Marriage Proposal : One of Two :

marriageproposal-choisoojoon-2

MARRIAGE PROPOSAL

EXO Baekhyun | Jung Hye In (OC/You) | EXO Chanyeol

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Genre : Romance,Marriage Life

Rate : PG-15

Length : Two Shoot

Summary :

Bisakah kau kuandalkan,Tuan Muda Byun? -Hye In-

I wish you want to be mine,now & forever –Baekhyun-

 

Poster : Lee YongMi @ http://cafeposterart.wordpress.com/

HYE IN

“Kapan kau akan menikah,Hye In-ssi?” entah sudah berapa kali pertanyaan itu terdengar.

Dari kedua orangtuaku,adik perempuanku,sahabatku,rekan kantorku bahkan teman lama yang baru saja berjumpa denganku. Aish !!! Apa tidak ada pertanyaan lain? Apa usiaku ini sudah terlalu tua untuk belum menikah? Hei,aku baru 27 tahun !!!

Aku Jung Hye In. Salah satu creative designer di sebuah majalah bonafid di Korea Selatan. Pacaran? Hhmmm…tak lebih dari 3 kali,itu pun dalam rentang waktu yang cukup lama. Paling singkat dua tahun dan rekor terlama adalah kemarin,4 tahun. Kenapa berakhir??? Bukan. Bukan karena kami berdua tidak saling mencintai lagi,tapi karena keadaan. Mengenaskan bukan?

Aku memandangi file-file yang bertumpuk dihadapanku. Deadline hari ini dan mau tidak mau harus kuselesaikan sekarang.

“Hye In-ah…,” kudengar suara Sungmin,salah satu rekanku.

Benar saja,namja imut itu sudah berdiri dan masuk kedalam kubikelku.

“Ada apa,Sungmin-ah?”

“Ini deadlinemu ada satu lagi dan ini sangat penting,”

“He? Jadi ini harus kuprioritaskan begitu?”

“Ya begitulah,tolong secepatnya dibuat ya. Satu minggu lagi harus selesai,”

“MWO??? Aigooo..kau jangan bercanda,Sungmin-ah,” aku terpekik.

“Ini sudah perintah dari pemred. Para atasan yakin kalau edisi ini akan menjadi hits,”

“He? Memangnya siapa cover utamanya?”

“Edisi khusus,wuah..padahal mereka baru saja debut 2 tahun,”

Saat aku membuka file tersebut,terpampang jelas foto 12 namja muda yang tentu saja menarik dan tampan. Mereka berjejer rapi dengan pakaian seragam.

“EXO?” ucapku.

“Ya,mereka. Saking tingginya minat pembaca,kita sampai membuat edisi khusus tentang mereka,”

“Dan mereka akan melakukan pemotretan disini?”

“Tentu saja,pemotretan,wawancara ekslusif dan liputan kegiatan mereka juga. Kenapa? Aigoo…jangan bilang kau salah satu fans mereka,Hye In-ah? Oh,kantor ini akan semakin gempar jika mereka datang nanti,” tutur Sungmin.

“Tidak. Aku tidak suka mereka,” ucapku tegas.

“Jangan berbohong,Hye In-ah. Semua wanita tengah menyukai mereka,”

“Eommaku tidak,” sahutku asal.

“Haha,maksudku remaja dan wanita dewasa. Tentu saja Eommamu tidak akan suka,ini bukan eranya,” setelah itu Sungmin bergegas meninggalkanku.

Aku membuka gallery di ponselku,membandingkan foto yang ada di tanganku dan yang berada di ponselku. Tak ada yang berubah. Dia sama saja. Hanya saja kini dia terlihat begitu berkilau di layar kaca.

***

“Eomma akan mengenalkanmu pada seseorang,” ucapnya saat kami berdua tengah makan malam.

Appa belum pulang,beliau sibuk mengurusi bisnis yang baru saja dibangun di Incheon.

“Tidak perlu,Eomma,” tanggapku sambil menyendok Miyeok-guk kedalam mulut.

“Eomma yakin dia cocok untukmu,”

“Eomma…biarkan aku mencari sendiri,”

“Sampai kapan Eomma & Appa harus menunggu,hm? Adikmu sudah ingin menikah,Hye In-ah,”

“Ya sudah,langkahi saja aku. Tidak apa-apa kok,”

“Hush !!! Kau ini bicara apa? Soojung masih menghormatimu,”

“Eomma,mencari calon itu tidak seperti menggoreng kacang. Banyak hal yang harus dipertimbangkan,”

“Aigoooo…sampai kapan pertimbanganmu,Hye In-ah? Kau mau peristiwa itu terulang lagi? Eomma tidak mau kau tersakiti untuk kedua kali,”

“Lalu apa jaminan Eomma,kalau dengan pilihanmu sekarang aku akan baik-baik saja?”

“Kau tidak percaya dengan Eomma? Tentu saja,Eomma mendapatkan calon terbaik,”

Aku menghembuskan nafas panjang. Semenjak terakhir kali aku putus dengan kekasihku itu,Eomma terus berusaha menjodohkanku dengan seseorang tapi seringkali berakhir dengan kegagalan. Bukan calonku itu yang salah,namja-namja itu dengan mudahnya jatuh hati dan mencintaiku tapi aku tidak. Oh,apakah bayangan mantan kekasihku itu terlalu sulit kulupakan? Mungkin iya.

“Usiamu sudah tidak begitu muda lagi,Hye In-ah. Waktumu tidak banyak,jadi cobalah untuk bertemu dengannya,oke?”

Tak tega melihat Eomma yang merajuk akhirnya aku pun menyetujuinya. Seketika senyum mengembang di wajahnya,aku hanya berdoa semoga kesempatan ini memang yang terbaik untukku.

 

BAEKHYUN

“Hey,bacon !!! Kenapa kau melamun saja,huh?” Sehun,si magnae menoyor kepalaku penuh sukacita.

“Aishh..Sehunna,enak saja kau menoyor kepalaku. Aku ini Hyungmu !!!” aku merengut.

“Habisnya kau terlihat tidak bersemangat begitu. Memang ada masalah apa?”

Ani,aku hanya bosan saja dengan kegiatan kita yang begitu padat. Aku ingin berlibur,” aku berbohong,Sehun bukan tipikal yang cocok untuk curhat.

Jadwal berlangsung hingga larut malam,aku dan sebelas member lainnya baru menjejakkan kaki di dorm ketika jam menunjukkan pukul 01.30.

“Ayo,semuanya cepat mandi dan lalu tidur. Besok kita ada jadwal jam 8,” kudengar suara Suho dari ruang tengah.

Dengan langkah lemas aku menuju kamarku.

“Kau butuh teman bercerita,Baekkie?” Chanyeol,merangkulku hangat.

Aku menghembuskan nafas panjang dan lalu mengangguk.

“Sebaiknya kau mandi dulu,aku juga. Setelah itu kita bertemu di balkon,oke?”

Jeongmal gomawoyo,Chanyeol-ah,”

Ia tersenyum dan lalu meninggalkanku. Setengah jam kemudian kami berdua sudah ada di beranda,aku merapatkan jaketku karena cukup kencangnya angin malam yang bertiup.

“Memangnya kau ada masalah apa? Kulihat dari tadi kau begitu gelisah,”

“Aku akan dipertemukan dengan seseorang,”

“He? Kau dijodohkan?”

“Ya,bisa dibilang begitu,”

“Dengan siapa? Kau sudah melihat fotonya?”

“Sama sekali belum. Minggu depan kita berdua baru akan bertemu. Ah,aku tak habis pikir,Chanyeol-ah kenapa orangtuaku sampai memikirkan perjodohan? Aku ini kan masih muda dan karirku belumlah lama. Aku takut masalah pribadiku ini akan berpengaruh pada grup,”

“Hey,kenapa kau langsung berpendapat kalau semuanya akan menjadi masalah? Tenanglah,semuanya akan terselesaikan jika kita bersama. Dan kalian berdua belum tentu akan menikah dalam waktu dekat bukan?”

“Tapi Eomma sepertinya menginginkannya,”

“Kau punya hak untuk bicara,Baekkie. Karena bagaimanapun kaulah yang akan menjalani kehidupan pernikahan itu,bukan kedua orangtuamu. Sudah temui saja dia dulu,siapa tahu orangnya memang cocok denganmu,”

Aku terdiam sesaat dan lalu menatap Chanyeol sambil tersenyum.

“Maaf sudah menganggu waktu istirahatmu,Chanyeol-ah. Sebaiknya kita cepat tidur,”

“Kajja,” Chanyeol menarikku untuk kembali masuk kedalam ruangan.

Suasana dorm begitu sepi,maklumlah para member sudah terlelap dan terbang ke alam mimpi. Aku masuk ke kamar dan tak sampai semenit,aku pun terlelap.

 

HYE IN

“EXO belum datang,jadwal mereka nanti sore,” kulihat beberapa security mencoba menenangkan sekumpulan gadis-gadis yang mencoba masuk ke dalam lobby.

“Jangan bohong,Ahjussi. Kami tahu benar jadwal mereka,” ucap salah satu dari mereka dengan nada setengah membentak.

“YA !!! Kalian semua ini keras kepala sekali,kalau kalian seperti ini terus jangan harap kalian bisa bertemu mereka. Tidak satu orangpun !!!” security mulai habis kesabarannya.

Aku menggeleng-gelengkan kepala,tak habis pikir dengan kelakuan para gadis remaja itu. Memangnya apa tidak cukup dengan hanya melihat konser atau performnya saja? Aku bergegas ke lantai 4,tempat dimana pemotretan akan berlangsung. Saat menjejakkan kaki disana,kulihat orang-0rang berseliweran mempersiapkan studio. Semua tampak sibuk dengan kegiatannya,termasuk Sungmin yang tengah berdiskusi dengan fotografer.

“Mereka belum datang saja sudah memusingkan,” ucapku sambil berdiri disebelah Sungmin.

“Fans? Haha,itu sudah biasa Hye In-ah,”

“Biasa? Aigooo..kurasa kantor kita akan rusuh ketika EXO datang,”

“Tenang saja,aku sudah menyuruh mereka dan timnya lewat pintu belakang,” Sungmin tersenyum.

***

16.00 KST,Studio 4…

Jgrek !!! Kudengar suara pintu yang berderit,kami semua menoleh termasuk aku. Benar saja,tamu yang ditunggu akhirnya datang. Ya,12 namja dan tim mereka. Kulihat namja-namja itu memakai setelan sweater hitam dan celana jeans berwarna senada.

“Maaf,kami sedikit terlambat,” ucap sang manager.

“Tak apa,” ucap Sungmin.

We are one,annyeonghaseyo urineun EXO imnida,” mereka membungkuk dan lalu tersenyum.

“Selamat datang di Lifestyle Magazine,semoga kita bisa bekerjasama dengan baik,”

Lagi-lagi mereka membungkuk dan lalu mulai menyebar untuk di make-up. Ekor mataku lekat memperhatikan seseorang,dia tampak begitu bersinar sekarang. Ah,apa dia sudah melupakanku? Secepat itukah aku untuk dilupakan?

“Hye In-ah !!!” seruan Jongsuk,sang fotografer membuyarkan lamunanku.

“Eh,ada apa Jongsuk-ah?”

“Kau ini,memperhatikan mereka seperti itu. Aigoo…ternyata kau fans mereka ya? Haha,nanti akan kuberikan waktu padamu agar bisa foto bersama,” celotehnya.

“Aku tidak mengidolakan mereka,Jongsuk-ah. Kau ini asal saja,”

15 menit berlalu,mereka siap di posisi masing-masing dan memulai sesi foto. 12 namja muda itu tampak begitu kompak dan mudah diatur dengan berbagai pose. 1 jam berlalu dengan begitu cepat.

“Ya,sekarang istirahat sebentar dan lalu setelah itu sesi foto individu,”

Aku mengecek hasil pekerjaan Jongsuk,memastikan bahwa hasil fotonya memang sesuai dengan konsep yang kudesain untuk mereka di edisi khusus ini.

“Bagaimana? Kau puas bukan?” tanya Jongsuk,matanya berpaling dari layar komputer dan menatapku.

“Yah,cukup memuaskan. Tapi kuharap kau bisa lebih mengeksplornya di sesi foto individu,”

Jongsuk mengacungkan jempolnya,aku meraih segelas Coffee Latte yang disediakan dan betapa terkejutnya saat berbalik aku mendapati salah satu dari mereka dari hadapanku.

“Senang bisa bertemu lagi denganmu,Nuna,”

Aku menelan ludah. Dia tampak begitu menarik dengan setelan kemeja kotak-kotak dan celana jeansnya.

“Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini,kau bekerja sebagai apa,Nuna?”

Creative designer,” ucapku pelan sambil menghindari tatapan matanya.

Dia tak berubah. Masih dengan tubuh jangkung,kulit putih,mata besar dan senyumnya itu. Ternyata dua tahun berlalu,itu tidak berarti apa-apa. Dia masih menciptakan sensasi aneh di hatiku.

“Nuna,aku merindukanmu,” tak disangka ia malah berbicara seperti itu.

“Aku harus menyelesaikan pekerjaanku,Chanyeol-ah. Permisi,” aku hendak meninggalkannya namun ia menahanku.

“Nuna,apakah kita tidak bisa berteman? Aku tak mau seperti ini,Nuna,”

Aku melepaskan diri dari genggaman tangannya.

“Maaf,Chanyeol-ah. Aku tidak bisa,” aku bergegas meninggalkan studio.

Dengan langkah terburu aku masuk kedalam ruanganku,menelungkupkan kepalaku diatas meja. Aish,kenapa bisa-bisanya dia berbicara seperti itu? Apakah terlihat begitu mudah? Oh,Tuhan kenapa mempertemukanku lagi dengannya? batinku. Aku menarik laci dan menemukan sesuatu disana. Fotoku dan Chanyeol. Terlihat kami berdua dengan begitu manis berfoto di depan Namsan Tower. Aku rindu masa itu. Masa dimana aku dan Chanyeol masih bahagia.

#flashback

“Nuna,maaf aku terlambat,” dengan nafas yang tidak teratur Chanyeol bergegas menghampiriku.

“Tak apa,aku mengerti. Jadwal latihanmu padat bukan? Seharusnya kau istirahat,bukan menemuiku,” aku tersenyum kecil.

“Aku sama sekali tidak lelah kok,malah aku senang bisa menghabiskan waktu denganmu,Nuna,” namja itu melepas hoodie yang sedari tadi menutupi kepalanya.

Aku mengenal Chanyeol sudah lama,saat itu aku mengantar Soojung untuk ikut audisi di SM Entertainment. Adikku itu memang cukup tertarik dengan dunia tarik suara,sayang Soojung gagal untuk lolos ke agensi terkenal itu. Tak disangka pertemuan tidak sengaja itu berbuntut panjang,aku dan Chanyeol intens berhubungan hingga akhirnya menjadi sepasang kekasih. Namja itu memang lima tahun lebih muda dariku,entah keajaiban apa yang membuat Appa & Eomma tak keberatan ketika aku berhubungan dengannya. Tapi kurasa pembawaan Chanyeol yang humble dan humoris membuat ia tak susah menyesuaikan diri dengan lingkungan manapun. Kini ia sudah menjalani trainee hampir 4 tahun dan bersiap untuk debut di awal tahun depan.

Akhirnya aku senang kau bisa mencapai mimpimu,Chanyeol-ah,” ucapku lalu menjilat eskrim.

“Terimakasih banyak,Nuna. Ini juga berkat supportmu,” ia tersenyum.

Waktu berjalan dengan begitu cepat,akhirnya waktu itu pun tiba. Chanyeol dan rekan-rekan satu grupnya diperkenalkan pada publik lalu memulai debut mereka. Tak disangka,di awal kemunculannya sudah menarik perhatian banyak orang. Intensitas pertemuanku dan Chanyeol mulai berkurang,ia hanya menghubungiku via pesan singkat dan telepon. Itu pun bisa dihitung jari.

“Chanyeol-ah,apa kita bisa bertemu? Sebentar saja,” ucapku.

“Ya,aku juga ingin bertemu denganmu,Nuna,” tanggapnya.

Kami bertemu di kafe yang sering dikunjungi berdua,setelah menunggu akhirnya Chanyeol muncul. Ia memakai masker dan kacamata hitam juga hoodie yang menutupi kepalanya. Popularitasnya yang mulai meningkat membuat ia tak sebebas dulu.

“Apa yang kau ingin bicarakan,Nuna?” 

“Aku…,” oh,haruskah aku mengeluarkan semua keluh kesahku?

“Nuna,kita tidak bisa berhubungan lagi,” ucapan Chanyeol seperti petir di siang bolong untukku.

“Apa ini karena karirmu,Chanyeol-ah?” 

Chanyeol menghembuskan nafas panjang,ia melepas kacamatanya dan menatapku.

“Maafkan aku,Nuna. Ini sama sekali bukan mauku,aku masih mencintaimu tapi agensi dan manager menyarankan agar aku sendiri dulu dan tidak memiliki hubungan dengan siapapun. Mereka takut hubungan kita nanti akan terbongkar dan akan membahayakanmu jika terkena reaksi dari fans,” jelasnya. 

Aku mengigit bibir,ternyata aku tidak perlu mengeluh. Karena keadaan tidak mendukungku untuk mengatakan semuanya. 

“Nuna,tapi setelah ini kita bisa berteman bukan? Nuna,bicaralah,”

“Maaf,aku tidak bisa Chanyeol-ah. Kita akhiri saja semuanya dan jangan pernah lagi untuk menghubungiku apalagi menemuiku,” aku menyeka air mataku dengan kasar dan bergegas meninggalkannya.

“NUNA !!!” tak kuhiraukan pekikkan Chanyeol yang memanggilku.

Setelah itu,aku hanya memperhatikannya dari jauh. Melihatnya dari layar kaca,ia tampak begitu bahagia dengan rekan-rekan satu grupnya. Mencapai berbagai prestasi dan tentu saja semakin dikenal luas. Aku tak bisa berbuat banyak. Aku hanya tetap disini dan mencintainya dalam hati.

#flashbackend

“Kulihat tadi kau mengobrol dengan salah satu dari mereka,apa kau mengenalnya?” tanya Sungmin.

Kini hari sudah menggelap. EXO sudah pulang sejak dua jam yang lalu. Kami berdua sibuk melihat hasil foto tadi sore.

“Ah,itu hanya obrolan biasa. Dia hanya menyapaku sebagai kru saja,” elakku.

“Hhmm..seriuskah? Tapi kalau tak salah,kulihat ia memegang tanganmu. Kalian berdua terlihat pernah bertemu sebelumnya,”

“Ah,kau ini asal,Sungmin-ah. Aku dan dia baru bertemu tadi kok,sudahlah kita bekerja saja,” aku mati-matian mengakhiri topik ini.

***

4 Hari Kemudian,Restoran Italia…

Aku,Eomma dan Appa. Sudah duduk manis sejak limabelas menit lalu,kami bertiga menunggu tamu. Yah,akhirnya hari itu tiba. Hari dimana aku akan mengenal siapa calonku. Aku menghela nafas berat,aish kenapa di zaman modern seperti ini masih berlaku sebuah perjodohan??? batinku.

“Annyeonghaseyo,” suara berat seorang pria paruh baya memecah keheningan.

“Ah,sudah lama tidak berjumpa denganmu !!!” Appa memeluk pria paruh baya itu hangat.

Mataku terbeliak melihat sosok laki-laki muda diantara mereka,bukankah dia…Byun Baekhyun??? Ommona…jadi Appa dan Eomma akan menjodohkanku dengannya? Apa ini tidak salah??? Aku menatap Baekhyun lekat,namja itu tampak berbeda dengan setelan jas hitam putihnya.

“Perkenalkan ini putriku,Jung Hye In,” ucap Appa.

Aku tersenyum dan lalu membungkuk.

“Jung Hye In imnida,senang berjumpa denganmu,Ahjussi,”

“Byun Baekhyun imnida,senang bertemu denganmu,Hye In-ssi,” tak disangka ia malah memperkenalkan diri padaku.

Pertemuan ini berjalan hampir satu jam lamanya,aku tak berhenti memperhatikan Baekhyun. Aish,kenapa harus dia? Apa tidak ada orang lain? Oke,aku tak bisa menilainya dalam pertemuan pertama. Tapi satu yang pasti,berhubungan dengan namja ini sama dengan aku akan kembali bertemu lagi dengan Chanyeol. Cepat atau lambat.

______________________________________________________________________________

Akankah perjodohan Baekhyun-Hye In berjalan lancar? Lalu apa reaksi Chanyeol setelah tahu bahwa calon Baekhyun adalah mantan kekasihnya? Mampukah mereka menyelesaikan semuanya? Comment kalian sangat berharga,gomawo ^^

 

Advertisements

102 responses to “Marriage Proposal : One of Two :

  1. Aku kira mantana hye in si bacon.
    Udah lama gak bc ff u, yg rapunzel gak dilanjutin ya? Lanjut bc

  2. waduh ternyata hye in dulu.a punya hubungan sama chanyeol,
    Baekhyun tau gak ya?
    Apa mereka bersatu dalam ikatan pernikahan akhir.a?
    penasaran bngt sama crt.a . . .
    ^^

  3. Kirain yg d perhatikan dmsama hye in,yg d bilang udah lupa ama dia apa ga tuh byun tp ternyata chanhyeol
    itu gmn nanti klo tau calon istrinya mantan’a chanhyeol?
    reaksi chanhyeol sendiri gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s