Really, I Fall In Love [Chapter 1]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

RIFIL poster

Main Cast : Byun Baek Hyun (EXO) & Hwang Ji Eun (OC/You) || Other Cast : Park Kyung Ri (OC) & Park Chanyeol (EXO) || Genre : Comedy Romance, Drama, Marriage Life || Rating : PG 15 || Length : Chaptered

 

 

Arsita wickrama’s storyline

(@pitteopan)

Disclaimer :

Plot Is mine. Do not take an ideas/plagiarize. Do not bash please and be a good reader.

Summary :

Byun Baek Hyun, seorang pria dengan wajah cute namun disisi lain dia juga tampan. Namun takdir tidak memihak padanya karena sebuah hal yang tidak diinginkan yang terkait dengannya, mengharuskannya menikah dengan seorang gadis yang selalu bertengkar dengannya, Hwang Ji Eun.

 

.

Pagi hari dengan matahari yang masih bersembunyi disana tak membuat seorang gadis berumur 21 tahun itu menyerah. Gadis dengan wajah manis dan rambutnya yang lurus itu membuat banyak pria senang melihatnya.

Hwang Ji Eun, adalah gadis sederhana. Ketika ia berumur 15 tahun gadis itu sudah memutuskan untuk tinggal sendirian. Sedari kecil Ji Eun sudah diajarkan agar bisa hidup mandiri ketika sudah dewasa.

Gadis itu menaiki sepedanya untuk mengantarkan susu setiap paginya. Tentu saja ia melakukan hal itu untuk menambah penghasilannya untuk kebutuhannya sehari-hari. Orang tua Ji Eun tinggal di Jepang sehingga Ji Eun hanya tinggal sendirian di Korea.

“benarkah ini rumahnya?”

Ji Eun berpikir sebentar karena rumah itu sangat besar. Namun sedetik kemudian gadis itu menaikkan pundaknya seakan tidak peduli. Ji Eun melangkahkan melangkahkan kakinya menuju tempat bel berada.

Ting Tong

Suara bel berbunyi ketika Ji Eun menekan tombol bel itu. Namun si pemilik rumah belum membukakan pintunya. Dengan sabar Ji Eun menekan bel itu untuk kedua kalinya.

Cklek

Suara knop pintu terdengar. Ji Eun menghela nafas leganya. Mata Ji Eun membulat ketika seorang pria yang membukakan pintunya tadi hanya memakai celana boxernya dan tanpa baju.

“KYAA!—“  pekik Ji Eun seraya menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Pria yang ada dihadapan Ji Eun hanya bisa terdiam dengan mata kantuknya.

“hey kau ini masih pagi.” Dengus pria itu dengan setengah kesadarannya. Ji Eun mendengus kesal, yang benar saja bisa-bisanya pria itu bilang ‘ini masih pagi’ padahal matahari saja sudah hampir naik.

“Maaf telah mengganggu dan ini susu pesanan anda.” Ucap Ji Eun dengan sopan. Pria itu mengambil botol susu yang tadinya digenggam oleh Ji Eun. Dengan tidak sopannya pria itu segera menutup pintunya dengan keras.

“Tsk! Yang benar saja pria itu.” dengus Ji Eun kesal. Sudah berkali-kali sumpah serapah dikeluarkan untuk pria yang menurutnya tak sopan itu. Dengan kesal Ji Eun meninggalkan rumah itu.

***

Hari ini Ji Eun datang ke sekolahnya untuk berkuliah. Ya, sehabis mengantarkan susu Ji Eun langsung berangkat ke sekolahnya. Ji Eun bisa berkuliah karena beasiswa yang ia terima. Awalnya orang tua Ji Eun menyarankan untuk Ji Eun pergi ke Jepang namun Ji Eun menolaknya karena Ji Eun ingin hidup mandiri.

Ji Eun melangkahkan kakinya menelusuri koridor sekolahnya. Matanya sedari tadi menoleh kearah yang berlawanan entah sepertinya ia sedang mencari sesuatu.

“hey Ji Eun!”

Ji Eun yang merasa terpanggil segera menoleh ke sumber suara. Ji Eun tersenyum kecil ketika melihat orang yang ia tunggu datang.

“Kyung-a.”

Gadis yang berstatus sebagai sahabat Ji Eun segera mendekat kearah Ji Eun dan merangkul bahunya.

“Ji Eun-a hari ini kau mau menemaniku ke acara pembukaan hotel milik kakakku? Aku sebenarnya ingin tapi sepertinya jika ditemani denganmu mungkin akan terasa lebih menyenangkan, bagaimana?”

Ji Eun berpikir sebentar namun sedetik kemudian Ji Eun tersenyum kepada Kyung Ri sahabatnya.

“maaf aku tidak bisa Kyung-a.” ucap Ji Eun seraya memegang pundak sahabatnya itu. Kyung Ri terlihat kecewa tetapi sedetik kemudian Kyung Ri segera menahan lengan Ji Eun. Ji Eun menatap Kyung Ri heran.

“apa?”

“Ji Eun, kau kan sangat menyukai Chanyeol,”

Ji Eun mengerutkan keningnya seakan tidak mengerti. Kyung Ri sendiri sengaja menggantungkan kalimatnya agar Ji Eun semakin penasaran.

“Disana juga aka nada Chanyeol oppa.” Sambung Kyung Ri seraya tersenyum puas pada Ji Eun. Ji Eun yang mendengarnya segera menahan langkah Kyung Ri yang tadi ingin berjalan untuk meninggalkannya.

“Kyung-a,”

“aku ikut!” sambung Ji Eun seraya tersenyum dengan mata yang berbinarnya. Kyung Ri tersenyum lega mendengarnya dan segera menarik Ji Eun untuk pergi ke kelas mereka

***

Ji Eun segera melangkahkan kakinya menyamakan langkah sahabatnya yang sedang terburu-buru. Kyung Ri sendiri menggenggam lengan Ji Eun agar Ji Eun bisa berjalan dengan cepat.

“aish Kyung-a kau gila eoh?” dengus Ji Eun yang sedari tadi berusaha untuk berhati-hati agar tidak menabrak orang yang disekitarnya.

“Tck. Sudahlah jangan banyak bicara kita akan segera sampai.” Ucap Kyung Ri. Langkah mereka berhenti di sebuah butik pakaian. Ji Eun sendiri menatap Kyung Ri heran.

Kyung Ri membawa Ji Eun untuk masuk ke dalam butik. Ji Eun hanya bisa menganga lebar karena takjub dengan pakaian yang begitu indah dan juga begitu mahal tentunya.

Ji Eun di bawa untuk memilih beberapa pakaian namun dengan sopannya Ji Eun menolaknya karena tidak ingin menyusahkan Kyung Ri. Namun sahabatnya itu tetap bersikeras dengan cara Kyung Ri yang memilihkan bajunya dan menyuruh Ji Eun untuk memakaikannya.

Sudah 5 pakaian yang Ji Eun pakai namun tidak ada yang cocok menurut Kyung Ri. Ji Eun hanya bisa menghela nafasnya karena ia sendiri sudah menghabiskan waktunya hanya untuk mencoba beberapa baju selain itu Ji Eun juga agak kesulitan untuk memakai beberapa pakaian karena ia takut merusak pakaian yang mahal itu.

Ji Eun kembali merapikan pakaiannya. Dress berwarna putih dengan motif garis yang elegan membuat Ji Eun terlihat sangat cantik. Ji Eun yang merasa sudah pas langsung keluar dari kamar ganti. Ji Eun mengucapkan sumpah serapahnya jika saja Kyung Ri berkomentar jelek dan menyuruhnya untuk mencoba beberapa pakaian lainnya Ji Eun tak segan untuk melemparnya dengan tas yang ia bawa.

“Whoa! Ji Eun, kau terlihat sangat cantik!” Puji Kyung Ri seraya menatap Ji Eun dari atas sampai bawah. Ji Eun sendiri merasa tak nyaman dengan dress yang ia pakai karena ukuran dress itu sendiri hanya sampai diatas lututnya.

“Kyung-a aku merasa tak nyaman dengan pakaian aneh ini.” gumam Ji Eun seraya menutup bagian dada yang sedikit terekspos. Kyung Ri terkekeh pelan.

“Tck kau ini bagaimana, inikan sudah era modern dan semuanya serba pendek dan juga terekspos jadinya kau tak perlu merasa tak nyaman.” Balas Kyung Ri. Ji Eun hanya bisa tersenyum paksa.

***

Malam itu Ji Eun dengan sahabatnya datang ke sebuah pesta pembukaan hotel milik kakak dari sahabatnya, Kyung Ri. Mereka datang ke pesta itu dengan dress yang terlihat cantik ditubuh mereka.

“Ji Eun.”

“eum?”

“Kau bilang ada Chanyeol disini,”

“tentu saja. kau ingin bertemu dengannya?”

“bu..bukan begitu. Maksudku mengapa Chanyeol sunbae ada disini?”

Kyung Ri yang mendengarnya hanya bisa tergagap karena ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Ji Eun merasa heran dengan sikap Kyung Ri.

“Dia sepupuku.”

“maksudmu ‘Dia’ adalah Chanyeol sunbae?” tanya Ji Eun dengan mulut yang masih ternganga dengan pernyataan sahabatnya itu. Kyung Ri sendiri ingin memberitahu Ji Eun tetapi karena Ji Eun selalu sibuk maka ia mengurungkan niatnya itu.

“Kyung Ri?”

Suara berat seorang pria terdengar jelas ditelinga mereka. Ji Eun menoleh ke sumber suara dan didapatkannya seseorang yang begitu ia sukai, dialah Park Chanyeol. Ji Eun masih terdiam mematung. Sungguh seumur hidupnya Ji Eun tidak pernah berada dalam jarak yang dekat seperti ini. Ya, Chanyeol ada dihadapan Ji Eun dengan Tuxedo hitamnya. Rasanya Ji Eun sendiri tidak bisa mendeskripsikan bagaimana kadar tampannya seorang Park Chanyeol.

“Oppa? Sejak kapan kau disini?”

“Baru saja.” jawab Chanyeol dengan senyuman bodohnya namun menurut Ji Eun itu adalah senyuman yang membuat tubuhnya lemas seketika. Chanyeol yang merasa heran dengan gadis yang sedari tadi berada disamping Kyung Ri hanya menatap Ji Eun heran.

“Siapa dia?” tunjuk Chanyeol kearah Ji Eun. Kyung Ri yang tak sadar kalau sedari tadi dia asyik berbincang dengan sepupunya itu langsung menoleh kearah Ji Eun. Namun yang didapatinya hanyalah Ji Eun yang sedang terdiam menatap Chanyeol dengan tatapan err kagum? oh mungkin saja.

“ah iya maafkan aku Ji Eun. Oppa, ini sahabatku Hwang Ji Eun.” Ujar Kyung Ri seraya menahan lengan Ji Eun. Chanyeol yang mengerti langsung mengangkat tangannya untuk sekedar berjabat tangan.

“kenapa diam?”

Ji Eun yang sadar dari lamunannya hanya bisa tersenyum bodoh dihadapan Chanyeol. Gadis itu segera mengangkat tangannya dan berjabat tangan dengan Chanyeol. Ji Eun sendiri merasa canggung ketika tangannya bersentuhan langsung dengan tangan Chanyeol. Pipi gadis itu merona merah karena malu.

Gadis yang menarik, batin Chanyeol

***

Angin malam berhembus begitu kuat sehingga gadis itu memeluk dirinya sendiri dengan kedua jemarinya. Ji Eun menaiki tangga satu persatu entah mungkin ia penasaran dengan anak tangga yang akan membawanya kesuatu tempat.

Terlihat rasa kagum dimata Ji Eun ketika gadis itu sampai dititik akhir anak tangga tadi. Langkah Ji Eun membawanya menuju sebuah balkon dengan pemandangan yang sangat indah. Ji Eun memejamkan matanya dan menghirup udara sebanyak banyaknya.

“sedang apa kau disini?”

Nada suara yang cukup parau terdengar ditelinga Ji Eun. Gadis itu bergidik ngeri ketika suara itu menggelitik indra pendengarannya. Namun ketika Ji Eun menoleh yang dilihatnya adalah pria dengan wajah tampan dan cute.

“kau tidak bisa mendengar ya?”

Sungguh ketika mendengar perkataan pria itu rasanya Ji Eun ingin melemparnya ke ujung tebing disana. Ji Eun begitu kesal dibuatnya. Pria itu, Byun Baek Hyun. Pria dengan wajah tampan dan cute itu membuat para gadis tunduk padanya. Namun terkadang Baekhyun memiliki sifat yang kekanakkan dan mampu membuat orang lain kesal, Termasuk Ji Eun.

“Aku bisa mendengarmu bodoh!” pekik Ji Eun dengan kesal. Baekhyun yang melihatnya hanya menatap Ji Eun datar seakan tidak menghiraukan perkataan Ji Eun.

“lalu kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?”

Deg

Pria ini berhasil membuat Ji Eun terdiam begitu lama. Sungguh Ji Eun ingin sekali menceburkan dirinya ke samudra atlantik. Baekhyun yang sedari tadi melihat Ji Eun terdiam hanya bisa tertawa sinis. Perlahan-lahan Baekhyun melangkah mendekat ke arah Ji Eun.

Ji Eun yang begitu takut langsung mendorong tubuh Baekhyun namun belum sempat Ji Eun melarikan diri Baekhyun langsung merengkuh lengan Ji Eun dengan erat.

“kau mau menghindar eum?” lirih Baekhyun seraya menatap gadis itu tajam. Ji Eun melihat dengan jelas ketika Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya. Rasanya dunia berhenti berputar, keringat dingin terasa di sekujur tubuh Ji Eun. Entah apa yang mendorong gadis itu itu untuk memejamkan matanya tapi kali ini Ji Eun hanya bisa pasrah.

“kenapa kau memejamkan matamu?”

Blush

“kau mengharapkan sesuatu yang tidak-tidak ya?” goda Baekhyun dengan mengeluarkan seringaiannya. Ji Eun yang merasa tidak tahu harus apa hanya bisa terdiam melihat Baekhyun tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHA KAU LUCU SEKALI! pffttBUAHAHA”

Ji Eun mendengus kesal. Dengan berani Ji Eun menginjak kaki Bekhyun dengan keras. Pria itu hanya bisa merintih kesakitan ketika Ji Eun hampir saja menghancurkan kakinya yang indah dengan cara menginjaknya kasar.

“Aku benci padamu!”

***

“Ji Eun-ah..”

Sedari tadi gadis berambut pendek itu terus saja merengek pada sahabatnya. Ya, Ji Eun masih marah karena Kyung Ri sama sekali tidak memberi tahukannya kalau Chanyeol adalah sepupunya, padahal Kyung Ri tahu kalau Ji Eun sangat menyukai Chanyeol.

Ji Eun masih mengacuhkan Kyung Ri. Terus terang saja Ji Eun kesal karena sahabatnya sendiri tidak memberi tahukan hal yang begitu mengejutkan itu. Kyung Ri menghela nafasnya namun gadis itu sama sekali tidak menyerah. Wajah Kyung Ri tiba-tiba saja terlihat begitu senang karena ada sebuah ide yang muncul dalam pikirannya.

“Ji Eun..”

“kau bilang kau menyukai Chanyeol sunbae bukan?”

Ji Eun yang mendengarnya langsung menoleh. Terihat seringaian kemenangan di wajah Kyung Ri. Ji Eun sendiri hanya bisa menatap sahabatnya heran karena menggantungkan kalimatnya.

“Dari dulu kau pasti ingin tahu siapa dan bagaimana itu Chanyeol, benar kan?”

Ji Eun yang merasa bingung dengan kalimat sahabatnya yang begitu berbelit belit dan membuat kepalanya pusing akhirnya memutar bola matanya seakan ia begitu kesal dengan kalimat yang selalu digantungkan Kyung Ri.

“Aku akan memberi tahumu semuanya tentang Chanyeol oppa. Dimulai dari kebiasaannya, kesukaannya dan hal yang ia benci, bagaimana?” tanya Kyung Ri dengan nada menggoda. Ji Eun sendiri meneguk salivanya karena itulah yang Ji Eun inginkan, mengetahui Chanyeol lebih dekat secara diam-diam.

Dengan cepat Ji Eun mengangguk. Kyung Ri terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya yang begitu aneh karena sepupunya, Park Chanyeol.

“anak pintar,” gumam Kyung Ri dengan senyuman kemenangan itu.

***

Hari itu kelas yang Ji Eun tempati sedang kosong. Akhirnya gadis itu memilih untuk membaca novel favoritnya dibawah pohon. Tatapan gadis itu begitu serius dengan bacaannya. Namun sebuah suara seseorang yang tengah meletakkan tasnya membuat konsentrasi Ji Eun hilang. Dengan pelahan Ji Eun melirik ke sampingnya, dan benar saja di dapatinya seorang pria dengan rambut berwarna coklat caramel tengah duduk sambil memakaikan earphone-nya

Ji Eun terkejut karena pria yang ada disampingnya itu adalah pria yang semalam membuatnya kesal setengah mati. Awalnya Ji Eun ingin memarahi pria itu namun niatnya diurungkan begitu saja ketika melihat pancaran pria yang di sebelahnya begitu tenang.

Tampan, batin Ji Eun seraya terdiam menatap wajah pria yang ada disampingnya

Pria itu, Byun Baekhyun yang merasa dirinya sedang diawasi oleh seseorang segera menoleh ke sampingnya. Baekhyun mengernyitkan dahinya karena gadis yang ada disampingnya tengah terdiam menatapnya. Baekhyun terkekeh pelan melihat ekspresi gadis itu yang terlihat lucu namun juga manis disaat bersamaan.

“Apakah aku terlalu tampan sampai kau harus menatapku lama seperti itu?”

Ucapan itu membuat lamunan Ji Eun buyar. Sungguh gadis itu merasa sangat malu karena tertangkap basah tengah menatap pria yang ada disampingnya cukup lama. Ji Eun mengerucutkan bibirnya seraya mengelak perkataan Baekhyun.

“kau gadis yang kutemui semalam itu bukan?” tanya Baekhyun selidik. Ji Eun terlihat salah tingkah karena selain tertangkap basah sedang menatap Baekhyun namun pria itu juga mengetahui siapa dirinya. Ji Eun begitu membenci Baekhyun karena kejadian semalam yang membuat dirinya kesal setengah mati.

“Tck, sudah kuduga,” Gumam Baekhyun seraya mengalihkan pandangannya. Ji Eun yang mendengarnya langsung mengernyitkan dahinya karena perkataan Baekhyun. Ji Eun menatap Baekhyun seakan ‘apa-maksudmu’

“waktu itu kau bilang kalau kau membenciku, benar bukan?”

“lalu kenapa kau masih terdiam ditempatmu? Seharusnya kau memarahiku dan memakiku karena telah menggodamu semalam.” Sambung Baekhyun seraya menyeringai Ji Eun yang masih terdiam dengan perkataannya.

“YAK! Baiklah kalau begitu izinkan aku untuk memakimu!”

“Kau, jujur saja ketika pertama kali aku bertemu denganmu aku selalu merasa hari-hariku terasa sial!”

“Aku benar-benar membencimu! Ingat itu!” pekik Ji Eun dengan nafas terengah-engah. Baekhyun hanya terdiam dengan tatapan santainya itu. Ji Eun yang melihatnya hanya bisa terheran karena tidak ada reaksi apapun dari Baekhyun. Pria itu menyadari jika Ji Eun saat ini sedang menunggu reaksinya hanya bisa terkekeh pelan.

Ji Eun mendengus kesal karena bisa-bisanya Baekhyun tertawa disaat dirinya berada dibatas kesabarannya. Dengan perlahan Baekhyun berjalan mendekati gadis yang ada dihadapannya. Ji Eun yang merasa ada aura aneh dari Baekhyun hanya bisa melangkah mundur.

“Jika kau membenciku, silahkan saja.”

“Tetapi kau pasti akan menarik semua kalimatmu itu,” sambung Baekhyun yang tengah berada tak jauh dari wajah Ji Eun. Pria itu segera meninggalkan Ji Eun yang masih dalam lamunannya. Sungguh Ji Eun merasa aneh pada dirinya karena jatungnya berdegup kencang.

***

“Baekhyun!”

Seorang pria dengan tergesa-gesa menghampiri Baekhyun. Nafas pria itu terengah-engah. Baekhyun yng melihatnya hanya menatap heran.

“Chanyeol?”

Seorang pria yang bernama Chanyeol segera berlari menuju Baekhyun. Nafas pria itu terengah-engah namun senyuman tak pernah pudar dari wajahnya. Baekhyun mengernyitkan dahinya karena melihat Chanyeol yang terlihat begitu semangat.

“ada apa?” tanya Baekhyun seraya mengernyitkan dahinya. Chanyeol yang tadinya membungkukan badannya langsung berdiri seperti semula.

“nanti malam kau ada acara?”

“tidak.”

“nanti malam aku ingin bersenang-senang dibar milik temanku. Bagaimana?” tanya Chanyeol dengan seringaiannya. Chanyeol tahu jika Baekhyun tidak akan menolak permintaannya darinya entah mungkin ada suatu ikatan yang membuat mereka terlihat begitu dekat.

Dengan bodohnya Baekhyun mengangguk seakan terhipnotis oleh ajakan Chanyeol. Baekhyun sendiri reflek mengiyakan ajakan Chanyeol. Sangat konyol memang ckck.

“Kalau begitu sampai jumpa nanti malam Baek—ah iya aku lupa disana juga ada Taeyeon noona. Oke hanya itu saja yang ingin kusampaikan,” ujar Chanyeol seraya menyeringai Baekhyun. Pria itu yang tadinya hanya memandang Chanyeol datar langsung tersentak kaget. Tentu saja karena wanita yang disebutkan Chanyeol tadi.

***

Dentuman music yang terdengar begitu berisik, namun tidak ada yang mengeluh akan hal itu —malah mereka sangat menikmatinya. Seorang gadis yang tengah terduduk di sofa hanya bisa terdiam melihat orang-orang di sekitarnya. Seperti sangat asing baginya dengan semua yang ada di sekelilingnya saat itu.

“Ayolah Ji, minum lagi..” gumam Kyung Ri dengan keadaan setengah mabuk. Ji Eun yang mendengarnya hanya bisa pasrah dan menuruti Kyung Ri. Baru 3 gelas bir yang ia teguk, kesadaran Ji Eun sudah melemah. Ji Eun menggumam hal aneh yang membuat orang-orang melihatnya sedikit aneh.

“Aku ingin ke toilet, dan kau tunggu sebentar.”

Ji Eun yang sudah sepenuhnya mabuk hanya bisa menggumam di atas meja.

***

“Yeol, kau duluan saja. Aku akan menyusul,”

Mata Baekhyun tak henti-hentinya berhenti untuk melihat seisi tempat tersebut. Seperti sedang mencari sesuatu. Tubuh pria itu langsung membeku ketika melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat. Seorang gadis dari kejauhan terlihat sedang memeluk seorang pria tinggi dan terlihat maskulin itu.

Baekhyun yang melihat itu hanya bisa terdiam. Entah seperti ada ribuan batu yang menghantam tubuhnya. Sesak sekali. Baekhyun hanya tersenyum miring. Senyuman itu bukanlah senyuman kebahagiaan, tetapi senyuman yang memiliki makna tertentu.

Baekhyun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka yang sedang berpelukan mesra. Mata Baekhyun menyipit ketika seorang gadis yang sepertinya ia kenal tertidur, dengan kepala yang masih menyender di atas meja bar itu.

“Tsk, ternyata dia bukanlah gadis yang kupikirkan selama ini,” gumam Baekhyun. Terlihat seringaian licik di wajah Baekhyun. Dengan perlahan Baekhyun mendekati Ji Eun yang masih asyik dengan gumaman aneh akibat meminum bir tadi. “Hei nona, kulihat kau sedang sendirian. Apakah kau ingin aku temani?” goda Baekhyun seraya mengelus pipi Ji Eun.

Ji Eun yang awalnya merasa terganggu akibat jemari yang tengah mengelus pipinya, langsung membuka matanya. Perlahan demi perlahan pandangan Ji Eun buram. Ji Eun merasa ada sesuatu yang aneh dengan perutnya, seperti sedang di putar-putar.

Cairan yang baru saja keluar dari perut Ji Eun akhirnya mengenai kemeja Baekhyun. Setelah apa yang dilakukan Ji Eun oleh Baekhyun, gadis itu langsung tertidur karena mabuk.

Baekhyun mendengus kesal. Tentu saja, kemeja putih kesayangannya itu harus terkena muntahan dari perut Ji Eun. “Tck, benar-benar menyusahkan,” Desis Baekhyun.

***

Matahari sudah meninggi, namun sesosok gadis yang sedang tertidur di atas ranjang putih itu masih mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa pusing—mungkin karena ia minum terlalu banyak sehingga membuatnya harus bertarung dengan pikirannya.

Matanya mengerjap tak pasti karena sinar matahari yang menembus kaca transparan tersebut. Ji Eun membuka matanya perlahan dan memastikan jika ini sudah menjelang siang. Pandangan Ji Eun menelusuri ruangan dimana ia tertidur pulas tadi. Awalnya Ji Eun tidak menyadari dimana ia berada, namun ketika ia mengingat bahwa ia tidak pernah menggunakan sprei berwarna putih, gadis itu segera sadar dari pikirannya.

“I-ini bukan kamarku—berarti ini kamar siapa?” gumam Ji Eun. Dengan perlahan Ji Eun mengamati ruangan tersebut. Ji Eun mengaga lebar ketika melihat ruangan yang terlihat rapi. Aroma vanilla begitu terasa di indera penciumannya.

Ji Eun pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut. Kosong, dimana si pemilik rumah itu?, batinnya. Sedari tadi Ji Eun tak henti-hentinya melayangkan pujian atas kerapihan sang pemilik rumah tersebut.

TING TONG

Suara bel rumah terdengar. Ji Eun pun membaeranikan diri untuk membuka pintu masuk tersebut. “Iya, siapa?” tanya Ji Eun dengan pintu yang masih setengah terbuka itu.

Seorang wanita paruh baya terlihat sedang membawa beberapa kantong yang berisi bahan makanan, langsung terkejut ketika melihat Ji Eun yang membuka pintunya. Ji Eun sendiri hanya bisa terdiam heran dengan raut wajah yang di tampilkan oleh wanita paruh baya di hadapannya.

“K-kau siapa? Kemana Baekhyun?” tanya wanita paruh baya tersebut. Ji Eun yang masih bingung dengan keadaan disana, hanya bisa terdiam.

“Ibu? Apa yang Ibu lakukan di pin—Kyaa! K-kau sudah bangun?”

.

.

.

.

.

pitteopan’s note : akhirnya tbc juga HAHA /ketawa setan/ hehe maap kalo emang kependekan *SITA PLIS INI EMANG PENDEK* /slapped/ hoho jujur aja saya bikin ff ini berawal karena salah satu sahabat saja merequest untuk membuat fanfic bercast baekhyun dan jadilah FF CHAPTERED GAJE INI *jengjeng(?) okesip kalo ada yang mau kenal saya lebih lanjut/? Boleh tanya plus follow sepuasnya sampe lemes /wht ke @pitteopan insyaallah bakal dipolbek/? Wjwj btw sekian dari curcol saya dan thanks udah baca!<3

48 responses to “Really, I Fall In Love [Chapter 1]

  1. Annyeong authornim^^ aku reader baru nih *emang ada yang nanya*
    Aku rada ga ngerti. Sebenarnya ji eun masih sekolah atau sudah kuliah?._.v terus pas Ji Eun lagi baca buku dibawah pohon kan Baekhyun duduk disamping,kok tbtb Baekhyun berjalan mendekat kedepan Ji Eun yah?._. Mgkin imajinasi aku kurang bagus yah-..- overall,ff ini bagus. Aku ada saran,sebaiknya pengulangan kata dihindari yah chingu. Seperti yang “Chanyeol berlari dengan nafas yang terengah-engah” diulang lagi. Maafin yah banyak bacot-_- aku baca next chapter dulu yah. Fighting!^^

  2. Annyeong authornim^^ aku reader baru nih. comment sebelumnya itu eonni aku yang pake akun aku-_-*emang ada yang nanya*
    Aku rada ga ngerti. Sebenarnya ji eun masih sekolah atau sudah kuliah?._.v terus pas Ji Eun lagi baca buku dibawah pohon kan Baekhyun duduk disamping,kok tbtb Baekhyun berjalan mendekat kedepan Ji Eun yah?._. Mgkin imajinasi aku kurang bagus yah-..- overall,ff ini bagus. Aku ada saran,sebaiknya pengulangan kata dihindari yah chingu. Seperti yang “Chanyeol berlari dengan nafas yang terengah-engah” diulang lagi. Maafin yah banyak bacot-_- aku baca next chapter dulu yah. Fighting!^^

  3. Annyeong! ^^ reader baru disini kkk~
    eh iya, kenapa pendek banget eoh? -___-
    lagi seru-seru juga thor malah tbc … jangan-jangan nanti Baekhyun suruh nikah lagi kwkw
    oke, aku suka fanfic mu thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s