Autumn’s Twilight [7/?]

Autumn’s Twilight [7/?]

By : missfishyjazz

Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona

Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17

Inspired by : BoA – Between Heaven and Hell

Credit Poster : Yeonnia

[Teaser] [1] [2] [3] [4] [5] [6]

 

Bulan telah ada di pucuk kepala. Sang Ratu masih berjaga. Ratu duduk di balik meja rendahnya, meletakkan tangannya dengan begitu perlahan. Matanya menebar, menatap seisi ruangannya dengan seksama.

“Tidak apa, tidak apa mengorbankan diriku. Asalkan suamiku tak lagi terkhianati, asalkan kakakku tak lagi menjadi sasaran, asalkan Sandara unnie tidak menjadi boneka mereka. Tidak apa.” Serunya dalam hati. Dinding bisa mendengar, entah bagaimana rupanya. Jadi sekalipun hanya ada dia dan keheningan, Min Kyung hanya berujar pada dirinya sendiri.

 

Min Kyung mengingat memori beberapa tahun silam, ketika dirinya terjebak di dalam kerumunan orang yang begitu banyak ketika Heungbun[1]. Min Kyung yang tidak bisa melakukan apa-apa di depan orang banyak hanya terduduk di bawah atap toko norigae[2] yang akan segera tutup. Min Kyung ingin menangis ketika seorang wanita berjalan ke arahnya, pakaian wanita itu mirip pakaian seorang Mudang[3]. Wanita itu tersenyum begitu lembut ke arahnya.

“Aku tahu kamu tidak memiliki kekurangan itu,” wanita itu tersenyum lembut dan membiarkan Min Kyung menatapnya kaget.

“Tapi suatu saat, kau dan kekurangan yang kau gunakan akan menyelematkan Joseon. Kau dengan tanganmu dan orang yang sebentar lagi akan menemuimu akan melindungi raja, kakakmu, dan seorang wanita lagi.”

Setelahnya Mudang itu pergi. Membiarkan ia kembali sendiri dan merenung dengan segala ucapan yang sudah ia terima. Beberapa saat kemudian ketika Kim Nam Gil menjemputnya pun ia hanya menatap pria itu dengan raut mengandai.

Min Kyung tersenyum pahit, jadi perkataan Mudang waktu itu benar. Ia dan Nam Gil akan melindungi raja? “Orabeoni, maaf sudah meninggalkanmu dan akan menyusahkanmu. Orabeoni, aku berjanji jika kita bertemu di kehidupan yang berikutnya, aku akan menjadi gadis yang baik untukmu.” Min Kyung meraih sesuatu dalam getdong[4]-nya. Sebuah garakji dengan model yang tak jauh berbeda dengan yang ia beri pada Chaerin.

Garakji ini dimiliki oleh mendiang keluarga Kim Nam Gil, salah seorang menteri yang dulu di bunuh oleh kelurga terdahulu Park Hojo. Sepasang garakji itu sebenarnya hanya terlihat seperti garajki biasa, tapi salah satu di antaranya, yang Min Kyung berikan pada Chaerin beberapa waktu lalu, di dalamnya telah dipahat sebuah pesan rahasia. Pesan dalam bahasa tanah matahari yang di tulis terpisah pisah dan hanya bisa dibaca dengan mengarahkan cincin itu pada matahari atau cahaya yang cukup terang. Dan sejauh ini, yang Min Kyung ketahui, hanya ia dan Janggun Kim yang bisa membacanya.

Begitu melihat garakji berwarna biru laut itu, Min Kyung kembali teringat garakji merah yang pernah suaminya, Sang Raja, berikan untuknya. Warnanya merah, menyengat. Dari giok yang sangat langka adanya. Harganya pun pasti tak ternilai. Min Kyung mengusap cincin itu dengan sepenuh hati.

“Raja, maafkanlah aku atas semua kesalahan yang pernah dan akan aku buat. Aku berjanji jika aku tidak kembali kakakku, Im Yoon Ah, akan menjadi pendampingmu yang baik. Dan aku berjanji bila Dia berkehendak aku kembali, aku akan mengabdikan seumur hidupku untukmu. Hanya untukmu.”

 

Min Kyung meneteskan air matanya. Ia meringis dalam sedih. Ia baru saja belajar membuka hatinya untuk suaminya, tapi ia lupa bahwa membuka hatinya hanya membuatnya sulit meninggalkan pria itu. Pria itu terlalu baik. Terlalu lembut adanya. Dia pria yang menghargai Min Kyung yang ia ketahui keterbelakangan mental dengan kehormatan utuh.

“Maaf untuk tidak bisa memberikan Seja untukmu. Maaf. Jika dikehidupan selanjutnya aku boleh  memilih, aku akan memilih menjadi orang yang paling kau nistakan. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang kau cintai lagi, orang yang bisa membuatmu terlukai lagi. Aku memohon pengampunan padamu, Raja.”

Ia tidak pernah bermimpi akan dipilih Raja, tapi ia lebih tidak pernah bermimpi akan menyakiti Raja seperti ini. Ia tahu, setelah ia pergi nanti, Raja pasti akan merasa sedih. Merasa tersakiti.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Dalam ruang tertutup itu hanya ada dia orang yang kerab dipanggil rakyat sebagai Cheonha, kasimnya, dua orang berbadan besar dengan tangan merah yang mulai berdarah, dan seorang yang terduduk lemas dengan penuh darah.

“Katakan padaku, Janggun Kim!” Raja membentak sekali lagi. Dia berdiam cukup lama untuk melihat sahabatnya tersiksa oleh setiap pukulan, tendangan, bahkan sabukkan cambuk dari dua orang antek kemiliteran dingin yang ia utus.

“Maafkan saya Raja, lebih baik anda membunuh saya hari ini daripada saya harus memberi tahu siapa orang yang selama ini membantu saya.” Raja menggeram marah dan sekali lagi mengarahkan telunjuknya agar penyiksaan kembali diberikan kepada Janggun Kim. Sebagai Park Yoochun, ia memang tidak bisa melakukannya. Kim Nam Gil adalah sahabatnya, mereka bersahabat lama dan tidak mungkin ia menghadiahi persahabatan mereka dengan semua penyiksaan ini. Tapi sebagai Raja Myeongyoo yang agung ia tidak bisa tinggal diam, bawahannya yang tidak boleh menentangnya, kini menentangnya. Bahkan mengkhianatinya.

“Baik, jika kau memang tidak ingin mengatakannya. Aku tidak akan menyiksamu lagi, tapi aku akan memaksamu dengan cara yang lain,” Yoochun melirik Kasim Jung yang diam termenung. Kasim Jung maju dengan membawa segulung kertas berisi keputusan pribadi yang turun dari tangan Raja.

“Hanyang, Keputusan Pribadi Raja yang diberikan dalam legalitas kerajaan, 1754, dengan penandatangan langsung atas nama Raja. Dengan ini, dari penyelidikan dan penetapan raja dari ketentuan dan peraturan istana diputuskan bahwa Kim Nam Gil, dengan status kepala kemiliteran istana terbukti bersalah dengan melakukan pengkhianatan terhadap Raja dan Kerajaan. Daripada itu, atas penyalahgunaan nama serta pemalsuan identitas maka mantan Menteri Pekerjaan, Kim Gongjo, dengan identitas legal Kim Jung Min  beserta mantan Menteri Upacara, Jang Yejo dengan identitas legal Jang Suk Joo terbukti bersalah.  Seluruh garis keturunan mantan Menteri Pekerjaan dan mantan Menteri Upacara hingga titik ke-8 akan menerima Bae-so[5] ke daerah yang telah ditentukan sebagai ganti hukuman kerajaan yang seharusnya diterima mantan Menteri Pekerjaan dan mantan Menteri Upacara.” Kasim Jung menggulung kembali kertasnya dan mundur ke posisi awalnya. Raja hanya terdiam dingin, dalam hatinya ia merasa begitu kejam  telah memutuskan keputusan ini, tapi integritasnya sebagai Raja sekarang lebih dipertaruhkan.

Sementara itu Kim Nam Gil hanya terdiam. Ia mengabaikan sakit yang telah menusuk hingga tulang belulangnya. Ia memikirkan dalam benaknya mengenai hukuman ini. Hukuman itu, jika hanya ia saja, ia akan diam dan mengunci rapat semuanya hingga kematian menjemputnya. Tapi ia tidak bisa lagi seperti itu ketika sekarang ini semua menyangkut ibunya yang kini hanya tinggal bersama beberapa pelayan dan… Hwarang Jang. Ia tahu bahwa Hwarang Jang Wooyoung adalah keturunan ke-8 dari mantan Menteri Upacara, Jang Yejo. Hanya saja Wooyoung berusaha melupakan kenangan pahit tentang leluhurnya yang terbunuh dan ingin memilki kehidupan kemiliteran seperti mendiang ayahnya. Selain itu.. Jika Wooyoung ikut dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan bahwa adalagi orang yang tersakiti. Taeyeon, dayang itu. Sekalipun tidak langsung, Kim Nam Gil pernah melihat kedua orang itu berpapasan dan membagi tatapan penuh cinta yang hangat. Mereka nampak begitu serasi, mereka hanya perlu penunggu hingga Wooyoung naik jabatan menjadi kepala pelatihan hwarang tingkat satu dan Taeyeon menjadi kepala Dayang tingkat 4 hingga diperbolehkan menyatukan kisah cinta mereka.

Selain itu, ayah dan ibu Wooyoung yang pernah ia temui. Mereka dan kakak Wooyoung, Jang Nara adalah sebuah keluarga kecil bahagia yang tinggal di bawah bukit Yon-bul. Ia tidak mungkin memisahkan keluarga bahagia itu dalam pengasingan yang ada karena kecerobohannya.

Tapi ia… Ia tidak mungkin membeberkan siapa itu Mae Gamgaeg. Ia tidak bisa melakukan itu. Ia belum siap melakukannya. Cepat atau lambat ia akan menjadi salah satu musuh besar Fraksi Barat yang berusaha mereka jatuhkan bersama-sama. Dan Mae Gamgaeg pasti ikut terkena imbasnya. Mana yang harus ia pilih? Menyelamatkan Mae Gamgaeg atau menyelamatkan ibunya, Wooyoung beserta keluarganya, dan kebahagiaan Taeyeon?

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Park Hojo menekan nekan jarinya di lembaran kertas yang baru ia terima. Geum-eun gamgaeg, Sang Pendekar itu telah ia ketahui. Pendekar itu tak lebih dari kepala kemiliteran yang memang telah menjadi musuhnya karena loyalitasnya pada Raja dan Kerajaan. Dan kini pemuda itu benar-benar menjadi targetnya yang utuh, musuhnya yang nomor satu. Bersama rekannya yang belum ia ketahui. Yang sebentar lagi tentu akan ia ketahui. Park Hojo tersenyum penuh intuisi.

Raja Myeongyoo pasti akan memaksa Janggun Kim, sekalipun pemuda itu adalah sahabatnya. Dan ketika Raja Myeongyoo memaksa, dia akan menggunakan segala macam cara agar sang terdakwa memenuhi keinginannya. Dan ketika segala cara itu ada, maka keadilan bisa bernilai rendah dimata Sang Raja.

“Hitunglah Janggun Kim.. Hitunglah waktu kematian itu dengan tanganmu sendiri.”

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

 

Cheonha..” Kasim Jung sedari tadi berusaha mengajak Sang Raja berkomunikasi. Tapi tidak membuahkan hasil apapun. Tidak sama sekali. Rajanya justru hanya lebih banyak diam sejak meninggalkan Janggun Kim yang kini sedang dirawat tabib pribadi raja.

Rajanya menangis. Untuk pertama kali dalam hidup Kasim Jung yang panjang dan diabdikan untuk kerajaan ia melihat rajanya menangis. Yoochun tampak begitu lemah dalam tangisannya. Ia tampak begitu patah dan hancur.

Ia pernah melihat rajanya hampir menangis, itu pun karena kematian Ratu Dowager. Ibu yang sangat disayangi Yoochun. Yoochun beruntung memiliki ibu yang tidak picik yang justru sangat mencintainya. Padahal Yoochun adalah anak Ratu terdahulu, dan Ratu Dowager sendiri memiliki seorang anak. Park Shi Hoo yang kini menjabat sebagai pemimpin Fraksi Utara. Fraksi pendukung utama Yoochun. Tapi itupun hampir. Dan kini Yoochun benar-benar menangis. Seperti seorang pria yang ditinggal istrinya pergi selama-lamanya. Seperti itulah Yoochun sekarang.

“Kenapa harus dia.. Kenapa..”

[o]Autumn’s Twilight[o]

Sanghyun mendapati segulung surat berada di depan kediamannya. Tidak ada nama pengirim dan tidak ada yang tahu siapa yang mengirimnya. Penjaganya bahkan mengatakan tidak ada yang mencurigakan di sekitar rumah Sanghyun. Berarti surat ini bukan dikirimkan oleh sembarangan. Surat ini bisa dikirim oleh seorang Mudang sakti, atau bahkan.. pendekar yang tak akan bisa ia prediksikan kehebatannya.

“Kembang api akan menyamarak bintang di langit. Matahari tak sanggup menandingi. Api akan berkobar membakar Hanyang. Sang wanita yang menjadi pion akan terancam. Ia sendiri. Mohon terlindungi. Siapapun, keluargapun harus diperangi.

Sanghyun tertohok setelah membaca isi surat itu. Dengan kecerdasan yang diatas rata-rata ia bisa memahami isi surat. Ini.. Kembang api akan menyamarak bintang di langit. Matahari tak sanggup menandingi. Api akan berkobar membakar Hanyang. Ini Hanyang bukan Wanggug[6]. Ini adalah pesan kudeta. Kudeta besar yang akan menjadi sejarah besar Joseon. Kudeta yang akan mengincar Sang Ratu juga. Ia ingat sebuah perumpamaan tua yang mengatakan bahwa Ratu ibarat bulan atau kadang bintang dan raja adalah matahari.

Kudeta ini akan sangat besar, hingga Raja akan lengah dan melupakan keselamatan Ratunya. Kudeta ini memang dilakukan untuk mengalihkan konsentrasi Raja dari Ratu hingga dalang di balik semua kudeta itu akan menghancurkan Raja dari dalam. Sanghyun tahu betul Raja sangat mencintai Ratu-nya. Tapi kenapa Raja bisa sampai mengalihkan perhatiannya dari Ratu? Ada apa yang membuat Raja bisa melupakan Ratu-nya jika Raja sangat mencintai wanita itu? Bahkan cinta untuk Selir Sookbin-pun kalah.

Sanghyun melanjutkan pandangan matanya. Melihat deretan kalimat selanjutnya.

Sang wanita yang menjadi pion akan terancam. Ia sendiri. Mohon terlindungi. Siapapun, keluargapun harus diperangi.

 

Sang wanita yang menjadi pion akan terancam. Siapapun pengirim surat ini, Sanghyun yakin dia adalah orang dalam. Orang ini tahu bahwa kakaknya hanya pion yang sengaja diletakkan Fraksi Barat untuk setidaknya mengamankan keturunannya di dalam istana. Tapi yang Sanghyun kagetkan adalah ‘pion akan terancam’. Apa kudeta itu nanti akan menyebabkan posisi kakaknya terancam? Apa kudeta itu akan dilakukan Fraksi Barat namun berhasil dikuak Raja hingga Fraksi Utara nantinya akan berusaha menyingkirkan bibit bibit Fraksi Barat di dalam istana?

Ia sendiri. Ada seseorang yang akan menyingkirkan Chaerin. Itu yang langsung ia ketahui. Ada orang yang akan langsung menyudutkan gadis itu hingga Chaerin terpaksa tak sanggup membantu. Entah itu membantu kakaknya atau membantu kerajaan. Tapi besar kemungkinan bahwa ‘Ia sendiri’ di sini justru karena Chaerin akan menjadi salah satu pion kudeta itu. Tidak. Bukan ia menuduh Chaerin sebagai bagian kudeta, tapi Chaerin yang akan menjadi salah satu kunci peristiwa yang Sanghyun yakin berhubungan dengan kudeta ini.

Mohon terlindungi. Sandara butuh perlindungan. Setelah ia sendiri, ia harus dilindungi. Dan Sanghyun langsung tahu, orang yang mengirim surat ini padanya berusaha mengirimkan sinyal agar Sanghyun berusaha melindungi kakaknya. Dan Sanghyun pasti akan melakukan itu. Sanghyun akan melindungi kakaknya. Apapun yang terjadi. Apapun akan ia lakukan, termasuk nanti bergabung dengan politik istana yang kotor. Demi kakaknya yang tersiksa selama ini menjadi pion yang selalu diperdaya.

 

Siapapun, keluargapun harus diperangi. Dan Sanghyun langsung tahu. Ayahnya. Ayahnya yang akan menyebabkan kakaknya sendiri. Itu artinya bendera perang langsung akan ada di antara dia dan ayahnya. Tidak Ayah, tidak jika ini berhubungan dengan kakakku.

[o]Autumn’s Twilight[o]

Min Kyung mendapat panggilan itu. Panggilan saat-saat genting yang ia biasa ia terima dari Janggun Kim. Tapi ia tidak tahu kenapa dadanya berdatak begitu kencang. Ada yang tidak benar dari panggilan hari itu. Ada yang tidak benar.

Ketika Min Kyung hendak beranjak dari tempatnya, entah kenapa garakji merah yang selama ini berada baik-baik saja di jarinya tergelinjir dan jatuh. Padahal di awal ia memakainya ia yakin cincin itu seperti terbuat untuknya karena sangat pas.

Cheonha.. Tolong katakan padaku apa yang terjadi.”

[o]Autumn’s Twilight[o]

Dalam kedipan mata mungkin seseorang tak bisa melihat apa yang terjadi, tapi bagi orang yang terlatih untuk melihat perubahan sekecil apapun dalam waktu singkat, Yoochun bisa melihatnya. Ia menempatkan aktornya di bawah temaram rembulan dalam posisi tertelungkup. Baju Sang Aktor sengaja disobek compang camping bahkan demi nyatanya pemeranan kali ini seorang pengawal Yoochun terpaksa menghajar beberapa bagian tubu Aktor yang memang belum sembuh benar hingga lukanya membuka kembali dan berdarah.

Tidak sampai beberapa detik setelahnya sosok yang serupa dengan aktor itu sampai tak jauh dari posisi yang telah ditargetkan. Sosok itu baru saja melompat dari salah satu genting dan jatuh tanpa terluka sedikitpun dengan kaki tertekuk dan tangan kiri sebagai landasannya. Yoochun bahkan tidak tahu bahwa sosok itu jauh lebih hebat dari yang ia perkirakan. Padahal selama ini aku merasa begitu mengenalmu, mengenal tubuhmu, mengenal dirimu, tapi aku salah. Kau benar-benar membuatku merasa bodoh.

 

Sosok itu bergerak lambat-lambat dan mengamati sekelilingnya. Ia bisa saja bergerak secepat pergerakkannya tadi, apalagi temannya kelihatan terluka parah, tapi ia harus menahannya. Ia sudah merasa ada yang tidak beres dari tadi, dia tidak mau ada hal-hal di luar perkiraannya yang terjadi.

Orabeoni..” Suara itu menyelip di udara. Menyadarkan kesadaran aktor yang nyaris hilang karena menahan sakit di sekujur tubuhnya dan dinginnya malam dengan baju yang nyaris tak berbentuk.

Eghh..” Sang Aktor mengerang, menahan sakit di tubuhnya untuk gerakkan sekecil apapun. Seluruh sendinya seperti dilepaskan dan tulang-tulangnya diremukkan. Sama sakitnya dengan siksaan beberapa hari lalu yang ia terima.

Orabeoni, apa yang terjadi padamu sampai seperti ini?” Tapi Aktor itu tidak mengeluarkan suara apapun. Aktor itu menatap teman seperjuangannya dengan tatapan bersalah. Ia tidak menyangka akan memutuskan bahkan mengkhianati jalinan yang mereka miliki hingga seperti ini. Ia dulu yang berjanji akan selalu ada bersama Sosok itu dalam keadaan apapun, ia dulu yang berjanji akan selalu menyodorkan bahunya jika Sosok itu membutuhkan tempat untuk bersandar, dan ia juga yang dulu berjanji akan mengulurkan tangannya jika Sosok itu membutuhkan pertolongannya. Tapi janji itu ia ingkari dengan sebuah pengkhianatan menjijikkan.

“Maafkan aku..” Suara Si Aktor terdengar begitu rendah, dalam dan penuh penyesalan. Jika ini tidak menyangkut banyak orang yang menyangkut orang lain juga ia tidak akan mengorbankan sahabatnya. Pengkhianatan ini adalah harga mati pada harga dirinya.

Orabeoni apa yang kau katakan? Apa yang salah denganmu?” Sosok itu berusaha meraih tubuh Sang Aktor tapi tubuh Aktor itu menjauh membiarkan sisi lain cahaya bulan semakin menutupi wajahnya. Ia sudah tidak memiliki wajah apapun untuk layak menatap Sosok ini.

“Aku mohon maafkan aku, Junjeon mama..

Orabeoni! Apa yang kau katakan?! Apa maksudmu?” Benar dugaan Minkyung, orang yang menjadi Sosok itu bagi Sang Aktor. Ada yang tidak beres. Bau keganjilan terus menyengat di hidungnya.

“Ampunilah aku, Junjeon mama. Kau boleh memberikan hukuman mati setelah ini padaku. Ampuni aku, Junjeon mama.

Ora—” Perkataan Minkyung tertelan di udara begitu ia bisa melihat bayangan selain bayangan rembulan yang berada di atasnya yang melintang sampai ke tubuh Janggun Kim yang terkapar. Minkyung tahu untuk apa pengampunan yang Janggun Kim inginkan darinya sekarang. Janggun Kim telah melakukan kesalahan besar. Dia mengkhianatinya.

Bughh!! Tubuh Minkyung langsung tergeletak persis dihadapan Janggun Kim yang rasa bersalahnya sudah sampai ke ubun-ubun.

“Terima kasih untuk kesetiaanmu, Janggun Kim.” Janggun Kim mengangkat kepalanya, ini bukan suara Cheonha. Dan dugaannya terbukti benar ketika ia bisa melihat bayang-bayang Park Hojo-lah yang berdiri di sana, bukan sosok Yoochun. Namun ia tak sanggup melawan begitu beberapa tangan langsung menghajarnya habis-habisan.

[o]Autumn’s Twilight[o]

Cheonha!” Kasim Jung rela setelah ini kepalanya digantung di alun-alun tapi ini benar-benar keadaan darurat. Ia benar-benar terpaksa menyentak rajanya yang masih tertidur karena pengaruh obat. Semalam Yoochun ditemukan terkapar di sebuah kawasan perkumpulan penduduk, lengkap dengan Janggun Kim yang terlihat lebih mengenaskan. Ia bahkan belum sadar sampai saat ini. Yoochun hanya mengalami luka kecil di kepalanya sehingga ia hanya perlu diberi obat tidur selama dua hari penuh. Tapi ternyata memberi obat Yoochun selama itu sementara Janggun Kim sama terlukanya bukan ide yang bagus.

Yoochun sudah menegakkan duduknya dan melihat Kasim Jung yang berusaha menahan kecemasan yang nampak jelas di matanya.

“Apa yang terjadi? Dan..  Arghh.. Dimana Minkyung? Dimana Junjeon mama?” Bunuhlah aku Dewa! Kasim Jung menelan ludahnya dalam-dalam dan mengutuk karena tak ada satupun menteri yang mau membantunya menghadapi Cheonha sekarang ini.

“Kasim Jung.. Katakan padaku dimana istriku dan apa yang terjadi?”

Cheonha, maafkan hamba. Junjeon mama menghilang dan—”

“APA YANG DILAKUKAN SELURUH PENGAWAL DI DEPAN PAVILIUN BO-GYEONG JIKA TIDAK MAMPU MENCEGAH SEORANG RATU MENGHILANG?!” Yoochun menggeram marah, ia melempar selimut yang sebelumnya melingkupi tubuhnya sampai Kasim Jung dengan terpaksa menyeruduknya dan membuatnya terduduk kembali.

“Kau?!” Yoochun benar-benar tidak percaya pada Kasim Jung yang berani mendorongnya bahkan menyentuhkan tubuhnya pada tubuh suci seorang Cheonha sepertinya.

“Maafkan hamba, Cheonha boleh menghukum hamba tapi hamba mohon dengarkan dulu semua yang seharusnya Cheonha dengar.” Kasim Jung mengambil posisi berlutut di hadapan Yoochun dan mulai mengingat semua hal yang harus dia katakan.

“Dua hari yang lalu seorang petugas patroli menemukan Yang Mulia pingsan dengan luka hantaman keras di bagian keras. Selain itu juga ditemukan Janggun Kim dalam keadaan terikat dan luka parah.” Yoochun ingat itu. Dia merutukki kebodohannya saat itu yang sangat ingin menangkap basah istrinya sebagai Mae-gamgaeg.

“Kami tidak berhasil menemukan siapa pelakunya, orang yang melakukan penyerangan itu hanya meninggalkan pesan ini,” Kasim Jung mengambil gulungan kertas yang sedari tadi digenggamnya, kertas itu bisa saja hancur jika Kasim Jung merematnya dalam genggamannya lebih lama lagi.

Kusisakan satu untukmu, anakku. Sudah waktunya matahari berganti sinarnya.”

“Kami tidak mengerti itu adalah sebuah pesan penting sampai tadi pagi garis pertahanan Hanyang di serang segerombolan orang. Dengan ikat kepala merah bergambar..”

“Lambang daun fuki. Daun yang selalu tumbuh dengan cepat di musim semi. Dan musim semi adalah lambang Dewa pelindung Barat, Dewa yang dipuja Fraksi Barat.” Yoochun meremas kertas digenggamannya. Mertuanya tahu hal yang sama dengan dirinya, bahwa istrinya adalah Sosok yang begitu mendapat sorotan saat ini. Dengan lengahnya ia pada Minkyung, Fraksi Barat menculik Minkyung untuk menggerogotinya dari dalam.

Yoochun berdiri, mengambil jubah kerajaannya dan segera memasang perlengkapan Raja lainnya. Ia harus mengumpulkan semua orang yang masih setia padanya segera.

“Panggil seluruh menteri dan pejabat istana yang masih mau tinggal bersamaku ke Geunjeongjeon[7].”

“Baik Raja.” Kasim Jung membungkuk hendak melaksanakan perintahnya sebelum Rajanya memanggilnya sekali lagi.

“Cepat atau lambat Gwanghwamun[8] pasti akan dikuasai oleh para pemberontak. Kirim pasukkan Kim Youngwoon untuk mengantisipasinya. Katakan pada Hwang Chansung juga bahwa aku mempercayainya untuk menggantikan Janggun Kim sementara waktu untuk mengatur strategi pertahanan. Perketat pasukkan di Heungnyemun[9]. Turunkan pasukkan tingkat dua dan empat ke sana.”

“Baik Raja.” Kasim Jung sekali lagi membungkuk, menunggu perintah selanjutnya, Raja jika sudah sekali berpikir pasti akan terus berpikir tidak membiarkan siasat sekecil apapun luput dari otaknya.

“Amankan Selir Sookbin, Selir Gui-In, Chanyeol, dan Bo Young ke Jagyeongjeon[10], bilang pada dayang yang berjaga ini adalah perintah raja. Berikan barisan pertahanan Lee Jonghyun untuk melindungi Jagyeongjeon. Gunakan pasukkan Lee Minho untuk menemukan Junjeon.

“Baik Raja.” Jagyeongjeon adalah salah satu tempat suci di Istana selain paviliun raja, takhta dan kuil. Tidak boleh ada yang melakukan penyerangan ke tempat-tempat tersebut kecuali mereka telah menguasai takhta raja.

“Kita berikan apa yang mereka inginkan” Kasim Jung terperangah begitu Yoochun selesai menyiapkan dirinya. Ternyata Yoochun membatalkan niatnya menggunakan atribut raja dan langsung memakai atribut perang. Ini benar terjadi.. Hal yang selalu berusaha dihindari siapapun penguasai negeri…

Kudeta.

.TOBECONTINUE.

Dictionary :

  1. Heungbun                  : Festival kembang api
  2. Norigae                      : Digunakan bersama Hanbok, diikatkan pada tali yang terdapat di bagian dada hanbok.
  3. Mudang                      : Dukun
  4. Getdong                      : Bagian lengan pada Hanbok, tempat menyembunyikan atau menyembunyikan suatu benda pada hanbok.
  5. Bae-so                        : Diasingkan dari kerajaan
  6. Wanggug                    : Kerajaan
  7. Geunjeongjeon        : Tempat berkumpulnya raja dan orang-orang penting
  8. Gwanghwamun         : Benteng pertahanan di pinggiran Seoul.
  9. Heungnyemun         : Benteng kedua pertahanan di Seoul terletak di sekitar istana.
  10. Jagyeongjeon           : Paviliun Ratu Dowager

FINALLY! Akhirnya cerita ini bisa berlanjut. Setelah usaha keras mengembalikan semua ide yang dibutuhkan. Fuhh.. Fuhh.. Saya maklum aja sih kalo udah banyak yang lupa sama cerita ini.-. hehehehe.

Part selanjutnya saya usahakan secepatnya ya. Soalnya saya lagi on fire setela setumpuk ujian. Hehehehe. Tapi masih usahain ya. Karena nyari materi untuk tiap part aja butuh sehari dua hari belum nyusunnya hihihihi.

Untuk perhatiannya dan komen dan like yang akan kalian berikan saya sebagai author sangat berterima kasih ^^ selamat berjumpa di part berikutnya ^^

Advertisements

9 responses to “Autumn’s Twilight [7/?]

  1. Aaaaa, deg degaaan, gimana yah nasib mingkyung
    Jangan bilang dia gugur ._.
    Mingkyung itu partnernya nam gil kan thor?

  2. Setelah berhari – hari, enggak, berbulan – bulan nunggu. Akhirnya Autumn’s Twilight di update.
    Buat Missfishyjazz-san, jangan lama – lama updatenya^^
    Keep write~ :)))

  3. Saeguk hwanjong daebaaaaak~
    Author-niiiim
    Berat ya bikin saeguk, gila kalo yg belum pernah nonton saeguk, agak susah ngebayanginnya
    Weh weh walaupun masih cetek pengetahuan ttg drama saeguk, aku suka kuks, dan ini sepertinya ff beraliran saeguk satu2nya *iya ga sih?* entahlah
    Agak kesulitan ngebayangin yong 51tahun
    Bagusnya sih ya, ditambahin gambar aja , emm agak rada telat sih, tp bs ngebantu reader *kalo author mau bantu* wkwkwkwkwk
    Agak sedikit ngacak, tdnya ga ngeh gaeg…blah blah itu janggun kim, tp pas baca kebut akhirnya baru ada flashback nya , tp disitu letak menariknya, jd berasa main teka-teki
    Yoo thor~ #keepwritinghwaiting

  4. konfliknya bikin tegang
    min kyung diculik ?
    minkyung keren ya jadi partnernya nam gil
    keep writing ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s