My Boyfriend is a Murderer

cover ff my boyfriend is a murderer

 

 

Title       :  My Boyfriend is a Murderer

Author :  Cynthia Riady a.k.a Cynthia Riady Elf

Rating   :  PG 13/NC17

Genre   :  Romance, Angst, thriller

Cast       :

Main Cast :

                Boyfriend –No Minwoo-

                Kim Yoon mi

                Infinite –L- Kim Myungsoo

               

Other Cast :

                All member Boyfriend

Disc        :  Just Fiction .. tidak bermaksud menjelek-jelekan.. Just for fun.. Enjoy J

                   NO BASHING!!

 Fanfiction ini bukan milik saya (KSaena), saya hanya bertugas mem-post fanfiction ini.

#Now Playing

Infinite – Destiny

 

Author Pov

Kau tidak seperti dulu lagi... perhatianmu… perlakuanmu padaku… Semuanya...

Seorang gadis mempercepat langkahnya dan menembus derasnya hujan… seluruh pakaiannya basah kuyup… kedinginan dan terutama karena ia masih berada jauh dari rumahnya.

“Yoon mi dengarkan aku… Aku tidak bermak….” Seorang namja tak mau kalah… dengan kaki panjangnya, ia berusaha mengejar gadis didepannya.

Tapi sayang, gadis itu berlari menjauhinya, dan menutup telinganya.

“Yoon mi… Kim Yoon mi…” Pria itu akhirnya berhasil menarik tangan Yoon mi dan memaksa gadis itu tetap berada dalam dekapanya.

“Seperti inikah caramu mencintaiku??” Yoon mi meronta… ia tak tinggal diam melihat kekasihnya itu  mati-matian menahan tubuhnya.

“Lepas…lepaskan aku… Sudah cukup kau memperlakukanku seperti sampah!”

Tapi pria itu semakin kuat menggenggam tubuh Yoon mi, ia berusaha mencium paksa gadis itu dan tak membiarkannya bergerak sejengkalpun.

“Yoon mi ah… aku mencintaimu… Kau harus tahu itu!” Teriak namja itu… ia menarik tangan Yoon mi dan membawanya masuk kembali ke rumahnya.

“No Minwoo… Hentikan!” Yoon mi terisak, ia berusaha menghindari kontak mata dengan pria itu, ia sudah sering bertengkar dengan namjachingunya dan selalu berakhir dengan Minwoo sebagai pemenangnya. Tapi entah untuk kali ini.

“Sayang dengarkan aku… Aku tidak sengaja… maafkan aku…” Rayu Minwoo.

Ia membiarkan Yoon mi duduk di pangkuannya, segala macam cara sudah dikerahkannya dengan memasang raut wajah bersalahnya, membuat Yoon mi lagi-lagi tak tega melihatnya.

Entah sudah berapa kali Minwoo menampar kekasihnya itu… yang bisa dilakukannya hanya minta maaf dan bersikap semanis mungkin agar Yoon mi memaafkannya.

“Aku akan memelukmu sampai kau memaafkan aku…” Tangannya membelai kepala Yoon mi dan memeluk gadis itu, bibirnya tersenyum, rayuan semacam itulah yang membuat Minwoo selalu mendapat maaf dari Yoon mi.

Yoon mi tetap terisak, kali ini ia tak menggubris rayuan Minwoo. Mungkin memang sulit menaklukan Yoon mi yang sudah terlalu lama menahan luka hatinya. Tapi Minwoo tak menyerah, ia mendekap tubuh gadis itu sampai Yoon mi bersedia memaafkannya.

“Baik… ini terakhir kalinya aku memaafkanmu…” Yoon mi memperlihatkan sorot mata tajamnya pada Minwoo, kali ini sepertinya ia tidak main-main, jika Minwoo mengulangi kesalahanya sekali lagi mungkin ia harus memikirkan cara lain untuk menaklukan Yoon mi, karena sepertinya rayuan andalannya sudah tidak mempan.

Minwoo tersenyum puas. Yes, aku berhasil lagi gumamnya dalam hati.

“Ayo ganti pakaianmu, Hari ini kau bermalam disini saja… “ Minwoo menyodorkan beberapa helai pakaian milik ibunya.

“Ne?” Yoon mi mendelik.

“Kenapa sayang? Katanya sudah memaafkan aku? Ayolah… Kau juga sedikit demam…” Minwoo meletakkan telapak tanganya di dahi Yoon mi… gadis itu memang demam karena terlalu lama terkena air hujan.

“Lalu baju sekolahku? Besok aku pakai apa??” Yoon mi berusaha mencari-cari alasan agar ia tidak perlu bermalam di rumah Minwoo.

“Itu gampang… aku bisa suruh orang ke rumahmu..”

“Ba… Baiklah…” Tukas Yoon mi ragu.

“Ayo masuk…” Minwoo mengajak Yoon mi masuk ke dalam kamarnya

“Ini kan kamarmu… mau apa kesini?’ Yoon mi memandang kekasihnya itu dalam-dalam

“Yah tidur di sini saja…” Balas Minwoo santai

“Ya! Kita belum menikah! Shiero…” Yoon mi menepis tangan Minwoo, sepertinya ia mulai bisa membaca niat busuk pria ini.

“Tuh kan, kau masih saja begitu. Masih marah ya? Percayalah kau akan tetap perawan meskipun kita tidur satu ranjang.”

“Ka…kau janji?” Yoon mi menarik selimutnya berusaha menutupi auranya agar Minwoo tidak tergoda dengan tubuhnya.

“Tentu saja… Sini aku peluk sampai kau tidur…” Minwoo menyembunyikan seringai liciknya.

Yoon mi menurut saja, lagipula Minwoo juga sudah janji dan kalau sampai pria itu macam-macam gadis itu bertekad membunuhnya.

“Mungkin tidak sekarang, sayangku. Tapi nantii...”

Minwoo masih bertahan dengan senyum remehnya, ia memang merencanakan sesuatu yang buruk.

***

                “Ehh…ehh… lihat-lihat.. itu si tampan Minwoo! Aaarrgghhh!” Mereka adalah para siswi yang setiap harinya menunggu kedatangan Minwoo didepan gerbang sekolah. Untunglah Minwoo sudah punya kekasih, jadi para gadis itu hanya bisa meneriakinya dari kejauhan.

“Tuh gadis-gadismu histeris…” Yoon mi memancungkan bibirnya dan cepat-cepat turun dari lamborghini milik Minwoo

“Ah sayang, mereka kan sudah biasa begitu… Tersenyumlah…” Minwoo mulai menggoda Yoon mi.. memang benar Yoon mi sudah biasa melihat namjachingunya dikelilingi banyak fans gilanya hingga serasa ingin muntah tiap mendengar teriakan mereka.

Minwoo merangkul Yoon mi sampai di kelasnya juga membawakan tasnya. Tak henti-hentinya pria itu menyunggingkan senyumnya. Maklumlah, mereka bertengkar semalam jadi Minwoo harus bermanis-manis agar Yoon mi melupakan kejadian kemarin.

“Aku menepati janjiku kan?”

“Hah?” Yoon mi mengerutkan keningnya

“Kau masih perawan meskipun tidur denganku… hehe…” Minwoo tersipu malu

“ohh… ia… ia…” Balas Yoon mi acuh

Sekilas terasa keraguan di hati Yoon mi, meskipun Minwoo tidak macam-macam dengan tubuhnya ia tetap sulit mempercayai pria itu sepenuhnya, mengingat ia sering diperlakukan semena-mena.

“Sayang, aku tinggal ya… sudah mau bel… ini tas mu…” Minwoo meletakkan tas Yoon mi pada kursi kosong disebelah gadis itu

“hmm..” Balas Yoon mi

Cupp-

Minwoo mengecup bibir gadisnya sekilas, ia memang tak pernah kehabisan akal dalam merayu wanita.

Sweetheart, aku tahu kau masih marah.. Tapi aku akan membuatmu tersenyum lagii..” Bisik Minwoo, lalu ia segera berlalu menuju kelasnya.

Tingg- Tongg-

Bel tanda masuk sudah dibunyikan, semua siswa sudah siap dengan buku-buku pelajaran di atas meja mereka.

“Anak-anak perhatian sebentar…” Jung seonsaengnim memasuki ruang kelas, ia bersama seseorang disebelahnya.

“Perkenalkan, ada siswa baru di sekolah kita… Silahkan perkenalkan dirimu…”

“Kim Myungsoo imnida…” ucap namja itu ragu.

“ Sebelumnya ia pernah sekolah di Jepang, tapi karena alasan tertentu ia dipindahkan kesini… Bersikap baiklah padanya ya…” Jung seonsaengnim menambahkan

“Anak muda, kau boleh duduk di kursi kosong itu…di sebelah siswi Kim Yoon mi”

Yoon mi yang kala itu melamun langsung melotot

“Eh…harus disini ya?” Jawab Yoon mi malas, kursi kosong itu sudah menjadi wilayahnya yang tak boleh diduduki siapapun kecuali tasnya.

“Hanya ada kursi kosong di sebelahmu itu siswi Kim, cepat singkirkan tasmu..” Gerutu Jung seonsaengnim

Yoon mi menciut pasrah… diambilah tasnya dan diletakkan di bawah kursi.

“Annyeong…” Myungsoo mendekat dan menyapa dengan sopan.

“oh.. Annyeong.,.” Yoon mi menjawab asal.

“Ehhh…husshh…husshh… Lihat tuh ada anak baru… ganteng juga yaa… gak kalah ganteng sama aa Minwoo… hihi…” Para gadis mulai membicarakan si anak baru itu..

“Iya ganteng kalau kacamata tebalnya itu dilepas saja… merusak saja…” Desis yeoja lainnya.

“Iya tuhh, jadi culun kalau pakai kacamata begitu… hihh…” Segerombol gadis ber-make up tebal sibuk bergosip saat jam istirahat,

“Tapi lihat deh… aneh tuh anak… yang lain istirahat dia malah sendirian duduk di kursi sambil tidur-tiduran…”

“Ahh itu namanya misterius… aku jadi penasaran…”

“Ehh…ehh… lihat… ada Minwoo dan Yoon mi masuk kelas”

“Aaaarggghhh Minwooooo…” Para gadis yang sedari tadi memandangi Myungsoo kini beralih memperhatikan Minwoo

“Eh siapa tuh sayang? Yang duduk di kursimu…” Minwoo bertanya penasaran saat masuk ke kelas Yoon mi dan mendapati tempat duduk yang biasa untuk meletakkan tas Yoon mi berubah menjadi seorang namja berkacamata tebal.

“oh anak baru…” Jawab Yoon mi asal-asalan

“harusnya jangan duduk disitu.. Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan pria lain..” Minwoo mulai mengeluarkan kebiasaan ‘pencemburunya’ dan sifat over protective nya.

“Ah sudahlah Minwoo… Jangan mulai lagi…” Yoon mi melotot… kebiasaan Minwoo tak pernah berubah, ia tak akan membiarkan Yoon mi dekat-dekat dengan lelaki manapun kecuali dirinya.

“Iyaa…iyaa.. Aku tidak akan macam-macam hehe…” Minwoo ciut mendadak melihat ekspresi Yoon mi, karena Yoon mi sendiri sudah sangat hafal dengan kebiasaan Minwoo dan teman-temannya yang suka mem-bully namja manapun yang berteman dengan Yoon mi. Oleh karena itulah Yoon mi tak punya teman pria.

Tadinya memang terbesit di benak Minwoo untuk mem-bully Myungsoo, namun saat ingat pertengkaranya kemarin Minwoo mengurungkan niatnya.

End of the Pov

 

Minwoo Pov

Aku mengayunkan stik golfku sembari berpikir pesta macam apa yang akan kubuat untuk hari ulang tahun Yoon mi. Sebuah pesta yang mampu membuatnya tepukau hingga jatuh dalam pelukanku.

“Sayang…” Panggilku

“Heh? Kenapa?” Dia tak memperdulikanku dan asik berkutat dengan IPad nya

“Acara ulang tahunmu dirayakan dirumahku saja yaa… disini kan cukup besar untuk menampung teman-teman kita…”

“Oh… Terserah kau saja…” Balasnya pendek.

Menyebalkan… dia masih saja mengacuhkan aku… Lihat saja Yoon mi… Kau akan jadi milikku…

“Masih marah karena tamparan waktu itu ya? Aduhh sayang…Tolonglahh…” Aku membelai lembut pipinya yang kutampar beberapa hari yang lalu… kalau diperhatikan memang sedikit memerah.

Dia tak merubah posisinya…

Sabar Minwoo… Sabar...

Aku harus sabar menghadapinya meskipun tanganku sudah gatal ingin menamparnya lagi… karena biar bagaimanapun juga aku harus mengendalikan sifat temperamenku.

***

“Saengil cukkahamnidaa… saengil cukkahamnidaa…” Para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan mengucapkan selamat di hari ulang tahun Yoon mi yang ke 18.

Akhirnya aku berhasil membuat pesta meriah di rumahku. Semua ini ide teman-temanku dan  untungnya juga orangtuaku tinggal di luar negri jadi aku bebas melakukan apapun.

“Jo Twins, Jeongmin, Hyunseong, dan Donghyun… Terimakasih yaa.” Aku memandangi teman-temanku satu per satu. Tanpa mereka mungkin tidak ada malam istimewa ini.

“Kami kan teman-temanmu, jangan sungkan begitu” Donghyun membalas.

“Ehh itu Yoon mi… Ajak berdansa sana… Keluarkan rayuan mautmu…” Goda Kwangmin.

“Ah sudah tidak mempan…Sekarang harus pakai cara lebih ekstrim untuk membuatnya takluk.” Aku menarik sebelah bibirku.

“Makanya jangan suka memukulinya kalau marah… wanita benci itu…” sindir Hyunseong si pangeran penggoda. Temanku yang satu itu memang sudah berpengalaman soal wanita.

“Iyaa… aku sudah janji tidak akan kasar lagi padanya… malam ini dia akan jadi milikku seutuhnya…” Balasku cepat sembari memandangi Yoon mi yang terbalut dengan gaun pesta malam yang membuat lekukan tubuhnya terlihat jelas.

Tubuhmu benar-benar indah sayang... Gumamku

“Taklukan dia, buat dia bertekuk lutut dihadapanmu…” Bisik Jeongmin.

“Ehh… kau mengundang si anak culun itu?” Youngmin mengalihkan pandangannya

“Ahh, ya mau bagaimana lagi… dia kan juga siswa di sekolah kita… jadi undang saja meskipun aku tidak kenal…”

“Haha pasti Yoon mi yang memintamu mengundangnya.” Balas Kwangmin.

“Ehh hati-hati… nanti gadismu itu bisa direbut si culun Myungsoo…” Goda Donghyun.

“Ehekk…” Aku tersedak. Ada-ada saja, mana mungkin No Minwoo yang tampan dan populer bisa dikalahkan si culun. Batinku meremehkan.

“Siapa bilang? Lihat tuh… mereka semakin akrab…Kelemahanmu itu sifat temperamenmu…” Youngmin menjelaskan panjang lebar.

Tidak akan kubiarkan kau menyentuh Yoon mi ku. Kim Myungsoo

Aku meninggalkan teman-temanku, dan beranjak mendekati mereka yang asik mengobrol berdua.

“Ehemmm…” Sapaku.

“Sayang, ayo berdansa denganku…” Aku menyodorkan tanganku

“Ehh…yasudah ayoo…” Yoon mi meninggalkan si culun dan mendaratkan tubuhnya ke pelukanku.

Tikk-

Kujentikan Jariku..

Happy birthday to you, this is your day.
On this day for you we’re gonna love you in every way.
This is your day, your day, happy birthday to you, to you, to you.

Kulingkarkan tanganku di pinggang rampingnya memeluknya mesra. Yoon mi membalas senyumanku… wajahnya merah merona… Ini artinya dia sudah benar-benar memaafkan aku.

Kami berputar-putar menikmati alunan lagu.. terus berdansa dan menikmati pesta.

Happy birthday to you, you’re still young.
Age is just a number, don’t you stop having fun.
This is your day, your day, happy birthday to you.
This day only comes once every year,
Because you’re so wonderful with each and everything you do,

Dari kejauhan tampak teman teman ku memberi acungan jempol. Jangan sebut aku No Minwoo jikat tak mampu membuatnya tergila-gila.

Aku menatap puas ke arah mereka.

Happy birthday to you, this is your day.
On this day for you we’re gonna love you in every way.
This is your day, your day, happy birthday to you, to you.
This day is only for you, ’cause you’re so special in every way,
Happy birthday to you!

New Kids on The Block – Happy Birthday to You

“Mana kado untukku??” Rengek Yoon mi saat aku mendekapnya lebih erat.

“Ohh… nanti ya… Kalau pestanya sudah selesai akan kuberikan padamu…” Aku membelai rambut indahnya.

Kado yang tak akan kau lupakan seumur hidupmu, Kim Yoon mi.. .

3 Jam telah berlalu… akhirnya pesta berakir… semua tamu undangan sudah pulang dan kini saatnya aku menjalankan misiku.

“Mana? Mana kadonya?” Yoon mi kembali menagih janjiku.

Tadaaa-

Cepat-cepat kukeluarkan kado yang dinanti Yoon mi dari tuxedo yang kukenakan.

“Suka tidak?” Aku menyodorkan sebuah kalung emas putih dengan liontin safir biru yang cantik.

“Ehh… suka… suka… Gomawo” Wajahnya memerah sekali lagi

“Sini aku pakaikan…” Kukesampingkan rambut panjangnya dan segera memasangkan kalung itu dilehernya… cantik sekali, warnaya sangat cocok dengan kulit putihnya.

“Masih ada lagi…” Aku berbisik di telinganya,

“Apa?” balasnya penasaran

“Tutup mata yaa…”

Seketika itu ia menutup matanya… cepat-cepat kulepaskan tuxedo  dan kemeja yang kukenakan, menampilkan dada bidangku.

“Jangan buka yaa…” Ucapku lagi

Aku segera menempelkan tubuhnya ke tembok sembari tetap menjaga matanya agar tetap tertutup.

“Apa sih kadonya??” Gerutunya

Dengan sigap kupeluk tubuhnya erat-erat, kubiarkan ia bersentuhan dengan tubuhku yang tak berbusana… yang tersisa hanya celana panjang yang kukenakan. Kulumat bibirnya penuh hasrat.

“Oh kadonya ciuman…” Ia masih bertahan dengan matanya yang tertutup, menunggu apa yang akan kulakukan padanya.

Perlahan wajahku menelusuri bagian tubuhnya… kudekati leher jenjangnya dan kuhembuskan nafasku disana.

“Minwoo apa yang kau lakukan??” Seketika itu Yoon mi langsung membukanya, dihadapanya sudah terpampang tubuh atletisku.

“Ini kadomu sayangg…” Aku mendekatinya dan menciumnya paksa.

“Kado macam apa ini? Aku tidak mau! Kita belum menikah!” ia menepis kasar tanganku.

“Kau terlalu naïf sayang… apa salahnya? Kita kan saling mencintai…” kupelankan suaraku… mencoba untuk sesabar mungkin meski sebenarnya aku sudah tidak tahan ingin menyantap tubuhnya.

“Akuu… aku… tidak mau!” Air mata mengalir membasahi pipinya, ia mencoba menghindar dariku, tapi sayang usahanya sia sia. Pintu kamar sudah terkunci, dan aku meletakkan kunci itu ditempat yang tak diketahuinya.

“Minwoo… Tolong… jangan perkosa aku… jangan!” Dia berteriak histeris sambil memukuli tubuhku.

“Ha? Perkosa apa? Kita kan sepasang kekasih… Wajar kalau bercinta…Kata perkosa hanya untuk lelaki biadab yang menggerogoti tubuhmu… I’m your man… sah-sah saja kan?” Kusentuh daerah sensitivenya membuat payudaranya mengeras.

“Tidak mau….” Dia menangis meronta-ronta minta aku melepaskanya, tapi tidak akan… aku tidak akan menyerah begitu saja.

“Sini aku peluk… Supaya kau lebih tenang…” Aku berusaha untuk tidak memaksanya… Akan kubuat dia bersedia menyerahkan kesucianya padaku.

“Aku tidak siap… aku takut… tolong jangan…” rengeknya… tangan dan kakinya bergetar… kelihatanya dia benar-benar ketakutan.

“Pelan-pelan saja… aku tidak main kasar kok… Ayolah sayang… pelan-pelan janji dehh” Kukecup sekali lagi bibir sensualnya. Ternyata susah sekali merangsang gadis ini… rasa takutnya lebih besar dari hasrat cintanya.

Dia membalas ciumanku penuh keraguan, airmatanya tak henti-hentinya mengalir… sekeras apapun aku berusaha merangsangnya dia tetap tegang dan menangis.

“Ayolah jangan menangis…” Rayuku lagi

Aku berusaha fokus pada santapan di depanku. Aku berusaha membuka knickers yang dikenakannya tapi kakinya malah merapat.

Aku sudah tidak tahan… dengan cepat kulepas semua pakaian yang membalut tubuhnya, membiarkan tubuh polosnya terpampang dihadapanku.

“masih sempit… ini milikku sekarang…” Aku sudah tidak tahan lagi… Juniorku juga sudah menegang dan siap menerobos masuk.

“Jangann… Minwoo jangann!!” Yoon mi terus menjerit… kututup mulutnya dengan telapak tanganku.

“Tokk…Tokk…Tokk…” Sialan… siapa itu berani mengganggu! Padahal aku sudah mengatakan pada semua pelayanku agar tidak mendekati kamar ini..

“To… Tolongg…” Yoon mi malah berteriak minta tolong.

“PLAKK!!” Kuingkari janjiku, kutampar wajahnya hingga ia menatapku nanar.

“Siapa itu??  Pergi!” Teriakku

“Aku… Aku Myungsoo…”

“Apa? Si culun itu masih di rumahku?! Brengsekk!”  Umpatku dalam hati

Terpaksa kukancingkan kemejaku, juga mengenakan kembali celanaku… Sialan… Benar-benar sial!

“Apa?? Ada apa??” Bentakku saat membuka pintu kamar

“Mian… Sepertinya ponselku tertinggal, aku mau minta ijin padamu untuk mencarinya…” Tukasnya polos.

“Myungsoo ssi tolong aku, bawa aku pergi dari sini!” Sial! Tanpa sepengetahuanku Yoon mi sudah mengenakan dressnya dan berdiri di belakang Myungsoo meminta pertolongan pria itu.

Aku kalah… terpaksa kubiarkan si Myungsso itu membawa kekasihku pegi… Aku tidak mungkin bertindak kasar disaat seperti ini. Padahal sedikit lagi aku berhasil!

Sialan kau Kim Myungsoo! Kupastikan kau akan membayarnya!

End of the Pov

 

Yoon mi Pov

Aku masih tak menyangka dia tega berbuat seperti itu padaku. Tidakkah ia peduli akan perasaanku? Kenapa dia begitu egois ingin menikmati tubuhku? Ck… brengsekk!

Kubiarkan airmataku mengalir deras, aku sudah tidak sanggup membendungnya lagi. Benar-benar konyol kalau ingat aku hampir diperkosa kekasihku sendiri… memang benar jaman sudah berubah, sepasang kekasih bercinta itu sudah biasa.

Tapi bisakah kau menghargai prinsipku?

No Minwoo namanya, aku menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun, dia memang tampan, kaya dan populer. Awalnya aku bangga bisa menjadi kekasihnya. Tapi kemudian rasa itu mulai hilang sejak aku tahu dia sangat emosional.

Ini adalah hari ulang tahun terburuk sepanjang hidupku.

Tempo hari tangan mulusnya mendarat sempurna di pipiku. Aku tak sengaja merusak pigura kesayangannya, tapi kenapa dia harus sekasar itu?! Setiap kami berselisih paham selalu berakhir dengan permintaan maafnya padaku, karena hampir setiap bagian dalam pertengkaran kami ia akan memukulku. Telpon dan smskupun sering tak digubrisnya saat ia sedang asik dengan teman-temannya. Sebaliknya saat dia merindukanku, dia akan terus menempel padaku seperti permen karet.

Kenapa aku harus diperlakukan seperti ini?? Kenapa? Apa salahku? Hatiku tak pernah bisa menerimanya… Kau tidak memperlakukanku seperti layaknya manusia. Kau membuang dan memungutku sesuka hatimu. Aku bukan bonekamu No Minwoo!

Aku tidak tahu bagaimana melepaskan diri darinya. Aku ingin berlari sejauh mungkin tapi aku terlalu lemah untuk itu. Seperti apapun dia menyakitiku aku tak mampu berkata ‘putus’. Aku tak kuasa karena sejak pacaran dengannya ia membuat hidupku berubah. Semua kebutuhanku terpenuhi bahkan lebih dari cukup. Pacaran dengannya sangat mengangkat harga diriku dihadapan masyarakat juga teman-teman sekolahku karena sejak saat itu aku menjadi salah satu siswi paling disegani di sekolah.

Apa itu terdengar murahan? Seolah aku pacaran dengan Minwoo hanya untuk menjunjung tinggi harga diriku. Kenyataanya tidak seperti itu. Aku memang sudah terpikat olehnya, itulah mengapa aku bertahan hingga hari ini.

Aku berusaha menghentikan airmataku, tapi aku tak mampu. Aku hanya bisa menunggu sampai aku puas menangis. Kugenggam kalung pemberian Minwoo. Aku melemparnya ke sembarang arah. Kini aku tahu kekasihku benar-benar seorang yang biadab.

“Yoon mi ssi… hapus airmatamu.” Sebuah suara membuatku menoleh ke arah lain. Seseorang yang kukenal menyodorkan saputangan miliknya.

“Myungsoo ssi… Kau masih mengikutiku?” Aku terkejut saat melihat namja itu duduk disebelahku, kukira dia sudah meninggalkanku daritadi. Ternyata aku sibuk sendiri sampai tak sadar dia menguntitku dari belakang.

“Hmm iya hehe… Aku tidak tega melihatmu pulang sendiri…” Balasnya sopan

“Oh…” Aku menatapnya sejenak. Pria ini baik juga. Gumamku dalam hati

Mungkin dia sedikit pemalu dan terkesan anti sosial, tapi setelah kuperhatikan baik-baik dia tampan juga dibalik kacamata tebalnya.

“Rumahmu dimana? Aku antar ya…” Dia mengajakku masuk ke dalam limousine hitam pekatnya.

“Oh anak orang kaya ternyata...” Aku memandanginya lekat-lekat. Gayanya tidak seperti anak orang kaya pada umumnya. Dia berpenampilan biasa, dan kelihatan tidak percaya diri. Dia tuan muda paling aneh yang pernah kutemui.

Sementara dalam perjalanan aku berpikir keras bagaimana harus menghadapi Minwoo saat kami bertemu di sekolah besok. Aku tahu Minwoo tidak akan melepaskan aku begitu saja.

***

Hari ini aku berangkat sekolah seperti biasa. Hanya bedanya Minwoo tidak menjemputku, jadi aku akan naik bus.

“Kau pasti bisa Yoon mi…” Kusugesti diriku.

Aku membuka pintu rumah. Sebenarnya aku tak ingin ke sekolah hari ini, aku muak kalau harus melihat wajah Minwoo.

“Annyeong Yoon mi ssi…” Seseorang menyapaku, sepertinya aku mengenal suara itu

“Eh… Kim Myungsoo… Kau menjemputku??” Aku kaget mendadak saat melihat Myungsoo didepan pintu rumahku.

“hmm… iya…” Jawabnya malu-malu.

Kenapa dia baik sekali padaku ya?

“Hmm… terimakasih sudah menjemputku”

Benar saja dugaanku. Minwoo dan teman-temannya menunggu di pintu gerbang.

“Yaa… anak culun… beraninya kau menyentuh kekasihku!” Dia menghadang kami saat keluar dari mobil

“Minwoo cukup! Ayoo Myungsoo kita pergi saja…” Cepat-cepat kutarik tangan Myungsoo dan segera masuk ke kelas. Di kejauhan aku memerhatikan wajah Minwoo yang merah padam.

Kau masih berani menyebutuku kekasihmu setelah apa yang kau lakukan padaku! Aku tidak akan tertipu lagi!

Terlepas dari pikiran tentang Minwoo, aku mulai berpikir soal siswa Kim Myungsoo. Kalau kuperhatikan sejak kejadian kemarin sampai hari ini pria itu terus memperhatikanku. Ada apa gerangan ya?

“Yoon mi ssi… ka…kau mencintai No Minwoo?”

“Ehekk…” Aku tercengang dengan pertanyaan itu,

“Eh kenapa? Aku mengganggu privasimu ya?” Dia merasa bersalah

“Ehh bukan begitu, hanya saja aku sendiri tidak tahu apa aku masih mencintai Minwoo atau tidak.” Jawabku apa adanya.

“Aku… Aku menyukaimu siswi Kim…” Pria itu merunduk. Apa aku tidak salah dengar? Dia bilang dia suka padaku?

“Maaf?” Balasku.

“Kau tidak salah dengar… Aku… aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu.”

Cupp-

“A… apa yang kau lakukan?”

End of the Pov

 

Author Pov

Yoon mi tak beranjak dari tempatnya, ia masih duduk di taman belakang sekolah. Kejadian itu sudah berlalu  beberapa jam, tapi ia masih merasakan ada sesuatu yang menempel di bibirnya.

“Dia menciumku..” Yoon mi memegangi bibirnya, tak percaya si ‘anak baru’ yang baru dikenalnya selama 1 bulan menyatakan cinta lalu menciumnya.

Terasa terlalu cepat baginya, baru saja ia mengalami masa paling menyakitkan bersama Minwoo, lalu hari ini seorang namja mengaku suka padanya.

 

Flashback

“A...apa yang kau lakukan?” Tubuh Yoon mi mendadak kaku saat menyadari Myungsoo menciumnya.

“Aku... Aku ingin mengatakan sesuatu padamu...” Myungsoo melepas ciumannya dan dengan berani menatap yeoja dihadapannya.

“Sebenarnya kemarin itu... Aku memang menunggumu untuk mengantar pulang..”

“Lalu? Kenapa kau masuk ke dalam dan bilang ponselmu tertinggal?” Yoon mi bertanya penasaran.

“Karena aku mendengar teriakanmu dari luar… jadi aku bilang ponselku tertinggal agar pelayan mengijinkanku masuk. Tanpa sepengetahuan pelayan itu aku mendekati kamar Minwoo...” suara Myungsoo bergetar saat menceritakannya.

“Kau... sengaja menolongku??” Yoon mi masih mencari kejelasan dari pengakuan Myungsoo. Ia masih sulit percaya dengan apa yang didengarnya.

“Itu... karena aku suka padamu Yoon mi...awalnya aku hanya ingin berteman denganmu karena kau sudah punya kekasih... tapi melihat Minwoo menyakitimu aku memberanikan diri menyatakan perasaanku...” Myungsoo mulai gugup... hatinya bimbang… kini Yoon mi tahu perasaanya.

 “Mian… kalau ini mengejutkanmu...” Sebelum sempat Yoon mi mengatakan sesuatu Myungsoo malah merasa bersalah atas pengakuannya.

“Terimakasih karena menyukaiku... Tapi kita tid...”

“Kau tidak suka aku??” Myungsoo memotong pembicaraan

“Bu…bukan... Jika Minwoo tahu dia... “

“Dia apa?”

“Akan menghabisimu...”

Flashback End

End of the Pov

 

Myungsoo Pov

Entah setan apa yang merasukiku hingga aku berani menyatakan perasaanku padanya. Kalau diperhatikan aku memang bukan tandingan Minwoo yang populer itu. Aku hanya siswa baru yang menyukai kekasihnya. Sejauh aku melihatnya aku tahu seperti apa dia. No Minwo, dia berbeda..

Aku tahu mungkin dia akan merencanakan waktu yang tepat untuk menghajarku, tapi itulah resikonya. Aku tidak akan membiarkan Yoon mi bersama pria itu.

Sejak aku masuk di sekolah itu saat itu pula aku terpikat olehnya. Aku juga tidak tahu kenapa bisa secepat itu jatuh cinta padanya. Tapi yang jelas naluriku selalu membuatku ingin dekat dengannya. Saat aku menemukan Minwoo yang hampir memperkosa Yoon mi tekadku bulat. Aku akan merebutnya dari pria itu apapun caranya. Akan kubuat Yoon mi percaya aku lah yang pantas untuknya.

Aku memandangi wajahku di cermin. Kacamata ini menutupi wajah tampanku. Para siswa di sekolah juga sering membicarakanku karena mengenakan ini. haruskah aku merubah penampilanku?  Aku memang dianggap pria aneh di sekolah. Mereka bilang kebiasaanku sendirian di kelas pada jam istirahat yang membuat para yeoja disana enggan mendekatiku.

***

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah, kurasakan ada hal yang berbeda. Sepasang telingaku mendengar pembicaraan orang-orang di sekelilingku.

“Ehh… itu si Myungsoo ya? Kok lain sih…ga pakai kacamata lagi…”

Sudah kuduga, ini pasti karena aku mengganti kacamataku dengan contact lenses. Pantas saja mereka membicarakan aku. Hari ini penampilanku sedikit berbeda tanpa kacamata dan mungkin orang-orang itu terkejut dengan penampilan baruku.

“Arrrgghhh! Myungsoo kau tampan sekali!” Aku tersentak saat segerombol yeoja datang menghampiriku, mereka semua menempel manja di tubuhku. Oh tidak!

“Mian… aku buru-buru” Cepat-cepat aku beranjak meninggalkan mereka dan mencari keberadaan Yoon mi.

“Yoon mi ssi… Annyeong…” Sapaku malu-malu

“Eh annyeongg… kau… berbeda hari ini…” Dipandanginya wajahku lekat-lekat

“Ehh… ituu…”

“Kau lebih tampan… lebih tampan dari Minwoo malah…” Seru Yoon mi frontal benar-benar membuat hatiku loncat kegirangan.

“Be…benarkah? hehe…”

“heeh…” ia tersenyum. Sepertinya aku mulai bisa merebut perhatiannya.

End of the Pov

 

Author Pov

“Sialan kau Kim Myungsoo!!” Minwoo mengumpat kesal saat melihat Myungsoo dan Yoon mi semakin dekat, ingin sesegera mungkin melayangkan tinjunya pada namja itu.

“Yaa… Sabar… Kalau kau main kasar Yoon mi akan semakin membencimu…” Ujar Jeongmin pada sahabatnya itu.

“lalu?! Aku tidak mungkin diam saja!” Minwoo belum bisa menahan emosinya.

“Sebelum kau bertindak… Kita harus mencari dulu kelemahan anak itu… Kami akan membantu mencari riwayat kehidupannya… mungkin kita bisa menemukan sesuatu.” Donghyun berusaha menenangkan

***

“Bagaimana? Sudah menemukan sesuatu?” Tanya Minwoo penasaran saat melihat teman-temannya membawa beberapa map

“hmm sudah sih… sekilas tidak ada yang aneh tapi…” Ucap Hyungseong ragu

“Begini.. .dia pernah kecelakaan mobil setahun lalu…” Youngmin menambahkan

“Lalu??” Minwoo semakin penasaran

“Itu saja… tapi aku curiga hal ini ada hubungannya dengan dia yang tidak pernah menyetir sendiri” Kwangmin mengutarakan analisisnya.

“Benar juga ya… kalau dia pernah kecelakaan mobil berarti dia bisa menyetir… tapi anehnya dia malah diantar supir setiap hari.” seru Donghyun

“Sepertinya aku tahu kelemahanmu... Kim Myungsoo...” Minwoo menyimpulkan sendiri berdasarkan data-data yang diterimanya. Ia yakin dugaanya benar.

Keesokan harinya, Minwoo sengaja menjegat Myungsoo dan Yoon mi saat pulang sekolah, tangannya sudah gatal ingin mencakar wajah pria yang berani bermesraan dengan kekasihnya itu.

“Kau mau apa No Minwoo??” Yoon mi membentak Minwoo. Ia sudah tak menganggap Minwoo sebagai kekasihnya lagi.

“Kenapa sayang? Kau lupa… kau masih yeojachinguku…” Minwoo memamerkan senyum sinisnya

“Aku mau kita putus!” Bentak Yoon mi sekali lagi. Ia memberanikan diri mendekati Minwoo dan membalas tatapan tajam pria itu.

“Bagaimana kalau aku tidak mau??” Balas Minwoo santai.

Dengan cepat Kwangmin dan Youngmin menarik tubuh Yoon mi dan menahannya sekuat tenaga agar ia tidak kabur. Sementara itu Jeongmin, Hyunseong dan Donghyun sudah siap menghajar Myungsoo

BUGH!! BUGHH!!

Myungsoo kala itu hanya bisa pasrah.. dia tidak mungkin melawan.. 1 banding 3 tidak mungkin menang.

“Kau menyukai gadisku huh??” Cibir Minwoo

“Minwoo jangan! Jangan pukul lagi!” Yoon mi semakin histeris saat melihat wajah Myungsoo babak belur. Ia berusaha melepaskan diri dari genggaman Jo twins, tapi apa daya tenaganya tak cukup kuat untuk melawan mereka.

“hmm… bagaimana jika aku memberimu penawaran??” Minwoo langsung ke topik pembicaraan.

“Penawaran apa? Aku akan lakukan apapun asal kau melepaskan Yoon mi!” Balas Myungsoo

“Benarkah?? Kita adakan kompetisi… kalau kau yang menang aku akan putus dengan Yoon mi dan jika kau kalah jangan pernah muncul lagi dihadapan kami!” Minwoo membalas tatapan tajam Myungsoo.

“Kompetisi apa??”

“Balapan Liar 1 lawan 1…”

“…” Myungsoo hanya membisu mendengar kata-kata itu

“Kenapa wajahmu memucat??” Minwoo menatap remeh namja didepannya. Entah mengapa Myungsoo sepertinya sangat sensitive dengan kata yang berhubungan dengan kepiawaian seseorang dalam mengemudikan mobil.

“Aku… aku…” Myungsoo mulai panik.

“Kau apa? Kalau kau tak mau jangan harap bisa memiliki kekasihku!”

“Minwoo cukup!” Yoon mi sudah tidak tahan dengan pemandangan didepannya. Minwoo memang gila karena menjadikanya bahan taruhan.

“Baiklah aku mau…” Myungsoo menciut pasrah… disembunyikannya rasa takut yang teramat sangat.

“Aku akan menangkan pertandingan itu untukmu Kim Yoon mi!” Teriak Myungsoo saat Minwoo dan teman-temanya membawa Yoon mi pergi.

***

“Kau milikku selama si Myungsoo mu itu belum memenangkan pertandingan! Lagipula dia tidak akan menang sayangku.” Cibir Minwoo saat mereka sampai di rumah Minwoo.

“Dia pasti menang! Itu pasti!” Jawab Yoon mi yakin.

“Tidak akan!” Dengan kasar Minwoo menghempaskan tubuh kekasihnya ke ranjang.

“Mana ponselmu??” Minwoo mulai meraba-raba setiap bagian tubuh Yoon mi mencari keberadaan ponsel yeoja itu.

“Jangan sentuh! Ini ini…” Yoon mi menyerahkan ponselnya.

“Mau apa kau?” Tanya Yoon mi… bibirnya terasa kelu.

“Aku mau bilang pada orangtuamu agar kau boleh tinggal di rumahku…” Tatap Minwoo sinis

“Apa?! Aku tidak mau tinggal disini!”

“Tenanglah… aku tidak akan menyakitimu… hmm…”

Kemudian Minwoo berlalu dan menyuruh beberapa penjaga menjaga kamar itu agar Yoon mi tidak bisa kabur. Sepanjang hari itu Yoon mi hanya bisa terisak sendirian di kamar  itu.

“Myungsoo…” Yoon mi menghapus air matanya. Nama pria itu muncul di benaknya.

Myungsoo benar-benar membuktikan cintanya pada Yoon mi… Membuat hati yeoja itu tekagum-kagum dibuatnya. Sepertinya Yoon mi mulai bisa menerima Myungsoo sebagai kebahagiaan baru baginya.

“Berjanjilah menangkan pertandingan itu untukku, Myungsoo ssi...”

End of the Pov

 

Minwoo Pov

Melihat wajahmu memucat siang itu aku yakin ada yang kau sembunyikan Kim Myungsoo… Akan kubuktikan kebenarannya saat pertandingan nanti.

“Aku tidak sabar menanti hari itu. hari dimana aku akan mengalahkanmu pecundang!” Desisku.

“Myungsoo.. Myungsoo…” Terdengar suara Yoon mi memanggil nama itu. Sialnya! Kenapa sih dia sering menyebut nama pria itu? membuat telingaku pengang saja.

“Sayang… kenapa sih kau menyebut namanya terus?” Aku melingkarkan tanganku di pinggangnya.. tapi ia tak memperdulikanku.

“Pergi! Aku benci padamu!” Kulihat matanya membengkak. Apa salahku sampai dia selalu menangis tiap berdekatan denganku?! Pasti si sampah Myungsoo sudah mencuci otaknya!

“Besok adalah hari yang kutunggu-tunggu sayang… saat aku menang dan memilikimu selamanya…” Aku berbisik di telinganya.

Malam sudah berlalu, matahari mulai terbit di sebelah barat. Mobilku sudah siap maju melintas dalam kompetisi ini. Aku menyewa sirkuit untuk pertandinganku…Aku menggunakan Lamorghini Embolardo milikku sedangkan si Myungsoo itu juga siap dengan Bugatti Veryon miliknya.

Pertandingan hari ini tidak hanya disaksikan oleh Yoon mi dan teman-temanku, tapi juga 1 angkatan sekolahku.

“Banyak mata yang akan menyaksikan kekalahanmu pecundang...”

End of the Pov

 

Myungsoo Pov

3…2…1… GO!!

“Kim Myungsoo… Kim Myungsoo… GOGOGO!!”

“No Minwoo… No Minwoo… GOGOGO!!”

Para supporter siap dengan spanduk mereka masing-masing mendukung jagoan mereka baik itu aku ataupun Minwoo. Yoon mi juga sudah hadir mengamati pertandingan diawasi 4 penjaga berjas hitam… mereka adalah pengawal-pengawal Minwoo…

“Kim Myungsoo pasti menang!” Teriak Yoon mi padaku.

Aku akan berusaha untukmu...

Aku harus bisa mengalahkan rasa takutku. Aku hanya perlu melaju tiga putaran lebih cepat dibandingkan Minwoo… Hari ini aku harus berhasil! Harus!

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi… di putaran ke dua nafasku mulai tak teratur… Oh Tuhan kuatkan aku… Aku tidak mungkin menyerah sekarang…Aku tidak boleh membiarkan perasaan ini menguasaiku… Aku harus bisa.. harus!

“errghh,,” Aku mulai kehilangan keseimbangan.. Seketika terbayang kejadian itu… Aku tidak bisa mengendalikannya… Bagaimana ini?? Aku harus menang..

“Sakitt…sakitt…aku sudah tak sanggup lagi…aaarrggghhhh”

“Myungsoo ssi… kau dengar aku? Myungsoo!! Yaa Kim Myungsoo!” Aku masih dapat mendengar suara Yoon mi… Aku masih dapat melihatnya samar-samar dan kurasakan tangan hangatnya memelukku…

Mataku semakin kabur…Gelap… semakin gelap dan kepalaku benar-benar sakit…

Aku membuka mataku… Kulihat Yoon mi ada disebelahku… aku berada di tempat yang sudah tak asing lagi… Rumah sakit…

“Yoon mi… errghh… sakiitt..”

“kau sudah bangun??” Yoon mi menyeka airmatanya, kulihat matanya bengkak dan mulai terlihat kantung mata.

“Ne… Aku kenapa??” Tanyaku

“Kenapa kau tidak bilang?? Kalau kau sakit harusnya tidak perlu menerima tantangan Minwoo bodoh…” Yoon mi kembali terisak

“Aku… Akuu tidak apa-apa… sungguh…” Balasku

“Bohong! Dokter sudah mengatakan semuanya!”

“Mian Yoon mi… Aku melakukannya untukmu,,” Aku menciut pasrah… terbongkar sudah rahasiaku… Kejadian mengerikan saat aku kehilangan kendali dan mengakibatkan tabrakan beruntun… Aku tidak akan pernah bisa melupakannya… Sangat mengerikan setiap ingat orang-orang itu kehilangan nyawa mereka karena cara mengemudiku yang ugal-ugalan. Sejak saat itulah aku tidak pernah berani mengendarai mobil sendiri dan aku kehilangan rasa percaya diriku.

“Itulah alasan kenapa kau tidak pernah menyetir sendiri… iya kan?” Yoon mi terus mendesakku.

“Mian… Jeongmal mianhae… Itu karena aku mencintaimu… Aku ingin memenangkan pertandingan itu untukmu…”Aku memeluknya dan menghapus airmatanya.

“Tapi kenyataanya kau kalah Kim Myungsoo! Jadi Yoon mi akan tetap jadi milikku” Kulihat Minwoo sudah berdiri menghampiri kami.

“PLAKK!!” Tangan Yoon mi sudah mendarat mulus di pipi Minwoo

“Brengsek!! Aku tidak akan ikut denganmu! Myungsoo sakit… Pertandngan ini tidak sah!” Bentak Yoon mi.

“Pergii!! Pergii!!” Kemudian Yoon mi menyeret Minwoo keluar… Kurasa dia benar-benar sangat membenci pria itu.

“Myungsoo ssi… Jangan pernah tinggalkan aku ya” Yoon mi mentapku. Aku tahu hatinya pasti sakit sekali.

“Ne… tidak akan..” Kukecup keningnya membiarkan kepalanya bersandar di dadaku.

“Saranghae Yoon mi ssi..” 

End of the Pov

 

Author Pov

Yoon mi merasa mantap dengan hatinya, Myungsoo benar-benar telah membuatnya jatuh cinta. Pengorbanan pria itu sudah berhasil meluluhkan hati Yoon mi. Bahkan ia tak yakin kekasihnya Minwoo mau berkorban sebesar itu untuknya. Selama ini Minwoo sudah membutakan mata dan hatinya hingga baru disadarinya ada seorang pria yang tulus mencintainya.

VIP301

“Aku beruntung memilikimu, Myungsoo… Kau seperti malaikat bagiku.” Ucap Yoon mi pelan saat Myungsoo hampir tertidur.

“Kurasa aku telah jatuh cinta padamu…” Yoon mi membisikkan kalimat itu di telinga namja yang kini telah merasuki hatinya.

“Jeongmal? Kalau begitu buktikan!” Mata Myungsoo mendadak terbuka saat mendengar kalimat itu.

Yoon mi membuktikan perkataanya itu… ia melakukan hal yang tak pernah ia lakukan bersama Minwoo. Dilumatnya bibir Myungsoo sembari menyuguhkan lidahnya ke mulut namja itu mengajaknya berperang.

Setan gila sudah merasuki tubuh gadis ini… ada kekuatan yang membuatnya berani berbuat demikian… ia berniat melanggar prinsipnya sendiri dan mulai bercinta dengan si anak baru yang baru dikenalnya beberapa bulan. Dikecupnya leher jenjang pria itu dan meninggalkan tanda-tanda kemerahan.

“Sudah cukupkah?” Yoon mi melepas ciumannya dan menatap Myungsoo.

“Cukup… Nado saranghaeyo…” Myungsoo tersenyum.

Entah mengapa Yoon mi merasakan gejolak di hatinya. Ia tak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.  Keberadaan Myungsoo di sisinya benar-benar membuat hatinya merasa damai.

“Pulanglah… Besok kan kau harus sekolah…” ujar Myungsoo.

“Kau tidak apa-apa aku tinggal sendirian??” Tanya Yoon mi cemas.

“Aku kan bukan anak kecil… pulang dan istirahatlah…” Jawab Myungsoo mantap.

“Hmm… ne… baiklah… jaga dirimu ya…” Meski ragu untuk meninggalkan Myungsoo… Akhirnya Yoon mi bergegas pulang.

End of the Pov

 

Minwoo Pov

Tidak ada yang boleh memilikinya kecuali aku!

Aku masih menunggu Yoon mi meninggalkan namja itu supaya aku leluasa menghabisinya. Dia sudah merebut Yoon mi dariku dan beraninya ia mencintai kekasihku!

Hanya aku yang boleh mencintaimu Yoon mi... Siapaun yang merebutmu dariku harus mati!

Aku semakin tak kuasa menahan emosi saat kulihat mereka berciuman dengan mesranya ingin rasanya melempar namja itu ke neraka! Aku tidak pernah melihat Yoon mi sebahagia ini, bahkan saat bersamaku sekalipun… apa kurangnya aku? Sampai kau bisa direbut olehnya? Aku akan membuatmu mencintaiku lagi Yoon mi! Itu pasti!

Aku melihat Yoon mi semakin menjauh dari ruangan itu… sepertinya ia akan segera pulang ke rumahnya. Saat jejaknya hilang perlahan aku masuk ke kamar perawatan Myungsoo… untunglah itu kamar VIP jadi tidak akan ada saksi, selain itu aku juga sudah merusak kamera CCTV di kamar ini kemarin… Saat Myungsoo terlelap aku sengaja masuk dan merusaknya.

Ini saatnya kau pergi untuk selamanya!

“No Minwoo! Kauu.. mau apa??” Sontak ia membuka matanya.

“Menurutmu??” Tanyaku, saat matanya memandang sebilah pisau dalam genggamanku.

“Pria gila!” ia menepis kasar tanganku.

“Aku tidak akan seperti ini kalau bukan kau yang menggoda kekasihku!”

“Pantas saja Yoon mi tidak mencintaimu! Dasar sinting!” ia berusaha sekuat tenanga menahan tanganku yang hampir menusuknya.

“Dia akan mencintaiku! Jika kau pergi dari dunia ini!” Tanpa basa basi aku menusuk dada kirinya… Kini tanganku sudah penuh dengan darah segar. Kulihat perlahan nafasnya semakin melemah dan dalam beberapa detik jantungnya berhenti berdetak.

“PRAGG!!” Aku mendengar pecahan beling… apa jangan-jangan masih ada orang disini?? Sial!

Aku meninggalkan mayat Myungsoo lalu segera mencari asal suara itu… samar-sama dibalik pintu kulihat bayangan seorang gadis. Jika dia melihat kejadian ini berarti aku harus membunuhnya juga!

“Yoo…yoon mi… Kauu…” Aku sangat terkejut saat melihat sosok gadis itu ternyata Yoon mi, tangannya terluka terkena pecahan vas bunga yang tak sengaja tersenggol… Dia pasti melihat semuanya! Tapi aku… aku tidak mungkin sanggup membunuhnya. Lagipula bukannya dia sudah pulang? Damn! Bagaimana bisa dia masih disini?!

“Sayang iini tidak seperti yang kau…” Aku berdalih.

“PEMBUNUH!!”

“Yoon mi aku…” Kupandangi wajahnya yang berlumuran air mata.

Ia tidak menjawab, hanya diam dan tak bergerak sedikitpun… bagaimana ini?? Dia akan melaporkanku pada polisi.

“Kau membunuhnya! Pembunuh!!”

Bruk…

Tubuhnya tergeletak di atas lantai..

“Yoon mi ireona!! Yoon mi!” Cepat-cepat kugendong dia menuju mobil.. .Aku akan membawanya ke rumahku sebelum ada yang mencurigaiku… rencana selanjutnya akan kupikirkan nanti.

End of the Pov

 

Author Pov

Pembunuh… pembunuh!

Kata-kata itu terus terngiang di telinga Minwoo, ia harus memikirkan rencana lain agar Yoon mi menutup mulutnya. Ia juga harus siap untuk benar-benar kehilangan gadis itu. Jangankan kembali pada Minwoo, memaafkan namja itupun ia takkan sudi.

Minwoo mengendap-endap memasuki rumahnya.

“Yaa Minwoo… Darimana saja kau?? Astaga! Pakaianmu kenapa banyak darahnya??” Jeongmin terkejut saat melihat pakaian dan tangan Minwoo masih berlumuran darah. Rupanya teman-temannya bertamu ke rumah.

“Yaa No Minwoo… kau benar-benar membunuhnya? Gila! Ck!” Desis Kwangmin

“Sudahlah, jangan menceramahiku…” Balas Minwoo panik.  Nafasnya mulai tidak teratur.

“Lalu Yoon mi kenapa pingsan begitu??” Donghyun heran saat melihat Minwoo menggendong Yoon mi.

“Dia… dia melihatnya… lalu pingsan…” Jawab Minwoo lirih… pikiranya benar-benar kacau sekarang… ia sudah tak tahu lagi bagaimana menghadapi kebencian Yoon mi saat ia bangun nanti.

“Kalau begitu kau harus bunuh dia juga…” Desak Hyunseong

“Yaa! Kau gila! Mana mungkin aku tega!” Jawab Minwoo yang sebenarnya sudah sempat berpikir demikian.

“Kalau dia bangun dan lapor pada polisi bagaimana??” Tanya Yongmin

“Sudahlah… kita tunggu dia siuman dulu… baru setelah itu pikirkan rencana selanjutnya…” Minwoo bergegas menggendong Yoon mi menuju kamarnya, membaringkan tubuh yeoja itu di ranjangnya… Hatinya gundah… di satu sisi ia takut masuk penjara… di sisi lain dia tidak mungkin membunuh perempuan yang dicintainya ini.

24 jam telah berlalu sejak tragedi pembunuhan itu dan Yoon mi belum sadarkan diri…Minwoo semakin cemas dengan keadaan Yoon mi jadi ia memutuskan untuk memanggil dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan Yoon mi.

“Tuan muda… Dokter Nam sudah dating…” Seorang pelayan datang besama Dokter kepercayaan Keluarga No itu.

“Ne.. mari masuk…” Minwoo mempersilahkan Dokternya itu masuk

“Errghh..” Mulai terdengar rintihan Yoon mi. Melihat itu Minwoo mulai berkeringat dingin..

“Nona Kim… Kau bisa mendengarku?” Tanya dokter Nam

“Ka…kalian siapa?” Yoon mi terbangun dan menarik selimutnya.

“Aku dokter Nam… Anda baik-baik saja? Biar kuperiksa…”

“Ini dimana?? Aku… siapa??”

Minwoo dan dokter Nam saling bertatapan… mereka merasa janggal dengan sikap Yoon mi.

“Kau tidak tahu namamu, Nona?” Tanya dokter Nam sekali lagi.

“…” Yoon mi menggeleng.

“A…apa yang terjadi padanya uisa-nim??” Tanya Minwoo.

“Sepertinya dia hilang ingatan…”

“Mwo?? Bagaimana bisa??” Perasaan Minwoo mulai kacau… Panik bercampur senang..

“hmm… itu bisa terjadi karena benturan yang keras…atau karena pengalaman traumatik” Dokter Nam menjelaskan.

Minwoo berpikir keras, ia yakin apa yang dialami Yoon mi ada hubunganya dengan Yoon mi yang menyaksikan dirinya membunuh Myungsoo..

“Tapi aku tidak bisa memastikan ini permanen atau tidak… kita harus lakukan pemeriksaan lebih lanjut… sebaiknya kau bawa dia ke rumah sakit besok…”

“Baiklah…” Jawab Mnwoo ragu, hatinya masih merasa cemas kalau-kalau hilangnya ingatan Yoon mi hanya berlangsung sementara… Habislah dia… Terpaksa ia harus membunuh gadis yang dicintainya itu saat ingatanya kembali.

***

“Bagaimana hasilnya??” Minwoo bertanya antusias, saat Dokter Nam selesai memriksa Yoon mi

“hmm sepertinya… dia mengalami amnesia permanen…”

“Mwo??” Batin Minwoo meloncat kegirangan… diam-diam ia tersenyum puas.

“Errghh… sakiitt…” Yoon mi memegangi kepalanya.

“Yoon mi…gwencana??” Tanya Minwoo sok perhatian.., karena Yoon mi amnesia ia merasa aman-aman saja mendekati yeoja itu.

“Kau… siapa??”Tanya Yoon mi polos

“Aku kekasihmu” Balas Minwoo dengan watadosnya. Tak sedikitpun terbesit penyesalan dalam benarnya. Malah ia merasa puas karena kini bisa mengendalikan Yoon mi sesuka hatinya.

“Aku tidak ing… Arrgghh” Yoon mi masih merintih sakit.

“Gwencana… Tidak perlu memaksakan diri untuk mengingatku.” Minwoo memeluk kekasihnya itu erat-erat. Seringai senyum liciknya mengembang bersamaan ketika Yoon mi membalas pelukannya.

Mulai sekarang aku yang akan mengendalikan hidupmu… Kim Yoon mi...

Kasus pembunuhan Myungsoo juga mulai tersebar dari mulut ke mulut…beritanya juga semakin gencar diberitakan di seluruh stasiun televisi maupun koran. Polisi juga sedang sibuk mencari saksi yang melihat kejadian itu.

Saksi yang kalian tuggu tidak akan pernah datang... Guman Minwoo

Minwoo tak pernah merasa sepuas ini seumur hidupnya… ia tak hanya sudah berhasil membunuh saingannya, tapi juga memiliki Yoon mi seutuhnya, terlebih mulut yeoja itu akan tertutup rapat selamanya.

=THE END=

23 responses to “My Boyfriend is a Murderer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s