Flawless Marriage (Chapter 3)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Previous :

Chapter 1Chapter 2

flawless-marriage-2

Flawless Marriage Part III

Author: @Naecho / Natalie Cho

Cast: – Park Chanyeol EXO
– Cho Naehyun
– Xi Luhan EXO
– All of EXO members

-and others
Genre: Romance, Married Life, Sad and a little comedy

Length: Chapters

Rate: PG-15

Summary : Park Chanyeol, yang merupakan salah satu member boyband yang sedang naik daun saat ini, EXO, akhirnya memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Cho Naehyun, yang sudah 3 tahun ini setia bersamanya hingga suatu kenyataan pahit yang merupakan pokok konflik mereka -harus diterima Chanyeol tepat sehari sebelum pernikahan mereka membuat sikap Chanyeol berubah 360° terhadap Naehyun.
Babak kehidupan baru mereka setelah menikah tidak semulus saat mereka berpacaran, akan banyak konflik yang terjadi dimulai dari perubahan sikap Chanyeol, perselingkuhannya dengan seorang gadis cantik, hingga kemudian secara tak sengaja mengetahui salah satu hyungnya-di EXO-menyukai istrinya-Naehyun- bahkan sebelum mereka menikah,hingga pada akhirnya pokok konflik yang merupakan kesalahan rumah sakit menjadi boomerang bagi Chanyeol hingga membuat dirinya mengalami dilema dimana hatinya harus memilih.

Rela melepaskan Naehyun yang sangat mencintainya dan merelakannya bersama Luhan yang begitu menyukai Naehyun? Atau tetap mempertahankan istrinya bagaimanapun kondisinya dan memulai semuanya dari awal?

Apakah yang selanjutnya akan dilakukan Chanyeol?

Memilih kebahagiaannya sendiri atau memilih membahagiakan orang yang disayanginya dengan mengorbankan perasaannya sendiri.

Disclaimer: This is fanfiction belongs to me, everything contained in the story are also shaped by the ideas of my imagination, because of it, strictly prohibited to copy without my permission, and also for the SILENT READERS, forbidden to read! Be a good reader and smart by leaving a trail of comments for author for the better next fanfiction. Thankyou for attention ^^

Credit Poster by — Minswag @Cafe Poster http://cafeposterart.wordpress.com

HAPPY READING~~~~~

 

 

Kini kami semua berada di depan ruang ICU mengingat dimana tadi Naehyun pingsan dengan kakinya yang berlumuran darah.
Kami semua panik dengan keadaan Naehyun yang sangat pucat ditambah dengan darah yang masih terus merembes keluar dari tubuhnya. 

Aku bingung apa yang sedang terjadi padanya.
Aku menatap semua member yang kini berwajah kusut. Bahkan Sehun,Kai,Tao dan Baekhyun yang kini justru menangis dan mungkin aku juga hampir menjatuhkan airmataku yang sejak tadi kutahan.
Dalam hati aku terus menyenandungkan barisan doa untuk keselamatan Naehyun di dalam.

Arghh!!
Aku benar-benar frustasi dengan keadaan ini.
Berharap tidak akan ada hal fatal yang terjadi pada Naehyun mengingat banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya.

Aku menunduk dan terduduk di samping pintu IGD yang didalamnya kini ada Naehyun yang kesakitan.
Aku tidak tahan membayangkannya hingga tak terasa pipiku basah dengan airmataku.
Tanpa dikomando,isakan kecil dari mulutku pun ikut keluar.
Aku berusaha menahan,tapi rasa sesak di dadaku memaksa bibirku mengeluarkan isakan itu.
Aku meremas kedua tanganku yang bertaut di depan kepalaku yang menunduk,berusaha mengurangi isakanku.
Tapi nihil,isakanku justru semakin jelas hingga sebuah genggaman tangan menghangatkan sebelah bahuku.

“Jangan menangis. Kau tahu kan dia wanita yang kuat. Aku yakin dia bisa melewatinya. Dan aku yakin dia akan baik-baik saja. Hanya berdoa, Naehyun pasti selamat.”

Aku mengangguk.
Kris benar.
Aku harus yakin Naehyun akan baik-baik saja.
Aku mengangkat wajahku dan menatap Kris,Xiumin dan juga Suho yang ternyata berada di dekatku dan menatapku.

“Apa kalian sudah menghubungi Chanyeol? Bagaimana pun juga dia adalah suami Naehyun, Dia yang paling berhak ada disini,” ujarku pelan disela isakanku.
Mereka bertiga mengangguk.

“Ne Luhan-ah. Kami sudah menghubunginya. Tapi sampai sekarang dia belum juga datang.” lanjut Xiumin membuat aku kembali menggeram tertahan.

Apa sih yang dipikirkan anak itu?

“Ya sudah sebaiknya kita tunggu saja. Mungkin dia sedang di jalan.” ujar Suho berpikir positif lalu kami mengangguk menyahutinya.

Tiba-tiba pintu IGD terbuka dan dokter serta beberapa perawat keluar dari dalam ruangan itu dan otomatis kami langsung mengerubungi dokter itu meminta penjelasan.

“Uisa-nim, apa yang terjadi pada Noona ku?” tanya Sehun yang mewakili semua pertanyaan kami semua.
Dokter wanita itupun menghela nafasnya pelan lalu menatap kami satu-persatu.

“Siapa dari antara kalian yang merupakan suami dari nyonya itu?” tanya dokter itu sambil melihat wajah kami satu persatu.
Aku yang berada di depan dokter itu hanya memalingkan wajah menatap member lain yang kini mengangguk.
Sepertinya memikirkan hal yang sama denganku.

“Saya Uisa . Saya suaminya. Bagaimana keadaan is—tri saya?” ujarku sedikit ragu diawal.
Dokter itupun menatapku.

“Baiklah Tuan—”

“Luhan. Xi Luhan.”

“Baiklah Tuan Xi, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada anda mengenai kondisi Nyonya Xi. Bisa ikut dengan saya, kita sebaiknya bicara di ruangan saya.” ujar sang dokter dan hendak bergerak dari posisinya namun dengan cepat dihentikan oleh Kai.
Kami semua termasuk dokter ini juga memandang Kai yang masih berlumuran airmata.

“Uisanim,apa kami boleh melihat keadaan Noona?” ujar Kai sambil menghapus jejak airmatanya.
Uisanim mengangguk.

“Silahkan nak, tapi sebaiknya bergiliran. Dan 2 jam lagi,Nyonya Xi akan dipindahkan ke ruang rawat. Saya mohon untuk tidak berisik.” ujar Uisanim lalu melanjutkan langkahnya dan aku mengekorinya di belakang.
Dapat kudengar sayup-sayup suara Kai,Sehun dan Tao yang memaksa untuk masuk terlebih dahulu.

Dan kini aku berada di ruangan ini,bersama Uisa yang duduk di depanku.

“Ada apa dengan errr—istriku?” tanyaku pelan,entah kenapa hatiku serasa melompat kegirangan mengatakan hal itu.
Andai saja itu kenyataan.

“Baiklah Tuan Xi. Nyonya Xi mengalami pendarahan yang cukup hebat. Untung saja kalian cepat membawanya kesini. Karena jika terlambat beberapa menit lagi, saya rasa Nyonya Xi tidak bisa diselamatkan lagi.”

Aku terkejut bukan main.
Bagaimana jika tadi kami terlambat membawanya kemari?
Astaga!
Dan aku hanya mampu mengangguk menjawab pernyataan Uisa.

“Memangnya apa yang terjadi Uisa? Hingga Naehyun bisa pendarahan seperti itu?”tanyaku penasaran.
Bahkan sangat penasaran.

“Maaf sebelumnya Tuan, jika hal ini terlalu frontal menyinggung anda. Pasien mengalami pendarahan hebat seperti itu dikarenakan daerah di sekitar mulut vagina pasien mengalami peradangan. Maaf sebelumnya, tapi mungkin karena anda melakukan hubungan intim dengannya sedikit kasar membuat organ intim pasien mengalami peradangan seperti itu. Dan mungkin setelah itu pasien terlalu banyak bergerak dan juga terlalu lama berdiri sehingga membuat salah satu pembuluh darah yang sudah meradang tersebut jadi membengkak hingga pada akhirnya pecah dan menyebabkan pendarahan yang hebat, ditambah lagi dengan kondisi fisik dan psikisnya sekarang ini yang terlalu lemah. Dan maaf jika saya terlalu lancang ,hal ini mungkin baru pertama kali Tuan dan Nyonya lakukan ya seperti pembukaan keperawanan. Karena luka yang ada di bagian intim pasien terlihat sangat parah dan bagian intimnya yang juga terlihat masih seperti gadis.” jelas Uisa tersebut yang seketika mengingatkanku pada kejadian malam itu.

Airmataku mendesak ingin keluar.
Apa sebegitu sakitnya kah?
Apa Naehyun mampu menahannya?
Aku kembali menatap Uisa.

“Maafkan aku Uisa,tapi apa Naehyun bisa selamat?”
Uisanim mengangguk membuatku merasa sedikit lega.

“Untung saja persediaan darah dengan golongan darah pasien masih cukup banyak disediakan oleh Rumah Sakit, dimana golongan darah pasien juga merupakan golongan darah yang langka. Pasien mungkin akan sadar nanti malam saat cairan anastesinya sudah habis. Dan juga pasien harus dirawat inap kurang lebih 1 minggu untuk mengeringkan luka di bagian intim pasien.
Dan saya mohon pada Tuan untuk tidak melakukan hubungan intim dengan pasien dalam 2 bulan kedepan karena bagian sensitif seperti itu sangat sulit dalam proses pengeringan serta penyembuhan. Jadi saya mohon pengertian dari Tuan untuk tidak melanggarnya.”

Aku hanya mengangguk pelan lalu pamit undur diri dari hadapan Uisanim.
Aku melangkah pelan ke arah ruang IGD.
Kata-kata Uisa tadi membuat hatiku sedikit sakit.

Bagaimana gadis itu dapat menyembunyikan rasa sakitnya di depan kami.
Ya,aku tau dia akan merasa sangat malu jika kami mengetahuinya tapi dia tidak seharusnya menahan rasa sakit itu lebih lama hingga dia harus dirawat di rumah sakit seperti ini.

Sibuk dengan pikiranku sendiri sampai-sampai aku tidak sadar jika aku sudah menginjakkan kaki di depan ruang IGD.
Melihat kedatanganku, Kris, Suho, Lay, Xiumin, Chen, Baekhyun, dan DO langsung menghampiriku dengan raut wajah meminta penjelasan.
Sementara Kai, Sehun, dan Tao mungkin sedang di dalam ruang IGD.

“Apa yang terjadi dengan Naehyun?”
Kris lebih dulu membuka suara. Raut wajah mereka nampak sangat khawatir.
Mungkin juga dipengaruhi oleh raut wajahku yang sangat kusut.
Aku menghela nafas lalu menatap mereka satu-satu kemudian beralih menatap ruang IGD.

“Apa ada hubungannya dengan kejadian malam itu hyung?” sambung Chen kemudian.
Aku hanya mampu mengangguk.

“Uisa bilang Naehyun mengalami peradangan pada organ intimnya akibat pemaksaan berhubungan intim yang Chanyeol lakukan.”
Aku dapat melihat ekspresi terkejut di wajah mereka semua.
Yah,mungkin sama dengan ekspresiku tadi dihadapan Uisa.
Lalu aku kembali menarik nafas lagi.

“Dan kata Uisa peradangannya cukup parah kemungkinan karena dilakukan dengan kasar saat berhubungan ditambah  Naehyun yang masih perawan. Dan lagi kondisi Naehyun yang begitu lemah juga kelamaan berdiri membuat salah satu pembuluh darah dibagian itu membengkak dan akhirnya pecah.” jelas Luhan membuat member yang lain semakin terkejut.

“Mungkin karena berjalan kaki dari cafe tadi sampai ke dorm,membuat Naehyun jadi semakin lelah.” ungkap Baekhyun cepat diikuti anggukan dariku dan member lain.

“Dan juga  mungkin ditambah berdiri cukup lama saat di dapur tadi, Naehyun Noona terlihat semakin pucat sambil memegang bagian perutnya. Tadi aku juga sudah menyuruhnya untuk beristirahat tapi dia menolak dan berkata bahwa dia baik-baik saja.” tambah DO.

“Tsk, kasihan sekali Naehyun, pasti itu sakit sekali. Lebih baik kita berdoa masing-masing untuk kesembuhan Naehyun” lanjut Suho penuh simpatik.
Mendengar itu aku dan member lain hanya mengangguk mengerti lalu kembali duduk di kursi tunggu yang disediakan.
*****

Aku terbaring di tempat tidurku sambil menatap langit-langit kamarku.
Sungguh aku sangat menyesal atas apa yang kulakukan pada istriku sendiri.
Aku tidak bisa tidur semalaman, bahkan hanya untuk memejamkan mata untuk beberapa detik saja sangat sulit untukku.
Apa yang sudah kulakukan?
Aku sudah menyakitinya sejak awal pernikahan kami dan sekarang?
aku merusak hidupnya.

Ya,aku tau dia istriku dan hal itu layak kami lakukan kapan saja.
Tapi aku malah melakukannya dengan sangat biadab, apalagi dia masih perawan.
Aku dapat merasakan hal itu.

Sebenarnya aku sangat berterima-kasih pada Naehyun telah menjaga kesuciannya untukku.
Tapi caraku mengambilnya begitu kejam,bahkan lebih kejam dari pemerkosa sekalipun ditambah aku yang tidak sadar mengucapkan nama gadis lain saat melakukan hal biadab itu.

Hah!
Kuusap wajahku kasar.
Aku benar-benar suami yang buruk.

Bukan karena aku tak mencintainya dan bukan karena aku ingin berselingkuh dengan gadis lain, yaitu Chorong.
Hal itu semua tak disengaja,
Dan berawal dari sehari sebelum hari pernikahan kami, dimana aku mengetahui sebuah ‘kebenaran’ itu.
Dan hal itu tentu saja membuatku frustasi, sangat tidak mungkin aku membatalkan pernikahan kami yang sudah kami persiapkan semenjak setahun sebelumnya.
Tapi berkat hari itu, membuat sifatku berubah 360° terhadap Naehyun.

Pernyataan waktu itu sungguh membuatku sangat frustasi hingga pada akhirnya aku bertemu Chorong.
Sejak awal aku tidak pernah berniat berhubungan dengannya ataupun berselingkuh di belakang Naehyun.

Namun entah apa yang terpikirkan olehku, aku menerima Chorong, tapi bukan untuk melukai Naehyun, mungkin hanya untuk sekedar pelampiasan kemarahanku pada diriku sendiri.

Kalau kalian menanyakan apa aku mencintai Naehyun atau tidak?
Kalian boleh tanya pada dunia, pada Tuhan dan pada seluruh malaikat.
Aku bahkan mencintainya lebih daripada aku mencintai diriku sendiri.
Tapi semuanya hancur begitu saja dalam semalam.

Aku juga semakin bingung saat mendapat serangan bertubi-tubi dari hyung dan dongsaengku, yang ternyata mengetahui perbuatan bejatku tadi malam.
Ditambah lagi dengan Eomma yang bertanya tentang Naehyun begitu tadi aku sampai di rumah.
Hah!
Apa yang harus aku lakukan sekarang?

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Aku mendengar dering sms ponselku kemudian aku menoleh ke nakas di sebelah tempat tidurku lalu meraih ponselku dan menatap layarnya.
Aku terduduk begitu melihat sebuah pesan masuk dari

Xiumin hyung!
Dan entah mengapa perasaanku tidak enak kali ini.

시우민

Chanyeol-ah.
Maaf atas sikapku tadi pagi.
Aku begitu marah saat mengetahui perlakuanmu pada Naehyun.
Dan jika kau masih menganggap Naehyun sebagai istrimu dan jika kau masih mempunyai hati nurani,datang sekarang ke Seoul Hospital.
Naehyun tadi mengalami pendarahan di dorm dan sekarang dia sedang ditangani di IGD.
Kumohon pengertianmu sebagai dongsaeng kami,dan sebagai suami Naehyun tentunya.

Mataku terbelalak membaca isi pesan dari Xiumin hyung.
Ya Tuhan! Apa ini karena perbuatanku semalam?

‘Maafkan aku Naehyun-ah.’

Tak terasa sebulir air mata membasahi pipiku, lalu segera aku bergegas  menuju rumah sakit.
*****

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan super.
Bahkan dia tidak memperdulikan keselamatannya sendiri dimana hari masih siang dan ngebut adalah pilihan yang salah sekarang ini.

Untung saja polisi tidak ada di setiap lampu merah saat ini.
Mungkin sedang makan siang atau malas berjaga akibat terik matahari yang begitu menyengat siang ini.
Dan sedari tadi sudah banyak bunyi klakson yang berdengung dan caci maki orang-orang yang hampir saja ditabraknya terdengar.
Namun Chanyeol seakan menutup telinga untuk itu semua.
Yang ada di pikirannya hanya Naehyun.

Dan disinilah Chanyeol sekarang, di pelataran parkiran Seoul Hospital, perjalanan yang semestinya ditempuh dalam waktu 30 menit dapat ditempuhnya hanya dalam waktu 10 menit.

Dengan gerakan cepat, pria jangkung ini memarkirkan mobilnya lalu bergegas menuju IGD setelah sebelumnya menekan tombol lock pada remote mobilnya.

Chanyeol berlari tergesa-gesa dan dengan cepat melihat tulisan ‘IGD’ terpampang di depan matanya, dia dapat melihat dengan jelas semua member sedang berada di depan ruang itu dengan wajah cemas.

Chanyeol pun melangkahkan kakinya menuju kumpulan pria yang sangat dikenalnya itu.
Namun ekor matanya kini menangkap jelas sosok pria yang ternyata adalah  Luhan yang kini sedang mengikuti seorang dokter keruangannya.

Hal ini membuat Chanyeol semakin penasaran.
Dia menatap secara bergantian kumpulan member lain yang berjaga di depan ruang IGD dan juga Luhan yang mengikuti dokter.

Dan akhirnya dia memutuskan untuk memilih mengikuti Luhan.
Tepat saat dokter dan Luhan memasuki sebuah ruangan, Chanyeol pun berdiri di dekat pintu yang untung saja tidak ditutup rapat.

Dan saat itu Chanyeol mendengar bahwa Luhan mengaku sebagai suami Naehyun.
Hatinya begitu sakit mendapati Naehyun dipanggil sebagai Nyonya Xi,dengan marga Luhan dan bukan dengan marganya.
Dan hatinya juga semakin terasa sakit saat menyadari bahwa hyungnya itu benar-benar menyukai Naehyun, istrinya.

Yah,sudah sejak lama Chanyeol mengetahuinya, tapi dia selalu menepis pikiran negatifnya.
Ternyata sikap Luhan dan cara memandang hyungnya itu pada istrinya sesuai dengan dugaannya sejak awal.

‘Luhan menyukai Naehyun!’

Yah!
Sudah beberapa hal yang membuat Chanyeol tersakiti sekarang.

Pertama

Naehyun dipanggil sebagai Nyonya Xi, bukan Nyonya Park seperti marganya sebagai suami Naehyun yang sah.

Kedua

Hyungnya -Luhan- menyukai istrinya, sesuai dengan dugaannya sejak awal dimana Luhan selalu memberikan perhatian khusus yang berlebihan pada Naehyun.

dan SEKARANG!

Dia mendengar penuturan dari dokter mengenai kondisi Naehyun sekarang yang semakin membuatnya terpukul dan merasa bersalah.
Hatinya hancur mendengar bagaimana akibat dari perbuatannya sendiri yang kini membuat istrinya menderita lahir batin.

Chanyeol mengepalkan tangannya kuat.
Sangat kuat hingga tangannya memerah, air matanya kini membendung.
Diusapnya kasar airmatanya lalu bergegas pergi saat mendengar Luhan dan dokter itu telah selesai berbincang.

Chanyeol bersembunyi dibalik tembok ruangan dokter tersebut.
Dia memajukan wajahnya dan kini melihat Luhan jalan dengan gontai kearah IGD.
Chanyeol kembali mengusap wajahnya agar tidak ada lagi airmata yang tersisa.

Akhirnya dengan langkah pasti,pria jangkung itu bergegas menuju IGD dengan hati yang remuk hingga tanpa menyadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan dirinya.

Dan kini mata bulat milik Chanyeol berhasil menangkap siluet beberapa pria yang sedang mengerumuni seorang pria dan itu adalah Luhan dan member lain.

“Bagaimana keadaannya?” ujar Chanyeol terkesan cuek kepada hyung-hyungnya disitu.
Mereka semua menengadah menatap Chanyeol yang terlihat biasa saja walaupun pada kenyataannya berbanding terbalik dengan keadaan hatinya.

Melihat sikap Chanyeol yang seakan tidak perduli, Luhan pun membuang muka.
Merasa marah dan tak ingin melihat Chanyeol. Chanyeol menyadari itu, tapi sebisa mungkin dia bersikap sangat biasa.

“Naehyun baru selesai ditangani di dalam.” ujar Suho “Dan sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang rawat karena dia mengalami pendarahan yang cukup serius Chanyeol-ah.” lanjut Suho sembari menunjuk ruang IGD disebelah mereka.

Airmuka Chanyeol berubah sambil menatap pintu ruang IGD, hatinya goyah.
Dia ingin sekali masuk ke dalam untuk melihat kondisi Naehyun dan meminta maaf tapi melihat Luhan yang baru diketahuinya begitu menyukai istrinya itu membuat hatinya tak tega.
Maka dari itu kini Chanyeol menarik nafas pelan dan membuangnya perlahan.

“Oh kurasa dia baik-baik saja. Kalau begitu aku pulang dulu. Aku masih lelah.”

Mendengar itu semua member terkejut terutama Luhan yang kini menatap lekat wajah Chanyeol dan langsung menarik kerah kemeja Chanyeol membuat pria itu sedikit limbung.

“SUAMI MACAM APA KAU INI? YANG BISA-BISANYA PERGI BEGITU SAJA SETELAH MELAKUKAN HAL BEJAT YANG MEMBUAT ISTRINYA SENDIRI TERLUKA SEPERTI SEKARANG? DIMANA OTAKMU PARK CHANYEOL!!!!”
Seketika Luhan melayangkan tinjunya pada Chanyeol membuat pria itu tersungkur dengan luka berdarah di sudut bibirnya.

Kejadiannya berlangsung begitu cepat, sehingga tak satupun member EXO yang dapat melerainya.
Untung saja Kris sadar lebih dulu dan dengan cepat menahan tubuh Luhan saat pria itu kembali akan menghajar Chanyeol.

“LEPASKAN AKU KRIS! DIA PANTAS MENDAPATKANNYA! DIA TIDAK TAHU BAGAIMANA KEADAAN  NAEHYUN SEKARANG!! DAN DIA SAMA SEKALI TIDAK PERDULI!!” Jerit Luhan membuat hati Chanyeol seakan tertimpa ribuan batu.

“Berhenti bertengkar! Ini rumah sakit! Oh ayolah! Bahkan Naehyun sedang tak sadarkan diri didalam.” ujar Kris mencoba menengahi namun tak dihiraukan oleh kedua pria didepannya dan justru kini Luhan semakin berontak.

“Cepat lepaskan aku Kris! BIARKAN AKU MENGHAJARNYA UNTUK NAEHYUN!”

‘Lakukan hyung! Lakukan saja. Bahkan jika kau menghajarku sampai mati,aku tidak akan melawan. Jika itu bisa membuat Naehyun tak menderita lagi.’ batin Chanyeol.
tetapi kembali berbanding terbalik dengan mulutnya.

Chanyeol berdiri dan terlihat berusaha untuk memukul Luhan namun ditahan oleh Baekhyun.

“Kenapa kau berlebihan seperti itu huh? Kau kira kau siapa?” ujar Chanyeol garang membuat yang lainnya terkejut.
Tak ada kesan sopan sama sekali.
Ditambah Chanyeol yang berbicara menggunakan banmal.

“Tutup mulutmu Chanyeol! Kau tidak sopan sekali. Dia itu hyungmu!” bentak Xiumin marah mendengar ucapan Chanyeol barusan.
Namun hanya dijawab dengan senyuman licik milik Chanyeol yang kini menghiasi wajah tampannya.

“Ada apa sebenarnya denganmu Chanyeollie!” bisik Baekhyun pelan namun dapat dengan jelas didengar oleh Chanyeol, Chanyeol menatap Baekhyun sendu membuat Baekhyun yakin Chanyeol memiliki alasan dibalik semua perbuatannya saat ini.
Ditambah lagi tatapan Chanyeol yang begitu sarat akan kesedihan yang mendalam.
Dirinya mengenal betul sosok pria tampan dihadapannya sekarang.

‘Mianhae Baekkie-ya..’ Bisik Chanyeol pelan namun dapat didengar oleh Baekhyun lalu

“Lepaskan aku!”  Chanyeol melepas pegangan Baekhyun dengan kasar membuat pria imut itu tersungkur dan dibantu berdiri oleh Chen.
Tapi akibatnya membuat Luhan semakin beringas dan melepaskan diri dari Kris lalu menghantamkan lagi tinjunya pada rahang Chanyeol membuat pria itu kembali tersungkur.

“Kau memang manusia tak punya hati Chanyeol-ah! Harusnya kau yang mati-matian menjaga Naehyun disini dan seharusnya kau tidak berlaku kasar seperti itu. Kau memang biadab!” ujar Luhan terengah-engah akibat emosi yang harus ditahannya.

Namun Chanyeol justru menampilkan senyuman santai menganggapi ucapan Luhan, menyentuh luka memar disudut bibirnya yang kini semakin mengeluarkan banyak darah.

‘Maafkan aku hyung! Maafkan aku, kau benar, harusnya aku yang melakukan hal itu sekarang. Tapi aku sudah terlanjur malu untuk melakukannya’
“Justru kau yang bersikap kasar! Dia itu istriku Bukan istrimu! Memangnya kau siapa huh?”tutur Chanyeol santai masih dengan senyum menyebalkannya dan berdiri didepan  Luhan.

“Mau kupukul, ku sakiti bagaimana pun, Itu hakku! Karena aku suaminya.
Sedangkan kau, apa alasanmu sampai sebegini ributnya menuntutku menjaganya hah? JAWAB!”
Ucapan Chanyeol barusan seperti tamparan telak untuk Luhan.

Dia siapa?
Tentu saja.
Dia hanya hyung satu grup Chanyeol.
Tidak ada hubungan darah sama sekali dengan Chanyeol apalagi dengan Naehyun.
Dan dibandingkan member yang lain, Luhan memang terlihat jauh lebih emosional menanggapi perbuatan Chanyeol dan semuanya mengatasnamakan perasaannya pada Naehyun.

Luhan hanya terdiam.
Begitu pun member lain yang kini hanya dapat menatap cemas kedua pria tampan itu secara bergantian.

“Kenapa diam? Tidak bisa menjawab eoh?
Lagipula aku penasaran kenapa kau seperti ini hingga memukulku bertubi-tubi seperti ini.” lanjut Chanyeol sambil menunjuk luka di sudut bibirnya.
Tetap saja tak ada jawaban dari Luhan hingga Chanyeol mendekat kearah Luhan, menyisakan jarak yang hanya sejengkal diantara keduanya.

“Apa kau menyukai istriku hyung?”

SKAK MAT!

Luhan menengadah menatap Chanyeol sementara member lain menganga mendengar tuduhan Chanyeol.
Juga kini Sehun, Kai dan Tao yang sudah keluar dari IGD setelah mendengar keributan yang berasal dari kedua hyungnya.

“Tetap akan diam Tuan Xi? Tidak bisa menjawab eoh??” Chanyeol tertawa sejenak, bahkan kini matanya sedikit berkaca-kaca membuat dirinya harus tertawa sambil menengadahkan wajahnya- tidak ingin member lain mengetahuinya.

Dan Baekhyun melihatnya dengan jelas!
Dia tahu seberapa keras Chanyeol menahan sakit juga tangisnya saat ini.
Dia tahu bahwa Chanyeol hanya beracting didepan mereka.
Hanya 1alasan yang dia tidak tahu dan akan mencari tahu.
Mengapa Chanyeol berubah terhadap Naehyun dan kini berselingkuh.

“TENTU SAJA KAU TIDAK BISA MENJAWABNYA KARENA KAU MENYUKAI ISTRIKU!!!” jerit Chanyeol menjawab tuduhannya sendiri seraya menunjuk-nunjuk wajah Luhan.
Sementara tersangkanya kini hanya mampu terdiam menatap intens Chanyeol yang sedang marah.

“Hyung seperti apa yang menyukai istri dongsaengnya sendiri bahkan sebelum menikah huh?! Apa pantas kau disebut hyungku?” lanjut Chanyeol menatap dalam manik mata Luhan.

Semua member hanya terdiam.
Tak ada yang bisa menghentikan Chanyeol untuk saat ini.

Bagaimanapun juga Luhan tetap bersalah disini karena terlalu ikut campur mengatasnamakan perasaannya.
Karena memang tak seharusnya dia menunjukkannya secara terang-terangan hingga Chanyeol sendiri dapat mengetahuinya bahkan sebelum menikah dengan Naehyun.

“Kau memang brengsek Luhan!”

“Chanyeol-ah! Jaga ucapan—”

“Ya, aku menyukainya! Ani. Aku rasa aku mencintainya.  Aku mencintai Naehyun! Istri dongsaengku sendiri.” aku Luhan dengan lirih dan sengaja memotong ucapan Suho.
Semua member terbelalak mendapati pengakuan Luhan tentang perasaannya pada Naehyun didepan Chanyeol sendiri, suami Naehyun.

Chanyeol tersenyum miring lalu kembali memangkas jarak dengan Luhan.

“Kau ambil saja dia, aku sudah tidak berminat!” ujar Chanyeol beranjak setelah sebelumnya menyenggol kasar bahu Luhan.
Dan dengan posisi Baekyun dan Suho yang sangat strategis menghadap Chanyeol, dengan sangat jelas keduanya dapat melihat sebutir air mata jatuh di pipi Chanyeol setelah dia menyenggol Luhan dan melengos pergi.

“Hyung, aku rasa ada yang tidak beres dengannya, aku merasakannya sedari tadi.” ujar Baekhyun menatap Suho yang dijawab dengan anggukan lalu keduanya kembali menatap Chanyeol yang semakin menjauh.

‘Kau memang benar-benar pandai berakting Chanyeollie’ batin Baehyun lirih
*****

Dan benar saja.
Chanyeol sama sekali jarang menemui Naehyun sewaktu dirumah sakit.
Membiarkan hyung-hyungnya yang merawat istrinya itu.

Sementara Luhan dan Chanyeol, keduanya tidak pernah bertutur sapa semenjak kejadian itu.
Dan Chanyeol yang mendapat julukan Happy Virus kini sudah tak seceria biasanya sesuai dengan julukannya.
Di panggung jika mereka perform, Chanyeol hanya sekedarnya saja tersenyum pada fans ,dan akan semakin parah jika selesai perform.
Wajahnya selalu muram, bahkan senyumannya dapat dihitung dengan jari.

Bukan seperti dulu, yang senyumannya bagai baju obralan a.k.a murah saking cerianya.
Sikapnya juga semakin dingin,cuek dan juga semakin jarang berbicara.
Semua member merasa kehilangan happy virus mereka.
Sudah berapa kali mereka mencoba mendekati Chanyeol.
Namun nihil.
Chanyeol akan melengos pergi begitu saja jika ada hyung maupun dongsaengnya yang berusaha mendekat ataupun mengajaknya berbicara.

Bukan hanya member saja, Naehyun juga merasakan hal ini.
Dan ternyata tak hanya itu saja.
Dia juga mengetahui Kejadian di rumah sakit kemarin dan mendengar semua pertengkaran Luhan dan Chanyeol karena dirinya.
Dan dia mendengar semuanya dan menangis dalam diam begitu Kai, Sehun dan Tao keluar dari ruangannya.
Karena sebelum mereka bertengkar -Luhan & Chanyeol- ternyata Naehyun sudah sadar namun berpura-pura tidur karena mendengar keributan yang diketahuinya secara jelas bahwa Chanyeol adalah salah satunya.

Tapi walaupun begitu, Naehyun sama sekali tidak bisa membenci Chanyeol.
Tidak -sebelum dia mendengar dan mengetahui alasan Chanyeol yang sebenarnya.
Rasa cintanya yang begitu besar tak mampu membuat dirinya membenci Chanyeol sedikit pun.

Dan dia juga yakin bahwa Chanyeol masih mencintainya namun bersikap seolah tidak peduli karena sebuah alasan.
Dan dia tidak mengetahui apa itu.
Namun walaupun begitu,  Naehyun tetap merahasiakannya dari member Exo yang lain.
Juga bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa dihadapan member dan keluarganya.
Naehyun menutupinya hingga dia sendiri yang akan mengetahui alasan Chanyeol.

Dan semuanya itu berlangsung hingga sekarang.
Hampir 2 minggu mereka lewati dalam kehampaan.
Chanyeol yang jarang pulang ke dorm.
Hanya bolak-balik apartemennya -dan Naehyun- dan rumah orangtuanya.

Ya begitulah.
Dia memang bersikap cuek pada Naehyun.
Namun tidak secuek saat bersama member Exo.

Dan Naehyun juga berusaha untuk tidak pernah menuntut lebih pada Chanyeol.
Karena dia tahu, jauh di dalam lubuk hati, Chanyeol masih mencintainya.
Sesekali hasrat hati Naehyun untuk memeluk suaminya itu hadir begitu saja jika melihat wajah murung Chanyeol di malam hari bahkan saat tertidur pulas sekalipun, namun dia tidak memiliki keberanian yang cukup hingga pada akhirnya dia sendiri terlelap dan Chanyeol yang cuek akan kembali pada pagi hari.

Naehyun juga merasa sangat sedih melihat kerenggangan hubungan member Exo dengan Chanyeol.
Hingga dia bertekat harus mencari tahu penyebab perubahan sikap Chanyeol lebih dulu.

Perasaan Naehyun yang begitu kuat terhadap Chanyeol membuat dirinya tak bisa membenci Chanyeol sedikit pun,  ditambah lagi dengan fakta nyata yang dirasakan Naehyun beberapa hari setelah kepulangannya dari rumah sakit hingga sekarang, dimana Chanyeol yang selalu akan datang kepadanya –hanya saat Naehyun tidur- lalu menangis meminta maaf hingga tertidur.
Naehyun selalu mendengarnya samar-samar karena memang sedang tertidur pulas, hingga suatu malam gadis itu tidak sengaja mengetahuinya.

Flashback On

Malam itu Chanyeol pulang sedikit terlambat dari biasanya membuat Naehyun memilih untuk menunggu suaminya itu di kamar.

Gadis itu merasakan khawatir yang amat sangat, hingga tak sedetik pun matanya terasa berat.
Hari itu malam semakin larut, Naehyun memalingkan wajahnya menatap jam digital yang terletak diatas nakas sebelah bed mereka.

01.18

Naehyun mendesah memikirkann kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja tterjadi pada suaminya itu.
Entah mengapa pikirannya kembali tertuju pada malam dimana dirinya mengalami kejadian terburuk seumur hidupnya.
Tapi bukan memikirkan perbuatan Chanyeol saat itu, melainkan pada sebuah nama yang keluar dari bibir pria bermarga Park itu.

Chorong~

Naehyun menatap langit gelap melalui kaca jendela kamar apartemennya,  berusaha mengingat apakah Chanyeol ataupun member EXO lainnya pernah menyebutkan nama itu.
Tapi Nihil~ gadis itu merasa tak mengingat bahkan tak pernah mendengar nama tersebut terucap oleh member EXO.
Naehyun sibuk menerka-nerka tentang hubungan antara Chanyeol dan gadis bernama Chorong itu.
Hatinya sedikit bergemuruh kala mengingat Chanyeol yang malam itu berucap tentang mencintai gadis yang entah bagaimana rupa dan bentuknya.
Setitik airmatanya lolos begitu saja saat pikirannya tertuju pada kemungkinan Chorong adalah selingkuhan suaminya.
Tapi Naehyun kembali menepis pikiran buruknya itu.
Gadis itu berusaha keras meyakinkan dirinya bahwa suaminya dan gadis itu tidak memiliki sebuah hubungan spesial. Dirinya yakin bahwa Chanyeol tidak akan pernah mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Sibuk bernegosiasi dengan pikiran dan hati kecilnya,  Naehyun mendengar password apartemennya ditekan.
Entah mengapa gadis itu tiba-tiba saja menarik diri ketempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya hingga sebatas dagu-berpura-pura tidur.

Naehyun memasang ekspresi seseorang yang benar-benar tertidur lelap hingga dirinya mendengar pintu kamarnya yang terbuka pelan.

Suara langkah kaki perlahan terdengar semakin jelas di telinga Naehyun.

Tiba-tiba hatinya merasa takut, bodoh sekali dia tak mengintip terlebih dahulu siapa sebenarnya yang datang ke apartemennya.
Bisa saja itu bukan Chanyeol melainkan orang jahat yang datang memasuki rumahnya.
Bukan tanpa alasan pikirannya tertuju pada hal itu, namun dikarenakan pergerakan seseorang yang kini berada di kamarnya terdengar sangat perlahan dan hati-hati.

Pikiran buruknya itu seketika sirna saat mendengar deru nafas yang begitu familiar di telinganya.
Hatinya mendadak tenang setelah tahu pasti bahwa seseorang yang kini bahkan berada disebelah tempat tidurnya itu adalah benar suaminya, Park Chanyeol.
Aroma tubuh yang menyatu dengan parfum khas suaminya itu memaksa masuk ke indra penciumannya.
Naehyun menarik nafas dalam.
Yah, dia begitu menyukai wangi khas suaminya itu.

Sedang sibuk menikmati wangi favoritnya itu, tiba-tiba sebuah isakan tangis dari pria disebelahnya memecah keheningan di tempat itu.

Suara isakan yang begitu memilukan lepas dari bibir indah suaminya,
Naehyun terkesiap mendengar isakan itu.
Hatinya tersentuh serta bertanya-tanya hal apa gerangan yang membuat suaminya itu kini memangis.
Akhirnya Naehyun berniat untuk bangun dan melihat kondisi Chanyeol, namun tiba-tiba suara parau Chanyeol menghentikannya.

“Jagiya~ Apa kau masih marah padaku tentang kejadian beberapa hari lalu? Kumohon maafkan aku. Aku tidak sadar saat itu. Maafkan aku, maaf~”

Chanyeol semakin terisak di sebelah Naehyun.

“Apakah begitu sakit? Aku memang bodoh! Aku suami yang bodoh. Aku tidak pantas untuk gadis sebaik dirimu, aku memang bukan suami yang baik.”

Chanyeol menangis tertahan.
Pelan dia menarik nafas untuk memenuhi paru-parunya yang terasa sesak.

“Apa aku bisa dimaafkan? Aku rasa tidak! Kau memang pantas marah padaku. Bahkan jika kau ingin aku melepaskanmu, aku akan melakukannya. Itu semua kulakukan bukan karena aku tidak mencintaimu. Perlu kau ketahui, aku begitu mencintaimu, bahkan sangat.
Tapi kebodohanku merusak semuanya.”

Chanyeol terdiam sejenak, membuat Naehyun kembali menerka-nerka hal apa yang akan diucapkan Chanyeol berikutnya.
Hatinya ngilu mendengar pria yang dicintainya itu meminta maaf padanya hingga menangis.
Sejujurnya gadis itu bahkan tidak bisa menyimpan amarah lebih dari sehari pada Chanyeol.
Begitupun setelah perbuatan bejat Chanyeol minggu kemarin.
Sedikitpun rasa marah apalagi dendam tidak bisa tinggal di hatinya.
Mungkin hanya sedikit rasa trauma saja.
Tapi sebisa mungkin gadis itu menyimpan semua perasaanya itu di dalam hatinya.

Saat ini, gadis berparas cantik itu ingin sekali bangkit dan membawa pria yang dicintainya itu ke dalam pelukannya.
Namun hati dan pikirannya itu tak sejalan membuat dirinya hanya mampu mematung menunggu Chanyeol berbicara. 

Namun nihil~ tak ada lagi pergerakan yang dilakukan Chanyeol, yang dirasakan Naehyun saat ini hanyalah beban berat di sebelah perutnya yang kemudian diketahuinya adalah Chanyeol yang tertidur sambil memeluk perutnya.

Gadis itu kini menangis, namun berusaha keras meredam suaranya agar tidak mengganggu suaminya itu, air matanya bercucuran disisi wajahnya berusaha mengurangi sesak di hatinya.

Kini dia tahu dengan jelas, Chanyeol benar-benar menyesali perbuatannya.
Dan hal itu semakin membuat dirinya yakin, bahwa Chanyeol menyembunyikan sesuatu darinya.

Setelah membiarkan Chanyeol tertidur lebih pulas di perutnya dan memastikannya, Naehyun beranjak memperbaiki posisi tidur Chanyeol.
Mengangkat tubuh berat suaminya itu lalu memasangkan selimut hingga menutupi tubuh Chanyeol sebatas dagu.

Naehyun berhenti sejenak memandangi wajah pucat suaminya yang kini terdapat bekas airmata yang belum sepenuhnya mengering di pipinya.
Naehyun membekap mulutnya sendiri lalu mengusap kasar air matanya sambil memandangi wajah Chanyeol intens.

Didekatkannya wajahnya dengan wajah suaminya itu, dan berusaha keras agar tidak mengeluarkan isakan lalu menangkup wajah suaminya itu dengan perlahan.
Dan kini Naehyun menciumi jejak airmata yang membekas di wajah Chanyeol, menghilangkan jejak airmata yang tumpah akibat dirinya itu dengan bibirnya sendiri.
Setelah itu, kembali Naehyun memandangi wajah Chanyeol, rasa perih dihatinya begitu menyesakkan paru-parunya yang entah kenapa mendadak berhenti menangkap oksigen disekitarnya.

Naehyun menghirup nafas dalam lalu kembali menatap wajah suaminya itu, sebutir air mata pun jatuh di pipinya, dan tanpa menghapusnya lebih dulu, kini Naehyun mendekatkan wajahnya pada Chanyeol dengan mata terpejam.
Mengecup lembut bibir suaminya itu, berharap dapat mengurangi sedikit pilu yang dirasakan suaminya saat ini karena dirinya.

Setelah merasa cukup, Naehyun pun menjauhkan wajahnya hanya beberapa centi dari wajah Chanyeol, kembali menatap wajah suami yang dirindukannya itu dari dekat.

“Aku mencintaimu, aku tidak pernah marah padamu. Itu karena aku sangat mencintaimu. Aku sudah memaafkanmu bahkan jauh sebelum kau minta maaf. Aku— tak banyak meminta, hanya aku mohon padamu, jangan pernah melepaskanku bahkan untuk sebentar saja, karena aku juga tak akan membiarkanmu melepaskanku. Aku harap kau mengetahuinya—Chanyeollie~”

 

Flashback Off

 

TBC~~

 

Haloooooo, ini chapter 3 FM nya ya.. Buat yang merasa kurang puas, author minta maaf ya..
Juga maaf jika ffnya jadi aneh bawaannya. Author jadi rombak ceritanya karena harus masukin cast Chorong lagi..
Author minta maaf kalau laaaaaaaaaammmmmmmmmmaaaaaaa banget postnya ya, author minta maaf..
oiya author juga uda ngepost ff lain yang My Destiny, author minta tolong juga dibaca ya itu ff biar author bisa ngelanjutinnya gimana,,
Eihh author bahasanya ribet ya? Maaf ya readersss..

Oiya, author ingetin lagi buat komen ini ff ya, soalnya author butuh banget komen yang mendukung author kedepannya.
buat yang udah komen and like author ngucapin banyak terimakasih ya..
juga buat admin ditjao , terimakasih lagi karena berbaik hati ngepost ini ff..
Sekian dulu deh, untuk chapter selanjutnya author gabisa janji buat ngepost kapan, soalnya author mau mid test, mohon pengertiannya ya ^^
Yang udah komen di chap sebelumnya, author ucapin banyak terimakasih ya..

Oke deh sekian dulu ya, author pamit duluu!

Annyeonggggg ^^

 

 

204 responses to “Flawless Marriage (Chapter 3)

  1. park chanyeol si happy virus kenapaa, jd berubah 180° gituu

    author-nim updatenya saya tunggu yaa^^

  2. yaa tuhaaaaaaannnnnnn chanyeooiilll. keep writing thooooorrr . aku akan baca dr chap 1 duluu

  3. Huhuhu ga ngerti ya sma sikapx yeol..dia tu knp?ujung2x kan naehyun juga yg kasian klo terus2an dicuekin kya gtu..

  4. Huaaaaa nyesek bacanya, gua acungin jempol buat authornya , penasaran ama chap selanjutnya nih kapan di post ? gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s