(그런너) Disturbance [Part 1]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

disturbance_-kim-sooki_melurmutia

Title : (그런너)Disturbance

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Sad, Romance

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO-K) | Kwon Sora (OC as YOU)

Other Cast :

EXO  –  Choi Sulli f(x)

 

 

Disclaimer : Ini hanya imajinasiku saja. Jangan dianggep serius 😀 just for fun aja 😀 Ini mendapat ide dari mana gitu :p . Tapi alurnya sedikit aku ubah. Jadi beda pokoknya 😀

A/N : Haii ! Aku datang dengan ff berchapter. Disini aku kasih langsung konflik gak ada perkenalan atau apa. Pokoknya langsung konflik, kalian harus ngerti. Oke ini maksa pake banget. Aku saranin sambil dengerin lagu BoA – Disturbance. Happy reading !

 

 

“Ketika aku harus bertahan untuk tetap bersamamu. Apa kau bertahan juga untuk tetap bersamaku?” – Kwon Sora

 

 

Disturbance

 

 

Sora menatap pemandangan dihadapannya kini dengan malas. Entah sudah berapa kali ia harus menerima asupan pemandangan seperti ini dalam sehari. Ia bahkan sangat bosan. Bosan karena tidak dianggap dan bosan percaya akan ucapan laki-laki yang ia sukai sejak pertama kali mereka bertemu dalam acara pertunangan itu.

Sora menatap jam tangan warna hitam kesukaannya melingkar pada pergelangan tangannya, ia menghitung sudah berapa menit ia menunggu laki-laki itu berbicara dengan sahabatnya itu.

Sora mengambil ponselnya yang berada di tas ranselnya, ia segera menekan dengan cepat nomor yang ingin ia tuju. Dari seberang terdengar sebuah suara bass berbicara.

“Waeyo Sora-ah?” ucapnya.

“Ini sudah 15 menit aku menunggumu berbicara dengan-nya.” ucapnya dengan penegasan pada kata ‘nya’.

“5 menit lagi. Jika kau merasa terlalu lama menunggu, kau bisa pulang menggunakan taxi Sora-ah.” Ucapnya membujuk Sora.

“Andwae Park Chanyeol.” tolak Sora mentah-mentah .

Terdengar Chanyeol menghela nafas panjang, mencoba sabar terhadap kelakuan tunagannya satu ini. “Aku tidak akan melakukan apa-apa. Kau pikir aku anak kecil? Yang selalu kau perhatikan setiap menitnya? Apa kau tidak percaya padaku?”

Sora menatap Chanyeol dengan cermat, “Baiklah-baiklah. Aku akan pulang menggunakan taxi. Jangan lupa segera ke dorm dan istirahat. Kulihat besok kau akan konser.”

“Terima kasih kau sudah mengingatkan. Bye.”

Sora segera memasukkan ponselnya kembali kedalam tas ransel. Ia segera membukan sefety belt yang tadinya ia pasang. Ia membukan pintu mobil Chanyeol dan menutupnya. Sora menatap Sulli dan Chanyeol yang tampak bercanda satu sama lain.

Sora hanya menghela nafas panjang, ia segera berbalik dan menyetop sebuah taxi untuknya. Ia segera menaiki taxi tersebut dan merebahkan dirinya dibangku taxi.

Hal yang paling ia benci dari dirinya adalah, ia tidak bisa membenci seorang Park Chanyeol. Walaupun namja itu sering mengingkari janji nya kepadanya, tetapi ia tetap berusaha berpikir positif mengenainya. Park Chanyeol selalu membuatnya terbang ke angkasa dan suatu saat tiba-tiba ia akan menjatuhkannya kebawah jurang.

Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia tidak ingin kehilangan seorang Park Chanyeol dalam hidupnya. Karena ia terlalu mencintai seorang Park Chanyeol.

 

 

Disturbance

 

 

Sora menatap bangunan besar dihadapnnya kini dengan tatapan bingung. Apa Chanyeol Oppa tidak akan marah kepadanya jika ia ke dorm EXO tanpa izin padanya? batinnya dalam hati.

Sora menimang-nimang apakah ia harus masuk atau tidak, tapi digenggaman tangannya kini sudah ada 12 bubble tea dan 3 pizza super besar. Setelah ia menimang cukup lama. Sora memutuskan memasuki dorm EXO tanpa izin Chanyeol. Ia segera mengenakan masker dan kacamata. Ia mengalungkan sebuah ID CARD bahwa ia seorang salah satu anggota keluarga EXO. Ia menerobos masuk kedalam dorm setelah ia menunjukkan ID CARD-nya.

Sora sejenak menghela nafas lega, ia bias lolos dari fans fanatic EXO. Ia melepas semua perlatan menyamarnya dan berjalan mendekati lift dorm EXO. Dorm EXO berada di lantai 3. Sebenarnya ada sebuah tangga, tetapi ia terlalu malas jadi ia menggunakan lift saja.

Sora kini berdiri tepat didepan pintu dorm EXO. Ia ragu apakah ia tidak akan mengganggu mereka ?

Cklek..

Pintu drom EXO terbuka. Sora tidak sempat bersembunyi, apalagi ia membawa sebuah 2 tas jinjing besar berisi makanan.

“Sora-ah?” ucap Jongdae Oppa. Sora hanya tersenyum kikuk membalas ucapan Jongdae. Jongdae melihat kedalam dorm kembali. Lalu, menatap Sora bingung.

“Apa kau mencari Chanyeol?” tebak Jongdae Oppa. Sora menggeleng pelan, “Aniyo Oppa. Aku hanya ingin memberi..”

“Jongdae-ah, siapa yang dat—Sora-ah?” ucap Baekhyun Oppa tiba-tiba berada disamping Jongdae Oppa.

“Annyeong Oppa.” sapa Sora ramah. Baekhyun mendekatinya dan memutari tubuhnya. Lalu, matanya tertuju pada tas jinjing yang dibawa Sora.

“Kau membawa sesuatu?” Sora hanya mengangguk dengan tersenyum. Jongdae yang sebelumnya tidak memperhatikan kini menatap bawaan Sora yang terlihat berat itu.  Jongdae mendekatinya.

“Biar kubantu.” Jongdae mengangkat salah satu bawaan Sora. “Baekhyun-ah. Bantu Sora membawanya. Kau tega seorang yeoja mengangkat barang seberat ini?” sindir Jongdae yang melihat Baekhyun sejak tadi mencoba menebak bawaan Sora.

Baekhyun hanya mendengus kesal. “Aniyo Oppa. Gwechana aku bisa membawa sendiri.” jelas Sora .

“Kau terlihat kuat membawanya ternyata kau tidak kuat. Dasar.”  ledek Baekhyun padanya. Sora hanya tertawa geli.

“Kurasa kau membawa makanan Sora. Bau mereka sangat enak.” komentar Baekhyun mulai memasuki dorm.

“Masuklah.” Jongdae menuntunnya dibelakang. Sora tampak ragu, “Apa aku tidak mengganggu?”

Jongdae Oppa berbalik dan menatapnya bingung, “Mengganggu? Kau bercanda?” . Sora menggelng pelan, “Bukankah Oppadeul beristirahat untuk konser besok?”

Jongdae semakin menatapnya bingung, “Besok kami tidak ada konser. Suho hyung sedang sakit. Jadi, kami menjaganya. Cepat masuk. Udara luar sangat dingin.”

Sora berhenti dan berpikir sebentar, Apa Chanyeol membohonginya? Sora menggeleng pelan mencoba positive thinking pada Chanyeol. Sora hanya mengangguk dan mengikuti Jongdae Oppa dari belakang. Sora menatap sekeliling dorm EXO yang terlihat semakin luas berbeda dengan yang dulu. Disana ada pigura berisi foto mereka ber-12.  Sora hanya tersenyum. Ia melangkahkan kakinya kembali kea rah ruang tv EXO. Disana tampak Kris, Tao, Lay, Sehun, Kai, Luhan, D.O, Xiumin sedang menonton tv.

“Yuhuu~ Sora-ah disini.” ucap Baekhyun keras dengan nada manja. Membuat Oppadeul berbalik dan menatap Sora. Sontak mereka bangkit dan menghampiri Sora yang berdiri di dekat meja makan mereka.

“Sora-ah lama tidak berjumpa. Kau semakin cantik.” puji Luhan dan Lay bersamaan.

“Sora-ah apa kau kesini membawa makanan?” tanya Xiumin, Kai, Sehun, D.O, dan Tao . Sora tertawa, “Ne Oppadeul. Aku membawa 12 bubble tea dan 3 pizza super besar.”

“Ya ! Kalian tidak malu apa? Sora kesini ingin berkunjung. Bukan memberi kita makan. Pabo.” sembur Jongdae.

“Chen hyung. Kau terlalu menjaga image. Sebenarnya kau lapar, bukan?” celetuk Sehun. Membuat Chen segera mengejar maknae nakal mereka.

Sora tertawa melihat kelakuan mereka. “Bagaimana jika kita makan sekarang?” tawar Sora. Semua mendekati Sora dan menatapnya pelan, lalu mengangguk setuju. Kini Sora tertawa kembali melihat kelakuan member EXO yang menggemaskan.

Mereka ber-11 duduk di meja makan EXO yang lumayan besar. Sehun menatap pizza dihadapannya dengan nafsu. Xiumin menatapnya dan menjitaknya pelan.

“Appo, hyung.” ucap Sehun kesakitan. Xiumin menatapnya gemas, “Yak, maknae. Kau sangat nafsu sekali menatap mereka. Aku juga lapar.” Balasnya.

Sora menatap mereka dengan bingung, ‘Apa mereka sangat lapar, hingga seperti itu?’ batinnya.

Kris sebagai leader mendekati mereka, dan menatap dengan tatapannya yang mematikan. Mungkin bagi member EXO itu sangat mematikan, tetapi bagi fans Kris itu sangat menggemaskan.

“Kau tidak malu pada Sora?” komentar Kris. Membuat semua member yang sibuk berebut makanan diam membisu. Hening.

Sora tertawa memcah keheningan, “Haha, aigo Kris Oppa gwechana. Mari kita makan. Itadakimasu !” teriaknya.

Semua member menatap Kris, lalu mengambil pizza dan bubble tea yang tersedia dihadapan mereka. Kris menatap mereka dengan jengkel, “Oh. Shit. Selalu kalah.”

Kris duduk dan mengambil seperti member EXO lainnya. Sejenak Sora melupakan pemandangan Chanyeol dan Sulli yang ada dihadapannya tadi, dan itu selalu membuatnya sangat penasaran.

 

 

Disturbance

 

 

Sora bangkit dan berjalan mendekati etalase dorm EXO. Ia ingin keluar sebentar mencari udara segar untuk paru-parunya. Ia menatap langit penuh bintang dengan berharap Chanyeol akan segera datang. Ah itu tidak akan mungkin. Batinnya.

“Menunggu Chanyeol, Sora-ah?” ucap seseorang dengan menepuk bahunya pelan. Sora membalikkan badan dan menatap seseorang yang menepuknya.

“Luhan Oppa?” Suho mendekatinya dengan santai, kedua tangannya ia masukkan kedalam saku jaketnya yang tebal. Ia terlihat keren.

“Kau menunggu-nya, bukan?” ucap Luhan dengan penekanan pada kata—nya. Sora terdiam dan menatap langit lagi, lalu mengangguk pelan.

“Ne. Kenapa ia lama sekali? Bahkan ini sudah pukul 10 malam.” ucapnya dengan menatap jam tangan warna hitamnya. Ia menarik nafas dan mengeluarkannya pelan.

“Kurasa ia sibuk. Mungkin dia syuting video clip?” tanya Luhan mencoba membuat Sora sedikit terhibur. Dan itu sedikit berhasil.

“Ah ye. Mungkin saja Oppa. Aku tidak pernah tau jadwal Chanyeol Oppa. Aku ingin sekali jalan-jalan mengelilingi Seoul bersamanya dan itu selalu gagal.” Sora menundukkan kepala menyimpan kesedihannya.

“Arra-arra. Aku akan mencari tahu jadwal si tengik itu. Jangan menangis, aku sangat tidak tega melihat wanita menangis.” Balas Luhan dengan bersiap berjalan memasuki dorm kembali.

“Luhan Oppa.” cegah Sora. Sehun berbalik dan menatapnya bingung, “Waeyo?”.

“Khamsanida. Kau baik sekali Oppa.”

Cklek..

Pintu dorm terbuka. Menampakkan seorang pria jangkung dengan topi di kepalanya. Sangat khas seorang Park Chanyeol. Ia tampak terlihat lemas. Ia menundukkan kepalanya.  Ia tidak menyadari jika Sora sejak tadi memperhatikannya tanpa menutup matanya sekalipun. Suho tersenyum miring.

“Kurasa pangeranmu sudah datang. Temuilah.” Luhann berbalik dan berjalan memasuki dorm lagi. Sora mengangguk, dan mendekati Chanyeol yang masih belum sadar bahwa Sora berada dekat dengannya.

“Chanyeol Oppa?” ucapnya pelan. Chanyeol yang menundukkan wajahnya mulai mengangkatnya dan menatap siapa yang berbicara.

“Kwon Sora? Apa yang kau lakukan disini?” ucap Chanyeol dengan menatapnya dari atas hingga bawah dengan bingung. Sora menggosokkan tangannya ke tangannya yang lain, ia terlihat er—gugup?

“A-aku ingin menemuimu, Oppa. Jadi, aku kemari. Apa kau kebera—“

“Kajja kita pulang. Hyungdeul aku akan mengantar Sora pulang. Annyeong.” sela Chanyeol. Chanyeol menggenggam tangannya dan menariknya keluar dari dorm.

Member EXO hanya menatap mereka bingung dengan mengangkat bahu mereka pelan. Chanyeol menarik Sora kedalam lift dan menekan tombol lantai LG. Tempat mobilnya diparkir. Ia menarik Sora dengan sedikit berlari dan membuka pintu mobilnya untuk Sora.

“Masuk.” ucapnya dingin.

Sora menatapnya bingung, ia ingin bertanya kenapa Chanyeol begini. Tetapi ia urungkan setelah mendengar nada dingin yang keluar dari mulut Chanyeol.

Chanyeol segera menyalakan mobil dan melesat pergi menjauhi dorm EXO. Sora tetap tak bergeming, ia takut bertanya pada Chanyeol.

“Kenapa ingin menemuiku?” tanya Chanyeol dengan tetap menatap lurus kedepan. Sora menatapnya takut-takut, “Er—eomma ingin besok Oppa menjemputku sekolah. Karena eomma tidak bisa.”

“Kenapa tidak lewat pesan saja menyampaikannya?” balas Chanyeol. Sora menelan ludahnya dengan susah payah, ia mencari jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan Cahnyeol.

“Karena aku rindu padamu Oppa.”

Bingo!

Jawaban dari hatinya keluar begitu saja dari mulut manis kecilnya yang menggemaskan itu.

Chanyeol menatapnya bingung, “Mwo?”

“Ani. Oppa lebih cepat. Aku ada tugas rumah.” elaknya dengan cepat Chanyeol hanya mengangguk tanpa protes. Ia tidak akan mempermasalahkan hal itu.

Sora bernafas lega mengetahui Chanyeol tidak membantah sedikitpun.

 

 

Disturbance

 

 

Sora menatap jam tangan hitamnya dengan was-was, ia sudah menunggu Chanyeol selama 20 menit dan dia tak kunjung datang. Ia mencoba mengingat-ingat apa ia salah bicara saat ia memberitahu jam pulang sekolahnya pada Chanyeol? Kurasa tidak. Kenapa ia lama sekali?

Beep.

Ponselnya bergetar pelan, tanda sebuah pesan memasuki ponselnya. Sora merogoh tas ranselnya dan mengambil ponselnya.

From    : Park Chanyeol

Maaf. Aku ada acara sangat penting sekarang. Kau bisa naik taxi, ‘kan?

Sora menghela nafas berat, ia menunggu 20 menit dan sekarang namja itu dengan mudahnya berkata demikian padanya.Teganya.

Sora mencoba berpikir positif hal ini, Chanyeol seorang artis wajar jika ia mempunyai banyak acara. Apalagi EXO adalah boyband yang sangat dicintai di Korea Selatan sekarang. Ia beruntung menjadi tunangan seorang Park Chanyeol. Salah satu member EXO yang membuatnya menjadi salah tingkah, dan membuatnya susah tidur.

Sora menghentikkan sebuah taxi, ia memasuki dan memberitahukan alamat yang ia minta. Ia mungkin memang sedikit kesala dengan kelakuan Chanyeol.

Tetapi ada satu hal yang bisa membuatnya terhibur, makan di kedai es krim favoritnya di dekat rumahnya.

 

Disturbance

 

 

Sora segera membayar taxi yang seblumnya ia tumpangi untuk mengantarnya ke kedai es krim favoritnya. Ia menarik nafas lega, saatnya bersenang-senang ! pikirnya.

Sora berjalan memasuki kedai es krim dengan langkah ringannya, ia ingin menikmati es krim tanpa sekalipun memikirkan seorang Park Chanyeol. Kasir dihadapannya menyambutnya dengan ramah, karena mereka hafal. Sora selalu kemari disaat apapun. Sora adalah pelanggan mereka sejak dulu, bahkan ia sering diberi potongan harga jika ia membeli es krim disini.

“Vanilla Chocolate, dengan taburan kacang diatasnya.” Pesan Sora. Kasir dihadapannya mencatat pesanan Sora dan segera memberikan bon agar Sora membayarnya. Sora mengeluarkan dompet yang berada di dalam tas ranselnya, setelah membayar ia segera ke tempat duduk yang biasa sering ia gunakan untuk menikmati es krimnya.

Tempat duduk yang dekat dengan jendela yang memberikan pemandangan jalanan kota Myungdong yang ramai dan ratusan pohon rimbun di dekat mereka. Memberikan kesan teduh baginya.

“Ige.” ucap seorang pelayan dengan memberikan pesanan es krimnya. “Khamsanida.” ucap Sora tak lupa dengan tersenyum manis. Pelayang tersebut membungkuk dan berjalan menjauhi meja Sora.

Sora menatap es krimnya dengan senang, tiba-tiba pikirannya menjadi berantakan. Lebih nikmat jika ia bisa makan es krim dengannya, Park Chanyeol.

Seandainya saja, seandainya. Itu hanya seandainya. Laki-laki itu mungkin tidak peduli padanya karena ia terlalu sibuk. Ia ingin bisa berjalan, hanya berdua. Hanya mereka seorang. Tanpa ada pengganggu sama sekali.

Dan itu kemungkinan kecil. Miris.

Sora menatap pemandangan diluar jendela, mencoba menghibur dirinya yang menyedihkan. Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah mobil sport hitam yang berhenti tepat didepan kedai es krim. Mobil seseorang yang membuatnya terbang ke angkasa lalu menjatuhkannya tiba-tiba di dalam jurang.

Seorang namja keluar dengan kacamata, syal dan penutup kepala. Ia mendekati kursi yang berada di sebelah kiri. Ia membukakan pintu itu dan keluar seorang yeoja dengan penyamaran yang sama. Kacamata berwarna sama, syal yang berwarna sama, penutup kepala yang mempunyai motif sama. Seperti pasangan.

Tapi Sora tahu, laki-laki itu adalah Park Chanyeol tunangannya. Sedang apa dia disini? Dengan seorang yeoja? Bahkan mempunyai barang yang hampir sama. Sora mengambil koran yang berada di samping kanannya. Ia membuka lebar koran itu sehingga menutupi wajahnya.

Chanyeol mulai memasuki kedai es krim itu, dengan menggenggam tangan yeoja itu. Astaga, ia bahkan belum pernah sekali pun bergandengan tangan mesra dengan Chanyeol. Chanyeol memesan es krim, lalu menanyakan es krim yang diminta yeoja itu.

Chanyeol menarik tangan gadis itu untuk duduk di sudut kedai es krim itu yang diterangi dengan rampu remang-remang, memberikan aksen romantis.

Sora memperhatikan mereka, dengan perasaan campur aduk antara sedih, kecewa dan penasaran. Apakah ini acara pentingnya?

Sora mengambil ponsel yang berada di dalam ponselnya dengan cepat, ia menghapus dengan kasar air matanya yang jatuh. Ia menekan nomor ponsel yang dituju.

“Yoboseyo?” jawab seseorang dengan suara bassnya yang terkenal.

“Chanyeol Oppa. Kau dimana?” tanya Sora dengan suara parau yang ia tahan. Sora membuka koran yang ia buka sedikit, mencoba melihat reaksi Chanyeol.

Laki-laki itu tampak melihat kanan kirinya. “A-aku di gedung utama SM. Waeyo? Apa kau sudah dirumah, Sora-ah?” tanya balik Chanyeol.

Sora bangkit dan mendekati meja Chanyeol dengan ponsel yang menempel ditelinganya, langkahnya terasa berat, hatinya terasa sakit saat tahu Chanyeol membohonginya. Sedikit lagi ia akan sampai.

“Sora-ah?” panggil Chanyeol. Sora mendekatinya, perasaannya semakin sakit, kini ia melihat Chanyeol mengelus pelan jemari tangan yeoja itu dengan lembut.

“Aku tidak dirumah. Aku tepat berada di samping kananmu, oppa. “ ucapnya parau. Sora berdiri tepat disamping kanan Chanyeol. Gadis itu mencengkram rok sekolahnya dengan erat menahan isak tangis yang ingin ia ungkapkan.

Chanyeol menatap arah kanannya dan.

Bingo !

Chanyeol terkejut menatap Sora yang berada disampingnya, mata gadis itu memerah. Ia siap menumpahkan air mata yang ia tahan. Air mata gadis itu tiba-tiba jatuh perlahan. Gadis itu lalu menghapusnya dengan kasar.

“Apakah ini acara yang sangat penting bagimu, oppa?” ucap Sora dengan terisak. Kini ia membiarkan air matanya mengalir dengan bebas dihadapan Chanyeol. Berapa kali ia harus sabar menghadapi kelakuan Chanyeol yang seperti ini? Berapa kali ia menangis hanya karena kelakuan namja ini?

“Sora-ah, aku bisa menjelaskan.” Chanyeol bangkit dan menepuk bahunya pelan. Membuatnya semakin menangis.

“Bukankah kau, Sora? Kau adalah hoobaeku, bukan?” tanya yeoja itu tiba-tiba berdiri dihadapannya. Chanyeol dan yeoja itu terlihat serasi sekali.

Sora menepis kasar tangan Chanyeol, dan keluar ke kedai es krim dengan perasaan kecewa luar biasa. Ia segera menyetop taxi dan berjalan menjauhi kedai es krim itu.

Ia masih mendengar Chanyeol memanggilnya dengan keras. Sora menyandarkan badannya di kursi taxi dan menangis sejadi-jadinya.

 

 

 

-TBC-

 

 

Hai 😀 Anyeonghaseyo ! Bagaimana? Kalian suka? RCL please. Kritik dan Saran kalian sangat membantuku 😀 jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Khamsanida ^^ btw, terima kasih buat dita unni yang mau ngepost ff amburadul/absurd/geje ini 😀 Jika ingin bertanya silahkan memberi komentar 😀 

39 responses to “(그런너) Disturbance [Part 1]

  1. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 4] | FFindo·

  2. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 5] | FFindo·

  3. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 6] | FFindo·

  4. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 7 - END] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s