Begins of Revenge [CHAPTER 1]

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

BPsQjcwCcAAkE2z.jpg large

 

Tittle : begins of revenge [first meeting]

Genre : romance and sad

Type : chapter

Main cast : xi luhan (EXO-M) dan park ahrin (YOU)

Other cast : choi seunghyun aka top (BIGBANG)

Author : lee hae min (uniara)

Art work : park ahrin (amira)

Note : dont copas this ff, dont be a plagiator. Ini cerita hasil karya sendiri. Harap diapresiasi dan diberi komentar. Thanks 🙂

Happy reading 🙂

Jika hati saling terpaut, itulah yang dinamakan dengan cinta… dan satuhal yang pasti didalam cinta tidak pernah mengenal lawan ataupun kawan

***

Bandara internasional jepang, tokyo

Seorang namja tampan, berkulit putih dan mungkin jika sekali dilihat semua orang akan tahu bahwa wajahnya itu sangat originil warga china, telah sampai di tempat tujuannya, ya jepang. Di negara ini, ia akan bertemu dengan seseorang, orang yang sangat penting dan bahkan terlalu penting. Orang itu telah dicari selama kurun waktu 1 tahun, oleh namja yang benama xi luhan. Entah ada urusan apa luhan dengan dengan orang itu.

“akhirnya, aku sampai juga. Tunggu saja aku akan segera menemuimu.”ucapnya, sembari mendorong kopernya. 

Drt..drt…..

Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, kemudian ia mengangkat panggilan tersebut.

“apa kau sudah tau dimana lokasi orang tersebut?”

“baiklah, aku akan segera kesana.”

Entah apa yang dibicarakan luhan dengan orang yang berada disebrang sana, namun yang jelas pembicaraan teresbut membuat luhan senang. Senyumnya merekah dengan lebar.

***

gunung Akina,  perfektur gunma jepang, 2013

suara mobil berderu dimana-mana, sekelompok orang sedang meneriaki dan berseru untuk mendukung jagoannya. Ya jagoan dalam perlombaan balapan mobil liar, atau bisa disebut drift. Diantara pembalap mobil drift ada seorang pembalap yang sangat terkenal hebat karena lihai dalam melakukan berbagai teknik drift, ia bernama choi seunghyun atau bisa disebut top. Walaupun lihai, kenyataannya ia pemuda yang sangat urakan,berandalan, playboy, dan berbagai cap kejelekan menempel lekat di didirinya. Dan pemuda itu adalah kakakku sendiri.

Kini ia- top sedang duduk disebuah sofa yang sudah berlubang sembari terus menyeruput bir kalengan, sekali dilihat pasti semua orang tahu kalau dia sedang mabuk.

“bawakan aku bir, ahrin”perintahnya padaku.

“aniya oppa, kau sudah mabuk. Aku tidak ingin melihatmu semakin mabuk.”

 “yya, kau mau menentang oppamu hah! Dasar adik bodoh, cepat bawakan bir untukku.”perintahya

Dengan setengah hati aku membawakan bir untuknya dan segera memberikannya. Kalian mungkin berpikir kenapa aku bisa masuk dalam dunia kejam seperti ini. Hidup ditengah para pembalap liar, yang dikenal nakal, urakan, bebas seperti kakakku. Ini berawal karena kedua orangtuaku memutuskan untuk pindaah ke jepang dengan alasan ingin merasakan suasana baru. Namun keadaan keluargaku tidak semulus yang dibanyangkan, sifat ayahku berubah, ia lebih kasar dan tidak segan-segan memukul eomma dihadapan aku dan kakaku. Kakakku membenci appa karena appa, sering menyakiti eomma. Karena merasa tidak mampu lagi merawat keluarganya, appa kabur..ya meninggalkan kami ber-3, sungguh brengsek perlakuan namja tua itu kepada kami. Penderitaan kami belum cukup, eomma mengalami depresi berat karena ditinggal appa, ia sakit keras hingga akhirnya meninggal. Tersisa aku dan kakakku, kakakku yang sedari dulu memang seorang pembalap ia mengabdikan dan mencari uang dengan cara ini. Walaupun dia keras tapi dia sangat menyayangiku.

Ditengah kerumunan dan keramain, tiba-tiba saja datang sebuah mobil balap berwarna hitam dan bermerk Lamborghini Aventador LP700-4. Pengemudi mobil tersebut keluar. Wajahnya yang tampan memerah karena terkena sinar matahari.

“dimana pembalap bernama top?”tanyanya.

Merasa namanya dipanggil, kakaku langsung bangun dari duduknya sembari terus memegangi kaleng bir.

“siapa kau? aku disini, untuk apa kau bocah tengik mencariku?”ujar kakakku  yang keadaannya sedang mabuk itu. Setelah mengetahui apa yang ia cari, kemudian namja tersebut mendekati kakakku yang jaraknya tidak jauh dari posisinya sekarang.

“aku xi luhan, jadi kau yang bernama choi seunghyun atau bisa kusebut top.”tanyanya sekali untuk memastikan.

“kau bisa mendengar atau kau itu tuli hah, sudah kubilang aku ini top.”jelas kakakku sembari menunjuk-nunjuk luhan yang sekarang dihadapannya dengan keadaan sempoyongan tak karuan.

“untuk apa kau menemuiku hah!”

“aku disini untuk membalaskan dendam demi adikku.”

 “adik katamu hah? Adikmu yang mana?”tanya kakaku-top

“sehun, dia adikku yang kau buat sekarang dalam berada kondisi koma.”jelasnya dengan sorot mata penuh kebencian.

“oh, si sehun cadel dan payah itu. Dia koma? Hahahahah selamat kalau begitu.”

“dasar kau..”

Bugh…

Tanpa basa basi tinju luhan melayang tepat di pelipis kakakku, darah yang berbau amis mengucur. Semua orang yang berada di disitu melihat kejadian tersebut dan ada sebagian dari mereka yang berteriak karena itu.

“oppa, kau baik-baik saja.”ucapku yang dengan gesat langsung membantunya berdiri, namun kakaku mendorongku, sehingga tanpa basa basi aku langsung jatuh tersungkur.

“Hei kau bocah, berani beraninya kau memukulku!”teriak kakakku top, yang sekarang sudah berdiri lagi.

“itu sebagian kecil dari pembalasanku untukmu.”

“sekarang kau mau apa hah? Mau mebunuhku? Lakukan saja jika kau bisa?”tantang kakakku

“jika saja tidak ada hukum di dunia ini, mungkin aku akan membunuh mu detik ini juga. Namun aku akan membalas dendam dengan cara yang paling kau kuasai yaitu balapan 1 lawan 1.”jelasnya sambil menyunggingkan senyum, entah senyum kepuasan atau senyum kebencian yang ia perlihatkan.

“baiklah aku tantang kau bertanding, dan aku akan membuatmu seperti adikmu saat melawanku 1tahun yang lalu.”

“oppa, jangan. Keadaan opaa sekarang tidak memungkinkan. Aku takut terjadi sesuatu.” Aku khawatir terhadap oppaku, aku takut saat ia bertanding ia tergelincir, karena keadaannya yang sekrang sedang mabuk berat.

“tapi, ada satu imbalan dalam pertandingan ini.”ucapnya dengan tiba-tiba

“apa?”tanya oppaku. Tiba-tiba saja namja itu, ya xi luhan menatap kearahku.

“jika aku menang, aku ingin menginginkan dia.”tukas luhan yang membuatku saat itu membelakan mata karena terkejut. Bukan hanya diriku tapi oppaku pun sama, ia terkejut mendengar permintaan namja bernama xi luhan.

“heh bocah, apa maksudmu?”rutuk oppaku

“kau pernah mendengar, nyawa dibayar nyawa? Dan sekarang adik dibayar adik, intinya aku menginkan adikmu, sebagai imbalan pertandingan ini”jelasnya sembari terus dan menerus memperlihatkan sorot mata penuh kebencian yang sangat membara.

Aku melihat wajah oppaku sedang kebingungan, antara ya dan tidak. Ia terus mengacak-ngacak rambutnya. Mungkin oppaku berpikir, jika ia menyetujui permintaan luhan ada kemungkinan ia akan kehilangan diriku, tapi jika tidak ia akan di cap namja penakut. Setelah beberapa lama kakakku berpikir keras, ia akhirnya menemukan jawabannya.

“baiklah…”dengan entengnya oppaku menyebut kata “baiklah”

“oppa, apa maksudnya ini. Aku tidak mau, apa kau bermaksud menjualku padanya.”protesku pada oppa babo ini.

“tenang saja, aku akan memenangkan pertandingan ini. Kau tidak percaya padaku? Aku ini pembalap handal di jepang.”dengan bangga dia menyebut dirinya dengan sebutan pembalap handal, padahal kondisinya tidak mungkin untuk bertanding.

“sekarang mari kita lihat, kememampuan berkendara mobil balapmu bocah.”ejek oppaku yang segera menuju mobil Nissan Skyline R34 GTR, mobil balap miliknya yang berwarna perak.

Dengan bergegas luhan menuju mobil miliknya dan menghidupkan mesin mobilnya. Kedua mobil tersebut sekarang sudah berada di start awal, aku terus berdoa dan berharap kalau oppaku yang menang. Tapi perasaanku selalu tidak enak, ada perasaan yang mengelitik hatiku, bahwa oppaku akan kalah oleh pria original china itu.

“lihat saja!  aku pasti memenangkan pertandingan ini, akan kubalaskan semua penderitaan adikku.”ucap luhan dengan penuh semangat.

Seorang yeoja cantik dan bertubuh proposional sembari membawa slayer berwarna cokelat pekat, berjalan kearah tengah-tengah mobil balap yang sedang berderu tersebut, mobil Nissan Skyline R34 GTR dan mobil Lamborghini Aventador LP700-4. Siap siap namun pasti yeoja itu mengangkat slayer tersebut.

“siap, 1…. 2…. 3…., go!”  ucap yeoja cantik tersebut sembari menerbangkan slayer cokelat pekatnya. Suara hiruk pikuk penonton semakin menjadi-jadi, seperti sedang dipasar. Mobil Nissan Skyline R34 GTR yang dimiliki oleh kakaku sudah melaju dengan cepatnya, namun tidak dengan luhan, mobil Lamborghini Aventador LP700-4-nya masih berderu di start awal, ia tidak melepaskan rem tangannya

“tenang xi luhan, kau pasti melakukan teknik Hand Brake Drift. Dengan cara ini kau pasti bisa mengalahkan dia ya, mengalahkan namja brengsek yang telah membuat adikmu dalam kondisi kritis bahkan kemungkinan terburuk meninggal.”ucap xi luhan yang menenangkan dirinya.

“dasar bocah tengik, sebenarnya dia bisa tidak mengendarai mobil. Laganya saja yang sok ingin mengalahkan aku, tapi buktinya menginjak pedal gas saja mungkin dia tidak tahu.”ejek kakakku top yang sekarang sudah berada jauh didepan.

Mobil kakakku melaju dengan sangat kencang, dia akan melewati tikungan pertama, jika saja luhan terus menerus tidak melepaskan rem tangan tersebut, top atau kakaku bisa saja dengan mudah memenangkan pertandingan ini. Aku memiliki sedikit harapan jika kakakku akan menang, tapi kenyataannya….

“sekarang!!!”teriak luhan sambil melepaskan rem tangan pada mobil tersebut.

Mobil luhan kini melaju sangat kencang, kemudian ia mengoper gigi menjadi gigi 2, dan kecepatannya dipertambah hingga mencapai 4000-5000 RPM. Sepertinya ia sengaja melancarkan trik drift seperti itu untuk mendapatkan kemenangannya.

“kau pasti bisa xi luhan, pasti bisa! Ini semua untuk adikmu, ya adikmu sehun.”

Tikungan pertama terlihat didepan mata, untuk melancarkan teknik Hand Brake Drift, kemudian ia menginjak kopling dan rem tangan bersamaan.

Seru penonton semakin memuncak ketika, xi luhan namja tampan original china itu berhasil menyalip top dengan teknik yang membahayakannya itu.

Terkejut?sangat

Aneh?apalagi

Heran? Tak usah ditanya

Kenapa bisa, dia menyalip kakaku yang jaraknya jauh hanya dengan teknik drift seperti itu. Park ahrin tenang tenang, kakakkmu pasti bisa menyusul.

“sial, bocah brengsek itu berhasil menyalipku dengan mudah arghhhh!”rutuk top sambil terus bersumpah serapah selama pertandingan berlangsung.

Pertandingan terus berlangsung, kini posisi luhan berada didepan, hingga akhir pertandinganpun posisi luhan tetap didepan. Sudah kukira tidak akan mungkin kakakku menang dalam kedaan seperti itu

“bagus, akhirnya aku bisa mengalahkan dia.”

Mobil Lamborghini Aventador LP700-4 milik luhan telah mencapai garis finish, disusul oleh mobil kakaku . Dengan cepat luhan keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati kakakku.

“sekarang, berikan dia padaku, sesuai dengan janjimu.”jelas luhan yang di iringi senyuman kemenagannya.

“sireo, aku tidak mau oppa. Aku hanya ingin bersama oppa.”protesku. aku tidak mau bersama pria bernama xi luhan itu, dengan sekali lihat saja dia pasti namja plaboy yang akan berbuat jahat.

“janji tetap janji, walaupun adikmu memprotes tapi tetap harus kubawa.”jelasnya dengan nada yang super diperkeras.

Aku tahu oppaku pasti sangat kesal karena kekalahannya, dan sekarang dia semakin bingung harus berbuat apa, karena jika dia memberikanku padanya, kakakku pasti sendirian, karena tidak ada lagi anggota keluarga lagi selain aku dijepang ini. Ya kalian tau, kami kabur dari korea karena alasan orang tua yang tak menyayangi kami lagi. kakaku terus saja diam tak memberi jawaban sama sekali, diam membisu.

“sekarang kau ikut aku.”tanpa basa-basi luhan langsung menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam mobil Lamborghini Aventador LP700-4 miliknya. Kemudian ia menyalakan mesin mobil dan dengan cepat menginjak pedal gas. Aku melihat kakaku dari spion mobil, ia berlari untuk mengejarku namun hasilnya nihil, luhan terus menginjak pedal gas dengan sangat kencang.

“yya, lepaskan aku, aku tidak mau ikut dengan namja sepertimu.”ucapku sembari mengerucutkan bibir.

“diam!!”teriak luhan yang sontak mebuatku kaget setengah mati dan detik itupun aku diam tak berkutit.

***

 

Top pov:

Tak pernah ku sangka, bahwa dia akan datang menemuiku datang untuk membalaskan dendam adiknya. Dia menantangku untuk bertanding drift. Tapi ia mengajukan satu syarat, jika dia menang maka adikku, ya adik perempaunku satu-satunya harus ku berikan pada dirinya. Detik itu aku sangat bingung, otakku terus berputar untuk menemukan jawabannya. Mungkin terlalu bodoh atau mungkin aku gila, aku menyetujuinya. Ku bilang baiklah dengan sangat mudah terluncur saja dari bibirku.

Pertandingan dimulai, aku melihat ia tak melaju hanya diam saja di garis start. aPa dia bodoh? Enthlah… sekarang aku harus fokus pada pertandingan ini, aku arus berani. Untuk apa aku dicap sebagai pembalap hebat kalau melawan amatir sepert dia saja tidk bisa. Bagai di serang petir di siang bolong, dn dewei fortuna berpihak pada namja sialan itu. Ia melancarkan trik hand brake drift, yang membuatku kalah telak.

Semuanya telah usai, dengan rasa kecewa dan marah berkecamuk didalam diriku, karena tanpa basa-basi namja sialan itu langsung membawa adikku pergi.

“oppa.. tolong aku oppa.” Sekilas aku mendengar adikku-ahrin berteriak seperti itu, adikku enggan bersama dia… ya, xi luhan. Apa yang kulakukan selanjutnya? Ku hanya bisa diam tak berkutik, seperti mangsa yang akan segera dilahap. Ia membawa adikku pergi. Setelah beberapa lama aku hanya bisa diam, sekarang aku mengejar mereka, aku berlari sekuat yang ku bisa. Namun tak ku kejar, karena terlalu kencang.

“tenang saja ahrin, oppa akan mengambilmu kembali. Oppa akan mencarimu.”

***

 

Mobil Lamborghini Aventador LP700-4 memasuki sebuah basement apartemen yang cukup mewah. Mungkin namja ini berasal dari keluarga kaya, karena tidak mungkin ia bisa membeli apartemen yang bisa kubilang mewah. Setelah mobil terparkir dengan benar, ia kemudian melepaskan save belt dan bergegas keluar mobil untuk membukakan pintu untukku.

“sekarang keluar, cepat.”perintahnya

“untuk apa kau membawaku kesini?”

“tidak usah banyak tanya, sekarang kau milikku, jadi sekarang kau hanya perlu megikutiku.”jawabnya dengan kesal. Tangannya terus mencengkram tanganku dengan kasar tanpa peduli bahwa aku sebenarnya kesakitan. Kami memasuki lift bersamaan. Setelah lift kami telah sampai pada lantai yang dituju, ia terus menarikku dengan kasar.

“lepaskan xi luhan kumohon, ini sakit.”ucapku dengan sangat lirih, tapi ia tidak menggubris rasa sakitku, ia terus menarrikku menuju apartemen miliknya. Setelah ia sampai kemudian ia membuka pintu apartemennya dan membawaku masuk kedalam apartemennya.

“duduk!”perintahnya dengan paksa, aku menurut saja dengan perkatannya. Dengan tangannya yang dilipat serta tatapan matanya yang tajam kearahku, sepertinya ada sejuta omongan yang ia ingin lontarkan padaku.

“untuk sementara kau dan aku akan tinggal disini.”

“bw..bwo? tinggal disini? Bersamamu?”dengan ekspresi kaget yang kuperlihatkan sepertinya luhan hanya bisa membalasnya dengan ekspresi acuh takacuh. Sedari tadi ia berdiri, tiba-tiba saja ia mendekatiku dan mendekatkan wajahnya padaku sangat dekat.

“wae? Kau takut? Kau takut jika aku akan melakukan sesuatu padamu?”godanya sembari terus mendekati wajahnya pada wajahku. Aku hanya bisa menggelengkan kepala dan kemudian tertunduk.

“oh, jadi kau tidak takut?” entah mengapa ia, semakin dekat dengan wajahku, aku berusaha mundur dari posisi dudukku agar dapat menghindarinya, namun terlambat…xi luhan namja itu malah menghimpitku sampai dia merapat ke ujung sofa sehingga membuatku terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa.

“yya..ka..kau mau melakukan apa xi luhan?”ucapku gemetar sembari menahan bahu miliknya.

“kau… masih muda.. kulitmu halus”dengan nada menggoda ia mengelus pipiku. “bibirmu rasanya seperti apa?” wajahnya semakin dekat dengan sorotan mata yang intens pada bibirku, keringat dingin mulai bercucuran keluar.

“ahrin……”dengan suara rendah dan parau luhan menyebut namaku. Membuatku semakin dan sangat ketakutan, aku hanya bisa memejamkan mata, napasku memburu sama seperti jantungku yang berdetak sangat kencang. Sedikit lagi, ya sedikit lagi wajah dan bibir kami bersentuhan.

“dasar yeoja pabo!”luhan mendengus dan kemudian ia kembali pada posisi semulanya yaitu berdiri. Kubuka perlahan mataku dan sudah mendapati luhan yang sedang berdiri.

“yya.. apa yang kau lakukan tadi hah!”masih dalam kondisi gemetar. Ia hanya memberikan senyuman yang sinis padaku.

“jawab pertanyaanku xi luhan.” Dengan nada memaksa aku terus bertanya padanya, bukannya menjawab justru ia melakukan hal yang sama lagi, mendekati wajahku, namun sekarang ia sambil memegang daguku dan senyum kelicikannnya terulas di bibir tipisnya itu.

“dengar yeoja bodoh, pertama aku hanya bermain-main saja dengan mu, kedua aku tidak mungkin tertarik dengan yeoja yang jelas-jelas statusnya adalah adik dari musuhku, ketiga…”jelasnya yang kemudian menghela napas sebentar. “kau tidak menarik tidak seperti gitar spanyol yang memiliki badan meliuk liuk, sedangkan kau? Sudah kecil tidak ada bagian yang menarik untuk kulihat… kampungan lagi, melihatmu sekarang membuat mataku sakit saja.”ejeknya.

Enak saja mengataiku kecil dan kampungan, dasar namja pabo. Kalau saja saat ini aku tidak bisa mengontrol emosi, sudah kuhabisi dia..ucapku dalam hati.

“sekarang kau jadi informasiku.”

“informasi?”

“ne, karena kau adik top mungkin kau tau antek antek beserta jalur komunikasi top, sehingga aku bisa menggali informasi lebih lanjut dalam masalah ini.” Jadi ini tujuanmu membawaku, agar mendapatkan informasi tentang kakaku, pintar juga namja ini.

“andwae.”

“oh jadi kau tidak mau, ingat posisimu sekarang hah! Kau sebagai tawananku disini, sekarang jika kau menolaknya, aku bisa melakukan apapun terhadapmu, bahkan melakukan yang seperti tadi aku bisa.”ancamnya padaku yang seperti biasa sorot matanya tajam penuh kebencian. Sebegitukah bencinya dia terhadapku. Aku hanya bisa mengangguk dan ia pun membalasnya dengan senyuman, dan aku yakin senyuman itu seolah-olah seperti ia akan mengatakan kalimat seperti ini –bagus yeoja ini akhirnya mau membantuku-

“tapi ada yang ingin kutanyakan sebelumnya.”

“bwo?”

“sebenarnya, kenapa kau sangat membenci kakakku?”

“itu sudah jelas, karena ia membuat adikku dalam kodisi kritis.”  Kondisi kritis katanya, aku semakin bingung dengan perkataannya itu.

“1 tahun yang lalu adikku yang bernama sehun dia juga seorang pembalap drift, ia selalu memenangkan balapan tersebut. Ia berinisiatif untuk bertanding melawan top, namun kakakmu yang brengsek itu melakukan cara kotor. Ia merusak rem tangan mobil adikku, sehingga mobilnya tergelincir dan terperosok jurang. Aku yang saat itu berada di korea, mendapat kabar bahwa sehun kecelakaan. Aku mendapati kondisi adikku terluka parah, luka lebam dan darah bercucuran dimana-mana. Sampai saat ini ia tak pernah bangun dari koma-nya. Dia anggota keluargaku satu-satunya yang tak pernah kukira akan seperti ini kondisinya, saat itu aku mencari informasi tentang runtutan kejadian dan siapa pelakunya, setelah aku tahu pelakunya itu kakakmu. Aku bersumpah pada diriku sendiri untuk membalaskan dendam untuk adikku, tidak peduli jika harus membunuh dia atau melakukan cara lainnya asalkan dia bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang!” ia mengepalkan tangannya sekuat tenaga, napasnya memburu saat menceritakaan tentang adiknya itu padaku, raut wajahnya terlihat kesal dan tidak dapat menerima segalanya.

Sekarang aku tahu, kenapa ia begitu menbenci namja bernama choi seunghyun. Karena itu semua demi adiknya, keluarga satu-satunya yang ia miliki. Ia bernasib sama sepertiku, hanya memiliki satu anggota keluarga yang menemani hidupnya. Mungkin jika kakaku dalam posisinya saat ini, aku yakin dia akan melakukan hal yang sama seperti luhan.

 

***

Malam yang sepi, tak ada tanda tanda saling bertegur sapa antara aku dengan xi luhan. Diam membisu, ituah kami saat ini. Aku hanya bisa duduk di sofa, dan memperhatikan namja itu sedang mengutak ngatik hp miliknya, entah sedang membalas sms atau apapun yang jelas saat ini sungguh membosankan.

“heh bodoh, kenapa kau memperhatikanku terus?”tanyanya yang memulai percakapan denganku sembari pandangannya tak beralih dari handphone yang ia genggam.  Aku mulai sadar sedari tadi aku memang memperhatikannya.

“an..aniya, siapa yang memperhatikanmu, sedari tadi aku memperhatikan…”bantahku yang kemudian dengan cepat kilat mencari objek sasaran untuk dijadikan sasaran agar dia percaya.

 “buku yang berada di atas meja coklat itu, kurasa cover buku itu menarik.”

Ia kemudian melihat buku yang tadi kusebutkan dan melihat sampul bukunya, anehnya ia melirikku dengan satu alis yang terangkat satu, menandakan ia keheranan.

“otakmu terbuat dari apa sebenarnya, bagaimana mungkin sampul buku yang hanya berwarna hitam dan tak ada gambarnya sekalipun itu kau anggap menarik?” karena tak percaya aku langsung meraih buku tersebut dengan cepat, dan melihat sampul depannya, kukira dia hanya berbohong tapi.. sial memang benar tidak ada gambar sekalipun hanya warna hitam yang membalut buku itu.

“tapi justru itu bagian menariknya, simple bukan?”kataku yang terus saja membela diri padahal sudah pasti aku yang kalah.

“benar dugaanku, kau memang tidak ada daya tarik, dan seleramu saja rendahan.”ledeknya terus menerus, kemudian ia bangkit dari posisi duduknya dan berjalan kearah kamarnya.

“yya xi luhan, jangan se-enaknya saja meledekku hah!”

“yya..xi luhan kau dengar atau tidak!!”

Dasar kau menyebalkan, namja jahat berhati dingin. Tanganku sudah gemas ingin mengobrak abriknya.

Luhan pov:

Kubaringkan tubuhku dengan nyaman dikasur, rasa lelah, penat menyeruak semua dipikiranku. Aku terus memandang langit-langit kamar, dan terus berpikir apa caraku salah,membawa ahrin kesisiku. Tapi ini demi membalaskan dendam adikku kepada choi seunghyun, aku sudah mempermalukan namja itu didepan semua orang dengan cara mengalahkannya, lalu mengambil adiknya. Tapi entah kenapa itu belum cukup, aku masih ingin melihat ia menderita, apalagi jika aku teringat kedaan sehun saat ini. Semakin aku ingin membunuh namja itu jika bertemu lagi. efek itu membuatku juga kasar terhadap ahrin-adiknya.

Apa caraku ini salah sehun? Tolong jawab pertanyaan kakak…

Dibalik pintu yang terbuka kecil, aku mengintip yeoja itu, ya park ahrin. Raut wajahnya tampak kesal, sepertinya karena tadi aku mengacuhkannya. Aku terus memandangnya dengan seksama.

“dasar kau xi luhan namja bodoh, menyebalkan.” Dengan kesal ia terus memperlihatkan wajah yang menurutku bodoh.

Drt…drt..

Hanphoneku bergetar, dengan gesit aku langsung mengangkat panggilan itu

“yeobsseo, ada perlu apa kau meneleponku?”

“APA? Baiklah sekarang aku akan pulang ”jantungku berdebar sangat kencang, aku tak menyangka sehun mengalami masa-masa kritis lagi.

Luhan pov end

“XI LUHAN NAMJA BODOOOOOOOOOOOH”teriakku dengan penuh semangat. Suara pintu terbuka, ia berjalan ke arahku, detik itu aku langsung diam karena takut ia akan marah lagi padaku atau memakimaki tanpa jelas. Ia berjalan tergesa-gesa seperti ada sesuatu masalah yang harus ia selesaikan. Kemudian ia menarik lenganku dengan paksa.

“kita mau kemana luhan-ssi?” ia tak menjawab terus saja menarikku menuju keluar apartemennya, dan berjalan menuju basement tempat mobilnya terpakirkan. Aku meronta-ronta, karena cengkramannya kuat sekali. Sudah dipastikan lenganku akan memerah. Napasnya kembali memburu sangat cepat antara kelelahan dan terburu-terburu itu hampir sama. Kami telah sampai di basement , ia tak mengucapkan sepatah katapun. Hanya sorot mata tajam yang ia perlihatkan.

“YYA xi luhan lepaskan!!”paksaku yang kmudia menarik lepas tangamu, benar saja kulihat pergelangan tanganku memerah. Namja jahat, tega sekali pada seorang yeoja.

Langkahnya terhenti karena aku yang secara menghempaskan cengkramannya secara paksa.

“kau sekarang sudah berani melawanku!”

“aku bukan melawan, tapi perlakuanmu sangat kasar aku tidak suka.”

“kasar? Hahahaha…”

kberanikan diri untuk menatap wajahnya sekaligus matanya, jika bukan untuk membela diriku sendiri mungkin aku sudah kabur.

“setidaknya kau berlaku baik padaku, tidak sekasar ini.. aku ini yeoja, kenapa kau tidak merasa kasiian padaku.”

“dengar, apa dulu kakakmu merasa kasihan pada adikku? Aniya.. dan sekarang akupun bisa melakukannya pada dirimu, jadi kau turuti saja perkataanku.”

“arraseo, tapi.. sebenarnya kita mau kemana?”

“korea.”

 

To be continue part 2

***

Makasih buat eon dita yang mau posttin ff abal ini *sujud sukur. Makasih juga buat yang udah mau baca apalagi ngoment. Tapi please jangan jadi silent reader ya 🙂

73 responses to “Begins of Revenge [CHAPTER 1]

  1. Wahhhh keren bgtzzz ceritanyaa….
    luhan jahat bgtzz sih sm ahrinn. Lembut dikit dunk kasian ahrin sll ditarik2 gt emg dy barang…
    next chapter selanjutnya…keep writing and fighting…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s