laki itu tersenyum miring, entahlah apa arti dari senyumannya itu.

“Son Naeun.. aku akan segera mendapatkannya.” Ujar Jongin dengan penuh percaya diri, Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu.

Mereka berdua secara serempak menoleh ke arah Baekhyun. Ternyata sejak tadi Baekhyun disibukan dengan pikirannya sendiri, hingga ia tidak mempedulikan perbincangan kedua sahabatnya itu.

“Hyung! Apa yang sedang kau pikirkan?” teriak Sehun di dekat telinga Baekhyun, tentu saja laki-laki itu langsug tersentak. Sementara Baekhyun memandang kesal ke arah dua sahabatnya itu, Jongin dan juga Sehun malah tertawa melihat kelakuan Baekhyun.

“Baiklah, jika Jongin ingin mendapatkan Son Naeun, maka aku akan segera mendapatkan Kim Min Hee.” Kali ini Sehun yang berucap dengan penuh percaya diri, dan juga tersenyum lebar.

“Maksudmu siswi baru di kelas kita itu?” sahut Jongin, meyakinkan bahwa dirinya tidak salah mendengar. Sehun mengangguk yakin, tapi itu malah membuatnya mendapatkan tatapan mematikan dari Baekhyun.

“Wae?” tanya Sehun dengan wajah tanpa dosanya. Sehun sepertinya mengerti dengan tatapan dari Baekhyun itu, dan sekarang ia nampak berpikir, mungkin ia akan mencari target lain. Dan laki-laki itu kembali tersenyum lebar ketika mendapatkan nama seorang gadis di dalam otaknya.

“Bagaimana dengan Shin Hayoung?” Sehun terlihat sangat antusias.

“Gadis yang selalu menyendiri itu?” tebak Jongin, saat nama gadis itu disebut, yang ada dipikiran Jongin adalah, seorang gadis yang selalu duduk di bangku pojok paling belakang, di dalam kelasnya. Sehun kembali mengangguk yakin, namun lagi-lagi ia mendapatkan tatapan mematikan dari Baekhyun.

“Kali ini apa lagi?” tanya Sehun kesal, kemudian ia mendesah keras, Jongin juga menatap aneh ke arah Baekhyun.

“Kau belum pernah mendapatkan pukulan dari gadis itu ‘kan?” tanya Baekhyun, laki-laki itu memegangi kepalanya dan juga berdigik ngeri, tentu saja itu hanya ekspresi yang ‘dibuat-buat’. Sehun dan juga Jongin melihat Baekhyun dengan pandangan aneh.

“Sejak kapan kita akan mundur hanya karena pukulan seorang gadis?” tanya Sehun pada Baekhyun, laki-laki itu dapat membaca ekspresi yang ‘dibuat-buat’ oleh Baekhyun. Jongin tersenyum mengejek, menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya mellihat kelakuan Baekhyun itu.

“Hei Byun Baekhyun, jika kau memang mengincarnya, katakan saja.” Timpal Jongin, laki-laki itu sudah cukup lama mengenal Baekhyun, sekecil apapun kebohongan yang dibuat oleh sahabatnya itu, maka Jongin akan langsung mengetahuinya. Sehun mengangguk setuju, mengiyakan ucapan Jongin barusan.

Baekhyun mendesah keras.

“Apa aku begitu mudah ditebak?” tanya Baekhyun kesal kepada dua sahabatnya itu. Jongin dan juga Sehun tidak dapat menahan tawanya. Namun tiba-tiba Sehun menghentikan tawanya, menyadari sesuatu.

“Hyung! Jadi maksudmu, dua gadis sekaligus?”

“Tentang Kim Min Hee, jangan libatkan dia dalam permainan kita.” Balas Baekhyun datar. Sehun melongo, sedangkan Jongin melihat Baekhyun dengan tatapan penuh tanda tanya.

 

-o0o-

 

Hayoung berjalan menyusuri koridor, ia tengah mencari seseorang sekarang. Mengenai ucapannya sendiri tentang ‘Aku akan membuat Baekhyun bertekuk lutut” itu benar-benar mengganggu pikirannya saat ini. Gadis itu menyesal karena berucap tanpa berpikir terlebih dulu. Dan sekarang, Chanyeol berharap banyak padanya, berharap agar Hayoung bisa merubah sikap buruk Baekhyun.

“Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak ingin berhubungan dengan bocah tengil itu.” Hayoung mengacak rambutya frustasi, berjalan dengan gontai menyusuri koridor, bahkan gadis itu malas menatap ke depan.

‘Brukk!’

“Dasar bodoh!” gadis itu mengutuk dirinya sendiri, bagaimana ia bisa tidak melihat pintu kaca selebar itu?

Akibatnya, sekarang Hayoung harus terduduk karena kesakitan, memegangi keningnya yang sekarang terdapat memar kebiru-biruan akibat terpentok pintu kaca.

“Bagaimana bisa aku melupakan keberadaan pintu kaca di tempat ini?” keluh Hayoung dalam hati, gadis itu mendesah kecil beberapa kali.

Selain itu, sekarang Hayoung harus menahan malu. Semua murid yang berlalu lalang di sekitar tempatnya terduduk, mengejek dan mentertawakannya, bahkan ada yang tertawa terpingkal-pingkal karena melihat kebodohan Hayoung itu. Hayoung menundukan kepala sembari memegangi keningnya yang terasa panas, rasanya ia ingin menghilang saat ini juga.

“Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan sekarang?” Hayoung melihat sepasang sepatu di depan matanya, dan ejekan seseorang yang sangat Hayoung kenali suaranya. Gadis itu mendongak, mungkin ia akan melempar sepatu ke arah seseorang yang berani mengejeknya itu. Namun rasa malunya itu bahkan membuatnya tidak bisa bergerak.

Laki-laki itu mengambil posisi jongkok di hadapan Hayoung, kepala mereka telah sejajar sekarang.

“Dasar bebek, kenapa kau suka sekali mengejek ku huh?” teriak Hayoung kesal, ia mengepalkan tangannya dan memukulkannya pada kepala laki-laki di hadapannya. Laki-laki itu tidak terlalu peduli terhadap pukulan Hayoung yang menurutnya cukup ringan itu, sekarang ia tidak bisa menahan tawanya lagi.

Penampilan rambut Hayoung dan juga ekspresi gadis itu sangat lucu menurutnya, laki-laki itu mendorong pelan kepala Hayoung menggunakan telunjuknya.

“Apa yang kau pikirkan hingga tidak melihat pintu kaca selebar ini huh?” tanya laki-laki itu, tetap dengan nada mengejek. Hayoung mengerucutkan bibirnya, mendumel tidak jelas.

“Sekarang kau bahkan tidak bisa berdiri?” laki-laki itu kembali mengejek, dan sungguh Hayoung ingin menendangnya saat ini juga.

“Dan jika memang kau laki-laki, seharusnya kau menggendongku sekarang.” Balas Hayoung kesal, entah apa motifnya berbicara seperti itu, yang pasti gadis itu tidak sungguh-sungguh ingin di gendong oleh laki-laki di hadapannya itu.

Laki-laki itu merasa tertantang, ia siap menggendong Hayoung.

“Hei Baekhyun! Apa yang kau lakukan?” Hayoung terkejut karena laki-laki itu berposisi akan menggendongnya.

“Hei Baekhyun! Turunkan aku sekarang juga! Baekhyun!” Hayoung berteriak histeris karena Baekhyun benar-benar menggendongnya. Ia bahkan menjambak rambut Baekhyun dan hampir mencekiknya.

“Kau bilang ingin digendong.” Balas Baekhyun sekenanya, ia tersenyum lebar, sangat lebar malah. Baekhyun tidak terlalu peduli terhadap teriakan dan perlakuan gadis itu padanya.

“Aku hanya bercanda, sungguh. Jadi tolong turunkan aku.” Kali ini Hayoung meminta dengan penuh harap. Gadis itu tahu, sekeras apa teriakannya, Baekhyun tidak akan mau menurunkannya.

“Kita hanya akan ke ruang kesehatan, jadi kau jangan berisik.” Balas Baekhyun singkat.

Di sepanjang jalan menuju ruang kesehatan, semua mata memandang ke arah Baekhyun yang sedang berjalan dengan menggendong Hayoung. Para gadis syok dan juga histeris melihat pemandangan itu. Hayoung menyembunyikan kepalanya ke dada Baekhyun, berniat menyembunyikan setumpuk rasa malunya.

 

-o0o-

 

Baekhyun menutup pintu ruang kesehatan, di dalam ruangan itu hanya ada Baaekhyun dan juga Hayoung sekarang. Hayoung tiduran di atas ranjang dengan posisi membelakangi Baekhyun.

“Hei Shin Hayoung, lukamu itu harus segera diobati.” Baekhyun sedkit menarik lengan Hayoung agar gadis itu melihat ke arahnya. Masih dengan posisi tiduran, Hayoung melihat Baekhyun dengan pandangan kesal.

“Kenapa kau tadi menggendongku huh?” tanya Hayoung kesal, dengan sedikit berteiak. Baekhyun menghela nafas, ternyata Hayoung masih mempermasalahkan tentang hal itu.

Baekhyun menempelkan telapak tangannya pada kening Hayoung.

“Apa karena lukamu, sekarang kau jadi amnesia? Bukankah kau yang memintaku untuk menggendongmu?” balas Baekhyun, ia juga sedikit kesal sekarang. Gadis itu segera menepis tangan Baekhyun dari keningnya, mngerucutkan bibirnya tanda tidak setuju dengan ucapan Baekhyun barusan.

Gadis itu berposisi duduk di atas ranjang dan Baekhyun duduk di sebelahlnya. Baekhyun sedikit mendekatkan tubuhnya ke arah Hayoung dan menyibakan poni gadis itu. Hayoung sedikit menjauhkan tubuhnya karena ketakutan, entah kenapa ia jadi berpikir macam-macam tentang Baekhyun.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hayoung sedikit berteriak, gadis itu menyilangkan tangannya di depan dada.

“Menggigitmu.” Balas Baekhyun asal. Hayoung langsung melotot, namun gadis itu langsung menyadari sesuatu yang dingin dan sedikit perih pada keningnya. Entah sejak kapan tangan Baekhyun bergerak mengobati lukanya, bahkan sekarang Baekhyun telah menempelkan plester pada luka Hayoung itu.

“Selesai!” Baekhyun segera menjauh dari tubuh Hayoung, gadis itu seedikit tersentak lalu memegangi keningnya yang kini telah tertempel plester. Baekhyun segera mengembalikan obat-obatan itu pada tempatnya dan kemudian berjalan menuju pintu keluar.

“Baekhyun!” Baekhyun yang sedang memegang kenop pintu, segera berbalik ke sumber suara.

“Terimakasih.” Lanjut hayoung, terdengar singkat dan lirih. Entahlah mungkin Baekhyun tidak dapat mendengarnya.

Benar, Baekhyun mengernyit karena tidak mendengar ucapan terima kasih dari Hayoung itu.

“Apa yang kau katakan?” tanya Baekhyun memastikan, sebenarnya ia juga sedikit penasaran.

“Terima kasih! Apa kau puas?” Hayoung berteriak kesal, kenapa terdengar seperti orang yang sedang marah-marah?

“Bagaimana aku bisa puas, jika kau berterima kasih seperti memarahi seorang pencuri.” Balas Baekhyun tak kalah kesal. Hayoung mengambil nafas dalam dan membuanganya cepat. Baikllah, ia harus membuang jauh-jauh harga dirinya sekarang.

“Baekhyun-shi, gomawo.” Hayoung berusaha berbicara semanis mungkin, ia juga tersenyum lebar, yeah.. terlihat seperti dipaksakan memang. Sedangkan Baekhyun?

Laki-laki itu tersenyum puas melihat dan mendengarnya.

 

-o0o-

 

Baekhyun membuka pintu kamar kakaknya, menyembulkan kepalanya ke dalam. Kemudian ia menarik senyum lebar ketika mendapati seseorag yang tengah dicarinya sedang duduk manis di atas ranjang.

“Hyung! Apa kau tau dimana kunci motorku?” tanya Baekhyun, ia mendekat ke arah Chanyeol yang tengah sibuk dengan ipad-nya.

“Bukankah kau baru saja datang?” Chanyeol berbalik bertanya, terdengar datar, matanya tetap fokus dengan ipad ditangannya.

“Hei, aku tidak akan meminta jika kau tidak menyembunyikannya.” Balas Baekhyun, kali ini laki-laki itu melompat ke atas kasur. Sedikit ingin tahu dengan kegiatan kakaknya itu.

“Memangnya kau mau pergi kemana?” tanya Chanyeol, ia meletakan ipadnya di atas meja. Baekhyun mendengus, ia baru saja ingin mengintip isi dari ipad Chanyeol itu, tapi Chanyeol lebih dulu mematikannya.

“Tentu saja bertemu Sehun dan juga Jongin.” Balas Baekhyun sekenanya. Chanyeol tersenyum miring, ia tidak bisa begitu saja mempercayai ucapan adiknya itu.

“Bukan bersama gadis?” tanya Chanyeol memastikan. Ia berani bertaruh bahwa tebakannya itu benar setelah melihat perubahan mimik wajah Baekhyun.

“Itu bukan urusanmu! Cepat berikan kunci motorku!” desak Baekhyun, laki-laki itu mulai berkeliraan untuk menggeledah seluruh kamar Chanyeol, karena ia tahu kakaknya itu tidak akan pernah memberikan kunci motornya.

“Apa kau menyukai Hayoung?” pertanyaan Chanyeol berhasil membuat Baekhyun menghentikan kegiatannya. Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol.

“Memangnya kenapa? Apa kau menyukainya?” tebak Baekhyun, ia memandang kakaknya dengan penasaran.

“Kalau iya, memangnya kenapa?” balas Chanyeol asal, ia sengaja ingin mengetahui tanggapan dari Baekhyun. Baekhyun mengernyit, namun kemudian ia menyeringai.

“Tidak bisa! Hayoung itu milikku!” ujar Baekhyun tegas. Chanyeol turun dari ranjang dan mendekati adiknya.

“Apa ada sebuah hukum yang menyatakan kalau Hayoung itu milikmu?” tanya Chanyeol mengejek. Baekhyun mendengus kesal.

“Hyung! Berhentilah mengganggu hidupku. Maka, segeralah mencari pacar agar aku bisa hidup dengan tenang.” Ujar Baekhyun kesal, namun ia segera terenyum lebar setelah menemukan kunci motornya di salah satu laci meja.

“Aku tidak bisa mencari pacar dengan tenang, jika kau belum hidup dengan baik.” Balas Chanyeol tak kalah kesal, ia hanya dapat menghela nafas melihat Baekhyun telah menemukan kunci motornya.

“Baiklah hyung, teruslah menjomblo hingga seumur hidupmu! Akan mendukungmu!” ujar Baekhyun asal, ia segera berlari keluar dari kamar Chanyeol, setelah sebelumnya sempat tersenyum manis ke arah kakaknya itu.

Dimata Chanyeol, Baekhyun tetaplah adik termanisnya, ia sangat menyayangi adiknya itu. Tapi Chanyeol tidak habis pikir, diluar sana.. Baekhyun telah menjelma menjadi laki-laki yang jahat. Lalu apa yang harus dilakukan Chanyeol?

 

-o0o-

 

Hayoung melangkahkan kakinya dengan bahagia, gadis itu berjalan menuju kelasnya, ia memang sengaja berangkat pagi-pagi sekali. Entahlah, akhir-akhir ini gadis itu memiliki perasaan hati yang baik.

“Hei.” Tiba-tiba seorang gadis muncul di hadapannya saat ia baru saja duduk di kursinya, menyapanya. Hayoung mengernyit, namun ia segera membalas senyuman gadis itu.

Gadis itu mendudukan tubuhnya pada bangku di depan bangku Hayoung, namun ia memutar kursi dan juga tubuhnya hingga menghadap ke arah Hayoung.

“Aku Kim Min Hee, aku harap kita bisa berteman.” Ujar gadis itu dengan senyuman manisnya. Hayoung sempat terkejut, namun segera tersenyum manis.

“Aku Shin Hayoung, aku harap kita bisa berteman.” Hayoung mengulurkan tangannya ke arah gadis itu, dan uluran tangannya itu di sambut dengan baik oleh gadis di hadapannya.

 

-o0o-

 

Hayoung’s Pov.

Aku bersama teman baruku, maksudku Kim Min Hee, akan pergi ke kantin bersama. Benar, dia adalah teman pertamaku, padahal aku sudah bertahun-tahun sekolah di tempat ini, terserah kalian ingin memanggilku apa, aku tidak terlalu peduli.

Kim Min Hee adalah gadis yang enak di ajak bicara. Baiklah, dialah yang berbicara dan aku hanya mendengarkan. Gadis itu cukup humoris dan sukses membuatku tertawa-tawa sejak tadi. Kami terus saja mengobrol hingga sesuatu berhasil mengalihkanku.

Chanyeol dan Baekhyun ada di bangku kantin yang sama? Ini adalah pemandangan yang sangat langka. Walaupun mereka berdua adalah saudara, namun aku sangat jarang melihat mereka bersama saat di sekolah.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung menarik tangan Minhee untuk menghampiri Baekhyun dan Chanyeol. Baguslah gadis itu hanya menurut, maksudku tanpa protes yang berarti.

Aku segera mendudukan tubuhku pada kursi di hadapan Baekhyun. Baekhyun dan Chanyeol terkejut melihat kedatanganku, sungguh aku tidak peduli dengan keterkejutan mereka itu. Kemana Minhee?

Gadis itu tetap berdiri di tempatnya, aku segera menariknya agar terduduk di sebelahku. Kenapa aku baru menyadari sesuatu?

Minhee berhadapan dengan Chanyeol dan aku dengan Baekhyun. Tunggu, bisakah aku bertukar posisi dengan Minhe?

Baiklah, itu tidak penting sekarang.

Aku memandang aneh ke arah dua laki-laki di hadapanku, Chanyeol hanya tersenyum tipis ke arahku, sedangkan Baekhyun menatapku datar. Kulihat Minhee hanya menunduk sejak tadi. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?

“Kapan tepatnya kau kembali ke Korea?” suara Chanyeol berhasil memecah keheningan yang terjadi sejak tadi. Dan aku berani bertaruh bahwa pertanyaan sunbae itu bukan untukku. Tunggu, bukan untukku? lalu pada siapa?

Aku segera menoleh ke arah Minhee.

“Beberapa bulan yang lalu, Oppa.” Balas Minhee dengan suara yang terdengar manis.

Apa ini? Oppa apanya?

Sungguh, aku benar-benar syok mendengarnya.

“Rasanya sudah sangat lama, kita tidak saling bertemu.” Aku segera memandang Chanyeol dengan tatapan penuh tanda tanya. Jadi Chanyeol sunbae dan Minhee sudah saling mengenal?

“Benar.” Balas Minhee singkat. Aku memandang Minhee dan juga Chanyeol secara bergantian, semoga ada yang mengerti dengan pandangan ‘minta penjelasan’ ku ini. Namun pandanganku segera beralih ke arah makhluk yang terabaikan sejak tadi.

Baekhyun bersender pada kursinya, aku mendengarnya mendengus beberapa kali, ia juga terlihat bosan dan tidak nyaman. Karena sama-sama di abaikan, apa sebaiknya aku mengajak Baekhyun mengobrol?

Tiba-tiba ia melihat ke arahku, membuat pandangan kami saling bertemu. Namun aku segera mengalihkannnya ke arah lain. Ini pertama kalinya jantungku mendesir karena tatapan Baekhyun itu. Ini tidak bisa di biarkan!

“Baekhyun-ah, kau tidak ingin berbicara dengan Minhee?” suara Chanyeol kembali mengalihkan lamunanku, aku melihat ke arah Baekhyun. Baekhyun terlihat marah memandang Chanyeol, apa itu hanya perasaanku saja?

Baekhyun berdiri dengan kesal, sepertinya ia sedang menahan sesuatu, entahlah. Baekhyun segera meninggalkan kantin.

“Oppa, seharusnya kau tidak berbicara seperti itu pada Baekhyun.” Ujar Minhee, aku segera menoleh ke arahnya, di ikuti oleh Chanyeol. Aku dapat melihat Chanyeol memandang iba ke arah Minhee. Sungguh, aku ingin gila! Kenapa hanya aku yang tidak mengerti dengan ini semua?

 

-o0o-

 

Normal’s Pov.

Minhee mencoba berlari kecil, berkali-kali ia meneriakan nama ‘Baekhyun’, namun pemuda yang berjalan beberapa meter di depannya itu terlihat mengabaikannya.

“Baekhyun!” Minhee berhasil meraih lengan Baekhyun, gadis itu segera membalikan tubuh Baekhyun agar melihat ke arahnya. Hanya tatapan datar dari Baekhyun yang di dapatkan gadis itu.

“Baekhyun, bisakah kita bicara sebentar?” Minhee bertanya dengan nafas tersengal-sengal, mungkin karena ia harus berlari untuk mencapai Baekhyun.

“Aku tidak bisa.” Balas Baekhyun singkat, ia segera berbalik, berniat meninggalkan gadis itu. Namun Minhee sangatlah cepat, ia kembali membalikan tubuh Baekhyun dan segera memeluknya erat.

“Aku merindukanmu.” Baekhyun benar-benar terkejut mendapatkan perlakuan dan juga pengakuan seperti itu.

 

-o0o-

 

Hayoung melangkahkan kakinya keluar dari gedung sekolah. Suasana sedikit gelap, karena sekarang ini hampir malam. Tubuhnya terasa pegal karena duduk seharian, di tambah lagi mata pelajaran yang sangat tidak disukainya.

“Hayoung!” seseorang memanggilnya dan ia segera menoleh ke sumber suara.

“Sedang apa kau ada disini?” tanyanya saat sampai di hadapan Hayoung. Gugup kembali menyerang gadis itu.

“Aku baru saja menyelesaikan kelas tambahan, Oppa.” Bahkan saking gugupnya, Hayoung sampai memanggil laki-laki di hadapannya dengan sebutan ‘Oppa’.

Atau gadis itu memang tertular oleh Minhee, yang juga memanggil laki-laki itu dengan sebutan yang sama.

Laki-laki itu.. Chanyeol, terkikik geli mendengar Hayoung menyebutnya Oppa. Ia benar-benar ingin meledak dan tertawa sekeras-kerasnya. Hayoung segera kelabakan setelah menyadari kebodohannya.

“Maksudku Chanyeol sunbae!” Hayoung segera meralat ucapannya sebelumnya. Tapi terlambat, itu sudah dijadikan bahan tertawaan oleh Chanyeol. Hayoung merutuki dirinya sendiri, ia ingin menghilang sekarang juga.

Namun kegiatan mereka teralihkan, mereka berdua melihat Baekhyun dan Minhee keluar dari gedung dengan bersama-sama. Hayoung melongo dan Chanyeol melihatnya dengan pandangan penuh arti.

Minhee dan Baekhyun menghampiri Hayoung dan juga Chanyeol. Mata Minhee terlihat sembab karena usai menangis, sedangkan Baekhyun?

Laki-laki itu senantiasa menampilkan wajah datarnya sepanjang hari.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Chanyeol kuatir.

Tiba-tiba segerombol murid laki-laki dari sekolahan lain memasuki sekolahan mereka. Tidak hanya tangan kosong, segerombolan murid itu membawa senjata, seperti balok dan juga batu.

“Kemana penjaga sekolah? Kenapa mereka bisa masuk? Tanya Hayoung kebingungan. Ketiganya tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan gadis itu. Minhee mulai panik, Chanyeol juga tak kalah panik. Sementara Baekhyun? Mungkin hal ini biasa terjadi padanya saat ia bersama Sehun, Jongin, dan teman-temannya yang lain.

Tapi sekarang posisinya berbeda, sekarang ia bersama dua gadis. Apa mungkin ia akan menghalaunya hanya dengan Chanyeol saja? Lalu bagaimana dengan Hayoung dan Minhee?

Sekolahan telah sepi dan Baekhyun berani bertaruh bahwa tidak ada murid selain mereka di tempat itu sekarang.

Mau tidak mau ia juga mulai panik. Yang terpenting sekarang adalah, menyelamatkan diri.

 

-o0o-

Hayoung merasakan seseorang menyentuh kemudian menariknya untuk berlari pergi dari tempat itu. Gadis itu menoleh ke belakang dan melihat Chanyeol dan juga Minhee berlari ke arah yang berbeda dengannya. Namun pandangannya itu segera terhalau oleh beberapa orang yang sekarang mengejarnya. Sekarang tidak ada yang bisa dilakukannya kecuali menurut dan mengikuti Baekhyun yang sejak tadi menggenggam tangannya. Hayoung merasa sangat ketakutan sekarang.

Baekhyun dan Hayoung terdesak sekarang, di depan mereka terdapat pagar yang menjulang cukup tinggi, tidak ada waktu lagi jika mereka harus berbalik arah untuk keluar lewat pintu gerbang, terlambat sedetik saja mereka akan tertangkap.

Baekhyun membungkukan tubuhnya, sedangkan Hayoun melihatnya tidak mengerti.

“Cepat naik ke punggungku!” perintah Baekhyun sedikit berteriak, ia sangat panik sekarang.

“Tutup matamu!” balas Hayoung. Baekhyun mengernyit tidak mengerti.

“Apa kau tidak mengerti? Aku sedang mengenakan rok!” teriak Hayoung. Baekhyun menghela nafas kesal, namun pada akhirnya ia menurut juga, untuk menutup matanya.

 

.

.

.

TBC~

267 responses to “Oh Boy! [Chapter 3]

  1. Wah.. ini si minhee ma bekyun jangan sampe balikan wkwkwk
    Duh aku always suka kalo hayoung ma bekyun hahaha

  2. Msh gk percaya klo baekhyun bad boy wkwk
    tpi suka pas baekhyun sma hayoung, dan sifatnya baekhyun yg berbanding kebalik sma sifat aslinya/? Dingin.. jdi ngebayanginnya aneh aja tpi suka ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s