Two Moons : Sixteen-A :

shinestory-two-moons

TWO MOONS

Super Junior Kyuhyun | EXO Lay | Kim Yoo Hyeon (OC)

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Length : Seriesfic

Genre : Romance,Angst,Life

Rate : PG-15

Summary :

Hanya ada satu matahari & rembulan dalam 24 jam,jadi rembulan mana yang akan kau pilih untuk menemani malammu?

Poster : Haruru98 @ http://cafeposterart.wordpress.com/

Reccomended Song :

  • Wolf (EXO)
  • You Don’t Know Love (K.Will)

 

Cerita Sebelumnya :

( Thirteen | Fourteen | FifteenDalam waktu singkat,Kyuhyun & Yoo Hyeon merasa nyaman dan jatuh cinta satu sama lain. Berkat kehadiran Yoo Hyeon,perlahan Kyuhyun berubah jadi sosok yang lebih dewasa dan bijak. Kabar baik yang lain pun menyusul,Kyuhyun sudah berbaikan dengan Baekhyun. Pertemuan mereka yang tidak sengaja ternyata berujung manis,dibalik kebahagiaan ternyata terselip juga kesedihan,Yixing–namja itu meminta untuk tetap kembali pada Yoo Hyeon. Sanggupkah Yoo Hyeon melepaskan diri dari Yixing dan menata masa depannya dengan Kyuhyun? Sanggupkah Kyuhyun melindungi Yoo Hyeon dari ancaman Yixing? Lalu,siapkah Baekhyun menjadi suami siaga bagi Hye In dan calon bayinya?

YOO HYEON

“Nona..,” sosok Yeon Hee menyembul dibalik pintu.

“Ya,ada apa?” tanyaku sambil menyisir rambut.

“Sebaiknya anda tidak turun dulu,Nona,”

“Memangnya ada apa?” aku menatap Yeon Hee heran.

Yeon Hee tampak gelisah,ia mengigit bibirnya.

“Ada Tuan Zhang dibawah,”

“MWO?” pekikku.

Aish,kenapa namja itu kemari lagi? Tidak cukupkah yang ia lakukan semalam padaku?

“Dia menunggu di mobilnya,aku sudah berpesan pada Ryeojin untuk tidak menyuruhnya masuk,”

Aku menelan ludah.

“Maaf,kalau aku terlebih dahulu mengambil keputusan,Nona. Sebenarnya semalam saya melihat apa yang terjadi diantara Nona dan Tuan Zhang,” jelasnya.

Aku tersenyum kecil.

“Tak apa,Yeon Hee. Aku malah sangat berterimakasih,”

“Sebaiknya Nona tidak kemana-mana,saya akan mencari cara supaya dia pergi,”

Sepeninggal Yeon Hee,aku langsung meraih ponselku dan menghubungi seseorang.

Yeoboseyo,” terdengar sahutan seseorang diseberang.

“Kyuhyun-ah,apakah kau sudah dalam perjalanan?” tanyaku.

“Tentu saja,ada apa?”

“Hhmm…bisakah kau menjemputku?”

“Menjemputmu?” pekiknya.

“Aku benar-benar dalam keadaan darurat,Kyuhyun-ah. Aku butuh bantuanmu,” ucapku dengan suara memohon.

“Baiklah,kirimkan alamatmu via pesan singkat,”

“Oke,terimakasih banyak,Kyuhyun-ah,”

Aku memutus sambungan telepon dan mengetik alamat rumahku,baru saja aku selesai menekan tombol send,seseorang sudah merampas ponselku. Terang saja aku terkejut dan saat aku mendongak,aku mendapati sosok Yixing sudah berdiri dihadapanku.

“Kenapa kau tidak mau menemuiku,hm?” tanyanya.

“Sudah kubilang kau jangan mengangguku lagi,”

“Aku hanya ingin mengantarmu ke kantor,apakah itu termasuk menganggu?”

“Aku bisa pergi sendiri,Yixing-ah. Kau tidak perlu repot-repot,” aku meraih tas tanganku dan hendak meninggalkan Yixing.

Namun dengan sigap,tangan kekarnya menahanku dan mencengkramnya erat.

“Jangan pergi,” lirihnya.

“Biarkan aku pergi,nanti aku bisa terlambat !!!”

Yixing membuka kotak pesan di ponselku,ia mendengus pelan kala membaca pesan terakhirku dengan Kyuhyun.

“Huh,ternyata kau benar-benar memiliki affair dengan pasienmu itu,” ia menyeringai.

“Itu bukan urusanmu lagi,Yixing-ah. Jadi kumohon lepaskan aku !!!”

Yixing menghentak lenganku hingga jarak kami berdua begitu dekat,bahkan aku bisa merasakan deru nafasnya di wajahku.

“Sudah kubilang kau milikku,jadi semuanya akan menjadi urusanku !!!”

Aku berusaha melepaskan diri tapi Yixing tidak mengendurkan tenaganya,sehingga aku kesulitan.

“Zhang Yixing,kau mengerti alasanku bukan? Kita tidak bisa bersama,aku memang masih mencintaimu tapi keadaan tidak mendukung kita untuk bersama. Jadi kumohon lepaskan aku dan jangan memaksa,” jelaku.

“TIDAK !!! Kau pikir aku menunggu bertahun-tahun selama ini untuk apa??? Itu semuanya kulakukan untukmu !!! Apa kau tidak paham juga,huh?”

“Kau mau melihatku kembali terluka? Kau mau melihatku harus merelakanmu lagi? Itu yang kau mau?”

“Aku akan berjuang lebih keras,Hyeon-ah. Aku berjanji !!!”

“Tapi keadaan tidak berpihak pada kita,lalu kau mau apa???”

“Kau !!! Kau yang tidak berpihak padaku !!! Bukan keadaan !!!”

“Sungguh lepaskan aku,kau menyakitiku !!!” sekuat tenaga aku melepaskan diri darinya,hingga badanku terhuyung ke belakang.

Tepat saat aku terhuyung,Kyuhyun menahan tubuhku agar tidak jatuh.

“Jadi ini keadaan daruratmu,Yoo Hyeon-ah?” tanyanya.

Aku menatap Kyuhyun,rasa-rasanya aku tak perlu memberikannya jawaban.

“Cish,sikapmu sungguh memalukan,Zhang Yixing,” ucapnya sinis.

“Memalukan? Lebih memalukan mana dengan sikapmu yang dulu,huh? Jangan sok menjadi pahlawan kesiangan,Cho Kyuhyun,”

“Jangan bawa-bawa sikapku di masa lalu,itu tak ada hubungannya dengan sikapmu sekarang. Kalau memang dia tak mencintaimu lagi,kenapa kau begitu memaksa?” Kyuhyun menyeringai.

JBREEEETTTT !!! Tanpa ampun,Yixing langsung melayangkan tinjunya ke wajah Kyuhyun.

“Zhang Yixing !!!” teriakku.

Yixing tidak menggubris kata-kataku,ia menarik kerah baju Kyuhyun dan menatapnya nyalang.

“Sekarang kau menjadi malaikat,begitu? Cish,berkacalah kalau kelakuanmu dulu lebih buruk dariku !!! Dia masih mencintaiku,kau ingat itu !!!” sekali lagi Yixing memukul wajah Kyuhyun,kini sudut bibir namja itu berdarah.

Kyuhyun menyeka darah yang mengalir,ia melepaskan tangan Yixing dari kerahnya.

“Ya,dia memang masih mencintaimu. Tapi apa keadaan memihak kalian berdua? Ah,terutama Yoo Hyeon? Tidak,kan? Jika kau masih memaksa itu akan melukainya,jadi ini caramu mencintainya,hah?”

“Berisik kau !!!” teriak Yixing,ia hampir memukul Kyuhyun tapi namja itu menangkisnya dan malah menendang Yixing hingga tersungkur.

“Jangan pernah menganggunya lagi !!! Atau kau akan berurusan denganku,ingat itu !!!” Kyuhyun menarikku.

Saat kami berdua hampir sampai di pintu kamarku,ekor mataku menangkap sebuah keadaan. Yixing mengambil kursi kayuku dan hendak mengayunkannya kearah Kyuhyun dan…BRAAAAKKKK !!! dengan sigap aku menghalanginya agar tidak mengenai Kyuhyun. Rasa nyeri langsung menjalar kala benda kayu itu beradu keras dengan tubuhku. Aku langsung merosot di lantai dengan pandangan yang mulai mengabur.

“Yoo Hyeon-ah !!!” teriak Kyuhyun & Yixing disaat bersamaan.

“Argh,appo,” lirihku.

“Kau bodoh !!! Kau berniat menyakitinya,hah?” Kyuhyun berteriak marah.

Yixing menatapku penuh rasa bersalah,ia tak menyangka bahwa kursi itu akan menimpaku. Tanpa banyak kata,Kyuhyun menggendongku,aku terkulai lemas dalam dekapannya.

“Kau tidak perlu ikut !!!” teriak Kyuhyun pada Yixing.

40 menit kemudian,kami berdua sampai di rumah sakit. Dan kini aku sudah berbaring di tempat tidur dan menuju ruang UGD.

“Aish,kenapa kau melakukan semua ini,hm?” Kyuhyun menatapku penuh kekhawatiran.

Aku tersenyum kecil.

“Daripada kau yang terluka?” ucapku.

Kulihat mata Kyuhyun yang mulai berkaca-kaca,kami berdua berpisah karena suster membawaku masuk ke ruang UGD.

KYUHYUN

“Jangan pernah menganggunya lagi !!! Atau kau akan berurusan denganku,ingat itu !!!” aku menarik Yoo Hyeon keluar dari kamar.

Sungguh,aku tidak mau dia terlibat lebih lama dengan situasi seperti ini. Dan…BRAAAAKKK !!! kudengar hantaman kayu yang cukup keras,betapa kagetnya aku ternyata yang terkena hantaman itu adalah Yoo Hyeon.

“Yoo Hyeon-ah !!!” teriakku dan Yixing bersamaan.

“Argh,appo,” lirihnya.

“Kau bodoh !!! Kau berniat menyakitinya,hah?” teriakku.

Yixing tampak begitu bersalah,ia menatap Yoo Hyeon nanar. Tanpa banyak kata,aku langsung menggendong Yoo Hyeon. Gadis itu tampak terkulai lemas dalam dekapanku.

“Kau tidak perlu ikut !!!” bentakku pada Yixing.

Dengan kecepatan penuh,aku mengemudikan mobil menuju rumah sakit. 40 menit kemudian,Yoo Hyeon sudah terbaring di tempat tidur yang akan membawanya ke UGD.

“Aish,kenapa kau melakukan semua ini,hm?” tanyaku penuh kekhawatiran.

“Daripada kau yang terluka?” gadis itu malah tersenyum kecil.

Kurasakan air mata mulai menggenang,tapi kami terpisah karena Yoo Hyeon sudah masuk ke ruang UGD.

“Anda tunggu disini saja,Tuan. Kami akan memberinya pertolongan pertama,”

Aku duduk di kursi dan mengacak-acak rambutku. Kejadian pagi ini benar-benar diluar dugaanku. Aku menatap pintu ruang UGD yang tertutup rapat dengan gelisah,1 jam berlalu akhirnya dokter pun keluar.

“Bagaimana keadaannya,dokter?” tanyaku khawatir.

“Dia baik-baik saja,hanya ada memar di punggungnya. Tapi itu tidak berakibat fatal,”

“Ah,syukurlah,” ucapku.

“Nanti sore dia juga bisa pulang,hanya saja perlu sedikit istirahat agar memarnya berkurang,”

“Terimakasih banyak,dokter,”

Dokter beranjak pamit,aku langsung menghampiri Yoo Hyeon.

“Ah,syukurlah kau tidak apa-apa. Kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu,aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri,”

Yoo Hyeon meninju bahuku pelan sambil terkekeh.

“Berlebihan kau,Tuan Cho. Aku hanya memar saja kok,”

“Tapi badanmu nyeri kan?”

“Yah,begitulah. Tapi seperti kata dokter,nanti sore aku juga boleh pulang,kan?”

Suasana hening sesaat.

“Jadi sebegitu memaksanya dia padamu,hm?” tanyaku.

Yoo Hyeon tersenyum kecil.

“Apa dia jadi tambah kasar karena sikapku padamu semalam?”

Yoo Hyeon bangun dari posisi tidurnya,kini gadis itu sudah dalam posisi duduk. Ia menepuk-nepuk tempat tidur.

“Duduklah disini,aku tidak nyaman melihatmu berdiri,”

Aku menurut dan kini sudah duduk dihadapannya.

“Jangan merasa bersalah atas sikapmu semalam,tidak ada yang salah dengan rasa tertarikmu padaku. Sudah kubilang,aku juga tertarik padamu,Tuan Cho. Kau tidak sendirian dengan perasaan itu,” jelasnya.

Aku tersenyum dan lalu mendekapnya erat. Aku dan dia belum mengenal dalam waktu lama,tapi kenapa perasaanku padanya bisa sedalam ini??? Ah,aku tak paham. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Aku tak tahu. Bukankah kesan awalku padanya tidaklah baik?

“Kyuhyun-ah..,”

“Ne?”

“Punggungku masih sakit,”

Aku langsung melepaskan dekapanku.

“Ah,maaf,maaf. Aku benar-benar lupa,” ucapku.

Tak disangka setelah itu tawa Yoo Hyeon meledak,ia menyentil hidungku dengan jarinya.

“Hahhaha,kau ini polos sekali,Kyuhyun-ah !!! Aku hanya bercanda,hahaha,”

“YAAAAA !!! Kau mau bermain-main denganku,ya?” aku menggelitiknya.

Ia masih tertawa hingga tanpa disadari,ia dalam posisi tidur dan kini aku berada diatasnya. Kami berdua terdiam sesaat,Yoo Hyeon menatapku dengan pandangan panik dan pipinya pun memerah.

“Aish,kau pintar sekali menciptakan suasana,Nona Kim,” aku tersenyum kecil dan lalu mencium bibirnya lembut.

Kami larut dalam suasana,ia mendorong bahuku.

“Ini rumah sakit,Kyuhyun-ah,” ucapnya.

“Lalu?” aku menaikkan alis.

“Bagaimana kalau weekend ini kita jalan-jalan saja?” tawarnya.

“Ide bagus !!! Kemana?”

“Terserah kau,” Yoo Hyeon tersenyum.

“Baiklah,sebaiknya kita sekarang segera pulang,Nona Kim,”

YIXING

Dengan nekat,aku membuntuti Kyuhyun. Ternyata ia membawa Yoo Hyeon ke rumah sakit terdekat,namja itu tampak khawatir dan bahkan kulihat matanya berkaca-kaca. Aku mengamati Kyuhyun dari jauh,selama satu jam namja itu begitu gelisah. Aku pun mendengar penjelasan dari dokter kalau keadaan Yoo Hyeon hanya memar. Aku mengelus-elus dadaku lega,aku tak tahu apa jadinya kalau Yoo Hyeon mendapatkan cedera parah. Sepeninggal dokter,Kyuhyun langsung masuk kedalam ruangan. Aku mendekat dan mengintip dari balik kaca pintu. Mereka tampak begitu akrab dan mesra,hatiku rasanya perih sekali. Dan nafasku tertahan kala melihat Kyuhyun mencium Yoo Hyeon,sesaat mereka berdua larut dalam suasana. Aku menelan ludah dan beringsut mundur,aku terduduk lemas di kursi. Jadi,Yoo Hyeon benar-benar tidak mau kembali padaku? Tapi kenapa namja lain itu harus Kyuhyun? Apa tidak ada orang lain?

“Untuk apa kau kesini,hm?” ternyata Kyuhyun keluar dengan Yoo Hyeon.

Kulihat Kyuhyun menggandeng tangan Yoo Hyeon.

“Aku ingin mengetahui kondisimu,Hyeon-ah,” aku berdiri.

Yoo Hyeon beringsut mundur dan berlindung di belakang Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja,kau bisa pulang,” ucapnya.

Kyuhyun tersenyum sinis.

“Kau sudah dengar apa katanya bukan? Jadi kau tidak perlu khawatir,aku bisa menjaganya lebih baik darimu,”

Tanganku mengepal,kalau tak ingat Yoo Hyeon,aku ingin menghabisinya sekarang juga.

“Maafkan aku,Hyeon-ah. Tadi aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitimu,”

Aku beranjak meninggalkan mereka berdua dengan perasaan campur aduk. Hari ini berjalan tidak sesuai dengan harapanku.

Eeyahh~ Look at that girl fall into terror
Can’t, can’t understand the situation before her eyes.
‘That dirty wolf guy will end up eating me.’
But that’s not it. I’ve fallen in love [with you].
I’m already a pro. A goddess like you.
The one who’s stolen my entire heart
I am only a healthy offering/sacrifice.
I’m already a fool. A goddess like you.
The owner who’s to pull out all of my teeth
I am only a faithful slave.
Hey bite tight and then shake shake ‘til you lose your mind.
Hey do it in a style you’ve never tried.
Before the big full moon comes out, do away with it.
That’s right wolf. I’m a wolf. Awhooo~
Ah I love you~
I’m a wolf and you’re a beauty.
That’s right wolf. I’m a wolf. Awhooo~
Ah I love you~
I’m a wolf and you’re a beauty
(Wolf,EXO)
_____________________________________________________________________________________
Maaafffff !!! Chapter ini pendek banget TT_TT tapi saya namain Sixteen-A karena ini khusus KyuHyeon + Lay story,insyaallah di Sixteen-B saya bakal lebih nyorot Baekhyun-Hye In. Hhhmmm…kenapa dua episode kemarin di protect? Karena comment readers yang berkurang,kalau diprotect saya jadi tahu siapa readers yang baca FF saya. Dan sekarang saya public lagi karena versi ini lebih pendek dari chapter-chapter sebelumnya tapi bukan berarti siders dibolehin yaa. Comment readers sangat berharga,gomawo 🙂

73 responses to “Two Moons : Sixteen-A :

  1. semoga d part slnjutny moment hyein bekkie.ny yg lbh mendominasi..author-nim..16b paswordnya apaan nih klo boleh tauu??

  2. Pendek banget ceritanya thor.
    Yixing parah yahh tapi lebih parah sikap kyuhyun yg dulu.
    Tapi menurut aku yoo hyeon lebih cocok sama kyuhyun

  3. Thor diawal chapter yoo hyeon mau kirim alamatnya ke kyuhyun? Bukannya pas malemnya kyuhyun dari sana yah ngapain minta alamat lagi ? ƗƗɑƗƗɑƗƗɑɑ author ngetik sambil ngelamun yah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s