[Chapter 1] DESIRABLE

desirable2

DESIRABLE

Author: Ifaloyshee | Characters:  Kim Jongin, Jo Sebyul (OC) | Genre: Romance, Angst, dark, Marriage life | DISC: The idea is mine, included the plot and  a whole of this story. The Characters are belong to their parents. Don’t reblog or copy without my permission! |Rating: Mature

Love is an incredibly powerful word. When you’re in love, you always want to be together, and when you’re not, you’re thinking about being together because you need that person and without them your life is incomplete. –Urban Dictionary

 

“Kita selalu bersama, kemanapun, dimanapun, dalam keadaan apapun. Menurutmu, hubungan apa yang sedang kita jalani saat ini?”

“Kalau aku mengatakan itu cinta, apakah kau akan percaya? Dan.. apakah aku sendiri akan percaya?”

 

  Staring

A Bastard

tumblr_mh5ee42lxy1qlz4seo1_500

KIM JONGIN

 

A miserable girl

Jo Sebyul

tumblr_m2sp117jSJ1qfvundo1_500

Summary:

Keduanya tidak percaya cinta. Bahkan jika sampai menangis, memikirkan semalam suntuk, tidak mau terpisahkan dengan seseorang, mereka tetap tidak mau mengakui hal itu sebagai cinta. Entah hubungan apa yang mereka bina, entah jalan apa yang sedang mereka lalui bersama, keduanya hanya memanfaatkan keinginan masing – masing untuk menutup luka dengan bekerja sama, saling menguntungkan. Tapi, apakah ada cinta diantara mereka?

 

One word frees us of all the weight and pain of life:
That word is love.
-Sophocles


Mungkin aku hanya sebuah plastic ringan yang terombang – ambing oleh tiupan angin, sebuah kertas tipis yang akan sobek bahkan jika hanya ditarik sedikit. akan basah dan lebur jika terkena air—terlalu rapuh. Atau sebuah baja yang akan baik – baik saja ketika terbakar api—itu sisi luarku—namun didalam, aku benar – benar merasa seperti sebuah plastic, selembar kertas tipis. Paradoks. Aku adalah baja tapi juga selembar kertas.

Gadis seumuranku seharusnya bermain riang bersama teman – temanku didalam club malam atau menggosip seru dengan secangkir teh didalam sebuah kafe. Namun nyatanya, aku tidak berdiri digaris yang sama dengan mereka, aku menyimpang, melintas jauh. Aku tidak bermain riang, tidak berpesta, tidak menggosip. Simple, aku hanya ingin mencari uang sebanyak – banyaknya.

Pagi hari aku menghadiri sebuah sekolah rakyat di Jeonju dan mengajar pelajaran bahasa asing, matematika, dan sains pada murid – murid Sekolah Menengah Pertama. Siang hari, aku menjadi penjaga perpustakaan. Malam hari, aku menjadi barista. Tidak ada yang special dariku bahkan ketiga pekerjaanku terdengar sepele. Seperti, siapapun pasti juga bisa bekerja begitu. Dan aku tidak kaya raya, aku tidak popular, aku bukanlah gadis impian yang disiul – siulkan oleh pria ketika aku berjalan didepan mereka. Aku sesimpel itu.

Aku tidak sedih, tidak juga bahagia. Netral saja. Aku tertawa ketika melihat acara Gag Concert di Televisi—namun aku lebih banyak menangis ketika adik laki – lakiku tertidur dan malam begitu dingin, aku merasa sendiri dan hanya memeluk selimutku dengan isakkan tertahan.

Malam itu adalah salju pertama yang turun di bulan Desember, Coffee Shop tempatku bekerja ramai akan pengunjung dengan mantel bulu tebal dan sepatu boots sedangkan aku hanya mengenakan kaus berwarna hitam yang agak meninggi—sedikit memperlihatkan perut flat ku. Dan celana jeans. Aku mengikat rambutku model ponytail dan bekerja dibalik Espresso Bar.

Mereka bilang aku kreatif—itulah kenapa aku dipekerjakan sebagai Barista— aku bisa membuat campuran kopi yang enak dan member hiasan dengan cream yang bermacam – macam bentuknya. Sayang, aku miskin. Jadi tetap saja aku diperlakukan biasa saja, tidak ada yang special. Terkadang aku membuat cream diatas kopi sesuai dengan perasaanku. Jika berbentuk lingkaran, maka aku sedang bahagia, jika berbentuk abstrak, maka aku sedang berantakan. Tapi tidak pernah sekalipun dalam hidupku—selama aku menjadi barista—aku membentuk cream –ku dengan bentuk love. Terkadang pembeli ada yang meminta inisial nama mereka untuk dibentuk dengan cream. Aku menurut saja karena aku melayani pembeli, kan?

Sampai suatu hari seorang pria duduk dikursi bar dengan sebatang rokok ditangannya, dan dengan ekspresi tenang dia meminta padaku..

“Buatkan aku kopi dengan krim berbentuk siluet tubuhmu…”

***

Ternyata pria gila itu—yang meminta kopi dengan cream berbentuk siluet tubuhku—belakangan ini suka datang ke Café, sekedar duduk sambil merokok, memperhatikan setiap gerak – gerikku ketika sedang sibuk dengan coffee maker. Atau menyandarkan punggungnya di kursi sambil memejamkan mata. Atau duduk tentang sambil menggumamkan lagu barat. Beberapa kali aku mendapati dia mengajak seorang gadis kedalam café, dan dia berbicara banyak, menggoda, mencium tangan wanita itu. Dihari berikutnya ia membawa wanita yang berbeda.

Jadi aku bisa berkesimpulan sekarang.

Pria itu playboy.

Sesimpel itu pemikiranku tentangnya.

Sabtu malam ini seperti biasa, dia datang ke café sendiri dan langsung menempatkan dirinya untuk duduk dikursi bar sambil memperhatikanku membuat kopi. Mungkin ia berencana menggodaku? Namun aku tidak memberikan respon apapun? Tidak. Tidak mungkin. Mana mau dia menggoda gadis sepertiku?

“Aku Kim Jongin.” Tiba – tiba ia memperkenalkan dirinya dengan kedua tangan berada diatas meja bar, masih menatapku. Pria bernama Kim Jongin ini terlihat cukup lelah, atau kurang tidur? Kantong matanya terlihat jelas. Dan rambutnya sedikit tidak rapi—berwarna merah kecokelatan dan cepak—dengan kemeja putih dan celana jeans. Aku hanya memandangnya sekilas lalu kembali terfokus pada secangkir Cappucino dihadapanku.

Kim jongin tertawa. Ia menyandar pada kursinya lalu melipat tangan didepan dada. “Kau belum membuatkanku kopi dengan bentuk siluet tubuhmu.” Ucapnya dengan suara husky. Aku menggeram pelan lalu membalikkan tubuhku, mencari keberadaan Josey Hwang, seorang wanita Korea setengah darahnya dari Inggris, dia juga seorang barista. “Josey! Gantikan aku!”

“hei, calm down girl. Aku tidak akan memaksa kalau kau tidak mau.” Kim Jongin bersuara lagi. Aku berhenti menyerukan nama Josey, lalu menoleh kearahnya dengan tatapan dingin. Mencoba mengabaikannya, aku kembali berkutat dengan kopi namun Kim Jongin masih belum mengalihkan tatapannya.

Aku meletakkan secangkir kopi dihadapannya, mendongak untuk melihat ekspresinya dan…dia menyeringai.

Kim Jongin mengangkat cangkir, lalu menyesap kopi buatanku dalam – dalam. “Manis.” Ucapnya, meletakkan kembali cangkir tersebut.

“Tuan Kim Jongin… walaupun kau adalah seorang tamu, dan aku tidak sepantasnya mengatakan hal ini. Tapi..tolong bisakah kau berhenti menatapku? Aku tau kalau aku aneh, tidak cantik dan—“

“Jo Sebyul.” Dia menghela nafas, kedua matanya masih menatapku.

“Uh bagaimana kau tau namaku—“

“Tidakkah kau tau kalau aku menatapmu karena aku suka bentuk wajahmu? Dan…matamu?”

 

 

TBC

 

ifaloyshee kembali!! ini memang stok ff lama, sekitar akhir taun 2013-an lah dan aku udah publish di blog pribadi. aku posting disini dalam rangka comeback Overdose wkwkwk WELL, kangen kalian semua pembaca Vampire Rascal dan The Second of Telepathy!!

jangan lupa komen setelah baca yaaa~ mau liat responnya dulu sebelum lanjutin posting chapter 2 nya ^^

 

 

 

 

Advertisements

124 responses to “[Chapter 1] DESIRABLE

  1. Sipp aku new readers. Sejak mengklaim JongIn adalah milikku (?) oh tidak, ralat-ralat. Sejak mengklaim JongIn adalah biasku, aku mulai menjelajahi setiap blog yg berisi FF JongIn sebagai maincast. Aku emang agak aneh, klw yeojanya OC aku akan langsung baca. Tapi klw bukan OC alias yeoja K pop, kecuali bias yeojaku, aku ga akan mw baca okesip abaikan semua bacotan saiia kehkeh. Aku baru pertama baca FF kamu, dan aku bisa menyimpulkan, kamu udah masuk ke deretan author level tinggi. Penulisannya kece, aku boleh belajar ya coz aku juga seorang author yg masih belajar hehe sipp ceritanya masih simple di awal. Aku akan next ke part 2. Wait me there hahaha 😀

  2. Anyeong unnieee aku br pertama kali ya baca ff mu yay dan FI sihh keren aku suka Gaya bahasa dan penulisanmu yg menceritakan hidup nya sebyul jujur feel nya okee bgt. Lnjt ya thor.. Dan aku pgn menjelajah web pribadimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s