Overdose : Kyungsoo’s Verse :

choi-soo-joon-overdose

OVERDOSE 

EXO D.O | Park Hyera (OC/YOU)

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Genre : Romance,School-Life

Rate : PG-15

Length : Oneshoot

Summary :

Love is sickness,addicted overdose. -Hyera-

 

Poster : Haruru98 @ http://cafeposterart.wordpress.com/

Annyeong,readers !!! Haha nggak nyangka FF ini lumayan dapet respon bagus dari kalian,karena banyak yang ngerasa endingnya gantung jadi saya bikin sequel tapi dari sudut pandang Kyungsoo. Chaptered? No !!! Haha saya udah numpuk hutang ff chaptered,jadi yang satu ini mau saya bikin one shoot aja. Semoga bisa memuaskan kalian yaa. 

“Bukankah kau sudah lama menyukai Hyera,huh?” tanya Jongin saat dalam perjalanan pulang.

Baekhyun yang duduk di kursi belakang ikut maju dan mengangguk.

“Ya,memang. Dan bahkan sampai sekarang pun masih,” ucapku jujur.

“Lalu? Kenapa kau tadi meninggalkannya? Dan bahkan kau mengatakan hal-hal yang menyakitkan padanya,” Baekhyun menatapku kesal.

Aku tertawa kecil.

“Seperti yang kubilang tadi,dia menyukaiku hanya karena penampilanku saja. Tidak lebih dari itu,sifatnya dari dulu memang selalu begitu kan? Dia meremehkan orang-orang yang dianggap tak selevel dengannya,tapi ketika orang itu berubah penampilan sesuai yang ia harapkan,ia akan menjadi baik dan mendekati orang tersebut. Bukankah itu menyebalkan? Kalian mau aku berhubungan dengan gadis munafik seperti dia?” jelasku.

Baekhyun dan Jongin menatapku. Mereka sepertinya bingung dengan jalan pikiranku.

“Aku bersyukur bisa bersahabat dengan kalian dengan penampilanku yang apa adanya dan aku pun ingin hal itu berlaku sama untuk yeoja yang bersamaku nantinya,”

“Terserah kau,Kyungsoo-ya,” akhirnya Jongin menyerah.

15 menit berlalu,mobil Jongin berhenti di perempatan.

“Terimakasih atas tumpangannya,Jongin-ah. Sampai jumpa besok di sekolah,” aku turun dari mobil dan lalu melambaikan tanganku kearah mereka berdua.

Tak lama kulihat mobil Jongin melesat cepat dan menghilang ditelan kegelapan malam. Baru beberapa meter aku berjalan,dua orang laki-laki dewasa dengan badan tegapnya menghalangi langkahku.

“Anda harus pulang dengan kami,Tuan Muda,” ucap salah satu mereka.

“Aku bisa pulang sendiri,” tegasku.

“Ini perintah dari tuan Besar,kami berdua akan memastikan anda pulang bersama kami menuju ke rumah,”

“Aku bukan anak kecil lagi jadi pergilah,” aku berusaha menerobos mereka tapi dengan kekuatan penuh mereka berdua menarikku dan memasukanku ke dalam mobil.

Aku menghembuskan nafas panjang dan melemparkan pandanganku keluar jendela. 15 menit berlalu akhirnya aku sampai di rumah. Rumah??? Kurasa ini tak pantas kusebut sebagai rumah.

“Untuk apa kau bersusah payah naik bis menuju rumahmu,hm? Kau bisa menyuruh supir untuk menjemputmu,” ucapan Appa terdengar begitu jelas ketika aku melewati ruang keluarga.

Aku menoleh. Appa tengah duduk sambil menghisap rokoknya.

“Aku tidak perlu itu,aku lelah dan ingin tidur. Selamat malam,Appa,” aku melangkahkan kaki menuju kamar.

“Do Kyungsoo !!! Sebenarnya apa maumu? Kau memiliki semua hal yang diimpikan remaja seumuranmu,harta berlimpah,rumah mewah,fisik menarik dan semuanya !!! Kenapa kau memilih menyamar jadi siswa biasa dan nerd???”

Aku berbalik dan menatap Appa tajam.

“Lalu? Appa mau nasibku sama seperti Chanyeol Hyung begitu? Dia memiliki segalanya,tapi kenyataannya? Dia dibunuh oleh teman sekolahnya yang begitu iri dengan segala yang ia punya !!! Dan lalu? Ternyata kekasihnya tak pernah mencintainya dengan tulus Appa,dia hanya memperalat Chanyeol Hyung karena harta dan fisiknya saja. Selain itu? Tidak ada !!! Dan Appa juga ingin aku seperti Appa? Menjadi laki-laki tidak berperasaan dengan meninggalkan Eomma begitu saja? Dan Appa merasa memiliki segalanya begitu? Aku tidak mau Appa !!! Biarkan aku memilih jalanku sendiri !!!”

PLAAAKKK !!! Appa menampar pipiku telak. Ia menatapku dengan kedua bola matanya yang nyalang. Aku memegang pipiku yang terasa begitu panas,begitu juga dengan hatiku yang sakit luar biasa. Amarahku tadi berhasil mengorek luka lama yang sudah lama berusaha untuk kusembuhkan. Karena semua kesempurnaan yang ada,aku jadi kehilangan Hyung yang benar-benar kusayangi. Karena kesempurnaan yang dimiliki,Appa begitu egois meninggalkan Eomma dan mengejar ambisinya yang tanpa akhir.

“Kuharap Appa bisa mengerti,jangan paksa aku. Aku bisa mencari kebahagiaanku sendiri,tapi tidak dengan caramu Appa. Aku minta maaf,” aku bergegas meninggalkan Appa yang masih terpaku.

Air mataku mengalir deras ketika aku sampai di kamar dan menghempaskan diri di tempat tidurku. Mataku tertumbuk pada foto keluarga saat aku dan Chanyeol Hyung masih kecil juga foto kami berdua saat beranjak duduk di bangku Junior High School. Perbedaan usia kami hanya dua tahun,mungkin sekarang kalau dia masih hidup dia sudah berstatus sebagai Mahasiswa. Aku meraih ponselku dan menekan sebuah nomor.

“Eomma..,” ucapku dengan suara serak.

“Bagaimana promnitemu,Nak? Berjalan lancar bukan?” sahut Eomma diseberang.

“Eomma,aku ingin tinggal denganmu. Aku tak ingin tinggal disini lagi,aku sudah muak Eomma,”

“Ssst…kau tidak boleh berkata seperti itu. Bagaimanapun dia Appamu,kau satu-satunya harapan dia untuk menjadi pewaris perusahaan,tidak ada lagi yang bisa melanjutkan kekuasaan disana selain kau Kyungsoo-ya,”

“Eomma,aku tidak butuh itu. Aku hanya ingin hidup tenang dengan Eomma,bukan penuh kepalsuan seperti ini,”

“Maafkan Eomma,Kyungsoo-ya. Tapi hanya Appa yang sanggup memberikan yang terbaik untukmu,”

“Eomma memberikanku lebih dari yang Appa berikan padaku !!! Percayalah,Eomma,”

“Bertahanlah sebentar lagi,Kyungsoo-ya. Setelah kau yang menjadi pemimpin,kau bisa melakukan semuanya dengan caramu sendiri yang lebih baik,”

“Eomma…,”

“Banyak-banyaklah beristirahat dan jangan lupa makan. Eomma menyayangimu,Kyungsoo-ya,”

“Aku juga sangat menyayangimu,Eomma,” Klik. Setelah itu sambungan telepon terputus.

Setengah jam kemudian aku sudah tertidur lelap dan terbang ke alam mimpi.
***

Dua Hari Kemudian…

“Boleh aku duduk disini?” suara seorang yeoja membuyarkan keasyikanku.

Aku mendongak. Hyera—gadis itu tengah tersenyum sambil membawa nampan.

“Bukankah tempat lain masih banyak?” aku melirik keadaan sekitar.

Hyera meringis. Aku memberi isyarat agar ia duduk dihadapanku,air mukanya kembali cerah dan segera duduk. Aku kembali fokus pada makan siangku dan tidak memperdulikannya.

“Kyungsoo-ya..,”

“Apalagi?” tanyaku.

“Aku ingin minta maaf,”

“Soal apa?”

“Soal kejadian di Promnite dua hari lalu,”

“Kenapa kau harus meminta maaf? Kau tidak melakukan kesalahan apapun padaku,”

“Tentu saja ada,aku telah salah menilaimu selama ini. Aku minta maaf,”

Aku tersenyum sinis.

“Itu kan masalah pandanganmu sendiri,Hyera-ya. Bukan masalahku,jadi kau tidak perlu merasa bersalah,”

Aku berjengit saat Hyera meraih tangan kiriku yang masih dalam keadaan bebas.

“Kau ini kenapa?”

“Kyungsoo-ya,apakah aku boleh memiliki perasaan padamu?”

“Sudah kukatakan Hyera-ya,kau bisa mencari seseorang yang sepadan untukmu tapi orangnya bukan aku,”

“Kenapa? Aku sudah menyesal,Kyungsoo-ya. Aku menyukaimu apa adanya,”

“Dunia kita berdua berbeda,Park Hyera. Jadi kau jangan memaksakan,apa kau rela kehilangan teman-teman terbaikmu itu hanya karena ingin bersamaku? Juga kehilangan seluruh popularitasmu? Aku tidak yakin,kau sudah terbiasa dengan semuanya,”

“Aku siap..,”

“Jangan pernah memberikan siapapun harapan palsu. Sudahlah,sebentar lagi bukankah bel akan berbunyi? Sebaiknya kau cepat habiskan makan siangmu,” aku melepaskan genggaman tangan Hyera,gadis itu tampaknya kecewa dengan reaksiku barusan. Aku bergegas meninggalkannya.

 

Sore Harinya…

“KYUNGSOO-YA !!!” kulihat seseorang berlari tergopoh-gopoh kearahku.

Aku mempertajam pandanganku,ternyata dia Eunmi—sahabat Hyera. Aku mendengus pelan dan lalu bergegas meninggalkan ambang pintu perpustakaan,tak disangka Eunmi masih mengejarku dan bahkan ia menghentak lenganku hingga aku menghadapnya.

“Ada apa sih?” tanyaku kesal.

Nafas Eunmi tersengal-sengal,ia mencoba mengatur nafasnya yang masih memburu.

“Cepat katakan atau aku akan pergi,” ancamku.

“Hyera,Kyungsoo-ya. Hyera,” ucapnya.

“Kenapa? Dia berulah lagi?”

“Cepat tolong Hyera,dia dalam keadaan bahaya,”

“Kenapa kau meminta tolong padaku? Bukankah ia memiliki banyak teman?”

“Argh,berhentilah bertanya Do Kyungsoo !!! Ini keadaan darurat,” dengan kasar Eunmi menarikku.

Gadis itu sepertinya tengah dirasuki sesuatu,sampai-sampai ia bisa menarikku dengan kekuatan penuh. Langkah kakiku dan Eunmi berhenti di sebuah ruangan. Gudang sekolah.

“Kau sudah gila ya membawaku kemari?” tanyaku.

“Dobrak pintunya Kyungsoo-ya,”

“Apa?”

“Dobrak pintunya !!! Kita tak punya banyak waktu !!!” titahnya.

Aku menghembuskan nafas kesal,BRAAAAKKK !!! Tanpa banyak kata aku mendobrak pintu gudang,saking kerasnya kacamataku sampai terpental dan kini retak.

“Argh,lepaskan aku Oh Sehun !!!” kudengar teriakan seseorang.

Aku mendongak,Hyera tengah disekap Sehun dengan tubuhnya yang dililit tali ke kursi. Sehun berpaling kearahku dan tersenyum sinis.

“Hahaha,ternyata ada pahlawan kesiangan disini,”

“Kyungsoo-ya,tolong aku…,” Hyera menatapku nanar.

“DIAM !!! Kau pikir dia akan menolongmu,hah? Dan dia datang kesini untukmu? Tidak sama sekali,Hyera-ya !!!” Sehun menunjuk telak Hyera.

Aku masih terdiam. Rasa-rasanya kejadian di depanku ini terlalu mengejutkan.

“Aku tidak habis pikir,kau memohon-mohon hanya untuk laki-laki sepertinya? Dan ternyata kau menyukai Jongin disaat kau masih jadi kekasihku? Aish,kau..,” tangan Sehun terayun dan hampir menampar Hyera namun aku bergegas berdiri dan menahannya.

“Jangan keterlaluan,Oh Sehun,” tegasku sambil mencengkram tangannya.

“Lepaskan !!! Bukankah kau tidak menyukainya,hah? Jadi untuk apa kau membelanya?”

“Kalau kau berani memukul yeoja,kau tidak lebih dari sampah,” desisku.

“Lalu kau apa??? Berani-beraninya kau menyia-nyiakan Hyera,kau pikir kau siapa???”

Aku menatap Sehun tajam. Namja dihadapanku ini benar-benar kekanakan. BUGHHH !! Sesuai dugaanku,Sehun melayangkan tinjunya kearahku. Bak !!! Buk !!! Bak !!! Buk !!! ia memukulku tanpa ampun.

“Mana keberanianmu,Do Kyungsoo? Kau hanya banyak bicara saja,” ucapnya.

“Arrrgghhhh !!!” aku menendang tepat di ulu hatinya hingga Sehun tersungkur.

“Berhentilah menyakitinya atau kau akan berurusan denganku !!!” ucapku.

Aku membuka tali yang melilit tubuh Hyera dan menarik gadis itu agar keluar,Eunmi masih terpaku di ambang pintu gudang dengan wajah pucat. Dari ekor mataku kulihat Sehun mengayunkan kursinya dan hampir mengenai Hyera,tapi…Braaaakk !!! Dengan sekali gerakan kaki aku menghancurkan kursi itu dan membuat Sehun kembali tersungkur.

“Kyungsoo-ya..,”

“Bisa-bisanya kau pernah berhubungan dengan namja sekasar itu,” ucapku.

Aku melepaskan genggaman tanganku dan kini kami berdua sudah berada di poliklinik sekolah.

“Eunmi-ya,tolong obati dia,” ucap Hyera.

Eunmi mengambil kotak P3K dan ia menuangkan alkohol ke kapas. Aku merebut kapas yang berada di tangan Eunmi.

“Aku bisa melakukannya sendiri,” ucapku.

Dengan menahan perih aku mengobati lukaku. Eunmi dan Hyera menatapku nanar.

“Kyungsoo-ya,aku benar-benar minta maaf,”

“Sudahlah,ini semua tidak berarti apa-apa. Menjauhlah darinya atau kau akan kehilangan masa depanmu,”

Suasana hening menyergap. Tidak ada satupun yang angkat bicara,aku sibuk dengan lukaku sementara Hyera menunduk.

“Aku pergi duluan,” Eunmi—sepertinya ia sudah tidak tahan dengan situasi diantara aku dan Hyera.

“Aku akan telepon Jongin atau Baekhyun,biarkan mereka yang mengantarmu pulang,”

Hyera menggeleng.

“Kau mau diincar lagi olehnya,huh?”

“Aku ingin pulang denganmu,Kyungsoo-ya,”

“Ish,kau ini keras kepala atau apa? Aku akan pulang dengan bis,memangnya kau mau ikut?”

“Pokoknya aku mau pulang bersamamu,” tegasnya.

Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Aku meraih tasku dan beranjak.

“Terserah kaulah,” ucapku.

Hyera memakai tas ranselnya dan lalu mengikuti langkahku. Kami berdua keluar dari sekolah,jarak dari sekolah ke halte memang dekat,hanya butuh waktu lima menit berjalan kaki. Lampu merah menyala,tandanya para pejalan kaki bisa menyebrang. Suasana yang begitu ramai,membuatku mengamit lengan Hyera. Gadis itu tampaknya kaget dengan perlakuanku. Ia menatapnya dalam diam.

“Jangan salah sangka,aku hanya tidak ingin menambah masalah hari ini dengan hilangnya kau,” ucapku saat sampai di shelter.

Hyera tersenyum lebar. Ia seolah lupa dengan yang dialaminya tadi di gudang.

Jeongmal gomawo,Kyungsoo-ya,” 

Kami berdua duduk di kursi kedua dari belakang,Hyera duduk tepat di samping jendela.

“Ah,aku baru tahu naik bis juga tidaklah buruk,” komentarnya.

30 menit kemudian,aku sampai di shelter menuju rumahku.

“Aku turun disini,kau turun di shelter selanjutnya. Hati-hati,” ucapku.

Aku turun dan mendapati Hyera melambaikan tangannya. Aku tidak membalasnya dan hanya mengangguk kecil. Bus yang ditumpanginya mulai bergerak maju. Hari ini benar-benar diluar dugaanku dan semuanya hanya karena Park Hyera.

 

Esok Harinya…

“Kyungsoo-ya,jadi kemarin kau benar-benar bertengkar dengan Sehun karena Hyera?” ucap Jongin.

“Aish,jadi kalian berdua datang ke kelasku hanya untuk menanyakan kabar itu?”

“Kabar ini sudah jadi berita satu sekolah,Kyungsoo-ya. Dan kau tahu sekarang Sehun berada di rumahnya,ia sakit karena serangan kau kemarin,” ucap Baekhyun.

“Aku melakukannya karena ia hampir mencelakai Hyera,arraseo? Jadi kalian jangan salah paham,”

“Kau masih menyukainya kan?” Jongin menatapku penuh rasa penasaran.

“Jangan mulai lagi,Jongin-ah. Keputusanku tidak akan pernah berubah,”

“Ish,kau ini benar-benar,” Jongin berdecak.

 

Jam Istirahat…

“Kau tidak usah membayar makan siang,biar aku yang membayarnya,” sosok Hyera langsung hadir saat aku hendak membayar makananku di kasir.

Gadis itu tersenyum sambil memberikan dua lembar uang won.

“Kembaliannya ambil saja,” ucapnya.

“Kau tidak perlu repot-repot,” tanggapku.

“Aku tidak merasa direpotkan kok,”

“Lalu? Kau merasa berhutang budi padaku? Tidak perlu juga,”

“Bisakah kau bersikap lebih manis padaku,Do Kyungsoo?”

Uhuk !!! Aku tersedak. Yeoja ini masih mengharapkanku.

“Untuk terakhir kalinya kukatakan padamu,Park Hyera. Aku memang tertarik padamu tapi sungguh sikapmu kemarin saat promnite sudah benar-benar membuka mataku,sekeras apapun kau berubah,pendirianku tetaplah sama. Aku akan bersikap baik padamu jika kau sudah tidak lagi memiliki perasaan apa-apa padaku. Hubungan kita akan baik jika kau melihatku sebagai seorang teman dan tidak lebih dari itu. Kau mengerti?” tegasku.

Hyera menelan ludah. Sepertinya kata-kataku barusan begitu menusuknya,bulir-bulir air mata mengalir di kedua pipinya.

“Datanglah kembali padaku saat kau sudah menganggapku sebagai teman,” aku bergegas meninggalkan Hyera.

Hhmm…jadi kau pikir kau saja yang tersakiti? Aku juga. Tapi sungguh perasaan yang ada diantara aku dan Hyera akan membuat keadaan semakin sulit. Bisa saja aku dan Hyera bersama dan setelah itu kami berdua akan hidup dalam kepalsuan. Tidak lebih dari itu. Love is sickness,addiction overdose. 

____________________________________________________________________________________

Eaaaa…maaaf banget !!! Kalau ini masih kurang memuaskan kalian !!! Hehe,setidaknya terungkap kan kenapa alasan Kyungsoo nyamar jadi cowok nerd? Dan akhirnya Hyera & Kyungsoo memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Comment readers sangat berharga,gomawo ^^

 

 

 

Advertisements

121 responses to “Overdose : Kyungsoo’s Verse :

  1. ah Kyungsoo disini dewasa banget.
    ohahaha itu alasan Kyungsoo engga mau sama Hyera 😦
    Heohhh, Sehun begitu banget ya jadi orang-___- kasar wkakw

  2. duh, sehun kasian sampe ga masuk sekolah gitu T-T makanya jangan kasar beb :3 *salah fokus*
    kyungsoo juga u,u emang susah sih ya posisinya, mau nerima hyera, tapi takut cintanya ga tulus.. ah, gataulah, itu urusan kyungsoo bukan urusan aku *ditabok*
    authornya suka ngegantungin orang ya ternyata._. abis ini endingnya ngegantung mulu XD

  3. Ternyata ada lanjutannya toh 😀 ooh, jdi itu alasan knp d.o nyamar ==” .hahah, si hyera berubah bgitu dan d.o masih berusaha menolak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s