Waking The Demon (Chapter 1)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

wakingthedemon1

Title                   : Waking The Demon (Chapter 1)

Author              : DevilFlowers

Main Cast        : Park Mi Soon (OC)

                              Oh Sehun

Other Cast      : Xi Luhan

                              Kim Suho

Length              : Twoshoot/Threeshoot

Genre               : Angst, Sad, Drama

Rating               : PG 17

Design              : Blossom Girl Artworks @ YooRa Art Design

Blog                   : http://devilflowers.wordpress.com/

DevilFlowers

Tubuh itu terlihat sangat rapuh untuknya.

Sungguh, aku tidak sanggup melihatmu tidak berdaya seperti ini.

Aku merindukkan sesosok dirimu yang kutakuti.

Kumohon bangunlah untukku, sekalipun kau berubah menjadi lebih kejam,

Tetaplah buka matamu untukku.

 

Pov Author

At Hospital

Gadis itu tidak berhenti memusatkan matanya pada sesosok pria tampan didepannya. Park Mi Soon. Gadis itu selalu menjaga pria itu setiap harinya. Tangannya tidak pernah ia lepaskan dari tangan pria itu. Disekekelilingnya, terdapat berbagai macam-macam alat rumah sakit yang membantu pria itu agar tetap bernafas. Oh Sehun. Pria yang selalu dicintai oleh Park Mi Soon. Sehun sudah terbaring tak sadarkan diri selama 1 bulan. Karena kejadian satu bulan lalu juga pria itu menderita dan mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Segala macam cara ia coba untuk bertahan hidup. Dirinya bagaikan kecanduan akan seorang Park Mi Soon.

Mi Soon begitu merindukkan seorang oh Sehun. Oh Sehun yang bersikap dingin dan kasar, namun selalu menunjukkan sisi lembutnya hanya pada gadis itu. Tapi keadaan ini justru membuat Sehun terlihat begitu rapuh dan tidak berdaya. Jujur saja, Mi Soon lebih baik tersiksa berada di samping seorang Oh Sehun yang dingin dan kejam daripada ia harus tersiksa melihat keadaan pria yang sangat ia cintai terbaring lemah tak sadarkan diri.

“Mi Soon-ah, kau istirahatlah. Biarkan aku yang menjaga Sehun. Kau sudah tidak tidur selama 2 hari ini bukan? Tidurlah. Aku berjanji akan selalu memperhatikan keadaan Sehun.”

Gwaenchana. Jeongmal. Naega gwaenchanayo Suho-ssi.”

Suho hanya bisa pasrah melihat tingkah laku Mi Soon yang keras kepala. Sepertinya, sifat seorang Oh Sehun sudah mulai mempengaruhi gadis ini.

“Mi Soon-ah, kau benar-benar gadis yang beruntung. Sehun benar-benar mencintaimu. “

“Aku tau. Bahkan aku lebih tau dari mu Suho-ssi.” Senyuman Mi Soon membuat Suho sangat tau apa yang gadis itu rasakan sekarang. Sungguh. Suho sangat tidak tega melihat keadaan Sehun yang seperti ini. tapi, ia lebih tidak tega lagi melihat keadaan Sehun sebulan lalu.

#Flashback on

Pov Mi Soon

At Oh Sehun Room

“KENAPA?? KENAPA KAU MENERIMANYA!! KENAPA KAU HARUS MENINGGALKANKU!!!”

Sakit, sungguh sangat menyakitkan melihat dirimu bertingkah seperti ini kepadaku. Rasanya aku ingin segera melarikan diriku sekarang juga dari kamar ini.

Sehun berjalan kearahku. Ia terlihat sangat menakutkan saat ini. Aku terpaksa memundurkan tubuhku dibawah ranjang ini. mencoba menjauhkan diriku darinya. Sampai saat dimana punggungku menyentuh sisi depan ranjang itu, Sehun menyeringai puas melihat diriku yang terpojok oleh dirinya. Lambat laun Sehun mulai mencoba menghampiri diriku. Ia mencoba menggapai wajahku dengan kedua tangannya.

“Aku sangat mencintaimu Park Mi Soon. Tapi apa? Kenapa kau menerima ajakannya dan memutuskan meninggalkanku. Beritahu aku apa alasan kau bersikap seperti ini padaku? Kumohon Mi Soon-ah, tetaplah disisiku. Jangan pernah kau meninggalkan aku”

Kurasakan tangan sehun bergetar hebat di kedua lenganku. Aku tidak sanggup melihat dirinya yang lemah  seperti ini. Tapi aku tidak bisa untuk selalu bersamanya. Sehun mencoba untuk merengkuh diriku. Didalam pelukan ini, kudengar Sehun mulai terisak. Sakit. Aku tidak ingin melihat Sehunku seperti ini.

“Sehun-ah, mianhae, aku harus tetap pergi. aku tidak bisa tetap berada disisimu lagi. Kau tau alasanku untuk tetap meninggalkanmu? Aku benar-benar tidak mencintaimu lagi. Sungguh. Jadi kumohon, lepaskan aku.”

Aku hanya bisa menundukkan kepala ku dibahunya. Aku sangat takut melihat diri Oh Sehun saat ini.

“Gojitmal! Kau pembohong besar Park Mi Soon. Lihat mataku dan katakan sekali  lagi bahwa kau memang sudah tidak mencintaiku lagi.”

Tidak bisa. Aku tidak bisa mentapa kedua manik mata itu. Tapi, aku harus. Kuangkat sedikit kepalaku untuk menatap mata tajam milik Sehun yang kini sudah mentapa diriku tajam. Tatapan yang menusuk dingin seakan ditubuhnya itu bukanlah Oh Sehun yang kukenal.  Kulihat dirinya yang sungguh berantakan. Rambut cokelat kegelapan yang berantakan, kemeja putih yang sudah tidak rapi, kulitnya pun terlihat pucat pasi. Aku tidak tega melihat dirinya. Tapi aku lebih tidak tega lagi, apabila orang itu membuat Sehun menderita.

“Aku sungguh tidak mencintaimu lagi, Oh Sehun.”

Kumantapkan hatiku untuk berbicara seperti itu kepadanya. Walau aku pun tau kalau aku dan Sehun sama-sama tersakiti akan kalimat itu.

Sehun semakin mempererat kedua tangannya dilenganku. Aku tau. Saat ini,  ia sangat marah padaku. Aku sudah siap menerima resiko apapun darinya. Termasuk perlakuannya yang mungkin akan lebih kasar kepadaku.

Dengan cepat wajah Sehun kini mendekat kewajahku. Bibirnya mulai mencumbu bibir tipisku. Sehun benar-benar melakukannya secara kasar. Tidak ada kelembutan lagi dikecupan ini. Ia menghisap habis seluruh bibir ku. Membiarkan bibirku terus membengkak. Setelah ia puas menghisap dan melumat bibir atas bawahku secara bergantian. Ia mulai menggigit kasar bibirku, untuk memberinya celah memasuki rongga mulutku.

Lidahnya mengajak lidahku untuk bermain. Saling melilitkan satu sama lain. Lidah dan bibirnya tidak berhenti meracau didalam bibirku maupun diluar bibirku. Pasokan udaraku semakin menipis. Kupukulkan kedua lenganku kedada bidang sehun. Ini tidak benar. Aku harus cepat pergi dari tubuh ini. aku pun semakin kasar memukul Sehun. Tapi yang kudapatkan adalah sentuhan halus yang berada dipahaku.

Kurasakan tangan Sehun merambat naik menuju selangkanganku. Sangat pelan. Seakan ia berusaha mencoba merangsangku. Sehun sangat tahu akan diriku yang terlalu sensitive dengan kelembutan yang ia berikan. Perlahan-lahan tangan itu meraba-raba area kesensitifanku dari luar. Geli dan nikmat. Itu yang kurasakan saat ini.

“Aaaaaah.. See..hun..aah, geu..man..haaee..”

Terkutuklah bibirku yang mengeluarkan desahan disela-sela Sehun yang masih mencium bibirku. Aku tau bahwa Sehun merasa senang akan hal ini.

“Bagaimana bisa aku menghentikkannya kalau kau begitu menikmatinya Mi Soon-ah”

Terlambat. Sehun memulai aksinya. Ia perlahan mencoba membuka celana dalamku. Kedua jarinya ia masukkan kedaerah kesensitifanku.

“Aaaakkhhh..Seh..un..aaah..app..ppoo”

Ini pertama kalinya Sehun melakukan ini kepadaku. Ku dekap erat tubuh Sehun saat kedua jari itu memasuki diriku. Kutancapkan kukuku pada kemeja putih Sehun. Sehun mulai meracaukan segala pikirannku. Aku sungguh menolak perlakuan dirinya padaku saat ini. Tapi, aku tidak bisa. Karena akujuga sudah  mulai menikmatinya.

“Kau hanya akan sakit sebentar baby, setelah itu kau akan mendapatkan kenikmatan lebih dari kegiatan ini.”

Bibir Sehun kini mulai mengecupi dagu dan leherku. Lidahnya menjilat dan mengulum pelan kupingku. Sedangkan tangan kanannya yang saat ini sudah memasuki diriku mulai melakukan kegiatannya. Kurasakan kedua jari itu memasukkan dan mengeluarkannya secara bergantian dengan sangat lembut. Tangan kirinya mulai menjamah pinggang kecilku. Setelah mengulum lembut kupingku, kini bibirnya mulai membuat  tanda kemerahan disekitar leher dan bahuku. Terkadang Sehun menggigit kecil kulit leherku hanya untuk mendapat desahan dari mulutku.

Aku sudah tidak tau berapa banyak lagi desahan-desahan yang keluar dari bibirku. Jujur saja. Aku benar- benar menikmati perlakuan Sehun. Seakan diriku yang sudah tidak sadar lagi. Aku semakin menjenjangkan leherku untuk Sehun leluasa mencumbu diriku. Kurasakan Sehun mulai mempercepat kegiatannya di daerah bawahku. Kedua jari itu dengan cepat memutar kan seluruh isi perutku. Aaaah, sungguh aku tidak kuat lagi. Sesuatu didalam diriku kurasakan akan keluar.

“Aaaaaah…Sehun…aaaahh….haaaah..”

Desahanku begitu saja keluar dari bibirku tatkala bagian bawahku basah. Cairan lengket itupun keluar bersamaan dengan kedua jari Sehun. Kini tangan kanan yang sehabis mencumbui bagian bawahku, mulai merambat naik kedaerah punggungku. Sehun mencoba melepas pengait bra ku. Setelah ia berhasil melepasnya. Ia mulai menelanjangi diriku. Tubuhku yang sedari tadi dibaluti dengan dress indah kini Sehun merobek paksa dengan kedua tangannya. Bibirnya tetap disibukkan dengan membuat tanda kemerahan pada bahuku.

Sungguh aku malu. Ini pertama kalinya sehun melihat diriku yang terlihat naked.

“Kau begitu cantik Mi Soon-ah. Saranghae…”

Salah satu tangan Sehun mulai mencoba merangsang payudara ku. Tangan itu menyentuh lembut nipple ku. Sehun benar-benar bisa menguasai diriku. Perlahan lahan tangan itu mencoba meremas payudaraku. Pelan, sangat pelan. Bibir Sehun kini sudah mencumbui bibirku. Melumat lembut mengikuti tangannya yang kini meremas pelan payudaraku. Ku coba diriku agar tidak terangsang lagi oleh permainannya. Tapi Sehun sangat mengenal baik diriku. Ia mulai memperkasar gerakannya. Payudaraku seakan mainan yang harus ia remas habis. Bibirnya kini berpindah menuju payudaraku yang lainnya. Lidahnya mulai mencumbu nipple payudaraku. Sedangkan tangannya yang lain terus meremas kasar payudaraku.

“Seh…uun.. kumooo..hoon..ber..hentii.”

Aku tidak kuasa lagi menahan air mataku untuk tidak jatuh kepipiku, aku terisak pelan. Seakan tuli, Sehun tetap melakukan kegiatannya pada tubuhku.Aku benar-benar seperti wanita murahan saat ini. Membiarkan diriku disentuh oleh dirinya. Ini salah. Ku coba menahan segala rangsangan yang saat ini Sehun berikan padaku.

“Seperti inikah perlakuanmu kepada orang yang kau cintai?”

Bibirku bergetar mengucapkan hal itu. Sungguh tidaklah mudah lepas dari jeratan rangsangan seorang Oh Sehun.

Berhenti. Sehun menghentikkan kegiatannya pada tubuhku. Kepalanya ia angkat untuk bisa menatap wajahku. Mataku dan matanya kini menatap satu sama lain. Kurasakan tangan kiri Sehun menggapai pinggang kecilku. Tangan kanan Sehun mencoba menghapus airmata yang jatuh di pipiku dengan lembut. Wajahnya kini menampakan raut bersalah.

Sebelum Sehun membuka bibirnya untuk mengucapkan sesuatu padaku, kudengar pintu kamar Sehun terbuka. Disana berdiri seseorang yang sudah menghancurkan hubunganku dengan sehun. Xi Luhan. Pria itu kini berjalan cepat kearahku. Tatapan matanya tidak lepas dari diriku yang saat ini dihadang oleh tubuh oh sehun.

“Berikan dia padaku, Oh Sehun.”

Terlihat jelas sekali, wajah Luhan mencoba untuk menahan amarahnya. Tentu saja. Siapa yang tidak marah apabila calon tunangannya kini hampir saja bercinta bersama pria yang dicintai oleh tunangannya sendiri. Aku sangat takut melihat kedua pria ini. Aku tidak ingin Luhan melukai Sehun. Tapi aku juga tidak inigin Sehun melukai Luhan.

“Tidak akan pernah, Xi Luhan. Mi Soonah, pakailah selimut ini.”

Kuraih benda itu dari tangan Sehun. Kulilitkan diriku dengan selimut tebal yang Sehun berikan padaku.

“Park Mi Soon. Kau tau bukan apa yang akan kuperbuat padamu? Kau masih mengingat perjanjian itu?”

Kulemparkan tatapan tajamku pada Luhan. Perjanjian yang mengharuskanku memilih dirinya. Ia benar- benar membuat ku tidak bisa pergi darinya. Saat itu juga kulihat beberapa orang suruhan Luhan memenuhi kamar Sehun. Sekitar 15 orang berdiri rapi dibelakang luhan.

“Apa yang kau lakukan, huh?”

“Tentu saja membawa Park Mi Soon dari dirimu.”

“Jangan terlalu berharap bodoh. Sampai aku matipun aku tidak akan melepasnya.”

“Cih, masih saja kau bertingkah seperti ini. Sekarang kau sendiri, Oh Sehun. Para bodyguardmu sudah dilumpuhkan oleh orang suruhanku. Seharusnya kau memperketat pengawasan rumahmu ini. cepat berikan dia kepadaku”

Tatapan Luhan kini menajam. Ia seperti seorang vampire yang haus akan darah. Kedua tangannya terkepal kuat. Matanya terlihat membara menatap Sehun. Sama seperti Luhan. Kini Sehun berdiri tegap menghalangi diriku dari sosok Luhan.

“Langkahi dulu diriku jika kau ingin mengambil dirinya dariku.”

Menyakitkan melihat  Sehun yang membelakangi diriku berkata seperti itu.

“Hahahaha bodoh! Kau benar-benar bodoh Oh Sehun! Dengan apa kau melawan orang suruhanku ini huh! Kau berkelahi pun kau tidak bisa. Seharusnya kau jangan terlalu sering menggunakan bodyguard untuk melindungi dirimu.”

“Bukankah saat ini kau sama saja seperti ku!”

“Kau! Berani sekali dirimu Oh Sehun! Kalian cepat ambil gadis itu. Setelah itu, lenyapkan pria ini dari hadapanku.”

Kupandangi beberapa orang suruhan Luhan mulai mendekat kearah diriku dan Sehun. Tidak. Mereka tidak boleh menyentuh Sehunku. Dengan sigap kumulai berdiri. Mengahadangi tubuh Sehun dengan tubuhku.

“Hentikan! Aku mohon padamu Luhan, hentikkan sekarang juga!”

“Yaa! Apa yang kau lakukan gadis bodoh!”

Aku sudah terlalu lelah untuk malam ini. Kurasakan tangan Sehun dengan cepat  menarik lenganku dan menjatuhkan diriku kembali keranjang. Dan pada saat itu pula kulihat Sehun mendapat berbagai pukulan. Aku hanya bisa menangis melihat Sehun yang terus saja menahan setiap pukulan yang ia terima. Aku tidak tahan. Sungguh.

Kulangkahkan kakiku menuju tempat Luhan berdiri. Kupeluk segera tubuh Luhan dengan diriku yang bergetar hebat. Saat ini aku tidak perduli dengan teriakan Sehun untuk membuatku tidak melakukan hal ini.

“Mi Soon ah…Andwaee!!.Kajimaaa.. Jebaaal.”

Kudengar Sehun terus berteriak keras memnaggil namaku dikesakitannya. Maafkan aku Sehun. Aku tidak bisa melihatmu seperti itu. Kurasakan kedua tangan Luhan mulai membalas pelukanku.wajahnya ia selipkan diantara lehen jenjang dan bahuku. Hidungnya mencoba menghirup aroma white rose yang melekat ditubuhku. 

“aku mohon padamu hentikan orang suruhanmu memukuli Sehun, Luhan-ah.”

“Kau tau?  Aku begitu benci melihat dirimu bersamanya tadi.”

Aku tau. Saat ini Luhan sangat marah padaku. Luhan bukanlah seseorang yang kejam. Ia sama seperti Sehun. Mereka berdua bersikap begitu lembut kepadaku.Tapi, entah mengapa aku hanya mencintai seorang Oh Sehun saja. Tidak dengan Luhan  yang sudah kuanggap sebagai teman yang diperkenalkan mendiang ayahku saat itu.

“Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan menemuinya lagi. Aku berjanji padamu, Luhan.”

“Jawab pertanyaanku. Apakah ia sudah memasukkan dirinya kedalam dirimu?”

Aku merasakan Luhan yang bergetar menanyakan hal itu kepadaku. Aku juga masih mendengar erangan kesakitan Sehun. Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat.

“Tidak. Dia hanya menyentuhku dengan jarinya. Aku tidak berbohong. Sungguh. Jadi hentikkan orang suruhanmu memukuli Sehun dan kita pergi dari sini. Aku sudah sangat lelah.”

Samar-samar aku tidak mendengar suara erangan Sehun lagi. Luhan sudah menyuruh orang suruhannya berhenti memukuli Sehun. Syukurlah.

“Baiklah aku sudah menuruti apa maumu,  tapi jangan pernah lagi kau lari dariku hanya untuk pria brengsek itu.”

Luhah segera melepas pelukanku dari tubuhnya, tangannya kini meraih pinggangku untuk mendekat ke sisi tubuhnya. Langkah kakinya menuntun ku meninggalkan kamar Sehun. Kulihat Sehun yang terbaring lemah menahan sakit disekujur tubuhnya. Kulihat  matanya yang menatap kepergianku dengan air mata yang mengalir disela-sela wajah tampannya. Aku tau. Saat ini pasti tubuh itu tidak sanggup untuk sekedar bergerak sedikit saja. Maafkan aku Sehun. Sungguh. Aku mencintaimu.

#Flashback off

Malam itu adalah malam terakhir aku melihat dirinya masih membuka mata tajamnya. Mata yang membuat diriku pertama kalinya jatuh cinta dengan Oh Sehun.

“Sehun-ah, maaf kan aku. Kumohon bukalah matamu untukku, Sehun-ah

To be continued…

 

Note DevilFlowers :

 Hai Readers!!~~^^ 

Perkenalkan aku DevilFlowers sang penulis pemula hehehe…

Ini adalah salah satu FF ku yang bergenre sad, entah kenapa aku seneng banget bikin FF bergenre itu.

Oya aku harap kalian akan suka dengan FF ini. kalau bisa kalian beri aku sedikit kritik dan saran buat aku memperbaiki cerita FF ini.

Gamsahamnida Readers!!

 

 

53 responses to “Waking The Demon (Chapter 1)

  1. aku suka tema ceritanyaaa apalagi cast nya hihi. semangaat! ditunggu kelanjutannya yaa 🙂

  2. Keren thor 🙂
    Kok sehun selalu jadi orang yang kyk gitu sih kalo di ff ? ._.
    Next 🙂 penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s