The Reveal

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

ff-revral

Title : The Reveal

Author : Lee Hanna

Cast : Im Yoona, Lee Donghae, Seo Joo Hyun, Victoria

Genree : Romance, Family, Friendship

Lenght : Two Shoot (+3600 words)

Note : sebelumnya terima kasih kepada author yang sudah mau ngepost ff ini n_n

Mungkin kalian pernah membaca ff ini di blog saya www.yoonhaeworld.wordpress.com tapi jangan heran jika blog itu sudah tidak ada lagi karena sudah pindah ke www.storyofoonhae.wordpress.com 🙂

Dan buat yang belum pernah baca, jika tidak suka dengan cast nya, anggap saja si cewenya itu kamu heheehe :——3

 jangan lupa RCL ya 🙂 hehee~

semuanya Yoona POV

 

The Reveal

 

“apa masih ada juga yang namanya reuni SD?” Ucap ku sambil meletakkan brosur itu di dalam lokerku dan menutupnya kasar

“kau harus datang Calista Im” ucap seseorang yang sontak membuatku kaget kemudian membalikkan tubuhku menatap wajahnya. Sesegera mungkin aku mengatur ekspresiku

“ini bukan acara wajib dalam sejarah hidupku” ujarku dan sedikit tersenyum “aku juga tak akan mati jika aku tidak pergi ke sana” aku berjalan meninggalkannya yang masih setia menatap lokerku

“Im Yoona!” Panggilnya, Ia memanggilku tanpa ada seorang pun tau siapa yang Ia panggil. Seketika saja langkah kakiku terhenti, jantungku berdegup kencang dan bulu romaku berdiri bahkan mulutku kelu untuk sekedar berkata kata. Apa yang baru saja ku dengar, apakah bajingan itu yang mengatakannya?

~The Reveal~

“nona Im” ucap seseorang. Aku berjalan kearahnya yang tersenyum padaku. Sedikit sulit karena aku harus mendongakkan kepalaku karena perbedaan tinggi kami.

“kau masih sangat muda untuk membuat keputusan ini. Apa kau yakin?” Tanyanya sambil mengelus kepalaku pelan

“nde, aku yakin, Eomma” ucapku manis. Untuk pertama kalinya aku memanggilnya Eomma dan Ia berjongkok di hadapanku

“Eomma? Kau manis sekali” pujinya sambil membenarkan dasiku

“kehidupan ku yang baru akan tiba, maka aku harus merubah segalanya menjadi baru”

“baiklah, Yoona. Ani, maksudku Chalista”

~The Reveal~

“kau kaget?” Tanyanya sembari berjalan ke hadapanku. Baiklah, bersikap lah normal Calista.  “sepertinya ada yang kau sembunyikan. Apa itu? Namamu? Atau masa lalumu?” Aku tidak tau bagaimana kakunya wajahku saat ini. Yang benar saja! Aku menatapnya datar dan sedikit tersenyum padanya

“apa maumu?” Tanyaku tanpa menggerakkan sedikit gigiku

“datanglah ke acaranya” ucapnya lalu melangkah mendekatiku “chingu” ucapnya saat tepat di telingaku, Ia kemudian berjalan dengan menabrak ujung pundakku. Sialan.

Aku menggigit bibir bawahku dan menutup mataku untuk beberapa detik, kemudian kembali melangkahkan kakiku menuju kelas. Ayolah Calista, Ia mengetahui semuanya dan aku yakin Ia punya alasan dan niat buruk untuk aku harus menghadiri reuni itu. Aku tidak boleh mengikuti apa kata nya.

Di satu sisi aku mengatakan hal seperti itu, tapi di sisi lain apa aku ingin semuanya terbongkar? Seorang Im Yoona yang dianggap sebagai debu di sana bahkan kehadiranku pun tidak terlihat akan terulang kembali. Apa mungkin aku kembali ke lingkungan teman teman lamaku?

Ayolah, acara itu tidak buruk juga. aku bukanlah lagi Seorang sampah. Hanya saja aku harus membiasakan diriku disana sebagai Im Yoona, bukan Calista.

~The Reveal~

 “aku tidak mau” ucapku tegas saat permintaanya baru saja terdengar di telingaku “masukkan juga puding strawberry, ku dengar Ia menyukainya” ucap yeoja paruh baya itu tanpa merespon penolakan ku . Ia berdiri dan mengambil beberapa map di lemari buku yang terletak di belakangnya

“aku punya kesibukan lain, ” ucapku. Namun tetap tak ada respon darinya dan ini benar benar membuatku kesal

“eommonim” pekikku

“Eomma tidak mau ia membatalkan pertunangannya hanya karena ini. Bersikap baiklah padanya,” ucap Eomma lalu meraih handphonenya

“nde yeobo. Aah, keure” Ia mulai berbincang dengan handphonenya dengan suara yang lemah lembut, berbeda saat Ia berbicara padaku tadi. Ia memang Ibu ku, Ibu tiri lebih tepatnya, di usiaku yang ke sebelas tahun, Ayah harus menikahinya untuk merawatku. Bermula saat perusahaan Ayah bangkrut dan mereka menikah. Segalanya beurbah sesuai perencanaan kenapa mereka menikah.

Aku meninggalkan ruangan ini dan tanganku berhenti untuk membuka engsel pintu saat yeoja itu bergumam lagi “Ayahmu dan aku juga menikah karena bisnis. Tapi kami masih bertahan bukan?”

~The Reveal~

Aku turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobilku pada petugas yang sudah menyambutku. Mataku masih menatap lurus kedepan menatap pintu masuk perusahaan besar ini. Aku benar benar akan menjadi seorang ratu jika aku menikahi namja itu. Sudah tujuh bulan kami bertunangan. Namun Ia selalu sibuk dengan perjalanan bisnisnya, kursusnya di luar negri dan segala macam kesibukan.

Aku melangkahkan kakiku memasuki kantor besar ini. Terpampang jelas di tembok yang menghadap ke pintu masuk nama perusahaan ini, ‘GK Group’

Disini aku sekarang. Dan aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul tujuh malam. Ada waktu sekitar satu jam lagi sebelum datang ke acara itu

“nona, lift ini hanya digunakan untu-” kata kata yeoja itu terhenti “mianhamnida” Ia langsung membungkukkan badannya begitu mmenyadari lawan bicaranya dan mempersilahkan ku masuk ke lift khusus untuk Presdir.

Sepertinya sudah banyak yang mengetahui siapa aku di sini.

Aku membuka pintu ini dan terlihat namja itu sedang membenarkan jasnya. Seulas senyum tak lepas dari bibirnya saat melihat tampilannya dalam pantulan kaca. Ia menoleh padaku saat menyadari kehadiran seseorang di ruangannya. Wajahnya berubah datar seketika.sedetik kemudian Ia tersenyum kaku padaku

“kau datang?” Tanyanya

“nde” aku berjalan ke meja kerjanya dan meletakkan kotak makanan yang ku bawakan untuknya

“tumben sekali kau membawakannya untukku. Ada sesuatu yang kau ingin aku lakukan?” Tanyanya sarkatis. Aku berjalan kehadapannya dan membantunya merapikan dasinya. Ia lebih tua empat tahun dariku.

“seperti halnya pertunangan kita. Aku mengantarkan bekal ini untukmu, Lee Donghae-ssi” ucapku datar. Ia menatapku sama halnya dengan caraku menatapnya setelah selesai dengan dasinya. Kedua tangan namja itu masih setia berada di kedua kantung celananya. Sedetik kemudian Ia mengecup bibirku

“kau terlihat cantik malam ini” ucapnya. Percuma saja Ia mengatakan pujian itu jika aku tidak meresponnya karena terlalu shock dengan perlakuannya “mau kemana? Kencan? Atau sengaja begini hanya untuk menemaniku makan?” Ia melangkah menuju meja kerja nya dan membuka kotak makan yang ku bawakan tadi “kuharap kau yang membuat makanan ini”

“apa kau mau ikut… denganku?” Tanyaku padanya “aku di undang ke sebuah acara. Aku yakin semua temanku membawa pacar mereka dan a-“

“kapan? Sekarang?” tanyanya yang memotong langsung pembicaraanku. Aku menatap matanya. Sebaiknya tidak perlu. menggandengnya sama saja dengan memperkenalkannya ke masa lalu ku. Ia tidak perlu tau masa laluku. Ia tidak perlu tau nama ku yang dulu, bagaimana teman temanku dan sebagainya. Mereka bisa saja melecehkanku nanti dan aku tidak mau Donghae melihat itu semua

“tidak. Nikmati saja makanmu” ucapku “aku punya kesibukan lain saat  ini. Makanlah bekalnya dan aku akan menjemput kotak makannya jam sembilan nanti. Lagi pula, selera makanku sudah hilang” ucapku lalu melangkahkan kakiku keluar dari ruangannya. Tanganku masih mengepal dan entah kenapa  jantungku masih saja berdegup kencang. Aku takut akan menunjukkan sikap ku yang sudah dapat di bilang salah tingkah ini jika terus bersamanya di dalam ruangan itu.

~The Reveal~

Aku menarik nafas panjang dan keluar dari mobil ini. Sebuah pintu besar dengan dua orang bodyguard di kiri kanannya. Salah satu dari mereka menghampiriku dan menerima kunci mobilku untuk di bawa ke lapangan parkir. Sementara aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam pintu yang di kelilingi oleh lampu kelap kelip itu.   Ini seperti mesin waktu. Apa aku kembali saat semua biasa saja atau saat semua menganggapku sampah?

Semua mata tertuju padaku saat ini. Tentu saja, Seorang Im Yoona menghadiri sebuah acara dimana ingatannya akan kembali di putarkan oleh kenangan kenangan buruk di masa lampau. Sounds great on this hell party.

“Im… Yoona?” Tanya seseorang padaku,

“Im Yoona, nyalimu cukup besar juga datang kesini”

“kau Im Yoona? Apa undangan itu sampai ke tempat seperti mu?”

“Im Yoona, dimana kau tinggal saat ini? Aku sangat merindukanmu” ledeknya

“Im Yoona, kau tumbuh dengan baik” celoteh celoteh mereka kurang lebih masih sama seperti yang dulu. Panik. Itu yang kurasakan saat ini. Aku merasa seperti de javu saat semua siswa mengerubuniku dan menanyakan ku

“kau menipu kami?”

“kau bukan anak orang kaya, dasar picik”

“kau kira kau siapa? Lihatlah, kau tidak pantas menggunakan pita cantik ini”

“kau mau melaporkan kami pada Ibumu? Oh iya, dia sudah tidak ada”

“atau Ayahmu? Uuh, kami takut akan mati olehnya”

“baju siapa yang kau pinjam? Lihatlah, Ia mengenakan jam limited edition yang hanya ada 50 di dunia ini” ucap seseorang “kau pasti meminjamnya dengan sangat mahal bukan?” Aku menoleh ke sumber suara. Ia, Seohyun. Aku tidak tau apa yang merubahnya saat satu sekolah mengetahui orang tuaku bangkrut dan aku jatuh miskin. Sejak saat itu Ia menjauhiku. Ia tidak ada di sampingku saat aku di kucilkan oleh teman sekelasku. Sejak saat itu aku mengetauhi, tidak ada yang namanya sahabat sejati di dunia ini kecuali jika Ia menginginkan sesuatu darimu.

“Seo. Orang tuaku bangkrut dan aku harus pindah ke rumah yang sepuluh kali lebih kecil dari rumah ku semenjak Ibuku meninggal. Mereka bilang, Ibuku dibunuh”

“benarkah?”

“iya. Rahasiakan ini ya. Aku tidak mau teman teman sekelas mengetahuinya. Kau masih mau berteman dengan ku kan?”

“tentu Yoon. Kau akan menjadi temanku selamanya”

“kau datang?” Ucap seseorang. Aku menatapnya yang tersenyum padaku. Victoria. Orang yang memaksaku datang tadi pagi. Lebih tepatnya mengancamku

“kau mengenalinya vic?” Tanya Seohyun

“tentu. Aku dan Yoona satu sekolah” ucapnya dan sontak saja semua orang yang melecehkanku tadi tercengang mendengar pengakuan dari Victoria.

“kau sekolah di Vord High School?”

“apa aku terlihat seperti bersekolah di sekolah negri?” Ucapku sinis kemudian meninggalkan mereka. Aku tersenyum penuh kemenangan saat meraih segelas minuman yang telah di sediakan. Victoria juga melakukan hal yang sama denganku.

“apa aku perlu mengucapkan terima kasih?” Ucapku sambil tersenyum kearah nya

“tidak. Tujuanmu kesini bukan untuk menyelesaikan itu. Tapi untuk ini…” ucapnya sambil mengalihkan tatapannya. Aku mengikuti arah pandangannya dan melihat Seohyun dengan Seorang namja sedang bercengkrama. Mereka tertawa bersama dan sang namja merangkul pinggang Seohyun.

 “oh, bagai mana ini. Bukankah aku mengenali namja itu? Wajahnya tampak tak asing. Apa mereka pacaran? Lihatlah mereka terlihat sangat dekat” ucap Victoria Seolah mengejek. Sialan!

Tanpa pikir panjang, aku segera berjalan menuju namja itu. Benar, dia orang yang ku kenal, Lee Donghae. Tanpa menyadari kehadiranku yang ada di belakang mereka, mereka berdua terlihat sangat dekat. Bahkan beberapa kali Donghae mendekatkan wajahnya ke pipi Seohyun dan berbisik.

“oppa, mau ku perkenalkan dengan chinguku?” Tanya Seohyun lalu berbalik dan sedikit kaget begitu melihatku

“apa yang kau lakukan eoh?” Tanyanya dan sedetik kemudian namja itu berbalik untuk melihat lawan bicara yeoja chingunya itu

“apa kau menikmati pestanya?” Tanyaku dan mencoba tersenyum padanya meski aku tau mataku tetap menatapnya sinis. Aku menumpahkan minumanku ke jas namja itu dengan sengaja “ups. Aku menumpahkanya. Apa aku perlu meminta maaf?” Tanyaku. Aku yakin Ia masih terdiam seribu bahasa saat melihatku.

“yak! Im Yoona!! Apa yang kau lakukan?!!!” Pekik Seohyun lalu membersihkan jas Donghae

“aku kira akan menghabiskan acara ini hingga akhir. Tapi seleraku benar benar hilang” ucapku lalu beranjak pergi

“kita perlu bicara” ucap donghae kemudian menarik pergelangan tanganku paksa dan dengan keras aku menghentakkannnya hingga tangannya terlepas dari pergelangan tanganku

“nuguseyeo ahjussi?” Tanyaku sambil menatap matanya dalam kemudian melangkahkan kakiku pergi dari sini

~The Reveal~

 “aku benar benar menikmati drama nya tadi malam” ucap seseorang dan aku yakin itu Victoria yang menghampiri mejaku. Aku tak menghiraukan ucapannya dan berdiri dari mejaku. Bel pulang baru saja berbunyi dan aku berjalan ke sebuah meja di kelas ini

“apa tidak ada sekolah lain untuk kau kunjungi, siswa baru?”Tanyaku pada seseorang yang baru saja masuk ke sekolah ini, siswa pindahan

“aniya” Ia berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan tubuhku “tidak ada sekolah yang lebih mahal dari Vord High School, dan kau sekolah di sini. Bagaimana bisa aku berada sesenti di bawahmu?” Ucapnya lalu beranjak meninggalkanku dengan menyenggolkan ujung pundaknya ke pundakku.

Aku menggigit bibir bawahku karena kesal dan mengecek handphoneku. Ada panggilan masuk

“yeobseyeo”

“Calista-ah, tadi Donghae kesini dan minta izin untuk menjemputmu”

“mwo?!”

~The Reveal~

Aku beranjak keluar kelas dengan kesal. Semua mata menatapku aneh dan berbisik di belakangku. Apa apaan ini? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?

“bagaimana bisa kau bernafas dengan tenang ? Kau belum melihat mading?” Tanya seseorang. Aku mengerutkan keningku dan menatap aneh padanya. Kemudian aku beranjak menuju mading. Namaku terpampang jelas di sana. Semua nya.  Foto foto kecilku saat aku di lumuri telur dan sampah dan menangis di tepi kelas. Riwayat hidupku, masalah Ibuku yang nyatanya bukanlah Ibu kandungku. Dan berita kematian Ibuku serta alasan Ayahku bangkrut. Tema mading kali ini berjudul ‘Black to White’

“kau yang membuatnya cal? Apa kau gila? Kau mau membuat sejarah hidupmu di mading ini? Dan… Im Yoona???” Tanya mereka. Aku segera mencabut semua tempelan di mading ini kemudian berlari ke gerbang sekolah. Tepat saat aku melihat yeoja itu berjalan ke sana. Aku dengan segera menjambak rambutnya kuat

“tidak cukupkah?! Apa maumu eoh?!” Makiku padanya yang tengah meronta kesakitan

“yak Calista!” Ucap seseorang lalu menarikku yang masih menjambak rambut yeoja itu.

“aaaah!! Sakit!!!” Rintih Seohyun saat aku menjambak rambutnya

“sakit?! Black to white?!!!! Kenapa kau selalu membuat masalah padaku?!” Aku melepaskan tanganku dan melepaskan genggaman Donghae yang menahanku

“ayo Donghae” aku menarik lengan Donghae yang masih diam menatap Seohyun dan namja itu melepas genggamanku

“kau pasti sakit” ucap Donghae lalu memopoh Seohyun ke mobilnya

“ku kira kau datang untuk menjemput tunanganmu, Lee Donghae-ssi” ucapku padanya

“kau sudah merubah niatku” ucapnya lalu membukakan pintu untuk Seohyun. Dan mobil itupun berlalu. Sialan! Apa apa-an ini?!

Persetan dengan semua orang yang menatapku saat ini

~The Reveal~

Drrrrt drrrt

Aku melirik handphoneku dan mengangkatnya “eo Eomma”

“Calista, kau dimana? Kenapa belum pulang juga?”

“Calista sedang jalan jalan dengan Donghae. Ia membawa Calista ke restaurant untuk makan siang. Sangat romantis” ucap ku merekayasa keadaan

“baiklah. Eomma kira Donghae tidak menjemputmu. Mian mengganggu.”

Aku melirik handphoneku dan melenguh kesal. Jalanan dan sekolah sudah sepi namun aku dengan keras kepalanya masih menunggu di sini. Tak jarang pula Donghae menelponku atau mengirimku pesan menanyakan dimana keberadaanku. Namun tak satupun ku gubris hingga sebuah mobil berhenti tepat di hadapanku. Seseorang keluar dari sana dan Ia berlari kearahku

“kenapa kau masih disini? Kau tau sangat bahaya Seorang wanita duduk sendiri di sini?!”

“Eomma menyuruhku untuk pulang denganmu jadi aku harus pulang denganmu” ucapku. Ia melirik jam tangannya dan berdecak kesal

“ini sudah tiga jam kau menunggu disini. Kenapa kau keras kepala sekali” aku tidak menghiraukannya dan berjalan masuk kedalam mobilnya. Saat hendak masuk, aku kembali keluar dan membatalkan niatku.

“aroma nya masih di sana dan itu membuatku mual. Kau pulanglah. Aku bisa pulang sendiri” ucapku lalu pergi meninggalkannya sebelum Ia menahan tanganku dan memaksaku untuk masuk kedalam mobil. Ia menutup pintunya dengan keras hingga membuatku terdiam. Apa Ia marah? Tanganku mulai bergemetaran, mengingat caranya yang menggenggam pergelangan tanganku sangat kuat dan mendudukkanku di dalam. Ia menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas normal.

“tu-turunkan aku” ucapku nanar namun tak kudapati respon darinya “turunkan aku Lee Donghae!” Pekikku dan mobilnya berhenti mendadak membuat tubuhku sedikit terhempas namun Donghae menahan tubuhku agar tidak terhempas dengan kuat. Aku mengatur nafasku dan menggigit bibir bawahku. Ku rasa aku mau menangis, Ia begitu kasar saat ini.

Dapat ku dengar pintu mobil terbuka dan Donghae keluar dari mobilnya. Aku melihat sekitar. Sebuah pantai yang sepi.

Kurapikan rambutku dan beranjak keluar mengitkutinya. Laut yang sangat indah. Seketika kekesalanku pada namja ini hilang. Angin yang menerpa wajahku perlahan melumpuhkan amarahku. Suara derai ombak yang masuk ke pendengaranku membuatku lupa akan kekesalanku tadi. Pada intinya pantai ini me-refresh kan pikiranku

“saat pertama kali kau ke Paris, Ibuku mengatakan akan menemukanku dengan seseorang yang kelak akan menjadi istriku. Aku kesal dan marah dengan keputusannya karena terlalu muda untukku di beritahukan hal seperti itu. Namun saat aku melihatmu, semuanya hilang. Aku lupa jika aku kesal dengan Ibuku dan aku lupa jika aku menolak keputusan Ibuku” ucap Donghae dan aku menatapnya. Aku merasa awal kami bertemu adalah saat di pertunangkan. Apa dulu Ia pernah mengenalku? “tahun berikutnya saat natal, aku bertemu denganmu di lobi kantor. Kau menjawab telpon dengan menggunakan bahasa jepang lalu berbicara pada Ibumu dengan bahasa inggris, kau berbicara pada Appa mu dengan bahasa korea dan kau berbicara dengan ku dengan bahasa prancis. Bagaimana bisa anak sepertimu berkembang sangat cepat dalam waktu satu tahun? Aku mulai tertarik padamu” ucapnya lalu menatap kedua mataku. Ini benar benar membuatku terdiam seribu bahasa saat di benakku sudah menyimpan puluhan pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya

“tapi kau benar benar di luar dugaanku. Hal tadi cukup membuatku kecewa” Ia menatap mataku dalam “aku dan Seohyun memang pacaran. Kami menjalin hubungan sebulan yang lalu”

Aku  sedikit tersenyum mendengar ungkapan darinya. Kecewa. Mungkin aku kecewa. Untuk apa aku di dengarkan tuturannya yang panjang lebar itu jika akhirnya itu hanya akan menjadi sebuah omong kosong.

“aku … hanya ingin mencoba pacaran”

“kalau begitu, lanjutkanlah. Kalian terlihat cocok dan batalkan saja pertunangan bodoh ini” ucapku

“aku juga berpikir begitu” seketika darahku terdesir mendengar ucapannya “tapi apa yang bisa ku lakukan?” lanjutnya.

Donghae kemudian pergi menuju mobilnya “ayo pulang”

~The Reveal~

 “aku risih dengan sikapmu yang seperti ini”

“kalau begitu, batalkan saja pertunangan bodoh ini”

“aku juga berpikir begitu” kata kata Donghae kemarin terus saja berputar di pikiranku dan langkah kakiku terhenti begitu melihat Seohyun di depan lokernya. Ia menutup pintu lokernya dan dengan langkah yang di percepat aku berjalan kearahnya lalu membalikkan tubuhnya

“w-wae??”

“apa kau sudah mengetahui hubunganku dengan Donghae?” Ucapku dan Ia tersenyum licik

“kalian hanya dijodohkan Calista. Jangan kekanakan cal. Donghae sudah memilih siapa yang Ia inginkan”

“yang Donghae inginkan? Kami bertunangan dan kau tau apa artinya itu?” Yeoja itu hanya tersenyum mendengar pertanyaanku yang satu ini “aku tidak bilang kami berdua bertunangan karena cinta. Ini kesepakatan antara dua perusahaan besar. Bertukar saham, berbagi teknologi, dan ini perjanjian yang akan menghasilkan untung bahkan sampai miliaran won. Kau bilang kekanakan?” Ia terdiam kaget begitu mendengar penjelasanku yang memang apa adanya “dan kau merusak kesepakatan besar itu. Kau pikir ini kekanakan?! Im Yoona yang Seorang pembohong yang mengaku adalah anak dari konglomerat itu sekarang tidak melakukan kebohongan lagi. Dan sekarang apa kau yakin kau bisa membahagiakan keluarga Donghae dengan berada di sampingnya dari segi ekonomi? Kau sudah jauh di bawahku” Ucapku mantap. Penuturan panjang lebarku pun di akhiri dengan wajah nya yang memucat dan aku yakin Ia sedang berusaha untuk membantah pernyataanku.  “Sekarang jawab aku. Jika pertunangan ini batal. Apa kau bisa mengganti keuntungan yang harusnya di dapati kedua perusahaan itu?”

“Im Yoona” desisnya pelan. Kini Ia memberanikan diri untuk menatapku meski matanya telah memerah

“ada dua hal yang perlu kau ketahui. Pertama, Mading kemarin, sama sekali bukan aku. Kedua, kau tau? Kenapa aku sempat menghindarimu dulu?” Pernyataannya yang pertama membuatku sedikit kaget. Apa ini hanya jawaban membela diri? Dia terlihat bersungguh sungguh. Namun pernyataan kedua lebih membuatku tertarik

“buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Jika induk harimau memakan satu rusa untuk makanannya, maka anaknya akan memakan dua rusa untuk makanannya dan Ibunya”

“apa maksudmu?”

“kau tidak tau sama sekali? Kematian Ibumu, Ada Ayahmu di baliknya. Itu alasan utama kenapa perusahaanmu gulung tikar agar Ayahmu tidak masuk ke penjara” ucapnya. Semua menjadi Bertolak belakang dengan semenit yang lalu.

~The Reveal~

Sudah tiga hari aku tidak pulang ke rumah. Handphoneku terus saja berdering. Dan sudah tiga hari pula aku tidak masuk sekolah. Aku kira ini yang mereka sebut dengan pelarian. Aku menghindari kenyataan lagi.

Setelah mendengar pernyataan dari Seohyun, aku bergegas pulang ke rumah dan mencari tau dari beberapa media masa yang Appa kumpulkan seputar perusahaannya. Apa yang di katakan Seohyun mutlak adanya. Appa yang telah membunuh Eomma dan itu pula alasan kenapa aku tidak pulang selama tiga hari ini. Aku bersemedi di sebuah hotel.

Ting nong

Aku menoleh ke arah pintu dan melirik jam dinding. Tidak biasanya pelayan yang selalu mengantarkan makanan datang secepat ini.

Aku berjalan menuju pintu dan membukakannya. Dan bodohnya aku, aku tidak melihat di intercom terlebih dahulu sebelum membuka hingga seseorang yang tidak kusangka sangka akan datang kini ada di hadapanku.

“kita perlu bicara” ucapnya lalu menerobos masuk kedalam kamar hotel ini. Ia menarik nafas panjang dan berbalik untuk menatap ku

“wae? Ku rasa kepergianku tidak ada hubungannya dengan mu”

“tentu ada”

“aku tidak merepotkanmu sama sekali. Kau tidak perlu mencariku. Bersikaplah Seolah tidak menemukanku. Aku akan kembali dengan sendirinya”

“kenapa kau di sini?”

“apa itu penting?”

“berhentilah bertanya balik saat aku bertanya Im Yoona”

“kurasa kau sudah mendengar banyak tentangku melalui Seohyun. Bahkan kau dengan fasihnya mengucapkan nama koreaku” Ia mengalihkan pandangannya. Terlihat kesal dengan segala ucapanku yang terkesan sarkatis “jangan menambah bebanku Lee Donghae. Ini hanya masalah keluargaku. Biar bagaimana pun kau belum menjadi bagian keluargaku”

“apa itu ? Ibumu? Ayahmu? Aku sudah mendengarkannya dari Seohyun dan aku marah saat tau Ia mengatakan semuanya padamu”

“aku menyukai Seohyun” ucapku sambil menatapnya sinis “sepertinya karena dia, kita lebih sering bertemu” lanjutku “apa sebaiknya aku mentraktirnya makan? Kau juga harus ikut agar suasana menjadi lebih menarik” ucapku lagi

“apa kau cemburu?” Tanyanya

“tidak ada alasan untuk itu” jawabku singkat sambil duduk di tepi kasur.

“kau cemburu. Aku juga mendengar apa yang kau katakan pada Seohyun waktu itu” ucap namja itu sambil menunjukkan senyumnya yang terkesan seperti smirk.

“aku hanya memberinya peringatan” ucapku membela diri dan Ia masih tersenyum. Kali ini dapat ku artikan senyumannya itu Seolah mengejek ku “keure! Aku tidak suka kau dengannya. Aku tau kita berdua hanyalah objek untuk kesuksesan perusahaan. Masalah perasaan, kau bisa bersama yeoja manapun kecuali yeoja itu! Aku benar benar membencinya!” Ucapku kemudian berdiri, meluapkan segala kemarahanku dan aku yakin mataku memerah karena dapat kurasakan panas di sekitarnya “aku membencimu saat ada di dekatnya! Kenapa kau menciumku kalau setelahnya kau pergi bersamanya?!” Pekikku lagi, ekspresi Donghae berubah total. Ia kaget begitu melihat ungkapan dariku “kau membuatku gila, seharusnya kau tidak datang jika hanya menam–” namja itu dengan cepat menahan kedua pipiku dan mencium bibirku, melumatnya hingga membuatku kaku. Mataku membulat melihat jarak kami yang sangat dekat ini. Apa yang kurasakan? Aku berdebar lagi dan aku menutup mataku untuk menghilangkan rasa gugupku. Tak beberapa lama kemudian Ia melepaskannya, memberi peluang untukku mengatur nafas dan degup jantungku.

“mungkin dua objek yang digunakan untuk kesuksesan perusahaan itu sudah bisa menyatu tanpa menjadi objek lagi. Tapi menjadi subjek” aku membelalakkan mataku setelah mengerti apa yang Ia maksud. Lalu? Seohyun? Tunggu! Apa namja ini playboy?

“jangan kira aku playboy. Aku kira first love ku tidak akan bisa dilupakan” first love? Seketika aku tersenyum mendengar ucapannya.

“kenapa kau tersenyum dan tak banyak bicara lagi?” Tanyanya “jangan bilang kau shock dengan yang tadi? Atau mau lagi?” Godanya. Aku hanya berdecak kesal. Dan jujur saat ini aku benar benar salah tingkah. Dapat ku lihat dari ekor mataku Ia tertawa kecil dan memelukku erat

“pulanglah. Semua yang dilakukan orang tua kita memiliki alasan. Atau kau mau tetap kabur sampai aku membawamu kawin lari?” Ucap Donghae. Ia melepas pelukannya dan menatap kedua mataku lekat “aku akan selalu ada di belakangmu, Calista” aku mengangguk mengiyakan permintaannya.

‘Dan pada akhirnya aku menyadari. Perlu mengungkapkan untuk mengetahui dan perlu mencintai untuk di cintai’ –Calista

***

TBC

Annyeong n_n

Ada yang tau ini ff dari mana? Yap! www.yoonhaeworld.wordpress.com

Dan sekarang blog itu sudah berganti URL menjadi www.storyofyoonhae.wordpress.com 🙂

Untuk baca part selanjutnya dan beberapa FF YoonHae yang baru, bisa buka di storyofyoonhae ya 🙂 karena yoonhaeworld sudah di tutup ^^

Jangan lupa RCL kaliaaan ^^)b

Advertisements

3 responses to “The Reveal

  1. kyaa~
    buat geregetan terus bacanya .
    ku kira donghae oppa sm seohyun , ternyata akhirnya sm yoona .
    next ya ?? 🙂

  2. disini peran vic sangat berguna buad yoona hihi
    karna si vic yuruh ikut reuni sd yoona jadinya tau kalok hae sama seo .
    dan yg nyebarin riwayat yoona dulu siapa ?
    lanjut author ..

  3. ini keren pke bgt.
    feelnya krsa. dan ya ampun aku bkal sdih bgt klo dnghae sm seohyun tp akhrnya dia sm yoona.
    Lanjuuut!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s