April Mop!

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

april Mop!'s Poster

Title : April Mop!

Author : utheeviez

Cast (s) :

  • Jeon Jungkook
  • Jung yerim

Genre : Friendship, fluff

Rating : Teen

Length : Ficlet

Thanks to ditjao yang udah mau posting FF abal ini^^

Pernah diposting disini. Silakan mampir… 🙂

 ***

Jungkook benci perpustakann. Yerim tahu bagaimana pemuda itu mengeluh tentang tempat penuh buku-buku tua yang berdebu. Jungkook juga benci kesunyian yang selalu tercipta di tempat itu. Maka tidak heran jika Jungkook menempatkan perpustakaan di urutan teratas dalam daftar tempat-yang-tidak-ingin-dikunjung-versi-Jungkook. Tapi yang tidak gadis itu mengerti adalah, kenapa seorang Jungkook mau menyusulnya ke perpustakaan lalu menyeretnya ke susut yang pengap dan—hei, bahkan ini adalah tempat paling berdebu jika dibandingkan dengan sudut lain. 

Sudah lima menit berlalu dan Jungkook masih tetap meremas tangannya sendiri tanpa bicara apapun. Hal itu jelas membuat Yerim kesal. Dalam lima menit seharusnya dia bisa menghabiskan tiga halaman novel Harry Potter seri tujuh yang sedang dibacanya—sebelum Jungkook datang.

“Yerim, aku—“

Yerim berdecak.

“Apa?”

“Aku—“

“Demi Tuhan, Jeon Jungkook sebenarnya apa yang ingin kau katakana? Jangan membuatku ke—“

“Panggil aku Oppa?”

“Apa?!”

“Panggil aku Oppa, Jung Yerim. Oppa. Jungkook Oppa.”

Yerim diam. Pandangannya menyelidik. Ada yang aneh dengan sahabatnya ini. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja Jungkook menyuruhnya memanggil Oppa. Hei, apa pemuda ini sedang bercanda?

“Jungkook, kau tidak lupa minum obatmu kan?”

“Aku tidak sakit. Untuk apa minum obat?”

“Lalu apa yang kau makan untuk sarapan tadi pagi?”

“Roti isi buatan ibuku.”

“Kau sudah memastikan tidak ada racun atau zat semacamnya dalam rotimu kan?”

“Tentu sa—Ya! Kau sedang menuduh ibuku meracuni anaknya sendiri ya?”

“T-tidak. Bukan begitu.  Hanya saja kau aneh hari ini.”

“Apanya yang aneh?”

“Apa ada yang salah dengan kerja otakmu? Kenapa tiba-tiba kau menyuruhku memanggilmu Oppa?”

Kali ini Jungkook mendengus. Kedua tangannya di letakkan di bahu Yerim.

“Dengar, Nona Jung. Tidak ada yang salah dengan kerja otakku. Aku berani bertaruh untuk itu. Dan tentang yang tadi itu, aku benar-benar menyuruhmu memanggilku Oppa dengan kesadaran penuh.”

“Aneh.”

Yerim langsung menepis tangan Jungkook dan kembali ke meja tadi.

“Ya! Jung Yerim. Apa susahnya menuruti perintahku?”

Yerim bergeming. Dibereskannya buku-buku yang tadi di bacanya. Lalu melangkah keluar ruangan. Mengabaikan Jungkook yang menatapnya tajam.

Ya! Jung Yerim!”

“Sst.. harap tenang. Ini perpustakaan, Tuan.”

Dan Jungkook menyerah.

***

“Panggil aku Oppa.”

“Tidak.”

Jungkook belum sepenuhnya menyerah. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang dan pemuda itu masih saja rebut menyuruh Yerim memanggilnya Oppa.

“Panggil aku Oppa.”

“Jeon Jungk—“

Oppa.”

“Demi Tuhan. Atas dasar apa kau menyuruhku memanggilmu Oppa?”

Jungkook tersenyum simpul.

“Tadi Taehyung bercerita bagaimana senangnya saat adiknya yang baru bisa bicara memanggilnya Oppa. Aku jadi ingin merasakannya.”

“Kau bahkan tidak punya adik.”

“Itu sebabnya aku menyuruhmu memanggilku Oppa.”

“Aku bukan adikmu, bodoh!”

“Tapi aku lebih tua darimu, pendek.”

“Demi Neptunus! Kita seumuran, Jeon Jungkook.”

“Aku tetap lebih tua.”

“Aku bahkan lahir sehari setelahmu.”

“Tetap saja aku lahir lebih dulu.”

“Dasar sinting!”

Ya! Bagaimana bisa kau menyebut Oppa-mu sendiri sinting?”

“Bicara pada pohon saja kau, Jeon Jungkook!”

***

Yerim tengah berkutat dengan buku-bukunya ketika ponselnya berdering. Tapi gadis itu diam saja. Dia sedang malas. Yerim tahu itu panggilan dari Jungkook. Gadis itu memang menyetel nada dering berbeda untuk kontak Jungkook. Yerim mendesah lega ketika benda putih itu berhenti berdering. Jujur saja, itu mengganggu konsentrasi belajarnya. Tapi rupanya Jungkook memang tidak pernah membiarkannya tenang. Ponsel itu kembali berbunyi tak sampai semenit kemudian.

“JEON JUNGKOOK! BERHENTI MENGGANGGUKU!”

Ya! Jangan marah-marah dulu aku hany—“

“Hanya menyuruhku memanggilmu Oppa?”

“Tidak. Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk gosok gigi sebelum tidur. Hahaha..”

“JEON JUNGKOOK!!!”

“Hahaha..”

“Diam!”

“Yerim”

“Apa?”

“Panggil aku Opp—“

“Sampai kapanpun aku tidak akan memanggilmu Oppa karena alasan bodohmu itu, Jeon Jungkook.”

Pipp

***

Hari masih terlalu pagi bahkan ruang kelas itu masih sepi, tapi Yerim sudah berada di kelasnya. Gadis itu sengaja berangkat lebih awal dari biasanya. Dia terlalu malas untuk berangkat bersama Jeon Jungkook. Tetangganya yang satu itu masih terus saja bersikukuh menyuruh Yerim memanggilnya Oppa. Astaga!

“Kenapa kau meninggalkanku?”

Suara Jungkook. Seketika gadis itu langsung mengalihkan pandangannya kea rah jendela.

“Jung Yerim..”

“Diamlah! Aku sedang malas berbicara denganmu.”

“Permintaanku membuatmu kesal ya?”

Yerim diam. Huh, kalau sudah tahu kesal, kenapa si bebal ini masih  saja bertanya.

“Kenapa memanggilku Oppa saja susah sekali bagimu?”

“Karena kita seumuran.”

“Aku lebih tua satu hari darimu.”

“Tetap saja.”

Hening lagi.

“Yerim…”

“Apa?”

“Boleh tahu tidak alasanmu menolak memanggilku Oppa?”

“Aku sudah bilang tadi. Kita it—“

“Aku tahu ada alasan lain.”

Bibir Yerim mengerucut. Lalu gadis itu menghela nafas berat. Sepertinya susah sekali mengatakan isi hatinya.

“Karena kau—“

“Ya?”

“Karena kau bukan kakakku.”

“Tapi kau memanggil Junhwa Hyung dengan sebutan Oppa.”

“Itu karena Junhwa Oppa jelas lebih tua dariku.”

“Aku juga lebih tua darimu, meskipun hanya satu hari. Dan Junhwa Hyung itu kakakku, bukan kakakmu.”

“Itu karena—“

“Apa lagi?”

“Begini, menurutku panggilan Oppa itu spesial. Seorang gadis hanya akan memanggil Oppa pada orang-orang yang mereka sayangi. Seperti kakak atau—emmm…pacar.”

Hei, pipi Yerim merona. Jungkook tidak salah lihat kan? Pemuda itu tersenyum. Lalu menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.

“Kalau begitu, kau jadi pacarku saja.”

“Apa?”

“Iya. Kalau kau jadi pacarku, kau akan memanggilku Oppa kan?”

“Jungkook—“

Jungkook tidak menjawab. Pemuda itu hanya tersenyum manis—senyum termanis yang pernah Yerim lihat.

“Jungkook, tapi sepasang manusia yang berpacaran itu haru—“

“Mau jadi pacarku tidak?”

Yerim tertunduk. Benar-benar malu.

“Aku ma—“

APRIL MOP!!! Hahaha…”

Apa?!

Yerim yang terlanjur kesal sudah bersiap melemparkan buku kea rah Jungkook. Tapi ternyata Jungkook sudah tidak berada di tempatnya. Pemuda itu sudah berdiri di samping pintu kelas mereka yag sepi.

“Jeon Jungkook!!!”

“Hahaha… Kau bukan tipe-ku, Nona Jung. Selamat menikmati April mop dari pemuda tampatn sepertiku ya…”

“Jeon Jungkook!!!!”

“Hahaha….”

Tawa Jungkook terdengar semakin samar. Sampai akhirnya hilang. Ugh, pemuda sialan itu pasti sudah berlari di sepanjang koridor. Jungkook pasti tahu kalau Yerim pasti tidak akan membiarkannya lolos setelah mengerjainya dengan april mop paling menyebalkan sepanjang sejarah gadis it—eh, tunggu. April Mop? Tanggal satu april kan?

Yerim langsung mengecek ponselnya. Matanya langsung membulat ketika melihat screen benda pipih itu. Cepat-cepat dia berlari ke pintu, berharap Jungkook masih ada di sekitar kelas mereka.

“YA! JEON JUNGKOOK! INI BAHKAN SUDAH MASUK BULAN MEI!!!”

“Memang..”

Eh..

Yerim terdiam ketika mendengar suara Jungkook. Gadis itu menoleh ke belakang dan mendapati Jungkook bersandar di tembok dengan tangan terlipat di depan dada. Pemuda itu menatap Yerim lekat dengan senyuman manis terpatri di bibirnya yang tipis.

“Jadi, Jung Yerim. Mau jadi pacarku?”

Kkeut

Selesai…..

Ini pertama kalinya aku bikin FF BTS dan aku bawa si Golden Maknae. Dia bias aku di Bangtan. Tadinya ngira bakal bias-in V karena muka dia itu Baekhyun KW 1, tapi ternyata aku lebih kesengsem sama BabyKookie. FF ini selesai aku ketik dalam waktu 45 menit. Tapi belum mengalami proses editing. Dan setelah aku edit selama 15 menit, jadinya begini lah… jelek. Banget. 😀

Ini FF paling singkat yang pernah aku bikin. Ceritanya aja Cuma 1024 words. Jadi maaf kalo alurnya kecepetan, ceritanya aneh dan sebagainya. Dan soal april Mop, itu lewat gitu aja di pikiran aku pas aku ngeding ending ceritanya. Jadi ya, aku tambahin aja…

Oke, sampai ketemu di FF lainnya ya,.. bubbye…. :*:*

26 responses to “April Mop!

  1. ffnya sweet dan romance banget, terus entah kenapa ada comedy nya juga loh waktu jungkook maksa maksa yerim manggil dia oppa dan ngasih alasan gak masuk akal -.- *menurut aku loh ini xD
    Dan yeah nice ff dan good job authornim, keep writing and semangat!

  2. Lgi kesensem sma BTS waktu liat mv mreka yg boy in luv ,dan langsung menempatkan Jungkook jd bias gue .. *curcoldikit
    dan iseng” nyari ff ttg jungkook ,alhasil kesasar disini 😀

    “jungkook oppa~” 😉
    gue pengen manggil kaya gitu , cman dy pantasnya jadi dongsaeng gue ,, gue lebih tua 3 tahun ,,uuu *gaknanya

    suka ff nya ,, ditunggu ff slanjutnya yg pasti main cast my cute dongsaeng , babykooki(?) 😀 hehe

  3. Ketemu ff ginian digoogle xD
    Gtw mau bilang apa buat jungkook antara nahan malu sama sosweet. Kasian yerim xD
    Aku suka ffnya
    Semangat author-nim! 😀

  4. Jungkook aaaa!! Yerim pasti malu banget ya di minta jadi pacar eh april mop?
    Ternyata abis itu Jungkook nembak beneran, yeeh sosweet amat bang? :’D

  5. Kerennn, simple tapi bikin greget:))
    Keep writing buat authornya^^
    /di post kapan di komen kapan *plakk/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s