(그런너) Disturbance [Part 5]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Previous :

Part 1 – Part 2 – Part 3 – Part 4

disturbance_-kim-sooki_melurmutia

Title : (그런너)Disturbance

Author : Kim Sooki

Leght : Chapter

Rating : PG –  15

Genre : Sad, Romance

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO-K) | Kwon Sora (OC as YOU)

Other Cast :

EXO  –  Choi Sulli f(x)

Artworker : Melurmutia @ cafeposter.wordpress.com

Disclaimer : Ini hanya imajinasiku saja. Jangan dianggep serius 😀 just for fun aja 😀

Disturbance

Sora, menatap restoran mewah dihadapannya dengan tidak percaya, Kris mengajaknya bertemu di tempat semewah ini? Ia bahkan hanya mengenakan kaos polos, jaket couple yang diberikan Chanyeol, dan jeans sampai mata kakinya. Apa ia pantas memasuki restoran berkelas atas ini?

“Kau menungguku, Akane?” tanya Kris yang tiba-tiba berada disampingnya dengan senyum manis diwajahnya. Sora mengangguk pelan, sejujurnya ia memang menunggu Kris. Ia sedikit risih jika memasuki restoran mewah dengan baju sederhana seperti ini. 

“Sudah kuduga. Kajja, aku sudah sangat lapar sekarang.” kata Kris dengan menarik lengan Sora memasuki kedalam restoran mewah itu.

“Wu oppa. Kau yakin kita akan makan malam disini?” tanya Sora ragu-ragu. Kris menatapnya bingung lalu ia terkekeh pelan melihat kelakuan Sora.

“Tentu saja.”

‘Chanyeol oppa. Mianhaeyo aku melanggar janjimu.’ Batinnya.

Disturbance

Chanyeol tampak khawatir kesana kemari, dimana Sora? Dimana gadis itu? Ia sudah berpuluh-puluh kali megirim pesan tetapi tidak ada balasan sedikit pun, ia nelpon gadis itu tidak mengangkatnya. Dimana ia sekarang?

Chanyeol segera mengetahui, apa yang dipikirkannya memang kemungkinan besar bisa terjadi pada Sora.

Chanyeol menekan dengan cepat, nomor-nomor yang dituju, “Yoboseyo?”

“Jongdae-ya !”

“Yak ! Park Chanyeol berhenti berteriak, suaraku lebih merdu darimu bodoh.”

Mian, aku mau bertanya sesuatu padamu.”

Ne?”

“Apa Krishyung berada di dorm?”

“…”

“Jongdae-ya?”

Aniyo, Krishyung baru keluar sekitar 20 menit yang lalu. Waeyo?”

“Jongdae, kau tau dimana Krishyung pergi?”

“Kurasa ke tempat restoran milik kakeknya itu Chanyeol-ah, dia pamit pada Suhohyung seperti itu.”

Gomawoyo.”

Waeyo Chanye—“

Beep.

Chanyeol mematikan sambungan telponnya dengan Jongdae,  ia bergegas memasuki mobil sportnya. Ia menyalakan gas dan melegang mengikuti keramaian Seoul.

“Kau melanggarnya, Kwon Sora?” tanya Chanyeol dingin pada dirinya sendiri.

“Kau tahu seberapa takutnya aku?”

“Dasar menyebalkan.”

Disturbance

Sora mengaduk-aduk lemon teanya pelan, ia menatap bulan dan bintang yang jauh darinya. Menerangi malam dengan senang. Apakah ia bisa seperti bintang? Selalu bersinar di perasaan Chanyeol? Ah tidak mungkin.

“Sora-ya..” panggil Kris. Sora menatap KrisOppa dengan polos, “Hm?”

“Sudah kuduga kau tidak mendengarkanku.”

Sora melongo, ia membiarkan Kris berbicara tanpa ia dengarkan? Teganya kau Kwon Sora. Sora menunduk merasa bersalah, “Mianhaeyo Oppa. Apa yang Oppa bicarakan?”

“Apa kau sudah jatuh pada pesonaku ?”

Ani.” Jawab Sora cepat. Entah kerasukan jin apa ia bisa menjawab begitu cepat, karena saat ia ditanya seperti itu bayangan yang ada hanya seorang Park Chanyeol.

“Kau masih mencintainya Sora? Aku mencintaimu Sora-ya, tinggalkan Chanyeol dan bersamaku.” Kris mendekat dan mengecup pelan dahi Sora. Sora mematung, ini benar-benar diluar dugaannya.

Tiba-tiba sebuah tangan besar menarik lengan Sora menjauh dari Kris. Sora mendongak dan menatap tidak percaya, “Chanyeol oppa?”

Chanyeol mendekati Kris dengan sigap ia melayangkan tinjunya tepat ke arah pipi kiri Kris, Kris terjatuh ke bawah, semua pengunjung menatap Chanyeol tidak percaya. Sora menutup pelan mulutnya, Kris tampak mengeluarkan darah disudut kanan bibirnya.

“Tanpa menjawab pun kau sudah tahu hyung, dia hanya mencintaiku.” sinis Chanyeol, ia segera menarik Sora menjauh dari Kris. Sora menatap Kris dengan perasaan bersalah. Kris hanya mengangguk dalam.

Oppa..” panggil Sora. Chanyeol tidak menggubrisnya sama sekali, laki-laki itu menarik Sora menuju mobil sport Chanyeol.

“Masuklah.”

Sora mengangguk patuh, Chanyeol menutup pintu mobil sportnya dengan kasar, memberikan bunyi keras yang menggema. Sora merunduk, ia tahu dimana kesalahannya. Ia tahu. Sangat tahu, lantas ia harus bagaimana?

“Kau tahu kesalahanmu, Kwon Sora?” tanya Chanyeol dingin.

“Aku tahu Oppa. Aku tidak boleh dekat dengan Wu oppa.” jawab Sora jujur. Chanyeol mendengus kasar, “Cissh, kau bahkan tidak memanggilku semanis itu.”

Oppa kau cemburu?”

Chanyeol terdiam, termenung. “Ani ! Aku hanya khawatir padamu. Eommamu memberiku kepercayaan, aku harus menjaganya !”

“Kau..”

“Kau menyebalkan Kwon Sora.” ucap Chanyeol sinis. Bagai dihatam batu raksasa, Sora bergeming mendengar ucapan Chanyeol.  Perasaan Sora seakan ditusuk seribu jarum yang sangat tajam. Sora terdiam, ia tidak boleh nangis. Bertahanlah, bertahanlah.

“Kau tahu? Sejak dulu aku tidak berharap kau menjadi tunanganku !”

“Kau bahkan tidak tahu perasaanku, bukan?”

“Kau selalu menggangguku, dan membebaniku !”

“Kau tahu rasanya, huh?”

“Kau bahkan tidak tahu rasanya dipaksa untuk menerima keadaan !”

“Kau benar-benar sangat menyebalkan ! Kau tidak pernah mengucapkan sedikitnya terima kasih apa yang kulakukan padamu, Kwon Sora!”

“Aku membencimu.”makian Chanyeol terhenti ketika ponsel Chanyeol berdering, Chanyeol segera mengangkatnya. Sora menahannya, menahan butiran air mata yang siap tumpah kapan saja. Tapi, ia tidak ingin Chanyeol mengetahuinya. Semua makian Chanyeol seakan memberikan jawaban pada perasaan Chanyeol padanya. Semua jawaban dari pertanyaannya.

Ia memegang erat jaket musim dingin yang ia kenakan, jika banyak cahaya mungkin ia tahu hidungnya memerah sekarang.

Yoboseyo?”

“Ah, Sulli-ya?”

“Kau ingin aku datang ke klab malam ini?”

Ne, arraseo. Aku akan datang. Sampai nanti.”

Beep. Chanyeol mematikan ponselnya. Ia menatap Sora yang menutupi wajahnya, ia menatap jendela mobil Chanyeol.

Jujur, ia sangat sebal dengan kelakuan Kris pada Sora. Apalagi ia melihat langsung Kris mengecup pelan kening Sora, dan makiannya keluar begitu saja dari mulutnya. Apakah ia mulai cemburu?

Disturbance

“Keluarlah.” titah Chanyeol. Sora bangkit dan melepaskan safety belt yang ia gunakan. Ia segera membuka pintu mobil Chanyeol. Sora turun dan berjalan menjauhi mobil Chanyeol . Sora mendengar suara mobil Chanyeol menjauh, ia merasa lidahnya kelu.

Sora memasuki kamarnya dan menguncinya rapat, ia bersender pada ambang pintu kamarnya. Ia menangkupkan wajahnya di kedua tangannya yang mungil.

“Kau jahat sekali oppa..” isaknya disela-sela tangisnya. Ia menumpahkan semua air mata yang ia tahan sejak tadi.

Apa yang terjadi pada Chanyeol oppa? Batinnya.

Oppa..benarkah..kau tidak menginginkan pertunangan ini?” tangisnya semakin menjadi. Penantiannya sejak ia berumur 6 tahun sia-sia begitu saja. Chanyeol tidak mencintainya. Tidak sama sekali.

Bahkan disaat bersamanya ia memilih bertemu dengan gadis itu, Choi Sulli. Ia benar-benar bingung, siapa Sulli dimata Chanyeol ? Siapa Sora dimata Chanyeol ?

Disturbance

Sudah 2 hari ini mereka saling tidak berbicara satu sama lain. Mungkin karena peristiwa kemarin. Sora sudah melupakan tentang apa yang diucapkan Chanyeol, tapi entah kenapa laki-laki itu diam begitu saja.Apa ia masih marah padanya ?

Beep. Beep.

Ponselnya bergetar 2 kali. Panggilan masuk, Sora menggerutu dalam hati, pagi-pagi seperti ini ada yang menelponnya.

Yoboseyo?” ucap Sora dengan kantuk masih menyerangnya.

“Sora-ssi. Aku ingin berbicara denganmu.”

Nuguseyo?”

“Choi Jinri, kau mengenalku dengan Choi Sulli?” Sora terdiam, Sulli menelponnya? Ia merasa sesuatu yang tidak enak.

Ne, waeyo Sulli-ssi?”

“Kutunggu kau di tempat kau menangisi Chanyeol oppa. Di kedai es krim tempat perselingkuhanku dengan Chanyeol Oppa.” ucap Sulli. Sora tertohok, apa? Gadis itu berbicara apa? Perselingkuhan?

Agashi, Chanyeol adalah tunangan saya.”

“Aku bisa merebutnya malam ini, kau mau bertaruh?”

“Aku akan menemuimu 20 menit lagi. Kau menyebalkan Sulli-ssi.” sinis Sora. Gadis yang bernama Sulli itu membuatnya marah di pagi hari. Apa gadis itu tidak mempunyai pekerjaan lain?

Disturbance

Sora menatap papan nama kedai es krim favoritnya, ia menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan. Ia harus menyiapkan mentalnya hari ini. Harus.

Ting.

Bel kecil yang akan berbunyi jika ada pelanggan masuk, seorang pelayan tersenyum ramah padanya bentuk penyambutan yang disukai Sora. Sora menatap sekelilingnya mencari seseorang yang ia cari. Tiba-tiba matanya menangkap seorang gadis, menggunakan syal, kacamata, dan topi rajut. Khas sekali.

Sora mendekati gadis yang penuh penyamaran itu, “Choi Jinri-ssi?”

Gadis itu menatap Sora dari atas hingga bawah, lalu ia mengangguk dengan enggan. Sora segera duduk dihadapan gadis itu, tanpa gadis itu minta.

“Apa yang akan kau bicarakan?” tanya Sora to the point. Sulli menatap Sora dengan dingin, mengisyaratkan tanda tidak suka.

Sulli tersenyum miring, “Pergilah dari hidup Chanyeol Oppa, sekarang atau tidak sama sekali.” Ancam gadis itu dengan tenang.

Sora terdiam, lalu tersenyum sinis. “Sulli-ssi, dia adalah tunangan saya. Cepat atau lambat ia akan menjadi suami saya.”

“Itu kemungkinan kecil, nanti malam kita lihat Chanyeol Oppalebih peduli terhadap siapa. Kau akan mengetahui kebenarannya.” jelas Jinri.

“Kebenaran apa? Kebenaran bahwa aku akan akan menikah dengan Chanyeol Oppa?” ledek Sora tidak kalah sengit.

Jinri tertawa sinis, “Bersenang-senanglah kau mengejekku seperti ini Sora-ssi, tapi nanti malam aku akan menginjakmu. Kau bisa lihat nanti.”

“Kau menyebalkan Jinri-ssi, berbicara denganmu hanya membuang-buang tenagaku saja.” ucap Sora, ia bangkit sebelum pelayan memberikan es krim pesanannya. Sulli memegang lengan Sora erat, “Lebih baik menyebalkan daripada murahan sepertimu, bukan? Kwon Sora?”

Sora merasa darah di dalam tubuhnya yang mengalir, mendidih dengan panas. Ia ingin menampar mulut gadis dihadapannya ini. Tapi ia tahu, image Sulli akan rusak dipublik.

“Aku benar, bukan? Gadis murahan?” ejek Sulli. Sora menepis tangan Sulli kasar, ia mengambil es krim pesanannya yang berada di meja, lalu ia mengambil es krim itu dengan tangannya. Ia mengusapkan es krim itu tepat di wajah Sulli.

Sulli menatapnya tidak percaya, semua pengunjung menatap mereka dengan heboh. “Aku sangat tidak tega es krim favoritku dihambur-hamburkan. Lebih baik diberikan kepada orang yang tidak punya malu sepertimu, benalu.”

Sora berbalik dan berjalan menjauhi kedai es krim langganannya, dalam hati ia tersenyum menang. Aku tidak akan seperti ini sebelum kau memulainya, Choi Jinri.

Disturbance

Sora memasukkan dua permen yang telah ia buka pembungkusnya kedalam mulutnya. Ia menonton drama Werewolf Boy yang dimainkan oleh Soo Jong Ki aktor favoritnya. Sebenarnya ia hanya berpura-pura. Ia sebenarnya menunggu Chanyeol, biasanya ia akan pulang jika sudah jam 7 malam. Dan sekarang, namja itu belum pulang.

Ting..Tong..

Bel rumahnya berbunyi lagi, jika itu Chanyeol sangat kemungkinan kecil. Chanyeol membawa kunci sendiri untuk apa ia menekan bel rumah jika ia mempunyai kunci ?

Bel itu terus berbunyi membuat kesabarannya diuji, dengan malas Sora bangkit dan mendekati pintu utama keluarga Park.

Sora membuka pelan pintu utama keluarga Park, dan menampakkan sosok di balik pintu itu. Gadis dengan kacamata dan syalnya. Tapi, Sora tahu gadis itu. Choi Jinri.

“Sulli-ssi ? Apa yang kau lakukan ?” tanya Sora dengan sinis. Sulli tersenyum tipis, “Kau tidak menyuruhku masuk ?” .

Sora menggerutu, jika ia bisa ia akan menolak gadis itu berkujnjung dirumahnya, tapi ini adalah rumah keluarga Park. Bukan miliknya, ia mengangguk dan mempersilahkan Sulli masuk. Sulli memasuki rumah keluarga Park dengan langkah lebar seperti langkah seorang model.

“Aku ingin minum.” ucap Sulli tiba-tiba. Sora melotot, “Kau bisa mengambil sendiri.” . Suli mendesis kecil, “Aku hanya tamu.”

“Baiklah.” Sora menggerutu dan berjalan mendekati ruang makan, ia membuka kulkas, ia tampak memilih minuman pas untuk Sulli. Ia mengambil orange juice, dan menuangkannya di dalam gelas dan membawanya kepada Sulli.

“Minumlah. Aku akan menonton film.” ucap Sora tanpa memangdang Sulli, Sulli tersenyum miring. Ia meminum pelan orange juicenya.

Tiba-tiba tenggorokannya terasa panas ia merasa gatal-gatal pada tubuhnya. Sora sejenak mengintip apa yang Sulli lakukan, terkejut melihat gadis itu kesakitan, “Sulli-ssi, gwechana?”

Sulli berusaha berbicara tetapi ia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Sora semakin kalut melihat Sulli terdiam seperti ini.

Brakk.

Pintu terbuka kasar, Chanyeol menatap Sulli yang terjatuh segera mendekatinya, dan mendorong Sora menjauh dari Sulli. Sora terdiam melihat perlakuan Chanyeol.

“Sulli-ya ? Gwechana ?” tanya Chanyeol. Sulli menggeleng pelan, ia menunjuk orange juice yang sejenak diteguknya. Chanyeol mengambil orange juice itu dan membaunya. “Kau memberinya ini Kwon Sora-ssi ? Apa kau bodoh ? Minuman itu sudah basi !”

Sora tercengang tidak percaya, “Tidak. Aku yakin minuman itu tidak basi Chanyeol oppa.” Chanyeol mengambil gelas yang berisi orange juice itu dan melemparkan isinya tepat ke arah Sora. Gadis itu terdiam melihat perlakuan Chanyeol.

Oppa ! Kau melakukan ini padaku hanya karena gadis itu ? Gadis kurang ajar sepertinya yang tidak punya malu ?!” tanya Sora dengan suara yang mulai meninggi. Gadis itu berdiri menatap Chanyeol.

Chanyeol bangkit dan memapah Sulli, Chanyeol menatap Sora dan menampar pipi kiri Sora dengan keras. Sora terjatuh, merintih rasa perih yang menjalar di pipi kirinya. “Apa kau mencintainya oppa ? Apa kau tidak mencintaiku sampai memilih wanita kurang ajar sepertinya ?” tanya Sora mulai menangis, kali ini ia akan membiarkan air matanya berjatuhan.

“Jaga ucapanmu, Kwon Sora-ssi. Kau tidak layak menjadi tunanganku jika kau berbicara seperti itu.” ucap Chanyeol dingin. Chanyeol menarik Sulli, dan membawanya keluar rumah.

Dari kejauhan Sora masih mendengar mobil Chanyeol menjauhi rumah mereka. Sora terdiam, badannya bergetar hebat. Ia menangis kencang, ia benar-benar tidak menyangka Chanyeol menamparnya. Bahkan ia mengutamakan sahabatnya, daripada dirinya.

Sora merasa ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, Sora membukanya dan menampilkan isi pesan itu.

From    : Choi Jinri

Bukankah aktingku bagus ? Besok kamu akan mendapat kejutan yang luar biasa disekolah. Kabari aku saat kau mendapatkannya.

Sora menghela nafas panjang, aktingmu sangat bagus Sulli-ssi. Batinnya

Sora bangkit dan berjalan memasuki kamar mandi, ia membersihkan diri dari siraman orange juice yang diberikan Chanyeol sebelum badannya lengket semua. Sora merasa kejutan disekolah besok untuknya benar-benar buruk.

Disturbance

Sora menguap pelan, membiarkan perasaan kantuknya pergi sejenak. Ia membuka kelopak mata kanannya pelan, menatap seisi ruangannya, cahaya matahari yang ingin memasuki kamarnya terhalang dengan tirai kamarnya. Ia bangkit dan menarik tirai itu, membiarkan sejenak cahaya matahari memasuki kamarnya. Ia membuka jendela kamarnya dan membiarkan oksigen memnuhi kamarnya.

Sora berjalan menuju kamar mandi, ia harus segera mandi dan bersiap sekolah.

..

Sora mengambil tas ranselnya yang tadi ia taruh begitu saja diatas ranjangnya, ia berjalan keluar kamar saat ia berjalan, ia menengok kamar Chanyeol yang terlihat sepi. Mungkin Chanyeol kemarin malam tidur di dorm EXO. Lagipula, hari ini adalah hari terakhirnya tinggal serumah bersama Chanyeol. Ia telah membersihkan semua barang-barangnya, ia bersiap kembali kerumahnya. Dan itu sedikit membantunya menghindari Chanyeol.

Kali ini, ia benar-benar marah pada Chanyeol. Sora mengambil kopernya yang sejak kemarin malam ia siapkan untuk kembali pulang. Ia menarik dan menuruni setiap anak tangga rumah keluarga Park. Langkahnya terasa berat untuk meninggalkan rumah keluarga Park. Kenangan manisnya saat pagi ia membuat pancake blueberry untuk Chanyeol. Sampai kenangan pahitnya ditampar tunangannya sendiri.

Beep.

Ponselnya mendapat pesan baru, Sora berhenti sejenak dan mengambil ponselnya yang berada di saku ranselnya. Ia membuka kunci layar, dan menampilkan nama sang pengirim pesan.

From    : Kris Wu

Aku berada didepan rumah Chanyeol. Aku tahu kau belum berangkat, keluarlah sebelum aku memaksamu keluar.

Sora tertawa kecil, Kris begitu peduli padanya seandainya itu adalah Chanyeol. Berhantilah mengandai-andai Kwon Sora. Chanyeol sangat menyebalkan tidak pantas untuk diharapkan kembali.

From    : Kwon Sora

Baiklah. Chakkaman, oppa.

Sora memasukkan kembali ponselnya, dan berjalan keluar dari rumah keluarga Park. Tak lupa ia menarik kopernya kembali. Saat ia membuka pintu utama keluarga Park, matanya menatap sebuah sepatu seseorang yang berukuran besar, ia tersenyum tipis.

“Hha, arasseo Kris Oppa. Kau tidak perlu memaksaku keluar.” gurau Sora tetap menarik, tapi seseorang dihadapannya ini tidak membalas gurauannya, ia tidak bergeming sama sekali.

“Kau mau kemana, Kwon Sora?” tanya seseorang dengan nada dingin didalamnya, Sora menahan nafasnya dan mendongak keatas. Park Chanyeol sekarang menatapnya datar dan dingin, Sora baru menyadari satu hal. Kenapa ia begitu pendek ? Tingginya hanya 165 cm.

Sora berdeham pelan, berusaha mengatur degup jantungnya yang tidak pernah hilang jika bertemu namja ini, “Jeongmal Mianhaeyo. Juseyo, bisakah kau bergeser ? Saya harus pergi sekarang.”

Chanyeol menatap Sora kesal, “Kau akan kemana, Sora-ya ?” . Sora menatap belakang punggung Chanyeol, ia mencari sosok Kris. Sampai akhirnya ia melihat Kris melambaikan tangan padanya.

“Ah, Kris Oppa ! Chakkaman ! Aku harus meladeni orang menyebalkan ini.” teriak Sora dengan keras. Kris mengangguk mengerti. Chanyeol berdeham keras, Sora tidak mempedulikannya.

Juseyo, bisakah saya lewat ? Saya harus berangkat sekolah.” ucap Sora dingin. Chanyeol terdiam Sora tidak pernah berbicara sedingin itu kepadanya.

“Sora-ya, apa yang terjadi denganmu, huh ?” tanya Chanyeol dengan nada mulai menghalus. Sora berdecak sinis menatap Chanyeol.

Sora memegang kopernya erat, “Chanyeol-ssi, seharusnya saya yang bertanya seperti itu kepada anda. Apa yang terjadi dengan anda, sampai anda menampar saya ?!” tanya Sora pedas. Sora mendorong Chanyeol pelan dan berjalan cepat menjauhi rumah Chanyeol. Chanyeol membeku, pertanyaan Sora seakan menyadarkannya apa yang terjadi semalam.

“Sora-ya !” panggil Chanyeol. Sora tidak membalikkan badan, gadis itu tersenyum menatap Kris dan memasuki mobil Kris dengan cepat. Chanyeol mengejar mobil itu sampai akhirnya ia tidak dapat mengejarnya kembali.

Disturbance

Sora berjalan pelan menunduk memasuki sekolahnya, ia merasa sejak tadi memasuki gerbang banyak murid yang menatapnya tidak suka. Entah itu hanya perasaannya atau tidak tapi ia tidak yakin hal itu.

“Bukankah kau Kwon Sora ? Benarkah kau tunangan Park Chanyeol ?” tanya seorang gadis dengan mata belo yang tajam yang tiba-tiba mengehentikkan langkahnya.

Sora mendongak dan menatap gadis yang ada dihadapannya kini. “Nde?” . Gadis itu berkacak pinggang, ia menatap sebal Sora.

“Benarkah kau tunangan Chanyeol oppa ?” tanya sekali lagi dengan nada tidak sabar, gadis itu terlihat sangat-sangat menunggu jawaban dari mulutnya. Sora bingung apa ia harus menjawab jujur pertanyaan gadis itu.

Tapi, jika ia mengucapkan ‘iya’ image Chanyeol sangat tercoreng sedangkan jika ia menjawab ‘tidak’ hidupnya selamat. Tapi, ia ingat pesan ibunya, lebih baik jujur menyakitkan daripada berbohong menyenangkan.

Sora tersenyum kecil, “Ne, waeyo?” . Gadis itu membulatkan matanya tidak percaya, dengan cepat gadis itu mengeluarkan ponselnya dan memfoto Sora. Dan mengetik sesuatu di ponselnya cepat.

Mworago ? Jeongmal ?” tanya gadis itu sekali lagi. Sora mendengus kesal, ia mengangguk dan berjalan menjauhi gadis itu.

Sora berjalan cepat, ia tidak ingin pelajaran Kim Songsaenim ia lewatkan begitu saja. Sebelum ia ke kelas. Ia mengambil buku yang ada di dalam lokernya. Ia membuka lokernya pelan, dan tiba-tiba banyak kertas keluar dari lokernya.

Sora membaca tulisan yang ada pada suratnya.

“KAU ?! TUNANGAN CHANYEOL OPPA ?! LEBIH BAIK PULANG !”

“KAU TIDAK PANTAS DENGAN CHANYEOL OPPA !”

“ASTAGA ! OPPAKU MENDAPAT WANITA SEJELEK DIRIMU !”

“AKU TIDAK RELA !”

“KAMI TIDAK SEGAN-SEGAN MEMBUNUHMU JIKA KAU MELAKUKAN SESUATU DENGAN OPPA DIHADAPAN KAMI !”

“GADIS JELEK, KAU TIDAK PANTAS DENGAN CHANYEOL OPPA.”

Sora menatap tidak percaya, baru beberapa menit yang lalu ia memberikan jawaban ‘iya’ dan tib a-tiba sekarang lokernya penuh dengan ancaman ? Penggemar Fanatik yang berlebihan.

Saat ia menutup lokernya tiba-tiba seseorang menutupnya lebih dulu membuat jari Sora tercepit. Sora meringis pelan, tetapi lokernya itu semakin ditekan kencang.

“Sakitkah, Kwon Sora?” tanya seorang gadis dengan tatapan tajam, Sora menatap gadis itu. Gadis itu tidak datang sendirian ia membawa tiga orang lagi. Sora mendesis, “Lepaskan. Arghh.”

Gadis itu tersenyum tipis, “Perasaan kami lebih sakit saat tahu kau bertunangan dengan Chanyeol Oppa.” Gadis itu menekan kembali loker Sora. Sora semakin merasa kesakitan.

“Bukankah Chanyeol Oppa lebih pantas dengan Sulli eonni ?” tanya salah satu dibelakang gadis itu. Gadis yang mencepit tangan Sora itu tersenyum mengiyakan.

Andwae ! Chanyeol adalah tunanganku, dan Sulli-ssi hanya parasit. Kalian tidak mengerti apa-apa tentangku dan Chanyeol oppa.” bantah Sora keras.

Gadis itu melepaskan pegangannya dari loker Sora, ia menarik kerah Sora sampai tinggi. “Beraninya kau mengejek Sulli eonni ? Kami adalah fans mereka. Dasar jalang.” ucapnya pedas.

Sora terdiam, nyeri ditangannya terasa cedut-cedut ia menatap telunjuknya yang berwarna biru keunguan. Ia merasa sangat sakit.

“Terserah kalian.” ucap Sora, lalu ia berbalik dan berjalan memasuki kelasnya. Saat ia berada di bangkunya, gadis itu menatap mejanya tidak percaya, penuh dengan tinta merah yang berisi ancaman untuknya.

Semua teman menatapnya sinis, ia tahu teman sekelasnya kebanyakan adalah fans Chanyeol. Ia sendiri juga fans Chanyeol, Sora bangkit dan berbalik. Ia berjalan menuju ruang kesehatan sekolahnya. Ia merasa moodnya untuk sekolah memburuk.

Sora mengintip siapa yang berada diruang kesehatan. Ternyata kosong, Sora memasuki ruang kesehatan dan segera berbaring diranjang yang disediakan.

Hari ini benar-benar kacau, ia benar-benar lelah dengan kelakuan Chanyeol yang seakan dia bukanlah tunangannya. Ia lelah dengan akting Sulli yang selalu mendapat pujian dengan cara ia dimarahi bahkan ditampar Chanyeol.

Sora menutup matanya perlahan, mencoba membiarkan dirinya tenang dan mencoba melupakan rasa sakit yang menyerang jari telunjuknya.

Disturbance

Sora merasa ia ingin buang air kecil, ia membuka matanya dan menatap jam tangannya. Sudah jam 12.45 . Jadi, ia tertidur sekitar 5 jam. Astaga, apakah ia benar-benar akan membolos ?

Sora bengkit dan berjalan mencari kamar kecil terdekat, ini adalah jam istirahat. Kemungkin banyak siswa-siswi yang melewati kamar kecil. Sora hanye tidak ingin diserang kembali oleh fans fanatik Chanyeol dan Sulli. Hanya saja rasa ingin buang air kecilnya tidak bisa ia tahan lagi.

Sora keluar dengan tas ranselnya, ia berjalan mencari kamar kecil terdekat. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah kamar kecil yang sangat dekat dengan ruang kesehatan.

Sampai ia memasuki, kamar kecil itu sangat sepi. Ia bisa menggunakannya dengan leluasa tanpa harus diserang dengan fans fanatik Chanyeol.

Sora lega ketika ia selesai memakai kamar kecil masih terlihat sepi. Sora menatap telunjuknya yang masih tersa sakit. Tiba-tiba seseorang mendorongnya hingga ia berada di pojok ruangan. Gadis itu adalah gadis yang tadi mencepitnya, gadis itu kini datang dengan 5 orang lainnya.

Mereka tersenyum sinis menatap Sora. Sora merasa perasaannya tidak enak. Gadis yang berada dihadapannya kini menatap Sora tidak suka, Sora menunduk dan menatap nametag gadis itu. Byun Jikyung.

“Tatap aku, Sora-ssi.” ucap gadis yang bernama Byun Jikyung dengan dingin. Sora mendongak dan menatap gadis itu, gadis itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto yang membuat Sora ternganga. Fotonya dengan Chanyeol, Chanyeol menciung keningnya. Ia ingat hari itu.

“Ternyata kau telah medapatkan sebuah kecupan di keningmu itu. Hebat sekali. Kau tahu ? Kami tidak rela, bahkan gadis mungil sepertimu.” ucapnya ia menarik pelan rambut Sora yang berwarna kemerahan , semakin lama tarikan gadis itu sangat menyakitkan.

“Kalian tidak berhak melukaiku.” bantah Sora. Salah satu gadis yang berada di belakang Jikyung menampar Sora pelan.

“Kau banyak bicara, Sora.” ucapnya, Sora melongo ia telah ditampar dua kali sekarang. “Jika kalian menyentuhku aku akan melaporkan kalian kepada Chanyeol.” ancam Sora. Gadis-gadis itu terdiam, lalu mendekati Sora kembali.

“Sebelum kau melaporkan, kami akan bermain denganmu lebih dahulu.” ucap Jikyung dengan sinis. Kini Jikyung meminta gadis yang berada dibelakangnya memegang Sora erat, Jikyung mengepalkan tangannya erat. Ia memukul perut Sora keras, membuat gadis itu merintih kesakitan.

Gadis yang lain menjambak rambut Sora, bahkan salah satu gadis lainnya mengambil gunting yang mungkin telah mereka siapkan. Ia mengguting rambut Sora yang indah dengan bruntal. Hingga kini rambut Sora menjadi pendek dan tidak beraturan.

Jikyung memberi tanda untuk mengikat Sora, gadis-gadis itu mengangguk setuju, ia segera menali kedua tangan dan kaki Sora. Membuat gadis itu tidak bisa bergerak.

Jikyung memberi aba-aba untuk menendang Sora, astaga sebenci itukah jika ada yang mendekati Chanyeol ?

Kini Sora dapat merasakan kedua kakinya ditendang dengan keras, tangannya diinjak dengan bruntal. Tangannya yang berwarna biru itu semakin membiru, rasa sakit menjalar di tubuhnya membuatnya menangis. Gadis-gadis itu memberinya kain lusuh, untuk mendekamnya.

Jikyung mengambil sebuah sapu kayu yang terlihat berat. Ia menyuruh anak buahnya menjauh, Jikyung tersenyum menatap Sora, Sora menangis sejadi-jadinya ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi sekarang.

Kayu itu seakan dengan mudahnya melayang dan mengenai kaki Sora, membuat Sora menangis rasa sakitnya tidak berkurang sedikit pun. “Menangisah Kwon Sora, tidak ada yang mempedulikanmu.” ucap Jikyung.

Jikyung menatap Sora seakan kasihan, gadis itu memegang pipi Sora pelan, lalu ia menampar keras pipi Sora. Membuat Sora menahan perihnya. Tamparan itu semakin keras, kini tendangan mulai berdatangan kembali.

Seorang gadis membawa sebuah ember, gadis itu menuangkan isinya tepat dibadan Sora. Sora merasa badannya basah semua. Jikyung semakin menjadi, ia menendang tulang pinggang Sora dan terakhir menginjak kaki Sora keras. Membuat Sora menjerit kencang.

Jikyung tersenyum dan keluar dari kamar kecil yang menjadi saksi bisu kejahatan mereka. Sora menangis, rasa sakitnya kembali menjalar. Sebentar lagi pulang sekolah. Kris berjanji menjemputnya. Kini harapannya adalah Kris datang dan membantunya keluar dengan badannya yang lemah.

TBC

 

Pertama aku mau bilang makasih sebanyak-banyaknya buat kak.Dita yang selalu aku repotin buat ngepost ff aneh ini. Kedua, maaf banget kalau alurnya terlalu cepat ya readers, berhubung aku udah kelas 3 jadi sedikit hilang ide-idenya –“ /deepbow/

Gimana ? Kalian suka konflik disini ? Mian jika feelnya kurang dapet buat kalian, bingung banget hehe. Btw, ini gantinya karena kemarin pendek banget -_- RCL please ^^

47 responses to “(그런너) Disturbance [Part 5]

  1. Pingback: (그런너) Disturbance [Part 7 - END] | FFindo·

  2. Anjir anjir anjir sulli jahat banget anjir
    Chanyeol iiiihhhhh nyebelin banget demiapapun
    Itu astaga kasian banget soranya dibully gitu T_T
    Part ini sadis banget:(
    Huhuhu nice ff eooon

  3. Sulli kejammmmm~ Itu yang pembully-an di sekolah orang suruhannya si Sulli apa gimana sih? Fanatik banget jadi fans. Sadis rasanya. Sora sama si Kris aja kali ya? Biar Chanyeol nyadar gitu, yang penting asal Chanyeol jangan sama si Sulli lah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s