Silent in a Married (Chapter 1)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

 

Tittle                : Silent in a Married Chapter 1

Cats                 : Choi Ji Hwa As Ji Hwa Oc’s

Wu Yi Fan As Kris Wu Exo’M

Park Chanyeol as Chanyeol Exo’K

Other               : Exo Memberss

Jessica Snsd

And other

Genre              : Romance,Sadness , marriage life, And Others

Ratting                        : General

Length             : Chapter

Summary         :

“baiklah, aku ingin menikah dengannya, tapi aku tidak ingin orang-orang tau kami menikah”

 

 

Hai,, FF ini kemarin juga pernah di publish melalui salah satu author disini, tapi karena dia marah sama aku, dia menghapusnya, sebenarnya aku juga bingung kenapa dia marah, aku tahu kalau aku lebih muda, dan manggil dia Chingu, bukan Eonnie, itu karena aku gak mau di bilang SKSD, tapi dianya malah marah2, kan bisa bilang baik-baik kalo dia gak suka aku panggil Chingu, bukannya marah marah xD *Lho kokmalah curhat??* yaudah, untuk author yang bersangkutan, aku mohon maaf sekali lagi sama kamu, bukannya aku gak sopan atau apa,, perasaan aku udah sopaan banget, aku hanya tidak ingin di bilang sok akrab, jadi tolong, Forgive me, dan bagi reader,, FF ini udah aku perbaikin, maaf kalo masih typo, alurnya maksa, ceritanya gak menarik/biasa-biasa aja,, aku hanya author biasa yang tulisannya gak sebagus author2 yang udah pengalaman,, dan maaf kebanyakan bacot,, langsung saja,, Happa Reading!!!!!!!!!

Author POV

Seorang yeoja cantik menatap malas ke layar televisi,  kadang dia menutup mulutnya karena menguap, inilah keseharian yeoja itu, setiap malam dia selalu menunggu seseorang yang tak ia yakini akan pulang atau tidak,

Matanya terbuka lebar ketika melihat boy band yang sudah lama ia tunggu-tunggu,

“Exoo!!” seru MC dari layar televisi itu, yeoja itu benar-benar gembira ketika melihat namja yang sangat ia kenal, 

Namja itu adalah Kris, namja dingin yang berstatus sebagai suaminya, Ji hwa terus melihat performance Exo, senyum tipis terlihat di lengkukan bibir manisnya, tak jarang dia bersenandung kecil mendengar lagu yang di nyanyikan exo.

[All] Geomjeong geurimja nae ane kkae eona
neol boneun du nune bul kkochi nuntteo
geu nyeo gyeoteseo moduda mulleona
ijen jogeum sshik sana woji nikka

[All] Na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Lay] Da mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla

[All] Na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
na eureureong eureureong eureureong dae
[Kai] Da mulleo seoji anheumyeon dachyeodo molla

 

 

Lagu itu telah selesai, maka selesailah juga acara yang ada di televisi itu,

‘huaah!’ dia kembali menguap, matanya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi sekarang, dengan langkah berat dia berjalan menuju dapur untuk membuat secangkir coffe hangat agar matanya kembali ter buka.

Dia kembali keruang tamu apartemenya dengan membawa secangkir coffe  hangat, Ji hwa meminum coffe itu dan tangnnya tidak mau diam menggonta – ganti channel tv yang ia inginkan, sudah satu jam dia duduk di ruang tamu itu dan matanya kembli mengantuk, satu cangkir coffe yang ia minum tidak bekerja dengan baik, bukannya tak mengantuk lagi dia malah semakin mengantuk, yeoja itu melihat jam yang terpampang jelas di dinding di atas lemari televisi, jam sudah menunjukkan pukul 12.30 KST.

’12.30.. tapi kenapa dia belum pulang juga?? Apa dia tidak pulang kerumah malam ini??’ tanyanya membatin, dia memutuskan untuk menghubungi seseorang yang dia tunggu tunggu dari tadi, yeoja itu mencari nama orang itu di layar kontak handphonenya, dia bingung untuk mengubungi atau tidak,  kalau dia menghibungi orang itu, bagaimana kalau dia –orang itu- sudah tertidur?? Pasti dia akan terganggu karena yeoja itu menelponenya,,

‘mungkin dia sudah tertidur, lebih baik aku tidur saja’ batinnya, dia memutuskan untuk tidur di kamarnya. Lagi pula untuk apa dia menunggu orang itu? Lebih baik dia tidur, toh orang itu bisa masuk sendiri tanpa harus dia yang membukakan pintu, dan lagi bukankah dia bukan orang asing yang tidak tahu password apartemen mereka??

‘Tiit..’ baru saja Ji Hwa akan membuka kenop pintu kamarnya, suara pintu apartemen otomatisnya berbunyi, menandakan ada orang yang sudah berhasil membuka passwordnya,

Dan kini nampaklah seorang namja tinggi jakung yang terlihat sangat lelah, namja itu menatap dingin keara Ji hwa, dia memasuki apartemennya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada yeoja itu.

“oppa sudah makan??” Tanya Ji hwa sembari menutup pintu apartemen mereka.

“sudah” balas Kris –namja itu- singkat, Ji hwa hanya mengangguk mengerti,, beginilah nasib Ji hwa, Kris selalu bersikap dingin padanya,, dia selalu di anggap sebagia orang asing oleh namja itu,, dia tahu betul kalau Kris sama sekali tidak mencintainya, bahkan mungkin Kris membencinya, tapi dia hanya bisa tersenyum melihat semua perlakuan namja itu padanya, jujur, diapun tidak mencintai Kris, tapi dia selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik utuk namja itu, istri yang baik di mata Kris, meskipun dia tau, Namja itu tidak pernah menganggapnya sebagi seorang istri.

Flash Back:

“aku tidak mau dijodohkan!!” seru Kris dengan wajah marahnya

“tidak bisa Wu fan!! Kau harus menikah dengan Ji hwa!!” seru sang ayah tak mau kalah dengan seruan anaknya itu,

“jika kau tidak ingin menikah dengannya, appa dan amma tidak akan menganggapmu sebagai anak kami lagi, dan appa akan menggagalkan debutmu di S.M Ent!!” ancam sang ayah

Kris mendenguskan nafasnya kasar, dia benar-benar kesal sekarang, mau bagai mana lagi?? Dia mengacak rambutnya kasar, lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa ruang keluarga yang saat ini dia tempati,

‘bodoh, bagaimana mungkin aku menikah?? Ini benar – benar tidak masuk akal’ batin namja itu,

“bagaimana Wu Fan?? Ini demi kebaikan mu dan keluarga kita” sang ibu yang duduk disebelahnya terlihat bertanya padanya dengan nada membujuk yang membuat kris tidak bisa menolaknya, namja itu mendengus kasar, dia memejamkan matanya yang merah karena menahan emosi,

“baiklah, aku ingin menikah dengannya” ucap namja itu dengan nada terpaksa”

“baiklah,, minggu depan  kau akan menikah dengannya,,” balas ayahnya dengan nada yang terdengar bahagia, Kris sedikit terkejut mendengar perkataan ayahnya itu,, dan  dengan terpaksa ia mau menurutinya..

“ Tapi aku tidak ingin orang-orang tau kami Menikah.”

Flash Back end

Sudah dua bulan Kris dan Ji hwa menikah, dan dua bulan pula Kris merasa terbebani karena yeoja itu,,

Kris memasuki kamarnya, di ikuti Ji hwa di belakangnya, dia merebahkan tubuhnya kasar, dia benar-benar lelah hari ini, bayangkan saja, menjadi seorang leader bukankan itu hal yang melelahkan?? Apalagi semua membernya sangat susah untuk di atur,, itu benar-benar melelahkan,,

Kris melirik Ji hwa yang masih diam mematung di depan pintu kamarnya.

“wae? Kau tidak tidur?” Tanya Kris dingin, Ji hwa hanya menatap lelah kearah namja itu, dia sudah lelah dengan Kris yang selalu bersikap dingin padanya,, dia mendekat kearah suaminya itu lalu berbaring di samping Kris dengan hati-hati,, namja itu menatap Ji hwa dengan tatapan dingin, yeoja itu membalikkan tubuhnya membelakangi kris, dia memeluk gulingnya erat lalu perlahan pergi kealam mimpinya, Kris menatap datar Ji hwa yang tidur membelakanginya, dia tak mau ambil pusing, namja itu menutup kedua matanya, dan menyusul Ji hwa pergi kealam mimpinya sendiri, mereka berdua telah terlelap di alam mimpi masing-masing,

Sinar mentari pagi masuk kedalam kamar Ji hwa dan Kris melewati celah-celah kecil yang ada di kamar itu, Ji hwa menggeliat kecil, dia benar-benar masih mengantuk, tapi entah kenapa matanya memaksa untuk di buka, dia mengusap matanya lalu membuka matanya perlahan, matanya melihat kearah samping, dia mendesah pelan ketika tidak mendapati kris lagi di sampingnya, itu memang sudah biasa bagi Ji hwa, saat dia terbangun kris pasti sudah tidak ada lagi di sampingnya, Ji hwa menuruni tempat tidurnya, yeoja itu memutuskan untuk membereskan kamarnya.

Setelah Ji hwa membereskan kamarnya dia bergegas untuk mandi, karena hari ini dia ada jadwal kuliah untuknya,

Kini yeoja itu sudah siap dengan baju dan perlengkapannya untuk kuliah, dia bergegas untuk berangkat ke kampusnya, karena dia yakin pasti dia sudah terlambat sekarang.

@Campus

Ji hwa turun dari mobil pribadinya, setelah menekan tobol kunci, dia segera berlari kedalam kelasnya, decitan sepatu Sneakers Ji hwa begitu terdengar di telinga, dengan nafas yang lumayan terengal-engal dia memasuki kelasnya itu, Nampak seorang dosen yang sedang menjelaskan materi dengan sangat serius,

“permisi, Mianhamnida saem, saya terlambat,,” maafnya kepada dosen itu, dosen itu tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

“nona Choi, ini untuk pertama kalinya kau terlambat di kelasku, kenapa kau terlambat??” Tanya dosen itu

“Mi,,mianhamnida Cho sonsaengnim, tadi saya kesiangan” balas Ji hwa, yeoja itu menggaruk tengkuknya yang sudah pasti tidak gatal sedikitpun itu,

“yasudah, gwechana masuklah,,” ujar dosen itu, Ji hwa masuk dan duduk di kursinya,, dosen itu melanjutkan materi yang tadi sempat terhenti karena kedatangan yeoja itu,,

*kring,,* tidak terasa semua pelajaran mata kuliah Ji hwa sudah habis, dan itu membuat Ji hwa senang, benar – benar senang.

Dia membereskan buku pelajarannya yang berserakan di atas mejanya,

Chaerin teman dekat Ji hwa datang menghampiri yeoja itu,

“Annyeong Hwa~ah,” sapa Chaerin pada sahabatnya itu,

“eoh,, annyeong” balas Ji hwa sambil tersenyum kepada temannya itu,

“apa hari ini kau sibuk?” Tanya Chaerin, Ji hwa menggeleng,

“anio.. waeyo??” tanyanya, “emm, bagaimana kalau temani aku membeli buku di mall??” Tanya Chaeri, Ji hwa Nampak berfikir sejenak,

“emm, membeli buku? Apa kau tidak menipuku?” Tanya yeoja itu dengan tatapan selidiknya, dengan cepat Chaerin menggeleng,,

“ania~ manamungkin aku menipumu.” balas yeoja itu,

“emm,, baiklah,, kapan??”Tanya Ji hwa lagi

“nanti sore, bagaimana??” ujar Chaerin

“emm, ne arrasseo nanti sore.. yasudah, aku mau pulang dulu ne, annyeong,,” yeoja itu menyandang tas selempangnya, lalu menuju parkiran mobilnya, setelah menekan tombol buka, dia langsung memasuki mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan sedang.

@Ji Hwa’s n Kris’s Apartemen

Ji hwa memasuki apartemennya dengan Kris sambil menenteng tas kuliahnya, apartemen mewah itu selalu terlihat sepi, bagaimana tidak? Hanya ada dua orang yang meninggali apartemen sebesar itu,, hanya Kris dan Ji hwa,, itu pun bila Kris datang,, jika Kris tidak datang Ji hwa hanya sendiri, dia sangat kesepian, hanya chaeri yang sering menemaninya, walaupun ada kris, Ji hwa juga akan Nampak kesepian, karena Kris tidak akan berbicara padanya walau hanya sekedar basa basi.

‘brukk’ Ji hwa merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya nan empuk itu, matanya terpejam sejenak, entah apa yang ia pikirkan, dia membuka matanya, pandangan yeoja itu tertuju pada  langit-langit kamarnya yang tidak bergambar sama sekali,

‘drtt,,drtt,,’ tiba-tiba handphone yeoja itu berbunyi,, Ji hwa merongoh kantong celananya,, dia melihat satu pesan masuk di layar handphone nya,,  dengan cepat dia membuka pesan itu

From     : Kris Oppa

Malam ini aku tidak pulang

Ji hwa tersenyum kecut ketika membaca pesan itu, Kris tidak pernah menelponenya, walaupun itu hal penting, Kris hanya akan mengirimkan pesan singkat untuknya, pesan yang sesingkat singkatnya.

 

***

 

 

Ji hwa pergi ke mall bersama Chaerin, wajahnya terlihat kesal pada yeoja itu,,

“dasar penipu.. kau bilang kau hanya ingin membeli buku, tapi ternyata kau ingin mengajakku bertemu dengan Gongchan oppa, dasar pembohong,,” kesal yeoja itu pada Chaerin yang hanya bisa menanggapi perkataan Ji hwa dengan cengiran tanpa dosanya

“mianhae Ji hwa~ah, jika aku tidak seperti itu, aku yakin kau tidak akan mau menemaniku,” balas Chaerin

“tentu saja aku tidak mau, aku yakin, pasti aku akan dijadikan obat nyamuk olehmu” balas Ji hwa ketus, Chaerin hanya tertawa renyah,

“Hehehe,, mianhae ji hwa~ah,, siapa suruh kau tidak punya namjachingu,,” ujar yeoja itu dengan nada menyalahkan pada Ji hwa, Ji hwa menatap Chaerin tajam

“kau bilang aku tak punya namjachingu??! Aku bahkan sudah mempunyai seseorang  yang lebih dari kata ‘namjachingu” balas yeoja itu sambil menekankan kata-kata namjachingu yang baru saja ia katakan,,

“Hahahaha.. baiklah nona WU, kau memang memilki seseorang yang lebih dari kata namjachingu, tapi kalau kau dan orang itu tak saling mencintai bagaimana jadinya??” Tanya Chaerin sambil mengedipkan sebelah matanya

“Sudahlah, dan satu lagi, jangan memanggilku nona WU!”seru Ji hwa sembari menatap tajam kearah Chaerin, Sementara Chaerin, yeoja itu hanya membalasnya dengan tawa kecil

“Mana pangeran kesianganmu itu?” Tanya Ji hwa sambil menengok ke kiri ke kanan, mencari sosok Gongchan yang tidak kunjung datang

“Emm, dia bilang dia hendak kesini,, nah itu dia!” seru Chaerin sembari menunjuk seorang namja tinggi yang  terlihat sedang mencari seseorang,,

“Oppa!” seru chaeri lagi, dia berlari kearah Gongchan lalu memeluknya,, Ji hwa hanya bisa memutar kedua matanya, seolah tidak tertarik melihat sikap temannya yang terlihat sangat berlebihan itu

“Gongchan oppa, jaga chaeri ne, jangn di apa-apakan dia, aku ingin mencari sesuatu,” suruh Ji hwa pada Gongchan.

“Hahahaha  tentu saja,, aku tidak akan berbuat macam-macam pada teman mu ini,,” balas namja itu disertai tawa khasnya.

Ji hwa meninggalkan Chaerin dan Gongchan yang sedang berpacaran itu, dia memang harus meninggalkan mereka berdua,  kalau tidak,  mungkin dia akan di jadikan obat nyamuk oleh mereka,,

‘Dasar pabo’ batinnya,, Ji hwa hanya berjalan mengelilingi isi mall dengan langkah gontai, dia merasa bosan, benar-benar bosan.

Seorang namja jangkung berjalan memasuki mall dengan hati-hati, wajahnya sama sekali tidak terlihat, karena di tutupi dengan topi, masker, dan kacamata,, dari penampilannya, namja itu terlihat seperti seorang artis yang tengah menyamar, agar tidak ketahuan fansnya, semua orang menatap aneh kearah namja itu,  dia menaiki tangga berjalan yang ada di mall itu, setelah sampai ke lantai 2, namja itu berjalan, dia seperti tengah mencari sesuatu, dia tersenyum ketika melihat sebuah toko topi yang sedari tadi ia cari, dia melangahkan kakinya dengan tak sabaran.

Belum sempat namja itu memasuki toko topi tersebut, dia melihat seorang yeoja yang benar-benar di kenalinya, dan yeoja itu adalah

“Alicia~” panggil namja itu dengan setengah berteriak, yeoja yang bernama Alicia itu terkejut dengan seruan orang yang memanggilnya itu,, padahal dia sudah di korea, tapi kenapa ada orang yang memanggilnya dengan namanya ketika dia masih di new York? namja jakung tadi mendekati Ji hwa yang tengah menatap namja itu, dengan tatapan bingungnya,,

“Sorry, how could you know myEnglish name?” Tanya Ji hwa dengan nada bingung,,

“hahahahaha, Alicia, you don’t know me?”  Tanya namja itu, Ji hwa mengangguk bingung, bagaimana mungkin dia dapat mengenali namja yang sekarang berada di hadapannya ini, sedangkan wajahnya saja tidak dapat terlihat sama sekali,

“Yes of course,, I don’t know you,, sorry,,” balas Ji hwa dengan tatapan anehnya,

“you really really, don’t know me?? Oh my, I think you was Forgotten with me,” ujar namja itu dengan nada kecewa,Jji hwa menatap namja itu dari atas sampai bawah, dari suaranya, nada bicaranya, ahh,, sepertinya dia tau siapa namja yang sekarang berada di hadapannya itu,

“ok, please wait,,” ujar yeoja itu, tanpa permisi dia  memegang pundak namja yang sekarang berada di depannya itu dan menekannya dengan cukup keras, membuat namja itu meringis kesakitan

“Y,,you,, Chanyeol oppa!” seru Ji hwa tidak percaya,, Ji hwa memeluk  Chanyeol dengan begitu erat, begitupun dengan Chanyeol,

“You never change dear,,” ujar Chanyeol sembari mengusap kepala Ji hwa dengan lembut,,

“Kapan kau pulang dari New York huh? Kau bahkan tak mengabariku sama sekali,” tanya Chanyeol,, Ji hwa tersenyum senang,

“aku sudah lama pulang oppa, mianhae aku tidak mengabarimu,, handphone ku hilang ketika aku di airport kemarin,,” balas Ji hwa.

“dan kau tau oppa? Aku sangat merindukanmu,” ujar yeoja itu, dia kembali memeluk Chanyeol dengan cukup erat,

“kau pikir aku tidak merindukanmu huh?” Tanya Chanyeol sambil mengusap usap kepala Ji hwa pelan, Ji hwa melepaskan pelukannya pada namja itu,

“Oppa, bukankah kau sudah menjadi artis sekarang?? Kau personil EXO kan??” Tanya Ji hwa bersemangat, Chanyeol mengangguk,

“Ne,, personil yang paling tampan lebih tepatnya,,” balas namja itu, yang hanya dibalas tawa kecil dari Ji hwa,

“rasa percaya dirimu tak berkurang sedikitpun,,” ucap yeoja itu,, Chanyeol tertawa cukup keras,,

“hmm, apa kau sekarang sudah mempunyai pacar atau menikah, Mungkin?” Tanya namja itu hampir terdengar seperti gurauan,  tapi  itu mampu membuat Ji hwa terdiam..

“Jadi??” Chanyeol berucap dengan nada tak percaya dan senyum kecut..

 

Tbc..

 

Bagaimana?? Maaf kalo typo atau apapun.. sekali lagi bagi yanggak tau, Azizah imnida, aku mau ngucapin BANYAAK terima kasih buat Ditjao eonnie karena udah bersedia aku titipi FFku ke dia,, dan buat yang baca,, please RCL,, kayak Genie, kalo Genie itu memberikan 3 permintaan, tapi beda sama aku,, aku yang minta tiga permintaan, Please grant my wish.. RCL… Xie Xie..

64 responses to “Silent in a Married (Chapter 1)

  1. Pingback: Silent In A Married (Chapter 8) | FFindo·

  2. owh,,
    Jdi d sni ji hwa n kris nikah gra2 d jodohin yaa,,
    Ksian amat klo mrka ngejalanin hdup yg monoton kyak gtuu,,,
    Apa bner d antara mrka br2 nga ada prsaan sma skali???
    Mngkinkah chanyeol tu bkal jdi pihak k 3???

  3. Pingback: Intro_InnocentAlien | innocentalien99·

  4. Pingback: Intro_InnocentAlien | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s