Vampire and Aliens (Chapter 8)

VampireAndAliensCover

Title                       : Vampire and Aliens Chapter 8

Author                  : puwakantiiw

Genre                   : Fantasy, AU, etc. [find by reading;)]

Rating                   : Teenager

Length                  : Chaptered

Cast                       :

  • SNSD’s Tiffany
  • EXO K & EXO M’s Members
  • VIXX’s Members

 

Disclaimer           : *THIS IS MADE FROM MY OWN IDEA, DO NOT COPY OR CLAIM* and don’t be a silent reader;)

Previous              :

Teaser >> Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5 >> Chapter 6 >> Chapter 7

***

Persetujuan

  

Tiffany kembali ke kamar hotelnya dengan membawa enam orang yang baru saja mencoba menculik Tiffany. “Noona! Syukurlah kau baik-baik saja…” Sehun berkata lega, kemudian memalingkan pandangannya kepada enam orang tersebut dengan pandangan tidak menyenangkan. “kenapa kau membawa mereka kemari?!”

 

 

Tiffany sebenarnya ragu untuk memberitahu Sehun dan yang lainnya tentang hal ini. Ia dipaksa menerima permintaan vampire kurang ajar itu. Tentu saja ia tidak ingin teman-temannya terbunuh begitu saja.

 

“Kami akan tinggal bersama mulai sekarang,” salah satu dari enam vampire itu berbicara dengan santai. Tentu saja itu membuat kaget alien-alien yang awalnya sudah lega karena melihat Tiffany baik-baik saja. Mendengar perkataan orang itu, mereka semua melayangkan pandangan ke Tiffany, tentu saja mereka meminta penjelasan.

 

 

“Hei, kalian tidak perlu memandang noona seperti itu…” ucap Chanyeol, sebelas alien tadi langsung menatap enam orang mencurigakan yang sedang berdiri santai di dekat pintu. Tentu saja itu bukan keinginan noona, pasti orang-orang tidak tahu diri ini yang memaksanya, pikir mereka.

 

“Atas kemauan siapa? Pasti kalian memaksa noona supaya kalian bisa tinggal, kan?! Tidak mungkin noona ingin menerima kalian begitu saja setelah apa yang terjadi padanya!” kata Xiumin dingin, melihat muka sombong mereka saja sudah membuatnya muak.

 

Tiffany tidak ingin mereka semua berkelahi disini, karena selain di hotel ini banyak manusia, dan juga ini sudah sangat larut. Ia tidak punya pilihan lain selain berbohong, lagipula, ini untuk kepentingan bersama. “Tidak, mereka sama sekali tidak memaksaku. Aku menerima mereka dengan senang hati. Bukankah lebih bagus bila kita bersama-sama? Itu berarti kita akan menjadi lebih kuat, kan?”

 

Kini semuanya menatap Tiffany, bahkan enam vampire itu tidak menyangka bahwa Tiffany akan berkata seperti itu. Chanyeol yang mengetahui semuanya tidak berani berkata sepatah katapun karena ia yakin keputusan yang di ambil Tiffany adalah benar. Ia juga berniat untuk merahasiakan hal ini dari sebelas teman-temannya, meskipun ia pribadi juga tidak ingin tinggal bersama enam orang itu.

 

“Benarkah??” EXO masih tidak dapat mempercayai perkataan Tiffany, meskipun mereka mendengarnya langsung dari bibir Tiffany. “Chanyeol! Noona ini sedang berbohong, kan? Kau bersama mereka tadi, katakan pada kami yang sebenarnya!”

 

Chanyeol hanya tersenyum sambil menggeleng ketika Tiffany menatapnya dengan mata tolong-rahasiakan-ini-dari-mereka. “Tidak, semua yang dikatakan noona adalah benar. Apa kalian tidak mempercayainya??”

 

“Tidak, bukan begitu…. tapi, mereka, kan…”

 

“Sudahlah! Sebagai gantinya mereka bilang mereka akan mebayar biaya kita menginap di hotel ini! Dan katanya mereka akan membuatkan kita tempat tinggal yang baru. Benar, kan?” Chanyeol menatap ‘mereka’ dengan tatapan yang memaksa mereka untuk mengatakan ‘ya’.

 

Mereka mengangguk. “Y…ya! Urusan itu serahkan saja pada kami!” kata Hakyeon yang mempunyai posisi yang sama dengan Suho, yaitu pemimpin alias leader VIXX.

Terimakasih

 

Saat Tiffany sedang berada di kamar mandi, dua belas alien dan enam vampire itu membuat perjanjian—sebenarnya yang mencetuskan ide untuk bertemu jam dua belas di atap adalah Sehun. Ada sesuatu yang harus mereka bicarakan tanpa Tiffany. Dan tentu saja, mereka harus memastikan saat mereka akan mengadakan pertemuan itu, Tiffany harus sudah tidur. “Kalian tidur di kamar yang lain, kami tidak ingin kalian tidur dengan Tiffany noona! Jangan lupa jam dua belas di atap hotel, dan jangan telat!” Suho memperingati mereka.

 

“Ya, ya. Kau ini cerewet sekali!” kata Hakyeon kemudian meninggalkan kamar itu dan pergi ke kamar yang lain yang sudah mereka sewa sebelumnya.

 

Setelah Suho kembali dan menutup pintu, mereka langsung merasa lega karena dapat mengusir VIXX dari kamar mereka. “Hah, akhirnya mereka pergi juga. Aku benar-benar tidak menyukai mereka! Bagaimana mungkin noona ingin tinggal dengan orang macam mereka?! Pasti salah satu dari mereka punya kemampuan hipnotis!” gerutu Tao yang sedang duduk di sofa besar bersama Baekhyun, Xiumin, dan Sehun.

 

“Huh! Padahal aku sudah siap untuk membunuh mereka semua jika aku bertemu dengan mereka lagi!” kata Sehun sambil mengepalkan tangannya.

 

“Siapa yang ingin kubunuh itu, Sehuna?” tiba-tiba saja Tiffany bergabung dengan EXO. Ia tahu persis bagaimana perasaan mereka. Tiffany tentu saja tidak ingin tinggal bersama enam vampire tersebut, meskipun mereka berasal dari ras yang sama.

 

Sehun mendecak, “Kenapa sih noona selalu membela mereka! Jelas-jelas noona tidak mengenal mereka! Tujuan mereka tinggal bersama kita saja, noona tidak tahu!”

 

Tiffany terkejut, ternyata ia membuat mereka menjadi sangat marah. Tapi ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya selain berbohong tentang hal itu. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, mereka pasti tidak akan mau berbaur dengan VIXX, apalagi dengan ancaman seperti itu, mereka hanya akan bertarung dengan berkelahi, dan Tiffany tidak ingin mereka saling menyakiti hanya karena hal sepele. “Maafkan aku, Sehun-a… Apa aku membuatmu semarah itu? Kalau begitu, marahlah. Aku tidak keberatan, karena ini sudah menjadi keputusanku dan aku tidak dapat mengubahnya.”

 

Sehun diam, ia juga sebenarnya tidak tahu kondisinya saat ini. Ia tidak tahu ia ini sedang marah atau tidak, ia hanya tidak bisa menerima kenyataan yang sangat tidak masuk akal ini. Ia tidak dapat menahan emosinya yang ingin membuncah sejak melihat mereka membawa Tiffany darinya begitu saja. “Entahlah, noona. Aku lelah, aku ingin tidur saja.” Setelah mengatakannya, ia segera menaiki kasur, diikuti dengan Xiumin, Luhan, Baekhyun dan Chen.

 

Sementara Kris, Tao, Lay, D.O, Suho dan Kai kembali ke kamar mereka. “Kami juga sepertinya akan tidur. Kalau begitu, selamat  malam noona! Maafkan sifat Sehun yang seperti itu, ia tidak marah, ia hanya tidak dapat mengontrol emosinya. Kuharap kau dapat mengerti.” Kata Suho sebelum mereka berenam pergi dari kamar.

 

Kini tersisa Chanyeol dan Tiffany di ruang tengah. “Terimakasih untuk tidak memberitahu mereka yang sebenarnya, Yeol.” ucap Tiffany lesu, ia merasa sangat bersalah karena kejadian tadi. Apalagi dengan kondisi Sehun barusan.

 

“Tidak, terimakasih karena telah melindungi kami. Aku akan memastikan mereka tidak akan berbuat macam-macam padamu. Kau mengambil keputusan yang tepat, noona. Kau tidak perlu mengkhawatirkan Sehun. Ia akan baik-baik saja meskipun perlu sedikit waktu.” Balas Chanyeol.

 

Tiffany menghela nafas lega, tak salah ia memilih Chanyeol sebagai alien yang paling bisa di percaya. “Terimakasih, Yeol. Apakah kau mau merahasiakan ini terus?”

 

Chanyeol mengangguk. “Tentu saja! Kau sudah lelah kan, noona? Tidurlah di kasur, aku akan tidur di sofa. Sepertinya kasur yang satu lagi sudah tidak muat lagi, ada empat alien yang menidurinya, hahaha”

 

Tiffany terkekeh, ia segera berdiri dari sofa dan pergi ke kamar tidur. “Selamat malam, yeol.”

 

“Selamat malam juga, noona.”

Empat

 

Hanya ada empat orang. Dari delapan belas orang hanya ada empat orang yang berkumpul. Entah rooftop hotel ini yang tidak ingin di injak-injak oleh delapan belas mahluk yang bukan manusia itu atau memang enam belas orang itu yang lebih memilih untuk beristirahat di tempat tidur yang empuk meskipun harus berdempetan.

 

“Hanya kalian berdua, huh? Aku yakin tadi kalian lah yang memaksa kami untuk mengadakan pertemuan bodoh ini. Membuang waktu tidurku saja,” salah satu dari berkata sinis sambil melihat mereka dengan tatapan mengejek. Dua orang yang terpojok itu hanya bisa menundukan kepala mereka karena mereka mengakui ini memang kesalahan mereka. Padahal, ide ini sama sekali bukan ide mereka.

 

Chanyeol, Suho, Ravi dan Hakyeon adalah mahluk bukan manusia yang tengah berdiri di rooftop itu. “Hey, sudahlah, Ravi. Kau tidak perlu kasar dengan mereka, nanti akan ada ‘seseorang’ yang akan memarahi kita. Hahaha!” kata Hakyeon tawanya yang terpaksa itu. membuat dua perwakilan dari EXO ingin segera mengangkat kakinya dan pergi dari hadapan Ravi dan Hakyeon.

 

Kemudian tidak ada yang terdengar lagi setelah Hakyeon selesai tertawa, hanya suara nafas mereka dan angin malam yang berhembus cukup kencang. Chanyeol dan Suho tidak tahu harus melakukan apa karena pertemuan ini adalah ide Sehun. Ia yang sedang terpancing emosi saat itu tidak dapat berpikir dengan jernih dan tiba-tiba saja otaknya memutuskan untuk melakukan pertemuan ini. Tapi kenyataannya, pertemuan yang ia buat sendiri dengan merahasiakannya dari Tiffany itu tidak ia hadiri karena ia sibuk memeluk guling dan berebut selimut.

 

“Apa tujuan kalian?”

 

Tiba-tiba saja Chanyeol memecah keheningan. Mungkin ia sudah tidak tahan dengan angin malam yang terus menerus menusuk tubuhnya. Ravi dan Hakyeon langsung menatap Chanyeol dengan tatapan yang tidak dapat Chanyeol baca, entah mereka bingung atau mereka terkejut karena pertanyaannya terlalu tiba-tiba. Suho melirik Chanyeol kemudian mengalihkan pandangannya kepada Ravi dan Hakyeon. Benar juga, mereka tidak akan menyerang dan ‘menculik’ noona jika mereka tidak punya tujuan khusus, Suho membatin.

 

Hakyeon menjilat bibirnya yang mulai kering karena angin. “Hm, bagaiamana aku mengatakannya ya?” ia bergumam sendiri sambil memegang dagunya. Chanyeol tidak berbicara sampai mereka menjawab pertanyaannya dengan sungguh-sungguh. “Kami ingin melindunginya. Itu saja,” Hakyeon melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda karena ia tidak tahu bagaimana cara mengucapkannya.

 

Chanyeol menatap Hakyeon dengan tatapan ‘jangan bercanda’ setelah ia mendengar alasan yang sungguh tidak masuk akal itu. Mereka ingin melindungi seseorang tetapi mereka justru menyakitinya?

 

“Jangan main-main, tidak bisakah kau serius walau hanya sekali?” Suho yang tadi hanya melihat Chanyeol dan Ravi berbicara kini ikut berbicara. Ia tidak dapat menahan emosi dalam dirinya sendiri yang meluap-luap. Sekarang ia berasa seperti gunung berapa yang akan memuntahkan magma dari dalam perutnya.

 

Hakyeon mengalihkan pandangan, “Aku tidak pernah seserius ini, kau tahu?”

 

Chanyeol dan Suho tentu saja tidak mempercayai perkataan Hakyeon. Bagaimana bisa mereka mempercayai perkataan seseorang yang sudah membuat mereka seperti ini?

 

Ravi yang mulai kesal karena Chanyeol dan Suho mulai membuka mulutnya lagi. “Sudahlah hyung, tidak berguna berbicara dengan mereka. Berbicara dengan seseorang yang tidak menahan emosi lebih menyebalkan daripada berbicara dengan tembok.” Setelah berkata demikian, ia melihat ekspresi Chanyeol yang mulai berubah kesal. Lalu ia menarik tangan Hakyeon agar ia meninggalkan rooftop.

 

“Oh ya, jangan lupa kalian harus bergegas di pagi hari. Kami akan membawa kalian semua ke ‘tempat tinggal’ yang kami janjikan,” Ravi berkata lagi sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan rooftop.

 

Chanyeol dan Suho tidak bergerak dari tempatnya. Mereka memperhatikan Ravi dan Hakyeon dengan tangan yang mengepal. Mereka sangat ingin melayangkan pukulan tepat di wajah mereka. Mereka melihat Ravi dan Hakyeon menembus tembok. Sepertinya mereka tidak bisa menggunakan pintu, pikir Chanyeol dan segera berjalan kembali ke kamar mereka.

***

Setelah pertemuan itu, Chanyeol tidak dapat tidur dengan tenang. Ia terus memikirkan apa maksud perkataan Hakyeon di rooftop tadi. Melindungi? Memangnya ada apa dengan noona. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus memenuhi kepalanya. Mungkin kepalanya akan meledak jika kepalanya itu adalah sebuah balon yang bisa meledak jika ditiup terus menerus. Atau jangan-jangan mereka juga tahu tentang VampireShidae? ah, menyusahkan sekali. Chanyeol sedikit frustasi, ia memukul sofa yang sedang ia tiduri itu cukup keras. Ia benar-benar tidak mengerti perkataan Hakyeon, andai saja ia bisa memecahkan arti dari perkataan Hakyeon mungkin ia dapat tidur dengan tenang.

 

Dan lagi, Hakyeon mengatakan sesuatu tentang tempat tinggal. Kemana sebenarnya orang-orang sialan itu akan membawa kami? Apakah aku harus menuruti mereka seperti orang bodoh atau diam di hotel yang mahal ini, walaupun emas yang akan dikirimkan profesor itu memang banyak, tapi aku tidak bisa menghamburkan emas itu seenaknya saja. Chanyeol rasanya akan gila jika ia terus memikirkan hal-hal tersebut. Tapi ia tidak dapat memerintah otaknya dengan baik, otot dan syarafnya tidak mendengarkan perintahnya untuk tidak khawatir, tapi semakin ia mencoba untuk tidak khawatir, ia justru semakin khawatir. Bumi memang tidak cocok untuknya, tapi hanya di Bumi ia dapat merasakan perasaan aneh yang dapat membuatnya bahagia. Bumi itu unik, ucapnya dalam hati dan beberapa saat kemudian ia sudah memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi. Akhirnya ia dapat tidur dengan tenang.

 

Tempat tinggal baru?

 

“Apa katamu? Kita akan kembali ke Guild*?” tanya Jaehwan pada Ravi. Jaehwan, atau ia lebih suka jika dirinya disebut Ken, apalagi jika yeoja yang mengatakannya. Ravi hanya mengangguk sambil mengemas baju-bajunya. Akhirnya ia bisa kembali setelah misi ini. Walaupun misinya baru berhasil dua puluh lima persen, tapi ia dan yang lainnya pasti akan senang bisa pulang ke guild. “Akhirnya~! Aku bisa kembali melihat Jisunnie lagi~!” Jaehwan bergumam sendiri sambil terkekeh sendiri karena ia mulai membayangkan sesuatu yang tidak-tidak. Ravi yang melihat dari kejauhan hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Guild! Guild! Guild! Hyung, tidak bisakah kita berangkat lebih cepat? Aku tak sabar ingin makan makanan vampire!” Sanghyuk yang merupakan anggota termuda dari VIXX juga ikut bersemangat, sudah tiga kali ia bertanya pada Hakyeon kapan mereka akan berangkat, barang-barangnya juga sudah terkemas rapi, ia benar-benar tidak sabar ingin segera kembali ke guild. Hakyeon sendiri pun begitu, walaupun ia tidak memperlihatkannya, tapi ia sangat senang dapat kembali ke guild yang sangat menyenangkan.

 

Setelah selesai mengemas barang-barangnya, Hakyeon pergi ke ruang tengah dengan membawa sebuah koper. “Apa kalian sudah siap? Kita akan pergi ke kamar Tiffany dan segera pergi dari sini. Pastikan tidak ada barang yang tertinggal!” Hakyeon berkata dengan suara keras agar semua anggotanya dapat mendengar perkataannya. Tidak perlu waktu lama agar mereka bisa terkumpul lengkap. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, mereka berenam pergi ke kamar Tiffany dan dua belas mahluk bukan manusia, tapi sampai sekarang mereka berenam tidak tahu bahwa EXO sebenarnya adalah alien. Sama seperti Tiffany, mereka tidak bisa mengenali EXO hanya dari bau darahnya saja, karena mereka tidak pernah mencium bau darah alien sebelumnya.

 

***

 

‘Tok Tok’ terdengar suara ketukan pintu dari kamar yang ditempati Tiffany dan beberapa member EXO. “Apa itu pelayan hotel? Wah, cepat sekali sampainya,” Tiffany bergumam sambil terus mencuci piring-piring yang tadi digunakan untuk sarapannya dan para alien itu. “Biar aku saja,” Xiumin menawarkan pertolongan karna melihat Tiffany yang begitu sibuk bukan saat ini saja, tetapi sudah dari pagi Tiffany bekerja seperti ibu yang mengurusi banyak anak laki-laki nakal seorang diri. Setelah mendapat sebuah senyuman dari Tiffany, ia segera pergi menuju pintu yang semakin lama makin berisik itu.

 

Tetapi setelah ia membuka pintunya, yang ia lihat bukan seorang pelayan hotel yang mengenakan seragam, melainkan enam orang menyebalkan yang membuatnya sangat naik darah semalam. Dan mereka membawa banyak koper seperti korban pengungsian. “Apa yang kalian lakukan? Ini masih pagi, kami tidak ingin membuat masalah,” Xiumin langsung mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Semalam itu ia sudah terlalu sabar.

 

“Hey, santai saja sedikit. Bisa-bisanya orang yang mengemis kepada kami agar datang ke pertemuan jam dua belas malam itu membentak kami yang merelakan jam tidur kami berkurang.” Mereka tidak ingin kalah ternyata. Karena perkataan dari Ravi, Xiumin tidak bisa membalas lagi, ia bahkan lupa bahwa ia pernah membuat perjanjian dengan mereka. Padahal dirinya sendiri lah yang paling semangat setelah Sehun. “Apa yang kau lakukan dengan berdiam diri seperti itu? Cepat biarkan kami masuk!”

 

Sanghyuk yang sudah tidak sabar mulai menerobos Xiumin yang menghalangi pintu. “Oh, kami kedatangan tamu. Pantas saja berisik sekali,” tiba-tiba suara yang familiar terdengar, beberapa detik kemudian pemilik suara itu menampakan dirinya, berdiri di samping Xiumin. “Aku mendengar seseorang berkata tentang merelakan jam tidur, padahal yang kekurangan jam tidur hanya dua orang saja..” ia berkata sambil menatap Ravi dan Hakyeon. Berani-beraninya mereka berkata bahwa kami ‘mengemis’ pada mereka. Chanyeol melipat tangannya dan mengalihkan pandangan pada koper-koper yang mereka bawa. Kemudian ia teringat akan ucapan Hakyeon yang menyuruhnya bersiap. Ah, ternyata mereka bersungguh-sungguh.

 

“Tidak bisakah kalian tidak berdebat di pagi yang cerah ini?” seorang pria yang menjulang tinggi(?) tiba-tiba saja keluar dari kamar yang berada di depan kamar mereka. Itu Kris. Jaehwan yang berada di dekat pintu kamar itu, melihat Kris dengan pandangan menjijikan. Walaupun ia sadar dirinya ditatap seperti itu, ia tetap tenang dengan wajah dinginnya itu. “Ah, sekarang sudah pagi, ya. Aku lupa datang ke pertemuan itu. Maaf ya, tapi Suho dan Chanyeol sudah mewakili kami, kan?”

 

Jaehwan memutar bola matanya dan segera mengalihkan pandangannya dari Kris.

 

Yaa!! Kenapa kalian sudah ribut pagi-pagi begini, hah? Apa kalian tidak malu pada penghuni kamar yang lain!?” Semuanya menatap Tiffany yang tiba-tiba saja keluar dengan mengenakan sarung tangan karet berwarna pink yang masih sedikit berbusa. “yang satu-satunya berisik, kan, kau…” suara Ravi yang samar-samar itu dapat tertangkap oleh telinga Tiffany.

 

“Aish! Diam kalian!” wajahnya langsung memerah karena malu, ia segera masuk kedalam kamar dan kembali mencuci piring.

 

***

 

“Para keparat itu!” Sehun yang mendengar suara dari orang-orang yang telah menculik noona-nya segera keluar dari kamar tidur. Tapi sebelum sempat berteriak-teriak seperti Tiffany beberapa saat yang lalu, Baekhyun menarik tangannya dan memaksanya duduk di kursi. “Memaki mereka tidak akan menyelesaikan masalah. Aku tadi dengar mereka berbicara tentang pertemuan itu, kau masih ingat, kan, siapa yang membuat pertemuan itu?” ujar Baekhyun yang kemudian kembali menontok televisi dengan tenang. Sehun menyandarkan punggungnya ke sofa, melipat kedua tangannya dan mengerucutkan bibirnya.

***

 

“Yoohoo!!!” Tiffany melompat kegirangan setelah ia mendengar bahwa Hakyeon akan membawa dirinya ke guild mereka, tempat tinggal baru. Ia sangat senang karena tidak perlu menghabiskan uangnya karena harus menginap di hotel seperti ini.

 

EXO hanya dapat menghela nafas berat melihat Tiffany yang sepertinya sangat bahagia itu. “Dia itu… gampang sekali terhasut,” Xiumin berbisik. Anggota yang lain mengangguk setuju sambil tetap memperhatikan Tiffany. “Hey apa yang kalian lakukan? Ayo cepat berkemas!” perkataan Tiffany membuat dua belas alien itu terlihat tidak bersemangat. Tetapi mau tidak mau mereka harus tetap bersama Tiffany, karena mulai sekarang itu adalah bagian dari misi mereka.

 

Kami adalah alien!

 

“APA?!!” mereka semua—kecuali VIXX—terkejut karena mendengar pernyataan bahwa guild tempat VIXX dibesarkan itu tidak ada manusianya. Padahal kata Hakyeon, guild itu terdapat di tengah hutan. Pasti ada saja manusia yang mungkin sedang tersesat di hutan lalu tidak sengaja menemukan guild itu, kan?

 

“Tidak, guild itu benar-benar bersih dari manusia. Ketua guild kami yang kedua membangun sebuah dinding batas yang sangat besar, dan transparan antara manusia dan bukan manusia. Jika ada manusia yang mendekati batas itu, mereka akan dibelokan dengan sendirinya,” Hongbin yang jarang sekali berbicara itu akhirnya membuka mulutnya. Ia menjelaskan tentang guild itu dengan semangat, katanya, sejak bayi ia sudah tinggal disana. Jadi wajar saja jika ia mengetahui banyak hal. “Tapi bagaimana jika menyadari bahwa mereka tidak akan pernah bisa melewati hutan itu? Apakah mereka akan diam saja seperti sekarang ini?” tanya D.O. yang mulai tertarik dengan guild tersebut. Otomatis ia mendapat tatapan tidak enak dari alien yang lain.

 

“Waktu dulu, dulu sekali, ada manusia yang menyadarinya. Kami terpaksa membunuh manusia itu sebelum beritanya tersebar luas. Karena takut akan terjadi hal seperti itu, ketua ketiga menaruh sebuah mantra pada dinding batas itu, dan ketua ketiga itu merupakan kakekku. Ia masih menjabat sebagai ketua sampai sekarang. Aku juga ingin sekali menjadi ketua guild seperti kakek!” Hongbin menjawab pertanyaan D.O. dengan antusias, mereka kini sudah mengenal satu sama lain—setidaknya mereka mengetahui nama mereka masing-masing, bukan berarti mereka berteman akrab. Jika bukan Tiffany yang memaksa mereka berkenalan, mungkin sampai matimu mereka tidak akan sudi saling bertukar nama.

 

“Mantra? Apa kakekmu seorang penyihir?” tanya Tiffany.

 

Hongbin mengangguk, kemudian ia memberikan penjelasan lagi. “Di guild itu banyak sekali jenis mahluk hidup yang bukan manusia. Ada vampire, penyihir, ninja, werewolf dan masih banyak lagi. Mereka memang mirip manusia, tetapi mereka bukan manusia. Mereka masuk guild untuk mendapatkan uang, karena mereka akan mendapatkan pekerjaan disana. Yang masuk ke guild juga harus punya keahlian masing-masing.”

 

“Apakah disana ada alien?”

 

VIXX terdiam sebentar, mereka menatap Suho yang bertanya seperti itu dengan tatapan aneh. “apa?” Suho yang risih di tatap seperti itu menyembunyikan wajahnya di balik punggung Chen.

 

“Puhahaha!” semua anggota VIXX tertawa. “Kau ini lucu sekali! Mana ada mahluk seperti itu ada di dunia ini??” Ravi bertanya sambil tetap tertawa.

 

“Di dunia kalian memang tidak ada, tapi di dunia kami ada. Dan kami lah para alien itu.” Suho berkata mantap setelah mereka selesai tertawa karena lelucon yang sama sekali tidak lucu itu. VIXX saling bertukar pandang kemudian melihat EXO dengan tatapan tidak percaya. Ekspresi mereka sama persis ketika Tiffany bertemu dengan EXO pertama kali, ia tertawa kecil karena melihat mereka sedikit akur sekarang.

 

“Yah, selama kalian bukan manusia tentu saja kalian bisa masuk ke guild. Mungkin seisi guild akan sangat terkejut karena mahluk seperti kalian ternyata benar-benar ada..” Hongbin yang masih tidak percaya terus berjalan sampai beberapa saat setelah ia berjalan, ia berhenti karena mereka akan memasuki perbatasan. “kita sudah sampai, selamat datang di guild kami, dimana tidak ada manusia didalamnya. Kalian bebas menggunakan kekuatan kalian disini, menyenangkan bukan?”

 

Mereka hanya tersenyum kemudian melangkah dengan pasti ke dinding perbatasan, dengan mudahnya mereka semua dapat melewati perbatasan itu.

 

-To be contiued-

 

Haii!! *dadah dadah* udah lama banget ya FF ini gak aku lanjutin, kira-kira udah berapa abad, ya? semoga para reader masih setia untuk membaca FF yang ditulis author nista ini :”) maaf ya, aku baru bisa lanjutin sekarang, buat kalian yang udah nungguin FF ini, aku menghargai kalian dan akan membuat karya yang lebih bagus lagi mulai sekarang!

Fighting!!

43 responses to “Vampire and Aliens (Chapter 8)

  1. Di tunggu part 9nya ya thor 😀
    Ffnya makin seru makin keren jangan lama-lama ok (y)
    Dan kenapa updatenya lama banget thor

  2. maygaaaattttt seru bangeetttttt!!!! update asap author-nim!;;;_;;;
    kalo boleh request aku pengen ada romancenya di ff ini *plak
    hwaiting^^

  3. Harus baca ulang nih thor ^^
    agak lupa ama cerita sblumny,
    n makin lama makin keren, lanjuuutt 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s