THE PORTAL 2 [ PROLOG ]

TP2

THE PORTAL 2

Author : Citrapertiwtiw ( @CitraTiwie )

[ PROLOG ]

 

Cerita sebelumnya :

Part 1              : I Hate My Life

Part 2              : Big Decision

Part 3A           : I Will Find You | 3B : You Will Find Me

Part 4               : Another Me

Part 5               : Over Protective?

Part 6               : Faithfulness

Part 7               : Something New

Part 8               : The Hidden Truths

Part 9               : Unpredictable

Part 10             : The Scandals

Part 11             : Reality

Part 12             : True Love

Part 13             : It’s Time To…

Part 14             : The Real Story

Part 15 ( final ) : Open or Close The Portal?

 

THE PORTAL 2

 

Main Cast :

– A Pink’s Son Naeun / Son Yeoshin as the Witch

– INFINITE’s L as the Witch ( another side : Kim Myungsoo )

– A Pink’s Jung Eunji / Jung Hyerim as The Princess of Junghwa Kingdom

– INFINITE’s Lee Howon / Hoya as The Bodyguard and celebrity

 

Genre : Fantasy, Romance, Friendship, and little bit Comedy

 

Other Casts :

In Junghwa :

– CNBlue’s Jung Yonghwa as The King / Eunji’s Father

– SNSD’s Seo Joohyun as The Queen / Eunji’s Mother

– BAP’s Jung Daehyun as The First Prince / Eunji’s brother

– F(x)’s Jung Soojung / Krystal as The Second Princess / Eunji’s sister

– BtoB’s Jung Ilhoon as The Second Prince / Eunji’s Brother

– SNSD’s Lee Soonkyu / Sunny as The Palace’s Witch

– B2ST’s Son Dongwoon as Naeun’s Brother

– B.E.G’s Son Gain as Naeun’s Sister

– SNSD’s Kim Hyoyeon / A Pink’s Hong Yookyung as the most mysterious witch in Junghwa

– SNSD’s Kim Taeyeon as L’s Mother & Hyoyeon’s sister (good side : as Kim Haeyeon, Junghwa’s Headmaster)

– A Pink’s Kim Namjoo as Hyoyeon’s foster daughter

– EXO’s Byun Baekhyun as the Prince from another Kingdom

 

In South Korea :

– EXO’s Kim Jongin / Kai as Myungsoo’s brother

– INFINITE’s Lee Sungyeol as Myungsoo’s best friend

– INFINITE’s Nam Woohyun as Naeun’s foster brother

– A Pink’s Park Chorong as Myungsoo’s best friend & Woohyun’s fiancee

– B2ST’s Yoon Doojoon & 4Minute’s Heo Gayoon as Eunji’s foster parents

– A Pink’s Yoon Bomi as Eunji’s foster sister

– EXO’s Do Kyungsoo / D.O as an ordinary boy

– Girl’s Day’s Bang Minah as celebrity, and introducing ;

– Girl’s Day Yura / Kim Ahyoung as Minah’s Manager

 

Rating : PG15 – NC17

 

 

“ Apa? Jadi kalian berasal dari dunia lain, keluar lewat portal dan punya teman penyihir. Lalu penyihir yang jahat menjadi kami selama kami mati?

“ Itu benar.”

“ Jangan bercanda. Itu sama sekali tidak masuk akal!”

“ Kalian hidup kembali. Apa itu juga masuk akal?”

*

 

-27 hari setelah akhir dari cerita pertama-

 

“ Selesai.”

 

Lelaki tampan itu menutup bukunya dan mematikan lampu baca yang ada di samping tempat tidurnya, kemudian berbaring dengan hati-hati agar tidak menambah sakit luka-luka akibat kecelakaan yang ia alami beberapa bulan lalu saat hiking di gunung. Meski sudah agak lama, sakitnya masih terasa karena ia tidak menerima perawatan medis sebelumnya –tentu, karena ia dinyatakan hilang saat itu-.

“ Dua buku kuhabiskan selama 27 hari, aku membaca hampir seribu lembar. Kenapa aku tidak mengantuk juga setelah membaca ini setiap malam? Apa karena aku sudah tidur terlalu lama?”

Ia kembali menyalakan lampu bacanya, membuka kembali salah satu buku yang ia baca dan mencari halaman yang sudah ia tandai.

Halaman yang berisi sketsa gambar sepasang penyihir yang mengenakan gaun pengantin berwarna hitam. Ditatapnya gambar itu lekat-lekat. Meski sudah berulang kali, lelaki itu tak bisa bosan melihatnya.

“ Persis sekali. Hanya tato berbentuk akar ini yang membedakan aku dengan pengantin lelakinya.”

“…ah, nama kami juga beda. Aku Kim Myungsoo, dan dia L.”

 

Ternyata Myungsoo, lelaki yang sedang membaca itu.

Ia tak lagi kebingungan seperti saat pertama ia membuka matanya kembali setelah meninggal berbulan-bulan. Pertemuannya dengan seorang selebriti bernama Hoya dan seorang putri raja bernama Hyerim –atau Eunji- membuatnya masih bisa hidup meski harta benda bahkan adik kandungnya –Kai- menghilang semua karena L.

Namun, ia belum benar-benar hidup normal seperti sediakala. Bagaimana tidak? Hoya dan Eunji menutupi keberadaannya saat ini rapat-rapat dari siapapun, terutama Chorong dan Woohyun. Yang mengetahui bahwa ia hidup kembali selain Hoya dan Eunji hanyalah Kim Haeyeon, kepala sekolahnya yang ternyata menemaninya di ruang penyimpanan mayat dan ikut bangkit dari kematiannya.

Nasib sang kepala sekolah bahkan jauh lebih buruk karena saat ini ia tak tinggal di apartemen mewah milik Hoya seperti Myungsoo sekarang, sang kepala sekolah yang notabene tak tahu apa-apa justru mendekam di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan kasus pembunuhan misterius yang dilakukan oleh L. Beruntung status artis terkenal yang disandang Hoya mampu membujuk pihak kepolisian untuk membatalkan pemberitaan penangkapan kepala sekolah SMA Junghwa itu, tentu karena bangkitnya Kim Haeyeon pun masih ditutupi oleh Hoya dan Eunji.

Namun, menurut Myungsoo ada dua orang lagi yang barangkali mengetahui bangkitnya ia dan Kim Haeyeon dari kematian.

Lee Sungyeol dan Hong Yookyung, mereka adalah dua orang pertama yang ia lihat saat pertama kali membuka mata. Tetapi ia masih menyangsikan hal tersebut karena ia tak begitu lama melihat sosok sahabatnya itu. Sebab sesaat setelah ia membuka matanya, Sungyeol dan Yookyung menghilang begitu saja ditelan oleh lubang besar yang ada di dinding ruangan dan tak lagi menampakkan diri sampai sekarang. Apakah mungkin kemunculan mereka berdua hanyalah halusinasi?

Berkat buku ‘Rahasia Dunia Luar’ tulisan Kim Hyoyeon yang diberikan oleh Hoya dan Eunji, Myungsoo kini tahu bahwa lubang besar yang menelan Sungyeol dan Yookyung disebut portal menuju dunia lain.

Dan berkat buku kedua Hyoyeon yang berisi rekaman perjalanan Howon, Hyerim, L, dan Yeoshin –yang dipinjam Eunji dari Woohyun dan Chorong-, Myungsoo tahu bahwa seorang jahat telah mengambil alih perannya selama ia meninggal.

Kini Myungsoo akhirnya tahu semuanya, Hoya dan Eunji mengambil jalan yang tepat untuk memberi tahu segalanya pada sisi baik L itu. Hanya meminta lelaki itu untuk tinggal di apartemen Hoya selama berhari-hari dengan membaca kedua buku tersebut agar mereka tak perlu menjelaskan panjang lebar, apalagi Hoya memiliki waktu luang yang sangat sempit setelah ia keluar sebagai pemenang kompetisi dance yang ia ikuti.

 

Pandangan Myungsoo beralih menuju sketsa seorang gadis yang tergambar berdiri di samping sisi jahatnya dengan menggunakan gaun pengantin berwarna hitam. Gadis bernama Son Naeun yang sudah ia ketahui sebagai ahli ramuan yang membuatkan pembangkit kematian untuknya.

“ Bagaimana caranya aku berterimakasih padanya?”gumam lelaki itu, hingga tanpa sadar seulas senyum terukir di bibir tipisnya ketika ia menatap sketsa Naeun sekali lagi.

“…dia cantik sekali.”

 

DUG! DUG! DUG!

Myungsoo sontak menutup bukunya ketika mendengar suara pintu depan apartemennya yang lagi-lagi digedor tengah malam begini, lelaki itu buru-buru berdiri, berlari kecil dan membuka pintunya.

“ Ya?”

“ M..maaf, aku lupa ada tombol bel. Hehe.”

Ternyata dia lagi. Apa lagi malam ini? begitu pikir Myungsoo setelah melihat seorang gadis berpakaian seksi yang barusan menggedor pintu apartemennya. Lelaki itu masih menyebutnya ‘dia’ karena meski gadis itu sudah menjadi tetangga di apartemennya selama enam hari ini, ia merasa sungkan mengajaknya berkenalan duluan.

“ Ng.. bisa kami minta tolong lagi? Please..”ucap gadis itu memelas seraya berusaha menatap mata Myungsoo sebab lelaki itu selalu menunduk setiap bertemu dengannya.

“ Ada apa?”

“ Kami… tidak kuat mengangkat galon.”

Myungsoo tertawa kecil, namun tak banyak bicara dan mengangguk saja, gadis itu merasa agak malu, namun ia segera berjalan duluan menuju pintu apartemennya, Myungsoo mengikutinya dari belakang.

 

“ Kau memanggilnya lagi? Kupikir kau memanggil petugas. Apa kau tidak malu memanggilnya setiap hari kesini?”

Seorang gadis lain yang menunggu di apartemen mereka agak protes melihat manajernya kembali membawa lelaki yang sama untuk membantu mereka. Karena memang benar, sejak hari pertama mereka pindah ke apartemen ini, banyak hal yang tidak bisa mereka lakukan seperti memperbaiki keran air panas, memasang lampu dan pajangan di tempat yang tinggi, sampai mengangkat galon yang berat. Setelah tahu mereka memiliki tetangga tampan yang senang menolong, hampir setiap malam ia dipanggil untuk melakukan atau memperbaiki sesuatu tanpa dibayar.

“ Terlalu jauh kalau aku panggil petugas. Lagipula dia tidak keberatan, iya kan?”

Myungsoo mengangguk sambil tersenyum ramah, “ Ooh.. ini galonnya? Biar kuangkat.”

Tanpa membuang waktu Myungsoo mengangkat satu galon yang ada didepannya ke atas dispenser. Dua orang gadis di belakangnya bergunjing. Entah membicarakan kebaikannya atau wajah tampannya.

“ Sudah. Ada lagi yang bisa kubantu?” tanya lelaki itu selesai mengangkat galonnya, gadis yang memanggilnya barusan buru-buru berpikir apa lagi yang bisa membuat lelaki itu tinggal agak lama di tempatnya, sementara yang satunya menggeleng.

“ Ani, kau bisa kembali. Terimakasih ya.”

Myungsoo mengangguk, “ Kalau perlu bantuan silahkan beritahu aku lagi. Kalau begitu.. aku permisi.”

“ Ya!”

“ Hm?”

“ Apa Hoya pulang hari ini?”

Myungsoo agak bingung menjawabnya karena ia tak pernah menghubungi Hoya sebab tak mau mengganggu kesibukan artis itu.

“ Aku..tidak tahu.”

“ Bukankah kau manajernya?”

“ Hah? Aku manajernya?”

***

 

“ Kita berada dalam keadaan yang tidak memungkinkan kita untuk pulang. Jadi kumohon bersabarlah, sayang. Aku bisa membatalkan semua jadwalku, tapi Kim Myungsoo.. kita tidak bisa meninggalkannya.”

Eunji sudah hafal mati kalimat Hoya yang satu ini, karena hampir setiap hari ia mendengarnya, mungkin beberapa kali jika ia tak tahan untuk bertanya kapan mereka akan membuka portal dan menginjak negeri Junghwa. Meski di awal-awal ia sering menuntut, saat ini ia mulai sadar bahwa Hoya pun sama dengannya, putus asa sejak melihat Kim Myungsoo yang asli kembali bangkit dan menyapa mereka.

“ Lalu sampai kapan? Apakah selamanya kita menyembunyikan mereka? Mereka harus melanjutkan hidup, begitu juga dengan kita.”

Dan Hoya sudah hafal mati pertanyaan sekaligus jawab Eunji yang satu ini, meski ia mendengar dan memikirkannya setiap hari, ia masih belum mampu menjawabnya. Jadwalnya yang sangat padat membuat pikirannya terpecah-pecah, yang jelas sampai saat ini ia masih takut meninggalkan Myungsoo maupun Haeyeon ke negeri Junghwa bersama Eunji. Padahal sudah dari bulan lalu mereka merencanakan kepergian ke dunia asal mereka itu. Selain ingin menjenguk L dan Naeun yang sama sekali belum mereka ketahui kabarnya, Hoya tentu ingin menghadap keluarga kerajaan untuk meminta izin mereka menjadi kekasih putri Jung Hyerim. Sekaligus menjemput Kai, adik Myungsoo yang masih menjadi pengawal di istana, jika ia mau pulang.

 

“ Sabar dulu, kita tidak bisa bicara serius di tempat seperti ini.”

Entah untuk menghindari pertanyaan kekasihnya atau memang merasa keadaan sedang tak aman, Hoya melihat ke sekitarnya dan mencari tempat yang aman untuk mereka karena sejak tadi ia merasa banyak mata yang memperhatikannya.

Meski kesal karena lagi-lagi Hoya kelihatan tak ingin membicarakan hal yang setiap hari ia tanyakan itu, Eunji tetap mencari tempat yang aman untuk mereka bersembunyi dari keramaian, walau sebenarnya gadis itu masih ingin berkeliling karena ini adalah kali pertamanya ia mengunjungi mall.

“ Tetap dibelakangku.”

Eunji berjalan di depan Hoya untuk melindungi kekasihnya itu dari penglihatan orang lain. Hoya terpaksa menurut, lelaki itu merapat ke punggung Eunji seraya merapatkan masker yang ia gunakan. Walaupun mereka sudah go public karena Hoya menyatakan perasaannya secara terang-terangan saat acara final kompetisinya, bukan berarti mereka bisa berkencan bebas. Eunji masih merasa tidak nyaman menjadi perhatian banyak orang.

“ Tuan Putri, seharusnya aku yang berjalan di depanmu.”

“ Aku bukan tuan putrimu dan kau bukan pengawalku di dunia ini.”

**********

 

“ Ini sudah hari ke dua puluh tujuh sejak pertemuan kita dengan mereka. Kurasa Myungsoo sudah selesai membacanya.” Eunji membuka pembicaraan setelah mereka bisa duduk dengan nyaman di pojok salah satu café yang dipilih gadis itu sebagai tempat yang paling aman.

“ Kalau begitu kita harus ke kantor polisi lagi, menyerahkan buku itu pada Kim Haeyeon.”jawab lelaki yang duduk didepannya singkat sambil sibuk menutupi wajah tampannya dengan daftar menu.

“ Ya. Kita harus kesana lagi. Tapi.. apa kau baik-baik saja?”

“ Sebenarnya tidak karena aku takut muncul artikel lagi. Tapi….”

“ Kalau begitu aku sendiri saja.”potong gadis itu santai, ia tak mau memaksa Hoya untuk ikut bersamanya. Karena saat pertama kali mengunjungi Kim Haeyeon ke kantor polisi, sosok kekasihnya itu tertangkap oleh wartawan penguntit hingga muncul banyak artikel yang menuduh bahwa pemenang Seoul Dance Competition itu telah melakukan tindakan kriminal. Beruntung agensinya cepat menampik kabar tersebut.

“ Seorang pengawal tidak mungkin membiarkan tuan putrinya pergi sendirian.”

Eunji tertawa kecil namun menggeleng setelahnya, “ Aku kan sudah bilang di dunia ini cerita kita berbeda. Lagipula seorang pengawal tidak diperbolehkan mewarnai rambutnya.”

Kali ini Hoya yang tertawa seraya meraba rambutnya yang dicat putih kecoklatan di bagian depan. Tuntutan agensi, alasannya. Membuat Eunji merasa heran dengan apa tujuannya karena kekasihnya itu sudah mewarnai rambutnya berkali-kali dalam beberapa minggu ini.

“ Sayang, aku senang kita bisa tertawa seperti ini meski yang ditertawakan lagi-lagi masalah rambutku. Kau tahu? Kim Myungsoo dan Kim Haeyeon membuatku tak bisa tidur setiap malam meski setiap hari aku lelah dengan semua jadwalku, aku terus memikirkan nasib mereka. Aku hanya bisa tidur setelah mendengarmu bernyanyi lewat telepon.”

“ Benarkah? Myungsoo pasti merasa bersalah melihatmu seperti itu.”

Hoya mengangguk, “ Kau benar.”

“ Apa dia memperlakukanmu dengan baik jika kau pulang ke apartemen?”

“ Ck, bahkan kata baik tak mampu mewakili semua yang ia lakukan.”

***************

 

“ Sekarang bab ke enam belas, tentang teori-teori penyihir. Ini agak sulit dan harus kau ingat saat menghadapi situasi-situasi tertentu. Jadi simak aku baik-baik..”

 

“ Kau belum tidur?”

Naeun membuka matanya sembari sedikit menggeliat, melihat suaminya masih duduk membaca satu buku tebal di samping tempat tidur kecil bayi mereka. Diliriknya jam yang melayang di atas pintu kamar, sudah jam setengah tiga pagi.

L menoleh sebentar dan hanya menggeleng seraya tersenyum dengan wajah tampannya yang sudah terlihat suntuk. Membuat istrinya itu merasa tak tega, ia pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur, membuat secangkir minuman.

 

“ Omo..jadi Lin belum tidur?”

Selesai membuat minuman, Naeun menghampiri bayinya yang masih membuka mata dan mendengar apa yang dibacakan L sejak tadi.

Lin, bayi mereka. Sekilas terdengar seperti nama bayi perempuan, namun pemberian nama singkat itu bukan tanpa alasan. Taeyeon yang memberikan nama tersebut, mengambil inisial nama kedua orangtuanya dengan I sebagai huruf penghubung agar ia mudah dipanggil.

“ Aku jadi tidak bisa berhenti membaca kalau Lin begini terus.”jawab L sambil menerima cangkir minuman yang disodorkan istrinya, “…apa ini?”

“ Ramuan pencegah kantuk.”

“ YA! Kenapa bukan kopi saja? Kau ini pamer ramuan terus.”

Naeun tertawa kecil seraya duduk di pangkuan L tanpa izin, “ Apa kopi mempan untuk penyihir? Sudah, minum saja. Kalau tidak mau kau harus tidur.”

“ Aku tidak mungkin tidur sebelum Lin.”

“ Kenapa anak kita masih saja membuka matanya sampai jam segini?” Naeun merasa cemas, “…biasanya ia tidur jam sembilan. Sudah tiga malam ini ia selalu tidur jam lima pagi.”

“ Dan sudah tiga malam juga aku membacakan buku ilmu sihir ini padanya, daripada membiarkannya melamun, lebih baik mengenalkannya pada dunia sihir.”

“ Tapi kau jadi ikut begadang. Lihat wajahmu sekarang.”

“ Kenapa? Masih tampan kan?”

Naeun tertawa kecil lalu menatap bayi kecilnya, “ Dia akan lebih tampan darimu.”

“ Ya! Dia juga tidak akan tampan kalau bukan karena aku.”

“ Dasar tidak mau kalah.”

“ Kau juga akan seperti aku jika anak kita perempuan.”

“ Aah, aku jadi berpikir bagaimana jika Lin punya saudara perempuan.”

“ So, how about another child?”L menggodanya.

“ Ya! Nanti saja.”wajah Naeun bersemu merah dan ia memukul pelan suaminya itu, “…bagaimana jika saat melahirkan aku hampir mati lagi? Aku tak punya keinginan apa-apa untuk dikabulkan karena hidupku sudah bahagia.”

“ Aku senang menjadi kunci kebahagiaanmu.” L memeluknya, “…maaf jika sampai saat ini aku masih kelihatan berusaha..”

“ Aku mengerti.”Naeun tersenyum dan mengangguk, “…ya! L, jangan sedih begitu, Lin memperhatikan kita.”ucapnya sambil tersenyum gemas melihat mata polos buah hati mereka yang masih belum terpejam juga dan justru tertawa dengan lucu melihat kedua orangtuanya.

“ Kenapa kau belum tidur? Apa aku harus membaca lagi untukmu?”tanya L sembari mengusap pipi lembut Lin.

“ Kau sudah membaca sampai bab enam belas? Tapi dia belum tidur juga.”kata Naeun sambil membuka-buka buku sihir L.

“ Karena sebenarnya aku tidak tahu apa yang dia butuhkan. Kau tahu? Aku sulit sekali membaca pikirannya.”

“ Karena kelak ia akan lebih hebat dari ayah dan ibunya.”

“ Ya, ia satu tingkat diatasku.”

“ Bagaimana dengan Kim Hyoyeon?”

“ Aaa…!”

L dan Naeun terkejut ketika Lin tiba-tiba menjerit dan menangis, Naeun buru-buru berdiri dan menggendong bayi mungil itu.

“ Ssshh.. ada apa sayang? Ada apa?”tanya Naeun panik, sementara L mengambil tongkat sihirnya kemudian melihat sekelilingnya, khawatir ada sesuatu yang menakuti Lin.

“ Sebentar.”L keluar dari kamar dan membuka pintu depan rumah mereka, memperhatikan sesuatu kemudian kembali lagi ke kamar bahkan menutup pintunya rapat-rapat.

“ Ada apa?”tanya Naeun, heran melihat suaminya agak pucat.

“ Aku melihat cahaya berwarna merah keluar dari rumah kita saat aku membuka pintu. Cepat sekali.”

“ A..apa? cahaya? Lalu..?”

“ Cahaya itu pergi.”

“ Kemana?”

“ Menuju ke arah istana.”

*********

 

“ Annyeong haseyo. Silahkan masuk. Aku senang kau pulang.”

Hoya berusaha tersenyum meski wajah tampannya sudah nampak suntuk, Myungsoo menyambutnya ketika ia baru sampai apartemen, bahkan membawakan tasnya dan segera ke dapur untuk membuatkannya minuman hangat.

“ Ini sudah tengah malam. Kenapa kau belum tidur, L?”

“ M..maaf?”sahut Myungsoo dari dapur.

“ Eh, maksudku..Myungsoo.”

Myungsoo tertawa kecil karena Hoya lagi-lagi salah memanggil namanya, ia tak mempermasalahkan hal tersebut karena sudah memahami betapa eratnya persahabatan Hoya dengan penyihir jahat yang menyerupai dirinya itu.

“ Aku baru saja selesai membaca buku-buku itu, aku juga baru dari apartemen tetangga. Mereka minta tolong lagi.” Myungsoo menjawab seraya keluar dari dapur dan meletakkan teh hangatnya di depan Hoya yang kini sedang sibuk menelpon Eunji.

“ Kau sudah selesai membaca semuanya?”tanya Hoya, selagi Eunji belum menjawab panggilannya.

Myungsoo mengangguk, Hoya merasa lega. Sebelum ia bicara lebih lanjut, panggilannya sudah dijawab.

“ Sayang…?”

“ Iya sayang!! Ah! Aku juga sayang padamu!”

Hoya langsung menjauhkan ponsel yang ia pegang dari telinganya, rupanya Bomi yang menjawab teleponnya, pantas saja gadis itu langsung berteriak saat Hoya memanggilnya dengan sebutan itu.

“ M..maaf. mana Eunji.”

“ Dia sudah tidur! Bicara denganku saja!! Ya? Ya?!”

“ Tidur apanya?! Bomi-ah! Berikan ponselnya!”terdengar suara Eunji, Hoya geleng-geleng kepala. Ini bukan pertama kalinya Bomi menyambar ponsel Eunji jika tahu Hoya yang menghubunginya.

“ Kau lupa kalau sebenarnya ini ponselku!?”terdengar lagi suara Bomi menolak.

“ Baiklah, tapi tolong. Aku pinjam sebentar..”Eunji terdengar memelas.

“ Bomi-ssi, sebentar saja. Lain kali kita bisa mengobrol juga.”ucap Hoya melerai, “…aku kan sudah berjanji akan mengadakan fanmeeting pribadi denganmu.”

“ Benar ya!? Ya sudah, bicaralah. Selamat malam idolaku, saranghae!!”

Hoya tertawa, setelah itu merasa lega karena Bomi akhirnya mengalah dan memberikan ponselnya pada Eunji.

“ Akhirnya dia tidur juga.”Eunji mengambil alih ponselnya.

“ Nanti aku belikan ponsel baru untukmu.”

“ Ah, tidak usah. Apa kau sudah sampai kantor?”

“ Kantor sudah ditutup, aku tidak bisa tidur disana. jadi aku pulang ke apartemen.”

“ Benarkah? Bagaimana situasinya?”

“ Sepertinya saat terakhir kali aku pulang, keadaan apartemen tidak seperti ini..” ucap Hoya pelan sambil memperhatikan kondisi apartemen mewahnya yang sudah hampir sebulan ini ditinggali oleh Myungsoo.

“ Pasti jauh lebih rapi.”tebak Eunji.

“ Kau benar.”

“ Rapi apa? Aku hanya membereskannya sedikit.”sela Myungsoo merendah.

“ Sesedikit apapun aku tidak menyuruhmu melakukannya, aku hanya memintamu makan dan baca buku setiap hari.”jawab Hoya.

“ Aku tidak bisa seperti itu.”

“ Ck, benar-benar. Sepertinya ia merasa gelisah kalau tak melakukan kebaikan sehari saja.”komentar Eunji yang kebetulan mendengar suara Myungsoo.

“ Itulah mengapa aku lebih memilih tidur di kantor agensi daripada disini, ia terlalu baik padaku, sedangkan aku masih sering salah memanggilnya L.”jawab Hoya, Myungsoo memakluminya.

“ Tidak apa-apa, aku mengerti. Bahkan sekarang benar-benar mengerti.”sela Myungsoo lagi, “…oh ya, sampaikan salam hormatku pada putri Hyerim.”

“ Mwo? Myungsoo sudah tahu siapa aku sebenarnya? Dia sudah selesai membaca bukunya?” Eunji yang mendengar ucapan Myungsoo agak terkejut.

“ Katanya sudah.”jawab Hoya, Eunji merasa sangat lega.

“ Jadi kita bisa pergi, kan?”

“ Persiapkan ramuan portalnya. Aku akan segera membatalkan semua jadwalku besok.”

“ Ah, ini kata-kata yang ingin aku dengar dari dulu!” Eunji begitu senang.

Hoya tersenyum, “ Kau sudah mendengarnya. Sekarang aku ingin bicara dengan Myungsoo dulu. Kau tidurlah, mimpikan aku.”

“ Kau juga, artis papan atas. Aku mencintaimu.”

“ Aku juga mencintaimu, tuan putri.”

********************

 

“ Saudari Kim Haeyeon, tamu Anda sudah datang.”

Seorang wanita muda berwajah pucat dengan seragam tahanan keluar dari selnya dengan dikawal oleh dua orang petugas yang membawanya menuju tiga orang remaja yang menungguinya di suatu ruangan khusus.

“ Kalian lagi?”ucap wanita itu pelan ketika melihat Hoya dan Eunji disana, mereka bahkan membawa Myungsoo.

“ Waktumu lima menit.”ucap si petugas kemudian pergi meninggalkannya. Haeyeon merasa kecewa karena waktu yang diberikan terlalu singkat, ia pun segera duduk di depan Hoya dan Eunji, sementara Myungsoo berpindah duduk disampingnya dan memeluk kepala sekolahnya itu.

“ Kepala sekolah.. kau baik-baik saja kan?”Myungsoo begitu khawatir, Haeyeon mengangguk dan membalas pelukan Myungsoo dengan airmata yang langsung berlinangan. Hoya dan Eunji membiarkan mereka sejenak. Karena meski hubungan Myungsoo dan Haeyeon bukanlah ibu dan anak seperti L dan Taeyeon, mereka juga sangat dekat dan saling menyayangi, terlebih Myungsoo adalah siswa kesayangan Haeyeon.

“ Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“ Aku hidup dengan baik berkat mereka.”

Haeyeon menatap Hoya dan Eunji dengan wajah penuh haru, “ Terimakasih sudah menolong kami. Terimakasih..”

Hoya dan Eunji mengangguk.

“ Myungsoo, berikan bukunya.” karena waktu mereka tak banyak, mereka langsung meminta Myungsoo memberikan dua buku yang ia baca untuk Haeyeon.

“ Buku yang kalian bicarakan saat pertama kali kalian datang kesini?”tanya Haeyeon. Hoya dan Eunji mengiyakan.

“ Kami membawanya untukmu agar kau percaya dengan yang kami katakan. Tolong baca buku itu sampai habis di dalam sel, Myungsoo sudah menyelesaikannya.” jelas Hoya.

“ Apa isinya?”bisik Haeyeon pada Myungsoo, namun murid kesayangannya itu hanya menghela nafas.

“ Yang jelas kau akan terkejut di setiap halaman.”jawab Myungsoo, Haeyeon langsung terlihat tak sabaran dan mendekap bukunya.

“ Aku akan menyelesaikannya sebelum sidang agar aku tahu apa yang harus kulakukan.”

***

 

“ Eunji!!”

Myungsoo, Hoya, dan Eunji terkejut karena sekeluarnya mereka dari kantor polisi, terdengar suara seorang lelaki dan perempuan memanggil nama Eunji. Yang dipanggil segera celingukan dan menemukan dua orang yang tak asing baginya itu memanggilnya dari dalam mobil mewah yang terparkir tak jauh dari kantor polisi.

“ Chorong…? Kenapa dia masih dengan Woohyun?”Myungsoo melihat perempuan yang memanggil Eunji itu, Hoya buru-buru menutup wajah tampan lelaki itu dengan jaketnya kemudian membawanya berlari menjauh. Eunji membiarkannya dan bahkan salut dengan tindakan sigap Hoya.

“ Ya! aku merindukan Chorong! Aku ingin menemuinya!” Myungsoo agak keberatan karena Hoya mengajaknya berlari, ia bahkan merasa tak tenang karena sahabatnya itu masih bersama Woohyun.

“ Sudah kubilang mereka tak boleh tahu kau hidup lagi!”

*********

 

“ Hoya mengira kami wartawan jadi dia berlari?”

“ Ah, ya begitulah.. dia trauma dengan artikel yang pernah muncul.”jawab Eunji seadanya setelah berbohong pada Woohyun dan Chorong yang kini mengajaknya makan di sebuah restoran.

“ Lalu siapa yang lari dengannya barusan?”tanya Woohyun.

“ Oh! Itu.. itu.. salah seorang staf agensinya. Dia menemani kami ke kantor polisi.”

“ Benarkah? Maaf.. kalau boleh tahu apa yang kalian lakukan disana?”tanya Chorong penasaran.

“ Ng.. kami menemui salah seorang polisi yang menjadi penggemar Hoya. Hari ini polisi itu berulang tahun jadi Hoya ingin memberinya kejutan.”

Ck, alasan tak bermutu macam apa ini? Eunji sedang tidak bisa mengarang cerita dan hanya itu yang bisa ia jelaskan untuk membohongi sepasang kekasih didepannya ini.

“ Baiklah..”Woohyun dan Chorong sama-sama mengangguk meski merasa setengah tak percaya.

“ Kami kebetulan lewat dan melihat kalian keluar, jadi kami berhenti dan memanggilmu.”kata Woohyun, “…tidak apa-apa kan?”

“ Oh, tidak apa-apa. Justru aku yang merasa sungkan karena kalian langsung mengajakku makan di tempat mahal seperti ini.”

“ Gwenchana. Kami sengaja mengajakmu kesini karena ada yang ingin kami… tagih.”ucap Chorong.

Pasti buku itu.

“ Ah! Buku dari Hyoyeon yang kupinjam dari kalian? Mianhae.. aku dan Hoya masih mengamatinya dan kami belum bisa mengembalikannya..”Eunji beralasan.

“ Benarkah? Sayang sekali.. padahal kami akan pergi dan ingin membawa buku itu.”

“ Mwo? Pergi? Kemana?”

“ Hmm.. karena sekolah masih belum juga dibuka, waktu libur ini ingin kami manfaatkan untuk mencari apartemen dan universitas yang cocok di Amerika.” jawab Woohyun.

“ Mwo? Amerika?”

“ Setelah lulus sekolah nanti, kami akan kuliah dan menikah disana.”sambung Chorong, membuat Eunji nyaris tersedak. Tentu saja karena langsung berpikir bagaimana-jika-Myungsoo-tahu-hal-ini?

“ Kau meninggalkan Sungyeol sendirian?”tanya Eunji, Chorong menatap Woohyun dan lelaki itu memberinya kode, memintanya untuk berhati-hati saat berbicara karena keberadaan Sungyeol di negeri Junghwa menemani Hyoyeon masih mereka rahasiakan sesuai permintaan cenayang itu.

“ Sungyeol akan sering mengunjungi kami di Amerika, apalagi makam Yookyung ada disana.” jawab Chorong seadanya.

“…dan Myungsoo.. aku sudah merelakannya, aku akan terus mengenangnya meski nanti aku akan pergi jauh.”

 

“ Seandainya kau tahu, ia benar-benar merindukanmu sekarang, Park Chorong..”

********

 

“ Kami tidak tahu berapa hari kami disana, yang jelas kau tidak boleh keluar apartemen sama sekali. Ingat, sama sekali!”

Myungsoo mengangguk beberapa kali karena Hoya terus-terusan mengingatkannya. Sesampainya mereka di apartemen, Hoya memang langsung mempersiapkan barang bawaannya karena ia dan Eunji tidak menunda waktu untuk pergi ke negeri Junghwa menggunakan ramuan portal yang mereka punya.

“…aku sudah memenuhi semua kebutuhanmu di apartemen, jadi mohon bersabarlah. Aku dan Eunji akan tetap merahasiakan keberadaanmu dan Kim Haeyeon dari kedua sahabat penyihir kami karena mereka bisa saja terguncang jika mengetahuinya.” sambung Hoya.

“ Padahal aku ingin berterimakasih pada Son.. Son..” Myungsoo mencoba mengingat nama penyihir cantik yang ia lihat di sketsa bukunya semalam.

“ Son Yeoshin? Tidak perlu, kau hanya akan membuatnya terkejut.”

Myungsoo merasa kecewa karena begitu banyak keinginannya yang dilarang oleh Hoya. Namun ia paham itu semua demi kebaikannya, memberi tahu seseorang bahwa mayat yang sudah lama meninggal bangkit kembali memang bukanlah hal sepele. Myungsoo sadar ia butuh waktu untuk kembali hidup normal.

Hoya memakai ranselnya dan menutupi rambut berwarnanya dengan topi agar tidak mengejutkan keluarga kerajaan nantinya, setelah itu ia sibuk menghubungi Eunji untuk janjian bertemu di suatu tempat yang sudah mereka pilih untuk membuka portal.

“ Kalau memang kami akan lama kembali dan kau kehabisan makanan, kau bisa minta makanan ke tetangga. Hitung-hitung sebagai bayaran karena kau bilang kau sering menolong mereka.”pesan Hoya sebelum ia benar-benar pergi.

“ Baiklah. Tapi.. tunggu.”

“ Apa lagi?”

“ Tetangga sering bertanya tentangmu dan dia juga ingin bertemu denganmu sejak pindah kesini. dia bilang sudah lama dia tidak bertemu denganmu, kurasa kau kenal baik dengannya.”

“ Benarkah? Siapa namanya?”

“ Aku tidak tahu karena tak pernah mengajaknya berkenalan. Mungkin dia berpikir aku sudah tahu namanya, karena dia bilang..dia juga seorang artis.”

“ Benarkah?” Hoya langsung berpikir, agak bingung karena sejak menjadi pemenang kompetisi, ia mempunya banyak rekan artis.

Tapi jika memang ia lama tak bertemu dengan artis itu, mungkinkah dia adalah Bang Minah? Sebab setelah kompetisi berakhir, Minah tak seperti Hoya yang langsung mengawali aktivitasnya sebagai seorang selebriti, gadis itu pergi tanpa pamit ke kampung halamannya dan menyatakan hiatus panjang pada media. Banyak orang berspekulasi bahwa kepergian Minah karena malu sebab Hoya menolaknya bahkan menyatakan cinta pada gadis lain –Eunji- pada acara final kompetisi mereka.

 

“ Ya sudah, nanti ada waktu bertemu. Kalau dia bertanya apa kau adalah manajerku, jawab saja iya.”

Hoya tak begitu memusingkan hal tersebut, setelah itu ia pun memasuki lift dan benar-benar pergi.

Myungsoo melambaikan tangannya dan tersenyum sebelum lift benar-benar tertutup.

 

“ Semoga kau cepat pulang dan membawa Kai padaku..”

******************************

 

“ Selamat siang! Adakah orang didalam?! Buka pintunya!”

 

Naeun menunda kegiatan memasaknya sebentar saat mendengar suara lelaki dari depan rumahnya. Ia berlari kecil dan segera membuka pintunya.

“ Kai?”

“ Hai, ibu muda. Lama tidak bertemu, kukira kau terkejut melihat aku ada disini.”

Naeun tertawa kecil, “ Ani.. L sudah memberitahuku kalau kau ada di negeri ini. senang bertemu lagi denganmu. Dan.. soal yang lalu-lalu itu.. lupakan saja.”

Kai tertawa melihat Naeun yang nampak malu dan ternyata masih mengingat momen singkat mereka saat masih di dunia nyata, dimana Naeun menjadikannya sebagai cinta pertama. Tapi sepertinya hal itu tidak pantas dikenang.

“ Kau sendirian saja di rumah?”tanya lelaki itu kemudian.

“ Berdua, dengan Lin.”

“ Hahaha, mianhae. Maksudku.. L tidak ada?”

“ Kau tidak melihatnya di jalan? Dia sedang menuju istana. Dia ingin mengembalikan sebelas peti emas yang sudah ia curi waktu itu, aku yakin kau tahu kasusnya.”

“ Ck, percuma mengembalikan peti emas itu. tidak akan merubah keadaan.” ucap Kai sedikit bersungut, membuat Naeun heran.

“ Ada apa memangnya?”

“ Ya! kau tega membiarkanku berdiri di depan sini? Aku tidak boleh masuk?” Kai mengalihkan pembicaraan sebentar.

“ Kau tidak berjaga di istana? kenapa kau memakai kaos dan jeansmu lagi?”

“ Biarkan aku masuk dulu, jebal.”

Naeun pun mengangguk dan mempersilahkan adik Myungsoo itu untuk masuk dan duduk di kursi ruang tamu.

“ Sepertinya ada hal penting.”kata Naeun seraya duduk di depan lelaki itu.

“ Ya. pertama-tama aku ingin bilang, aku sudah memecat diri dari sana.” Kai memulai pembicaraan.

“ Benarkah? Apa alasanmu?”

“ Apa kau sudah tahu kalau aku sempat menjalin hubungan dengan Krystal?”

“ Ya, L memberitahuku soal itu. Apa ada masalah?”

“ Pikirkan saja, Hyerim sudah dengan Howon. Lalu siapa yang akan menikah dengan pangeran Baekhyun selain Krystal? Tidak mungkin Daehyun atau Ilhoon kan.”jelas Kai dengan tawa yang dipaksakan, terlihat jelas bahwa lelaki itu masih merasa sakit hati.

“ Aku dan L memikirkan hal tersebut, makanya kami mengembalikan peti emas tersebut agar mereka tidak perlu menikah.”

“ Niat baik kita ditolak raja.”

Sebelum Kai menjawab perkataan Naeun, L tiba-tiba muncul di ambang pintu sembari mengeluarkan sebelas peti emas yang ia bawa dengan tongkat sihirnya, setelah itu duduk di samping Naeun seraya melempar tatapan menakutkan kearah Kai yang seenaknya masuk rumah tanpa seizinnya.

“ Ya, kenapa diam?”L heran karena Naeun dan Kai berhenti mengobrol.

“ T..tidak apa-apa kan Kai masuk rumah kita?”tanya Naeun gugup, sementara wajah Kai nampak semakin ketakutan, L langsung tertawa karena ia berhasil mengerjai Kai hanya dengan tatapan khasnya.

“ Hahaha. Tentu saja, kau mau menginap disini kan sampai Howon dan Hyerim menjemputmu?”tebak L enteng, Naeun terkejut.

“ I..iya.. sebenarnya itu tujuan utamaku kesini. boleh kan?”tanya Kai, tanpa pikir panjang L mengangguk.

“ Kalau begitu aku akan membereskan kamar di atas.”Naeun langsung berdiri, namun sebelumnya ia mendorong masuk peti-peti emas yang ada ke kamar mereka menggunakan tongkat sihirnya.

“…mengapa raja menolaknya?”tanya Naeun tak habis pikir.

“ Keluarga kerajaan bilang Baekhyun akan tetap menikahi Krystal walaupun kita mengembalikan kekayaan mereka.”jawab L, membuat Kai agak lemas mendengar hal itu lagi.

“ Mungkin Baekhyun benar-benar menyukai Krystal.”tebak Naeun, “…Kai, kau bisa menemukan gadis cantik yang lain di dunia nyata.”hiburnya, Kai hanya tertawa pahit.

“…ya sudah, aku ke atas dulu membereskan kamar untuk Kai.” Naeun pun menaiki tangga menuju lantai atas rumah mereka.

“ Tenang saja, aku tidak akan lama disini.”Kai berjanji.

“ Tentu saja. Kau bisa segera pulang ke duniamu, Howon dan Hyerim baru saja datang ke istana. aku sempat bertemu mereka, sekarang mereka sedang berkumpul dengan keluarga kerajaan.”jawab L.

“ Benarkah? Ah.. aku senang sekali. Akhirnya aku bisa ikut mereka pulang nantinya.”ucap Kai meski dengan nada setengah tidak ikhlas.

“ Kau benar-benar yakin tidak ingin menginjak tempat ini lagi?”

“ Walaupun tempat ini indah, aku menyimpan kenangan pahit dengan Krystal. Lebih baik aku hidup di duniaku sendiri meski harus sebatang kara. Lagipula.. jika aku terus-terusan berada disini, Krystal tidak akan bahagia dengan pernikahannya nanti.”

“ Aku minta maaf, jika saja aku tidak membuangmu waktu itu…”

“ Tidak apa-apa.”Kai memotong, “…beri saja aku layanan terbaik selama aku menginap disini, aku akan memaafkanmu.”

L tertawa, “ Baiklah. Mulai sekarang kau juga boleh memanggilku hyung kalau kau mau.”

“ Benarkah??”

“ Mengapa tidak?”

“ Ah, masih terdengar mengerikan punya kakak seorang penyihir.”

L tertawa lagi, “ Hahaha. Terserah kau sajalah. Oh ya, kau mau melihat uri Lin?”

“ Tentu saja! Kudengar dari Taeyeon, dia punya satu tato di punggungnya.”

“ Kau benar.” L nampak bersemangat, ia berdiri sejenak dan mengambil anaknya dari kamar, bayi tampan itu masih tertidur pulas karena semalaman tidak tidur sama sekali.

“ Ah, tampan sekali. Mirip Myungsoo hyung.”komentar Kai sembari mencubit kecil pipi tembam Lin.

“ Apa?”

“ Eh.. maksudku. Mirip sekali denganmu. Ah, kalian berdua sama saja, kan?”Kai mengelak sembari mencoba menggendong Lin.

“…ahh.. bayi sekecil ini apa bisa menjaga kerajaan Junghwa? Apalagi dia menjadi penyihir nomor satu sekarang, yang artinya harus memimpin semua penyihir disini.”Kai bergumam, namun L mendengarnya.

“ Apa maksudmu?”

“ Ah, aku lupa memberitahumu soal ini.”

“ Soal apa?”

“ Jadi begini.. sejak Baekhyun tahu bahwa Krystal bukanlah Hyerim, ia merasa marah dan tertipu. Sejak saat itu ia menjadi seenaknya pada keluarga kerajaan, keluarga kerajaan terpaksa menuruti semua yang ia perintah untuk menebus kesalahan..”

“ Sudah kuduga, saat aku datang ke istana kondisi kerajaan tidak terlihat nyaman. Lalu apa ada masalah dengan hal itu? bukankah pangeran itu akan tetap menikahi Krystal?”

“ Ya. karena ia akan segera menikahi Krystal, ia mengajukan banyak permintaan pada keluarga kerajaan. Dan keluarga kerajaan terpaksa mengabulkannya agar ia tidak mengadu pada kerajaannya bahwa ia telah ditipu. Pertama, ia meminta pernikahannya dengan Krystal dilaksanakan di negerinya, negeri Gwangdam. Keluarga kerajaan setuju. Tapi tadi pagi sebelum aku pergi, aku mendengar ia mengajukan permintaan lagi, permintaan yang kuanggap aneh.”

“ Permintaan aneh?”

“ Ya, dia ingin semua rakyat negeri ini menyaksikan pernikahannya disana, kecuali para penyihir.”

“ Maksudmu….”

“ Maksudku, semua rakyat yang merupakan manusia biasa akan mengosongkan negeri ini dan ikut perjalanan ke negeri Gwangdam untuk menyaksikan pernikahan Baekhyun dan Krystal. Sementara para penyihir tetap tinggal, ia tak mau mengundang bangsa penyihir. Entah apa alasannya.”

L merasa heran dan cenderung berpikir negatif setelah mendengarnya, terlebih ia mengingat cahaya merah yang keluar dari rumahnya semalam dan menuju ke arah istana. Apa ada hubungannya dengan permintaan Baekhyun itu? meski masih sulit untuk dicerna, entah mengapa L begitu yakin bahwa kedua hal tersebut memiliki hubungan.

“ Ah, kurasa Baekhyun ingin para penyihir menjaga negeri ini agar tetap aman, jadi ia tidak mengundang bangsa kalian ke pernikahannya. Maka itu aku bilang, apakah bayi sekecil Lin bisa menjaga negeri Junghwa sebagai penyihir nomor satu.” Kai berusaha berpikir positif, sementara L mulai berpikir mengapa Baekhyun mengajukan permintaan semacam itu pada keluarga kerajaan.

 

“ Aku yakin pasti ada yang tidak beres.”

*************

 

“ Lagi, dan lagi. Lin tidak memejamkan matanya lagi jam segini..”

Malam itu Naeun kembali resah karena bayi mereka kembali tak bisa tidur, ia pun menggendongnya dan bersenandung kecil untuk membuat Lin tertidur.

“ Tidurlah sayang.. besok Paman Howon dan Bibi Hyerim kesini, matamu tidak boleh cekung saat melihat mereka..”ucap Naeun pelan, kemudian ia menatap L yang tiba-tiba berdiri dari tempat tidur mereka karena Kai mengetuk pintunya.

 

“ Maaf agak lancang mengganggu kalian jam segini.”Kai berbasa-basi, kemudian mengeluarkan satu gulung kertas yang diikat dengan tali berwarna emas pada L.

“ Apa ini?”tanya L seraya menerimanya.

“ Yang kuberitahu padamu tadi siang, itu pengumuman resmi dari kerajaan. Barusan aku menemukannya di pintu rumah.”

“ Baiklah, terimakasih. Kau boleh tidur.”

Kai mengangguk dan segera pergi setelah tersenyum kearah Lin yang ikut memperhatikannya dengan tatapan polos.

“ Ada apa?”tanya Naeun, L menyerahkan kertasnya dan tak ingin membacanya karena sudah tahu.

Naeun membaca isi kertas tersebut dan kening indahnya langsung berkerut.

“ Hari kamis nanti, seluruh rakyat akan ikut perjalanan selama lima belas hari menuju negeri Gwangdam dan penyihir dilarang meninggalkan tempat tinggal mereka selama kerajaan Junghwa masih sepi? Aih.. rasis sekali, mengapa penyihir tidak ikut diundang?” Naeun agak protes setelah membacanya.

“ Bukan soal itu.”jawab L pelan sekaligus resah.

“ Lalu?”

“ Tidak. yang jelas, saat semua pergi ke negeri Gwangdam, kau dan Lin juga harus pergi.”

“ M..mwo?pergi? kemana? Bukankah dilarang?”Naeun bingung.

“ Bukan ke negeri Gwangdam, tapi ke dunia nyata. Hiduplah disana selama negeri ini masih sepi, biar aku yang menjaga negeri ini bersama penyihir lainnya.”

“ Mengapa begitu? Kau bicara apa sih?” Naeun tidak mengerti karena L justru menyuruhnya ikut pergi. Tentu, karena ia sama sekali tidak curiga dengan perintah dari kerajaan. Lain halnya dengan L yang sudah tahu bahwa perintah itu bersumber dari Baekhyun.

“ Pokoknya kau dan Lin tidak boleh berada di negeri ini saat sepi nanti. Titik.” L menutup pembicaraan dan memaksakan kehendaknya.

“ Kami tidak mungkin meninggalkanmu.”Naeun bersikeras untuk menolak.

“ Hanya lima sampai enam belas hari, aku ingin kalian aman. Itu saja.”

“ Apa yang membuat aku dan Lin tidak aman jika berada disini selama kerajaan sepi?”

“ Aku takut Kim Hyoyeon masih hidup dan muncul. Karena saat kerajaan sepi adalah saat yang tepat.” L menjawab dalam hatinya, ia tak mau mengungkapkan kekhawatirannya secara langsung karena itu hanya akan membuat istrinya semakin tidak mau meninggalkannya.

“…L, jawab aku!”

“ Berhenti mendesak atau aku akan marah.”

Naeun terdiam dan hampir menangis, L terpaksa mengancam istrinya lagi demi melindunginya dan anak mereka dari segala ancaman yang bisa saja muncul ketika negeri Junghwa hanya dijaga oleh bangsa penyihir.

“ Kau jaga Lin, aku mengantuk.”Naeun masih menahan tangisnya dan meletakkan Lin di atas tempat tidur kecilnya, setelah itu ia naik ke atas tempat tidur dan berbaring dengan posisi menutup wajah cantiknya.

Ia menangis.

**************************************************

 

Hapjeongdong street, October 23…

 

“ Aku salah keluar portal, seharusnya kita langsung tiba di rumah keluarga Nam. Huh.. maaf ya sayang, kau sampai harus kedinginan seperti ini.”

Naeun merapatkan selimut dan topi hitam yang dikenakan Lin dalam gendongannya, kemudian mencoba memberi nafas hangat pada pipi putranya yang mendingin karena hujan yang sedang mengguyur ibukota Korea Selatan itu.

Ia masih berdiri di depan salah satu toko untuk berteduh sejenak sekaligus menunggu taksi yang lewat. Namun sepertinya ia lebih menunggu hujan reda karena jalanan begitu sepi dan kemungkinan taksi lewat begitu kecil.

“…hujan begini.. aku jadi ingat saat aku bertemu ayahmu untuk pertama kalinya di dunia nyata. Saat itu juga adalah hari pertamanya ia menipuku dengan mengatakan bahwa dia adalah Kim Myungsoo..” Naeun sedikit bercerita dan Lin mendengarkannya dengan wajah polos.

“…hmm..bagaimana jika seandainya kejadian yang sama terulang lagi disaat seperti ini? ah, tapi tidak mungkin. Ayahmu sedang berada di kerajaan Jung……”

Ucapan Naeun terputus ketika ia menatap sesosok lelaki yang baru saja muncul dari satu belokan dengan berlari cepat karena sudah basah kuyup diguyur hujan. Lelaki yang wajahnya terlihat familiar itu berlari menuju toko tempat Naeun berdiri sekarang.

 

“ Sillyehamnida. Ahjumma, ramen sepuluh bungkus, satu bungkus seduh disini! aku kedinginan.”

“ Tunggu!”sahut penjaga toko tersebut, lelaki itupun duduk di salah satu kursi yang ada disana.

Naeun masih berdiri membelakanginya dan tak mau melihat wajahnya meski suara lelaki itu membuatnya sangat penasaran karena begitu persis dengan suara suaminya. Namun ia menahan diri.

 

“ Ini ramenmu.”tak lama si penjaga toko kembali dengan satu cup ramen untuk lelaki yang tengah kelaparan dan kedinginan itu. lelaki itu segera melahapnya dengan agak terburu-buru.

“ Ah.. sudah empat hari berturut-turut hujan di Seoul. Jemuranku tidak ada yang kering.”si penjaga toko terdengar membuka pembicaraan, mungkin karena sedang bosan menunggui tokonya yang sepi.

“ Syukuri saja, ahjumma. Ini hadiah dari Tuhan.”jawab lelaki itu bijak, membuat Naeun merasa kagum.

“ Kalau nanti kau flu dan demam karena kehujanan, kau masih menyebutnya hadiah dari Tuhan?”tanya si penjaga toko, membuat lelaki itu tertawa kecil.

“ Itu ujian, tapi harus disyukuri juga.”jawab lelaki itu seadanya, membuat si penjaga toko geleng-geleng kepala.

“ Anak muda, kau dari mana?”

“ Aku dari apartemen Hapjeongdong.”

“ Kau datang sendirian?”

“ Tentu saja.”

“ Ah, kupikir kau ingin menjemput gadis yang membawa anak bayi itu.”

Lelaki itu mengalihkan pandangannya kearah Naeun yang masih tahan berdiri dengan menggendong Lin. Kemudian menggeleng.

“ Sudah hampir dua jam dia berdiri seperti itu dan tidak membeli sesuatu, katanya mereka tak punya apa-apa selain emas dan perak.”

“ Mwo?”

Naeun merasa malu mendengarnya, apalagi ketika mendengar lelaki itu memanggilnya.

“ Nona, kau boleh pesan ramen disini. biar aku yang bayar.”

Naeun menoleh, “ Tidak, terimakas………”

Ucapannya terputus ketika melihat wajah lelaki tampan itu secara jelas, jantungnya nyaris berhenti bahkan Lin nyaris jatuh dari gendongannya.

 

“ Kim Myungsoo?”

********************

 

“ TIDAAK!!”

Naeun terbangun dari tidurnya, kemudian mencoba mengatur nafasnya yang memburu dan mencoba menahan sakit di kepalanya yang mendadak pusing.

“ Naeunnie, ada apa?” L yang tidur disampingnya ikut terbangun, Naeun menoleh kearahnya dan langsung menyentuh wajah tampannya.

Naeun menangis dan memeluk suaminya. Pikirannya kacau karena mimpi barusan, ia teringat akan ramuan pembangkit kematian yang ia buat namun ia tinggalkan di ruang penyimpanan mayat Myungsoo saat itu. Bagaimana jika ada yang menemukannya? Naeun merasa tak sanggup, mimpi tadi seakan menjadi peringatan bagi tindakan lalainya itu.

 

“ Kumohon, L. Jangan paksa aku ke dunia nyata. Aku hanya ingin disini..”

 

To be Continued

 

Wow.. ini prolog atau part 1? Panjang amat. Hehehe~

Kyaaaa..~ senang sekali bisa kembali ke hadapan readers meski belum move on dari fanfic yang sama, The Portal.

Atas komentar readers di part akhir yang mengatakan bahwa endingnya gantung, saya pun membuat seri kedua dari fanfic amatir ini.

Semoga suka dengan prolognya 🙂 cerita kedua ini mungkin tidak akan sepanjang cerita pertama karena author menghindari kesan sinetron(?), tapi author berharap semoga kalian masih setia dengan fanfic ini dan menunggu ending yang tidak gantung dari author, hehe.

 

Like dan Comment juseyo, rilis tidaknya part perdana tergantung pada kalian, readers! 🙂

 

Next : Part 1 >> Nice to Meet You

Advertisements

228 responses to “THE PORTAL 2 [ PROLOG ]

  1. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | citrapertiwtiw·

  2. pas baca ini berasa bukan prolog xD
    panjang banget…
    aaaa~ gemes sama L-Naeun
    lin jugaaaaa xD

  3. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] – FFindo·

  4. Aku sebenernya pengikut ff ini dulu
    Cuma di tahun 2019 rasanya tiba” kepikiran author citra trs inget the portal
    Eb pengen baca pengen nostalgia aja gitu
    Dan rasanya sama kaya wkt baca pertema kali
    Deg”an , seneng, sedih, greget, sebel semua campur aduk jadi 1 hahaha
    Bersyukur bgt bisa tau karya author cira dan msh bisa baca ulang, kangen bgt sm dunia per ff an hahahaha
    Author citra, jikalau membaca comment ku ini, mngkin sana kau sudah lulus kuliah yah skrg, dulu ak uda follow km dr zaman km msh ank sekolahan hahaha
    Ak cuma mau ucap terima kasih krn sudah bikin ff sehebat ini, pengen deh baca ff km yg terbaru haha km msh suka nulis ff ga yah, semoga sehat terus yah author citra

  5. Gara gara nostalgia jaman kelas 1 sma, jaman dimana aku dan temen2 hebring banget soal ff. Dan tiba tiba teringat sama ff yg selalu jadi trending topic diantara teman2, sampai temen2ku pada berhenti baca karna kalau ngga salah waktu itu authornya sempet lama ngga update, seingatku ya wkwkw.. Btw aku bela belain scroll krn lupa judulnya astaga😍 terniat 2019 ini mah.. time so fast banget ya, udah 8 tahun berlalu sejak aku sma.. Terima kasih author sudah membuat cerita ini, luv banget dah

Leave a Reply to fiqohsiwonest Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s