[chapter 2] The Destiny

 

 

 

 

Ini bukan ff saya (ifaloyshee) melainkan ff dari salah seorang teman, tolong di appreciate ya guys!

 

IMG_20131223_223122

 

 

chaptr 1

 

( Chapter 2) The Destiny

Author             :           Nurreka (@insp_nurreka)

Title                 :           The Destiny (Chapter 2)

Genre              :           Fantasy, Romance, Family, Friendship

Length             :           Chapter

Main Cast        :           -Oh Sehun ( Pure Witch)

-Park Jihyun (OC) (Pure Witch)

Support Cast    :           -Park Jungsoo a.k.a Leeteuk as Jihyun’s father or Mr. Park (Pure Witch)

-Kim Taeyeon as Jihyun’s mother or Mrs. Park (Pure Witch)

-Park Chorong as Jihyun’s sister (Pure Witch)

-Park Chanyeol as Jihyun’s brother (Pure Witch)

-Kim Joon Myun as Jihyun’s cousin (Pure Witch)

-Exo members as Sehun’s friends (Pure & Half Witch)

-A pink members as Jihyun’s friends (Pure & Half Witch)

-Doojoon, Gikwang, Hyunseung BEAST as Vampire

– . . . as Red Black (Half Witch)

-Others cast

~This fanfic inspired by Harry Potter~

~Don’t bash or be a plagiator/plagiat this fanfic~

~This fanfic just for have fun~

~Happy reading~

***

Annyeonghaseyo, Park Jihyun imnida.”

Jihyun mengedarkan pandangannya, menatap para penyihir yang sedang duduk manis di bangku mereka masing-masing yang juga balas menatapnya.

“Nah, Jihyun-ah, kau bisa duduk di . . .” Mrs. Jung –guru yang membawanya ke kelas ini- mengedarkan pandangannya, mencari bangku yang masih kosong yang bisa diduduki oleh Jihyun, ia menunjuk dan melanjutkan “di situ.”

Jihyun mengikuti arah tunjukan wanita paruh baya itu. Tatapannya lalu bertemu pada seorang gadis yang tersenyum menatapnya. Gadis berambut panjang hitam lurus sepunggung dengan poni yang menutupi dahinya dan jangan lupakan pipinya yang begitu chubby yang semakin menambah kesan ramah pada dirinya. Jihyun balas tersenyum menatapnya. Ia lalu berjalan arah bangku kosong yang tepat berada di samping gadis itu.

“Jihyun-ah.”

Jihyun menghentikan langkahnya dan berbalik mengahadap Mrs. Jung yang tadi memanggilnya.

Ne, Mrs. ?

“Setelah kelasmu selesai, temui Mrs. di ruang kepala sekolah.”

Ne, Mrs.”

Jihyun tersenyum dan sedikit membungkukkan bandannya. Ia lalu membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya, menghampiri gadis berpipi chubby itu yang masih saja tersenyum padanya, membuat mata sipitnya nyaris membentuk sebuah garis.

“Hai! Perkenalkan, namaku Yookyung. Lengkapnya Hong Yookyung.”

Yookyung mengulurkan tangannya dan menatap Jihyun dengan tatapan ramahnya saat gadis itu sudah duduk di sampingnya. Jihyun meletakkan tasnya di atas meja dan menyambut uluran tangan Yookyung.

“Park Jihyun.”

Jihyun lalu membalikkan badannya dan mendapati dirinya dan Yookyung sudah dikerumuni oleh beberapa penyihir. Mereka semua tersenyum menatap Jihyun.

“Perkenalkan, namaku Do Kyungsoo. Aku ketua kelas di sini.”

“Aku Jung Eunji.”

“Yoon Bomi imnida.”

“Baekhyun. Byun Baekhyun.”

“Aku Oh Hayoung.”

“Aku Kang Minhyuk. Asal kau tahu, aku adalah laki-laki paling tampan di sekolah ini.”

“Kau memang tampan jika disandingkan dengan kambing.”

Semua yang ada di kelas itu tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah Minhyuk yang memerah menahan kekesalannya karena celotehan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun, ia hanya menatap Minhyuk dengan tampang tak bersalah, membuat Minhyuk semakin merasa kesal dan akhirnya memilih untuk duduk di pojok ruangan dan mengomel panjang lebar.

Para penyihir yang lain lalu mulai bergantian berkenalan dengan Jihyun, penyihir baru di kelas mereka, kelas 3A. Dan Jihyun menyambutnya dengan sukacita dan senyum yang terus mengembang di wajahnya.

Jihyun mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya dan mulai menulis di dalamnya saat ia sudah berkenalan dengan teman-teman barunya.

Untuk Myungsoo dan kalian semua teman-temanku.

Bagaimana kabar kalian saat ini? Kuharap kalian semua dalam keadaan yang baik. Kabarku baik. Kalian tahu, aku masuk ke kelas 3A. Mereka semua baik dan sangat ramah padaku. Teman sebangkuku namanya Hong Yookyung. Dia seorang penyihir campuran. Ada lagi Eunji, gadis tomboi dengan suaranya yang nyaring, Hayoung dengan sifat polosnya, Bomi dengan suaranya yang seperti anak kecil, Baekhyun yang berwajah imut dan masih banyak lagi. Aku tidak bisa menjelaskannya satu-satu, hehe.

Ahh, aku hampir saja lupa. Kau tahu Myungsoo-ya, School Of Performing Magic Seoul, sekolah khusus sihir yang sekarang ini tempatku bersekolah, merupakan satu-satunya sekolah sihir yang ada di Korea. Yang ku tahu, sekolah ini memiliki 3 gedung utama. Gedung asrama putra, gedung asrama putri dan gedung sekolah. Untuk gedung asrama putra & putri memiliki 3 lantai sedangkan untuk gedung sekolah 5 lantai. Ingat Myungsoo-ya, itu hanya yang kuketahui saja, hehe.

Kupikir hanya itu saja yang ingin ku ceritakan padamu dan yang lainnya. Sampaikan salamku dan surat ini pada mereka, ya. Jika kau tidak menyampaikannya kau akan ku sihir menjadi kodok jika aku bertemu denganmu nanti, hehe.

 

Park Jihyun

 

Jihyun melipat surat yang sudah ditulisnya itu lalu menyelipkannya di dalam salah satu bukunya. Ia akan mengirimnya nanti, sebelum ia menemui Mrs. Jung di ruangan kepala sekolah.

***

“Ini Oh Sehun. Mulai sekarang, dia yang akan menjadi partner belajarmu dan juga yang akan melatih kekuatan sihirmu.”

Jihyun mengalihkan pandangannya,menatap sekilas seorang namja bertubuh tinggi yang menatapnya datar. Ia lalu kembali menata Mrs. Jung –wali kelasnya- dan Prof. Baek –kepala sekolahnya- yang duduk di hadapannya.

“Tapi, Mrs. kami beda ruangan. Bukankah akan lebih baik kalau yang menjadi partnerku adalah orang yang sekelas denganku?”

Wanita paruh baya itu menatap Jihyun lembut dan tersenyum tulus lalu menoleh menatap Prof. Baek, meminta sang kepala sekolah untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui oleh Jihyun.

“Kami mengerti, Jihyun-ah. Kami sudah mempertimbangkan hal ini matang-matang sebelumnya. Awalnya kami ingin agar yang melatih kekuatan sihirmu adalah Chorong, Chanyeol atau Joon Myun. Tetapi mereka memiliki kesibukan mereka sendiri. Sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan acara perayaan ulang tahun sekolah yang ke 100 tahun dan Chorong, Chanyeol juga Joon Myun merupakan panitia acara. Setiap kali sekolah ini akan mengadakan acara perayaan, merekalah yang akan mempersiapkannya karena kinerja mereka yang sangat memuaskan. Bisa dipastikan mereka sangat sibuk. Dan kenapa kami memilih Sehun sebagai partnermu bukan teman sekelasmu? Itu karena sejak pertama kali dia masuk di sekolah ini, dia selalu menjadi penyihir terbaik setiap tahunnya. Dia bahkan mampu menyelesaikan kelas persiapannya hanya dalam waktu 1 tahun, padahal kebanyakan penyihir yang lain menghabiskan waktu 2 bahkan sampai 3 tahun di kelas persiapan. Tapi dia –selain Joon Myun dan Chorong-, adalah penyihir dengan otak yang cerdas yang mampu menyelesaikan kelas mereka dalam waktu yang singkat. Jihyun-ah, usiamu sekarang sudah 17 tahun dan kekuatan sihirmu baru saja muncul. Untuk ukuran seorang penyihir, itu sangat terlambat. Para penyihir berdarah campuran sendiri kekuatan sihir mereka muncul antara usia 5 sampai 10 tahun. Sedangkan penyihir berdarah murni, seperti halnya dirimu dan Sehun, kekuatanmu seharusnya muncul saat kau masih bayi. Bukan di usia 17 tahun. Dan kita tidak memiliki waktu yang banyak. Kita harus bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Kita harus siap jika Red Black menyerang.”

“Emm, lalu . . kapan aku mulai latihan?”

“Mulai besok, setelah kelasmu selesai.”

Jihyun menganggukkan kepalanya mengerti. Sepertinya mulai besok dan seterusnya akan menjadi hari-hari yang melelahkan baginya.

***

MWO ?!”

Jihyun tersentak saat tiba-tiba Hayoung, Bomi, Eunji, Yookyung, Naeun dan Namjoo bereteriak heboh.

“Kenapa kalian berteriak?! Memangnya ada yang salah?!” tanya Jihyun polos membuat teman-temannya yang tadi berteriak kini menatapnya gemas.

Aigo. . . Jihyun-ah, kau benar-benar tidak tahu siapa Oh Sehun itu?” tanya Bomi. Jihyun mengangguk pelan. “Aku tahu. Dia adalah namja dari kelas 3B yang menjadi partner belajarku dan yang melatih kekuatan sihirku. Benar, kan?”

Hayoung menggeleng tak percaya mendengar ucapan jihyun barusan. Sedangkan yang lainnya mereka menatap Jihyun gusar.

“Tidak. Tidak. Oh Sehun itu bukan hanya sekedar namja biasa dari kelas 3B. Dia namja yang sangat luar biasa asal kau tahu.” Ucap Hayoung. Ia menggeser tempat duduknya mendekati Jihyun. Bomi, Eunji, Yookyung, Naeun dan Namjoo melakukan hal yang sama. Kini mereka semua menatap Jihyun.

“Begini, Jihyun-ah. Sehun itu . . seorang Cassanova di sekolah ini.” Ucap Naeun pelan. Jihyun mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan ucapan Naeun barusan.

“Cassanova?” ulangnya bingung.

“Ya, Cassanova. Maksudnya seperti ini. Kau tahu kan kalau Sehun itu selalu menjadi penyihir terbaik setiap tahunnya. Dia juaga tampan dan selalu menjadi incaran para penyihir yeoja di sekolah ini. Yang pasti, siapa yang tidak mengenal Oh sehun dari kelas 3B? Kau tahu, tidak ada yang tidak mengenalnya di sekolah ini.”

Jihyun membulatkan matanya. Sebegitu terkenalnya kah si Sehun yang menurutnya berwajah datar itu sampai tidak ada satupun orang di sekolah ini yang tidak mengenalnya.

“Apa tidak salah?! Namja berwajah datar dan pelit bicara itu menjadi incaran? Asal kalian tahu, menurutku Myungsoo bahkan jauh lebih baik dari si Sehun itu.”

Dan detik berikutnya Jihyun terus mengomel tentang apa bagusnya Sehun itu dan terus membanding-bandingkannya dengan Myungsoo dan sahabat-sahabatnya yang lain. Sementara Hayoung, Bomi, Yookyung, Naeun dan Namjoo hanya bisa menatap Jihyun heran karena pemikirannya yang sangat berbanding terbalik dari mereka semua dan seluruh penyihir yeoja yang ada di sekolah ini. Sedangkan Eunji, ia tengah berpikir keras saat mendengar nama Myungsoo yang disebutkan beberapa kali oleh Jihyun tadi. Beberapa saat kemudian Eunji berseru dengan suara nyaringnya yang khas, membuat Jihyun seketika menghentikan ocehannya.

“Myungsoo?! Maksudmu Kim Myungsoo?!”

Jihyun mengangguk cepat. Matanya seketika berbinar.

“Kau mengenalnya?” tanya Jihyun memastikan.

“Tentu saja, dia sepupuku. Myungsoo si matematika itu kan?! Yang selalu membanggakan dirinya sendiri dengan kemampuannya di bidang matematika?”

Jihyun kembali mengangguk cepat.

“Eunji-ya, kau tahu kan kalau Myungsoo itu yaa . . kuakui dia memang hebat dipelajaran matematika dan menjadi murid kesayangan Lee Sonsaenim karena dia selalu bisa menyelesaikan soal-soal yang di berikan oleh Lee Songsaenim, bahkan soal yang sangat sulit sekalipun. Tapi, asal kau tahu, dia sangat lemah dipelajaran Bahasa Inggris. Lebih tepatnya dia yang paling lemah diantara kami semua. Ahh, aku baru ingat kalau Myungsoo juga pernah bercerita kalau dia mempunyai seorang sepupu perempuan yang merupakan seorang penyihir dan aku tidak menyangka kalau itu adalah kau, Eunji-ya.

Eunji tersenyum senang. Ia tak menyangka jika ternyata Jihyun adalah sahabat Myungsoo.

“Dia memang lemah di mata pelajaran Bahasa Inggris.”

Dan setelahnya, mereka berdua terus berbincang-bincang tentang Myungsoo dan sahabat-sahabat mereka yang lain yang ada di dunia manusia. Mereka tidak mempedulikan Bomi, Hayoung, Yookyung, Naeun dan Namjoo yang memilih untuk tidur karena tidak mengerti dengan apa yang Eunji dan Jihyun katakan.

***

Jihyun POV

Aku memasukkan semua buku-bukuku kedalam tas. Jam kelasku sudah selesai. Beberapa orang yeoja kulihat masih sibuk berbicara dan tertawa.

“Jihyun-ah, ayo kita ke asrama.”

Aku mengangkat kepalaku, menatap Yookyung yang berdiri tak jauh dihadapanku.

Gomawo, Yookyung-ah. Kau tahu kan kalau mulai hari ini dan seterusnya aku harus terus melatih kekuatan sihirku? Mianhae.

“Astaga. Benar juga. Mianhae Jihyun-ah, aku lupa. Kalu begitu aku pergi dulu. Annyeong.

Annyeong.”

Aku lalu memasukkan satu buah bukuku yang belum sempat ku masukkan ke dalam tasku. Sudah selesai. Saatnya aku pergi.

“Jihyun-ah.”

Yookyung kembali memanggilku. Kali ini ia menatapku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. Aku memfokuskan pikiranku, berusaha untuk membaca pikirannya. Aku langsung tercekat saat aku mengetahui pikirannya. Yookyung mengerti, tanpa ia harus memberi tahuku pun, aku sudah tahu karena aku bisa membaca pikirannya. Aku langsung berlari keluar kelas sambil terus memfokuskan pikiranku agar pikiran orang-orang di sekitarku tidak terbaca.

Sehun mencariku.

Dan sekarang, aku melihatnya. Sehun sedang berdiri sambil menyenderkan tubuhnya dan memasukkan kedua tagannya dalam saku celana hitamnya. Banyak sekali yeoja yang kini berada di sekitar kami bahkan menatapku tajam. Sekeras apapun aku berusaha untuk memfokuskan pikiranku, tetap saja masih bisa membaca pikiran mereka karena banyaknya orang-orang yang kini mengerumuni kami. Semuanya sama. Para yeoja itu berpikiran bahwa aku sudahmerebut Sehun.

“Ada ap- YA! OH SEHUN!”

Aku tersentak saat tiba-tiba sehun menarik pergelangan tanganku, membawaku menjauh dari kerumunan para penyihir di sekitar kami. Para yeoja yang tadi menatapku tajam kini berteriak histeris, tidak rela jika Sehun menarik lenganku. Aku tidak bisa memfokuskan pikiranku karena rasa terkejutku yang membuat pikiran mereka bisa kubaca dengan jelas. Kebanyakan dari mereka membenciku bahkan ada yang berteriak keras bahwa aku adalah seorang Nappeun Yeoja. Benar-benar!.

“Sehun, sakit.”

Namja ini benar-benar keterlaluan. Pergelangan tanganku rasanya sakit sekali.

“Le. . pas!”

Aku berhasil melepaskan pergelangan tanganku dari cengkramannya. Aku melirik sekilas pergelangan tanganku dan merabanya. Pergelangan tanganku memerah dan rasanya hangat. Aku mendongakkan kepalaku, menatap sehun tajam. Namja itu malah menatapku datar sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“Kau . . APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?! APA KAU PIKIR AKU TIDAK BISA BERJALAN SAMPAI-SAMPAI KAU HARUS MENARIKKU?! KAU . . Benar-benar.”

Aku berusaha untuk mengatur nafasku yang memburu karena tadi berteriak dihadapan Sehun. Namja itu tetap menatapku datar, membuatku merasa semakin kesal.

“Sudah selesai?”

“Apanya?” tanyaku bingung. Namja itu malah menyeringai, membuatku merasa takut. Sehun tiba-tiba melangkah mendekatiku dan mendorong tubuhku hingga membentur dinding. Sehun meletakkan kedua tangannya di samping kepalaku membuatku tak bisa berkutik lagi. Aku hanya bisa meneguk ludahku saat sehun mendekatkan wajahnya. Ia terus menyeringai.

“A. . apa yang kau lakukan?”

“Menurutmu?”

“Se . . Sehun-ah, jangan.” Ucapku pelan. Entahlah, aku tidak bisa membaca pikirannya saat ini. Mungkin ini karena rasa panik yang menyerangku saat ini. Aku hanya bisa memejamkan mataku pasrah saat aku Bisa merasakan helaan nafas Sehun yang teratur di telingaku, membuat sekujur tubuhku merinding.

“Kita mulai latihan di. . sini.”

Aku membelalakkan mataku dan langsung menginjak kakinya kuat-kuat. Kenapa tidak dari tadi saja aku menginjak kakinya? Kenapa baru sekarang?

YA! Kenapa kau menginjak kakiku?” Sehun langsung mundur beberapa langkah dan aku langsung menjauh.

“Kenapa? Kau yang memulai, jadi jangan menyalahkanku.”

YA! Aissh. . Park Jihyun, kau. .”

“Apa?!”

“Sudahlah, lupakan.”

“Ayo latihan. Jangan membuang waktu. Banyak tugas yang harus ku kerjakan hari ini.”

Sehun lalu kembali ke sikap awalnya, menatapku datar dan kemudian berlalu meninggalkanku. Kemana orang itu? Bukannya aku harus latihan?

YA! Oh Sehun, kau mau kemana?”

“Ikuti saja. Bukannya kau mau latihan?” ucapnya tanpa membalikkan badannya. Aku hanya mendengus kesal dan memilih untuk mengikutinya.

***

“Ini tempat apa?” tanyaku bingung. Tempat ini terlihat sangat menyeramkan.

“Markas para vampir penjaga penjara sihir.”

Mwo?”

Aku menatap Sehun tak percaya. Aku baru tahu kalau ternyata penjaga sihir dijaga oleh vampir. Dari sekian banyak tempat yang kami kunjungi hari ini, tempat inilah yang menurutku paling mengerikan. Ini baru markasnya, bagaiman dengan penjaranya? Mungkin lebih mengerikan lagi.

“Sehun-ah.”

Aku dan Sehun menoleh ke belakang. Di sana, aku melihat 3 orang namja yang berjalan mendekati kami.

Hyung!”

Sehun melambaikan tangannya. Salah satu dari mereka kini menepuk pundak Sehun akrab. Rambutnya pirang dan tidak terlalu tinggi.

“Sedang apa kau di sini Sehun-ah? Tapi . . . dia siapa?”

Orang yang tadi menepuk pundak Sehun kini beralih menatapku. Ia menunjuk-nunjukku dengan jari telunjuknya.

“Dia Park Jihyun.”

“Park Jihyun?! Kau . . gadis itu?! Adik Chorong dan Chanyeol?!”

Aku menganggukkan kepalaku pelan, menanggaapi pertanyaan namja berambut pirang itu.

“Astaga! Tunggu dulu. Aku harus memanggil Doojoon dan Gikwang. Doojoon, Gikwang cepatlah kemari!”

Namja itu kini heboh memanggil dua orang temannya yang baru kuketahui bernama Doojoon dan Gikwang.

“Namanya Hyunseung. Dia vampir berdarah campuran. Ibunya seorang penyihir sedangkan ayahnya vampir. Begitu pula dengan Doojoon hyung dan Gikwang hyung. Mereka sama seperti Hyunseung hyung. Campuran antara penyihir dan vampir.”

Aku menganggukkan kepalaku mengerti. Jadi namja berambut pirang yang tadi berbicara dengan Sehun tadi bernama Hyunseung.

“Nah Gikwang, Doojoon ini Jihyun. Park Jihyun. Adik dari Chorong dan Chanyeol. Jihyun, ini Doojoon dan ini Gikwang.”

Aku membungkukkan badanku singkat. Jadi namja dengan rambutnya yang berwarna  cokelat gelap itu bernama Gikwang. Sedangkan di sampingnya, namja dengan warna kulitnya yang lebih gelap dibandingkan dengan Hyunseung dan Gikwang itu namanya Doojoon.

“Emm . . Doojoon ssi Gikwang ssi Hyunseung ssi sepertinya aku harus pergi sekarang. Hari sudah sore dan aku harus mengerjakan tugas-tugasku.”

Ne Jihyun-ah. Annyeong.

Aku menganggukkan kepalaku. Setelah berpamitan, aku dan sehun lalu berjalan menjauhi markas vampir penjaga penjara sihir ini. Hari ini Sehun hanya membawaku berkeliling di sekitar sekolah dan perumahan tempat para penyihir dan vampir tinggal, memperkenalkan berbagai tempat yang hari ini kami kunjungi. Jujur saja, aku merasa lelah karena selama beberapa jam ini aku harus berjalan kaki ke berbagai tempat. Ingin rasanya aku langsung tidur begitu aku sampai di asrama. Tapi tidak bisa. Banyak tugas-tugas yang harus kukerjakan malam ini. Hari ini benar-benar melelahkan dan . . menyebalkan karena kejadian tadi siang.

TBC

***

Hai !! maaf ya baru bisa selesai sekarang chapter 2 nya. Saya sibuk banget soalnya dengan jabatan saya sebagai wakil ketua umum yang mengharuskan saya turun setiap sore buat laporan sama guru. Datang harus yang pertama, pulang harus yang paling akhir. Ini juga saya sempat-sempatin buat ngetik waktu laporan di sekolah. Nanti urusan inilah, itulah, pr lah, macem-macem deh pokoknya. Super sibuk. Jadi tolong pengertiannya ya, J. Dan juga jangan jadi siders ya. Jujur saya kecewa banget karena respond di part 1 sangat kurang memuaskan. Tolong dong, hargai usaha saya yang sudah menyempatkan diri buat ngelanjutin ff ini di tengah kesibukan saya sebagai seorang siswi kelas 10 dan sebagai wakil ketua umum. Kalo ada pertanyaan, silahkan tanya aja. Insya Allah akan saya jawab di chapter selanjutnya, tapi kalo pertanyaannya yang berhubungan dengan isi dari chapter selanjutnya nggak akan saya jawab.

Ingat! Jangan jadi Silent Readers ya. Komen kalian saya tunggu. Gomawo. J

10 responses to “[chapter 2] The Destiny

  1. wah wah,
    aku selalu suka kalo cast’ny Sehun,
    hehe, cz suka bnget sih sama dia,
    btw apa namja yng ditakdirkan bwt Jihyun ntu Sehun ya?
    ckck…,
    hmm, ff’ny bagus,
    alur ceritanya jga oke,
    tpi jujur aku blm greget sama part ini,
    mungkin krena blm ada konflik kali ya,
    hee,
    smoga part berikutnya udh ada sdikit konflik..,
    hehe,
    aku ko jdi ngga sabar nungguin Sehun-Jihyun moment ya,..
    🙂
    dtunggu ya part selanjutnya,,,..

    oiya, smangat ya sama tugas sekolahnya,
    semoga sukses..

  2. Gak ada sihir sihir nya :3
    Aish… Ini juga terlalu pendek xD
    Ga ppa deh,
    Next part HWAITHING!!!
    Di tunggu 🙂

  3. Nice ff thor, sesuai dugaanku sikap sehun ga jauh dari kata dingin /lirik sehun/?
    Anak b2st jadi vampir kyaaa >< aku bukan beauty sih tapi keren aja bayanginnya._.
    Next part ditunggu ya ^^

  4. Pingback: [chapter 3] The Destiny | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s