666 or 999? (Chapter 1)

051414_0951_1

Hallo, ini bukan ff milik aku (ulfahnaziah) melainkan ff titipan milik salah seorang teman. Tolong kasih apresiasinya dengan meninggalkan komentar atau like setelah membacanya. Terimakasih.

666 or 999?

Author: NoNoNo

Main Cast(s): Yoo Eunjoo, Xi Luhan || Minor Cast: Moon Ya Eul, Oh Sehun, Byun Baekhyun, etc || Lenght: Chapter || Rating: PG-14 || Genre: AU, Romance, Drama, School-life

A/N: Sebelumnya mau ngucapin terimakasih banget buat eonnie Ulfah Naziah yang udah baikkk banget mau aku susahin karena FF abal-abal ini, buat semua para readers jangan lupa RCL ya mian kalau ada typo.
Salam kenal buat kalian~

HAPPY READING \(˘▽˘)/
copyright © 2014 NoNoNo. All rights reserved
No plagiarism. No Copying

“Cinta adalah sebuah kata dan rasa yang sangat kekal sampai sepanjang masa” – NoNoNo

***

“So, Yoo Eunjoo, apakah surat cinta yang kuberikan untuk Sehun sunbae sudah berhasil kau taruh diLokernya?”

Eunjoo, gadis yang diajak bicara oleh temannya itu menutup Ensiklopedia Inggris yang sedang dibacannya kemudian menyeruput milkshake strawberry yang ada diatas meja tepat didepannya.

“Ne, berjalan sesuai seperti apa yang sudah kau perintahkan, nona Moon Ya Eul,”

Eunjoo menyunggingkan senyum kebanggaannya kepada Ya Eul, menunjukkan bahwa ia hebat telah menyelesaikan misi dari sahabatnya itu.

“Whoaa.. kau memang sahabat ku yang hebat, Eunjoo. Baiklah kita hanya perlu menunggu respon apa yang nantinya akan diberikan oleh Sehun sunbae”

Ya Eul mencubit kedua pipi Eunjoo sambil tersenyum sangat lebar, Sedangkan Eunjoo mencoba melepaskan cubitan yang diberikan Ya Eul.  Eunjoo tahu bahwa sahabatnya itu sangat menyukai Sunbae dikampus mereka. Oh Sehun atau akrabnya Sehun. Dan kemarin puncaknya, setelah setahun memendam rasa sukannya Ya Eul meminta tolong kepada Eunjoo agar membantunya dalam misi memberikan atau lebih tepatnya menaruh secara diam-diam surat cinta yang dibuat oleh Ya Eul diLokernya Sehun dengan perantara Eunjoo.

“Hey Eunjoo, bagaimana keadaan kucingmu Tinkerbell? Sudah lama aku tidak berkunjung kerumah mu aku merindukannya. Ini semua karena Tugas skripsi Cho songsaengnim huh!”

Dengan sekali gerakan Ya Eul mengambil Sedotan yang tadinya ada didalam gelas Milkshake Eunjoo lalu menggigit ujung bawahnya.

“kalau kau mau tahu kabar Tinkerbell maka datanglah kerumah ku, sudahlah lupakan saja tugas skripsi dari Cho saem. Sampai kapanpun kau akan selalu mendapatkan nilai D jika pun skripsimu itu siap, You wasted your time, Ya Eul kembalikan Sedotanku cepat!”

“Tangkap.”

Sedotan hitam yang ujung bawahnya telah berbentuk tak karuan akibat gigitan Ya Eul tadi pun jatuh sempurna diatas Ensiklopedia Inggris Eunjoo.

“Ya!.. Ya Eul kau jorok sekali Sedotan itu penuh liurmu. Lihat Ensiklopedia ku, tercemari oleh liur baumu itu”

Cover Ensiklopedia Inggris milik Eunjoo sedikit basah karena terkena liur yang ada pada Sedotan hitam tadi.

Ya Eul hanya memberikan cengiran melihat Eunjoo yang marah. Eunjoo memutar kedua bola matanya sebal

“Jika kau bukan sahabatku pasti saat ini juga rambutmu sudah habis kugunduli, tak kusangka dibalik pesona indahmu itu ternyata kau sangat jorok. Sehun sunbae akan merasa geli jika nantinnya kau menjadi yeojachingunya”

Cengiran yang tadinya terlukis diwajah Ya Eul kini berubah menjadi ekspresi kesal.

“Aku tidak jorok Eunjoo tapii.. hanya sedikit jorok. Tidak mungkinlah aku berlaku seperti tadi bila kelak aku jadi kekasihnya Sehun sunbae . Bisa-bisa belum seminggu kami berpacaran eh kami sudah berpisah”

“Palingan jika kamu berlaku yang membuat dirinya geli setiap hari, kurun waktunya bukan seminggu tapi 3 hari kemudian, kalian sudah berpisah”

“Sahabat macam apa kau Eunjoo?, kenapa kau malah terkesan tidak mendukungku dalam hal ini. Kau menyebalkan”

Eunjoo tertawa melihat Ya Eul yang bersedekap sambil memajukan bibirnya. Ya Eul benar-benar berhasil menyamakan dirinya seperti tingkah anak kecil.

“Hahaha Ya Eul, Ya Eul, kau sama persis dengan anak kecil yang merajuk karena tidak dibelikan permen oleh appanya . Baiklah aku minta maaf dengan perkataanku tadi. Jadi, ayo semangat! Perjuangkan cintamu Hwaiting!”

Dengan tangan kanan yang dibuat mengepal Eunjoo mengangkat kepalan tangannya itu ke udara sebagai tanda memberikan dukungan terhadap Ya Eul. Kini senyuman lebarpun kembali terlukis diwajah Ya Eul, ia juga sama mengepalkan tangannya lalu bergumam kecil. Semangat!

“Kau tahu Eunjoo, tadi pagi saat aku lewat Ruangan Loker pria, aku melihat banyak Mahasiswi yang meletakkan berbagai macam hadiah diLoker sunbae kita yang cool itu.”

“Sunbae yang cool? Siapa? Mahasiswa baru?” Eunjoo mengernyitkan dahinya tanda berpikir, ia tidak tahu siapa orang yang sedang dibicarakan oleh Ya Eul saat ini.

“Astaga Eunjoo, ini lah sebabnya kau terlalu sering berkutat dengan Novel-Novel mu itu. Bagaimana bisa kau tidak tahu Sunbae kita yang sangat cool itu. Xi Luhan itu namanya dia mahasiswa baru”

“Xi Luhan? Namanya terdengar cukup aneh untuk orang korea”

“Xi Luhan atau Luhan sunbae itu baru saja pindah dari Beijing, china. Dan untuk informasi saja dia itu memang bukan orang asli Korea, Eommanya orang China nah appanya orang asli dari korea.”

Eunjoo hanya mangut-mangut tanda mengerti. Ia tak tahu dan tidak mau terlalu tahu dengan sosok lelaki bernama Xi Luhan atau Luhan itu.

“Itu lah sebabnya kenapa para Mahasiswi disini selalu memberikan surat ataupun bunga lalu menyelipkannya diLoker Luhan sunabae . Loker 999 miliknya itu tak pernah sepi”

Loker 999? Bukannya itu Loker milik Sehun sunbae? Kenapa…

“Lokernya!, coba kau sebutkan sekali lagi berapa nomor Lokernya tadi!”

Panik mulai menyergap perasaan Eunjoo, banyak spekulasi buruk bermunculan dikepalanya tapi ia tetap berusaha tenang.

“999. Loker Luhan sunbae berada dideret atas paling ujung. Kau sepertinya tertarik dengan Sunbae baru kita itu, ayo mengaku”

Ya Eul mencoba menggoda Eunjoo yang sepertinya tertarik tentang sunbae baru dikampus mereka. Buktinya saja ia menanyakan berapa nomor Loker Luhan sunbae. Pasti Eunjoo juga mau memberikan surat cinta ataupun bunga kepadanya. Namun sepertinya perkiraan Ya Eul salah. Eunjoo gadis itu membelalakan kedua matanya sambil menutup mulut dengan telapak tangan kanannya.

Akhirnya spekulasi buruk itu bukan hanya sekedar kemungkinan namun benar-benar terjadi.

“Hey Eunjoo, kenapa ekspresimu seperti melihat hantu begitu? Apa ada masalah dengan ucapan ku tadi?” Eunjoo menatap Ya Eul dengan tatapan paling ‘membunuh’ sehingga membuat Ya Eul yang melihatnya berjengit ngeri.

“Kau mau cari mati denganku yah?! Jelas-jelas kemarin kau menuliskan nomor Lokernya kak Sehun 999 bagaimana mungkin nomor Lokernya sama dengan nomor Loker Luhan sunbae mahasiswa baru itu?!”

“Apaa?! Ya tuhan Eunjoo kau ini ceroboh sekali.. sini, kemarikan sticky notes mu kemarin, yang aku catatkan nomor Lokernya Sehun sunbae”

Dengan segera Eunjoo membuka resleting tas sandangnya lalu mengambil Sticky notes yang bertuliskan nomor loker Sehun yang memang sengaja dituliskan oleh Ya Eul kemarin.

“Igeo, Sudah jelas kau menuliskan 999 bagaimana mungkin kau mengatakan aku ini ceroboh”

“Eunjoo, lihat ini baik-baik dasar ceroboh. Kau membacanya secara terbalik seharusnya nomor Loker Sehun sunbae itu 666 bukannya 999 Loker Luhan sunbae . Kau benar-benar dalam masalah Eunjoo”

Ya Eul mengacak rambutnya frustasi, surat cintanya jatuh ditangan orang yang salah ia benar-benar malu jika sampai Luhan mengetahui isinya, yah meskipun diamplop surat itu tertera nama Sehun tapi Luhan kan tidak mengenal Sehun. Ya Eul berpikir keras apa yang akan ia lakukan setelah ini. hanya ada satu cara agar dapat membuat dirinya aman.

“Ini satu-satunya cara yang harus kulakukan. Aku akan menemui Luhan sunbae dan akan berbicara mengenai kesalah pahaman ini. Ya, hanya itu satu-satunya cara”

“Maaf, karena aku malah menyusahkan mu Ya Eul..”

“sudahlah jangan merasa bersalah, lagian ini juga salahku yang tidak mau memberikan surat itu sendiri tapi malah meminta bantuanmu, aku pergi dulu kau doakan aku yah annyeong”

Tanpa terasa bulir-bulir keringat muncul disekitar pelipis Eunjoo. Yeoja itu merasa dilemparkan kedalam jurang yang dalam lalu didalamnya ada banyak ular. Masalahnya bukan karena Luhan yang notabenenya mahasiswa senior baru mereka tapi ini menyangkut harga diri Ya Eul sahabatnya. Bisa-bisa Ya Eul dicap gadis bodoh oleh lelaki itu karena salah nomor Loker padahal jelas-jelas itu kesalahannya.

“Aku bukan lagi dalam masalah, tapi sudah dalam masalah besar”

Eunjoo menatap punggung Ya Eul yang semakin kecil meninggalkannya lalu menghilang dibalik belokan koridor.

TBC

 

109 responses to “666 or 999? (Chapter 1)

  1. salah masukin surat cinta? oh… ko aku kaya pernah baca ff kaya gitu…… tapi yaudin…. bagus ko ff nya ^^

  2. salah masukin surat cinta? oh… ko aku kaya pernah baca ff kaya gini… tapi castnya kai gitu?.. .. tapi yaudin…. bagus ko ff nya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s