(그런너) Disturbance [Part 4]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Previous :

Part 1 – Part 2 – Part 3

Title : (그런너)Disturbance

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Sad, Romance

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO-K) | Kwon Sora (OC as YOU)

Other Cast :

EXO  –  Choi Sulli f(x)

Disclaimer : This story is only my imagination. Just for fun, okey 😉 Hope you like it !

Disturbance

Sora menutup pintu kamarnya dengan pelan, ia masih memikirkan apa yang Kris katakan tadi. Apa ia tidak salah? Mungkin gadis yang dicari KrisOppa adalah yang lain bukan dia. Tapi, ia merasa yakin dialah orang yang dimaksud oleh Kris. 

Kembali di Bistro..

“Apa aku terlihat bercanda, Akane?” tanya Kris. Sora menatapnya tidak percaya. Bagaimana dia tahu?

“Bagaimana KrisOppa tahu nama Jepangku?” Sora menatap Kris dengan tidak percaya. Kris tersenyum santai.

“Gadis kecil yang suka menangis di taman. Menangis karena ia tidak tahu kenapa ia dibawa ke Jepang. Ia takut karena melihat perawat rumah sakit yang sangat disiplin. Gadis paling bodoh tetapi menggemaskan, ia tidak tahu penyakit yang ia derita.” jelas Kris.

Sora menatapnya tidak percaya, “Kau Wu?”

Kris mengangguk, “Kau dulu mengenalku dengan tidak nama Kris. Tapi Wu. Itu adalah namaku sebenarnya, Wu Yi Fan. Bukankah begitu Kwon Akane? Atau gadis taman?” ledek Kris. Sora memukul bahu Kris pelan.

Oppa. Aku bukan gadis taman.” bantah Sora. Kris tertawa pelan, “Jeongmal? Kau selalu menangis di taman. Sampai perawat membawa obat bius untuk menidurkanmu.”

“Wu Oppa. Bukankah kau asli dari China? Kenapa berada di Jepang? Oppa sakit apa?” tanya Sora panjang kali lebar.

Ne, aku sakit err—entahlah saat itu pernafasanku tiba-tiba tetutup, keluargaku membawa ke Jepang dan bertemu denganmu gadis taman. Kau sendiri sakit apa Akane?”

“Entahlah. Eomma membawaku ke Jepang dengan menangis, aku sampai takut melihat eomma seperti itu.” Sora masih ingat dimana eomma terlihat begitu cemas dengannya. Eomma menangis histeris hingga beberapa kali pingsan dihdapannnya.

“Aku masih ingat dengan detail pertemuan kita sampai akhirnya aku jatuh cinta pertama kali dengan gadis taman yang berumur 6 tahun. Sedangkan umurku 12 tahun.”  Jelas Kris menatap langit-langit bistro itu.

“Haha, aku ingat. Wu Oppa adalah namja pendiam yang selalu menyendiri. Aku selalu menghibur Oppa. Eomma sangat hafal aku selalu susah untuk berpisah dengan Oppa. Sampai aku sembuh dan harus kembali ke Korea. Oppa menyatakan perasaan kepadaku.” ingat Sora. Ia membayangkan wajah Wu yang memerah karena mengungkapkan perasaannya pada Sora. Sora belum sempat menjawabnya Eomma datang dan membawanya pulang, ia tahu Wu menangis. Ia memanggil nama Sora berkali-kali.

“Kau belum menjawab perasaanku saat dulu kecil. Tapi aku yakin jika aku meminta jawaban itu sekarang, kau akan menjawab tidak. Karena perasaanmu hanya untuk bocah itu.” ucap Kris dengan mengaduk lemon tea-nya pelan.

Mianhaeyo Oppa.” Sesal Sora. Kris menatapnya dan tersenyum, “Gwechana. Beberapa saat lagi kau akan jatuh dalam pesonaku, Sora-ya.” ucap Kris dengan percaya diri.

Kembali ke awal cerita..

Sora tersenyum mengingat ucap Luhan yang begitu percaya diri. Semoga Oppa benar-benar bisa membuatku jatuh dalam pesona Oppa, batinnya. Tapi, aku yakin itu tidak bisa. Karena aku telah jatuh di pesonanya. Park Chanyeol.

“Sora-ya..” panggil seseorang dari balik pintu kamar. Sora bangkit perlahan dan menghampiri pintu kamarnya, ia membuka pelan pintunya. Dan memperlihatkan Chanyeol, wajahnya terlihat lelah, baju yang ia kenakan di Busan belum berganti, mata yang terlihat sayu.

Oppa, gwechana?” tanya Sora memastikan. Chanyeol menggeleng pelan, dan berjalan mendekati Sora. Sora berjalan mundur kebelakang, ia akan bersiaga jika tiba-tiba Chanyeol akan melakukan sesuatu yang tidak senonoh.

Chanyeol semakin mendekat. “Oppa, apa yang akan kau lakukan?” tanya Sora. Chanyeol tidak menjawab, Chanyeol semakin mendekat, Sora mendorong Chanyeol pelan. Chanyeol memegang tangannya dengan erat, seakan tidak membiarkan gadis itu melakukan apapun.

Jarak diantara mereka sekitar, 2 cm. Chanyeol semakin mendekat, deru nafas Chanyeol terasa di pipi Sora.

“Sora, apa yang kau lakukan dengan Krishyung?” tanya Chanyeol masih mendekat, Sora semakin terpojok.

“Aku hanya—“

Chanyeol memeluknya erat, Sora mematung, perasaannya membuncah tidak menentu, jantungnya berdegup tidak sewajarnya.

“Apapun yang kau lakukan dengan Kris hyung, jangan sampai kau jatuh dalam pesonanya. Aku mohon.” pinta Chanyeol pelan.

“Kwon Sora? Kau mendengarku?” Sora mengangguk pelan, ia merasa susah berbicara saat ini. Oksigen yang ada di kamarnya tiba-tiba raib begitu saja. Lidahnya juga terasa begitu kelu.

“Aku sangat mencemaskanmu. Aku bertanya dimana kalian kencan, semua member EXO tidak tahu. Aku takut sesuatu terjadi padamu.”

“Aku sangat lelah mencarimu. Tapi, memelukmu seperti ini rasanya seperti mengisi ulang tenagaku.”

Sora mematung rasanya syaraf yang berada di tubuhnya mati rasa semua, astaga segitu lelahnya kah kau Oppa? Apa ini mimpi? Jika ini mimpi, aku tidak ingin berharap segera bangun. Jika ini kenyataan, aku ingin terus seperti ini. Kumohon.

Disturbance

Sora menguap pelan, dan menatap jam digital berbentuk kubus yang ada disampingnya. 5.40 KST. Sora bangkit menuju kamar mandi, ia akan membersihkan dirinya dan menyiapkan sarapan untuknya dan Chanyeol.

Bukankah itu romantis? Sarapan hanya berdua bersama orang yang mereka cintai?

Sora berjalan pelan mendekati pintu kamarnya, ia menuruni anak tanggan rumah keluarga Park dengan perlahan-lahan. Ia sempat melihat kamar Chanyeol, namja itu masih tertidur dengan guling yang ia peluk. Ah lucunya.

Sora segera memakai celemek memasak yang telah disediakan Eommonim, ia mengambil bahan-bahan yang ia gunakan untuk membuat pancake blueberry. Sora segera meracik segala bahan yang tersedia.

Tiba-tiba sebuah tangan melingkar tepat di pinggangnya. “Good Morning, Sora.” Suara bass yang khas menyapanya. Sora merasakan dagu Chanyeol menempel tepat dibahunya sebelah kanan.

“Kenapa tidak membalas?” tanya Chanyeol dengan posisi yang tetap sama. Bukankanya ia tidak mau membalas sapaan yang Chanyeol ucapkan, hanya saja kerongkongannya terasa kering untuk membalasnya.

Ia gugup, itulah gambarannya sekarang, laki-laki itu membuat jantungnya benar-benar berdegup kencang tak menentu. Astaga, ia membutuhkan bantuan siapa pun. Ia takut jika Chanyeol mendengar debaran jantungnya.

“Wajahmu memerah, Sora-ya.” ledek Chanyeol. Entah sejak kapan laki-laki itu menatapnya dengan intens seperti itu.

Oppa !” Sora mendorong pelan Chanyeol menjauh. Mencoba sebisa mungkin menutupi wajahnya yang memerah.

“Sora-ya, kau sangat lucu jika malu.” goda Chanyeol. Chanyeol berbalik dan mengacak-acak pelan rambut Sora. Sora mendengus kesal.

Oppa. Kau menyebalkan.”

“Menyebalkan tapi kau suka, bukan?” Sora terdiam, lalu tersenyum kecil, ia tidak membalas apapun perkataan Chanyeol.

“Kau semakin lucu jika memasak seperti itu, kau akan cantik jika masakanmu itu tidak akan berwarna hitam.” Chanyeol berbalik mendekati meja makan.

Sora sadar, pancakenya . Sora menatap tidak percaya, pancakenya berwarna hitam. Ini semua gara-gara Park Chanyeol ! Laki-laki itu menyebalkan.

Sora mendengus kesal, dan segera membuat pancake yang baru untuk mereka berdua.

Disturbance

Masitaa..” ucap Chanyeol dengan melahap pancake yang berada di garpunya. Sora tersenyum mendengar komentar Chanyeol.

“Sora-ya, aku bisa membayangkan aku akan menjadi artis paling tampan karena memakan masakanmu yang penuh gizi. Masakanmu benar-benar lezat.” puji Chanyeol. Sora melongo, “Oppa. Kau tidak salah kan? Paling tampan?” tanya Sora.

Chanyeol menatapnya, “Kau tidak percaya tunanganmu ini adalah orang yang paling tampan?” tanyanya. Sora menggeleng.

“Aku sangat sedih kau tidak percaya aku adalah artis paling tampan.” rengek Chanyeol. Sora tertawa kecil, ia berharap setiap pagi mereka akan seperti ini terus. Pasti sangat menyenangkan, tanpa ada penganggu sekalipun.

Arraseo Oppa. Kau memang paling tampan. Aku mengakuinya.” Jawab Sora tegas, sejujurnya memang dari dulu ia mengakui Chanyeol tampan. Bukan tampan, hanya sangat tampan +++.

“Sora-ya, bagaimana jika kita berkencan?”

Sora tersedak, pancake yang ia ingin telan rasanya semakin membesar jadi ia susah untuk menelannya. “Mwo oppa?”

“Berkencan, hanya kau dan aku.” jelas Chanyeol. Sora menatapnya tidak percaya, “Oppa dan aku?”

Chanyeol mengangguk setuju, “Bersiaplah. 10 menit lagi kita akan berangkat.” Chanyeol bangkit dan berjalan menjauhi Sora. Apa ia tidak salah? Chanyeol oppa mengajaknya berkencan? Ya Tuhan.

Disturbance

Sora mematut dirinya di depan cermin, sebelum memasuki kamar, Chanyeol memberikannya jaket musim dingin dengan corak dan warna yang sama. Sora bertanya pada Chanyeol apa mereka akan itu menggunakannya nanti? Chanyeol hanya tersenyum tipis.

Kini ia mengenakan jaket musim dingin yang diberikan Chanyeol padanya, berwarna orange dan biru donker. Ia tersenyum, mereka akan berkencan dengan jaket yang sama.

Sora keluar dari kamar, dengan langkah pelan, ia mengetuk pelan kamar Chanyeol. Ia ingin memastikan apa namja itu sudah siap atau belum.

“Hey, aku dibawah.” ucap Chanyeol. Sora berbalik dan menatap Chanyeol berada di lantai dasar, ia segera menuruni anak tanggan rumah Chanyeol dengan cepat. Chanyeol tersenyum melihat penampilan gadis itu sama seperti dirinya.

“Kau semakin cantik, sampai Kris hyung jatuh cinta padamu. Yang kutahu Kris hyung sangat susah untuk jatuh cinta.” komentar Chanyeol dengan mengacak-acak pelan rambut Sora. Sora bergeming apa Kris memberitahu apa yang mereka bicarakan kemarin di bistro? Tidak mungkin.

Beep..beep..

Ponsel Sora bergetar 2 kali, berati sebuah panggilan masuk. Sora merogoh saku jaketnya, mengangkat ponselnya.

Yoboseyo?”

“Kau ada waktu, Akane?”

Oppa, jangan panggil aku seperti itu.”

“Baiklah, kau kosong sekarang?”

Mianhaeyo Oppa. Aku ada acara dengan seseorang sekarang.” Sora sekilas melirik Chanyeol yang menunggunya.

“Ah. Lebih baik denganku saja !” omel Kris, suara yang terdengar keluar cukup pelan. Tapi, Sora rasa Chanyeol sempat mendengarnya.

Chanyeol merebut ponsel Sora dengan kasar, Chanyeol menatap sekilas siapa yang menelpon. Krishyung? Batinnya.

Hyung ! Kau menggangguku dengan Sora !” omel Chanyeol tidak kalah keras.

“Hei, berikan ponsel ini pada Sora.”

Hyung, apa kau benar-benar menyukainya?”

“Bagaimana jika aku mengatakan iya?”

Hyung dia tunanganku !”

“Tunangan saja kok, belum menjadi suami dan istri, bukan? Aku bisa merebutnya, apalagi kau sering menyakitinya dengan Sulli. Dasar, bocah tengik.”

Chanyeol mematung, Kris tidak pernah banyak berbicara, apalagi sampai mengatakan ucapan yang pedas menurutnya. Dan ucapan pedas itu baru saja diucapkan untuknya.

Oppa?” panggil Sora pelan. Chanyeol membalikkan badan dan menatap Sora kosong, “Kencan hari ini batal.”

Laki-laki itu berbalik dan menjauh, sebelum memasuki kamar laki-laki itu menatap Sora, “Jangan pernah berhubungan dengan Krishyung. Aku tidak suka.”

Sora mengangguk, ia mendengar dari nada Chanyeol yang dingin. Bisa dipastikan, Wu oppa mengatakan sesuatu yang membuat Chanyeol bersikap seperti ini.

Disturbance

Wetciye, Kris bisa nyindir juga 😀 gimana-gimana kurang ekstrem yaa konfliknya? Adasih yang ekstrem tapi masih part berikutnya. Jeongmal mianhaeyo readers -_-. Aku harap kalian masih mau menunggu dan mengapresiasi ff ini 😀 Kamsahamnida ~

59 responses to “(그런너) Disturbance [Part 4]

  1. Jadi sekarang chanyeol udh mulai suka sama sora nih??yeay!!
    Truss sullinya gimana tuh??
    Btw nice ff eoon;;)

  2. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 7 - END] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s