[Fanfiction] Bingkisan misterius di dorm CN Blue

306019_101813286652533_127061775_n

Bingkisan misterius di dorm CN Blue

Author   : @dongjunited
Judul      : BINGKISAN MISTERIUS DI DORM CN BLUE
Cast         : ALL CN Blue member
Genre      : Friendship, little comedy
Rated      : G
Length   : Oneshoot

Disclaimer                    :

Cast merupakan tokoh nyata milik agency dan Tuhan, kecuali story line asli buatan Author.

Cuap-cuap Author :

Holla, im back. Kali ini author bawa ff drable geje. Tadinya mau bikin ff romance deep burning couple, tapi pas tengah-tengah jadi melenceng gini genrenya. #parah

Dan buat fans Cn Blue aka boice, maafkan author yang terlampau tampan ini karena telah menistakan idola kalian hohoho

This is just fanfiction

Happy Reading ^^
==================================


Holla, akhirnya Saya Lee Jonghyun jadi cast utama di ff buatan Seungwon, author paling tampan rupawan yang tampak nyata cetar badai ulala itu.

Sumpah, pas pertama tahu Aku bakal jadi cast utama di ff buatan Seungwon, Aku seneng banget. Rasanya tuh syalala dubidu bidu bangetlah pokoknya.

Oke back to cerita, sekarang Aku lagi duduk-duduk di teras belakang dorm CN Blue sambil menikmati udara malam dengan di temani secangkir teh sariwangi. Ahh, rasanya surga sekali.

Emang paling nikmat deh ngaso di teras malem-malem. Selain udaranya seger, mata juga di manjain ama gemerlap bintang-bintang di langit. Meskipun sebenernya agak horror juga sih, secara di depan dorm ada pohon belimbing yang gede, gimana kalau ada kuntilanak lagi nongkrong di sana? Hii serem banget

Saat Aku lagi asik-asik ngaso, tiba-tiba Minhyuk datang dari dalam dorm sambil bawa-bawa ngepet ehh ipad.

Tu anak langsung duduk di sebelahku, dan gak pake ba bi bu tu bocah langsung nyeruput teh sariwangiku. What the fuck!

“Ahh, segarnya!” Kata si Minhyuk sembari mengecap-ngecap bibirnya.

“Yaiyalah seger, namanya juga punya orang. Coba sono Kau buat sendiri, pasti rasanya kaya aer comberan!” Sindirku, sementara Dia cuman bisa cengengesan kaya gak punya dosa.

Seakan-akan gak peduli dengan omelanku, si Minhyuk dengan asyiknya malah maen ipad. Bener-bener gak tahu malu tu orang, bukannya minta maaf malah masang tampang watados. =__=”

Ku coba untuk tidak memperdulikannya. Seperti kata iklan, kalau udah ngeteh sariwangi gak boleh marah-marah. Ntar kegantenganku luntur hohoho #Iklan sesat

Dari pada ngomel-ngomel mending Aku nikmatin lagi suasana malam yang syahdu ini. Sebenernya miris juga sih, secara ini malam minggu, dan Aku malah duduk sendirian di sini. Please deh, seorang Jonghyun yang kece badai ternyata seorang mblo? Asem banget.

Sesekali ku lirik si Minhyuk yang lagi serius natap layar ipednya. Halah, paling lagi baca ff nc tu anak, dasar anak jaman sekarang ckckck

Tapi sumpah rasanya tuh aneh, ada orang lagi duduk di sampingmu, tapi gak ada suaranya. Aneh banget, agak gimana gitu rasanya.

“Hyuk, lagi ngapain sih?” Tanyaku penasaran. Tak apalah Aku yang bersua pertama, dari pada suasananya jadi aneh.

“Baca berita Hyung!” Jawabnya tanpa menatapku. Sungguh gak sopan zzz

“Berita apa?”

“Mau tahu aja atau mau tahu banget?” Katanya dengan so genit, iyuwh.

“Umh, mau tahu banget deh!”

“Ih, Hyung kepo banget deh haha” Minhyuk tertawa terbahak-bahak.

Sumpah ni anak jangan-jangan ke sambet kuntilanak pohon belimbing lagi hiii

“Heh, kunyuk. Udah pernah ngerasain di cium sendal belum?” Geramku.

“Hehehe ampun deh ampun, peace!” Tangan Minhyuk membentuk hurup V.

Saat sedang adu bacot bersama Minhyuk, tiba-tiba Ku lihat Yonghwa Hyung dan Jungshin datang dengan menggeret sebuah kardus berukuran sedang. Perhatianku langsung teralih pada mereka. Ngapain juga malem-malem kaya gini pada bawa-bawa kardus kaya gitu.

“Hyung, itu apaan?” Ku dengar Minhyuk bertanya pada mereka. Ternyata bukan cuman Aku yang penasaran.

Yonghwa Hyung tidak menjawab, melainkan nyengir pamer gigi pepsodent. Karena penasaran, Aku dan Minhyuk mengikuti mereka hingga ke bawah pohon belimbing. Sumpah mau pada ngapain sih mereka, bikin penasaran aja.

“Ayo buka!” Perintah Yonghwa Hyung pada Jungshin.

“Shireo, Hyung aja yang buka sana!” Sahut Jungshin yang tampaknya enggan membuka kardus itu.

Aku dan Minhyuk saling pandang. Kami berdua sungguh di buat penasaran.

“Hyung, kalian sedang apa sih? Terus itu kardus apaan?” Tanya Minhyuk.

“Akh, Minhyuk, Kalau Kau penasaran Kau saja yang buka kardusnya!” Lagi-lagi Yonghwa Hyung mengabaikan pertanyaan Minhyuk.

“Andwae, kenapa harus Aku yang membukanya?!” Protes Minhyuk.

“Hyung, memang isi kardus itu apaan?”

Aku mulai angkat bicara karena penasaran setengah mampus.

“Entahlah, Aku nemu di depan dorm. Mungkin hadiah dari fans!” Ungkap Yonhwa Hyung.

“Woi, Hyung. Bagaimana bisa Kau membawa sesuatu yang tidak jelas seperti itu ke dalam dorm? Bagaimana kalau itu bom?!” Kataku dengan nada tinggi.

“BOM???” Pekik mereka seraya mundur dan nyari tempat ngumpet.

Minhyuk langsung berlindung di belakangku, sementara Yonghwa Hyung sembunyi di balik pohon, dan yang paling parah Jungshin yang langsung naek ke pohon belimbing.

“Hey, Aku bilang kan kalau, bukan berarti iya!” Geramku kesal. Duh gusti, kenapa Aku harus terjebak di antara orang-orang cemen ini.

“Kalau begitu tolong Kau pastikan sendiri, itu bom atau bukan!” Ujar Jungshin yang langsung di sambut anggukkan oleh yang lainnya.

Dengan berani Aku pun menghampiri kardus bekas indomie itu. Dasar cemen, baru kaya gini aja pada gak berani. Katanya anak band, tapi kok hatinya girlband chibi chibi chibi hakhakhak

Aku berjongkok dan memperhatikan kardus itu. Hmm, kira-kira isinya apa ya? Kalau isinya beneran bom gimana? Duh, kenapa juga harus Aku yang buka sih. Ntar kalau beneran Bom, berarti Aku duluan yang modar hiii

Aku melirik semua orang yang masih terlihat sabar menanti. Kok jadi aneh ya rasanya….

Kulirik Minhyuk yang berdiri jauh di belakangku. Gila, tu anak udah siap-siap menyelamatkan diri aja.

“Hyung, fighting!” Aku bisa melihat Minhyuk memberiku semangat.

Asem, kok malah jadi makin deg degan ya. Kalau memang isi kardus itu bom, kenapa harus Aku yang membukanya? Sorry yee, Aku gak mau modar dalam keadaan mblo, gak elit sumpah.

Aku langsung berdiri, kemudian berbalik arah dan ngacir menghampiri Minhyuk.

“Hey, kok kabur sih. Buka dulu tuh!” Yonghwa Hyung berteriak dari balik pohon.

“Ogah, Hyung. Ntar kalau beneran bom, Aku yang modar duluan!” Kilahku.

“Cemen!” Gumam Minhyuk saat Aku melewatinya. Kurang ajar ni bocah, lama-lama ku santet juga dah.

Akhirnya, dari pada saling suruh, Jungshin menyarankan untuk membuka kardus itu secara bersama-sama. Ku pikir okelah, secara kalau bomnya meledak Aku gak modar sendirian hohoho

Sekarang Kami sudah berdiri mengelilingi kardus misterius itu. “Hyung, waktu Kau menemukan kardus ini, Kau tidak melihat siapa-siapa di luar?” Tanya Minhyuk.

“Gak ada, pas Aku keluar cuman ada kardus ini doang depan dorm. Tanya aja Jungshin!” Ungkap Yonghwa Hyung yang langsung di sambut anggukan oleh Jungshin.

“Hyung, lain kali kalau ada bungkusan misterius kaya gini, jangan di bawa masuk ke dorm ah!” Ujarku pada Yonghwa Hyung.

“Arra, ini aja kita terpaksa kok!” Yonghwa Hyung berkilah.

Sumpah ya, Yonghwa Hyung itu kalau di depan fans so berkharisma, mereka gak tahu aja kalau leader Cn Blue itu cemen kalau di dorm hohoho

Perhatian Kami fokuskan kembali ke kardus misterius itu. Bertanya-tanya apa isi kardus itu. Anggap aja kemungkinan terburuk adalah bom. Tapi siapa yang mengirim bom ke dorm tengah malam seperti ini? Ssaeng fans? Atau jangan-jangan anti fans? Gila aja masa kita punya anti fans teroris.

“Menurut kalian isinya apaan hayo? Yang jawabannya bener dapet payung cantik deh!” Kata Jungshin.

Aku, Yonghwa Hyung, dan Minhyuk langsung mendelik kesal pada Jungshin. Gila ya, dalam keadaan seperti ini tu orang masih bisa becanda.

“Apa? Aku cuman becanda kali. Serius amat deh!” Ujar Jungshin yang keberatan di death glare berjamaah.

“Gak lucu, kupret!” Sahut Minhyuk dengan sinis.

“Apa lo kuprat kupret, hah?!” Protes Jungshin gak terima di bilang kupret oleh Minhyuk.

Mulai deh pada adu bacot. Doh, dasar bocah-bocah. “Hey, sutrah-sutrah jangan berkelamin lagi… “

“BERKELAHI WOI!” Mereka bertiga berteriak dengan serentak padaku. Gila, Kok jadi Aku yang kena.

“Halah, udah jangan pada banyak bacot deh kalian. Urusin dulu nih masalah kardus indomie!” Kataku dengan nada lebih tinggi hingga membuat mereka ciut. Haha Jonghyun di lawan.

Mereka semua bungkam, memikirkan apa yang harus kita lakukan dengan kardus ini. Secara, kita gak bisa gegabah langsung buka tu kardus. Kalau bomnya meledak, bisa modar kita semua.

Duh, sorry ya Aku masih pengen idup. Aku gak mau mati sebelum Aku ketemu nikita willy. Pokoknya gak boleh!

“Mungkinkah isinya Indomie? Itu kan kardus Indomie!” Ungkap Yonghwa Hyung.

“Please deh Hyung, siapa juga yang naro sekardus indomie depan dorm, gak ada kerjaan banget!” Kata Jungshin.

“Iya Hyung, gak mungkin juga kalau fans yang naro, lah emangnya kita korban banjir apa di kasih sekardus indomie!” Ujarku menambahkan apa yang dikatakan Jungshin tadi.

“Terus apa dong?!” Yonghwa Hyung tampak berpikir.

“Aha, kita lapor manajer aja!” Pekik Minhyuk tiba-tiba, seraya mengeluarkan hape maxtron dari saku celananya.

“JANGAN!” Kami bertiga serentak mencegah Minhyuk yang mencoba menghubungi manager.

“Waeyo?” Gumam Minhyuk bingung.

“Jangan hubungi manager. Kau seperti tidak kenal Dia saja. Bisa-bisa kita di semprot abis-abisan karena di sangka bikin masalah!” Kata Jungshin.

“Hooh, lagian Aku gak mau di ceramahin Dia. Gila, bisa budeg telingaku kalau denger Dia ngomel!” Protesku. Yah, manager Kami emang gitu, galak dan kejam. Kalau udah marah, Dia bisa ngomel semaleman ampe mulutnya berbusa. Amit-amit jabang babi deh, kenapa kita bisa punya manager kaya tu makhluk.

“Kalau begitu Aku telepon Detasemen 88 aja deh. Ini kan sudah termasuk bungkusan mencurigakan!” Ungkap Minhyuk yang bersiap menelepon, namun kembali Kami cegah.

“JANGAN!” Lagi-lagi Kami berteriak secara serentak. Sumpah, lama-lama kita udah kaya tim paduan suara kelurahan aja.

“Sekarang apa lagi, hah? Ini gak boleh, itu gak boleh. Mau kalian apa sih?” Lirih Minhyuk yang kayanya udah males banget.

“Hyuk, mending Kau simpen tu hape sebelun ku lempar selokan!” Ancam Jungshin yang di balas dengan sebuah death glare oleh Minhyuk.

“Kita tidak mungkin manggil orang luar, Hyuk. Kalau kita nelpon detasemen 88, ntar wartawan pada tahu, bisa heboh dorm kita ntar!” Aku menjelaskan alasan kenapa idenya itu tidak bisa Kami terima.

Gila aja kalau sampai wartawan tahu, bisa jadi headline utama kita. “Dorm CN Blue di kirimi sebuah bom dalam kardus indomie!”, sumpah gak elit banget beritanya.

“Benar kata Jonghyun. Lebih baik kita selesaikan urusan ini sendiri! Kita gak boleh ngerepotin orang luar. Iya kalau ini bom, kalau bukan gimana? Nama baik CN Blue jadi taruhannya nih!” Kata Yonghwa Hyung. Tumben bijak hehe

Kali ini Kami berjongkok sembari memperhatikan kardus indomie ini dengan seksama. Kardus ini benar-benar di bungkus rapih dan tanpa celah. Siapapun yang mengirim ini, Dia bener-bener sangat niat pokoknyalah.

“Hey, mungkinkah ini…… Boneka santet!” Ujar Jungshin tiba-tiba.

Wusshhh….. Angin berhembus membuat bulu kuduk Kami mendadak merinding.

“Boneka santet? Hahaha ada-ada saja Kau, Jungshin!” Minhyuk mencoba tertawa, namun terlihat sangat di paksakan, dan itu tidak membuat Kami menjadi lebih tenang.

“Iya, bener. Gak mungkin ini isinya boneka santet!” Sambung Yonghwa Hyung mencoba mencairkan suasana, namun sepertinya tidak berhasil juga.

Iya ini tidak mungkin. Jangan sampe tu isinya boneka santet beneran, amit-amit deh hiii

“Aku tidak tahu apa isinya boneka santet atau bukan, mungkin juga isinya boneka untuk memelet kita!” Ucap Jungshin dengan wajah serius.

Tidak ada satupun dari Kami yang berani menyela apa yang di katakannya itu.

Jungshin kemudian melanjutkan, “Kalian tahu, sekarang ini eyang subur lagi marak di beritakan dimana-mana.”

“Eyang subur? S-siapa itu?” Minhyuk memotong perkataan Jungshin.

Udah ah, ini mulai gak lucu. Kenapa bawa-bawa nama eyang coba? Dari namanya aja udah bikin bulu ketek merinding disko hiii

“Eyang subur adalah…. Eyang subur adalah….. ” Jungshin terlihat ragu-ragu menjelaskan siapa itu eyang subur. Duh, bener-bener menegangkan banget.

“Konon, eyang subur adalah seorang dukun sakti asal cikijing. Kabarnya, eyang subur ini ahli dalam santet menyantet dan pelet memelet. Bahkan, menurut rumor yang kubaca di gugel, eyang subur ini punya 9 istri yang cantik-cantik kaya personil SNSD gegara pake pelet dan susuk naga gendring!” Jungshin menjelaskan sedikitit asal usul biografi orang bernama eyang subur ini.

“9 Istri? Gila subur banget tuh kakek-kakek bangkotan!” Gumam Minhyuk kagum.

“Iya, mana cantik-cantik kaya member SNSD lagi. Aku juga mau kali yang kaya Seohyun!” Ujar Yonghwa Hyung menanggapi.

Emang gila sih. Buset aja punya istri 9 kaya member SNSD, Aku mau dong minta yang kaya Yoona, gak apa-apalah dapet KWnya juga hihi

“Tapi Shin, apa hubungannya eyang subur ama kardus indomie ini?!” Tanya Yonghwa Hyung heran.

“Hyung, semenjak eyang subur eksis di tv dari pagi ampe malem setiap harinya, pasti banyak orang yang dateng minta bantuannya. Mungkin saja ada fans yang mencoba memelet salah satu dari kita!” Ungkap Jungshin. Sumpah, Jungshin update banget masalah ginian. Gak percuma Dia tiap hari ngegosip di dorm AOA.

“Kalau begitu tidak menutup kemungkinan juga kalau misalnya yang mengirim bungkusan ini adalah anti fans yang mau menyantet kita!” Ujar Yonghwa Hyung.

Kami semua menghela nafas, sepertinya masalah ini semakin rumit saja. Masa gara-gara kardus indomie aja kita di paksa memutar otak tengah malam gini.

“Sudahlah jangan ngomongin eyang subur lagi ah. Jadi merinding nih!” Protes Minhyuk seraya bergidik.

“Iya nih, mana kita ngomongin eyang subur di bawah pohon belimbing ini, ntar kalau kuntilanak penunggu pohon ini gak suka gimana?!” Kataku asal.

Mereka langsung menatapku penuh kengerian, seakan-akan kata-kataku barusan itu terlarang.

“Ku-kuntilanak?” Gumam Minhyuk ragu.

Wushhhhh,,,, angin kembali berhembus membuat bulu ketek mereka merinding….

“Iya, kuntilanak. Emang kalian tidak tahu di pohon belimbing ini ada kuntilanaknya? Konon pohon ini bekas orang galau yang gantung diri loh. Jadi kalian jangan ngomong sembarangan disini!” Kataku sembari memberi peringatan.

Mereka saling memandang satu sama lain, bertanya apa mereka tahu cerita tentang kuntilanak penunggu pohon belimbing itu. Namun semuanya menggelengkan kepala.

“Aneh, kenapa Aku tidak pernah mendengarnya ya?” Gumam Jungshin.

“Memangnya Kau tahu dari mana pohon belimbing ini ada kuntilanaknya, Jonghyun?” Tanya Yonghwa Hyung penasaran.

“Dari managerlah!” Jawabku sekenanya.

“Akh, stop-stop. Jangan ngomongin yang kaya gitu-gitu lagi ah! Serem tahu!” Protes Minhyuk dengan nada tinggi sembari menutup kuping dengan kedua tangannya, seolah-olah tidak ingin mendengar cerita mistis ini.

Hehehe, kena mereka. Mau aja Aku bohongin. Pada percaya aja lagi ama ceritaku ini, dasar pada cemen. Tentu saja cerita tentang kuntilanak penunggu pohon belimbing itu tidak benar. Okelah, mungkin memang benar ada kuntilanak di pohon itu.

Tapi cerita selebihnya Aku ngarang bebas. Sukurin, biar mereka gak ngomong yang aneh-aneh lagi sekaran. Apalagi si Minhyuk, mukanya udah ketakutan banget. Aku berani jamin, pasti nanti mereka tidak akan bisa tidur wkwkwkwk

“Aku setuju, lebih baik kita hentikan ini semua!” Kataku.

“Hyung, cepat buka. Biar cepat selesai!” Minhyuk memaksa Yonghwa Hyung. Kasian Dia udah pengen bener-bener pergi dari sini.

Mulai saat ini si Minhyuk pasti gak berani ke sini lagi. Akh, akhirnya tidak akan ada yang berani menggangguku lagi saat acara minum teh nanti hihihi

“Loh, kenapa harus Aku yang membukanya?” Protes Yonghwa Hyung.

“Karena Kau leader!” Jawab Jungshin.

“Dan sudah sewajarnya Leader melindungi member-membernya!” Aku menambahkan, di sambut dengan anggukan oleh Jungshin dan Minhyuk.

Yonhwa Hyung yang sudah merasa terpojok akhirnya pasrah dan menyetujui permintaan Kami.

“Srettttt….. ” Yonghwa Hyung membuka selotip yang menyegel kardus itu. Sungguh, suaranya benar-benar membuat Kami tegang dan menelan ludah.

Yonghwa Hyung menghela nafas, kemudian menatap Kami satu persatu. “Fighting, Hyung!” Kami memberi semangat, sementara Yonghwa Hyung hanya mendengus kesal.

Yonghwa Hyung menutup ke dua matanya, sementara tangannya mulai menyusup ke dalam kardus. Ku lihat Yonghwa Hyung tampak sedang meraba-raba isi kardus, seperti seseorang yang tengah mengambil bola undian di dalam sebuah toples.

Cukup lama Yonghwa Hyung memasukan tangannya. Dan tidak ada tanda-tanda Dia sudah berhasil mengenali benda apa di dalam sana. Gila, kita yang melihatnya saja benar-benar di buat penasaran dengan apa yang Yonghwa Hyung rasakan sekarang.

“AKH!” Pekik Yonghwa Hyung terkejut, sementara ke dua matanya terbuka dengan paksa.

Kami semua terkejut mendengar Yonghwa Hyung tiba-tiba memekik dengan nyaring. Dari ekspresinya, sepertinya ini bukan sesuatu yang baik. Akh, jangan-jangan isinya beneran bom. Duh, Aku harus siap-siap kabur nih!

“Hyung, apa isinya?!” Tanyaku hati-hati.

“Bukan boneka santet kan?!” Timpal Jungshin dengan cepat.

Yonghwa Hyung menggeleng. Syukurlah itu bukan boneka santet atau sejenisnya. But wait, kalau itu bukan boneka santet, berarti bom dong?! Ya sallam….

“Hyung, jangan bilang itu isinya bom?!” Minhyuk bertanya seolah-olah mengerti dengan apa yang Aku pikirkan.

Yonghwa Hyung tidak menjawab. Membuat Kami harus menelan ludah dan menahan nafas. Kami menatap Yonghwa Hyung dalam-dalam, berharap Yonghwa Hyung tidak mengiyakan pertanyaan Minhyu tadi.

Yonghwa Hyung kembali menggelengkan kepalanya. Yes, alhamdulilah yah, berarti bukan Bom. Aku, Minhyuk, dan Jungshin sujud sukur dan akhirnya bisa bernafas dengan lega.

“Jadi, kalau itu bukan boneka santet, dan bukan juga bom, lalu apa?” Tanyaku penasaran.

Yonghwa Hyung menghela nafas. Dia mulai mengangkat tangannya dari dalam kardus, sangat perlahan sehingga membuat pandangan Kami tidak lepas dari tangan Yonghwa Hyung.

Tangan Yonghwa Hyung semakin terangkat, dan sesuatu mulai terlihat, hingga akhirnya….

Hingga akhirnya…..

Hingga akhirnya…..

Hingga akhirnya…..

(sengaja di ulang-ulang biar menegangkan hehe)

“BEHA?!!” Pekik Kami serentak saat melihat benda yang kini tengah di tenteng oleh Yonghwa Hyung.

Buset, jadi dari tadi Kami capek-capek mikir benda apa yang ada di dalam kardus itu. Dan ternyata benda itu adalah beha berenda berwarna merah?! Sungguh emejing pemirsah.

Minhyuk dan Jungshin dengan cepat langsung membuka tutup kardus itu. Dan oh my god, ternyata isinya tumpukan beha dan g-string!

“Oh my god!” Pekik Minhyuk tak percaya.

Mereka langsung melempar semua daleman perempuan itu ke dalam kardus dan menutupnya dengan asal.

“Emejing banget sumpah!” Ucap Yonghwa Hyung yang sepertinya syok karena sedari tadi Ia sudah mengacak-acak daleman cewe.

“Buset, siapa sih orang sedeng yang naro sekardus beha ama g-string di depan dorm kita? Kalau itu fans, bener-bener psikopat sumpah!” Umpatku jengkel.

“TENG NONG NENG NONG NENG… “

Saat Kami sedang bertanya siapa orang gila yang naro sekardus daleman di depan dorm Kami, tiba-tiba Kami mendengar bel dorm berbunyi.

Kami saling memandang, heran siapa orang yang dateng tengah malam begini.

“Siapa?” Tanya Minhyuk.

“Meneketehe!” Jawabku asal.

“Sudah cepat sana buka pintunya!” Perintah Yonghwa Hyung.

“Iya, cepat sana buka!” Jungshin mengulang perkataan Yonghwa Hyung di ikuti sebuah anggukan oleh Minhyuk.

Wait? Apa-apaan ini? Jadi ceritanya mereka bersekongkol? Kurang asem, liat saja nanti, Aku laporin eyang subur, mampus deh.

Dengan terpaksa Aku pun beranjak pergi, bel masih sesekali berbunyi saat Aku sudah masuk ke dalam rumah dan melewati ruang tamu. Duh, pada gak sabar banget ni orang. Gak usah berkali-kali juga kali, emangnya Aku budeg, hah!

Saat Aku hendak membuka pintu, Aku merasakan ada sesuatu di belakangku. Aku menoleh dan mendapati Yonghwa hyung, Minhyuk, dan Jungshin sudah berdiri di belakangku.

“Ngapain kalian disini?” Tanyaku dengan ketus.

“Penasaran hehehe” Jawab mereka sembari cengengesan gak jelas. Dasar orang-orang aneh.

Tanpa memperdulikan mereka, Aku pun langsung membuka pintu.

“Ceklet!” Pintu terbuka.

Aku terperangah melihat 2 orang wanita yang tengah berdiri depan pintu dorm Kami. Tenang saja, mereka bukan kuntilanak kok.

“Annyeong haseo!” Sapa mereka.

“Bora dan Hyorin Sistar kan?!” Minhyuk langsung merangsek maju dan mendorongku mundur. Bener-bener kurang ajar.

“Ne, Oppa!” Jawab Hyorin dan Bora sembari mengumbar senyum.

Ku lihat Jonghyun dan Yonghwa Hyung cengo melihat ke dua wanita sekseh itu. Dasar yadong wkwkwk

“Ngomong-ngomong ada apa ya kalian kemari malam-malam seperti ini?” Tanyaku to the poin menanyakan maksud ke datangan mereka. Ya aneh aja ada 2 cewe seksoy dateng ke dorm perjaka-perjaka lapuk seperti kita malam-malam seperti ini. Takutnya ntar mengundang fitnah dari tetangga hehe.

Ku lihat Bora dan Hyorin saling sikut, hingga akhirnya Bora angkat bicara.

“Jadi begini, Oppa. Hari ini Kami baru pindah dorm ke rumah sebelah. Dan kebetulan pengantar barang Kami salah mengantarkan barang!” Ungkap Bora.

“Akh, kardus indomie itu!” Gumam Jungshin.

“Iya benar, kardus itu punya Kami. Kata yang mengantar barang, Dia mengirimnya kesini. Bisakah Kami mengambilnya?” Pinta Hyorin.

“Akh, tentu saja! Minhyuk cepat ambil sana!” Jawab Yonghwa Hyung sementara Minhyuk langsung pergi tanpa berkata apa-apa.

“Tapi maaf nih sebelumnya, bukannya Kami nuduh ya. Apa kalian membuka kardus itu?” Tanya Hyorin.

Kami saling memandang, “Tentu saja tidak!” Jawab Kami sambil cengengesan. Gila tengshin banget kalau Kami bilang udah liat daleman berenda itu hihihi

“Ah, syukurlah… ” Gumam Hyorin dan Bora.

Tak berapa lama kemudian Minhyuk datang menenteng kardus indomie yang sudah tertutup rapih.

“Cepat kasihin!” Perintah Yonghwa Hyung.

Minhyuk pun langsung menyerahkan kardus itu pada Bora dan Hyorin. Ku lihat mereka tampak memastikan apakah itu barang mereka atau bukan. Di lihat dari ekspresi ke duanya yang mengangguk-angguk, sepertinya itu memang barang miliknya.

“Oppa, benarkah kalian tidak membuka kardus ini?” Tanya Hyorin curiga.

“Tentu saja tidak!” Jawab Kami dengan cepat.

“Yakin?” Ujar Bora dengan tatapan menyelidiki.

“Yakin!” Dengan serentak Kami menjawab.

Ku lihat mereka berdua saling berbisik. Duh, jangan sampai mereka curiga.

“Baiklah, Oppa. Maaf sudah mengganggu kalian. Selamat malam!” Mereka pamit undur diri.

“Ah, iya sama-sama… ” Kata Kami sambil cengengesan. Dasar gak bisa liat cewe seksi dikit langsung pada tersepona haha

Setelah Aku menutup pintu, Ku lihat semua orang mulai bergegas menjalani aktifitas mereka masing-masing.

“Tunggu!” Kataku dengan nada tinggi.

Mereka menoleh, “Wae?” Tanya Jungshin.

“Kalian sadar tidak, kalau kardus itu milik sistar. Berarti tadi Kita udah pegang-pegang daleman personil sistar yang seksi-seksi itu!” Ungkapku.

Sebuah seringais mesum terlihat di wajah mereka. Entah apa yang sedang mereka bayangkan.

Dasar orang-orang Yadong hahaha

= Tamat =

======================================

Seperti biasa ya, mungkin ini cuman ff geje.

Tapi please kalau udah baca tetap tinggalin jejak, jangan lupa rcl ya

Kalau ada kritik dan saran bisa langsung chat chat with me (?)

Contact me :

Twitter – Facebook – WordPress

Baca Fanfiction Author Lainnya : LIBRARY

15 responses to “[Fanfiction] Bingkisan misterius di dorm CN Blue

  1. Wow!! Konyol banget!! Masak smpe ada kuntilanak, bom, sama boneka santet!! Ini ff bikin perut kocak!! Daebak!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s