Doppelganger (ONESHOT)

~~~NIGHTMARE~~~

Doppelganger

“Someone that looks the exact same as another person. yet not a twin. ghost identical to living person: an apparition in the form of a double of a living person”

Image

Genre: horror, mystery

Ratting: PG-13

Cast: (main cast) Sehun, Luhan, Kai, EXO Members

Disclaimer: [!!!] that plot of story aren’t mine! Basic from real story of my friends! Jadi maaf jika terdapat kesamaan dengan fanfict/cerpen lain secara tidak sengaja.

Sehun POV

Waktu bergulir semakin cepat, tidak terasa aku sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa. Padahal rasanya baru kemarin aku masih mengenakan seragam sekolah sekarang aku sudah menjadi mahasiswa yang memiliki segudang kegiatan. Baru beberapa bulan aku menjadi seorang mahasiswa di Seoul University tapi tugas yang di berikan dosen terlalu banyak sangat menyita waktuku, terkadang aku lupa makan dan tidur terlalu larut bahkan tidak tidur sama sekali demi tugas. Yah.. beginilah duka menjadi seorang mahasiswa.

Tapi semenjak menjadi mahasiswa juga banyak hal positif yang aku pelajari terutama menjadi lebih mandiri di bandingkan saat dulu masih di bangku sekolah. Sekarang aku tinggal bersama dua orang temanku Chanyeol dan Baekhyun di sebuah flats yang tidak terlalu jauh dari campus. Meski kami bertiga baru mengenal satu sama lain tapi sudah tidak ada rasa canggung di antara kami. Kami sangat akrab meski terkadang Baekhyun dan Chanyeol selalu bertengkar dan biasanya aku yang melerai mereka. Tidak jarang aku yang jadi sasaran mereka saat berkelahi, maklum mungkin aku paling muda di antara mereka.

“yya!! sehun! Ada telefon untukmu,” teriak Chanyeol membuyarkan konsentrasiku saat membaca novel Sherlock Holmes yang baru aku pinjam dari perpustakaan.

Aku menutup novel itu dan berjalan menuju Chanyeol, “ya hyung, gomawo. Dari siapa?”

“entahlah sepertinya itu suara Kai, sudah ya aku tinggal dulu menjemput baekhyun dia tidak membawa payung padahal hujan sangat lebat,” Chanyeol menepuk pundakku kemudian pergi meninggalkanku.

“hati – hati di jalan hyung!” aku melambaikan tangan padanya sambil tersenyum, astaga aku hampir lupa belum mengangkat ketefonnya.

“y-yeoboseyo..”

“HEYYY OH SEHUN LAMA SEKALI?!! KAU PIKIR AKU TELEFON TIDAK BAYAR APA?!” terdengar sangat memekakan telinga suara Kai saat sedang marah di telefon ini.

“mianne, aku hampir lupa kalau kau menelefon gara – gara Chanyeol hyung kkkk~ kenapa menelefonku? Kau merindukanku? Hahaha…” aku tertawa, kai terdengar seperti mendengus kesal.

“kau ini… merindukan mu? Aku ingin muntah mendengarnya! Apa kau lupa kita harus mengerjakan tugas kelompok sekarang!”

“tugas kelompok……?”

“aduh oh sehun kau itu masih muda tapi pelupa ya! Tugas yang di kumpulkan besok! Tugas kita bertiga bersama Luhan,” aku terkaget kenapa aku jadi pelupa begini, untung kai mengingatkan ku walau dari nada bicaranya dia terlihat sangat kesal.

“astaga….. aku lupa, baiklah sekarang kau di mana?!”

“kita mengerjakannya di perpustakaan aku dan Luhan sudah ada di sini, cepat ya!”

“baiklah! Tunggu aku,” aku segera menutup telefon ganti baju, mengambil tasku, dan berlari menuju campus.

Sehun POV end

Sehun akhirnya sampai di depan campus dan segera berlari menju perpustakaan, waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 KST. Campus sudah sangat gelap dan sepi, Sehun berpikir sejenak karena ia panik ia lupa sesuatu. Perpustakaan tutup jam 21:00 KST berarti sekarang perpustakaan sudah tutup. Ia bingung sambil terus berjalan menuju perpustakaan. Saat tiba di depan perpustakaan benar sudah sangat sepi dan gelap, perpustakaan sudah di tutup. Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu kemana Kai dan Luhan mengerjakan tugas? Sehun masih mematung di depan perpustakaan. Sampai seseorang menepuk pundaknya dan membuat Sehun kaget setengah mati. Siapa yang menepuk pundaknya padahal di sini tidak ada seoranpun. Sehun tidak berani menengok ke belakang. Bulu kuduknya merinding dan nafasnya terengah. Dia menelan ludahnya gelisah. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Dia seakan membeku selama beberapa detik. Sebelum orang yang memegang pundaknya itu berbicara.

“yya! Oh sehun apa yang kau lakukan di sini?” sehun segera membalik badannya.

“kai, kau mengagetkanku!! Aku hampir pingsan tadi!” aku menghela nafas lega ternyata itu Kai.

“salah sendiri berdiri di sini sendirian, apa kau tidak mengecek kakao talk yang aku kirim setelah menelefonmu?” kata kai kesal, aku mengambil hp ku di saku celana dan benar kai beberapa kali mengirimi ku pesan menyuruhku pindah ke gedung G dan menuju kelas 113.

“sudah selesai membacanya? Kau ini ceroboh sekali, ayo segera pindah ke kelas Luhan menunggu sendirian di sana,”

“tunggu… bagaimana bisa kau mendapatkan kunci kelas itu?”

“aku mendapatkannya dari penjaga campus tadi saat aku bingung perpustakaan di tutup,” jelas kai.

“oh begitu…. baiklah ayo segera ke kelas,”

Mereka berdua berjalan menaiki tangga, kelas 113 memang terletak di lantai 3 gedung G. Malam ini begitu sepi dan dingin. Entah mengapa perasaan sehun jadi tidak enak. Kalau saja tugas tidak di kumpulkan besok sehun lebih memilih pulang.

Saat tiba di dalam kelas terlihat luhan duduk sendirian di bangku sambil menundukkan muka terlihat sedang membaca buku. Kai langsung membagi tugas pada karena dia yang jadi ketua kelompok sekarang. Luhan terlihat aneh hari ini biasanya jika melihat sehun dia langsung menyapanya dengan senyumannya yang menawan itu, entah kenapa sekarang dia hanya diam saat melihat sehun tidak ada sebuah senyum tersungging di bibir mungilnya itu. Kai sama sekali tidak tau keanehan ini, mungkin hanya sehun yang merasa luhan berubah.

Kai duduk di belakang Luhan dan Sehun duduk di meja samping kiri Luhan. Mereka terlihat sangat serius mengerjakan tugas. Suasanya menjadi sangat sunyi, hanya ada suara jarum jam jang seakan memecah kesunyian.

Tic

Tok

Tic

Tok…

Sehun menoleh ke belakang untuk melihat jam tanpa terasa sudah hampir jam 12 tengah malam. Sehun sadar bagiannya kurang sedikit lagi, ia lalu melanjutkannya dengan semangat. Tiba – tiba hp nya bergetar ada telefon masuk.

“aku keluar sebentar ya, ada telefon,” ucap sehun sembari meninggalkan Kai dan Luhan berdua di kelas.

“ya jangan lama – lama segera selesaikan tugas nya, hoooaaammpphh ngantuk sekali!” kai menguap sambil mengangkat kedua tangannya.

“Luhan hyung! Kenapa dari tadi diam saja?” tanya Kai, Luhan sama sekali tidak menjawab. Akhirnya Kai menyadari keanehan pada Luhan, tapi ia tidak ambil pusing dan mulai mengerjakan tugasnya kembali. Tidak sengaja Kai menjatuhkan pensil dan segera menggambilnya. Saat kai mengambil pensil dari kolong mejanya ia melihat sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri. Dia tidak percaya apa yang ia lihat sekarang.

Sehun mengambil HP nya dari dalam saku kemudian melihat siapa penelefon yang iseng menelefonnya tengah malam begini. Sehun kaget saat tau siapa orang yang menelefonnya adalah Luhan. Luhan yang dari tadi mengerjakan tugas bersama di dalam kelas. Sehun berusaha berfikir positif mungkin saja HP Luhan tertinggal di rumah dan seseorang menelefon Luhan. Sehun mengangkat telefonnya.

“yeo—boseyo~” suara sehun terdengar serak.

“sehunnie!! Mianne!” terdengar suara seseorang yang selalu tersenyum pada Sehun dan hanya dia di dunia ini yang memanggil sehun dangan sehunnie, benar itu suara Luhan. Sehun terdiam seribu bahasa dia menyenderkan tubuhnya dinding. Dia tidak tahu harus bicara apa dia sangat bingung dan takut. Sementara Luhan di seberang sana terus mengoceh.

“sehunnie? Sehunnie kau masih disana? Kenapa tidak bicara kau marah aku tidak ikut mengerjakan tugas? Huh, sehunnie kenapa hanya diam?”

“Luhan hyung… kau dimana sekarang hah,” sehun dengan suara terengah menjawab luhan.

“Maaf tadi maag ku tiba – tiba kambuh aku di bawa ke rumahsakit, sekarang aku masih di rawat. Aku menelefon diam – diam. Aku tidak bisa tidur sehunnie…. sehunnie bagaimana tugasnya?”

“apa benar ini Luhan hyung! Jangan bercanda ini sama sekali tidak lucu!!” bentak sehun pada luhan, luhan bingung kenapa ia membentaknya dan juga apa maksud perkataan sehun.

“……….sehun kau benar benar marah padaku? Aku tidak mengerti ini aku Luhan! apa maksudmu? Kau ragu aku Luhan?”

“hyung kau ada di sini!! mengerjakan tugas bersama kami dari tadi jam 10,” ucap Sehun lemas tak terasa airmatanya mulai mengalir.

“………….bagaimana bisa aku di rumah sakit sehunnie, kau bergurau ya? Apa kau menakutiku karena tidak ikut mengerjakan tugas?” Luhan balik menuduh sehun mengerjainya. Sehun menghela nafas panjang kemudian menghapus airmatanya, ia mengerti sekarang kenapa Luhan yang di dalam kelas sangatlah aneh. Dia bukan Luhan!

“aku tidak mengerjaimu hyung, jika kau tidak datang pasti aku atau kai sudah menelefonmu untuk segera kesini,”

“kau benar…….. lalu yang mengerjakan tugas dengan kalian itu siapa?” ucap Luhan lemas dan penuh rasa penasaran.

“entahlah, aku tutup dulu hyung terimakasih telah memberitahu ku meski terlambat,”

“sehunnie aku takut…”

“kalau kau di sana takut bagaimana aku sekarang, sudah ya aku ingin memberi tahu kai tentang ini semua,”

“baiklah, sehunnie tetap tenang jangan panik. Siapa tau dia tidak jahat pada kalian,”

“iya hyung, aku tutup ya selamat malam cepat sembuh… Besok aku menjengukmu di rumahsakit,” sehun menutup telefonnya, sekarang ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Perasaannya kalut, ingin dia langsung menginggalkan gedung ini dan pulang ke flats tapi ia tidak tega meninggalkan Kai dengan ‘seseuatu’ yang menyamar menjadi Luhan.

Sehun mencoba tenang meski dalam hatinya sangat kalut dan kacau. Dia mencoba memberitahu kai tentang semua ini lalu pergi dari sini. Sehun kemudian mengirim pesan kakaotalk pada kai.

Sehun: ‘kai kita harus segera pergi dari sini! Yang ada di depanmu itu bukan Luhan hyung!’

Tak lama Kai membalas pesan Sehun

Kai: ‘aku tau…’

Sehun: ‘kau tau? Bagaimana bisa???’

Kai: ‘saat aku mengambil pensilku yang terjatuh di kolong meja aku melihat kaki Luhan hyung tidak menginjak tanah… kau segera masuk ke adalam ambil tasmu dan kita pergi, bilang saja tugas ini sudah selesai.’

Sehun: ‘ah arraseo…’

Sehun memasukkan smartphone nya ke dalam saku kemudian memberanikan diri masuk ke kelas. Tanpa berbicara apapun sehun langsung mengemasi barang barangnya. Kemudian sehun melirik Kai sebentar tanda sudah siap, Kai mengangguk tanda mengerti.

“hyung, tugas kita sudah selesai sekarang kita bisa pulang,” kata kai dengan senyum yang sangat di paksakan. Mata sehun tidak pernah lepas dari Luhan yang terus menunduk. Sehun menelan ludahnya kemudian memberanikan diri menepuk pundak Luhan jadi – jadian itu. Lalu Luhan menangkat wajahnya sambil menatap kosong Kai dan Sehun, wajahnya terlihat sangat pucat, bibirnya putih seperti orang mati jelas dia bukan manusia.

Kai dan Sehun sekarang hanya menunduk tidak berani menatap Luhan palsu ini, kemudian Luhan mulai berkata sambil terseyum… bukan tapi menyeringai.

“sudah selesai atau sudah tau?”

END

Heheeheh halooo semua iseng nih nulis ff yang horror moga – moga serem ya :3

Habis bosen nulis comedy mulu, bikin orang ketawa sekarang bikin orang nangis atau ketakutan ga bisa tidur kayaknya seru juga wkwkwk 😀 /digampar/

Oh iya ini ff ceritanya dari kisah nyata kakak kost nya temenku, ini bener – bener terjadi dan ini serem banget….apa lagi pas bagian endingnya hiiiii~ makanya jangan suka keluar malem jangan jangan itu bukan temen mu tapi…….ah sudahlah 😀

Ini bukan copas ini aku di ceritain temenku terus aku tulis jadi fanfict, ga tau deh klo dia ngarang atau boong 8′)

Ya sudah bagi yang sudah baca harap comment ya, plis ini demi kemajuan hasil tulisanku sendiri/?

Kritik dan saran di tunggu kalo ga bisa comment di sini harap mention @aprelaputri ya 😉

Happy New Year!!!

Thanks! XOXO

34 responses to “Doppelganger (ONESHOT)

  1. “sudah selesai atau sudah tau”
    wuuuussss satu kalimat langsung bikin merinding
    padahal pas baca masih biasa aja tapi pas akhir2 haiss deg degan
    jadi curigaan sama temen tiap ngeliat orang pasti liat kakinya langsung
    keren nie ff!!!!!!!jempol buat author
    keep writing!!!!!!!!

  2. ªků suka ßãñgêt ceritanya,tp kependekan endingnya jg cepet ßãñgêt.pleasa buat sequalnya dong..!!ªků seka ßãñgêt cerita mistery horor frienship dan brothership ♈ªϞƍ castnya sehun,luhan,kai.please Ɣå媪 Α∂a̲̅ lanjutan ϞƔã?

  3. Akhir katanya bkin merinding…
    Tp kurang serem thor..endingnya msih gantung…sehun sm kai selamat atau…
    Tp bgus bnget crtanya…gak bayangin klu kejadian itu terjadi sm aku..ditunggu ff lainnya…

  4. ngeri banget sih thor, uuu… aku ikut terbawa suasana, manalagi kelas lagi liat film horror tapi endingnya kurang greget… masih gantung gitu, ditunggu ff horror lainnya ya, jempol deh untuk author (y

  5. takut…………………………………………………………………….
    siapa yang nyamar tuh?
    gila, ngebanyangin kalau aku yang kena, huh.. gak tau deh jadinya kayak gimana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s