Riddle

R | fhayfransiska | Surrealism | PG-17

Byun Baekhyun, Kim Jongdae

R for Riddle

“Tidak ada sosok Jongdae di dalam foto itu.”

_________

            “Ke mana Jongdae?” setelah mengamati satu persatu wajah teman-temannya yang duduk mengelilingi meja, Baekhyun bertanya dengan alis berkerut. Pemuda mungil itu lalu menarik kursi dengan tidak sabar, ingin sesegera mungkin melahap makanan yang terhidang di meja. Lima belas menit berjalan kaki dengan perut kosong dari stasiun kereta api menuju café mungil ini cukup menguras tenaganya.

“Jongdae?”

Baekhyun mengangkat wajah, urung mengambil paha ayam yang dari awal menjadi sasarannya. Ia menatap Sehun gusar, “Apa-apaan kau, Sehun!? Bertanya seolah-olah kau tidak mengenal Jongdae!”

Yang baru saja dibentak hanya balik menatap dengan heran, meminta penjelasan. Pasalnya, pemuda yang satu ini bahkan merasa tidak pernah mengenal seorang bernama Jongdae, atau apalah itu yang disebut si pemuda Byun.

“Siapa Jongdae? Apa dia peliharaan barumu, Baek?”

Baekhyun nyaris tersedak seonggok daging ayam kalau saja ia tidak buru-buru menyerobot segelas soda yang berada di samping piringnya—entah punya siapa. Pertanyaan Joonmyun baru saja berhasil membuatnya jengkel. “Hei! Berhenti berpura-pura, ini tidak lucu, teman!”

Baekhyun yakin, kalau keempat temannya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya, berniat mengerjainya.  Mungkin Jongdae sedang bersembunyi di salah satu tempat di dalam café ini, menunggu gilirannya keluar, dengan cengiran lebar bertajuk troll miliknya itu. Ia akan menunggu sampai wajah Baekhyun benar-benar pucat pasi. Benar-benar tipuan yang ketara. Bodoh, cetus Baekhyun dalam hati. Memangnya siapa yang akan tertipu, huh!

“Bukankah yang merencanakan untuk merayakan kemenangan tim dengan makan-makan di café ini adalah Jongdae. Ayolah, berhenti menipuku!” Baekhyun merajuk, nada bijaranya meninggi. Sementara keempat temannya yang lain lagi-lagi hanya balik memandang dengan heran, hingga kemudian memilih untuk menghela napas hebat dan meneruskan makan. Lelah berdebat dengan Baekhyun. Mereka pikir, mungkin Baekhyun sedang kambuh, kebiasaannya yang tidak diketahui orang lain malah muncul di saat seperti ini, dan sukses membuat keempatnya bingung.

Semuanya telah berhenti makan dan selama itu juga topik mengenai Jongdae tak lagi didengung-dengungkan. Sampai akhirnya, Baekhyun bertanya lagi sambil menepuk-nepuk perutnya, kekenyangan, “apa Jongdae tidak ikut makan? Biasanya dia selalu ingin jatah paling banyak. Hei, Chanyeol, segera panggil saja Jongdae yang sedang bersembunyi itu! Kasihan sekali dia, pasti sedang menunggu dengan perut lapar!”

Pemuda yang bertubuh paling tinggi yang baru saja disebut-sebut namanya itu membulatkan mulut, memrotes, “apa sih Baek, berhenti mengada-ada! Jongdae siapa sih, di tim kita mana ada orang yang bernama Jongdae, heh!?”

“Kamu sedang bermimpi, Baek!”

Baekhyun berdecak kesal, gagal meyakinkan teman-temannya. Ia menyerah, pun segera mengeluarkan dompet kulit kesayangannya dari dalam saku celana. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya ia menemukan sesuatu yang ia cari. Sebuah foto. Foto mereka berenam. Baekhyun mengeluarkan foto berukuran kecil itu cepat-cepat dari dalam dompet, bermaksud menunjukkan pada keempat temannya yang lagi-lagi memandangnya dengan aneh.

“Lihat kalau tidak percaya! Ini yang namanya Jong—“

Baekhyun tidak pernah menyelesaikan kata-katanya. Tepat sebelum jari telunjuknya yang cantik hendak menunjuk sosok berahang kuat bernama Jongdae, perkataannya terpotong.

Tidak ada sosok Jongdae di dalam foto itu.

“Mana Baek!? Lihat, di sana cuma ada kita berlima!” pemuda berkantung mata gelap menunjuk satu persatu sosok yang ada di foto, “Ini kamu, aku, Chanyeol, Joonmyun dan Sehun. Coba kau hitung, lima!”

Tapi Baekhyun tidak menjawab, tidak merespons. Tidak, tidak bisa.

Napasnya nyaris berhenti begitu ia kehilangan seseorang di dalam foto itu. Seharusnya di sana, ada seseorang yang berdiri di paling kiri, di samping Chanyeol. Seharusnya di sana, ada seseorang bertubuh pendek yang nekat berdiri di samping Chanyeol, si raksasa, dan fine-fine saja bila perbedaan tinggi mereka sangat terlihat kalau berdampingan begitu. Harusnya ada si troll yang tertawa lebar di sana. Harusnya ada Jongdae.

Harusnya ada Jongdae.

Tapi … kenapa tidak ada?

Baekhyun tersentak bergitu Sehun menepuk pundaknya pelan, “tuh kan benar, kau sedang bermimpi Baek. Dasar kau ini, ada-ada saja.”

“Gara-gara lapar, mungkin,” celetuk Chanyeol sambil tertawa, diikuti yang lain.

Baekhyun tak kunjung mengalihkan pandangan dari foto di tangannya. Diam, kaku. Tidak larut dalam pembicaraan bersama yang lain. Ia masih merasa aneh, ganjil.

“Sudahlah Baek, mungkin kau cuma mimpi!”

Benarkah?

Baekhyun sedikit berharap Jongdae akan muncul begitu mereka berlima akan keluar café. Lalu menjelaskan kenapa ia tidak hadir, atau kenapa ia hilang dari dalam foto.

Tapi Baekhyun tidak dapat apa-apa.

Jongdae tidak pernah muncul lagi.

________

            Satu minggu berlalu begitu cepat, seolah itu terjadi hanya dalam satu kedipan mata. Satu bulan, dua bulan terlewati selekas angin musim gugur berhembus. Dalam kurun waktu itu juga, Baekhyun masih menyimpan tanda tanya besar soal hilangnya Jongdae yang misterius. Semua orang, siapa saja itu, tidak mengenal siapa Jongdae. Guru, teman sekelas, teman satu ekstrakurikuler, bahkan keluarganya pun tidak mampu mengingat siapa sosok yang disebut-sebut oleh Byun Baekhyun. Hal itu membuat si pemuda Byun frustasi.

Soalnya mereka semua bilang seolah Jongdae tidak pernah ada di dunia.

Aneh sekali. Baekhyun terus menerus berusaha beradaptasi dengan ketidakhadiran Jongdae. Baik dalam tim mereka ataupun di kelas. Pemuda Kim itu adalah orang yang baik, sangat baik sampai-sampai harus Baekhyun akui kalau kadang-kadang ia suka memanfaatkan kebaikan Jongdae. Errr.. mungkin lebih tepat kalau Baekhyun mengandalkan Jongdae, bukan memanfaatkan. Ya, itu benar. Tolong jangan salah sangka.

Dan juga, kenapa ya hanya Baekhyun yang mengingat Jongdae?

Apa semua seperti yang mereka semua katakan kalau ia bermimpi?

Mungkin seseorang bernama Jongdae itu memang tidak pernah ada.

.

Byun Baekhyun berjalan dengan malas menuju kelasnya di lantai dua. Beberapa siswi berlarian dari belakangnya, terburu-buru sambil sesekali memekik sebal, begitu takutnya terlambat masuk kelas. Mungkin jam pertama kedua diisi oleh Mr. Shin, penganjar matematika yang kerap memasang wajah horror, atau mungkin Mrs. Yoon, pengajar sejarah Korea yang cantik, tapi sayang hidupnya setiap hari bertajuk pramenstruasi, membuatnya tidak pernah berada dalam mood yang baik. Atau mungkin—

Bruuuk!

Imaji di dalam otak Baekhyun terpotong begitu seseorang menabrak bahunya dari belakang sedikit keras, nyaris membuatnya limbung. Bersyukur dengan latihan hapkido yang masih sering ia jalani sehingga ia tidak perlu jatuh tersungkur seperti seseorang yang baru saja menabraknya.

“Waaaa, Baekhyun-ah, kenapa kau santai sekali!?”

Baekhyun menoleh cepat kepada seseorang yang baru saja menggerutu, seorang yang baru bangkit dari posisi jatuhnya seraya menepuk-nepuk pantatnya yang sakit. Pikir Baekhyun, suaranya kok sama dengan milik—

“Jong … Jongdae!?”

Jongdae menatap Baekhyun gusar, ia menggeram, “kenapa kaget begitu? Kau seperti baru melihat hantu!” Jongdae menggerutu kesal, “Ayo cepat ke kelas, kita sudah terlambat lima belas menit!”

“Tunggu! Ke mana saja kau selama ini!?”

Langkah Jongdae yang menaiki tangga terpaksa berhenti begitu temannya menarik ujung blazernya kuat-kuat. Ia mengernyitkan dahi, sangsi dengan pertanyaan Baekhyun, “ke mana? Aku tidak ke mana-mana. Kau pikir? Oh, apa yang kau maksud adalah hari minggu kemarin? Aku pergi memancing bersama paman, lalu kami—“

“Bukan, bodoh! Maksudku selama dua bulan terakhir, kau pergi ke mana!?” Baekhyun ngotot, tidak sabar. Kenapa Jongdae begini lemot, heh!? Memangnya ia tidak bisa melihat kecemasan di raut wajah Baekhyun?

Lagi-lagi si pemuda Kim mengangkat alis, heran, “dua bulan terakhir? Memangnya aku ke mana? Maksudmu apa sih, Tuan Byun! Jangan mengada-ada, ah!”

Baekhyun yang jengkel langsung menarik lengan Jongdae, keduanya menaiki tangga cepat-cepat, nyaris berlari. Semakin cepat begitu hampir sampai di kelas. Baekhyun dengan tanpa pikir panjang menarik pintu geser kelas, kasar, menimbulkan bunyi berisik yang membuat perhatian seluruh siswa di kelas serempak teralih. Pada kedua sosok pemuda yang baru saja memasuki kelas, tepat dua puluh menit setelah bel pelajaran dimulai.

“Hei, kenapa kalian terlambat! Apa—“

“Pak Guru Kang, dia ini siapa!?”

“Hah!?” seorang guru setengah botak yang kegiatan mengajarnya terganggu balas menatap Baekhyun marah, “apa maksudmu bertanya begitu. Dia kan Kim Jongdae, temanmu!”

Baekhyun tersentak tak percaya.

“Tapi waktu itu, Bapak bilang kalau Bapak tidak mengenal siapa Kim Jongdae!” Baekhyun berusaha untuk tidak terlihat ngotot, tapi sia-sia. Pemuda satu ini bahkan terlihat hampir menangis.

Guru Kang berkacak pinggang. “Kau ini, sudah terlambat, membuat kegaduhan di koridor, sekarang bertanya yang aneh-aneh. Kau sudah siap dengan hukumanmu, Byun—“

“Sehun, Joonmyun! Siapa dia!?”

Jongdae yang ditunjuk oleh Baekhyun hanya menatap pemuda Byun itu bingung, masih salah tingkah ketika pandangan seisi kelas tertuju padanya. Hei, apa-apa Baekhyun ini? Kenapa ia aneh sekali?

“Kau bilang apa Baekki, tentu saja dia Jongdae. Kau sudah gila kalau bertanya begitu!” tutur Sehun yang diikuti anggukan Joonmyun.

“Apa!? Tapi kalian kemarin bilang kalau kalian tidak mengenal Jongdae. Selama dua bulan ini, Jongdae seolah tidak pernah ada di dunia. Jongdae—“ Baekhyun berhenti bicara, merasa sia-sia, ia memilih merogoh saku celananya kasar, mengeluarkan dompet, mengambil satu foto.

“Coba lihat saja, ini—“

Baekhyun tidak pernah menyelesaikan kata-katanya. Karena tepat sebelum jari telunjuknya yang cantik hendak menunjukkan foto yang ia yakini di dalamnya hanya ada lima orang, ia salah.

Baekhyun membulatkan matanya lebar, terlalu lebar. Saking kagetnya.

Di dalam foto itu, ada sosok Jongdae.

_________

            Jasad seorang pemuda yang diketahui bernama Byun Baekhyun baru saja ditemukan oleh warga setempat yang tinggal di sekitar sungai Han. Diduga, pemuda ini melakukan praktik bunuh diri dengan cara melompat dari ketinggian 20 meter di atas sungai Han. Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab pemuda ini melakukan hal tersebut.

Kalau saja berita di koran yang baru Jongdae baca beberapa saat lalu bukanlah hal yang kelewat mengejutkan, pemuda yang satu ini pasti lebih memilih berjalan di koridor dengan santai. Bukan berlarian seperti sekarang.

Sehun dan Joonmyun yang sedang asyik bermain dengan handphonenya tersentak kaget begitu mendengar pintu geser yang dibuka terlampau keras. Menimbulkan bunyi tumbukan yang menyakitkan telinga. Kedua pemuda ini spontan menoleh dan mendapati Jongdae dengan napasnya yang memburu, tampak kacau.

“Ya Tuhan, Ya Tuhan, Baekhyun!!”

Joonmyun mengerutkan kening, “Baekhyun?”

“Baekhyun bunuh diri! Selama ini dia menghilang ternyata …” Jongdae tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia nyaris menangis. Oh ya Tuhan …

Dua pemuda yang diajak bicara hanya saling pandang, bingung dengan gelagat Jongdae yang tiba-tiba aneh, sekarang malah menangis. Ada apa, coba? Apa ini akting?

“Hei, Jongdae ah, Baekhyun itu siapa?”

Dan dunia Jongdae menggila seketika.

____FIN___

            Bingung?

            Genre surealisku yang pertama sukses dong ^^v

Tinggalkan review nee ^^

Suka HUNHAN nggak, baca INI yaaaa?? ^^

38 responses to “Riddle

  1. Bgung bcanya!! Ituu sbnrnya mreka knp sihh??
    Anehhh gtu deh!! –”
    yg ngalamin cma Baek ama Jongdae doank lg?! ckckck..
    Kirain wktu Baek narik Jongdae ke kelas ituu,, tmen2nya pd sengaja gtu ngerjain dia.. Krna Baek ultah.. hahaha..
    Trnyata kgk.. Aq sama bgungnya ama Baek n Jongdae!!

    Anyway,, Good storyyyy!! >_<

  2. Iya bingung!
    Itu awalnya Baek yang ngalamin kek gitu, terus Jongdae, trus nanti semua mati gitu? ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s