Two Moons : Eleven :

two moons (second version)

TWO MOONS

EXO Baekhyun | Jung Hye In (OC/You) | Super Junior Kyuhyun | EXO Lay

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Genre : Romance,Angst,Life

Rate : PG-15

Length : Seriesfic

Summary :

Semua hal bisa kau usahakan sendiri dan bisa kau lawan,kecuali satu yaitu takdir Tuhan. -Jung Hye In-

Poster : andinarima @ http://cafeposterart.wordpress.com/

Reccomended Song :

  • Lies (Bigbang)
  • Unmyeong (Hwol)
  • Hate U,Love U (Super Junior)

Cerita Sebelumnya :

( Six | Seven | Eight | Nine | TenKyuhyun,Hye In & Baekhyun. Mereka bertiga tak sengaja bertemu di rumah sakit saat Hye In hendak memeriksakan kandungannya,tak disangka pertemuan itu berujung pertengkaran. Ya,Baekhyun & Hye In mengungkapkan kenyataan bahwa mereka berdua sudah menikah & Hye In sudah mengenali Lu Han sebagai Baekhyun. Terang saja,Kyuhyun marah besar dan kecewa. Ia terpukul karena selama ini ia telah dibohongi semua orang. Eomma Kyuhyun menasihati agar putranya itu menerima kenyataan dan mencari orang lain untuk ia cintai,akankah Kyuhyun sadar akan kesalahannya? atau malah ia akan menyakiti Hye In dan membahayakan janin yang tengah dikandung yeoja itu?

BAEKHYUN

Sejak kepulangan dari rumah sakit itu,Hye In terlihat lebih diam dari biasanya. Pandangan matanya begitu kosong,berbagai hal terus berputar di otaknya sekarang,seperti sekarang ia hanya menatap televisi sambil menikmati cokelat hangat.

“Kau masih memikirkan yang tadi?” ujarku sambil duduk disampingnya.

Hye In menghembuskan nafas panjang.

“Kau lihat sendiri kan reaksinya tadi,Byun? mengerikan,” tanggapnya.

“Kau takut dia akan menyakitimu?”

“Tentu saja !!! Orang yang tengah kecewa dan dikuasai amarah bisa melakukan apa saja,Byun,” Hye In menatapku.

Tanganku bergerak dan mengusap puncak kepalanya,berusaha memberi ketenangan.

“Lalu kau mau apa sekarang?”

“Hhmmm…apa kau setuju jika aku resign dari kantor?”

Resign?” tanyaku ulang.

“Sepertinya lebih baik aku pergi jauh-jauh darinya sekarang,tapi kalau kau keberatan aku akan tetap bertahan,”

Aku menatapnya heran.

“Kau pikir aku gila,membiarkanmu satu tempat dengannya? Ya,sudah aku juga setuju kau resign dari kantor,bila perlu besok aku temani saat mengajukannya pada atasanmu,”

“Terimakasih banyak,Byun. Tapi kau juga punya tanggung jawab di kantor,jadi kau hanya perlu mengantarkanku sampai kantor saja,”

“Benar? Kau tidak apa-apa sendirian?”

“Tak apa,aku akan baik-baik saja,Byun,”

“Baiklah,” aku mencium keningnya lembut.

Setelah itu aku & Hye In beranjak menuju kamar tidur dan terbang ke alam mimpi.

***

Esok Paginya…

“Memangnya kau tidak akan terlambat?” tanya Hye In ketika aku ikut keluar dari mobil.

“Sebentar saja,mengantarmu hingga ke lobby tidak akan lama kan?”

Hye In tersenyum,aku mengamit lengannya dan membimbingnya masuk. Suasana kantor cukup ramai,maklumlah ini jam masuk. Aku mengantar Hye In hingga ia sampai di depan resepsionis.

“Sudah,sampai sini saja,Byun. Cepat pergi sana,”

“Kau mengusirku?” tanyaku usil.

Hye In terkikik pelan,ia mendorong bahuku.

“Aku tidak mau kau dimarahi Joonmyun sajangnim,Byun,”

“Baik,Nyonya Cho. Kalau begitu aku pergi,”

Saat aku hendak melangkahkan kaki,aku mendapati Yixing yang baru saja datang.

“Hei,pengantin baru !!! Apa kabar?” Namja itu memelukku akrab.

“Haha,kau ini bisa saja. Aku baik-baik saja kok,”

“Oh ya,sepertinya kakakmu sudah tahu hal yang sebenarnya,”

Aku tersenyum kecil.

“Ya,begitulah. Hhhmmm..hari ini Hye In akan mengajukan surat pengunduran dirinya,”

“MWO??? Kau tidak salah bicara,kan?”

Aku menggeleng.

“Aku mohon bantuanmu untuk melindunginya,Yixing-ah. Aku takut dia melakukan hal diluar dugaan pada Hye In,”

“Tentu saja,aku selalu berada di pihakmu,Baekhyun-ah,”

“Terimakasih banyak,Yixing-ah,”

Aku melambaikan tangan kearah Hye In & Yixing,tak sampai lima menit mobilku sudah melesat cepat menuju kantor.

HYE IN

“Ah,aku akan kehilangan rekan kerja yang menyenangkan,” ucap Yixing sepeninggal Baekhyun.

Aku tersenyum kecil.

“Aku juga,Yixing-ssi. Aku baru mengenalmu beberapa waktu lalu tapi sungguh kau teman dan rekan kerja yang baik,”

“Jadi kau meninggalkan kantor dan karirmu karena dia?”

“Yah,begitulah. Terdengar naif memang,tapi kurasa jika aku disini terus itu akan membahayakanku,calon bayiku dan juga Baekhyun,”

“Aku akan selalu berdoa yang terbaik untuk kalian berdua,”

“Terimakasih banyak,Yixing-ssi,”

Aku dan Yixing berpisah,namja itu berjalan menuju kubikelnya sementara aku melangkahkan kaki ke ruangan Kim Sajangnim. Tok !!! Tok !!! Tok !!! Aku mengetuk pintu berwarna cokelat kayu tersebut.

“Silahkan masuk,” terdengar sahutannya dari dalam.

“Selamat pagi,Sajangnim,”  

“Selamat pagi,Hye In-ah. Ada apa kau kemari?”

Sajangnim,mohon maaf sebelumnya tapi aku mau memberikan ini,” aku mengangsurkan amplop berwarna putih tersebut ke mejanya.

Pria paruh baya itu tampak kaget ketika membaca tulisan “LETTER OF RESIGNATION” disana,ia membuka dan membacanya dengan saksama. Terdengar helaan nafas beratnya dan lalu kembali menatapku.

“Kau yakin dengan keputusanmu,Hye In-ah?” tanyanya.

“Saya sudah yakin,sajangnim. Ini sudah keputusan saya dan juga suami saya,maaf ini bukan karena gaji,kinerja rekan satu divisi atau yang lainnya tapi ini karena seseorang yang membuat saya tidak bisa lagi bertahan lagi karena akan membahayakan diri saya. Maaf,kalau alasan saya untuk keluar dari sini terdengar naif dan tidak profesional tapi saya yakin ini yang terbaik,” jelasku.

“Kau salah satu karyawan terbaik di perusahaan ini,Hye In-ah. Kau selalu mengerjakan semuanya dengan baik dan tepat waktu,saya puas dengan hasil kerjamu tapi kalau kau memang sudah tak nyaman lagi,saya tak bisa menahanmu lagi lebih lama. Saya terima surat pengunduranmu,soal pesangon dan yang lainnya bisa kau urus hari ini juga. Senang bisa bekerja sama denganmu,Hye In-ah. Semoga kau dapat pekerjaan yang lebih baik nantinya,”

“Terimakasih banyak,Sajangnim. Anda telah membimbing saya lebih dari cukup dan memberikan pengalaman berharga,maaf atas segala kekurangan saya selama ini,saya pamit Sajangnim,” aku membungkuk dalam.

Aku segera keluar dari ruangannya tapi betapa terkejutnya aku kala mendapati Kyuhyun sudah berdiri dihadapanku.

“Kau mau mengundurkan diri?” tanyanya.

Aku mengerenyitkan alis.

“Kau tahu dari mana?” tanyaku balik.

“Kau tidak perlu tahu,yang perlu kau jawab adalah apa benar kau mengundurkan diri?”

“Ya,aku mengundurkan diri. Sudah puas dengan jawabanku,Tuan Cho?”

“Kenapa kau mengundurkan diri? Apa ini semua karena aku?”

“Haha,ck !!! Percaya diri sekali kau,kenapa kau mengira penyebabnya adalah dirimu?”

“Karena semuanya saling berkaitan. Kau memutuskan untuk pergi dari perusahaan ini sejak aku tahu kau sudah menikah dengan Baekhyun,”

“Ini sama sekali bukan urusanmu,Kyuhyun-ah. Apapun alasannya kau sama sekali tidak berhak untuk mencampurinya,jadi sekarang biarkan aku pergi,” aku hendak menerobosnya,namun tangan lelaki itu mencengkram lenganku.

“Argh !!! Apa yang kau lakukan padaku,Kyuhyun-ah? Lepaskan !!!” teriakku.

“Gugurkan kandunganmu,” ucapnya pelan,tapi aku masih bisa mendengarnya.

“MWO??? Apa kau gila,huh??? Aku tidak akan melakukannya !!!”

“Gugurkan kandunganmu,bercerai dengan Baekhyun dan lalu menikahlah denganku !!!” bentaknya.

“YA,Cho Kyuhyun !!! Sudah berapa kali aku bilang,kalau aku tidak mencintaimu !!! Kenapa kau begitu memaksa,huh?”

“Aku tidak akan pernah menyerah sebelum kau jadi milikku,Hye In-ah,” seulas evil smirk tercetak jelas di wajahnya.

“Kau mengerikan !!! Kau benar-benar sakit jiwa,lepaskan aku !!!” aku meronta,tapi tenaga Kyuhyun jauh lebih besar dariku.

“Lepaskan dia,Kyuhyun-ssi !!!” kudengar jeritan seseorang—Yixing.

“Mau apalagi kau? Jadi pahlawan kesiangan? pergi sana !!! Ini bukan urusanmu,” Kyuhyun menatap Yixing nyalang.

“Kau tidak malu berbuat kasar pada yeoja? Cish,kau tak lebih dari seorang pengecut !!!”

Kudengar jelas gigi Kyuhyun yang bergemeletuk,ia menarikku untuk keluar dari kantor. Semua mata tampak memandang kami heran namun tak ada satupun yang berani menghentikan Kyuhyun yang tengah dikuasai amarah.

“Lepaskan aku !!!” aku tak berhenti meronta,kini kami berdua sudah berada di parkiran.

“DIAM !!! Atau aku akan semakin menyakitimu !!!”

Ia mendudukanku dengan kasar di kursi penumpang,setelah ia duduk di kursi supir,ia memasangkanku seatbelt.

“Kita akan pergi kemana? Biarkan aku pergi,Cho Kyuhyun,” suaraku mulai terdengar bergetar.

“Sudah kubilang aku tak akan rela jika kau tak jadi milikku,Jung Hye In !!!”

Kyuhyun mengerakkan perseneling dan menancap gasnya dalam-dalam,ia mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi. Aku melirik spidometer yang terlihat,120 km/jam. Aku berusaha meraih ponselku dan hendak menghubungi Baekhyun,tapi dengan sekali gerakan Kyuhyun merebutnya dariku dan membuangnya keluar.

“Kau mau apa? menghubungi Baekhyun? Jangan bermimpi !!!”

“Kau gila !!! kau benar-benar gila,Kyuhyun-ah !!!” aku berteriak sambil menangis.

Kyuhyun menambah kecepatannya,aku mengigit bibir bawahku sambil menutup mata. Kini aku memanjatkan doa,aku tidak berharap banyak selain aku bisa dengan selamat dan terbebas dari situasi ini. BRAAAAKKKK !!! setelah itu kurasakan hantaman yang cukup keras,mobil Kyuhyun bertabrakan dengan sebuah mobil SUV. Kepalaku beradu keras dengan dashboard,aku merasakan darah segar mengalir di keningku dan setelah itu semuanya menjadi gelap.

YIXING

Aku hendak memblok mobil Kyuhyun agar berhenti namun…BRAAAAKKK !!! belum sempat aku melakukannya,aku melihat mobil Kyuhyun bertabrakan dengan sebuah mobil SUV. Saking kerasnya,kap mobil Kyuhyun menjadi penyok. Aku memarkirkan mobilku ke tepian jalan,keluar dan berlari menuju mobil mereka. Kulihat Kyuhyun & Hye In sudah terkapar,darah segar mengucur dari kening mereka berdua.

“Siapapun tolong !!!” teriakku.

Orang-orang berhamburan dan menghubungi polisi juga ambulans. Sementara aku,dengan tangan bergetar menghubungi Baekhyun.

“Yeoboseyo,” sahut Baekhyun diseberang.

“Baekhyun-ah…,”

“Ada apa,Yixing-ah?” tanyanya.

“Hye In…,”

“Hye In? Ada apa dengannya? dia baik-baik saja,kan?”

“Hye In,dia kecelakaan,Baekhyun-ah,” lirihku.

“MWO??? Kau sedang tidak salah bicara kan?”

“Aku serius !!! Hye In & Kyuhyun mengalami kecelakaan,”

“Ya Tuhan !!! Aku akan segera kesana !!!”

Klik. Setelah itu sambungan telepon terputus. Tak sampai 10 menit,Kyuhyun & Hye In sudah dibawa menuju rumah sakit. Sementara aku dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi mata,setelah proses selesai aku langsung meluncur ke rumah sakit.

Seoul Internasional Hospital,10.00 KST…

“Baekhyun-ah,” saat sampai disana,aku mendapati Baekhyun yang terduduk lemas di lorong rumah sakit.

Namja itu tampak begitu kehilangan arah,tatapan matanya sendu dan kosong.

“Maafkan aku,aku tidak bisa menjaga Hye In dengan baik,” ucapku.

Baekhyun mendongak dan menatapku.

“Ini bukan salahmu,kau sudah berusaha tapi pada akhirnya ini semua yang terjadi,”

Suasana hening sesaat,tak lama kedua orangtua Baekhyun dan Hye In sudah datang.

“Baekhyun-ah,bagaimana keadaan Hye In?” Jung Ajhumma tampak begitu khawatir.

“Dia masih di dalam,Eomma. Sedang dalam penanganan,” jelas Baekhyun.

“Oh,Tuhan. Appa tidak mengerti apa yang tengah berada di benak Kyuhyun sekarang,” ucap Cho Ahjusshi.

“Lebih baik kita berdoa sekarang,semoga mereka dalam keadaan baik-baik saja,” tanggap Jung Ahjusshi.

Kami semua larut dalam doa dan setelah 1 jam berlalu,akhirnya dokter keluar dari UGD.

“Bagaimana keadaan mereka,dok?” tanya Cho Ajhumma.

“Mereka berdua,dalam keadaan yang tidak terlalu parah. Hanya saja,Kyuhyun dia mengalami sedikit fraktur pada tungkai kakinya tapi itu bisa sembuh dalam waktu dekat dan Hye In…,”

“Hye In,dia bagaimana kondisinya?” Baekhyun tambah panik.

“Kondisinya baik,tapi hanya saja ada permasalahan dalam kandungannya. Ia sedang hamil muda,bukan? Ia mengalami perdrahan tapi untung saja cepat ditangani,kalau tidak maka nyawa bayinya tidak akan tertolong,” jelas dokter.

Terdengar helaan nafas berat disaat bersamaan,Baekhyun kembali duduk dengan lemasnya.

“Mereka akan dipindahkan ke ruang perawatan,nanti sore mereka berdua baru bisa dijenguk. Untuk sekarang biarkan mereka beristirahat,” jelas dokter lagi.

“Yixing-ssi,kau boleh pulang sekarang. Sepertinya kau butuh istirahat untuk bekerja besok,” ucap Cho Ajhussi.

Aku beranjak pamit dan bergegas meninggalkan mereka semua,sungguh aku khawatir dengan kondisi mereka terutama Hye In.

BAEKHYUN

“Nak,sekarang kau makan ya,” Eomma mengangsurkan sekotak ramen padaku,tapi aku menghindar.

“Kau perlu makan dan energi,sayang,” bujuk Jung Eomma.

“Apa aku tidak berhak bahagia,Appa? Eomma?” aku menatap keempat dari mereka dengan tatapan nanar.

“Hush !!! Apa yang kau bicarakan? Tentu saja kau berhak,” ucap Appa.

“Tapi kenapa? Kenapa Kyuhyun Hyung tidak senang melihatku bahagia??? kenapa dia selalu berusaha mengusiknya? Apa dia ingin Hye In mati bersamanya??? Atau lebih baik kalau aku yang mati???” aku mulai menangis.

“Jaga ucapanmu,Cho Baekhyun !!! Kalian berdua berharga !!! Kalian berhak untuk bahagia,jadi kau tidak boleh berbicara seperti itu !!! Hye In,dalam keadaan baik-baik saja,dia akan selalu berada disampingmu !!!” ucap Appa.

Aku menangis terisak,Eomma memelukku dan berusaha menenangkanku. Suasana terasa lebih hening setelah itu,sore menjelang akhirnya kami beranjak menuju ruang perawatan. Aku bersama Jung Appa & Eomma menuju kamar perawatan Hye In,sementara Appa & Eomma menuju ruang perawatan Kyuhyun. Aku melihat Hye In yang masih terbaring lemah di tempat tidurnya,kini tangannya dialiri infus.

“Sayang,kenapa kau tidak percaya padaku,hm? Sudah kubilang,tak apa aku menemanimu. Tapi kau masih bersikeras untuk melakukannya sendiri,sekarang kau lihat akibatnya,kan? Kau hampir dicelakai Kyuhyun Hyung,aish apa aku masih pantas memanggilnya dengan sebutan Hyung??? Hye In-ah,cepatlah bangun dan jangan membuatku khawatir,” aku mengenggam tangannya erat.

Perlahan tangan Hye In bergerak,ia mengerang pelan. Kedua bola matanya terbuka,sepertinya ia berusaha mengumpulkan kesadarannya yang belum 100 %.

“Byun…,”

Aku tersenyum.

“Kau sudah aman,Hye In-ah. Kau bersamaku,”

“Aku takut,Byun,”

“Lupakan saja,anggap semua tidak pernah terjadi. Jangan pernah ingat lagi kejadian ini sekalipun,”

Hye In menangis dan aku memeluknya dengan sayang.

KYUHYUN

“Pikirkan semuanya baik-baik,Kyuhyun-ah. Kau hampir mencelakai adik iparmu sendiri,kau mau melihat adikmu depresi karena kehilangan calon anaknya dan istri yang disayanginya,huh?” cecar Appa.

“Yeobo,sudah cukup. Bagaimanapun sekarang dia butuh ketenangan,” ucap Eomma.

“Aish,aku tak habis pikir dengan jalan pikirannya. Setelah membohongi kita dan sekarang dia hampir membuat adik iparnya sendiri mati ditangannya,”

Aku merasakan hatiku perih sekali,seperti ditusuk dengan ribuan jarum. Aku merasakan air mataku mengalir pelan,aku ingat betul bagaimana Hye In yang memohon padaku untuk dilepaskan tapi aku terlalu gelap mata untuk mendengarnya.

“Jangan salahkan Baekhyun,kalau setelah ini dia akan membencimu,” tegas Appa.

Setelah itu,Appa & Eomma meninggalkanku sendirian di ruang perawatan. Oh,jadi sekarang semua memusuhiku??? batinku.

***

Dua Hari Kemudian,Taman Rumah Sakit….

Aku berjalan dengan infus yang masih menancap di tangan,aku menggunakan kursi roda. Kuhirup udara pagi dalam-dalam dan berusaha menikmatinya.

“Cho Kyuhyun…,” ucap seseorang.

Aku memutar balik kursi rodaku dan…BUGH !!! tiba-tiba kurasakan tinju di wajahku. Dan yang melakukannya adalah Baekhyun.

“Baekhyun-ah,kenapa kau memukulku?” tanyaku.

“KENAPA??? Kau masih sempat bertanya kenapa,Cho Kyuhyun??? Itu karena kau mencelakai Hye In !!! Sebenarnya apa yang tengah ada di pikiranmu,huh? Apa kau tidak puas dengan semua yang kau lakukan padaku selama ini? Dan sekarang??? Kau mau membuat dia mati !!! Itu maumu? kau mau,dia mati bersamamu???” teriaknya.

Aku menelan ludah,berbelas-belas tahun mengenalnya baru kali ini aku melihat amarahnya yang sebesar ini.

“Kenapa??? Kenapa kau selalu iri denganku? kenapa kau ingin merebut kebahagiaanku? Kurang apa aku selama ini menjadi adikmu,huh? Ayo jawab !!!” ia mencengkram kerah baju rumah sakitku dengan kasar.

“Maafkan aku,Baekhyun-ah..,” lirihku.

“Maaf? Kau minta maaf,sekarang? Semuanya sudah selesai !!! Tidak ada kata maaf lagi untukmu dan mulai sekarang kau bukan kakak laki-lakiku lagi !!! Kau tidak pantas untuk kupanggil Hyung !!!” Baekhyun melepaskan tangannya dan berbalik meninggalkanku,ia tak menghiraukan jeritanku yang memanggil namanya.

____________________________________________________________________________

Akankah setelah ini Kyuhyun benar-benar menyesal? Apa yang akan dilakukannya agar Baekhyun kembali menganggapnya sebagai kakak lelakinya? Bagaimana kehidupan pernikahan Hye In & Baekhyun setelah ini? comment readers sangat berharga,gomawo. 🙂

65 responses to “Two Moons : Eleven :

  1. Pingback: Two Moons : Fourteen : | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s