Extracurricular Time [1]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

extracurriculer-time-vi-storyline

Extracurricular Time || Written by Vi || Starring EXO-K Suho | OC Hyunyoo Kang || Rated for Teen || Romance, Comedy || Disclaimer: I just borrow the cast || Note: inspired by anime, manga, etc. but I did modification. Sorry for bad fanfic and story. Poster by Lee Yongmi @ cafeposter

*****

12.45 KST , Seoul International High School

Ekstrakurikuler lagi.

Hyunyoo kesal sekali karena setiap hari Jumat ia harus melewati kelas ekstrakurikuler yang ia benci. Ia tak suka karena ada seorang lelaki di kelas tersebut yang baginya cukup menganggu. Bukannya lelaki itu suka menganggunya atau apa. Lelaki itu sangat pandai menyanyi, ia sangatlah berbakat dan dapat diandalkan sebagai solois di sekolah ini. Hyunyoo yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penyanyi terkenal selalu kalah tenar darinya. Ia tak pernah bisa mengalahkannya. Terlebih lelaki ini selalu bersikap baik pada semua orang yang ditemuinya , itu menambah nilai plus untuk lelaki ini.

Hyunyoo melangkah masuk ke kelas ekstrakurikulernya. Dapat dilihatnya sesosok lelaki tengah menyanyi di hadapan guru berkacamata. Nampaknya ia sedang berlatih untuk acara pentas 2 hari lagi. Hyunyoo berjalan menuju tempat duduknya dengan wajah masam. Ia iri melihat guru yang melatih Suho –nama anak yang jago menyanyi itu—dengan telaten dan serius. Bahkan terkadang saking seriusnya latihan mereka, murid di kelas vocal itu diperbolehkan memiliki free time karena latihan Suho belum selesai. Beberapa murid memang senang dengan hal itu karena beberapa dari mereka tidak suka vocal dan masuk ke kelas ini karena dipaksa. Tapi bagi yang suka vocal seperti dirinya itu menyedihkan.

“Hyunyoo-ya , free time lagi ! Kau ingin main apa ?” tanya sahabat Hyunyoo, Minhwa.

“Ah, aku lagi tidak mood untuk bermain,” tolak Hyunyoo. Namun, Minhwa tampak sedih, jadi Hyunyoo menyetujui usul Minhwa.

“Yey ! Hyunyoo ikut bermain !” seru Minhwa ceria untuk mengabarkan teman-temannya. Diam-diam Suho melirik kearah Hyunyoo. Hyunyoo pun mengetahui lirikan tersebut, ia membalas lirikan tersebut dengan tatapan kesal yang tajam lalu mengalihkan pandangannya.

Suho terkekeh kecil saat melihat tingkah Hyunyoo yang seperti itu.

“Manis,” pikirnya.

Suara merdu Suho  mulai terdengar selama free time terus berjalan. Hyunyoo berpikir, “apa yang indah dari suara itu sih ? Bahkan suaraku jauh lebih indah !”

Sepanjang permainan di free time bersama temannya, Hyunyoo tak bisa melepaskan perhatiannya terhadap suara Suho. Ia bukannya tertarik. Ia hanya menilai suara Suho.

Tak lama kemudian Suho selesai berlatih kemudian ikut bermain dengan teman-temannya. Hyunyoo pun melirik Suho tajam. Sekali lagi, Suho melihat lirikan tersebut.

*****

14.30 KST , Seoul International High School

Kelas ekstrakurikuler telah selesai, Hyunyoo berjalan keluar dari kelas vocal perlahan. Yang lainnya sudah pulang terlebih dahulu namun Hyunyoo memilih untuk pulang lebih lama. Ia berlatih menyanyi beberapa kali untuk meningkatkan kualitas vokalnya.

Saat ia sedang memakai sepatunya diluar kelas vocal –karena di ruang vocal tidak boleh memakai sepatu—ia merasa ada seseorang menepuk pundaknya pelan. “Kya !” jerit Hyunyoo singkat.

“Hey.” Suara tersebut , Hyunyoo kenal dengan pemilik suara itu.

“Kim Suho ? Mengapa kau ada disini ?” tanya Hyunyoo. Suho tersenyum lembut pada gadis itu sebab ia selalu diperingatkan oleh kedua orangtuanya untuk bersikap gentle pada para perempuan.

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,” jawab Suho akan pertanyaan Hyunyoo. Hyunyoo mengernyitkan dahinya, ia tak tahu apa yng ingin Suho tanyakan.

“Silahkan.”

“Mengapa kau selalu melirikiku dengan lirikan tajam ? Apa salahku padamu ?” tanya Suho polos. Hyunyoo memandang Suho terkejut, ia tak menyangka Suho memperhatikan lirikan tajam yang ia tujukan pada lelaki itu.

“Kau tahu lirikanku ?” tanya Hyunyoo terbata.

Suho menanggapinya dengan sebuah anggukan pelan. Hyunyoo tertangkap basah ! Iapun buru-buru mengklarifikasi hal itu , “bukan apa-apa.”

“Ayolah beritahu aku mengapa. Aku tidak nyaman dengan lirikan aneh itu,” pinta Suho. Hyunyoo menggeleng kuat-kuat dan berjalan meninggalkan Suho di belakang tanpa sedikitpun memperdulikan lelaki itu.

“Sudahlah !” seru Hyunyoo sambil terus berjalan namun dengan cepatnya dikejar oleh Suho.

“Hyunyoo-ssi,” rengek Suho. Hyunyoo tak tahan terus diikuti seperti itu, iapun menjelaskan yang sebenarnya pada Suho. “Kau itu rivalku ! Aku mau mengalahkanmu dalam vocal !” jelas Hyunyoo singkat. Suho terdiam dan ia membiarkan Hyunyoo pergi meninggalkannya begitu saja.

“Jadi ia tak menyukaiku selama ini ?” batin Suho. Ia tak menyangka suaranya bisa membuat sesosok gadis tidak tertarik padanya. Ia pikir suaranya membuat semua orang di sekolahnya suka dan bangga padanya.

“Gagasanku rupanya salah juga ya. Gadis yang menarik namun manis kau Hyunyoo-ssi,” bisik Suho sambil tersenyum lembut membayangkan wajah Hyunyoo. Iapun merasa bersalah pada Hyunyoo karena ia terus-terusan menang. Setidaknya , ia harus bersikap lebih gentle pada Hyunyoo sesuai apa yang disuruh kedua orangtuanya. “Baiklah, akan kulakukan itu.”

Sementara itu, Hyunyoo yang sudah keluar dari gedung sekolah pun berjalan menuju rumahnya dengan perlahan. Sesekali. Hyunyoo mendengus kesal karena Suho benar-benar tidak tahu bahwa ia membencinya , sangat benci karena ia tak dapat mengalahkan ketenaran Suho dalam bidang vocal –atau dapat dibilang Suho ‘is totally oblivious’ tentang rasa bencinya.

“Bagaimana bisa ia yang rupanya sudah berkali-kali melihat lirikan tajamku itu padanya masih tak sadar arti lirikan menusukku itu !” Berkali-kali Hyunyoo mengumpat setelah ia pulang sekolah, rasa bencinya pada Suho makin meluap-luap saja terlebih lelaki itu nampak lembut di hadapannya tadi. Rasanya seperti dibuat-buat. Kira-kira itulahyang dipikirkannya.

Setelah ia lelah terus menjelek-jelekkan Suho di dalam hatinya, ia tiba-tiba bertemu dengan sahabatnya yang mengajaknya main saat free time tadi. Jung Minhwa.

“Minhwa-ya ?”

Minhwa yang merasa terpanggil pun menoleh kearah sumber suara. Mata gadis bernama Minhwa itu nampak berbinar-binar, iapun berkata, “ah ~ Hyunyoo-ya ! Kau sedang apa disini ?”

“Justru apa yang kau lakukan disini ? Aku baru keluar dari gedung sekolah,” jawab Hyunyoo. Minhwa mengangguk mengerti kemudian berkata, “ini rumahku.”

“Apa ? Ini rumahmu ? Rumahmu ternyata dijadi satukan bersama toko roti keluargamu ya ?”

“Ah iya, aku tinggal diatasnya.”

Hyunyoo baru saja tahu bahwa ini rumah Minhwa. Sebenarnya ia sendiri jarang pergi-pergi ke rumah temannya maka dari itu ia tidak tahu rumah teman-temannya.

“Apa yang membuatmu pulang jam segini ? Bukankah kelas sudah bubar jam 14.00 tadi ?” tanya Minhwa khawatir.

“Ah , aku ada urusan sebentar tadi,” jawab Hyunyoo. Minhwa mengangguk mengerti sekali lagi. Hyunyoo yang melihat Minhwa tengah tersenyum sambil memandang kearah pemandangan di depannya –yaitu rumah-rumah yang berjajar rapi pun berniat menanyakan sesuatu padanya. Ia berharap Minhwa ingin menjawab hal ini dengan jujur.

“Minhwa-ya,” panggil Hyunyoo. Minhwa menoleh kearah Hyunyoo dengan tatapan ‘apa ?’ yang dikenakannya. Hyunyoo mengarahkan pandangannya kearah jalanan yang diinjaknya, ia masih agak ragu untuk menanyakan hal ini pada Minhwa namun setelah berdebat di dalam hatinya , ia berniat menanyakannya.

“Menurutmu .. Apa aku berbakat dalam hal menyanyi ? Tolong, jawab hal ini dengan jujur, aku butuh jawabanmu,” kata Hyunyoo. Minhwa pun menatap Hyunyoo bingung sambil membulatkan mulutnya, padahal jarang sekali Hyunyoo ingin membicarakan masalah vocal dengannya.

“Memangnya ada apa ?” tanya Minhwa.

“Jawab saja, Minhwa-ya.”

“Kau memiliki bakat vocal kok, hanya saja kalau dibandingkan dengan Suho .. Kau masih kalah,” kata Minhwa jujur. Hyunyoo menghela nafas pelan. Ia tahu jawabannya pasti begitu , ia menjadikan Suho saingannya namun ia sendiri tak pernah menyaingi Suho.

“Hmm, begitukah ? Terima kasih atas jawabannya, aku pulang dulu,” kata Hyunyoo lemas. Minhwa merasa bersalah, ia pun berkata, “tapi .. Kau memiliki bakat kok !”

“Ya , aku tahu itu.”

*****

18.00 KST , Rumah Keluarga Kang

“Kakak, aku ingin nonton drama Korea kak ! Minggirlah !” rengek seorang anak kecil –adik Hyunyoo.

“Berisik. Kakak sedang menonton acara menyanyi,” tolak Hyunyoo. Ia tak berniat untuk menggeser tempat duduk untuk adiknya apalagi memindah channel. Setidaknya kalau ia banyak mendengar lagu begini ia bisa tahu bagaimana penyanyi professional menyanyi.

“Kakak terlalu tergila-gila pada vocal , tidak asyik ah !” seru adik Hyunyoo. Hyunyoo tidak berkutik , ia tidak peduli mau bagaimanapun adiknya akan mengejeknya.

“Kalau aku bisa bernyanyi seindah mereka mungkin aku bisa menyamai level vokalnya Kim Suho,” batin Hyunyoo sambil menyeringai. Iapun bergumam, “tunggulah aku Suho ! Aku akan mengalahkanmu !”

*****
07.30 KST

Semalaman menonton acara menyanyi memang sukses membuat Hyunyoo kelelahan. Ia merasa nyaris seluruh tubuhnya sakit karena posisi tidurnya yang tidak nyaman.

“Ah ! Sudah jam segini ? 15 menit lagi sudah masuk !” seru Hyunyoo. Ia buru-buru bersiap-siap namun ia tidak menyantap sarapannya karena tidak sempat.

“Mengapa tidak ada yang membangunkanku sih ? Ohya , appa dan eomma lagi keluar negeri sedangkan .. Hyunki .. Ia marah padaku karena kejadian semalam saat aku tak mau mengalah untuknya,” pikir Hyunyoo mengingat-ingat. Iapun menampar pipinya tidak terlalu keras untuk menyadarkan dirinya bahwa ini bukan waktu bersantai-santai. Iapun buru-buru berangkat setelah ia mengenakan sepatunya.

Hyunyoo berlari menuju sekolah tanpa peduli dengan tatapan aneh dari orang di sekitar lingkungannya.

“Cepat ! Cepat ! 10 menit lagi !” teriak Hyunyoo sambil melihat jam di ponselnya. Tak butuh waktu begitu lama , Hyunyoo tiba di sekolahnya saat tinggal 7 menit lagi akan masuk.

“Untung saja aku tidak dihukum,” batin Hyunyoo. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan itu mengejutkan Hyunyoo, seperti biasanya. Ia memang paling kaget saat ada orang yang menepuk pundaknya.

“Waa !” jerit Hyunyoo. Iapun menoleh dan menjauhkan dirinya dari sosok yang menyentuh pundaknya barusan.

“Pagi.” Suara merdu itu menyapanya. Kim Suho. Orang yang dibencinya.

“Kim Suho !” jerit Hyunyoo sambil menunjuk sosok itu. Ia yang sadar bahwa ekspresi wajahnya sedang lucu karena keterkejutannya pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi yang lebih dingin.

“Apa yang kau lakukan ?”

Suho terkekeh kecil dan menjawab, “aku ingin memberitahumu sesuatu nanti. Datanglah ke kafe ya, aku menunggumu.”

Suho pun pergi begitu saja tanpa memperdulikan Hyunyoo lebih jauh lagi. Hyunyoo melongo saat melihat sosok itu berlalu. Iapun menebak-nebak apa yang ingin Suho beritahukan padanya.

“Apa pernyataan cinta ? Tidak mungkin. Apa ingin mengejekku ? Tidak tidak ! Ah apa sih yang ingin dikatakannya ?” gumam Hyunyoo kebingungan. Tiba-tiba bel sekolah berbunyi, iapun berlari cepat menuju gedung sekolahnya –sekarang ia masih di gerbang sekolahnya–.

“Huaahh ! Jauh sekali sih jarak gerbang sekolah dengan gedungnya !” seru Hyunyoo kesal sambil terus berlari. Ia makin kesal saja dengan Kim Suho. Gara-gara lelaki itu, ia jadi berhenti di gerbang sekolah dan nyaris terlambat.

Hyunyoo semakin kesal pada Suho.

To be continued

Mian gaje, pls komen ya !

Advertisements

18 responses to “Extracurricular Time [1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s