Like a Pair of Shoes (Prolog)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

like a pair of shoes prolog

Like A Pair Of Shoes

{Prolog}

by

my sign

(@fajriamuli)

visit my wp: https://pinkeueunmazing.wordpress.com

***

{ Park Chanyeol & Jung Eunji }

Romance–Marriage Life–Comedy (maybe)

Chapter || PG – 13

Sebenernya ini ff udah lama banget bertapa di komputerku dan gak mau kulanjutin tapi ternyata pas aku post prolognya di wpku yang ngebujuk aku buat ngepost part selanjutnya banyak banget dan aku gak tega juga T_T

Buat kalian yang udah nunggu semoga ini gak ngecawain yaa.. maaf banget udah bikin penasaran setengah idup/?

Disclaimer!

Plot hanyalah karya fiksi yang 100% murni karya saya. Tokoh milik tuhan, kedua orang tuanya, exo stan, dan pink panda bersama. Dibuat semata-mata hanya untuk hiburan. Jangan dibawa serius. Kesamaan tokoh atau cerita yang mungkin terjadi karena ketidak sengajaan/kebetulan, bukan tindakan plagiat.

If you don’t like the pairing, or anything else from this ff, don’t bash. Respect me as the author. Read, Comment, Like is necessary. Thanks and happy reading!^^

~**~

“We have to be always together, no matter what. Cause my life without you is like a shoe without its pair. They’ll useless, just the same with me. I’m not perfect, so you are. But we’ll perfect and complete together.”

****

***

**

*

Liburan kenaikan kelas segera usai. Jung Eunji telah menyelesaikan liburannya di Amerika. Ia baru saja menginjakkan kakinya kembali di Korean setelah meninggalkannya selama 2 minggu. Yeoja itu menyeret kopernya sampai kedepan bandara dan segera mencari taksi untuk ditumpanginya sampai ke rumah. Matanya menangkap hanya tinggal satu taksi yang tersisa di tempat taksi berada. Karena tak mau berlama-lama disana langsung saja ia langsung menghampirinya.

                “Paman aku mau naik taksinya.”

                “Paman aku mau naik taksinya.”

                Ucap Eunji dan seorang namja secara bersamaan. Kedua orang yang berdiri bersebelahan itu kemudian menatap satu sama lain. Eunji kemudian sadar namja itu adalah orang yang tadi duduk bersebelahan dengannya saat di pesawat. Begitu juga sang namja.

                “KAU?!”

                “KAU?!”

                Keduanya saling tunjuk menunjuk satu sama lain.

                “Aku duluan!”

                “Aku duluan!”

                Seru keduanya bersamaan lagi. Eunji semakin kesal, begitu juga namja itu. Keduanya sama-sama tak mau mengalah dan berlomba-lomba untuk menaruh koper mereka duluan di bagasi. Namun ternyata mereka menaruh kopernya masing-masing secara bersamaan (lagi). Sang supir taksi hanya menatap mereka bingung.

                “YA! Minggir! Taksi ini milikku!” Eunji tetap ngotot bahwa ia duluan yang akan menaikinya.

                Namja itu, Park Chanyeol, juga tak mau kalah. Ia tetap mempertahankan yang ia anggap haknya. “Taksi ini milik supirnya bodoh. Sudahlah kau ini mengalah saja.”

                “Dimana-mana namja mengalah untuk yeoja. Sekarang siapa yang bodoh, huh?” Eunji langsung melangkah menuju pintu kanan taksi dan membukanya, kemudian ia menaikinya. Chanyeol tak mau kalah juga, ia juga melangkah menuju pintu kiri dan kemudian ikut masuk kedalamnya.

                “YA! Keluar!” Usir Eunji mendorong-dorong Chanyeol.

                “Tidak akan!” Chanyeol menahan tubuhnya agar tidak sampai terjatuh keluar taksi, mengingat ia belum menutup pintunya.

                “Memang tujuan kalian berdua kemana?” Tanya sang supir.

                “Cheongdam-dong Garden City, Gangnam-gu!”

                “Cheongdam-dong Real Estate, Gangnam-gu!”

                Jawab Eunji dan Chanyeol yang seakan sudah mendapat aba-aba untuk mengucapkannya di waktu yang sama.

                “Sudah-sudah.. kalian saya antar bersamaan saja. Lagipula keduanya tak berjauhan.” Lerai pak supir yang sudah duduk di jok kemudi.

                “TIDAK!”

                “TIDAK!”

                Tolak mereka secara bersamaan (untuk kesekian kalinya).

                “Tidak mau diantar bersamaan tetapi tak ada yang mau mengalah juga, lalu bagaimana?” Ucap sang supir yang sedikit kewalahan.

                Keduanya kemudian berfikir sejenak. Dan akhirnya karena sama-sama egois mereka pun menyetujui untuk diantar secara bersamaan.

                Semoga aku tak akan pernah bertemu dengan orang ini lagi. Batin Eunji.

                Mengapa aku harus bertemu dengan yeoja seperti ini. Pikir Chanyeol.

~***~

                Hari ini tahun ajaran baru telah dimulai. Jam pelajaran pun sudah dimulai dan seluruh murid sudah berada di ruang kelasnya masing-masing. Namun masih terdengar derap lari orang di koridor. Dua orang berlari di koridor –berusaha agar bisa segera sampai dikelasnya masing-masing. Begitu di perempatan koridor –dari arah yang berlawanan mereka berlari –tak sengaja keduanya bertabrakan hingga salah satu dari mereka yang merupakan seorang yeoja terjatuh.

                “Jeosonghabnida.” Sang namja meminta maaf secara formal dan membungkuk.

                Sedangkan si yeoja masih meringis kesakitan. Karena kasihan namja itu mengulurkan tangannya. Tanpa pikir panjang yeoja itu menerima bantuannya dan ia pun berusaha berdiri kembali. Yeoja yang lebih pendek dari namja itu masih menepuk-nepuk seragamnya agar terbersih dari debu.

                “Joesonghabnida.” Ulang sang namja lagi.

                “Ne, Gwenchana.” Balas yeoja itu, Jung Eunji. Karena ingin tau siapa orang itu ia pun sedikit mendongakan kepalanya.

                Keduanya kemudian bertatapan dan sama-sama terkejut. Namja itu dan yeoja itu, Jung Eunji dan Park Chanyeol, mereka kembali bertemu. Bahkan akan sering bertemu mengingat mereka sekarang bersekolah di sekolah yang sama.

                “KAU?!”

                “KAU?!”

                Keduanya saling tunjuk menunjuk satu sama lain. Sama seperti kejadian di airport beberapa hari lalu.

                “Kau bersekolah disini?” Tanya Chanyeol memastikan.

                Eunji hanya mengangguk sebagai jawaban.

                “Kelas berapa?” Chanyeol kembali bertanya.

                “Kelas dua.” Jawab Eunji singkat.

                Kemudian bibir Chanyeol terangkat sebelah membentuk sebuah seringai. “Perkenalkan, aku Park Chanyeol. Sunbae barumu disini, Jung Eunji.” Setelah membaca name tag Eunji, ia mengulurkan tangan kearah yeoja itu.

                “Tidak mungkin..” Gumam Eunji. Seakan dirinya baru saja tersambar petir di pagi yang cerah ini. Mungkin cuaca memang cerah. Tetapi tidak untuk hatinya yang suram mendadak.

~***~

                “Kau, kenapa dunia ini terlalu sempit. Mengapa aku selalu bertemu denganmu?! Sejak kapan kau juga training disini? Aish..”

~***~

                “Apa?! Perjodohan? Don’t be silly.”

~***~

                “Apa dunia ini hanya berisi kita berdua? Kemana pun aku pergi bahkan kemana pun takdir membawaku, selalu saja kau yang kutemu dan selalu saja kau orangnya.”

~***~

                “Apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang tau kalau kita sudah menikah.”

~***~

                “Aku mulai menyukainya. Ahh tidak mungkin! Aku membencinya! Sungguh membencinya! Lalu mengapa aku cemburu jika ia berdekatan dengan orang lain?”

~***~

                “Kau tak boleh berdekatan dengan namja itu!”

                “Apa urusannmu? Siapa kau seenaknya melarangku? Dan apa hakmu?”

                “Aku? Aku suamimu. Dan tentu seorang suami berhak untuk melarang istrinya berdekatan dengan namja lain.”

~***~

                “Kesempatan debut sudah ada di depan matamu, jadi lebih baik aku saja yang mengundurkan diri.”

~***~

                “Chanyeol-a aku diterima menjadi trainee di A**** Entertainment! Sebentar lagi aku juga akan menyusulmu debut.”

~***~

                “Untuk kita berdua… semoga berhasil! Fighting!”

~***~

                “Setelah semua kejadian yang kita lalui kini aku yakin kau takdirku. Apa pun yang terjadi tetaplah bersamaku. Layaknya sepasang sepatu, mereka harus tetap bersama…”

—TBC—

Taraaa~~ inilah hasil karya abalku, berhubung part selanjutnya udah ada mungkin next chapternya cepet datang ^0^

49 responses to “Like a Pair of Shoes (Prolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s