The Girl Belongs to The Man

the girl belongs to the man

The Girl Belongs to The Man

by : MiraeLee (@cumiraw6)

Main Cast(s) : Park Yura (Chanyeol’s older sister), Park Chanyeol, Jung Yuhyeon (OC/You : covered by Baek Sumin) || Genre : Family, Fluff (I hope._.) || Rating : Teen || Length : Ficlet (1075) || Cerdit pic : LaSoiree

Related fics :

Smile | The Reason | First Snow | That Poor Barista

 

Summary :

Apa Park Chanyeol memang sudah tumbuh menjadi seorang pria tanpa disadarinya?

Park Yura, dua puluh enam tahun, satu-satunya anak perempuan di keluarga Park. Ia bekerja sebagai model dan salah satu dari jajaran staff di Kejaksaan Seoul. Ia memiliki seorang adik laki-laki yang tidak pernah ia sangka akan tumbuh menjulang seperti menara, bernama Park Chanyeol.

Ketika Chanyeol baru saja lahir ke dunia dua puluh tahun yang lalu, Yura sangat senang karena ia punya adik kecil yang tampan dan menggemaskan.

Sampai Chanyeol memasuki umur TK, Yura berubah pikiran karena anak itu sudah mulai menyebalkan. Chanyeol sering membantah, tidak mau lagi ditemani ketika bermain, tidak mau dibantu ketika memotong-motong buah apel dengan pisau, tidak mau diperhatikan ketika sedang menalikan tali sepatu, dan tidak mau dilarang jika ia sedang bermain ketika demam. Saat itu, Yura—di umur sekolah dasarnya—bahkan seringkali memohon pada Tuhan untuk menggantikan Chanyeol dengan seorang adik perempuan agar lebih mudah diatur.

Waktu berlalu begitu cepat. Saat Chanyeol beranjak remaja dan duduk di tingkat SMA dan jauh lebih tinggi darinya, anak laki-laki itu lebih dan lebih menyebalkan lagi dari sebelumnya. Dan Yura baru menyadari bahwa meski begitu, ia dan ibunya selalu menunjukkan kasih sayang dan perlindungan yang lebih terhadap Chanyeol, jika dibandingkan dengan keluarga lain.

Namun karena sudah terbiasa, bahkan sampai saat ini, tak jarang mereka menganggap Chanyeol masih anak-anak, yang kadang mengundang protes dari Chanyeol sendiri dan pada akhirnya protes itu hanya menguap begitu saja.

>>><<<

Untuk menikmati dan menghabiskan hari libur setelah satu minggu disibukkan oleh berbagai kasus hukum dan kegiatan modelling, menjelang siang hari Yura berencana untuk berjalan-jalan sekaligus shopping bersama teman-teman ‘sebangsanya’. Mereka memutuskan untuk bertemu di daerah Yeouido, dimana pada hari-hari ini, tempat itu dipenuhi cherry blossom yang bermekaran dengan sangat cantik dan memukau.

Yura menemukan satu orang temannya sudah menunggu di salah satu sisi railing pembatas ketika ia sampai, sedang memerhatikan keindahan sungai Han dari sana. Kemudian mereka berdua mengobrol ringan tentang banyak hal sambil menikmati angin sejuk di hari terindah dalam musim semi dan menunggu dua orang lainnya datang.

Di sela-sela kegiatan itu, Yura berkali-kali menangkap figur seorang gadis yang sedang duduk seorang diri, membaca buku di salah satu dari dua kursi kayu yang disediakan di sisi tempat pejalan kaki. Sebelumnya Yura tidak menyadari gadis itu ada di sana, meski ia pasti berjalan melewatinya beberapa waktu lalu.

Sekitar sepuluh menit lamanya gadis itu duduk di sana, dengan earphone menyumpal kedua telinga, rambutnya jatuh membingkai wajah—sesekali terkibar karena hembusan angin, dan Yura sempat setengah mengira gadis itu tertidur karena setiap ia menoleh, posisinya tidak pernah berubah.

Yura baru saja menoleh untuk kesekiankalinya untuk memeriksa gadis itu, ketika temannya tiba-tiba saja berseru, membuatnya sedikit terperanjat, “Oh, itu mereka. Yaa! Di sini!”

Wanita di sampingnya itu melambaikan tangannya tinggi untuk menandai posisi mereka sehingga kedua teman yang lain bisa dengan mudah tahu. Kedua orang itu muncul dari arah yang sama dengan arah kedatangan Yura beberapa saat yang lalu dan dimana gadis yang sudah menarik perhatian Yura barusan berada.

“Sudah lama menunggu?” salah satu dari teman mereka bertanya sambil memeluk Yura dan wanita lainnya bergantian.

“Aku tidak pernah disuruh menunggu selama ini dalam hidupku. Lihat, karena menunggu terlalu lama, aku jadi semakin cantik sekarang.” seloroh Yura, yang sebenarnya tidak nyambung sama sekali. Alhasil perempuan itu mendapat satu pukulan ringan di lengannya.

Setelah bercengkrama beberapa detik lagi, mereka akhirnya memutuskan untuk memulai perjalanan dan bersiap meninggalkan Yeouido. Tapi kemudian Yura berhenti di langkah pertama karena merasa melihat sosok yang sangat familiar muncul di kejauhan, juga dari arah yang sama dengan kedatangan dirinya tadi. Park Chanyeol.

Anak laki-laki itu memakai atasan kemeja berwarna biru gelap dipadu sweater abu-abu serta celana jeans biru gelap dan skets putih yang membuat kakinya tampak lebih jenjang. Belum lagi rambut kecokelatan yang sedikit acak-acakan terkena angin, membuat laki-laki itu tampak lebih keren dari biasanya di mata Yura.

“Yura-ya, kau sedang apa? Ayo!”

“Eoh?” Yura menoleh dan menyahut temannya, “Ah, sebentar. Kalian duluan saja, aku menyusul sebentar lagi. Ada adikku di sini!”

“Baiklah. Kami tinggal ya, kalau lama!”

“Eiya!”

Mereka hanya cekikikan dan Yura mencebikkan bibir sebelum kembali menoleh ke arah Chanyeol. Ia baru saja akan memanggil anak laki-laki itu ketika sesuatu menahan suaranya secara instan; Chanyeol juga berseru memanggil seseorang, tapi Yura yakin itu bukan namanya (Chanyeol juga sedang tidak melihat ke arahnya), dan ia baru sadar setelah beberapa langkah kemudian Chanyeol tiba di dekat gadis yang membaca buku tadi dan nyengir lebar sekali padanya.

Yeoja itu melepas kedua earphone-nya setelah mengangkat pandangan melihat Chanyeol. Ia kemudian menandai bukunya, menutupnya dan berdiri sambil mengatakan sesuatu yang entah apa. Kini setelah bisa melihat wajahnya dengan jelas, Yura sangat setuju jika ada orang yang berkomentar bahwa gadis itu cantik.

Selanjutnya, Yura memerhatikan Chanyeol mengamati sekitarnya yang dipenuhi cherry blossom dan mungkin berbicara tentang itu, agak panjang, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh gadis di depannya. Tapi meski begitu, tetap saja wajah adiknya itu penuh dengan senyum.

Yura refleks menganga kecil ketika baru menyadari sesuatu.

 

Apakah…

 

Oh, Park Chanyeol.

Benar, bahkan dari jarak sekitar sepuluh meter ini Yura bisa melihat ada yang berbeda dari bahasa tubuh Chanyeol, raut wajah dan tatapannya ketika berinteraksi dengan yeoja itu. Dan gelagat yang sama juga Yura perhatikan ada pada si gadis.

Apa Park Chanyeol memang sudah tumbuh menjadi seorang pria tanpa disadarinya?

Aigo, kenapa rasanya belum lama Yura menuntun tangan Chanyeol di taman bermain? Tahu-tahu saja sekarang ia menyaksikan anak itu sudah begitu menawan, punya pacar dan pergi kencan.

Kini Yura melihat mereka berdua berbalik dan berjalan menjauh. Melihat punggung mereka membuat Yura berpikir apa dirinya juga terlihat seperti itu jika berjalan beriringan dengan Chanyeol?

Oh, lihat. Bahkan Yura merasa takjub karena baru kali ini benar-benar memperhatikan figur adiknya yang ternyata sudah jauh lebih tegap, padahal Chanyeol tak pernah jauh darinya.

Dan sebelumnya Yura tidak pernah tahu, memperhatikan perubahan seperti ini bisa membuat sesuatu dalam dirinya menghangat.

Jika kau mengerti, kau tidak akan menyebut Yura berlebihan ketika ia merasa terharu melihat Chanyeol yang—pada beberapa langkah pertama—berkali-kali mencuri pandang pada gadis di sampingnya, tampak ragu-ragu. Namun satu kedip kemudian pemuda itu sudah membawa tangan sang gadis ke dalam genggamannya sambil terus merajut langkah mereka semakin menjauh.

“Eommaaa..” Yura menangkupkan kedua tangannya di sisi-sisi wajah dan memekik tertahan sambil menghentak-hentak kecil kedua kakinya ke atas trotoar.

Ia menemukannya manis sekali bagaimana Chanyeol melakukan itu. Ia tampak lebih manly dan caranya memegang tangan gadis itu, membuat kalimat, ‘this girl is mine’ seolah tertera dengan jelas di punggungnya.

Gawat, bisa-bisa Park Chanyeol masuk ke dalam list tipe ideal Yura sekarang.

 

–  FIN –

a/n : gatau ini apa sebenernya -___-a yah, cuma keasyikan bayangin gimana jadi Yura setelah lihat foto ini :

1780884_219425354914227_1511445850_n

dan beginilaah jadinya. err.. malu deh /.\ *abaikan*

maaf kalo nemu typo yg bikin sakit mata, kkk…

comment & like will be appreciated ^o^
oh iya! makasih ya, buat yg dipostingan sebelumnya udah doain kesuksesan UN aku kemaren, kkk.. maaf belom sempet balesin komennya heheh ._.v semangat buat yg masih di tengah perjuangan! ‘o’)9 yow, yow! *kemudian ilang*

41 responses to “The Girl Belongs to The Man

    • Makasih ;A; aku emang sweet kok :’) *bukaaaaaaan!*
      Chapter? Ini juga kan lanjutan dari fic2 yg aku cantumin link-nya di atas 😀 hehehe… Thanks for read and comment, anyway.. :*

  1. Aku ngebayangin jadi cewek yang digandeng chanyeol itu….duh iri sumpahT^T keren banget kak penggambarannya, pemilihan katanya, aku suka<3 Keep writing kak!

  2. Weh diksinya bagus thor membuatku cemburu ma si OC hehehe.. seneng bget liat keluarga park yg bahagia ini.. Yooranya jg lucu n penggambaran ttng Chanyeol tdi buatku nosebleed *lebe :3

    • hehehe.. soalnya authornya juga seorang kakak yg punya adek cowok jadi menjiwai banget 😀
      i’ll keep writing as i can. makasih yaaa :*

  3. Hya..yura geli sendiri yah agaknya?
    Yeolie ud satu lngkah lbh maju nih dgn menggenggam tangan yuhyeon..
    Btw,pendek nih critanya
    Hehehehe

    • iya asli, kok :3 hehe.. aku juga bakalan ngerasain gimana jadi yura aaaa *udah histeris duluan* *abaikan* betewe makasih lagi yaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s